Anda di halaman 1dari 16

DELIRIUM

Oleh: Angelia Permatasari Pembimbing Dr. Metta Desvini P Siregar, Sp. Kj

RSJI Bunga Rampai

DEFINISI
Suatu kumpulan gejala gangguan mental akut dan
seketika yang diikuti dengan perubahan kognitif secara

global serta memiliki perjalanan penyakit yang


berfluktuasi.

10 15 % di bangsal bedah

EPIDEMIOLOGI

20 % pada pasien luka bakar berat 30 % pada pasien HIV 15 25 % di bangsal medis umum 30 % di ruang perawatan intensif 40 50 % pasca pembedahan fraktur panggula

KLASIFIKASI
Berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Dissorders (DSM-IV) dibagi menjadi 3 :

Delirium karena kondisi medis umum Delirium akibat zat Delirium yang tidak ditentukan (YTT) (NOS)

Berdasarkan penyebabnya, delirium dibagi menjadi dua :

KLASIFIKASI

Intrakranial Ekstrakranial

GAMBARAN KLINIS
1. Gejala Neurologis - Tremor - Nistagmus - Inkoordinasi - Inkontinensia urin

2. Gejala Psikiatrik

GEJALA PSIKIATRIK 1. Gangguan kesadaran :


Peningkatan Kesiagaan (hiperaktivitas ) cenderung karena putus obat tanda2 otonomik Penurunan Kesiagaan (hipoaktifitas) cenderung diklasifikasikan sbg depresi, demensia, katatonik 2. Gangguan Orientasi waktu, tempat dan orang

GEJALA PSIKIATRIK
3. Gangguan Kognisi & Bahasa : - bicara melantur, inkoheren, tidak relevan, gangguan kemampuan untuk mengerti pembicaraan (tdk digunakan lagi dalam DMS-IV)

- kemampuan untuk menyusun,mempertahankan


dan mengingat kenangan terganggu, mungkin ingatan kenangan yang jauh dapat

dipertahankan
- kemampuan dalam memecahkan masalah

GEJALA PSKIATRIK
4. Gangguan persepsi 5. Gangguan mood sering ditemukan apati, depresi, euforia (dan sering berganti dalam

sehari)
6. Gejala-gejala penyerta

adanya gejala prodormal beberapa hari sebelum onset. Seperti :


kecemasan, insomnia, nightmare terror, Sundowning (eksaserbasi gejala delirium tepat sesaat sebelum tidur)

DIAGNOSIS
Delirium biasanya didiagnosis pada sisi tempat tidur pasien (bedside) dan ditandai dengan gejala yang tiba-tiba. Dengan MMSE (Mini Mental State Examination), Tes

Wajah Tangan, MSE (Mental Status Examination)


Pemeriksaan fisik dapat menentukan penyebab

Delirium

DIAGNOSIS
Laboratorium : Px Standar & Px Tambahan yang menunjang gejala Klinis

EEG adanya daerah fokal hiperaktivitas. membedakan dengan depresi dan psikosis

DIAGNOSA BANDING

1. Delirium lawan Demensia - Delirium onset tiba-tiba - Demensia onset berlahan 2. Delirium lawan Psikosis atau depresi - pada umumnya halusinasi dan waham pada pasien skizofren lebih konstan dan terorganisasi lebih baik dibandingkan pasien delirium

PENGOBATAN
Mengobati Faktor Penyebab Psikofarmakologis hanya diindikasikan pada delirium dengan gejala psikosis dan insomnia. - Haloperidol (2-10 mg I.M) Psikosis - Benzodiazepine, Hidroxyzine 25 100 mg

Walaupun onsetnya mendadak didapatkan gejala prodormal. Gejala delirium ditemukan selama faktor penyebab belum dihilangkan, tetapi bila faktor tsb sudah dihilangkan masih didapatkan gejala-gejala tertentu sampai 1 2

PERJALANAN & PROGNOSIS

minggu

PROGNOSIS Adanya delirium sendiri merupakan prognosis buruk. Angka mortalitas tiga bulan yang mempunyai episode delirium 23 33 % Angka mortalitas satu tahunan yang mempunyai episode delirium 50 % Seseorang yang pernah mengalami episode delirium, cenderung rekurens dibawah kondisi yang sama.

ASSALAMMUALAIKUM Wr.Wb Terima Kasih