Anda di halaman 1dari 11

Waspada ancaman kanker serviks bagi wanita yang suka masturbasi.

oleh KP2I ( Komunitas Peduli Kesehatan Perempuan Indonesia ) (Catatan) pada 30 November 2011 pukul 12:22 Awas !! Cewek Masturbasi Rentan Terkena Kanker Serviks. Perilaku masturbasi yang tidak sehat ternyata menjadi salah satu faktor penyebab kanker serviks. Ini karena banyak masih kurang peduli dengan kesehatan diri. Misalnya tidak sadar melakukan masturbasi dan membawa bakteri atau virus ke organ intim jelas seksolog dr. Ryan Thamrin dalam jumpa pers Shine With Charm di Jakarta. Menurutnya bila bakteri atau virus yang masuk adalah jenis pembawa kanker serviks, tak perlu diragukan wanita tersebut akan terserang penyakit mematikan bagi kaum hawa ini. Untuk itu selalu jaga kebersihan diri dan pasangan terutama mengenai organ intim dan selalu utamakan seks yang sehat tambahnya. Selain kebersihan diri, dan seks yang sehat, wanita juga diminta untuk selalu memelihara organ intim terlebih saat menstruasi. Sesering mungkin mengganti underwear atau pembalut, dan selalu menjaga organ intim tetap kering dan bersih juga bisa menjadi salah satu upaya terang Ryan lagi. Ini karena sikap tidak peduli pada kebersihan organ intimnya sendiri yang dilakukan wanita telah menjadi salah satu faktor utama seorang wanita terserang kanker serviks. Efek buruk dari masturbasi dapat mengakibatkan lecet pada dinding vagina. Onani / masturbasi yang dilakukan wanita secara berlebihan dapat menyebabkan dinding vagina lecet, apalagi ketika melakukan hal tersebut menggunakan alat bantu yang tidak sewajarnya. Dapat membuat urat-urat tubuh melemah. Onani merupakan suatu kerja keras baik fisik maupun psikologis (berimajenasi tentang hubungan seks). Pada kejadian ini dapat menyebabkan melemahnya otot-otot tubuh karena kontraksi yang dipaksakan secara berlebihan

70 Persen Kasus Kanker Serviks Ditemukan Sudah Stadium Lanjut.

oleh KP2I ( Komunitas Peduli Kesehatan Perempuan Indonesia ) (Catatan) pada 24 November 2011 pukul 21:45 DENPASAR - MICOM : Lebih dari 70% kasus kanker serviks di Indonesia ditemukan saat sudah stadium lanjut atau di atas 2B. Kanker serviks juga mengakibatkan setiap satu jam seorang perempuan meninggal dunia. "Oleh karena itu, pencegahan kanker serviks yang disebabkan oleh virus human papilloma (HPV) dapat dilakukan melalui pencegahan primer. Yaitu melalui edukasi dan vaksinasi, serta pencegahan sekunder dengan pap smear atau IVA (inspeksi visual asam asetat)," kata dr IB Upadana Pemaron SpOG dalam Seminar Pencegahan Kanker Serviks untuk Praktek Dokter Sehari-hari di Denpasar, Bali, Sabtu (8/10). Kepada sekitar 125 dokter umum yang hadir dalam acara tersebut Upadana juga menjelaskan kanker serviks adalah penyakit yang keganasannya terjadi pada leher rahim (serviks). Bagian tersebut merupakan bagian terendah dari rahim yang menonjol ke puncak liang senggama (vagina) dan bisa terjadi saat sel normal di serviks berubah menjadi sel kanker. "Perubahan ini biasanya memakan waktu tiga hingga 17 tahun sampai terjadi kanker. Jadi ada kesempatan yang cukup lama untuk mendeteksi melalui skrining dan menanganinya sebelum menjadi kanker," jelasnya. Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Denpasar dr I Ketut Suyasa Sp B SpOT (K) meminta para dokter memiliki pengetahuan tentang pencegahan kanker serviks secara dini. "Dokter dan rekan sejawat sangatlah memerlukan pengetahuan tambahan untuk mencegah kanker serviks secara dini, karena dewasa ini pencegahan kanker serviks sedang marak dilaksanakan khususnya di Bali," kata Suyasa saat membuka seminar yang merupakan rangkaian HUT ke-61 IDI dan HUT ke-8 RSIA Puri Bunda. (Ant/OL-01)

Kanker Serviks Mesin Pembunuh " Kartini " Masa Kini.


oleh KP2I ( Komunitas Peduli Kesehatan Perempuan Indonesia ) (Catatan) pada 23 November 2011 pukul 23:06 Liputan6.com, Jakarta: 21/04/2010 12:13

Rahim, organ ini merupakan organ istimewa bagi kaum perempuan. Bagian tubuh yang tak dimiliki pria, yang dapat membuat perempuan lebih mulia. Dari rahimlah seorang perempuan mengandung dan melahirkan anak. Namun organ penting penerus generasi manusia agar tidak musnah dari muka bumi ini tengah terancam bahaya. Adalah KANKER SERVIKS atau kanker leher rahim yang menjadi penyebabnya. Kanker ini sudah menjadi

pembunuh nomor satu bagi kaum wanita di Indonesia. Meski belum ada data pasti, di dunia, setiap dua menit seorang wanita diperkirakan meninggal karena kanker serviks atau sekitar 720 perempuan meninggal setiap harinya karena kanker serviks. Kasus-kasus kematian ini 80 persennya disumbangkan oleh negara berkembang, seperti Indonesia. Apa sih kanker serviks ? Penyebab utama terjadinya kanker serviks adalah virus HPV (Human Papilloma Virus). Kanker yang menyerang leher rahim pada perempuan ini memang bukan penyakit baru, karena sudah ada dari zaman dulu kala. Namun mengapa saat ini tiba-tiba saja kanker serviks seolah menjadi sang pembunuh nomor satu kaum wanita Indonesia ? Perubahan gaya hidup para perempuan sebagai penyebab utama, cetus Dr. Frizar Irmansyah Sp.OG (K), spesialis kebidanan dan kandungan Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta. Gaya hidup kaum perempuan saat ini sudah jauh berbeda dengan gaya hidup neneknya dahulu. Sekarang banyak perempuan yang melakukan hubungan intim sebelum menikah, bahkan dengan beberapa pasangan. Menurut Frizar, hal itu sudah tentu amat meningkatkan risiko kanker serviks. Masih dari sisi gaya hidup. Saat ini tak sedikit pula kaum perempuan yang memilik kebiasaan buruk dengan merokok. Asap rokok yang masuk ke dalam tubuh mempengaruhi berkembangnya sel kanker di tubuh mereka. Nah, di Indonesia, perubahan gaya hidup ini tidak diiringi kesadaran melakukan pap smear secara rutin. "Sementara di negara maju, perempuannya memang bergaya hidup seperti itu, namun diimbang pula dengan kesadaran melakukan pap smear, atau pemeriksaan rutin," papar dr. Frizar. Pap smear akan mendeteksi secara dini kanker serviks sebelum menjadi penyakit yang mematikan. Maklum, pada stadium awal tidak akan menimbulkan gejala. Tapi, ketika gejala timbul, justru pada saat itulah kanker sudah ada pada stadium lanjut, dan biasanya sulit disembuhkan. Artinya, sel-sel kanker serviks sudah menginvasi jaringan sekitarnya. Gejala umum dari kanker serviks di tingkat lanjut adalah berupa perdarahan tidak normal; di luar siklus menstruasi, setelah berhubungan intim, atau setelah pemeriksaan panggul. Selain itu keputihan menahun, dengan ciri di antaranya: kental, warna kuning atau kecoklatan, dapat berbau busuk dan atau gatal, serta nyeri panggul hebat. Adakah upaya untuk melindungi kaum wanita dari ancaman penyakit yang menyerang perempuan dari golongan manapun. Tanpa pandang usia, pekerjaan, status, ataupun golongan? Selain melakukan pap smear secara periodik, pemberian vaksin dapat menekan risiko terkena kanker serviks hingga 98 persen. Awalnya, vaksin kanker serviks memakan biaya Rp 1,2 juta sekali suntik. Namun saat ini, berhubung sedang dilakukan penekanan laju penyakit ini di negara-negara berkembang, harga vaksin dapat ditekan hingga 50 persen. Tak hanya itu, kampanye peduli kanker serviks pun telah gencar dilakukan beberapa tahun belakangan. "Sudah makin gencar kan kampanye peduli Kanker Serviks. Banyak juga artis yang jadi aktivis dan duta kanker serviks," kata dr. Frizar.

KANKER SERVIKS, penyakit yang harus menjadi perhatian para "Kartini" masa kini. Agar ancaman pembunuh nomor satu yang menyerang wanita tanpa pandang bulu dan semua strata ini dapat diperangi dan diatasi.

BADAN KESEHATAN DUNIA (WHO).

oleh KP2I ( Komunitas Peduli Kesehatan Perempuan Indonesia ) (Catatan) pada 23 November 2011 pukul 22:58 Di DUNIA, setiap 2 menit seorang perempuan meninggal akibat KANKER SERVIKS. (data diambil dari data awal tahun 2009). 500.000 WANITA atau kasus baru terinfeksi KANKER SERVIKS setiap tahunya. - 1370 wanita / hari. - 1 wanita / MENIT. 270.000 atau LEBIH DARI JUTA WANITA MENIGGAL setiap tahunnya. - 740 wanita MENINGGAL / hari. - 1 Wanita MENINGGAL / 2 MENIT.

ASIA PASIFIC (WHO). 226.000 WANITA / hampir JUTA kasus baru terinfeksi KANKER SERVIKS setiap tahunnya. - 620 wanita / hari. - 2 wanita / 5 MENIT. 143.000 WANITA MENINGGAL setiap tahunnya. - 392 wanita / hari. - 1 wanita / 4 MENIT.

INDONESIA Y K I (Yayasan Kanker Indonesia) 15.000 WANITA kasus baru terinfeksi KANKER SERVIKS setiap tahunnya. - 40 - 45 wanita / hari. - 1 wanita / 1,5 JAM.

8.000 WANITA MENINGGAL setiap tahunnya. - 20 - 25 wanita / hari. - 1 wanita / 1 JAM. 100 kasus / 100.000 penduduk di Jakarta. 90 kasus / 100.000 penduduk di kota besar lainnya. 360 kasus / 100.000 penduduk di tasikmalaya. - TERTINGGI di Indonesia. - LEBIH TINGGI 400% daripada kota besar lain. - LEBIH TINGGI 4.000% daripada Belanda (hanya 9 kasus per 100.000 penduduk).

Kenali Gejala dan faktor resiko Kanker Leher Rahim (serviks) & Kanker Badan Rahim (Endometriosis).
oleh KP2I ( Komunitas Peduli Kesehatan Perempuan Indonesia ) (Catatan) pada 23 November 2011 pukul 23:29 Kanker Serviks, Pembunuh Wanita No. 1 Dunia. Di dunia, setiap 2 menit, seorang wanita meninggal akibat kanker serviks, di Indonesia, setiap 1 jam (Ferlay J et al. Globocan 2002. IARC2004). Sementara ketidaktahuan para wanita akan ancaman kanker serviks juga turut membantu banyaknya wanita yang meninggal akibat penyakit ini. Menurut survei yang melibatkan 5.423 wanita Asia dan dilakukan pada 9 negara, termasuk Indonesia, terbukti hanya 2 persen wanita yang mengetahui bahwa infeksi HPV merupakan penyebab kanker serviks. Jadi pengetahuan perempuan mengenai penyebab kanker serviks masih sangat minim. Ditemui di acara Seminar/Workshop Deteksi Dini & Penanggulangan Kanker Pada Anak & Perempuan di Kuningan, Minggu (03/05), Dr. Laila Nuranna, dr,SpOG(K), Kepala Divisi Onkologi Ginekologi Departemen ObstetriGinekologi Fakultas Kedokteran Universitas IndonesiaRSCM mengatakan, masyarakat awam yang sering ia temui masih belum memahami perbedaan kanker pada leher rahim dan kanker rahim. Perlu diketahui pula, bahwa setelah tes kanker pada leher rahim, belum tentu seseorang itu terbebas dari kista atau myom. Adapun perbedaan dari kanker leher rahim dan kanker badan rahim adalah ; Kanker Leher Rahim (serviks). Berada di bagian depan rahim. Keluhan: Perdarahan, keputihan, nyeri panggul. Bisa ditularkan pada mereka yang sudah aktif secara seksual. Tidak berdasarkan keturunan, tapi karena virus HPV (Human Papilloma Virus).

Bisa dideteksi dengan tes PAP (PAP Smear) dan tes IVA. Vaksinasi HPV. Kanker Badan Rahim (Endometriosis). Keluhan: Perdarahan. Biasanya terjadi pada wanita di atas usia menopause. Bisa terjadi pada keturunan. Dideteksi dengan USG. Tak ada vaksinasi untuk mencegah penyakit ini. Dijelaskan lebih lanjut oleh Laila, terdapat sekitar 200 tipe HPV yang sudah teridentifikasi, dan terdapat 100 tipe HPV yang dapat menginfeksi manusia. Dari jumlah tersebut, 30 tipe HPV bertarget ke organ kelamin. Sebanyak 15 tipe tergolong onkogenik atau dapat menyebakan kanker serviks. Seperti dilaporkan oleh Bosch, pada tahun 2002 ditemukan bahwa HPV tipe 16 dan 18 menyebabkan kanker serviks sebanyak 70 persen. Tipe onkogenik lainnya yaitu tipe 45, 31, 33, 52, dan lain-lain. Tipe low-risk (yang tidak menyebabkan kanker dan hanya menyebabkan kutil kelamin yang jinak) adalah tipe 6,11,42,43, 44. Adapun faktor-faktor risiko yang meningkatkan seorang wanita terkena kanker serviks adalah ; Wanita yang menikah muda (di bawah 20 tahun). Memiliki partner seksual lebih dari satu. Infeksi menular seksual. Merokok. Defisiensi vitamin A, C, dan E. Namun, ini tak menutup kemungkinan penularan terjadi pada wanita yang melakukan hubungan seksual dengan satu pasangan saja, masih terdapat faktor-faktor lainyang bisa menularkan virus HPV. Antara lain jika kita duduk di toilet umum yang sebelumnya diduduki oleh penderita kanker serviks. Oleh sebab itu, Dr. Laila menyatakan bahwa adalah lebih aman untuk buang air ditoilet jongkok. Sementara pada pria, HPV bisa menyebabkan kanker mulut, kuti lkelamin, kanker penis, dan dubur. Kebanyakan infeksi HPV berlangsung tanpa gejala, sehingga kebanyakan wanita takakan menyadari dirinya sedang terinfeksi HPV. Adapun gejala kanker leher rahim adalah ; Perdarahan pervaginaan (namun tak berarti seorang wanita yang mengalami perdarahan terkena kanker leher rahim). Keputihan yang berwarna putih susu kekuningan bercampur darah dan gatal dan berbau. Nyeri panggul, nyeri perut bagian bawah, nyeri pundak, tumit/ujung kaki, dan persendian. Tidak dapat buang air kecil.

Maka adanya deteksi sejak dini amatlah penting. Jika kanker serviks ditemukan dalam tahap pra kanker, maka masih terdapat potensi untuk kesembuhan. Tes yang bisa dilakukan untuk mengetahui kemungkinan kanker serviks adalah dengan melakukan tes Pap Smear (mengambil lendir dari serviks untuk dites di laboratorium),tes HPV-DNA (tes biomolekuler), Kolposkopi (alat pemeriksaan berupa teropong), dantes IVA (tes menggunakan asam asetat 3-5 persen, murah dan bisa dilakukan dengan tenaga kesehatan siapa pun yang terlatih). Berdasarkan penelitian, terbukti bahwa vaksin yang menargetkan HPV tipe 16 dan18 berpotensi mencegah lebih dari 70 persen kasus kanker serviks di dunia. Diterangkannya, sesuai panduan perhimpunan dokter ahli onkologi Indonesia,vaksin HPV ditujukan untuk perempuan usia 10 tahun sampai dengan 55 tahun,dengan jadwal pemberian 3 dosis, yaitu bulan ke-0, bulan ke-1, dan bulan ke-6.Saat ini harga vaksinasi berkisar antara Rp 600.000 ke atas. HPV sangat mudah ditularkan. Penularannya tidak harus melalui hubungan seks melainkan dapat hanya melalui kontak kulit kelamin. Kondom memang dapat mengurangi risiko penularanHPV tetapi tidak memberikan perlindungan 100 persen terhadap infeksi HPV. Sehingga setiap perempuan tetap berisiko terkena infeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks.

Okt 9 2012

Kanker Serviks

Apa itu Kanker Leher Rahim (Serviks)? Leher rahim (Serviks) adalah bagian bawah uterus (rahim) (diagram). Kanker yang muncul di leher rahim berpotensi dapat disembuhkan jika terdeteksi pada tahap awal sehingga deteksi dini adalah kunci untuk meningkatkan kelangsungan hidup. Sebagian besar kanker leher rahim (Serviks) berasal dari jenis yang disebut karsinoma sel skuamosa. Seberapa umum Kanker Leher Rahim (Serviks)? Kanker leher rahim (serviks) adalah kanker ke 7 paling umum pada wanita di Singapura. Sekitar 200 kasus didiagnosis setiap tahun. Usia Serangan Kanker pra-invasif sering terjadi pada wanita di akhir usia 20 hingga 30 tahun. Ini disebut sebagai NIS (neoplasia intraepitel servikal). Ini adalah perubahan pada lapisan serviks yang dapat menyebabkan kanker leher rahim. Dengan waktu, lesi pra-kanker ini dapat berkembang dan menjadi kanker invasif jika tidak diobati. Resiko dan Penyebab

Infeksi Virus Human Papilloma (HPV) adalah penyebab paling umum atau faktor risiko untuk kanker serviks. Virus ini ditularkan melalui hubungan seksual, maupun seks oral atau anal. Setiap perempuan yang aktif secara seksual beresiko potensial. Faktor resiko lainnya termasuk: Serangan aktivitas seksual sebelum usia 20 Beberapa pasangan seksual Sejarah infeksi menular seksual Pasangan seksual pria dengan sejarah infeksi menular seksual dan atau aktivitas seksual di luar nikah Pasangan seksual pria dengan pasangan-pasangan seksual yang mengalami kanker leher rahim sebelumnya ditetapkan sebagai resiko potensial Merokok merupakan faktor pendukung terkait dengan peningkatan kejadian kanker leher rahim. Gejala Gejala dan Tanda Kanker Leher Rahim Perdarahan abnormal dari vagina atau bahkan cairan vagina abnormal menandakan perlunya pemeriksaan dokter segera. Perdarahan abnormal termasuk perdarahan setelah hubungan seksual atau perdarahan di antara periode menstruasi. Gejala-gejala akhir yang terjadi ketika kanker lanjutan termasuk nyeri punggung bawah, nyeri panggul, kehilangan berat badan dan kaki bengkak. Diagnosa Tes Diagnostik Skrining kanker serviks dengan pap smear harus dimulai sesegera seorang wanita menjadi aktif secara seksual. Ini harus dilakukan setiap 1-3 tahun tergantung usia dan jumlah PAP smear normal. Selama pemeriksaan ini, kikisan sel dari permukaan serviks diperoleh selama pemeriksaan vagina. Tes ini cepat, sederhana, dan tidak sakit. Jika pap smear abnormal, prosedur diagnostik disebut kolposkopi (yaitu pemeriksaan leher rahim dengan mikroskop) dilakukan. Bahan kimia tertentu diberikan pada leher rahim untuk membantu menemukan daerah-daerah abnormal. Daerah-daerah abnormal ini kemudian dibiopsi dan diperiksa di bawah mikroskop oleh ahli patologi (dokter yang memeriksa jaringan-jaringan di bawah mikroskop). Jika kanker serviks dikonfirmasi melalui biopsi, tes-tes lainnya akan dijadwalkan. Ini termasuk tes-tes radiologi seperti sinar X dada dan CT scan atau MRI perut dan panggul untuk mengecualikan daerah atau jarak penyebaran kanker. Pemeriksaan panggul di bawah bius total sering dijadwalkan untuk menentukan jangkauan kanker. Pilihan Pengobatan

Pengobatan Kanker Leher Rahim Pra-invasif dan invasif Untuk pra-invasif penyakit, pengobatan adalah pengangkatan lapisan abnormal pada leher rahim (serviks) dengan prosedur eksisi lokal atau prosedur ablatif. Teknik eksisi lokal termasuk biopsi kerucut dengan pisau atau laser atau prosedur eksisi electrosurgikal lingkaran (LEEP). Teknik ablatif meliputi penguapan laser atau koagulasi dingin. Pilihan teknik harus didiskusikan dengan dokter jaga. Namun, pengobatan prakanker serviks yang sukses hampir pasti mencegah kanker leher rahim terjadi. Untuk kanker leher Rahim (serviks) invasif dini, penyembuhan dapat dicapai baik dengan pembedahan (pengangkatan rahim yaitu histerektomi, dan jaringan sekitarnya termasuk kelenjar getah bening) atau radioterapi, yang sering diberikan dengan kemoterapi. Untuk penyakit lanjutan di mana operasi tidak mungkin, gabungan kemo-radioterapi atau radioterapi adalah pilihan pengobatan. Radioterapi sering diberikan dengan 2 cara. Salah satunya adalah dengan radioterapi pancaran eksternal dan lainnya adalah pancaran internal. Radioterapi pancaran eksternal dilakukan setiap hari selama hari kerja dan mungkin memakan waktu sekitar 5-6 minggu untuk selesai. Radioterapi pancaran internal diberikan dalam 2 hingga 5 sesi. Prognosis Kanker Leher Rahim (Serviks) Prognosis untuk kanker serviks stadium awal sangat baik dengan 5 tahun kelangsungan hidup antara 80 hingga 95%. Namun untuk kanker serviks stadium lanjut, kelangsungan hidup 5 tahun menurun hingga kurang dari 40%. Apakah pencegahan itu mungkin? Ya, pencegahan primer kanker serviks sekarang tersedia dalam bentuk vaksin. Di Singapura, dua tersedia secara komersial Cervarix dan Gardasil. Kedua vaksin telah menunjukkan keefektifannya dalam perlindungan terhadap HPV 16, dan 18 yang menyebabkan hingga 70% dari kanker serviks. Semua wanita usia reproduksi didorong untuk memvaksinasikan diri terhadap kanker yang dapat dicegah ini. Namun, karena beberapa wanita masih mungkin mengalami kanker serviks bahkan setelah vaksinasi, skrining dengan pap smear masih dianjurkan. Pertanyaan yang Sering Diajukan Saya mendengar bahwa pemeriksaan panggul tidak nyaman. Apakah ada alternatif untuk mendeteksi dini kanker leher rahim? Meskipun tidak nyaman, pemeriksaan panggul dan pap smear masih merupakan tes dapat diandalkan untuk deteksi dini kanker leher rahim (serviks). Semua wanita yang aktif secara seksual disarankan untuk menjalani tes ini setiap tahun sekali atau seperti yang diperintahkan oleh dokter Anda. Saya hanya memiliki satu pasangan seksual. Haruskah saya menjalani Pap smear?

Semua wanita yang pernah berhubungan seksual disarankan untuk menjalani tes Pap smear setidaknya sekali dalam 3 tahun atau seperti yang diperintahkan oleh dokter Anda. Kanker leher rahim (serviks) ketika terdeteksi dini sangat dapat disembuhkan. Saya telah didiagnosis menderita kanker leher rahim (serviks). Saya perlu radioterapi. Apakah itu berarti saya tidak dapat melakukan hubungan seksual lagi? Ya, Anda masih dapat melakukan hubungan seksual setelah radioterapi. Anda akan diberitahu metode untuk menjaga agar vagina tetap basah dan bagaimana mencegah vagina terlalu ketat sehingga hubungan seksual tidak sulit atau menyakitkan. Apakah kanker leher rahim (serviks) menular? Kanker leher rahim itu sendiri tidak menular. Namun, virus yang diduga menyebabkan kanker ditularkan dari satu orang ke orang lain selama hubungan seksual.