Anda di halaman 1dari 39

PERTUMBUHAN EMBRYO

WAKTU SEL OVUM BERTEMU DENGAN SPERMATOZOA, MUNGKIN ADA BEBERAPA SPERMATOZOA YANG MASUK KEDALAM CORONA RADIATA, NAMUN HANYA SATU DIANTARANYA YANG DAPAT MEMBUAHI OVUM. SETELAH ADA SPERMATOZOA YANG MASUK, DINDING OVUM MENGALAMI PERUBAHAN SEHINGGA TIDAK DAPAT DIMASUKI SPERMATOZOA LAGI. INTI SEL SPERMATOZOA DAN INTI SEL OVUM BERSATU SEHINGGA JUMLAH CHROMOSOME MENJADI 46. SEL OVUM (ZYGOTE) AKAN MEMBELAH MENJADI 2 LALU MEMBELAH LAGI MENJADI 4 DAN SETERUSNYA.

INTI SEL MEMBELAH JADI DUA

MORULA

ZYGOTE YANG TERDIRI DARI SEKUMPULAN SEL DISEBUT MORULA. MORULA AKAN BERGERAK MASUK KEDALAM UTERUS UNTUK BER NIDASI (2 3 HARI). KEMUDIAN DALAM MORULA TERBENTUK SUATU RONGGA YANG DISEBUT EXOCOELOM, LETAKNYA TIDAK DITENGAH TAPI ECCENTRIC SEHINGGA TERBENTUK 2 LAPISAN SEL, YANG DILUAR DISEBUT TROPHOBLAST DAN DISEBELAH DALAM DISEBUT NODUS EMBRYONALE (INNER CELL MASS ) YANG KELAK MENJADI JANIN. PADA STADIUM INI ZYGOTE DISEBUT BLASTOCYST. MASUKNYA ZYGOTE KEDALAM DECIDUA DISEBUT NIDASI. NIDASI TERJADI + 6 HARI SETELAH FERTILISASI TEMPAT NIDASI BIASA DIDINDING DEPAN ATAU BELAKANG DIDEKAT FUNDUS UTERI

DAY 5 BLASTOCYST T = TROPHOBLAST C = BLASTOCOEL CAVITY C = INNER CELL MASS

71/2 HARI SETELAH FERTILISASI, INNER CELL MASS (EMBRYONIC DISC) BERDIFERENSIASI MENJADI LAPISAN TEBAL DARI ECTODERM DAN ENTODERM DIBAWAHNYA. DIDALAM EMBRYONIC DISC MUNCUL SEL2 YANG MENGELILINGI RUANGAN YANG KELAK AKAN MENJADI AMNION. SEL YANG MEMBATASI RUANG INI DISEBUT ECTODERM KIRA2 PADA WAKTU YANG SAMA, DIBAWAH AMNION TIMBUL RONGGA YAITU YOLK SAC YANG KELAK AKAN MENJADI TRACTUS INTESTINALIS

DIANTARA LAPISAN ECTODERM DAN ENTODERM TUMBUH LAPISAN SEL YANG MELIPUTI EXOCOELOOM, AMNION DAN YOLK SAC DISEBUT LAPISAN MESODERM. TROFOBLAS YANG SEKARANG DILIPUTI MESODERM DISEBUT CHORION. EMBRYONAL DISC AKAN MENONJOL KEDALAM AMNION. EMBRYO DAN CHORION DIHUBUNGKAN OLEH SEBUAH TANGKAI (BODY STALK) YANG KELAK AKAN MENJADI TALIPUSAT RUANG AMNION MAKIN LAMA MAKIN BESAR SEHINGGA AMNION YANG SEBELAH LUARNYA DILAPISI MESODERM MERAPAT DENGAN CHORION

CHORION YANG MULA2 HANYA TERDIRI DARI 1 LAPISAN KEMUDIAN MENJADI 2 LAPISAN : - LAPISAN DALAM YANG BERHUBUNGAN DENGAN MESODERM TERDIRI DARI SEL2 BERBATAS TEGAS DISEBUT CYTOTROPHOBLAST. - LAPISAN LUAR YANG BERBATASAN DENGAN DECIDUA TERDIRI DARI SEL2 TANPA BATAS SEL DISEBUT SYNCYTIOTROPHOBLAST CHORION YANG BERADA DIBAWAH DECIDUA CAPSULARIS TIDAK MEMPUNYAI VILLI DISEBUT CHORION LAEVE. CHORION YANG MASUK KE DECIDUA BASALIS MEMPUNYAI BANYAK VILLI DISEBUT CHORION FRONDOSUM

ENDOMETRIUM YANG BERUBAH KARENA PENGARUH KEHAMILAN DISEBUT DECIDUA. DECIDUA TERDIRI DARI 3 LAPISAN : 1. STRATUM COMPACTUM YANG PADAT 2. STRATUM SPONGIOSUM, MENGANDUNG BANYAK KELENJAR DAN PEMBULUH DARAH LEBAR. 3. STRATUM BASALIS, TIDAK BERUBAH.

DENGAN ADANYA ZYGOTE DIDALAM DECIDUA MAKA DECIDUA TERBAGI DALAM : 1. YANG TERDAPAT DIANTARA ZYGOTE DAN DINDING UTERUS DISEBUT DECIDUA BASALIS. 2. DIANTARA ZYGOTE DAN CAVUM UTERI DISEBUT DECIDUA CAPSULARIS. 3. YANG TIDAK TERBAGI OLEH ZYGOTE DISEBUT DECIDUA VERA.

LAMA KEHAMILAN
= 266 HARI DARI OVULASI ATAU 280 HARI DARI H.T. CARA MENGHITUNG TAKSIRAN PARTUS: HARI + 7 BULAN + 9/ - 3 TAHUN + 0/1 CONTOH : 26 - 5 - 2009 ---- 05 3 2010 11- 1 2009 ------ 18 10 2009 HITUNGAN DIATAS BERDASARKAN SIKLUS HAID 28 HARI, KALAU LEBIH/KURANG MAKA HARINYA DITAMBAH/DIKURANGI.

0 -2 MINGGU = ZYGOTE 3 5 MINGGU = EMBRYO 5 MINGGU = FETUS

PERKEMBANGAN FETUS
AKHIR 1 BULAN : BADAN SANGAT MELENGKUNG, 7,5- 10 MM. KEPALA 1/3 EMBRYO. BAKAL JANTUNG SUDAH BERDENYUT. AKHIR 2 BULAN : 2,5 CM. MUKA MANUSIA. PUNYA LENGAN & TUNGKAI. AKHIR 3 BULAN : 7 9 CM. THE CROWN-RUMP LENGTH OF THE FETUS IS 6 TO 7 CM. PUSAT PERTULANGAN TELAH TIMBUL DI HAMPIR SEMUA TULANG FETUS. the fingers and toes have become differentiated. Skin and nails have developed and scattered rudiments of hair appear. The external genitalia are beginning to show definitive signs of male or female gender. The fetus begins to make spontaneous movements. AKHIR 4 BULAN : BERGERAK HALUS.

AKHIR 4 BULAN: 10-17 CM. BERAT 100 G. ALAT KELAMIN LUAR SUDAH DPT DITENTUKAN. LANUGO. GERAK ANAK DPT DIRASAKAN IBU. BERGERAK HALUS. AKHIR 5 BULAN : 18-27 CM. 300 GR. MULAI BERNAPAS. AKHIR 6 BULAN : 28-34 CM. 600 GR. KULIT KERIPUT. VERNIX CASEOSA. AKHIR 7 BULAN : 35-38 CM. +/- 1000 GR. DAPAT HIDUP DILUAR.

AKHIR 8 BULAN : 42,5 CM. 1700 GR. KULIT MERAH & KERIPUT.

AKHIR 9 BULAN : 46 CM. 2500GR. KULIT TIDAK KERIPUT.


AKHIR 10 BULAN : MATUR (A TERME). 50 CM. 3000 GR. LAKI2 > PEREMPUAN. TAK ADA LANUGO. SCROTUM TERISI TESTIS. LABIA MAJORA MENUTUPI LABIA MINORA.

7 MONTH BABY

9 month baby

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN JANIN


FAKTOR IBU :
TINGGI BADAN ; KEADAAN GIZI ; TINGGI TEMPAT TINGGAL PENGISAP ROKOK ; KELAINAN PEMBULUH DARAH KELAINAN UTERUS

FAKTOR JANIN :
JENIS KELAMIN ; KELAINAN GENETIK ; INFEKSI VIRUS INTRAUTERIN ; KELAINAN CONGENITAL ; ANAK KEMBAR

FAKTOR PLACENTA :
INSUFFISIENSI PLACENTA
PLACENTAL INDEX = BERAT PLACENTA DIBAGI BERAT BAYI

PLACENTAL INDEX
= BERAT PLACENTA DIBAGI BERAT BAYI
PADA HAMIL MUDA PLACENTAL INDEX TINGGI, KEMUDIAN MENURUN SAMPAI MINGGU KE 36 LALU MENURUN LAGI DENGAN SANGAT LAMBAT SANPAI MINGGU KE 38 LALU TETAP. MINGGU KE 28 P I = 0.25 MINGGU KE 38 P I = 0.15 BERAT PLACENTA NORMAL 300-500 GR.

KEPALA ANAK
KEPALA ANAK SANGAT PENTING PADA PERSALINAN, KARENA UKURANNYA YANG BESAR DAN KERAS. KALAU KEPALA DAPAT MELALUI JALAN LAHIR, MAKA SELURUH TUBUH ANAK DAPAT LAHIR DENGAN MUDAH

TULANG KEPALA

1. 2. 3. 4.

BAGIAN MUKA :
OS NASALE OS ZYGOMATICUM (2) OS MAXILLARE OS MANDIBULARE TULANG2 INI MELEKAT ERAT SATU SAMA LAIN

1. 2. 3. 4.

BAGIAN TENGKORAK :
OS FRONTALE (2) OS TEMPORALE (2) OS PARIETALE (2) OS OCCIPITALE ANTARA TULANG2 INI TERDAPAT SELA TENGKORAK (SUTURA)

SUTURA.
1. SUTURA SAGITTALIS : ANTARA OS PARIETALE KANAN KIRI 2. SUTURA CORONARIA : ANTARA OS FRONTALE DAN OSSIS PARIETALIS 3. SUTURA LAMBDOIDEA : ANTARA OS OCCIPITALE DENGAN KEDUA OS PARIETALIS 4. SUTURA FRONTALIS : ANTARA OS FRONTALIS KANAN KIRI.

UBUN-UBUN (FONTICULUS).
1. UBUN2 BESAR (FONTICULUS MAJOR):
BERBENTUK SEGI EMPAT, MERUPAKAN PERTEMUAN ANTARA 4 SUTURA : SUTURA SAGITTALIS SUTURA CORONARIA KANAN KIRI DAN SUTURA FRONTALIS

2. UBUN2 KECIL (FONTICULUS MINOR)


BERBENTUK SEGITIGA, TEMPAT PERTEMUAN ANTARA : SUTURA LAMBDOIDEAA DAN SUTURA SAGITTALIS

UKURAN KEPALA BAYI


UKURAN MUKA BELAKANG : 1. DIAMETER SUBOCCIPITO-BREGMATICA : DARI FORAMEN MAGNUM KE UBUN2 BESAR = 9.5 CM. UKURAN MUKA BELAKANG TERKECIL. MELALUI JALAN LAHIR PADA SIKAP HYPERFLEKSI. 2. DIAMETER SUBOCCIPITO-FRONTALIS : DARI FORAMEN MAGNUM KE PANGKAL HIDUNG = 11 CM. MELALUI JALAN LAHIR PADA SIKAP FLEKSI SEDANG.

UKURAN MUKA BELAKANG :


3. DIAMETER FRONTO-OCCIPITALIS : DARI PANGKAL HIDUNG KETITIK TERJAUH DIBELAKANG KEPALA = 12 CM. MELALUI JALAN LAHIR PADA LETAK PUNCAK KEPALA. 4. DIAMETER MENTO-OCCIPITALIS : DARI DAGU KETITIK TERJAUH DIBELAKANG KEPALA = 13.5 CM. UKURAN MUKA BELAKANG TERBESAR. MELALUI JALAN LAHIR PADA LETAK DAHI. 5. DIAMETER SUBMENTO-BREGMATICA DARI BAWAH DAGU(OS HYOID) KE UBUN2 BESAR = 9.5 CM. UKURAN INI MELALUI JALAN LAHIR PADA LETAK MUKA

UKURAN MELINTANG
DIAMETER BIPARIETALIS = 9 CM. PADA LETAK BELAKANG KEPALA UKURAN INI MELALUI DEPAN BELAKANG PINTU ATAS PANGGUL.
DIAMETER BITEMPORALIS = 8 CM. PADA LETAK DEFLEKSI, UKURAN INI MELALUI CONJUGATA VERA

UKURAN LINGKARAN
CIRCUMFERENTIA SUBOCCIPITOBREGMATICA .. 32 CM CIRCUMFERENTIA FRONTOOCCIPITALIS ... 34 CM CIRCUMFERENTIA MENTOOCCIPITALIS .

35 CM

FISIOLOGI JANIN
SEJAK SEMULA EMBRYO HARUS MENGAMBIL MAKANAN DARI IBI KARENA KUNING TELUR (YOLK SAC) SANGAT SEDIKIT. SETELAH IMPLANTASI EMBRYO MENDAPAT MAKANAN DARI ENDOMETRIUM YANG DIHANCURKAN OLEH ENZYM TROFOBLAST SELANJUTNYA JANIN MENDAPAT MAKANAN DARI DARAH IBU.

PEREDARAN DARAH JANIN


DARAH JANIN MENGALIR KE PLACENTA MELALUI AA. UMBILICALES DAN DI PLACENTA MENDAPAT MAKANAN DARI DARAH IBU. DARAH MASUK KEDALAM TUBUH ANAK MELALUI VENA UMBILICALIS YANG SETELAH MELALUI KULIT JANIN BERCABANG DUA. CABANG YANG KECIL BERSATU DENGAN VENA PORTA MASUK KEHEPAR LALU KELUAR MELALUI V. HEPATICA MASUK KEDALAN V. CAVA INFERIOR. CABANG SATUNYA : DUCTUS VENOSUS ARANTII LANGSUNG MASUK KEDALAM V. CAVA INFERIOR

VENA CAVA INFERIOR MENGANDUNG DARAH BERSIH YANG BERASAL DARI VENA HEPATICA DAN DUCTUS VENOSUS ARANTII BERCAMPUR DENGAN DARAH KOTOR YANG BERASAL DARI BAGIAN BAWAH TUBUH. DARAH DARI ATRIUM KANAN SEBAGIAN MELALUI FORAMEN OVALE KE ATRIUM KIRI DAN SEBAGIAN LAGI MASUK KE VENTRIKEL KANAN. DARAH DARI VENTRIKEL KANAN MASUK KE A. PULMONALIS KEPARU TETAPI SEBAGIAN MASUK KE AORTA MELALUI DUCTUS ARTERIOSUS BOTALLI. DARAH DARI PARU MELALUI VENA PULMONALIS MASUK KE ATRIUM KIRI DAN SELANJUTNYA KE AORTA.

DARAH YANG MASUK KEPARU HANYA SEDIKIT KARENA HANYA UNTUK MEMBERI MAKANAN BAGI JARINGAN PARU, BUKAN UNTUK PERTUKARAN ZAT. DARAH DARI AORTA MENYEBAR KESELURUH TUBUH TETAPI SEBAGIAN BESAR MELALUI A. HYPOGASTRICA MASUK KE VENA UMBILICALIS LALU KE PLACENTA. DARAH DALAM TUBUH JANIN MERUPAKAN DARAH CAMPURAN.

SETELAH ANAK LAHIR, PARU MENGEMBANG SEHINGGA TEKANAN DIDALAM A. PULMONALIS MENURUN, MAKA BANYAK DARAH MENGALIR KE PARU. KARENA DARAH TERHISAP KEPARU MAKA DUCTUS BOTALLI TIDAK MENDAPAT DARAH DAN AKAN TERTUTUP 1-2 MENIT SETELAH BAYI BERNAPAS. DENGAN DIIKATNYA TALI PUSAT, MAKA DARAH YANG MASUK KEDALAM V. CAVA INFERIOR BERKURANG SEHINGGA TEKANAN DALAM ATRIUM KANAN JUGA BERKURANG, SEBALIKNYA TEKANAN DALAM ATRIUM KIRI NAIK KARENA BERTAMBAHNYA DARAH YANG DATANG DARI PARU MAKA FORAMEN OVALE TERTUTUP. SISA DUCTUS BOTALLI MENJADI LIGAMENTUM ARTERIOSUM, SISA DUCTUS ARANTII MENJADI LIG. TERES HEPATIS DAN SISA AA. UMBILICALES MENJADI LIG. VESICO UMBILICALIS LATERALIS KANAN DAN KIRI.

HEMOGLOBIN JANIN
KARENA DARAH DALAM TUBUH JANIN MERUPAKAN DARAH CAMPURAN, MAKA O2 JANIN LEBIH RENDAH DIBANDING ORANG DEWASA. SEBAGAI KOMPENSASI, PEREDARAN DARAH JANIN LEBIH CEPAT, KADAR Hb TINGGI DAN JUMLAH ERYTHROCYT LEBIH BANYAK. Hb JANIN (Hb F) BERBEDA DARI Hb ORANG DEWASA (Hb A), DIBUAT DIHATI, LEBIH MUDAH MENGIKAT DAN MELEPASKAN O2 . SELURUH Hb JANIN AKAN DIGANTI DENGAN Hb DEWASA PADA UMUR 4 BULAN ATAU LEBIH.

END