Anda di halaman 1dari 56

TUMOR OTAK

TUMOR OTAK
Tumor primer

astrosit, oligodendrosit, ependimosit (glioma), arachnoid fibroblast (meningioma); neuroblastmedulloblast; dan pineocyt Tumor sekunder tumor metastatik (paru, mammae , kolon ) dan lymphoma Dapat tumbuh pada intra kranial, spinal kord dan selaput otak Pertumbuhan dan invasi tumor berbeda-beda glioblastoma malignant, invasif, progresif 2 kompresiv meningioma benigna, slow progresif dan

Prognosis tumor otak menurut National Cancer Data Base

Beberapa faktor penyebab


Genetik penyimpangan gen tumor primer (gene p 53), mutasi retinoblastoma Kongengital dari jaringan vestigial Teratoma, kranifaringioma, lipoma dan kordoma Usia Pinealoma, medulloblastoma < 20 thn, meningioma dan glioblastoma sering > 50 thn Karsinogen Hidrokarbon dan nitrosamin Head injury, infeksi, toksin, radiasi Virus Epstein barr virus lymphoma of the brain (oncogenesis)

Faktor resiko tumor SSP


Definitive ionizing radiation immune supression (HIV infection) Possible Electromagnetic field (high tension wires, cellular telepon) Diets (N-nitroso compounds, Aspartame) Occupation (petroleum industry, agricultural pesticides) Household chemicals (hairdyes and sprays, household pesticides) Head injury Medication (vitamin) Infections (Cysticercosis, varicella zoster, 5 SV 40

PATO FISIOLOGI
Cavum kranii disusun oleh : Jaringan otak ( 1400 gr ) Cairan serebrospinal ( 75 cc ) Darah ( 75 cc ) Ketiga komponen ini setiap saat stabil Hukum Monroe Kellie jaringan otak LCS darah adalah suatu konstanta Tumor serebri menggeser CSF, darah, dan atropi otak akibat peninggian TIK Tumor otak edema serebri (vasogenik edema ) dan herniasi serebri
6

NORMAL BRAIN

KLASIFIKASI
I Berdasarkan lokasi 1. Supratentorial 2. Infra tentorial 3. Medulla spinalis II Berdasarkan jenis 1. Glioma 2. Non glioma

TUMOR OTAK
SUPRA TENTORIAL
Glioma Meningioma Metastase

INFRA TENTORIAL Schwannoma acusticus Metastase Meningioma Hemeangiblastoma


9

Tumor medulla spinalis


Ekstra dural metastase Intra dural Ekstra medulla : Meningioma Neurofibroma Intra medulla : Ependimoma Astrositoma

10

A glioma of the anterior corpus callosum A' glioma of the brainstem B meningioma compressing but not invading the brain C medulloblastoma involving the vermis of the cerebellum D pinealoma compressing the rectum of the brainstem E chordoma of the clivus compressing the brainstem F pituitary adenoma G lymphoma involving the splenium of the corpus callosum H colloid cyst of the Foramen of Monro I metastasis to the brain

GAMBARAN KLINIS

LOKASI TUMOR

PENIGGIAN TIK

HERNIASI

12

PATOGENESE PENINGGIAN TEKANAN INTRA KRANIAL


Mekanisme I Umum penambahan

volume dlm intra kranial oleh jaringan tumor, dan ini dapat ditambah oleh edema vasogenik peri tumor, perdarahan intra tumor (4%) Mekanisme II Tumor otak obstruksi CSF Hidrosefalus, bisa juga disebabkan tumor intra ventrikuler (colloid cyst) atau kompressi sekunder/distorsi ekstra ventrikuler/sisternal pathway CSF oleh perluasan lesi parenkim
13

EDEMA SEREBRI
Vasogenic edema terutama pada tumor serebri,

didapati kerusakan BBB dan peningkatan permeabilitas capiler Cytotoxic edema (celluler edema) pada acut serebral iskemik gangguan Na K pump sel membengkak mengandung air dan Na. BBB masih intack Intertitial edema hidrosefalus CSF masuk dalam ekstra selluler, cairan menumpuk pada periventricular white matter. BBB dan Na K pump masih intack

14

VASOGENIC EDEMA

15

CYTOTOXIC EDEMA

16

Herniasi pada tumor otak


Kompresi diensefalon ke lateral ( sindroma unkus ) Kompresi sentral rostrokaudal ke batang otak Herniasi serebelum ke foramen magnum gangguan kesadaran

17

HERNIASI SEREBRI

18

Pemeriksaan fisik diagnostik


Funduskopi papil edema Kepala membesar, sutura melebar Hipertensi , bradikardi ( kronik ) Gangguan irama dan pola pernafasan Pada anak anak, perkusi Crack pot

sound, suara bising pada auskultasi ( tumor jaringan vaskuler )

19

Tumor lobus frontalis


Generalized seizure Focal motor seizure Expressive aphasia Behavioral changes Dementia Gait disorders, incotinentia Hemiparesis

20

Tumor pre sentralis


Kejang fokal kontra lateral Hemiparese Paraparese ( tumor falk serebri )

21

Tumor lobus temporalis


Uncinate fit Hemianophia kwadran atas Halusinasi auditorik Tinitus Afasia sensorik Afraksia

22

Tumor lobus parietalis


gangguan sensorik ataksia sensorik astreognosis

23

Tumor lobus oksipitalis


sakit kepala regio oksipital gangguan penglihatan agnosia visual

24

Tumor pada korpus kolosum


Dementia (anterior) Behavioral change Memory loss (posterior) Asymptomatic (mid)

25

Tumor mesensefalon
gang konjugasi bola mata pupil anisokor tremor, nistagmus, ataksia spastisitas hidrosefalus
26

Tumor pons & medula oblongata


parese n VI nyeri kepala vertigo diplopia hemiparese alternan

27

Tumor serebelum
hidrosefalus ataksia ipsilateral vertigo

28

Cerebello-pontine angle
Deafness ipsilateral Loss of facial sensation (ipsilateral) Facial weakness (ipsilateral) Ataxia

29

DIAGNOSIS
anamnese pemeriksaan fisik pemeriksaan neurologik pemeriksaan radiologi

30

SCHEDULE FOTO ( FOTO POLOS TENGKORAK)


impresio digitae pelebaran sutura pelebaran fosa hipofise & destruksi tulang ( tumor hipofise ) pengapuran lokal ( glioma ) atropi tulang lokal ( meningioma ) hiperostosis lokal ( meningioma ) pengapuran gland pinealis
31

CT SCAN KEPALA & MRI


gambaran lebih jelas melihat edema melihat pergeseran midline melihat jenis tumor menentukan ukuran tumor
32

DIAGNOSA BANDING
ABSES OTAK HEMATOM INTRA SEREBRAL POST MENINGITIS INFARK OTAK

33

TERAPI
edema serebri deksametason 4 mg / 6 jam manitol 0,5 1 mg / kg bb kejang penitoin 1 gr iv, lanjutkan 500 mg/12 jam operatif kemoterapi radioterapi
34

tumor meningioma, akustik neurinoma pengangkatan / operatif dengan komplek meningioma basis kranii ( fossa post, tuberkulum sellae), dgn infiltrasi tulang eksisi parsil radio terapi glioma biopsi dan eksisi parsil radioterapi 5000 rad, 3 4 minggu + kemoterapi, khusus glioblastoma multiform lakukan sampai beberapa bulan

35

TERAPI
Primary cerebral lymphoma intra venous methotrexate dan respon dengan radiotrapi Tumor menyebabkan hydrosefalus kombinasi operasi dan radioterapi

36

Jenis-jenis tumor otak

37

BENIGN MENINGIOMA
Rata rata onset usia 62 tahun Insiden : 2.63 / 100.000 / thn 25 % intra kranial dan 25 % intra spinal Intra kranial : rasio laki/wanita 2 : 1, Spinal 9 : 1 Asal sel dari sel sel arachnoid

38

LOKASI BENIGN MENINGIOMA


Parasagittal tumor 30 40 % Sphenoid wing tumor 15 20 % Olfactory groove or planum sphenoidale 10 % Suprasellar tumor 10 % Falcine tumor 5 % Dapat juga dijumpai pada jaringan mening, sinus cavernosus, clivus, for magnum, trigone ventrikel latelalis, optic nerve sheath Spinal meningioma sering pada thoracal dan cenderung lateral

39

Gejala klinis meningioma


Bergantung pada lokasi Lobus frontal dapat tumbuh besar dengan silent gejala kilinis Pada dasar dura dgn pertumbuhan lambat memberikan gejala kejang, sakit kepala Meningioma pada dasar tengkorak Skull base syndromes ( superior orbital fissurre, cavernous sinus, jugular foramen syndrome)

40

Gambaran radiologis meningioma


CT Scan enhancemen homogen, lesi dasar dura dengan dural tail, dijumpai peritumoral edema, 15 20 % calsifikasi. Hiperostosis tulang, perdarahan jarang MRI Hiperintense pada T2, pada kalsifikasi hipointense T2. MRI lebih jelas menentukan struktur vaskular, identifikasi oklusi dural sinus dan melihat lesi sekunder Melihat DD dural metastase, CNS sarcoma dan chloroma
41

Tumor otak terutama meyebabkan peninggian TIK dan hidrosefalus


Medulloblastoma dan cystic astrositoma dari pada serebelum Ependimoma dan papiloma choroid plexus Hemangioma dpd serebelum Pinealoma Coloid cyst dpd ventrikel III Craniopharingioma Gliomatosis serebri
42

Medulloblastoma dan cystic astrositoma dari serebelum


Terutama pada anak 4 8 thn Gejala awal muntah, sakit kepala, lesu Gejala lanjut lenggang ataksia, mudah jatuh, papil edema

43

Ependimoma dan papilloma dari chroid plexus


Klinis hampir sama dgn medulloblastoma 2 / 3 pasien peniggian TIK Dapat disertai muntah, disfagi, parastesi ektremitas, vertigo

44

Hemangioma dari serebelum


Dominant inheritance Sering bersamaan dengan retinal angioma dan polisitemia Dapat berkembang lesi multiple pada spinal kord dan syringomieli

45

Pinealoma
Onset pada masa remaja dan dewasa Didapati tanda-tanda peninggian TIK Paralisis upward gaze dan pupil terfiksasi

terhadap cahaya (Parinaud syndroma)

46

Colloid cyst dari ventrikel III


Tanda-tanda intermitten atau persisten peninggian TIK ( headache) Hidrosefalus

47

Craniopharyngioma
Pada anak-anak dan remaja perlambatan kematangan seksual dan pertumbuhan, diabetes insipidus dgn hilangnya visus Dewasa hilangnya visus, tanda-tanda hidrosefalus, tanda-tanda hipotalamik

48

Gliomatosis serebri
Infiltrasi diffuse pada hemisfer serebri Meluas menyeberangi korpus kollosum Apathis, demensia, tanda fokal frontal

49

Tumor serebri dengan gejala ggn fungsi mental, sakit kepala, kejang
Glioblastoma multiform dan anaplastik

astrositoma Astrositoma low grade Oligodendroglioma Ependimoma Meningioma Primary serebral lymphoma Metestatik karsinoma

50

Glioblastoma multiform dan anaplastik astrositoma


20 % dari semua tumor intra kranial 55 % dari semua glioma Terutama pada hemisfer serebri Infiltratif Survival 12 bulan pada bbrp kasus

51

Astrositoma low grade


25-30 % dari serebral glioma Dewasa hemisfer serebri Anak-anak batang otak dan serebelum Pertumbuhan lambat Cendrung membentuk kista Survival beberapa tahun

52

Oligodendroglioma
5-7 % dpd intrakranial glioma Tempat yang umum pd lobus temporalis Pertumbuhan lambat Survival bbrp tahun pada low grade Dapat kalsifikasi Sering bercampur dgn astrositoma Respon dengan kemoterapi
53

Ependimoma
Tempat ventrikel IV (terutama anak) Dapat juga pada konus medularis dan filum terminalis Survival tergantung pada derajat dari pada anaplasia

54

Primary cerebral lymphoma


Lokasi sering dekat ventrikel Biasanya dijumpai pada dewasa Pada CSF limfosit, mononuclear dan selsel tumor Median survival < 30 bulan Dapat diterapi dgn kortikosteroid, radiasi dan kemoterapi metotrexat

55

Metastatik karsinoma
Ada 3 macam 1. Otak berasal dari paru, payudara, melanoma, kolon, ginjal. 2. Tengkorak dan dura primer ca payudara, prostat, myeloma. 3. Meningeal karsinomatosis atau leukemik infiltration dpd leptomening dan kranial serta spinal nerve roots

56