Anda di halaman 1dari 3

TUGAS PSIKOLOGI PERKEMBANGAN REVIEW JURNAL (Pengganti UTS)

THE EFFECTS OF SOCIOECONOMIC STATUS, RACE, AND PARENTING ON LANGUAGE DEVELOPMENT IN EARLY CHILDHOOD

EKA PUTRA ARIJADI 12320070

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA FAKULTAS PSIKOLOGI DAN ILMU SOSIAL BUDAYA PROGRAM STUDI PSIKOLOGI TAHUN 2012 2013

The Effects of Socioeconomic Status, Race, and Parenting on Language Development in Early Childhood
Elizabeth P. Pungello, Iheoma U. Iruka, Aryn M. Dotterer, Roger Mills-Koonce, and J. Steven Reznick University of North Carolina at Chapel Hill Eka Putra Arijadi 12320070 A. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menguji hubungan antara SES (berdasarkan pendapatan dan pendidikan ibu), ras, dan pola asuh dan perkembangan bahasa longitudinal pada anak usia dini dalam sample di mana membingungkan khas antara SES dan ras berkurang. B. Teori yang digunakan Early language is associated with later academic achievement (Craig, Connor, & Washington, 2003; Magnuson & Duncan, 2006; National Institute of Child Health and Human Development [NICHD] Early Child Care Research Network, 2005; ONeill, Pearce, & Pick, 2004; Scarborough, 2001; Stevenson & Newman, 1986; Storch & Whitehurst, 2002). Bahasa awal dikaitkan dengan prestasi akademik kemudian (Craig, Connor, & Washington, 2003; Magnuson & Duncan, 2006; Institut Nasional Kesehatan Anak dan Pengembangan Manusia [NICHD] Awal Child Care Research Network, 2005; O'Neill, Pearce, & Pilih, 2004; Scarborough, 2001; Stevenson & Newman, 1986; Storch & Whitehurst, 2002). C. Hipotesis Penelitian Hipotesis dari penelitian ini faktor-faktor yang berhubungan dengan perkembangan bahasa anak-anak muda memiliki implikasi penting untuk melaksanakan program pendidikan awal ditujukan kesiapan sekolah meningkatkan dan mengurangi kesenjangan prestasi keberhasilan akademis yang ada saat ini antara Amerika dan Eropa anak-anak Amerika Afrika di Amerika Serikat. D. Metode Penelitian Variabel penelitian kualitatif Penelitian ini fokus pada empat kelompok: Afrika Amerika menengah, Afrika Amerika lowincome, Eropa Amerika berpenghasilan menengah, dan Eropa Amerika keluarga berpenghasilan rendah (kelompok ini digunakan untuk memandu perekrutan saja, bukan untuk tujuan analitik). Subyek/responden penelitian Sebanyak 206 keluarga terdiri sampel penuh. Dari jumlah tersebut, 25 keluarga mundur atau dijatuhkan karena mereka kehilangan satu atau lebih skor untuk variabel prediktor. Metode pemilihan sample Metode yang digunakan untuk pemilihan sample yaitu purpossive sampling, yaitu peserta diambil dari masyarakat yang sebagian besar perkotaan melalui selebaran dan postingan saat lahir dan kelas pengasuhan, serta melalui surat dan kontak telepon mengundang partisipasi dalam studi longitudinal kesehatan dan perkembangan anak. Untuk mengurangi membingungkan khas antara SES dan ras, rekrutmen difokuskan pada empat kelompok: Afrika Amerika menengah, Afrika Amerika lowincome, Eropa Amerika berpenghasilan menengah, dan Eropa Amerika keluarga berpenghasilan rendah (kelompok ini digunakan untuk memandu perekrutan saja, bukan untuk tujuan analitik). Metode pengumpulan data Data yang didapatkan berdasarkan hasil wawancara dan observasi langsung ke subyek yang diteliti. Prosedur penelitian Peserta diambil dari masyarakat yang sebagian besar perkotaan melalui selebaran dan posting saat lahir dan kelas pengasuhan, serta melalui surat dan kontak telepon mengundang partisipasi dalam studi longitudinal kesehatan dan perkembangan anak. Untuk mengurangi membingungkan khas antara SES dan ras, rekrutmen difokuskan pada empat kelompok: Afrika Amerika menengah, Afrika Amerika lowincome, Eropa Amerika berpenghasilan menengah, dan Eropa Amerika

keluarga berpenghasilan rendah (kelompok ini digunakan untuk memandu perekrutan saja, bukan untuk tujuan analitik). Sebanyak 206 keluarga terdiri sampel penuh. Dari jumlah tersebut, 25 keluarga baik mundur atau dijatuhkan karena mereka kehilangan satu atau lebih skor untuk variabel prediktor. Ini 25 keluarga dibandingkan dengan mereka dipertahankan dalam sampel untuk menentukan apakah mereka berbeda pendapat tentang karakteristik latar belakang, tidak ada perbedaan signifikan yang ditemukan untuk lomba, SES, atau usia ibu. Meskipun tujuan perekrutan, analisis awal menunjukkan bahwa keluarga Afrika Amerika menduduki ujung rendah dari distribusi SES dan keluarga Amerika Eropa menduduki high end dari distribusi SES (penciptaan variabel SES dijelaskan di bawah). E. Hasil Penelitian Hasil menyoroti pentingnya pengasuhan sensitif dan menunjukkan bahwa hubungan antara orangtua negatif mengganggu dan perkembangan bahasa mungkin tergantung pada konteks keluarga. Masa Depan kerja diperlukan menyangkut perbedaan ras ditemukan, termasuk memeriksa hubungan dengan faktor demografi lain dan variasi masukan bahasa yang dialami oleh anak-anak, menggunakan budaya dan ras divalidasi indeks perkembangan bahasa.
tabel 4. Unconditional dan Final hirarkis Linear Model (HLM) Hasil Memprediksi Komunikasi Ekspresif Anak. (N = 146)

F.

Diskusi SES, ras, sensitivitas ibu, dan negatif mengganggu-ness adalah prediktor signifikan dari hasil bahasa pada anak-anak. Temuan ini menambah literatur dengan memeriksa hubungan antara SES dan ras dari waktu ke waktu dengan kemampuan baik reseptif dan ekspresif, dengan menyelidiki asosiasi terpisah sensitivitas ibu dan pengasuhan mengganggu negatif dengan awal perkembangan bahasa, dan dengan mengeksplorasi efek moderasi kemungkinan SES dan ras pada link antara perilaku pengasuhan dan perkembangan bahasa. Pola hasil nyarankan-gests bahwa (a) ras dikaitkan dengan kemampuan bahasa reseptif, (b) baik SES dan ras secara independen terkait dengan pertumbuhan keterampilan ekspresif, (c) baik sensitivitas ibu dan negatif orangtua intru-komprehensif memiliki unik Link dengan perkembangan bahasa, dan (d) moderat balapan hubungan antara negatif mengganggu orangtua-ing dan perkembangan bahasa ekspresif.

G.

Kesimpulan Hubungan antara orangtua negatif mengganggu dan perkembangan bahasa mungkin tergantung pada konteks keluarga. Masa depan kerja diperlukan menyangkut perbedaan ras ditemukan, termasuk memeriksa hubungan dengan faktor demografi lain dan variasi masukan bahasa yang dialami oleh anak-anak, menggunakan budaya dan ras divalidasi indeks perkembangan bahasa. Menurut saya mengenai penelitian ini sudah bagus walaupun masih agak rumit dalam penyelesaiannya sehingga membuat pembaca sedikit kebingungan. Namun kedepannya diharapkan peneliti bisa mencari mengenai faktor-faktor yang berkontribusi terhadap hubungan dengan ras ditemukan di sini untuk membuat rekomendasi program yang lebih spesifik, namun, program intervensi yang sensitif terhadap konteks budaya di mana anak-anak dibesarkan mungkin lebih berhasil dalam mengurangi dampak risiko demografi faktor-faktor perkembangan anak dan mungkin membantu mengurangi kesenjangan prestasi.