Anda di halaman 1dari 26

Laporan jaga

Ilustrasi kasus
Pasien luka bakar listrik pada wajah, kedua lengan, dada, perut, kemaluan dan tungkai kanan atas dengan penurunan kesadaran diantar atas permintaan keluarga ke IGD RSUD AA. Pasien sebelumnya telah dirawat di ICU RS Ibnu Sina selama 2 hari dan pulang atas permintaan sendiri, tidak diketahui tindakan dan perawatan yang telah diterima sebelumnya pada saat diterima di ICU IGD RSUD pasien dipasang IVFD NaCl 30 ttm dan ETT

PRIMARY SURVEY

Airway
Tidak terdengar adanya suara berkumur atau mengorok, pasien terpasang ventilator Kesan: tidak terjadi sumbatan jalan nafas Tindakan yang dilakukan : mengontrol ventilator, kemudian dipasang oropharyngeal tube untuk mempertahankan jalan nafas

Breathing
Bernafas menggunakan ventilator dengan mode SIMV pergerakan dinding dada simetris, tidak terlihat penggunaan otot-otot bantu pernafasan Frekuensi pernafasan 21 kali/menit Kesan : tidak ada gangguan pernafasan Tindakan yang dilakukan : mengontrol ventilator dengan mode SIMV TV: 450 L RR: 12 x/menit FiO2: 40% PEEP: 5

Circulation
Akral dingin, capillary refill time < 2 detik Nadi teraba, teratur dan isian lemah frekuensi nadi 81 kali/menit Tekanan darah 160/ 100 mmHg Tindakan:
Pemasangan IVFD NaCl dan RL masing-masing 20 gtt/menit Pemasangan DC, urin berwarna kuning pekat dengan volume initial 50 cc

Disability
GC S 6 (E1V1M4) Pupil sulit dinilai karena mata kanan terbakar dan pupil kiri keruh, reflek cahaya (-/-) Kekuatan motorik ekstremitas baik

Exposure
Luka bakar listrik grade 2-3 pada regio facialis, thoracalis, abdominalis, ekstrimitas superior, ekstrimitas inferior dan genitalis seluas 29% Pasien diberi selimut untuk mencegah hipotermia

SECONDARY SURVEY

Identitas
Nama: Tn. KA Umur: 28 tahun Jenis kelamin: laki-laki Alamat: Tanah putih Rohil

Anamnesis
Alloanamnesis Keluhan utama
Pasien mengalami penurunan kesadaran setelah terkena listrik 4 hari SMRS

RPS
Pasien terkena listrik dan dibawa ke RSUD Rohil, diberikan penanganan dan dirujuk ke RSUD AA, pasien disarankan untuk dirawat di ICU namun karena ICU penuh, pasien disarankan pindah ke RS lain, pasien kemudian dirawat di ICU RS IS namun 2 hari kemudian pasien pulang atas permintaan sendiri dan dipindahkan ke ICU RSUD AA sehari kaemudian, tidak sadar sejak 30 menit SMRS

Kepala dan leher


Rambut: hitam mudah dicabut, bekas seperti terbakar pada seluruh lapangan kepala Mata: OD: terbakar menghitam OS: pupil keruh dan edema Telinga: keluar pus dari AS, AD tidak ditemukan kelainan Hidung: TAK Tenggorokan: sulit dinilai, pasieng terpasang ETT dan Oropharyngeal airway Leher: TAK Kulit: luka bakar derajat 3 pada seluruh area wajah

Thorax
Paru
Inspeksi: bentuk dada kiri-kanan simestris, gerakan pernafasan simetris, luka bakar derajat 23 pada daerah inframamary dan sekitar sternum Palpasi: krepitasi (-), vocal fremitussulit dinilai, nyeri (+) Perkusi: sonor pada kedua lapangan paru Auskultasi: suara nafas vesikuler, ronkhi (-)

Jantung
Inspeksi: ictus cordis tidak terlihat Palpasi: ictus cordis tidak teraba Perkusi: sulit dinilai Auskultasi: BJ I normal, BJ II normal, tidak ada suara tambahan

Abdomen:
Inspeksi: tidak distensi, jejas (-), luka bakar derajat 2-3 regio umbilical, hipogastrium, iliaca sin et dex Palpasi: sulit dinilai Perkusi: sulit dinilai Auskultasi: bising usus (+) DBN

Ekstremitas
Inspeksi: luka bakar derajat 2-3 pada ekstrimitas atas sin et dex, ekstrimitas bawah dex Palpasi: krepitasi (-), akral dingin, CRT <2 detik

Pemeriksaan penunjang
Darah rutin
Leukosit Eritrosit HB Hematokrit Platelet : 28.100 /mm3 : 6,34 X 10-6/uL : 18,9 gr/dL : 59 vol% : 180 x 103 uL

Kimia darah
AST : 274 U/L ALT : 378 U/L GLUC : 169 mg/dl Ureaum: 60,4 mg/dl Creatinin: 1,0 mg/dl BUN : 28,2 mg/dl

AGDA
pH pCO2 pO2 HCO3 TCO2 BE S02c : 7,25 : 60 mmHg : 98 mmHg : 26,3 mmol/L : 28,1 mmol/L : -1,9 : 96%

Elektrolit:
Natrium Kalium Kalsium : 154 mmol/L : 4,1 mmol/L : 0,2 mmol/L

CT-BT
FIB PT aPTT : 7,972 g/L : 14,0 second : 28,8 second

Diagnosis
Diagnosis ICU: Luka bakar listrik grade III luas 29% dengan GCS 6 Diagnosis dokter muda: luka bakar listrik luas 29% dengan GCS 6 + trauma mata

Tatalaksana
non-farmakologis
Posisi semivoler Pemakaian woundhealing pada luka bakar di sekitar mata dan sufratule pada seluruh luka bakar Perawatan luka bakar dengan kasa lembab dan ganti verban 2 kali sehari Pemasangan CVP evaluasi balance cairan Pemasangan DC evaluasi urin output

Farmakologis
Orofaringeal tube + ETT+ventilator mode SIMV dengan TV : 450 FiO2: 40% RR: 12 x/menit PEEP: 5 IVFD NaCl 0,9% 30 tpm + RL 30 tpm Pemberian obat:
Antibiotik: ceftriaxone injeksi Analgetik: ketorolac Kortikosteroid : metil prednison PPI: omeprazole Skeletal relaxan: midazolam Opiod: morfin

Rencana penatalaksanaan
Monitoring TTV Monitoring cairan Konsultasi spesialis Bedah plastik, Penyakit dalam, Mata, THT, Anastesi

Terima kasih