Anda di halaman 1dari 2

Notulen Diskusi

Tema Tanggal Diskusi Tempat Diskusi Waktu Diskusi Moderator Pembicara Notulis Peserta : Maraknya penggunaan kendaraan pribadi di Jakarta : 03 April 2013 : Ruang kuliah D1.2 Teknik Sipil Universitas Brawijaya Malang : Pukul 07.30 08.00 WIB : Hosea Adyo C. : Zulfikar P. Rahman, David , Dwa Aulia Bramiana : Fadhana Anggara P. : Dosen Mata Kuliah Teknik Lalu Lintas dan teman-teman mahasiswa

Sesi Tanya Jawab Pertanyaan :

Dari Kelompok F 1. Apa solusi orang yang memiliki kendaraan pribadi lebih dari satu? 2. Apa pengaruh konsumsi kendaraan pribadi dalam perekonomian? Atau apakah misalnya perlu pembatasan produksi honda di Indonesia? 3. Lebih efisien mana pengurangan kendaraan pribadi atau menambah ruas jalan? Dari Kelompok D 1. Tentang peraturan pada koridor tertentu kenapa masih terjadi kemacetan? 2. Apakah pajak progresif sudah efektif penggunaannya? Karena bisa saja orang menggunakan atas nama orang lain pada kendaraan pribadinya? Jawaban :

Dari Kelompok F 1. Solusi orang yang memiliki kendaraan lebih dari satu, mungkin bisa dilakukan dengan pembatasan kepemilikan kendaraan pribadi dan pengaturan sistematika penjualan kendaran pribadi atau dengan pajak progresif. 2. Pengaruhnya yang jelas adalah kemacetan, karena semakin banyak konsumsi orang terhadap kendaraan pribadi otomatis volume jalan akan semakin kecil. Kita ti

dak perlu membatasi produksi honda, tetapi kita sendiri yang harus sadar untuk tidak mengkonsumsi kendaraan terlalu banyak. 3. Menurut kelompok kami lebih efisien membatasi penggunaan kendaraan pribadi bukan menguranginya karena untuk menguranginya sangat sulit dan juga sekaligus menambahkan ruas jalan. Dari Kelompok D 1. Hal itu terjadi karena kesalahan terjadi pada manusia itu sendiri, karena banyak orang melanggar peraturan yang telah di terapkan pada koridor-koridor tertentu tersebut, seperti dilarang parkir atau berhenti di pinggir jalan, tetapi masih banyak orang yang memarkir atau berhenti di pinggir jalan. Hal ini membutuhkan kesadaran dari masing-masing orang untuk tidak melakukannya. 2. Menurut kelompok kami pajak progresif sudah efektif karena proses pajak progresif kini melihat bukan lagi dari sisi KTP atau identitas pribadi pemilik kendaraan saja, tetapi melihat Kartu Keluarga atau alamat pemilik, jika dalam satu keluarga/alamat memiliki lebih dari satu kendaraan maka di ambil semakin besar persentase pajak kendaraannya. Kesimpulan :

Dampak penggunaan kendaraan pribadi di Jakarta memang sudah pada tahap yang mencengangkan, karena bila kita melihat keadaan Jakarta, banyak terjadi kemacetan dimana-mana yang sebagian besar disebabkan oleh kendaraan pribadi, selain itu banyaknya pelanggaran pada tata tertib lalu lintas, konsumsi kendaraan pribadi yang berlebihan, proses kepemilikan kendaraan pribadi yang gampang juga sistem perpajakan yang kurang baik menjadi penyebab kemacetan Jakarta. Kesalahan terbanyak mungkin karena manusia itu sendiri. Oleh karena itu mungkin solusi yang dapat ditawarkan untuk mengatasi hal- hal tersebut antara lain 1. Penggunaan kembali kendaraan umum sekaligus pemerintah meningkatkan keamanan fasilitas umum dan memperbaik akses kendaraan umum 2. Pembatasan kepemilikan kendaraan pribadi dan pengaturan sistematika penjualan kendaran pribadi 3. Penyediaan fasilitas pejalan kaki berupa trotoar dan penyebrangan yang nyaman dan aman 4. Penyediaan jalur sepeda kayuh yang nyaman dan aman 5. Mengurangi jumlah perjalanan dengan manajemen transportasi

Anda mungkin juga menyukai