Anda di halaman 1dari 2

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Dengan canggihnya teknologi yang sebagian besar menggunakan energi listrik sebagai tenaga penggeraknya, tenaga listrik merupakan sumber daya energi yang sangat penting dan banyak dibutuhkan masyarakat umum, baik di daerah pedesaan maupun di perkotaan. Dalam kehidupan sehari-hari dapat kita lihat pada barang-barang rumah tangga yang serba elektronik semakin mewabah dan menjadi suatu pola hidup yang umum. Kebutuhan akan banyaknnya tenaga listrik yang semakin besar tersebut harus diatasi oleh perusahaan listrik negara agar selalu tersedia tenaga listrik yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dikarenakan jumlah penyediaan tenaga listrik yang diperlukan cukup besar (High Point), maka perlu bagi perusahaan untuk membangkitkan daya listrik yang besar pula. Untuk mengoperasikan dan merawat mesin harus mengikuti prosedur agar tidak merusak mesin, mengurangi peningkatan biaya perawatan, menjaga umur mesin lebih lama serta mencegah kecelakaan kerja pada operator. Kecelakaan kerja adalah peristiwa yang tidak diinginkan/diharapkan, tidak diduga, tidak disengaja terjadi dalam hubungan kerja, umumnya diakibatkan oleh berbagai faktor. Mengenai potensi kecelakaan kerja merupakan langkah awal dalam mewujudkan upaya pencegahan, sedang tindakan represif berupa upaya menghindari terulangnya kembali kecelakaan kerja yang didapatkan melalui penyelidikan dan analisis dalam kasus tersebut. Untuk itu perlu dibuat suatu prosedur tetap yang bersifat standar, sehingga siapa sajapun, kapan sajapun dan dimana sajapun dalam melakukan pekerjaan langkahlangkahnya tidak berubah. Langkah-langkah yang tertib ini disebut Prosedur Operasi Standar atau Standard Operating Procedur (SOP). SOP merupakan hasil finalisasi dan kesempurnaan prosedur kerja. Dengan adanya SOP diharapkan pekerjaan dapat terlaksana dengan baik, tepat waktu, dan dapat dipertanggung jawabkan. Prosedur tersebut diharapkan sesuai dengan ISO (International Standard Organisation) serta memenuhi peraturan perundang-undangan tentang Keselamatan Kerja. Instruksi kerja yang ada saat ini masih kurang lengkap atau dapat dikatakan hanya terdapat disebagian komponen saja sehingga pada saat pelaksanaanya karyawan bagian pemeliharaan (mesin 1) lebih banyak menggunakan pengalaman dan keahlian mereka. Hal itu tentu saja dapat membingungkan karyawan lain dan juga karyawan baru yang kemungkinan

pengalamannya belum banyak, sehingga saat melaksanakan instruksi kerja pada komponen pulverizer apabila kurang tepat dapat merusak komponen pulverizer dan jika langkah instruksi kerja yang dilakukan salah maka dapat memperpanjang yang berefek pada penurunan kinerja pembangkit. Oleh karna itu, judul yang dipilih penulis yaitu Perencanaan Instruksi Kerja pada Komponen Pulverizer di PLTU PJB Paiton sebagai judul Laporan Akhir.