Anda di halaman 1dari 5

Degradasi moral

Profil pedagang Nama: Suyono Umur: 40 Tahun Profesi: Pedagang bakso keliling Data Primer : Pertanyaan :Bagaimana pendapat Bapak mengenai degradasi moral yang terjadi di Indonesia khususnya di bidang ekonomi ? Jawab : Menurut saya degradasi moral di Indonesia masih banyak terjadi, khususnya di bidang ekonomi . Saya sebagai pedagang bakso keliling juga pernah merasakan dampak serta akibat yang ditimbulkan oleh degradasi moral itu sendiri .Sebagai contoh beberapa tahun yang lalu, ketika penggunaan boraks dan formalin ramai diperbincangkan oleh masyarkat luas . Saya sebagai pedagang kecil terus terang merasa dirugikan secara langsung maupun tidak langsung . Secara langsung contohnya, Pendapatan saya menurun drastis pada waktu itu yang biasanya dalam satu hari bisa membawa pulang uang Rp 100.000 Rp 150.000, dengan adanya isu isu penggunaan boraks dan formalin yang dicampurkan pada proses pengolahan bakso, pendapatan saya hanya Rp 50.000 Rp 80.000 . Pada waktu itu Saya bingung dengan pendapatan yang tidak cukup banyak, harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga serta harus memebeli daging sapi sebagai bahan utama untuk membuat bakso . Kerugian secara tidak langsung adalah ketika para pelanggan yang awalnya setia menikmati dagangan bakso yang saya jajakan lama kelaman menjadi bekurang, akibat oknum oknum yang menjajakan daganganya secara tidak benar . Saya juga merasa pedagang yang jujur serta dengan tulus menjual dagangannya juga turut serta merasakan kerugian akibat ulah oknum oknum yang tidak

bertanggung jawab tersebut. Saya menghimbau kepada oknum oknum yang menjual bakso dagangannya dengan menambahkan formalin dan boraks untuk kembali membuat bakso dengan cara yang benar, Mari kita perbaiki citra pedagang bakso agar daya beli masyarakat kembali meningkat . Pertanyaan :Apakah pendapat bapak mengenai degradasi politik yang akhir akhir ini sering terjadi di Indonesia, khususnya dampak yang bapak rasakan selama ini ? Jawaban : Menurut saya, Pemerintah di Indonesia tidak begitu memperhatikan nasib pedagang- pedagang kecil seperti kami para pedagang bakso keliling . Pemerintah hanya memperhatikan sektor sektor yang ada didaerah perkotaan . Seharusnya pemerintah lebih memperhatikan kami para pedagang kecil dengan cara menyediakan tempat atau lapak lapak sederhana sehingga kami dapat berjualan tanpa ada rasa takut, apabila sewaktu waktu ada satpol pp yang menggusur kami . Daripada duitnya dipakai untuk berpergian anggota dewan keluar negri, lebih baik duitnya diberikan kepada kami untuk modal usaha imbuhnya . Pertanyaan : Bagaimana pendapat bapak mengenai degradasi moral yang terjadi di bidang sosial dan budaya ? Jawaban : Untuk bidang sosial budaya sendiri saya kurang tahu, tetapi akan saya jawab sepengetahuan saya . Untuk bidang social budaya banyak degradai moral yang sering terjadi yang dialami para pedagang asongan seperti saya . Sebagai contoh adalah ketika ada pedagang bakso yang mengajak anak mereka yang masih kecil untuk ikut berjualan . Dalam hal ini memang tidak ada alasan untuk menyalahkan pedagang bakso mengajak anaknya untuk ikut berjualan, toh apabila anak mereka ditinggal sendiri dirumah, siapa yang akan mengursi mereka sedangkan kami berjualan dari pagi hari, hingga nanti menjelang petang Imbuhnya .

Data sekunder :

Bakso yang mengandung formalin dan boraks Bakso adalah makanan bergizi karena daging yang mengandung zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Hanya saja bakso akan menjadi beracun karena oknum pedagang yang menambahkan Formalin atau boraks pada bakso. Pengawet mayat tersebut ditambahkan dalam adonan bakso dengan tujuan untuk mempertahankan kesegaran bakso. Bakso akan basi dalam waktu tidak sampai seminggu. Tentu saja pedagang bakso akan merugi jika dagangannya tidak laku. Penggunaan borkas dapat membuat bakso tahan lama sehingga pedagang akan lebih untung. Seorang penggemar bakso merinding membayangkan pengawet mayat yang dimasukkan dalam bakso. Apakah si pedagang memandang kita seperti mayat yang perlu mendapatkan boraks. Kadang pedagang juga menambahkan formalin pada baksonya. Formalin dapat mengawetkan bakso sehingga bakso tampak kenyal. Kalau ada bakso kenyal seperti karet perlu kita waspadai. Belum cukup formalin dan boraks, kadang bakso ditambhakan pemutih. Pemutih ini seharusnya untuk tekstil lalu digunakan untuk bakso. Dengan putih bakso akan menjadi putih dan menarik daripada bakso yang abu-abu.

Penggusuran lapak para pedagang kecil Medan - Penggusuran Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jl. Pancing, perbatasan Medan - Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) diwarnai jerit histeris. Bahkan seorang pedagang pingsan saat lapak dagangannya diangkut paksa petugas Satpol PP.Para pedagang tak hanya menolak pemindahan, tapi juga melawan. Sempat terjadi aksi saling tarik lapak antara pedagang dengan petugas Satpol PP, Kamis (11/10/2012). Sejumlah pedagang menjerit histeris memohon agar lapak dagangannya tidak diangkut ke atas truk. Bahkan seorang pedagang kelapa, Nanda, pingsan saat terjadi aksi saling dorong. Korban kemudian dievakuasi ke atas lapak pedagang.

Salah seorang pedagang, Zainab menyatakan, pedagang menolak menempati lokasi pasar yang baru, berlokasi di samping Pasar Bengkok. Selain masih dalam tahap pembangunan, pedagang menilai biaya sewa kios dan los terlalu mahal.

Pedagang bakso yang masih berusia 7 tahun Himpitan ekonomi bukanlah menjadi penghalang bagi seorang anak berumur 7 tahun yang di usia masih sangat belia berani untuk berdagang bakso keliling layaknya seorang pedagang bakso keliling lainnya. Bedanya, siti menjual dagangannya dengan cara yang amat sederhana, tidak seperti kebanyakan pedagang bakso yang menggunakan gerobak sebagai alat untuk memudahkan penyajian bakso. Jadi bakso dan kuahnya dimasukkan dalam termos nasi yang sebenarnya terlalu besar untuk anak seusianya. Termos seukuran itu berisi kuah tentu sangat berat. Tangan kanan menenteng termos, tangan kiri menenteng ember plastik hitam berisi mangkok-mangkok, sendok kuah, dan peralatan lain. Dengan terseok-seok menenteng beban seberat itu, Siti harus berjalan keluar masuk kampung, terkadang jalanannya menanjak naik. Sumber : internet .