Anda di halaman 1dari 52

BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH

Kendaraan sebagai alat transportasi yang digunakan dalam keseharian

suatu saat mungkin mengalami kerusakan, misalnya pada cat, kerusakan itu bisa

berupa dempul mengangkat. Pada mobil Mobil Mitsubishi Galant II tahun 1981

bagian samping kanan telah terjadi kerusakan pada cat, yaitu pada dempul

terangkat, warna cat mobil pudar/kusam, sehingga perlu dilakukan pengecatan

ulang. Sebelum mengerjakaan pengecatan ulang mobil tersebut maka diperlukan

pendekatan pemecahan masalah untuk membantu dalam proses pengerjaannya.

Pendekatan pemecahan masalah tersebut berupa teori-teori tentang pengecatan

ulang sebagai dasar dalam mengerjakan proyek akhir ini maupun hal lain yang

mendukung pemecahan masalah dalam proyek akhir ini. Dalam pendekatan

pemecahan masalah ini akan dijelaskan tentang pengecatan serta teknik

mengerjakannya.

  • A. Pengertian Pengecatan Kendaraan

Pengecatan (painting) adalah suatu proses aplikasi cat dalam bentuk cair

pada sebuah obyek, untuk membuat lapisan tipis yang kemudian, untuk

membentuk lapisan yang keras atau lapisan cat.” (Herminanto Sofyan, tth: 38).

Jadi pengecatan mempunyai fungsi masing-masing tergantung dari tujuan dari

pembuatan bahan cat yang digunakan, sebagai contoh cat primer dibuat oleh

pabrik difungsikan khusus sebagai pelindung metal atau pelat, sedangkan cat

warna dikhususkan untuk menambah nilai estetika. Tujuan lain dari pengecatan

adalah warna cat untuk identitas suatu kendaraan, misal mobil polisi dan mobil

7

8

ambulan mempunyai warna cat yaang khusus berbeda dengan mobil-mobil

lainnya.

Cat berupa cairan yang kental, cat terdiri dari beberapa komponen yaitu

resin, pigment, solvent, dan bahan tambah lainnya. Cat biasanya dilarutkan

dengan thinner, agar mudah penggunaannya, dalam hal cat tipe dua komponen

cat ditambahkan dengan hardener.

  • 1. Komponen Cat

Cat tipe 2 komponen biasanya dicampur dengan hardener sebagai

pelekat antar molekul di dalam resin, thinner sebagai pengencer, maka

dalam sub-bab ini akan dibahas tentang komponen cat, hardener dan

thinner. Cat memiliki beberapa komponen yaitu:

a. Resin

Resin adalah unsur utama cat yang berbentuk cairan kental yang

dapat membentuk lapisan yang padat dan transparan yang membentuk

film atau lapisan setelah diaplikasi pada suatu obyek dan mengering.

Kandungan resin mempunyai pengaruh langsung pada kemampuan

cat seperti misalnya: kekerasan, ketahanan solvent serta ketahanan

cuaca. Demikian pula berpengaruh atas kualitas akhir misalnya

tekstur, kilap (gloss), daya rekat suatu cat, serta kemudahan

penggunaan diantaranya waktu pengeringan.

Resin

yang digunakan

pada cat, secara

garis

besar terbagi

9

1)

Klasifikasi menurut material:

  • a) Resin Netral, diekstrak terutama dari tumbuh-tumbuhan,

digunakan untuk membuat vernish dan lacquer.

  • b) Resin Sintetik, resin buatan manusia, karena tersedia dalam

jumlah banyak, maka cat modern sebagian besar dibuat dari

resin sintetik

2)

Klasifikasi menurut tipe lapisan (film):

  • a) Thermoplastik Resin, pengerasan thermoplastic resin adalah melalui penguapan solvent, tanpa melibatkan reaksi kimia. Apabila dipanaskan, maka akan menjadi lunak dan akhirnya mencair. Thermoplastic resin sangat fleksibel dan sangat mudah larut dalam solvent.

  • b) Thermosetting Resin, thermosetting resin bila dipanaskan akan mengeras melalui reaksi kimia. Apabila telah mengeras tidak akan melunak lagi oleh pemanasan kembali.

b.

Pigment

Pigment adalah zat pewarna yang tidak bercampur dengan air,

oli, atau solvent. Pigment tidak dapat melekat pada obyek lain, akan

tetapi pigment dapat melekat pada obyek lain apabila telah tercampur

dengan resin dan komponen lain dalam bentuk cat. Pigment dibagi

menjadi beberapa tipe yaitu (Anonim, tth: 4):

1)

Pigment

warna,

untuk

menambah

warna

pada

cat

dan

meningkatkan daya sembunyi (hiding power) cat.

10

2)

Pigment terang, menambah wana-warni metalik pada coat.

3) Pigment extender, menambah kekuatan dan body pada coat,

meningkatkan viskositas dan mencegah sedimentasi.

4) Pigment pencegah karat, digunakan pada cat dasar untuk

mencegah karat.

5) Pigment flatting, digunakan untuk mengurangi kilap pada coat.

Pigment ini dicampur dengan cat apabila dikehendaki kurang

kilap.

  • c. Zat pengencer (Solvent/Thinner)

Solvent adalah suatu cairan yang dapat melarutkan resin dan

memungkinkan pencampuran pigment dan resin dalam proses

pembuatan cat.” (Herminanto Sofyan, tth: 41). Solvent dan thinner

adalah sama-sama zat pengencer atau pelarut, bedanya dengan thinner

adalah solvent digunakan ketika dalam pembuatan cat sedangkan

thinner digunakan untuk menentukan tingkat kekentalan cat sebelum

cat tersebut diaplikasikan. Menurut Herminanto Sofyan (tth: 41)

komponen pembentuk solvent meliputi:

1)

Diluent, merupakan larutan yang membantu melarutkan resin

lacquer.

2)

Laten solvent, juga digunakan untuk mencampur pelarut yang

baik, hasilnya sama dengan pelarut yang berkualitas baik.

11

3) Solvent murni, adalah larutan yang mampu melarutkan sesuatu

yang mengakibatkan cairan tersebut masuk ke dalam larutan.

Solvent murni melarutkan bahan residu dan binder.

  • d. Additives

11 3) Solvent murni, adalah larutan yang mampu melarutkan sesuatu yang mengakibatkan cairan tersebut masuk ke

Gambar 1. Thinner

Terdiri dari bermacam-macam bahan kimia yang masing-masing

mempunyai sifat dan fungsi yang berbeda-beda, ditambahkan sesuai

dengan keperluannya untuk melengkapi sifat-sifat ketahanan cat. (Kir

Haryana, 1997: 40). Beberapa fungsi aditives yang ditambahkan pada

cat adalah menambah daya lentur, membantu penyebaran pigment,

mencegah terjadinya buih pada saat penyemprotan, mencegah

timbulnya kantong udara, dll.

  • e. Hardener

Pada cat tipe dua komponen maka ada hardener yang harus

ditambahkan. Hardener ditambahkan pada komponen utama cat dua

komponen, hardener bereaksi dengan molekul dari komponen utama

12

  • 2. Daya Sebar

Daya sebar dihitung berdasarkan isi kepadatan cat dan ketebalan cat

yang diinginkan dalam satuan mikron. Isi kepadatan cat ditentukan oleh

banyaknya kandungan pigment dan resin dalam cat tersebut.” (Herminarto

Sofyan,tth: 71). Misalnya, cat dengan isi kepadatan 75% berarti dalam 1

liter (1000cc) cat tersebut mengandung 750 cc pigment dan resin. Jika

ketebalan yang diinginkan cat setelah cat mengering adalah 40 micron,

maka daya sebar cat secara teoritis dapat dihitung sebagai berikut:

cc kepadatan cat

Ketebalan kering dalam micron

750

12 2. Daya Sebar Daya sebar dihitung berdasarkan isi kepadatan cat dan ketebalan cat yang diinginkan

= 40 = 18,7 m /ltr

Berarti daya sebar cat tersebut secara teoritis adalah 18,75 m 2 dalam

satu liter, jadi jika satu liter cat tersebut disemprotkan dalam suatu bidang

akan menjangkau 18,75 m 2 . Sering kali dijumpai cc kepadatan cat tersebut

tidak dicantumkan dalam data sheet oleh pihak pembuat cat tetapi

langsung daya sebar. Dalam sebuah contoh soal Herminarto Sofyan (tth:

74) menjelaskan bahwa jika diketahui daya sebar cat 20 m 2 /lt, luasan

kendaraan 31,2 m 2 dan overlapping menggunakan ½, maka kebutuhan cat

tersebut adalah:

31,2

20x

  • 1 = 3,12 liter cat

2

Dengan perhitungan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa rumus

untuk menghitung kebutuhan cat adalah:

13

13 Luas bidang dalam m Daya sebar dalam x = Kebutuhan cat dalam liter Dengan data-datative_Primer_161_en.pdf) Produk Data Aderal (Anonim, 2009b: 2. Epoxy surfacer 13 m /lt http://www.mathysdirect.co.uk/pdfs/Mathys %20Aderal%20Solvent%20Based%20Pr ime r%20Surfacer.pdf) 2K Topcoat (Anonim, 2008b: 3. Cat warna ( Top Coat ) 10 m /lt http://www.lesonal.co.uk/_layouts/ancrdown load.aspx?DocUrl=/lesonal/uk/Products/T D S/2K%20Topcoat%2002.01.2008.pdf) Auto clear classic (Anonim, 2008a: 4. Clear/Gloss ± 6,6 m². http://www.sikkenscr.com.au/sikkenscr/au/P roducts/Pages/AutoclearClassic.aspx) " id="pdf-obj-6-5" src="pdf-obj-6-5.jpg">

Luas bidang dalam m

Daya sebar dalam m x

13 Luas bidang dalam m Daya sebar dalam x = Kebutuhan cat dalam liter Dengan data-datative_Primer_161_en.pdf) Produk Data Aderal (Anonim, 2009b: 2. Epoxy surfacer 13 m /lt http://www.mathysdirect.co.uk/pdfs/Mathys %20Aderal%20Solvent%20Based%20Pr ime r%20Surfacer.pdf) 2K Topcoat (Anonim, 2008b: 3. Cat warna ( Top Coat ) 10 m /lt http://www.lesonal.co.uk/_layouts/ancrdown load.aspx?DocUrl=/lesonal/uk/Products/T D S/2K%20Topcoat%2002.01.2008.pdf) Auto clear classic (Anonim, 2008a: 4. Clear/Gloss ± 6,6 m². http://www.sikkenscr.com.au/sikkenscr/au/P roducts/Pages/AutoclearClassic.aspx) " id="pdf-obj-6-14" src="pdf-obj-6-14.jpg">

= Kebutuhan cat dalam liter

Dengan data-data tersebut maka dalam penggunaan cat akan lebih

efisiens karena sebelum melakukan pengecatan daya sebar cat dapat

dihitung untuk mengetahui luas jangkauan cat tersebut dan dengan daya

sebar cat akan dapat menghitung kebutuhan cat yang akan digunakan.

Walaupun dalam prakteknya daya sebar tidak seperti perhitungan yang

telah dilakukan, karena hal tersebut banyak faktor yang mempengaruhi

seperti media aplikasi yang digunakan (apakah dengan semprot, rol atau

kwas), jika dengan semprot maka penyetelan spray gun juga berpengaruh,

dan orang yang melakukan pengacatan (biasanya orang yang belum

berpengalaman dalam pengecatan akan lebih boros cat) dan lain-lain. Jadi

dengan faktor-faktor tersebut kemungkinan penggunaan cat bisa lebih

boros.

Tabel 1. Daya sebar cat

No

Cat

Daya Sebar

Sumber

     

Protective Primer 161 (Anonim, 2011:

  • 1. Epoxy primer

4,8 m 2 /lt

http://www.alexseal.com/docs/tsds/en/Protec

     

Produk Data Aderal (Anonim, 2009b:

  • 2. Epoxy surfacer

13

m 2 /lt

http://www.mathysdirect.co.uk/pdfs/Mathys

     

r%20Surfacer.pdf)

     

2K Topcoat (Anonim, 2008b:

  • 3. Cat warna (Top Coat)

10

m 2 /lt

http://www.lesonal.co.uk/_layouts/ancrdown load.aspx?DocUrl=/lesonal/uk/Products/TD

 

S/2K%20Topcoat%2002.01.2008.pdf)

     

Auto clear classic (Anonim, 2008a:

  • 4. Clear/Gloss

± 6,6 m².

http://www.sikkenscr.com.au/sikkenscr/au/P

14

  • B. Peralatan Pengecatan

Pengecatan memerlukan peralatan pendukung untuk membantu dalam

menyelesaikannya. Peralatan yang dimaksud adalah:

  • 1. Blok Tangan

Blok tangan atau hand block adalah alat bantu untuk mengamplas di

mana amplas ditempelkan dan digunakan untuk pengamplasan manual agar

permukaan pengamplasan rata. Terdapat dalam berbagai ukuran, bentuk,

material, dan dapat dipilih sesuai dengan area dan bentuknya.

14 B. Peralatan Pengecatan Pengecatan memerlukan peralatan pendukung untuk membantu dalam menyelesaikannya. Peralatan yang dimaksud adalah:

Gambar 2. Blok tangan (Anonim, tth: 13)

  • 2. Sikat Kawat Baja

Sikat berfungsi untuk membersihkan permukaan benda kerja dari

karat atau setelah pekerjaan mengikir, mengelas, menyekrap dan

sebagainya.” (Gunadi, 2008: 102). Sikat kawat pada proyek akhir ini

digunakan untuk membersihkan pelat dari karat.

  • 3. Jidar

Berfungsi untuk meratakan dempul yang telah dioleskan pada

permukaan yang lebar, membantu dalam pembuatan membuat nut dan juga

15

digunakan untuk memeriksa kerataan permukaan. Jidar terbuat dari fiber,

plastik atau plat besi.

  • 4. Kompresor

Kompresor berfungsi untuk menghasilkan udara bertekanan yang

digunakan untuk penyemprotan cat. Sebelum kompresor digunakan,

kompresor harus dikuras terlebih dahulu untuk menghilangkan air yang

terdapat pada tangki kompresor. Tekanan kerja udara untuk pengecatan

adalah 5 6 kg/cm 2 . Kompresor yang digunakan minimal dengan daya 1

HP karena ketentuan tekanan kerja udara dalam pengecatan 5 6 kg/cm 2

sehingga membutuhkan tekanan dalam tabung yang lebih tinggi dari 6

kg/cm 2 , hal ini bertujuan agar pada waktu penyemprotan cat berlangsung

tekanan udara tetap stabil karena jika setelan spray gun sudah tepat dan

dengan tekanan kerja udara 5 6 kg/cm 2 ketika penyemprotan cat sedang

berlangsung mendadak tekanan udara berkurang dari 5 kg/cm 2 maka hasil

atomisasi kurang baik mengakibatkan cat yang disemprotkan berlebih dan

akan mengalir ke bawah (meleleh). Jadi ketika tekanan udara berkurang

mendekati 6 kg/cm 2 kompresor secara otomatis bekerja kembali untuk

mengisi udara bertekanan dalam tabung sehingga tekanan kerja dapat

stabil 5 6 kg/cm 2 .

  • 5. Selang Udara

Selang udara berfungsi untuk menyalurkan udara bertekanan selama

kompresor digunakan. Selang udara yang biasa digunakan adalah selang

udara fleksibel dan selang udara biasa.

16

  • 6. Water sadimenter

Water sedimenter adalah alat yang berfungsi untuk mengendapkan

uap air karena udara di dalam ruang cat tidak boleh terkandung air. Water

sedimenter ini merupakan alat pendukung yang harus ada pada ruang cat

atau oven. Gambar 3. Water sedimenter 7. Air drier
atau oven.
Gambar 3. Water sedimenter
7.
Air drier

Alat yang berfungsi untuk mengeringkan udara, bertujuan agar air

yang terkandung dalam udara berkurang. Biasanya air drier dihidupkan

sebelum ruang cat digunakan supaya udara di dalam ruang cat kering. Air

drier ini juga merupakan alat pendukung yang harus ada pada ruang cat

atau oven.

16 6. Water sadimenter Water sedimenter adalah alat yang berfungsi untuk mengendapkan uap air karena udara

Gambar 4. Air drier (Anonim, 2010)

17

  • 8. Regulator

Regulator adalah alat yang berfungsi untuk mengatur tekanan kerja

udara pada kompresor. Regulator biasanya dilengkapi dengan penunjuk

tekanan kerja.

  • 9. Ruang pengecatan

Ruang pengecatan adalah ruang di mana proses pengecatan itu

dilakukan, ruang pengecatan ini biasanya dilengkapi dengan water

sedimenter, air drier, dan kompresor beserta perlengkapannya (termasuk

regulator dan selang udara).

  • 10. Spray Gun

Spray gun adalah alat untuk menyemprotkan cat yang

mempergunakan udara bertekanan untuk mengatomisasi cat untuk

disemprotkan pada suatu permukaan. Sacara garis besar terdapat tiga jenis

spray gun yaitu tipe umpan berat (gravity-feed), tipe umpan hisap (suction-

feed), dan tipe tekanan (compression). Spray gun yang paling sering

digunakan dalam dunia perbengkelan cat adalah spray gun tipe umpan

berat (gravity-feed) dan tipe umpan hisap (suction-feed) karena lebih

sesuai dengan obyek kerja yang tidak terlalu luas seperti mobil, mini bus

dll, sedangkan untuk spray gun tipe tekanan (compression) biasanya

digunakan pada pabrik otomotif pembuat mobil yang mengggunakannya

secara terus menerus.

18

18 Gambar 5. Spray Gun a. Cara memegang spray gun Agar pengecatan bisa berjalan dengan baik

Gambar 5. Spray Gun

  • a. Cara memegang spray gun

Agar pengecatan bisa berjalan dengan baik tanpa mengalami

kelelahan dalam memegang spray gun, maka harus diketahui cara

memegang spray gun yang benar.

18 Gambar 5. Spray Gun a. Cara memegang spray gun Agar pengecatan bisa berjalan dengan baik

Gambar 6. Cara memegang spray gun (Anonim, tth: 7)

Memegang spray gun harus dengan sikap rileks, spray gun

ditahan dengan ibu jari, telunjuk dan kelingking, sedangkan trigger

ditarik dengan jari tengah dan jari manis, seperti pada gambar 6.

  • b. Cara menggerakkan spray gun

Supaya hasil akhir penyemprotan baik, perlu diketahui juga

tentang cara menggerakkan spray gun yang benar. Hal penting

tentang cara menggerakkan spray gun adalah:

19

1)

Jarak spray gun

Bila jarak spray gun terlalu dekat dengan permukaan yang

dicat, akan berakibat cat yang teraplikasikan terlalu banyak

sehingga akan membentuk lapisan yang lebih tebal dan bisa

meleleh. Sebaliknya jika jarak spray gun terlalu dekat dengan

permukaan yang dicat maka hasilnya akan menjadi kasar dan

tipis. Jarak ideal menggunakan spray gun ditentukan oleh tipe cat,

spray gun, dan metode pengecatan yang digunakan. Untuk warna

solid biasanya jarak yang ideal adalah 100 mm sampai 200 mm.

1) Jarak spray gun Bila jarak spray gun terlalu dekat dengan permukaan yang dicat, akan berakibat

Gambar 7. Jarak spray gun (Herminarto Sofyan, tth: 66)

2)

Sudut spray gun

Dalam melakukan penyemprotan cat posisi badan harus

diposisikan sejajar dengan benda kerja baik itu melengkung

ataupun sejajar. Spray gun harus dipegang agak lurus secara

konsisten, baik pada arah vertikal maupun horizontal terhadap

permukaan panel agar hasilnya rata.

3)

Kecepatan langkah

Kecepatan langkah spray gun sangat berpengaruh terhadap

hasil pengecetan, apabila langkah spray gun terlalu cepat maka

terjadi lapisan yang tipis, sebaliknya apabila terlalu rendah maka

20

akan terjadi lapisan yang tebal dan bisa meleleh, sebaiknya

kecepatan langkah spray gun sama agar diperoleh lapisan yang

rata.

4)

Pola tumpang tindih/overlapping

Overlapping adalah suatu teknik pengecatan pada permukaan

benda kerja, sehingga penyemprotan yang pertama dan berikutnya

akan menyambung, sehingga akan memperoleh ketebalan lapisan

yang merata dan tidak menimbulkan cacat pengecatan. Lebar pola

tumpang tindih antara ½ sampai 2/3 pola semprotan.

20 akan terjadi lapisan yang tebal dan bisa meleleh, sebaiknya kecepatan langkah spray gun sama agar

Gambar 8. Pola ½ overlap (Anonim, tth: 10)

  • c. Penyetelan spray gun

Sebelum spray gun digunakan maka, spray gun harus disetel atau

diatur terlebih dahulu untuk memperoleh hasil semprotan yang baik.

Berikut ini adalah gambar konstruksi spray gun:

20 akan terjadi lapisan yang tebal dan bisa meleleh, sebaiknya kecepatan langkah spray gun sama agar

Gambar 9. Konstruksi spray gun (Anonim, tth: 3)

21

Ada tiga sekrup yang harus diatur atau disetel, yaitu:

1)

Sekrup penyetel fluida

Untuk mengatur jumlah cat yang keluar maka sekrup penyetel

fluida harus diatur, untuk menambah jumlah pengeluaran cat maka

sekrup penyetel fluida harus dikendorkan, dan untuk mengurangi

harus dikencangkan.

1) Sekrup penyetel fluida Untuk mengatur jumlah cat yang keluar maka sekrup penyetel fluida harus diatur,

Gambar 10. Sekrup Penyetel Fluida(Anonim, tth: 3)

2)

Sekrup penyetel fan spreader

Untuk mengatur pola semprotan maka sekrup penyetel fan

spreader harus disetel, bila sekrup dikencangkan maka pola

semprotan akan menjadi lebih bulat. Dan jika sekrup dikendorkan

maka pola semprotan akan menjadi oval.

21 Ada tiga sekrup yang harus diatur atau disetel, yaitu: 1) Sekrup penyetel fluida Untuk mengatur

22

3)

Sekrup Penyetel Udara

Untuk menyetel tekanan udara pada spray gun, maka harus

memutar baut penyetel udara pada spray gun. Bila baut

dikendorkan maka tekanan udaranya bertambah, jika

dikencangkan maka tekanan udaranya berkurang.

22 3) Sekrup Penyetel Udara Untuk menyetel tekanan udara pada spray gun , maka harus memutar

Gambar 12. Sekrup penyetel udara (Anonim, tth: 4)

  • d. Cara membersihkan spray gun

Setelah menggunakan spray gun, baik itu untuk pengaplikasian

surfacer maupun cat warna harus segera dibersihkan, hal ini dilakukan

agar saluran cat tidak tersumbat, caranya membersihkannya adalah

sebagai berikut:

1) Sisa cat yang masih tertinggal di dalam paint cup dikeluarkan

dengan cara menarik trigger.

2) Menguras paint cup dengan menuangkan thinner ke dalam paint

cup kemudian semprotkan thinner beberapa kali.

3) Menyiapkan kain lap di depan air cap, dan tarik trigger untuk

membilas spray gun menggunakan udara kompresor.

4) Membersihkan paint cup dengan sikat bulu.

23

5) Mengulangi step 2, 3, dan 4 beberapa kali sampai thinner jernih.

Kemudian bersihkan spray gun dengan menggunakan sikat bulu.

6) Melepaskan air cap dan bersihkan fluid tip menggunakan sikat

bulu. Jika air cap dan fluid tip terlalu kotor, maka bagian ini dapat

direndam ke dalam thinner untuk beberapa saat baru dicuci dengan

sikat bulu.

  • e. Standar penyemprotan spray gun

Menurut penjelasan dari Herminarto Sofyan (tth: 34) tentang

standar sirkulasi pengecatan (paint circulaiton) dan operasi spray gun

adalah:

 

1)

Paint circulation

 

a)

Tekanan udara (tekanan kerja)

: 5.0 - 6.0 kg/cm2

b)

Tekanan cat

: 1.5 - 2.0 kg/cm2

c)

Fluid delivery

: 400 500 cc/menit

2)

Operasi spray gun

a)

Jarak

: 25 - 30 cm

b)

Penyebaran cat

: 25 - 30 cm

c)

Arah

: tegak lurus/ 90 0

d)

Kecepatan ayun spray gun

: 1 m/detik

e)

Overlapping

: 1/3 ½

f)

Flash off time

: minimal 2 menit

(disesuaikan dengan thinner)

24

  • 11. Air Duster Gun

Digunakan untuk membersihkan permukaan benda kerja dari debu cat

dan kotoran-kotoran yang menempel dipermukaan dengan cara meniupkan

udara bertekanan kepermukaan benda kerja.

24 11. Air Duster Gun Digunakan untuk membersihkan permukaan benda kerja dari debu cat dan kotoran-kotoran

Gambar 13. Air Duster Gun (Anonim, tth: 15)

  • 12. Spatula

Spatula digunakan untuk mencampur dempul dan untuk

mengaplikasikannya kepermukaan benda kerja. Spatula biasannya terbuat

dari pelat, plastik, kayu atau karet. Setelah spatula dipergunakan spatula

langsung dibersihkan karena jika tidak sisa dempul yang tertinggal akan

mengeras dan sulit untuk dibersihkan.

24 11. Air Duster Gun Digunakan untuk membersihkan permukaan benda kerja dari debu cat dan kotoran-kotoran

Gambar 14. Spatula

25

  • 13. Tempat pencampur

Digunakan untuk mencampur cat dengan thinner atau hardener.

Terbuat dari plastik atau kaleng, untuk mengecat mobil dibutuhkan tempat

pencampur yang dapat menampung minimal 3 liter cat. Setelah digunakan

sebaiknya tempat pencampur langsung dibersihkan.

  • 14. Strainer

Strainer atau kain saring digunakan untuk menyaring cat sebelum cat

tersebut dicampur kedalam tempat pencampur. Saringan yang digunakan

terbuat dari kain tipis atau bisa juga kain majun yang berpori tidak rapat.

25 13. Tempat pencampur Digunakan untuk mencampur cat dengan thinner atau hardener . Terbuat dari plastik

Gambar 15. Kain saring

  • 15. Batang Pengaduk (agitating rod)

Agitating rod digunakan untuk mencampur putty atau surfacer, untuk

membentuk suatu kekentalan yang merata dan juga untuk membantu

mengeluarkannya dari dalam kaleng.” (Herminanto Sofyan, tth: 27).

Batang pengaduk terbuat dari kayu atau metal dan beberapa diantaranya

memiliki skala untuk mengukur perbandingan thinner atau hardener.

26

26 Gambar 16. Batang pengaduk 16. Mixing Plate Dipergunakan untuk mencampur dempul, terbuat dari kayu, metal

Gambar 16. Batang pengaduk

  • 16. Mixing Plate

Dipergunakan untuk mencampur dempul, terbuat dari kayu, metal atau

plastik. Pelat untuk mencampur dempul sebaiknya lebih lebar dari spatula

yang digunakan agar lebih mudah dalam mencampurnya.

  • 17. Kertas Masking

Kertas yang digunakan untuk menutup bagian-bagian mobil sebelum

dilakukan penyemprotan seperti kaca pintu, kaca depan dan belakang dan

bagian-bagian lain yang tidak dikerjakan.

  • 18. Tack Cloth

Tack cloth adalah material anyaman yang dicelup ke dalam adhesive

varnish.” (Anonim, tth: 22). Tack cloth digunakan untuk menghilangkan

debu, kotoran dan partikel amplasan.

  • 19. Paint Hanger

Paint Hanger adalah alat yang digunakan untuk menggantuk

komponen atau part supaya mudah untuk menyemprotnya. Biasanya

digunakan untuk mengecat kap mesin, pintu, bumper, dan komponen yang

dapat dilepas lainnya.

27

  • 20. Ruang cat

Ruang cat adalah ruang khusus pengecatan yang mempunyai sirkulasi

udara yang baik dan didesain agar bebas dari debu atau kotoran-kotoran

lain yang dapat menempel saat penyemprotan cat berlangsung sehingga cat

yang dihasilkan tidak ada cacat karena debu atau kotoran yang menempel.

  • 21. Ruang Pemanas (oven)

Ruang oven adalalah ruang tertutup yang berfungsi sebagai ruang

pengering paksa dengan suhu yang dapat disesuaikan dengan jenis cat yang

digunakan untuk mempercepat proses pengeringan cat. “Sumber panas

oven berasal dari pembakaran bahan bakar yang disalurkan lewat saluran-

saluran tertentu sehingga panas di dalam ruang merata atau panas dari

beberapa lampu pijar yang dipasang di dalam ruangan.” (Gunadi, 2008:

448). Ruang oven biasanya dilengkapi dengan water sedimenter, air drier

dan pemanas. Udara yang akan masuk ke ruang oven pertama melelui

water sedimenter, di sini kandungan air dalam udara akan diendapkan

kemudian melalui air drier, pada air drier ini udara akan dikeringkan baru

setelah melalui tahap tersebut udara masuk ke ruang oven.

  • C. Bahan-bahan Pengecatan

Bahan pengecatan merupakan salah satu faktor yang menentukan hasil

pengecatan yang baik.

  • 1. Cat primer

Digunakan pada lapisan bawah yaitu pada pelat body bertujuan untuk

mencegah karat dan meratakan daya lekat antar lapisan pelat body dengan

28

lapisan berikut. Cat primer ini tidak memerlukan pengamplasan dan

lapisan primer ini tipis.

2.

Dempul

Putty adalah lapisan dasar (under coat) seperti part, digunakan untuk

mengisi bagian yang penyok dan membuat permukaan halus.” (Anonim,

tth: 3). Pengolesan dempul menggunakann spatula dan dilakukan

pengmplasan untuk menghaluskannya. Dempul yang digunakan berbeda-

beda tergantung besar penyok yang harus diisi dan bahan yang digunakan,

berikut ini adalah tipe-tipe dempul:

  • a. Polyester putty

Terbuat dari polyester resin tidak jenuh, merupakan putty tipe

dua-komponen yang menggunakan organic peroxide sebagai

hardener, pada umumnya putty ini mengandung extender pigment dan

dapat digunakan untuk membentuk lapisan yang tebal dan mudah

mengamplasnya, tetapi menghasilkan tekstur kasar.

  • b. Epoxy putty

Terdiri dari epoxy resin, merupakan putty tipe dua-komponen

yang menggunakan anime sebagai hardener. Oleh karena sangat

baiknya ketahanan karat dan adhesi terhadap berbagai material dasar,

maka epoxy putty sering digunakan untuk memperbaiki resin part.

Dalam hal pengeringan, pembentukan, pengamplasan material ini

lebih buruk dari polyester putty.

29

  • c. Lacquer putty

Ini adalah putty satu komponen, yang utama terbuat dari

nitrocellulose dan alkyd atau acrylic resin. Digunakan untuk mengisi

goresan, lubang kecil atau penyok kecil yang masih tertinggal setelah

penggunaan surfacer.

29 c. Lacquer putty Ini adalah putty satu komponen, yang utama terbuat dari nitrocellulose dan alkyd

Gambar 17. Lacquer putty

3.

Amplas

Amplas berfungsi untuk menghaluskan permukaan dengan cara

digosokkan, halus dan kasarnya kertas amplas ditunjukkan oleh angka

yang tercantum di balik kertas amplas tersebut.” (Herminarto Sofyan, tth:

21). Semakin besar angka yang tercantum pada kertas amplas tersebut

maka semakin halus amplasnya, misalnya grit #2000 berarti dalam 1cm 2

terdapat 2000 biji material abrasif. Amplas digunakan dalam pekerjaan

perbaikan body, persiapan permukaan dan pengamplasan cepat pada cat

warna atau top coat.

30

30 Gambar 18. Amplas 4. Surfacer Surfacer adalah cat lapisan kedua yang disemprotkan di atas primer

Gambar 18. Amplas

4.

Surfacer

Surfacer adalah cat lapisan kedua yang disemprotkan di atas primer,

putty atau lapisan dasar (under coat) lainnya, karena memiliki sifat

mengisi penyok kecil atau goresan kertas, mencegah penyerapan top-coat,

dan meratakan adhesi di antara under-coat dan top-coat. Apabila

digunakan dengan kombinasi dengan primer yang dijelaskan di atas, harus

mengikuti petunjuk yang diberikan oleh pabrik pembuatnya masing-

masing.

  • a. Lacquer surfacer

Surfacer satu komponen ini digunakan secara luas karena

kemudahannya digunakan yaitu cepat mengering, akan tetapi dalam

hal pelapisannya, memiliki rate yang lebih rendah dari surfacer yang

lain. Bahan yang terkandung dalam surfacer ini adalah nitrocellulose

dan alkyd atau acrylic resin.

  • b. Urethane surfacer

Surfacer tipe ini memberi kemampuan pelapisan yang sangat

baik, tetapi pada proses pegeringan sangat lambat, memerlukan

pengeringan paksa dengan temperatur 60°c (140°F). Biasanya

31

dipahami bahwa semakin cepat surfacer mengering semakin lemah

kemampuan pelapisannya. Terbuat dari poliyster, acylic dan alkyad

resin, merupakan surfacer dua komponen yang menggunakan

polyisocyanate sebagai hardener.

  • c. Thermosetting surfacer

Ini adalah surfacer tipe dua komponen, terutama terbuat dari

melamine dan akylik resin, yang digunakan sebagai primer sebelum

penggunaan pengecatan bake-finish. Memerlukan pengeringan sampai

90º C sampai 120° C untuk memberikan kemampuan pelapisan yang

sama sebagaimana pada mobil baru.

  • 5. Cat Warna

Peranan dari cat warna atau top coat adalah cat akhir yang memberi

warna, kilap, halus bersamaan dengan meningkatkan kualitas serta

menjamin keawetan kualitas tersebut. Berdasarkan jenis cat dan proses

pengecatan, cat dapat digolongkan menjadi beberapa macam yaitu:

  • a. Cat bakar (Heat polymeriszation)

Tipe ini adalah cat tipe satu komponen, mengeras apabila

dipanaskan pada temperatur tinggi kira-kira 140°C (248° F). Tipe ini

banyak digunakan di pabrik perakitan otomotif, tetapi jarang

digunakan dalam pekerjaan repainting, karena memerlukan backing

equipment temperatur tinggi dan melepas atau melindungi komponen

plastik dan lain-lain.

32

Tipe-tipe cat bakar ini antara lain:

1)

Thermosetting amino alkyd

Tipe ini mengandung alkyd dan melamine resin dan sebagai

komponen utama, digunakan untuk warna solid. Cat ini

memberikan kemampuan coating yang sangat baik, termasuk

kilap, keras, membangun dan ketahanan solvent,

2)

Thermosetting acrylic

Tipe ini mengandung acrylic dan melamine resin sebagai

sebagai komponen utama cat tipe ini terutama digunakan warna

metalik yang memerlukan tembus pandang tingkat tinggi. Cat ini

memberikan kemampuan coating yang superior sebagaimana cat

thermosetting animo alkyd.

b.

Cat kering udara

1)

Cat nitro-celulloce

Cat ini disebut juga cat laquer atau cat solvent evaporation,

cat ini mengandung bahan yang disebut nitro celullose (NC).

Disebut cat solvent evaporation karena cat ini akan mengering

bersamaan dengan pengencer (solvent atau thinner). Cat nitro

celullose mengering pada suhu udara luar ±25 0 -30 0 C. “Sifat cat

NC ini adalah sangat cepat kering dan bila diulaskan dengan baik

NC akan sangat megkilap, bagus dan mempunyai daya tahan yang

baik.” (Kir Haryana, 1997: 44)

33

2) Cat sintetik

Cat ini juga disebut dengan cat sintetik enamel karena

memakai zat perekat dari sintetik. “Kepadatan cat ini sangat

tinggi, cukup 2 lapis akan memberi kilap yang tinggi dan daya

tutup serta daya tahan yang baik.” (Kir Haryana, 1997: 44)

  • c. Cat dua komponen

Cat ini mempunyai kemampuan coating yang sangat baik,

termasuk ketahan kilap, cuaca, solvent, serta tekstur yang halus, tetapi

cat ini mengeringnya lambat jika dikeringkan dengan suhu udara

normal karena seharusnya cat ini dikeringkan paksa dengan

menggunakan oven. Cat ini dapat kering dengan suhu pengeringan

paksa 60 0 C dalam waktu 30 menit, dan bisa dipoles ± 2 jam setelah

cat kering. Waktu ± 2 jam yang diberikan dimaksudkan agar cat

tersebut dingin.

6.

Clear/gloss

Clear/gloss digunakan sebagai cat pernis akhir pada pengecatan

sistem dua lapis untuk memberikan daya kilap dan daya tahan gores

terhadap cat warna dasar metalik”. (Herminarto Sofyan, tth: 47).

34

34 Gambar 19. clear/gloss D. Peralatan Pengaman 1. Kacamata “ Kacamata ( goggles ) berfungsi untuk

Gambar 19. clear/gloss

  • D. Peralatan Pengaman

    • 1. Kacamata

Kacamata (goggles) berfungsi untuk melindungi mata dari cat dan

thinner, serta dari putty atau partikel metal yang timbul pada saat

pengamplasan.” (Herminanto Sofyan, Tth: 9). Jika tidak memakai

kacamata maka kotoran yang berterbangan kemungkinan mengenai mata

secara langsung mengakibatkan ketidaknyamanan dalam penglihatan.

34 Gambar 19. clear/gloss D. Peralatan Pengaman 1. Kacamata “ Kacamata ( goggles ) berfungsi untuk

Gambar 20. Kacamata

  • 2. Respirator

Terdapat dua tipe respirator yaitu respirator partikel dan respirator

masker gas.

  • a. Masker partikel

Masker partikel berguna untuk menyaring partikel-partikel kecil

yang mungkin dapat masuk ke hidung, seperti debu saat

35

pengamplasan. Ada dua tipe masker yaitu: tipe disposable dan tipe

filter yang bisa diganti.

  • b. Masker gas

Masker gas adalah alat pelindung yang dirancang untuk

mencegah gas organik (udara yang bercampur uap bahan pelarut

organik), terhisap melalui mulut atau hidung.” (Herminanto Sofyan,

tth: 10). Ada dua tipe masker gas yaitu tipe air line dan tipe saringan.

Tipe air line memasok udara segar ke masker melewati selang,

sedangkan tipe saringan dilengkapi dengan saringan canister untuk

menyerap gas organik. Penggunaan masker gas ini sangat penting

untuk pekerjaan penyemprotan pengecatan karena dengan memakai

masker gas pada saat penyemprotan cat, cat tidak akan masuk ke

saluran pernafasan.

35 pengamplasan. Ada dua tipe masker yaitu: tipe disposable dan tipe filter yang bisa diganti. b.

Gambar 21. Masker gas tipe filter

  • 3. Sarung tangan

Sarung

tangan

digunakan

untuk

melindungi

tangan

pada

saat

menggunakan sander atau pada saat mengangkat body part.

36

  • 4. Sarung tangan tahan solvent

Sarung tangan ini digunakan untuk mencegah penyerapan solvent ke

dalam kulit, digunakan pada pekerjaan aplikasi surfacer, cat warna, dan

clear/gloss.

36 4. Sarung tangan tahan solvent Sarung tangan ini digunakan untuk mencegah penyerapan solvent ke dalam

Gambar 22. Sarung tangan tahan solvent (Anonim, tth: 19)

  • 5. Pakaian kerja dan topi paint technician

Berguna untuk melindungi

badan dari semprotan cat dan debu,

beberapa pakaian pelindung terbuat dari material anti-static.

36 4. Sarung tangan tahan solvent Sarung tangan ini digunakan untuk mencegah penyerapan solvent ke dalam

Gambar 23. Pakaian kerja dan topi paint technician (Anonim, tth: 19)

  • 6. Sepatu pengaman

Sepatu ini dilengkapi dengan pelat metal yang terletak pada ujung

telapak kaki dan sol tebal untuk melindungi kaki. Pelat berfungsi untuk

37

melindungi ujung telapak kaki dari kemungkinan tertimpa benda berat

yang dapat melukai.

37 melindungi ujung telapak kaki dari kemungkinan tertimpa benda berat yang dapat melukai. Gambar 24. Sepatu

Gambar 24. Sepatu pengaman

  • E. Persiapan Permukaan

Permukaan yang baik persiapannya akan menghasilkan kualitas

pengecatan yang maksimal, karena kagagalan pengecatan dipengaruhi oleh

persiapan permukaan yang buruk.” (Herminarto Sofyan, tth: 52). Kualitas hasil

pengecatan salah satu faktornya tergantung dari persiapan permukaan yang

baik. Persiapan permukaan yang baik bisa ditinjau dari kerataan, kehalusan,

dan dengan tidak adanya lemak, karat dan kotoran lain yang menempel.

Alasan utama dari persiapan permukaan adalah mencegah karat dan bintik-

bintik, meratakan daya lekat (adhesi) antar lapisan, memulihkan bentuk

aslinya,dengan mengisi bagian yang penyok dan goresan, dan mencegah

penyerapan material cat yang digunakan pada top-coating.(Anonim, tth: 1).

Berikut dijabarkan teori-teori tentang material persiapan permukaan.

38

  • 1. Aplikasi cat Primer

Cat primer adalah cat yang digunakan khusus untuk mencegah karat

pada pelat. Aplikasi cat primer biasanya disemprotkan bisa juga dengan

kuas. Jika daya sebar cat primer adalah 4,8 m 2 /lt (Tabel 1), maka secara

teoritis kebutuhan cat primer dalam setiap luasan 1 m 2 dan dilakukan

hanya satu kali pelapisan dan menggunakan overlapping ½ adalah sebagai

berikut:

Luas bidang yang akan di 1 = = 0,417 lt 4,8 Daya sebar per liter x
Luas bidang yang akan di
1
=
= 0,417 lt
4,8
Daya sebar
per liter x 1
1
2
2
  • 2. Aplikasi dempul

“Dempul adalah cat dasar yang mengandung sangat banyak pigment,

jadi mengandung lebih banyak zat padat.” (Kir Haryana, 1997: 43).

Dempul digunakan untuk mengisi bagian yang penyok untuk membentuk

permukaan benda kerja sesuai bentuk permukaan body aslinya. Dempul

dapat dihaluskan dan disempurnakan dibentuknya dengan menggunakan

amplas. Terdapat beberapa tipe dempul, tergantung kedalaman penyok

yang harus diisi dan material yang akan digunakan.

Dempul terdapat tiga jenis yaitu (1) polyester putty (dempul plastik), pada umumnya mengandung extender pigment dan dapat membentuk lapisan (coat) yang tebal dan mudah mengamplasnya, tetapi menghasilkan tekstur kasar, (2) epoxy putty, digunakan untuk memperbaiki resin part, tetapi dalam hal kemampuan pengeringan, pembentukan, pengamplasan lebih buruk dari polyster, (3) lacquer putty digunakan untuk mengisi goresan, lubang kecil (paint hole) atau penyok kecil setelah surfacer. (Herminarto Sofyan, Tth: 53-54).

39

Proses pendempulan pada suatu permukaan menggunakan polyester

putty memelalui beberapa tahapan, yaitu:

  • a. Mencampur dempul

Sebelum dempul dicampur, spatula dibersihkan terlebih dahulu

dari kotoran yang menempel. Dempul dicampur dengan

menambahkan 2% hardener untuk tipe dempul dua komponen, untuk

tipe dempul satu komponen dapat langsung diaplikasikan. Jika dalam

mencampur dempul hardener yang ditambahkan tepat (2%) maka

dempul akan cepat mengering.

  • b. Mengaplikasikan dempul

Setelah dempul dicampur dengan hardener dan dempul siap

digunakan, oleskan dempul untuk mengisi bagian-bagian yang tidak

rata.

  • c. Mengeringkan dempul

Menurut Herminarto Sofyan (tth: 54) cara mengeringkan dempul

adalah dibiarkan kering di udara selama 30 menit atau dikeringkan

dengan lampu infra merah pada suhu ± 50 ° C selama 10 menit.

  • d. Mengamplas dempul

Dempul yang sudah kering diamplas dengan menggunakan

amplas kering dengan grit #80, dan dilanjutkan dengan amplas basah

grit #180 dan #240.

40

3.

Masking

Masking adalah suatu metode perlindungan yang menggunakan

adhesive tape atau kertas untuk menutup suatu permukaan yang tidak akan

dikerjakan.” (Anonim, tth: 1). Masking merupakan proses menutup bagian

kendaraan untuk mencegah solvent terkena pada permukaan, mencegah

terkelupasanya cat setelah mengering, untuk mencegah pencemaran debu,

untuk mencegah adhesive didalam solvent merusak cat dan mencegah

tertinggalnya adhesive, oleh karena itu proses masking harus baik.

Masking dapat diaplikasikan menurut area lapisan yang akan dicat,

area yang memisahkan bidang dicat dengan bidang yang tidak dilakukan

pengecatan disebut border (batas). Dalam melakukan masking perlu sekali

diperhatikan batasan-batasan yang akan dimasking. Batas masking tersebut

dapat didasarkan dari besarnya area perbaikan dan kondisi cat yang lama.

Hal ini untuk menghindari terjadinya border yang nampak jelas. Border

yang baik tidak akan terlihat sama sekali oleh penglihatan kita. Sebaliknya

border yang salah akan nampak jelas batas antara cat yang baru dan cat

yang lama. Bahan-bahan yang digunakan untuk prosedur masking adalah:

a. Kertas masking

Kertas masking yang digunakan untuk menutup bagian yang tidak

akan dicat. Kertas masking tersedia dalam berbagai ukuran dan

ketebalan.

41

41 Gambar 25. Kertas masking (Gunadi, 2008: 472) b. Vynel sheet Merupakan material vinyl yang sangat

Gambar 25. Kertas masking (Gunadi, 2008: 472)

  • b. Vynel sheet

Merupakan material vinyl yang sangat tipis yang tersedia dalam

ukuran yang lebar lebih besar dari masking paper. Sangat berguna

untuk mencegah overspray cat disekitar permukaan kerja.

  • c. Spesial masking cover

Special masking cover berfungsi menutup keseluruhan

kendaraan dan hanya memperlihatkan (membuka) bagian yang akan

dicat saja.” (Gunadi, 2008: 472).

  • d. Masking tape

Masking

tape

adalah

bahan

perekat

yang

digunakan

untuk

menempelkan/memegang masking paper pada body kendaraan.”

(Gunadi, 2008: 473).

41 Gambar 25. Kertas masking (Gunadi, 2008: 472) b. Vynel sheet Merupakan material vinyl yang sangat

Gambar 26. Masking tape

42

  • e. Gap tape

Gap Tape adalah tipe masking material yang dirancang untuk

mencegah penetrasi cat ke dalam celah pada engine hood atau pintu.”

(Anonim, tth: 6).

  • f. Masking material untuk weatherstrip

Untuk menjamin separasi (perpisahan) dalam masking suatu

jendela sangatlah sulit, karena weatherstrip atau moulding tetap

menempel pada body kendaraan, cat akan melekat pada weatherstrip.”

(Gunadi, 2008: 475).

  • 4. Aplikasi Epoxy Surfacer

Surfacer adalah lapisan cat (coat) kedua yang disemprotkan di atas

primer, dempul (putty) atau lapisan dasar (under coat) lainnya.”

(Herminarto Sofyan, tth: 84). Epoxy surfacer memiliki sifat dapat mengisi

penyok kecil, mencegah penyerapan top coat, meratakan adhesi antara

under coat dan top coat, semakin cepat surfacer mengering maka semakin

rendah kemampuan pelapisannya. Tahapan pengaplikasian epoxy surfacer

adalah:

1) Mencampur epoxy surfacer, hardener, dan thinner dengan

perbandingan sesuai ketentuan dari pabrik (biasanya perbandingan

campuran tercantum pada kaleng), setelah didiamkan dalam beberapa

saat sebaiknya epoxy surfacer ditambah thinner lagi secukupnya

43

karena epoxy surfacer akan mengendap supaya kekentalannya sama

seperti pada campuran awal.

2) Mengaplikasikan surfacer pertama pada setiap pinggir bidang dan

pada area dempul terlebih dahulu. Selanjutnya menyemprotkan

surfacer ke seluruh permukaan. Penyemprotan surfacer dilakukan

sebanyak 2-3 lapis.

3)

Setelah penyemprotan surfacer selesai dibiarkan hingga kering selama

1-2 jam.

4)

Setelah lapisan surfacer kering dapat diamplas dengan amplas kering

no. 400 atau amplas basah no. 600 agar diperoleh permukaan yang

baik untuk menjamin hasil pengecatan yang memuaskan pada cat

warna.” (Herminarto Sofyan, tth: 55).

Jika daya sebar epoxy surfacer adalah 13 m 2 /lt (Tabel 1), maka secara

teoritis kebutuhan epoxy surfacer dalam setiap luasan 1 m 2 dan dilakukan

hanya satu kali pelapisan dan menggunakan overlapping ½ adalah sebagai

berikut:

Luas bidang yang akan di 1 = 13 1 Daya sebar per liter x 1 2
Luas bidang yang akan di
1
=
13
1
Daya sebar
per liter x 1
2
2
= 0,154
Jadi
secara teoritis jika cat
primer
atau epoxy surfacer tersebut

disemprotkan dalam 1 lapisan, 2 lapisan, atau 3 lapisan maka dapat

44

Tabel 2. Kebutuhan cat primer dan epoxy surfacer dalam setiap lapis

 

No

Cat

Kebutuhan cat dalam liter/m 2

1 lapisan

2 lapisan

3 lapisan

1

Cat primer

0,417 lt

0,834 lt

1,251 lt

2

Cat epoxy

0,154 lt

0,308 lt

0,462 lt

surfacer

F.

Pengecatan

 

Pengecatan yang dibahas dalam sub-bab ini adalah teori-teori tentang

cara pengecatan dan metode pengeringan serta hal lain yang berkaitan dengan

proses pengecatan, karena untuk mendapatkan hasil yang baik maka diperlukan

pengetahuan tentang bagaimana pengecatan itu dilakukan.

  • 1. Cat Warna (Top Coat)

Cat akhir merupakan cat yang memberikan perlindungan permukaan

sekaligus untuk menciptakan keindahan dalam penampilan

corak/performance kendaraan.” (Herminarto Sofyan, Tth: 55). Oleh karena

itu dalam aplikasi cat warna harus dilakukan dengan hati-hati sehinga akan

mendapat hasil yang maksimal.

  • a. Persiapan untuk cat warna

Sebelum cat diaplikasikan maka beberapa hal harus dipersiapkan

misalnya membersihkan kendaraan, membersihkan spray gun, dan

mencampur cat.

1)

Membersihkan kendaraan

Kendaraan yang akan dicat dibersihkan terlebih dahulu

dengan cara dicuci. Kendaraan dicuci dengan air sabun untuk

45

menghilangkan lemak kemudian dikeringkan. Sebelum kendaraan

disemprot dengan cat warna kendaraan dilap dahulu dengan

menggunakan tack clocth (kain penarik debu).

2)

Membersihkan spray gun

Sebelum digunakan spray gun dibersihkan terlebih dahulu

dengan cara mengurasnya menggunakan thinner. Thinner

dimasukkan kedalam tangki penampungan cat kemudian

disemprotkan hingga thinner dalam tangki penampungan habis,

cara ini diulangi 1-2 kali untuk memastikan spray gun benar-

benar bersih.

3)

Mencampur cat.

Untuk mencampur cat, diperlukan petunjuk pabrik yang

membuat cat agar dapat mengukur campuran cat dengan thinner,

sehingga diperoleh campuran cat yang sesuai. Viskositas cat pada

keadaan aslinya terlalu tinggi untuk aplikasi spray gun.

  • b. Prosedur pengecatan pada warna solid dan metalik

1)

Pada warna solid

Pada warna solid penyemprotan dilakukan 3-5 lapis top coat

solid yang sudah diencerkan dengan selang waktu antara lapisan

2-5 menit dan biarkan kering di udara selama 30 menit atau

menggunakan sinar infra merah pada suhu ± 400 C selama 15

menit (Herminarto Sofyan, tth: 55). Pemolesan dapat dilakukan

setelah 6 jam atau cat benar-benar kering tetapi tidak sampai

46

mengeras karena cat yang sudah kering dan mengeras akan sulit

untuk dipoles. Pemolesan bisa menggunakan mesin poles atau

dengan cara manual menggunakan tangan.

2)

Pada warna metalik

Menurut Herminarto Sofyan (tth: 55-56) dalam tulisannya

dijelaskan bahwa prosedur pengecatan untuk warna metalik

adalah dengan menyemprotkan 3 lapis top coat metalik yang

sudah diencerkan dengan selang waktu antara lapisan 3-5 menit

dan dibiarkan kering diudara selama 15 menit atau dengan

pengeringan menggunakan sinar infra merah pada suhu ± 55 ° C

selama 15 menit. Setelah kering sebelum disemprotkan

clear/gloss permukaan top coat dibersihkan dengan menggunakan

tack clocth (kain penarik debu). Kemudian disemprotkan

clear/gloss yang telah dicampur dengan hardener antara 2-3 lapis

dan diberi jeda antar lapisan yaitu 3-5 menit. Pemolesan dapat

dilakukan setelah 6 jam atau cat benar-benar kering tetapi tidak

sampai mengeras karena cat yang sudah kering dan mengeras

akan sulit untuk dipoles. Seperti yang telah dijelaskan dalam

pembahasan daya sebar cat, daya sebar clear/gloss adalah 6,6

m 2 /lt (Tabel 1), maka secara teoritis kebutuhan cat kilap

(clear/gloss) dalam setiap luasan 1 m 2 dan dilakukan hanya satu

kali pelapisan dan menggunakan overlapping ½, adalah:

47

Luas bidang yang akan di

Daya sebar

47 Luas bidang yang akan di Daya sebar 1 = = 0,303 6,6 1 2 2
1 = = 0,303 6,6 1 2 2
1
=
= 0,303
6,6
1
2
2

per liter x 1

  • 2. Metode pengeringan

Metode pengeringan yang digunakan tergantung pada jenis cat yang

digunakan misalnya cat jenis laquer menggnakan metode pengeringan

tanpa oven (kering udara), metode pengeringan ada dua yaitu:

  • a. Pengeringan oven

Menggunakan ruang cat khusus yang dilengkapi dengan pemanas

(oven) untuk mengeringkan cat secara paksa. Suhu di dalam oven

stabil dan dapat diatur susuai dengan kebutuhan dan waktu yang dapat

ditentukan. Sumber panas oven berasal dari pembakaran bahan bakar

yang disalurkan lewat saluran-saluran tertentu sehingga panas di

dalam ruang merata atau panas dari beberapa lampu pijar yang

dipasang di dalam ruangan.” (Gunadi, 2008: 448)

  • b. Pengeringan non-oven

Pengeringan tidak menggunalam oven atau pemanas untuk

mengeringkan cat tetapi cat mengering karena udara normal (kering

udara), pengeringan cat dalam suhu udara luar ± 25°30° C.

Pengeringan tanpa oven biasanya dilakukan pada ruangan yang

mempunyai sirkulasi udara yang baik.

Seperti yang telah dijelaskan dalam pembahasan daya sebar cat, daya

sebar cat warna adalah 8-10 m 2 /lt (Tabel 1), maka secara teoritis

48

kebutuhan cat warna (top coat) dalam setiap luasan 1 m 2 dan dilakukan

hanya satu kali pelapisan dan menggunakan overlapping ½ adalah sebagai

berikut:

Luas bidang yang akan dicat 1 = = 0,25 lt 8 1 Daya sebar cat per
Luas bidang yang akan dicat
1
=
= 0,25 lt
8
1
Daya sebar cat per liter x 1
2
2

Jadi secara teoritis jika cat warna atau clear tersebut disemprotkan

dalam 1 lapisan, 2 lapisan, atau 3 lapisan maka dapat diketahui jumlah

kebutuhan catnya seperti yang disajikan dalam tabel 3.

Tabel 3. Kebutuhan cat dan clear dalam liter/m 2

No

Cat

Kebutuhan cat dalam liter/m 2

1 Lapisan

2 Lapisan

3 Lapisan

 
  • 1 Cat warna (top coat)

0,25 lt

0,5 lt

0,75 lt

 
  • 2 Cat kilap (clear/gloss)

0,303 lt

0,606 lt

0,909 lt

G. Pengkilapan dan pemolesan (Polishing)

  • 1. Pengertian Polishing

Istilah polishing dalam pengecatan adalah pekerjaan menghaluskan

permukaan cat setelah melakukan pengecatan.” (Gunadi, 2008: 498). Pada

permukaan yang telah dicat dan mengering masih terdapat debu dan

terkadang ada kotoran lain yang menempel atau akibat lainnya seperti

meleleh dll, selain itu permukaannya masih kasar maka diperlukan

pemolesan pada permukaan tersebut. Jika permukaan terlalu kasar bisa

49

dilakukan pengamplasan dengan menggunakan amplas halus dengan

metode pengamplasan basah.

  • 2. Mekanisme Pemolesan (polishing)

Menurut Herminarto Sofyan (tth: 25) apabila tekstur dari permukaan

yang dicat kembali setelah pengecatan dan pengeringan berbeda dengan

permukaan asli coat, maka tonjolan pada permukaan yang dicat harus

dihilangkan untuk mendapatkan permukaan yang mirip dengan asli coat.

Tipe permukaan yang dicat kembali, yang memerlukan polishing adalah

sebagai berikut:

  • a. Perbedaan tekstur di antara permukaan yang dicat kembali pada permukaan aslinya.

  • b. Timbul bintik pada permukaan cat karena menempelnya debu dan kotoran dan adanya cat yang meleleh.

  • c. Sedikit buram karena penguapan solvent atau thinner selama proses pengeringan (drying) setelah shanding.

  • d. Cat meleleh, karena cat yang mengalir ke bawah saat penyemprotan.

  • 3. Peralatan Dan Bahan Polishing

    • a. Amplas

Digunakan untuk meratakan permukaan, menghilangkan bintik

dan lelehan. Amplas yang digunakan untuk pekerjaan polishing adalah

amplas grit #2000.

50

  • b. Buffing compound Buffing compound adalah partikel abrasif yang dicampur solvent atau air, dan aplikasinya tergantung pada ukuran partikel yang dikandungnya, biasanya digunakan buffing compounds kasar dan halus.” (Herminarto Sofyan, tth: 27).

50 b. Buffing compound “ Buffing compound adalah partikel abrasif yang dicampur solvent atau air, dan

Gambar 27. Buffing compound

  • c. Buffer

Buffer adalah suatu attachment (alat) yang dipasang pada

polisher dan digunakan bersama buffing compound untuk memoles

permukaan cat.” (Herminarto Sofyan, tth: 27). Ada dua jenis buffer

yaitu kasar dan halus. Buffer kasar digunakan untuk menghilangkan

goresan-goresan sedangkan buffer halus digunakan untuk

mengkilapkan.

  • d. Polisher

Polisher adalah sebuah alat yang dapat membantu pemolesan

dengan efisien, polisher digunakan untuk memutar buffer.”

(Herminarto Sofyan, Tth: 27). Dari dua tipe yang tersedia, yaitu tipe

elektrikal dan tipe pneumatik, tipe elektrikal polisher lebih banyak

digunakan.

51

  • e. Kain lap flannel

Kain lap flannel adalah sebuah kain halus yang digunakan untuk

memoles dengan tangan. Menggunakan kain yang relatif lebih keras,

seperti handuk tangan adalah tidak dianjurkan, karena dapat

menimbulkan goresan pada permukaan cat.” (Anonim, tth: 11).

H. Mendeteksi Kerusakan Dalam Pengecatan

  • 1. Kualitas Hasil Pengecatan

Kualitas hasil pengecatan yang baik dipengaruhi banyak faktor seperti

ketrampilan, bahan yang digunakan, dan lain-lain, sedangkan untuk

mentukan hasil pengecatan yang baik itu ditinjau dari beberapa faktor,

seperti keratan permukaan, daya kilap, dan lain-lain. Berikut akan dibahas

tentang faktor-faktor yang mempengaruhi hasil pengecatan dan faktor-

faktor yang menentukan kualitas hasil pengecatan.

  • a. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil pengecatan

1) Ketrampilan

Ketrampilan yang dmaksud di sini adalah ketrampilan orang

yang mengaplikasikan cat. Jika orang yang mengaplikasikan cat

kurang trampil maka hasil pengecatannya bisa meleleh atau

buram, meleleh karena jarak antara spray gun dan obyek terlalu

dekat atau jaraknya sudah benar yaitu 10-20 cm tapi langkah

penyemprotannya kurang pas atau lebih pelan sehingga cat yang

52

menempel pada obyek terlalu berlebihan kemudian cat mengalir

ke bawah (meleleh).

2)

Persiapan Permukaan

Hasil pengecatan dipengaruhi juga oleh persiapan permukaan

karena jika persiapan permukaannya baik maka cat yang

dihasilkan maksimal. Persiapan permukaan yang baik adalah

tidak ada cacat seperti lubang kecil, goresan amplas atau

permukaan yang kurang rata. Jika salah satu cacat tersebut masih

ada dan pengecatan cat warna tetap berlangsung maka cat yang

dihasilkan kurang baik. Di dalam persiapan permukaan juga

dibutuhkan ketelitian yang tinggi untuk mendeteksi cacat tersebut

karena jika misalnya terdapat goresan amplas yang tidak

terdeteksi maka cat yang dihasilkan akan tmuncul doresan amplas

juga.

3)

Kualitas cat

Cat yang dimaksud adalah di sini adalah cat warna (top

coat). Kualitas cat mempengaruhi hasil pengecatan karena jika

mengiginkan hasil yang kilap tetapi bahan yang digunakan kurang

bagus maka daya kilap yang dihasilkan tidak bagus juga. Cat yang

berkualitas seharusnya mempunyai daya kilap tinggi dan daya

tahan kilap serta daya tahan terhadap cuaca juga bagus. Cat yang

53

mempunyai daya tahan terhadap cuaca bagus maka tidak akan

cepat pudar.

4)

Tempat pengecatan

Pengecatan jika dilakukan di dalam ruangan maka akan lebih

baik dari pada di luar ruangan karena resiko terkena debu lebih

rendah. Pengecatan yang dilakukan di luar ruangan pada waktu

penyemprotan berlangsung jika ada angin maka kotoran di sekitar

tempat pengecatan akan menempel pada obyek dan jika cat kering

timbul cacat bintik.

5)

Penyetelan spray gun

Sebelum melakukan penyemprotan sebaiknya spray gun

diatur terlebih dahulu. Pengaturan spray gun meliputi mengatur

besar kecilnya cat yang keluar, besar kecilnya angin yang keluar

dan besar kecilnya kembang penyemprotan agar diperoleh hasil

yang maksimal. Bila penyetelan tidak dilakukan dengan baik

mengakibatkan hasil pengecatan yang kurang sempurna, sehingga

menyebabkan permukaan menjadi tidak rata, meleleh, kasar,

kurang mengkilap.

  • 2. Faktor-faktor yang menunjukkan kualitas hasil pengecatan

Beberapa hal yang menunjukkan kualitas hasil pengecatan pada body

kendaraan antara lain:

  • a. Kerataan lapisan cat

54

Kerataan permukaan cat meliputi: ketebalan lapisan cat,

kehaluasan permukaan cat, dan tidak timbul cacat pengecatan.

Kerataan lapisan cat dapat dilakukan dengan cara meraba dengan

tangan pada permukaan cat.

  • b. Daya kilap

Daya kilap cat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain:

kualitas bahan yang digunakan yaitu thinner, top coat, clear, dan

proses pengeringan serta teknik pengecatan. Daya kilap dapat dinilai

dengan cara pandangan langsung yaitu memandang secara visual

dengan beberapa sudut pandang yang berbeda-beda di mana penilai

menghadap langsung kilauan yang dipantulkan oleh permukaan cat.

  • c. Daya tahan cat

Lapisan cat / top coat harus memiliki sifat daya tahan terhadap zat

cair antara lain minyak solar, bensin, oli mesin dan lain-lain.

Disamping itu cat harus tahan terhadap segala cuaca terutama panas

sinar matahari dalam jangka waktu lama.

  • d. Tekstur cat

Meraba permukaan cat secara vertikal dan horizontal untuk

mengetahui tekstur permukaan cat.

  • 3. Cacat Dalam Pengecatan

55

Cacat pengecatan dapat timbul karena banyak faktor seperti persiapan

permukaan yang buruk, kebersihan, proses pengecatan yang kurang baik.

Berikut ini cacat (defects) selama painting atau setelah draying.

  • a. Bintik (seeds)

Debu atau kotoran yang menempel selama proses pengecatan

sedang berlangsung atau selesai penyemprotan pengecatan. Debu dan

kotoran ini berasal dari sekitar tempat pengecatan atau berasal dari cat

itu sendiri, oleh karena itu sebelum cat dituangkan untuk dicampur

sebaiknya cat disaring terlebih dahulu.

  • b. Butiran menyerupai kawah, mata ikan ( Beads/ cratering, fish eyes )

Beeds adalah suatu depresi yang terbentuk apabila ada oli atau

air yang mendorong lapisan cat, atau suatu kekosogan yang terbentuk

karena cat tidak dapat membentuk lapisan di atas oli atau air.”

(Herminarto Sofyan, tth: 41).

  • c. Kulit Jeruk (Orange Peel )

Suatu lapisan tidak rata menyerupai kulit jeruk, cacat ini timbul

apabila cat mengering terlampau cepat sebelum selesainya perataan.”

(Herminarto Sofyan, tth: 41).

  • d. Meleleh (Runs)

Meleleh disebabkan oleh kelebihan cat yang mengalir ke bawah

dan mengering. Kelebihan cat ini bisa terjadi ketika penyemprotan cat

sedang berlangsung tekanan kerja udara mendadak menurun sehingga

56

atomisasi cairan cat dengan udara tidak baik. Atomisasi antara cairan

cat dengan udara dikatakan baik jika semprotan yang dihasilkan

seperti berkabut.

  • e. Mengkerut atau terangkat (Shrinkage)

Ada dua tipe kerutan yang terjadi yaitu kerutan yang disebabkan

oleh solvent di dalam top coat segar yang menembus cat lama,

menyebabkan cat lama berubah secara internal, sehingga

menimbulkan kerutan pada top coat. Lalu kerutan yang terjadi akibat

top coat melunak dan mengembang di bawah panas, dan mengkerut

pada saat dingin.

  • f. Lubang Kecil/kerak keci (Pinholes/Scales)

Apabila permukaan cat mengering dan keras sebelum solvent di

dalam coat menguap, maka solvent yang terperangkap dipaksa untuk

meletup melalui lapisan, dan meninggalkan lubang kecil”.

(Herminarto Sofyan, tth: 42).

  • g. Tanda Putty/dempul (Putty Marks)

Apabila penambahan antara cat asli dan putty berbeda, maka top

coat solvent mengakibatkan penyusutan di sepanjang featheredges,

sehingga timbul tanda putty.” (Herminarto Sofyan, tth: 42).

  • h. Goresan amplas (Sanding Scratches)

Goresan amplas dalam lapisan cat asli berkembang dan nampak

pada permukaan top coat pada saat top coat solvent berpenetrasi

  • i. Memudar (Fade)

57

Dikarenakan pengaplikasian compound pada permukaan cat yang

belum benar-benar kering.

  • 4. Alat uji pengecatan Berikut adalah alat-alat yang digunakan untuk menguji hasil pengecatan:

    • a. Alat ukur ketebalan lapisan (Coating thickness meter)

Digunakan untuk mengetahui ketebalan (thickness) cat di

permukaan suatu material atau benda yang dicat.

i. Memudar ( Fade ) 57 Dikarenakan pengaplikasian compound pada permukaan cat yang belum benar-benar kering.

Gambar 28. coating thickness meter (Anonim, 2009a)

  • b. Alat ukur daya rekat (adhesion tester)

Merupakan alat uji yang digunakan untuk mengukur daya rekat

suatu material.

i. Memudar ( Fade ) 57 Dikarenakan pengaplikasian compound pada permukaan cat yang belum benar-benar kering.

Gambar 29. adhesion tester (Anonim, 2011-2016)

58

  • c. Alat ukur daya kilap (gloss meter)

Alat

yang

digunakan

untuk

mengukur

daya

kilap

suatu

permukaan kendaraan yang telah cat.

58 c. Alat ukur daya kilap ( gloss meter ) Alat yang digunakan untuk mengukur daya

Gambar 30. Gloss meter (Anonim, 2009d)

  • d. Alat ukur kerataan permukaan (surface profile gauge)

Alat

yang digunakan untuk mengetahui kerataan permukaan

kendaraan yang telah dicat.

58 c. Alat ukur daya kilap ( gloss meter ) Alat yang digunakan untuk mengukur daya

Gambar 31. surface profile gauge (Anonim, 2009c)