Anda di halaman 1dari 3

KELOMPOK C8

Syaiful Anuar Bin Rahmat Luqman Hakim Bin Mohd Jais Siti Amalina Binti Awang Junisarah Binti Ab.Hamid Zulhilmi Bin Ismail Dilla Ermazatul Najwa Bt.Arsha Pricillia Rudy Tanius Tejo Ismanto Lanny Ardianny 102010365 102010374 102010377 102010379 102010386 102010387 102010397 102011420 102011425

HASIL PERCOBAAN
Frekuensi Basal Denyut Jantung kodok per menit Waktu Menit I Menit II Rata-rata Frekuensi Jantung 48 52 50 kali/menit

Frekuensi Jantung setelah penetesan larutan tinktura digitalis 10% tiap 2 menit Waktu (menit ke) 2 4 6 8 10 12 14 Frekuensi Jantung (x/menit) 70 60 56 52 49 (BLOKADE PARSIAL) 45 41

16 18 20 22 24 26

39 36 29 10 5 (DENGAN RANGSANGAN MEKANIK) 0 (BLOKADE TOTAL)

E fekD ig italis pada F rekuensi JantungK odok


80 70 60 50 40 30 20 10 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 26 Frekuensi Jantung (x/m enit)

PEMBAHASAN
Pada pengamatan efek digitalis pada kodok dengan meneteskan larutan tinktura digitalis 10%. Mulanya kodok di anestesi dan diukur keadaaan vitalnya sebagai parameter basal. Kemudian dapat dilihat kerja digitalis pada jantung kodok pada 2 menit pemberian pertama terjadi peningkatan frekuensi denyut jantung hampir dua kali lipat dari keadaan basal. Penetesan dilakukan setiap 2 menit dan didapatkan penurunan frekuensi denyut jantung yang semakin lama semakin berkurang. Dapat dilihat bahwa pada keterangan, pada 2 menit kelima atau pada 10 menit penetesan terjadi hambatan parsial pada jantung kodok yang menyebabkan irama jantung menjadi tidak normal dan interval A-V menjadi lebih besar. Semakin ditetesi dengan larutan digitalis terjadi penurunan frekuensi jantung yang signifikan sampai padaa rangsangan mekanik denyut jantung hanya 5 kali sampai pada menit ke-24 jantung hanya berdenyut 5 kali selanjutnya terjadi hambatan total dan kodok pun mati. Dapat dilihat penurunan frekuensi denyut jantung pada grafik yang sampai akhirnya denyut berhenti total. Hal ini dapat membuktikan bahwa digitalis dapat meningkatkan kontraktilitas jantung namun pada dosis yang ditingkatkan dapat menjadi toksik karena adanya hambatan atau blok AV yang ditimbulkanolehnya. Jadi pemberian dosis digitalis harus dipertahankan kadarnya.

Kesimpulan
Obat vasodilator merupakan obat yang dapat menurunkan tekanan darah sehingga dapatdigunakan pada keadaan seperti angina pektoris. Isosorbid dinitrat merupakan obat vasodilator kerja sedang dan nitrogliserin oral merupakan obat vasodilator kerja lambat. Efek sampingdari obat vasodilator tersebut yang paling jelas adalah rasa sakit kepala karena penurunan tekanan darah. Digitalis merupakan glikosida jantung yang dapat diindikasikan pada gagal jantung karenaefeknya yang meningkatkan kontraktilitas jantung. Namun oleh karena efeknya yang toksik pada kadar tertentu, harus diperhatikan pemberian dosisnya karena dapat menyebabkan blok AV yang dapat menyebabkan kematian.