Anda di halaman 1dari 20

Hari / Tanggal Mata Kuliah Dosen Tempat Materi

: Rabu, 16 12 2009 : Farmakologi : Dr. I Wayan Sumardika, M. Med. Ed : Universitas Udayana : Anti Anemia

Hematopoesis = Pembentukan Darah Terjadi di Sum-sum tulang belakang Nutrien esensial: Zat besi Vitamin B12 Asam Folat Sel darah merah sebagai grouth factor yaitu erotroprotein dibentuk di ginjal dan pada yang berusia 0 6 minggu terbentuk di hati. Hapusan darah tepi adalah cara memeriksa Hb. Dari hapusan darah tepi bisa dilihat bentuk, warna, mikrosifik hipokromik anemia yaitu bentuk sel darah merah kecil, hipokromik anemia yaitu gambaran lebih kecil, warna pudar yangh disebabkan karena kekurangan zat. Penyakit kronik = Normoutik normokramik Makrositik : bentuk besar, warna normal yang disebabkan B12 dan Asam Folat.

1. Zat Besi Selain sebagai pembentukan sel darah merah juga untuk pembentukan sel ketokolamin yaitu yang merupakan bahan epineprin. Defisiensi zat besi merupakan penyebab tersering anemia. Anemia klinis: Pucat, lelah, pusing, denyut nadi meningkat. Hal ini disebabkan karena oksigen tidak sampai ke jaringan sesuai dengan yang dibutuhkan. Zat besi dari makanan 5 10% diserap usus kemudian beredar (transferin) 1 2% mg hilang melalui kulit. 75% masuk dalam pembuluh sel darah merah. 5 15% untuk pembentukan ketokolamin. 10 20% disimpan dalam bentuk ferritindan disimpan di hati, jantung dan usus.

Makanan yang meningkat penyerapan zat besi yaitu daging, ikan, alkohol, asam korbat, asam hidroklorat. Dengan kata lain makanan yang bersifat asam. Zat besi yang kita makan dalam bentuk Fe12 (Ferros) yang berikatan dengan transferin sehingga bisa diserap dan berubah menjadi ferri (Fe2+) perubahan dipercepat dengan oleh suasana asam setelah itu barulah masuk ke dalam aliran darah. Fe sedikit di eliminasi. Makanan yang menurunkan penyerapan zat besi yaitu yang bersifat basa seperti susu, telur, the, kopi, filat (sereal), obat (antasida). Kelator = mengikat zat lain (Fe) Keadaan yang menyebabkan anemia: Infeksi cacing tambang Perdarahan Sindrom malabserpation Sediannya dalam bentuk oral (ferros) dan parentral, sediaan oral sama efektifnya dengan parentral. Parentral secara I.V / I. M Perentral diberikan pada yang mengalami gangguan absorpsi. Efek sampingnya yaitu: Oral Mual, konstipasi, nyeri ulu hati, diare, feces berwarna hitam yang merupakan hasil oksidasi dari zat besi. Parentral nyeri lokal, perubahan warna kulit, demam, reaksi

hipersensitifitas, harus dilakukan skin test (test alergi). Efek toksiknya: terjadi jika pasien minum sekitar 10 tablet. Nikrosis saluran cerna (gejala), muntah, nyeri perut, penurunan kesadaran, syock. Efek terapi yaitu efek yang dinginkan setelah dilakukan terapi. Efek samping diberikan pada dosisi yang diberikan namun tidak diinginkan. Efek toksik : pemberian dosis yang berlebihan sehingga menimbulkan keracunan. Hemokromatosis Fe tidak digunakan secara efektif untuk pembuatan zat besi. Eritrosit umurnya 120 hari.

Pada anemia hemolitik terjadi pemecahan sel darah merah terlalu cepat yang menyebabkan toksitas kronis. Interaksi obat: Antagonis H2 mengurangi sekresi asam Antasida membasakan lambung Suplemen kalsium

Vitamin B12 sebagai kofaktor berbagai reaksi biokimia. B12 + faktor Intrinsik (lipid dan protein) supaya zat besi bisa diserap. Akibat kekurangan vitamin B12 yaitu: Anemia Megaloblastik Kelainan Neurologis

Neuropatiperifer terjadi negrasi saraf tepi karena kekurangan B12 (Cobalamin) Di absorbsi di ikum distal, disimpan di hati. Secara oral untuk pencegahan dan secara parentral untuk pasien yang sakit.

Asam Folat Fungsinya untuk sintesa asam amino, purin, DNA, karena kekurangan intake menyebabkan kekurangan asam folat. Anemia megaloblastik (kekurangan asam folat) : kelainan konginental (anensefali, spina bifida)

PEMBERIAN OBAT PADA IBU HAMIL DAN MENYUSUI Hemodilusi terjadi pada ibu hamil TM III Peruabahn-perubahan pada ibu hamil: Penurunan gerakan dan sekresi asam lambung pH meningkat Penurunan absorbsi

Distribusi obat : Volume plasma 50%

Protein binding Penurunan konsentrasi obat dalam tubuh Penurunan jumlah albumin

Blastogenesis terjadi pada awal zigot sampai akhir minggu kedua. Embrio terjadi pada akhir minggu kedua sampai kedelapan. Feto terjadi pada akhir minggu kedelapan sampai akhir kehamilan. Transpor obat ke fetus : Difusi pasif Difusi yang dipalsukan Transfor aktif

Lifofilik : Lewat lemak tidak terionosasi / tidak mengandung muatan listrik. Berat molekul insulin diatas 800. pH fetus lebih bersifat asam daripada pH ibu. Klasifikasi obat untuk kehamilan: Kategori A Aman digunakan berdasarkan data pada wanita hamil. Kategori B Dianggap aman berdasarkan hasil penelitian pada hewan. Tapi tidak pada wanita hamil. Kategori C Obat dapat diberikan jika pertimbangan keuntungannya lebih besar daripada resiko yang mungkin terjadi pada fetus. Kategori D Ada bukti obat tidak aman. Namun, dalam beberapa kasus treatening illness dapat digunakan jika tidak ada alternatif lain. Kategori X Sangat tidak aman. Merupakan kontra indikasi pada wanita hamil. Contohnya: alkohol, vaccine, androgen.

Hari / Tanggal Mata Kuliah Dosen Tempat Materi

: Rabu, 16 Desember 2009 : Farmakologi : Prof. Dr. I. G. M. Aman, SP., FK. : Universitas Udayana : Farmakologi Umum

Absorbsi Difusi pasif (paling banyak digunakan) obatnya larut sendiri dengan syarat obat harus lart dalam lipid. Filtrasi (melalui pori) dengan syarat berat molekul harus kecil. Transfor aktif, harus ada pengangkutnya (carier)

Difusi pasif tergantung dari: Derajat keasaman artinya dimana tempat itu berada. Derajat ionisasi yang larut dalam lipid adalah yang tidak terionisasi. Kelarutan dalam lipid

Obat asam lemah akan menumpuk pada lingkungan yang lebih basa, begitupun sebaliknya. Tujuan biotranformasi obat : Kebanyakan biotranformasi itu mengubah zat yang tidak aktif menjadi aktif. Obat aktif, setelah dimetabolisme menjadi aktif. Zat yang tidak aktif pada obat yang tidak aktif.

Prodrug : bahan yang akan dijadikan obat. 30% obat dimetabolisme sebelum dimanfaatkan oleh tubuh kita. 70% masuk ke sirkulasi sistemik disebut bioafailabilitas. Fungsi enzim induction/inducer adalah untuk peningkatan produksi enzim metabolisme di hepar. Barbituate adalah obat anti kejang Barbiturate phendarbituate menyebabkan metabolisme diperepat.

Enzim inhibitar Antibiote chlorapenicol metabolisme obat lain akan diperlambat Maag cimetidine sehinga terjadi efek taksik Ritonavin = Autivirus Obat, makin turun konsentrasi dalam darah makin kecil eliminasi. Konsentrasi plato = konsentrasi menetap maksimal 100% tercapai tergantung hublight. Ekskresi obat melalui: Ginjal Saluran cerna Paru-paru Keringat Air mata Air susu

Obat yang terikat protein tidak dapat disaring di glomerulus karena molekul dari protein besar. Tak terionisasi direabsorbsi dalam ginjal. Polarization = lipid menjadi air Diazepam atau obat-obat anti kejang lebih cepat bereaksi bila diberikan melalui parentral.

FARMAKODINAMIK Yaitu bagaimana obat bekerja sampai menimbulkan efek. Afinitas kemampuan obat untuk mengikat reseptor sehingga terbentuk obat reseptor komplek. Jika ada pemicu positif maka akan ada respon disebut dengan obat egonis. Asetilcolin merangsang obat muskarinik. Efek meningkat. Atropin mempunyai afinitas reseptor muskarinik sebagai antagonis menurunkan produksi kelenjar dari peristaltic usus. Salbutamol hanya merangsang Beta 2 (2). Efikasi = respon / efek yang maksimal

Potensi = efek efikasi sama-sama maksimal, namun dosis berbeda. Full agonis = potensial lebih Parsial Agonis = potensial kurang Efek Antagnis = obat yang diberikan dapat menghilangkan efek obat yang pertama. Fisiologic antagonis = antagonis yang terjadi tapi beda reseptor. Non kompetitif antagonis = reseptornya sama, tetapi tidak bias digeser. Kompetitif antagonis = bisa digeser. LD = Letal Dase 50 atau makin kecil ED 50 makin bagus. Kelainan efek suatu obat: Toleran : diberikan dosis yang bertambah, efek tetap. Takilfilitaksis Hipersuseptible Hiporeaktif Idiosinkrasi Alergi

Hari / Tanggal Mata Kuliah Dosen Tempat Materi

: Rabu, 16 2 2009 : Farmakologi : Dr. Tjokorda Alit Kamar Adnyana : Universitas Udayana : Anti Konvulsi

Seizure : Episode terbatas dari disfungsi otak yang disebabkan oleh abnormal discharge dari neuron otak. Epilepsi : gangguan dari fungsi otak yang di tandai oleh adanya gangkitan yang periodic dan tidak bisa di duga. Cara Kerja : Memblok voltage dependent sod channel hantaran pada neuron menurun. Meningkatkan aktivitas system gaba Menghambat T- tipe Mekanisme lainnya: Hiperpdarisasi membrane

Phenobarbital = obat yang paling lama digunakan. GGN ABS Folic Acid = pembentukan tube syaraf neuron. Hirsurtisme menyebabkan tumbuhnya bullu lebat pada tempat yang tidak dinginkan. Stephen Jhonson sindrom adalah suatu alergi dimana kebocoran pada saluran tubuh, kulit menjadi melepuh. Diazepan I.V diberikan karena terus mengalami kejang. Vitamin K1 diberikan untuk mencegah terjadinya perdarahan. umur ( th ) Umur + 12 Obat anti kejang + penurun panas biasanya diazepan perectal. x Dosis dewasa

Dosis anak-anak =

Hari / Tanggal Mata Kuliah Dosen Tempat Materi

: Rabu, 16 Desember 2009 : Farmakologi : Dr. I. G. A. Arniti, S. Ked. : Universitas Udayana : Praktikum Anestesi Umum

I. Tujuan : 1. Untuk mengetahui stadium-stadium anestesi. 2. Untuk mengetahui efek anestesi II. Persiapan alat dan bahan 1. Senter 2. Stethoscope 3. Penggaris 4. Pinset 5. Sungkup III. Langkah Kerja 1. Persiapan alat dan bahan 2. Evaluasi keadaan awal kelinci a. Respirasi (frekuensi dalam / dangkal) b. Mata (gerak mata, reflek-reflek pupil, lebar pupil, refleks kornea) c. Otot (tonus otot, gerak) d. Analgesia (respon kelinci terhadap nyeri) e. Saliva f. Muntah 3. Pasang sangkupnya dengan baik dan tepat sehingga tidak ada celah sebagai jalan masuknya udara yang dapat mempengaruhi pemberian anatesi umum (eter). 4. Teteskan eter dengan kecepatan 30 tetes/menit (1 tetes / 2 detik) 5. Amati respon kelinci setelah diberikan anestesi eter secara inhalasi dengan mencubit menggunakan pinset. Teteskan terus eter dengan kecepatan yang sama sambil mengamati perubahan respon individu kelinci yang 6. Kapas 7. Obat anestesi umum (eter) 8. Jam tangan 9. Alat tulis 10. Hewan percobaan (kelinci)

menunjukkan perubahan tanda-tanda stadium III. Segera hentikan pembekuan eter. Pada saat inilah tindakan bedah dapat dilakukan. 6. Evaluasi denyut jantung dan pernafasan untuk mengetahui denyut nafas sehingga apabila hal ini terjadi maka segera dapat dilakukan pemberian nafas buatan untuk mengembalikan uap eter keluar tubuh kelinci. 7. Evaluasi respon tubuh kelinci terhadap nyeri, apabila sudah berespon terhadap cubitan berarti pengaruh anestesi sudah menurun. Jangan luipa lakukan pula evaluasi kedua seperti evaluasi awal sebelum kelinci tersadar kembali. 8. Catat hasil pengamatan 9. Rapikan alat dan bahan IV. Hasil Pengamatan No. 1. Evaluasi Respirasi - Frekuensi 2. Gerakan Mata - Lebar pupil - Refleks pupil - Refleks kornea 3. Otot - Tonus otot - Gerak 4. 5. 6. Respon nyeri Saliva Muntah + + + + Tidak ada 1 cm + + 1,3 cm 128 x/menit 116 x/menit Evaluasi I Evaluasi II

V. Kesimpulan Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa anestesi umum (eter) bereaksi dengan baik terhadap hewan coba (keliner) dan kelinci memberi respon yang diharapkan. Reaksi eter juga sesuai dengan teori yang ada bahwa eter bereaksi cepat namun durasinya pendek sehingga eter tidak bisa digunakan secara tunggal, harus ada kombinasi dengan anetesi lain dan biasanya melalui injeksi.

Hari / Tanggal Mata Kuliah Dosen Tempat Materi

: Kamis, 17 Desember 2009 : Farmakologi : Dr. I. B. Ngurah, M. For : Universitas Udayana : Antibiotika, obat-obat anti diuretika

Antibiotika Zat kimia yang didapat dari mikroorganisme yang dapat membunuh mikroorganisme lain atau menghambat

pertumbuhannya. Baktrisit : Membunuh mikroorganisme Bakteriustatik : Menghambat pertumbuhan

Perkembangan: Penicillin (1928) ditemukan dan digunakan untuk terapi pada tahun 1941. Penggunaan tidak rasional (tidak tepat indikasi, tidak tepat dosis, tidak tepat lama pemberian, tidak tepat cara pemberian, tidak mengetahui fatofisiologi penyakit). Maka akan makin menambah resiko terutama efek samping, efek toksik, alergi, resistensi (kekebalan kumanterhadap antibiotic), super infeksi (keseimbangan usus terganggu sehingga timbul bakteri yang patogen). Contoh: Candida. Penggunaan antibiotika yang rasional: Efikasi (kemanjuran) Keamanan obat diusahakan aman baik pada bumil, manula, anak-anak dan lain-lain. Suitabilitas (kecocokan) misalnya pada tetracycline tidak diberikan pada anak-anak karena dapat merusak gigi. Biaya

Betalaktamase menghancurkan betalaktam yang merupakan enzim yang dihasikan kuman. MIC = kadar terendah dari antibodi yang masih dapat menghambat pertumbuhan kuman.

Untuk dapat membunuh kuman maka konsentrasi obat harus diatas MIC. Post antibiotic efek walaupun kadar masih rendah dari MIC tapi masih bisa menghambat pertumbuhan kuman.

Penicillin: Benzil Penicillin = obat injeksi tidak dapat diminum karena jika kadarnya hanya sebentar di dalam plasma. Benzathine penicillin G = obat injeksi yang kadarnya lama pada plasma. Penicillin V = - Mirip dengan Benzyl tetapi bisa diminum dan tidak dirusak oleh asam lambung. Spkertumnya sempit ( membunuh garam + ) hanya beberapa macam kuman Spectrum luas membunuh berbagai macam kuman yaitu gram positif dan gram negative Mekanisme kerja Penicillin menghambat sinteris dinding sel dengan menghambat

pephidoglikan pada dinding sel yang merupakan struktur terpenting semua bakterisit adalah anti bakteri ( pektrumnya ada yang luas atau sempit ) Resistensi menghasilkan pemisilinase Indikasi untuk berbagai macam infeksi Perbedaan Amoxillin dengan Ampicillin Amoxillin : Penyerapannya lebih bagus Penetrasi lebih bagus Kekuatan membunuh bagus Dosis lebih kecil ( lebih baik ) Efek samping diare lebih jarang

Nasohomial infeksi pseudomonas, klebsiela dan proteus obatnya adalah corbinicilin, ticarcillin, sulbeni cillin Penicillin tahan penisilinase Contoh : Oxacillin Cicloxacillin

Flucloxacillin Natcrllin Methicillin Efek samping penicillin Non toksik Dosis dikatakan tidak menyebabkan keracunan karena menghambat sintesa peptidoglikan yaitu hanya terdapat pada kuman

Sulfonamide Mekanisme kerja PABA = Para Amino Benzoid Acid Kuman harus membuat asam folat dari PABA DFR = Dihidrofolat Reduktase Tri methropin + sulfonamide meningkatkan efektivitas dan mencegah resistensi Efeksamping sulfonamide = Kern icterus bila diberikan pada bayi yang permatur neonates, hamil TM III, sulfatoksik dapat menyebabkan kematiyan bayi Efek samping ke dua yaitu kristal uria yaitu timbulnya kristal pada ginjal Step hen jonson hidrom Reaksi alergi berat menyebabkan kematian dengan gejala perdarahan munota, syock Chlorampenicole Efek samping : Anemia aplastik yaitu lebih ringan Farmako timetiknya : bagai menembus otak dan mata sehingga banyak digunakan untuk meningitis dari infeksi mata Mekanisme kerja : menghambat sintesa protein pada ribosom Sifatnya : Bakrastatik / Baktristit Spektrumnya luas / membunuh banyak kuman Resistensi : kuman + thypus abdominalis adalah yang resiten dengan chloram Efek samping : Anemia aplastik breybaby sindrame bila diberikan pada neonatus / pramatur dan tik in kehamilan Indikasi klinik : penggunaanya terbatas untuk membunuh kuman avakrob pada infeksi mata

Mecrolite spectrum sempit ( membunuh gr + ) Resistensi : staphilococus Efeksamping : iritasi lambung mual muntah Indikasi klinik : sering digunakan untuk pengganti penicillin karena sifat sifatnya membunuh bakteri hamper sama Erithromyein : Potensi membunuh kuman lebih kuat tapi kadar tinggi pada paru paru

Tetrayelin Tidak boleh dicampur dengan antosida, Ca alominium magnesium sesuai karma tetrayelin akan diam dalam usus sehingga tidak bisa diabsolobsi Mekanisme kerja : Protein ribosom Spectrum luas : membunuh berbagai macam kuman baik gr + dang r Resistensi : banyak kuman tebal terhadap tetracylin Efek samping obat : menghambat partumbuhan tulang dan gigi yang coklat dan tidak bisa hilang Indikasi klinik : Tetra digunakan untuk kotera, muntaber disentri ( basister / amuba ), efekty untuk jerawat dengan dosis 2 x 1 selama 1 minggu untuk menghilangkan infeksi Kontra indukasi : pada kehamilan karma tetrogenik menghambat pertumbuhan tulang ibu menyusui, anak anak dibawah 12 tahun Perbedaan : dervat tetracylin doxicylin obsorofsinya lebih baik dan tidak toksik

ANTI BIOTIKA PADA KEHAMILAN penicillin ( paling aman bagi ibu dan janin ) cephalosporin erythromycin animoglicosida ( penggunaanya harus hati hati ) mempunyai batas keamanan sempit antara dosis terapi dengan dosis foksik sangat dekat Bayi yang dilahirkan akan tuli karena toksik pada system pendengaran

Tidak boleh pada kehamilan Quinolone Anti bodi cadangan untuk mengantisipasi bila anti bodi lain gagal

OBAT OBAT DIURETIKA Diuresis peningkatan jumlah urine Obat di urefika : obat obat yang dapat meningkatkan dan mempercepat produksi urine Azetazolamide penghambatan enzim karbonik anhidrose tempat kerja di tubulus proximalis dengan menghambat pertukaran natriun dengan hydrogen natriun bersifat mengikat air lalu urine meningkat efek samping Glukoma = penyakit tekanan intra okuler bola mata meningkat dan bisa menyebabkan kebutaan akibat aliran tersumbat Azetazolamad menurunkan produksi cara bola mata Mountain srckness Kadar 02 rendah menyebabkan pusing Thyazida HCT : Hydrochlotothrazide yang paling terkenal WHD sebagai obat TD yang ringan Tempat dan cara kerja Pada lubhenle akendence bagian korteks ginjal Tubulus distalis bagian proksimal Cara kerja menghambat reabsorobsi Na

Eso : Hiperglikemia = peningkatan gula darah Hipercerikemia = peningkatan asam urat Indikasi = Hipertensi ringan Cara kerja : Sama dengan Thyazide Mengapa efeknya kuat ? Bekerja dibanyak tempat Bekerja di lobhenle bagian modula menyebabkan jaringan tersebut kehilangan hipertonis karma kekurangan hatriun akibatnya cairan yang

akan menjadi urin tidak mampu ditarik oleh jaringan sehinbgga air tetap keluar ESO : hipovotenia = Volume darah menurut Asiles : Perut berisi air pada lever DIURETIKA HEMAT KALIUM Triamterene Tempat kerja : Tubulus distal Spironolactone menghambat aldosteron pada hubulus distal Ginekomastia : Pembesaran buah dada pada laki laki osmotic diuretic Terjadi jika kita makan banyak gula Glukosa hati ghikogen tidak menigkatkan urine jika diberikan secara I.V. glukosa hipertonis maka mencingnya tambah banyak karma langsung ke ginjal Manitof - bersifat ideal, tempat kerja di tubulus proksimal mengikat zat toksik, air natrium - banyak digunakan untuk mengatasi ginjal yang akan yaitu tidak ada urine balep eritromyan untuk bayi / neonatus

Hari / Tanggal Mata Kuliah Dosen Tempat Materi

: Kamis, 17 Desember 2009 : Farmakologi : Dr. I. G. A. Arniti, S. Ked. : Universitas Udayana : Imunisasi, Terapi cairan dan elektrolit, pengelolaan alat

Imunisasi: Aktif Terjadi stimulasi pembentukan system imun Pasif Hanya terjadi transfer kekebalan tubuh Kekebalan pasif diberikan pada keadaan tertentu contohnya pada penderita yang tidak bisa membentuk antibodi.

BLG: Tidak bisa diberikan pada anak dengan definisi imun Yang sedang mendapatkan pengobatan system imun / imunotupresan

Hepatitis B Aktif dan Pasif diberikan setelah 12 jam setelah lahir pada bayi dengan positif hepatitis B. Ditambah dengan imunoglobalin

Jika ibu tidak terinfeksi, ada tenggang waktu sampai 2 bulan dan dosis disesuaikan. Diberikan cukup imunisasi aktif saja.

DDT Aktif DDT Toxoid kuman diferi, tetanus yang sudah dimatikan. Td hanya mengandung komponen tetanus dan difteri berkurang (-). Boster II : DDT yang tidak mengandung komponen pertusis atau Td. (dalam dosis dewasa) Demam biasanya hilang dalam 3 hari disebabkan oleh komponen pertusis. Pertusis tidak boleh diberikan pada anak diatas 3 tahun. POLIO

Salk diberikan secara injeksi Sabih diberikan secara peroral Pemberian ASI tetap diberikan pada polio.

Campak Diberikan IX pada umur 9 tahun. MMR merupakan vaksin kombinasi. Vaksin lain dari mikroorganisme yang dilemahkan. Harus ada interval 4 minggu dengan pemberian vaksin MMR. Imunoglobin harus jarak 3 bulan dengan MMR.

TERAPI CAIRAN DAN ELEKTROLIT Bisa dalam bentuk oral dan I.V. Terapi cairan tidak hanya untuk mengganti cairan juga diberikan pada gangguan elektrolit / asam basa juga untuk kekurangan nutrisi.

ORAL Oral Rehidrasi Solution (Oralit) Parentral Koloid alami, ex: plasma Sistemik, ex: dextram. Starch, belatin Cairan kristaloid, ex: RL Komposisi : Na, K, Ca, Cl, Lactate. RL tidak dapat menghentikan plasma kecuali sementara pada keadaan darurat. Hati-hati penggunaannya pada usia lanjut karena fungsi jantung dan ginjal menurun.

Dextrose Dextrose akan memberikan kalori tergantung dari jumlah persentasi. Jika diberikan pada bayi harus diperhatikan karena metabolisme bayi belum sepurna.

Koloid Dextran berdasarkan mo;kul 40.70 Cairan jenis koloid mempunyai efek pada pembekuaan darah dextran hetarstarah sebagai hemodiluri pada kasus aliran darah efek negative: dapat terjadi pendarahan Amfilikasis: Quaksi atergi yang berat PENGELOLAAN OBAT Bentuk supositoric Obat golongan narkotil Obat mudah terbakar Obat rusak dinilai : Perubahan warna Retak atau pecah Lemak Cairan mamisah Bau yang tidak enak Lewat batas kadaluarsa Ruang penyimpanan suhu dingin Tempat penyimpanan khusus Terpisah dari ruang induk

Pemberian obat Efek local Digunakan pada kulit atau membran mukasa Efek sistemik Oral Rectal Sublingual Parentral

Intradermal : Lapisan kulit paling atas Intraspinal : obat masuk ke lumbal