Anda di halaman 1dari 5

A. Roda Roda adalah salah satu komponen kendaraan yang menopang berat kendaraan.

Roda terdiri dari ban dan pelek. Ban juga mengikuti perubahan arah gerak kendaraan mengikuti putaran roda kemudi. Selain itu ban juga berfungsi meredam getaran dari jalan. Keausan ban sangat dipengaruhi oleh fungsi dari suspensi, steering dan penyetelan front wheel alignment. Sehingga ban dan pelek menjadi komponen yang mempunyai fungsi vital dalam kendaraan. Kondisi ban juga sangat mempengaruhi kenyamanan dan safety pengendara. Ban dan pelek akan mengalami perubahan kualitas dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan medan dan cara penggunaan kendaraan. Roda dan ban harus balance (seimbang) agar tidak terjadi getaran. Saat roda berputar, terjadi gaya sentrifugal pada tiap bagian roda dan ban dimana sejumlah gaya tertarik keluar dari ban. Gaya ini semakin menguat saat rotasi roda semakin cepat. Jika massa sudah merata ke seluruh roda dan ban (tidak ada titik berat), gaya akan seimbang maka gaya sentrifugal tidak akan memiliki efek hambatan. Jika ban memiliki titik berat maka ban akan tidak seimbang (unbalance) dimana gaya sentrifugal lebih besar pada salah satu titik ban yang akan menarik gaya yang kuat saat ban berputar. Ini akan membuat roda dan ban bergerak ke atas dan ke bawah atau dari sisi satu ke sisi yang lainnya (oblak). Sehingga pengendara akan merasakan goncangan atau getaran akibat roda yang tidak balance. Jadi balancing berfungsi untuk membuat roda depan dan belakang menjadi parallel. Seiring dengan waktu pemakaian, untuk menjaga agar roda dalam keadaan seimbang membutuhkan perawatan balancing supaya dalam berkendara lebih nyaman dan pengemudi tidak mengalami kelelahan. Roda akan dipasang pada alat wheel balancer kemudian akan diketahui titik-titik berat pada roda yang mengakibatkan roda tidak balance. Kemudian alat akan menunjukkan seberapa besar beban yang harus diberikan pada roda agar roda kembali menjadi balance. Selanjutnya roda akan diberikan pemberat (weight balance) sesuai dengan beban yang dibutuhkan, weight balance dipasang pada pelek roda.

Lingkaran yang "sempurna" kalau diputar pada porosnya seharusnya akan terlihat seakanakan diam. Sayangnya ban (tire) termasuk velg tidak bundar sempurna, ditambah lagi

kepadatan material di ban (tire) dan velg tidak sempurna. Sehingga kalau diputar pada porosnya bakalan bergerak-gerak, entah bergerak naik-turun atau kiri-kanan dan gerakain ini akan kita rasakan sebagai getaran. Untuk masalah tidak bundar sempurna sudah tidak bisa diapa-apakan lagi, asal tidak parah benjolnya ya masih bagus, yang lebih bisa dikendalikan adalah beratnya. Caranya bagian yang lebih ringan ditambah bobotnya dengan timah. Dipasang sedemikian biar distribusi bobotnya lebih merata, semakin merata semakin bagus, tentu saja timah yang dipasang seoptimal mungkin jangan terlalu banyak juga bisa mengakibatkan keberatan timah. Prosesnya ya ban plus velg di lepas dipasang di alat balancing untuk diputar, ntar alatnya kasi tau operatornya sisi mana lebih berat dan seberapa selisihnya. Si Operator pasang timah, dites lagi dan seterusnya sampai didapat "seseimbang" mungkin. Nah di sini terlihat bahwa faktor yang mempengaruhi hasilnya adalah Alatnya baik dari segi kualitas dan kalibrasinya, dan juga dipengaruhi oleh Operatornya. Diharapkan dari proses balancing ini ban jadi tidak bergetar, sejalan waktu tentu ban tentu terkikis oleh jalan yang tentu saja akan berpengaruh kepada bobot, demikian juga dengan timah yang ditempel apakah ada yang terlepas atau tidak yang akhirnya juga berpengaruh kepada bobot. Pembelian ban atau velg baru pun juga pasti akan berpengaruh kepada bobot. Karenanya perlu di Balance Ulang. B. BALANCE RODA balancing adalah suatu pekerjaan yang dilakukan untuk menyamakan berat ban dan berat velg agar momen inersia di dalam ban besar sehingga roda dapat berputar dengan seimbang dengan suatu alat balance.dimana nanti velg akan di tempel timah / besi balancer.

keuntungan dilakukan balancing. 1. mengurangi getaran pada steer kemudi. 2. mengurangi resiko kerusakan sambungan antar kemudi akibat bergetarnya roda-roda(tie rod,long tie rod,ball joint).

jika tidak dilakukan balancing. 3. mobil terasa bergetar saat dikemudikan. 4. roda menjadi getar dan dapat merusak sambungan antar kemudi(tie rod,long tie rod,ball joint)

Balance Roda sangat diperlukan baik di sepeda motor apalagi di kendaraan mobil. Jika putaran roda tidak rata dan tidak seimbang dapat mempengaruhi kestabilan pengemudi.

Namun kalau ditelusuri lebih dalam ban motor atau mobil tidak balance terbukti mempengaruhi kinerja komponen-komponen di sekitar kaki-kaki. Jika roda tidak balance, distribusi beban tidak rata di seluruh permukaan roda sehingga ketika roda berputar di kecepatan tinggi beban terberat otomatis memaksa dan menarik beban ringan. Efeknya kendaraan bergetar dan bisa menyebabkan hilang kemudi. Untuk itu prosedur atau langkah-langkah balance sebagai berikut: 1. Persiapkan perlengkapan yang berkaitan dengan balance roda

2. Perikas roda yang akan dibalance, pastikan tidak ada benda kecil yang menempel pada roda agar jika pada waktu dibalance benda itu tidak mengenai kita. 3. Masukkan roda ketempat dudukan balance roda, beri nock yang sesuai dengan lubang pelek dan kencangkan hingga sekencang mungkin. Dan nyalakan tombol on/off pada balance roda

4. Masukkan data-datanya dengan cara: Kode A : Jarak dari permukaan pelek sampai permukaan balance Kode L : Lebar pelek Kode D : Diameter pelek Kode F : Menentukan alur

5. Setelah data dimasukkan tutup pelindung hingga menutup roda dan tekan tombol star . tunggu hingga roda berhenti sendiri dan baca hasil datanya di inner dan outer

Inner

: Dibagian dalam pelek

Outter : Dibagian luar pelek

6. Beri timah di inner dan outer sesuai dengan angka dari hasil data tadi (missal inner : 12 dan outer : 32, maka beri timah dan bulatkan inner : 15, outer : 35 karena berat timah minimal hanya 5 gram). Menempatkan timah inner dan outer dengan cara roda diputar perlahan-lahan sehingga tanda gari-garis merah pada samping inner outer nyala semua dan taruh timah di pelek bagian atas lurus poros balance 7. Setelah tertempel sempurna dan sesuai data, tekan tombol start dan tunggu sehingga roda berhenti. Baca hasilnya, batas maksimal pada inner 5 gram dan outer 10 gram. Jika hasilnya melebihi batas yang ditentukan, putar perlahan-lahan roda sehingga tanda garis-garis merah pada samping inner dan outer nyala semua. Dan lihat posisi timah pada inner maupun outer. Jika timah berada pada jam 11 1 maka timah ditambah sesuai hasil data tadi. Jika timah berada pada jam 1 5 dan 7 10 maka timah digeser ke posisi atas. Jika timah berada pada jam 5 7 maka timah dikurangi sesuai hasil data tadi. 8. Tekan tombol start untuk memastikan. Jika hasil data sudah sesuai pastikan timahtimah tadi tertancap dengan erat dengan cara pukul timahnya. Setelah itu lepas rodanya dari dudukan balance C. FINISH BALANCE Proses balancing dilakukan dengan cara melepas roda dan memutar pada alat balancing. Proses ini ada keterbatasan akurasinya. Pada kecepatan yang tinggi (biasanya orang berpatokan pada kecepatan lebih dari 100kpj) apabila dirasa getar maka proses yang dilakukan adalah Finish Balance. Proses ini setelah ban dibalance biasa, selanjutnya dipasang pada mobil dan diputar pada mobil untuk diatur keseimbangan total. Dalam hal ini yang turut mempengaruhi adalah bearing roda, hub roda bahkan lugnut atau mur roda pun juga ikut terputar. Idenya sama dengan Balancing yaitu mencari distribusi bobot terbaik agar roda tidak bergetar saat diputer, perbedaannya adalah ketelitiannya karena ditambahkan faktor lain selain ban (tire) dan velg.

jika mobil masih terasa bergetar setelah dilakukan balancing . 1.adanya velg roda yang penyok. 2.ban tersebut memakai ban dalam. 3.ada nya velg/ban yg oleng atau mengayun. 4.ban roda keriting bisa akibat salah tekanan angin atau terlambat / tidak pernah di balancing.