Anda di halaman 1dari 6

ADMINSTRASI PEMERINTAHAN DAERAH TUGAS PRIBADI MAKALAH

Keterangan

: 1. Jlh Halm Min 12 2. Spasi 1,5 Times New Roman 12

Judul ( Pilih Salah Satu) 1. Reformasi Birokrasi diera otonomi daerah ( Ide dan Realita) 2. Pentingnya kualitas pelayanan dalam good government 3. Penataan kelembagaan daerah otonomi daerah 4. Sinengilitas Kelembagaan Publik dengan dunia usaha dan masyarakat sipil 5. Pentingnya kontrol sosial dalam proses pembangunan 6. Rensra sebagai pilihan pembangunan daerah 7. Peluang dan tantangan Adminstrasi Pemerintahan dalam perspektif prularisme 8. Peluang dan tantangan Adminstrasi Pemerintahan dalam perspektif kultural 9. Model hubungan pusat dan derah dimasa depan 10. Desentralisasi kewenangan politik kelembagaan pemerintah daerah 11. Tata hubungan kerja antara lembaga pemerintah daerah
http://www.ditjen-otda.depdagri.go.id/index.php/edisi-khusus/139-birokrasi-di-era-otonomi-daerah http://sospol-fisip.blogspot.com/2012/06/makalah-reformasi-birokrasi.html http://takedaoz.blogspot.com/2011/10/konsep-birokrasi-menurut-max-weber.html http://www.scribd.com/doc/78983684/PENGERTIAN-REFORMASI http://tugas-akuntansi.blogspot.com/2011/12/ringkasan-otonomi-daerah.html pembahasan pembahasan

KONSEP SENTRALISASI, DESENTRALISASI, DEKONSENTRASI, DAN TUGAS PEMBANTUAN


KONSEP SENTRALISASI, DESENTRALISASI, DEKONSENTRASI, DAN TUGAS PEMBANTUAN

Pemerintah menerapkan konsep Otonomi Daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan harapan agar pemerintah daerah dapat mengelola daerahnya sendiri dengan lebih baik, efisien, adil, dan merata untuk mencapai tujuan negara. Selain itu, otonomi daerah juga diterapkan dalam rangka tercapainya suatu bangsa yang lebih demokratis dan sistem pemerintahan yang lebih responsif. Dimana dalam pelaksanaannya, otonomi daerah tidak akan terlepas dari konsep sentralisasi, desentralisasi, dekonsentrasi, dan tugas pembantuan yang keseluruhannya merupakan satu rangkaian kesatuan (kontinum). A. Sentralisasi Sentralisasi adalah pemusatan semua kewenangan pemerintahan (politik dan administrasi) pada pemerintah pusat. Dimana kewenangan administrasi adalah kewenangan melaksanakan kebijakan, sedangkan kewenangan politik, yaitu kewenangan membuat kebijakan. B. Desentralisasi Berdasarkan UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Bab I Pasal 1 ayat 7, Desentralisasi adalah penyerahan wewenang pemerintahan oleh Pemerintah kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.

JHA Logemann membagi desentralisasi menjadi dua macam, yaitu: 1. Dekonsentrasi atau desentralisasi jabatan, yaitu pelimpahan kekuasaan dari alat perlengkapan negara tingkatan lebih atas kepada bawahannya guna melancarkan tugas pemerintah. Misalnya, pelimpahan menteri kepada gubernur, dari gubernur kepada bupati/walikota, dan seterusnya secara berjenjang. 2. Desentralisasi ketatanegaraan atau desentralisasi politik, yaitu pelimpahan kekuasaan perundangan dan pemerintahan kepada daerah-daerah otonom dalam lingkungannya. Dalam desentralisasi politik rakyat dengan menggunakan dan memanfaatkan saluran-saluran tertentu (perwakilan) ikut serta di dalam pemerintahan, dengan batas wilayah masing-masing. Desentralisasi ini dibedakan menjadi dua, yaitu: a. Desentralisasi Teritorial (Kewilayahan), yaitu penyerahan kekuasaan untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri (autonomie), batas pengaturannya adalah daerah. Desentralisasi teritorial mengakibatkan adanya otonomi pada daerah yang menerima penyerahan. Dimana daerah otonom tersebut dapat menentukan sendiri kebijakan daerahnya, kecuali kebijakan dalam bidang: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Politik Luar Negeri Pertahanan Keamanan Peradilan Moneter Fiskal Agama

yang merupakan kajian wewenang pemerintah pusat.

b. Desentralisasi Fungsional, yaitu pelimpahan kekuasaan untuk mengatur dan mengurusi fungsi tertentu. Batas pengaturan ini adalah jenis fungsi. Konsep desentralisasi secara umum dapat dikategorikan ke dalam dua perspektif utama, yakni perspektif desentralisasi politik dan perspektif desentralisasi administratif (desentralisasi birokrasi). Perspektif desentralisasi politik mendefinisikan desentralisasi sebagai devolusi kekuasaan (devolution of power), dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Sementara perspektif desentralisasi administrasi mendefinisikan desentralisasi sebagai delegasi wewenang administratif (administrative authority), dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah atau disebut juga dengan dekonsentrasi. Adanya perbedaan antara kedua perspektif dalam mendefinisikan desentralisasi tersebut, telah memiliki implikasi pada perbedaan dalam merumuskan tujuan utama yang hendak dicapai. Perspektif desentralisasi politik menekankan bahwa tujuan utama dari desentralisasi adalah untuk mewujudkan demokratisasi di tingkat lokal sebagai persamaan politik, akuntabilitas lokal, dan kepekaan lokal. Di sisi lain, Perspektif desentralisasi administrasi lebih menekankan pada aspek efisiensi penyelenggaraan pemerintah daerah dan pembangunan ekonomi di daerah, sebagai tujuan utama dari desentralisasi. Selain memiliki beberapa perbedaan mendasar, Perspektif desentralisasi politik dan desentralisasi administrasi juga memiliki persamaan, yakni kedua perspektif desentralisasi tersebut mendudukkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai bagian dari faktor penentu bagi pencapaian tujuan desentralisasi.

Menurut Smith (1985) desentralisasi memiliki ciriciri: 1. Penyerahan wewenang untuk melaksanakan fungsi pemerintahan tertentu dari pemerintah pusat kepada daerah otonom. 2. Fungsi yang diserahkan dapat dirinci atau merupakan fungsi yang tersisa (residual function). 3. Penerima wewenang adalah daerah otonom.

JUDUL TUGAS MK PERENCANAAN PEMBANGUNAN WILAYAH 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. Perencanaan desa di era reformasi ( Musa Orocomna / 100811132) Efisiensi kerja untuk pembangunan Negara ( Jenifer Mandey / 100811062 Efisiensi waktu untuk mengejar ketinggalan ketinggalan Indonesia ( Cresensia Wilar / 100811109) Tujuan pembangunan dan pencapaiannya (Fachri Husain / 100811101) Pertimbangan umum ekologi dalam pembangunan ( Kristanto Supari / 100811107 ) Pembangunan daerah tropik lembab ( Fiolita Motoh / 100811079 ) Pembangunan tanah peternakan di daerah semi kering dan sub lembab (Daniel Rewah / 100811009) Pembangunan pariwisata (Mirsadi Lalo / 100811115 ) Proyek pembangunan pertanian ( Kevin Wongkar/ 100811003) Proyek pembangunan pasu sungai ( Lidya Renyaan / 100811005) Strategi dan permasalahan pembangunan ( Yeltsin Thomas / 100811117 Rencana pembangunan di Indonesia ( Marseli Kalalo / 100811015) Konsep perencanaan pembangunan ciri dan tujuannya ( Edy Haji / 100811076) Proses pembangunan nasional ( Yonadap Ajamsaru / 100811110 Pengembangan pemikiran tentang teori pembangunan nasional ( Enggelion Kansige / 100811112) Pengembangan pemikiran tentang strategi pembangunan nassional ( Kristofel Lasa / 100811150) Masalah masalah kerangka pendekatan ddan pola umum pembangunan di Indonesia ( Feiby Jacob / 100811039 Proses perencanaan dan pelaksanaan proyek pembangunan ( Brian Aring / 100811067) Desentralisasi dan koordinasi ( Mirando Rorong / 090811020) Perencanaan pembangunan dan pengelolaannya ( Mario Tawaris / 100811002) Manajemen pembangunan perkotaan dan pedesaan (Jumardi Liambana / 100811016 Pengumpulan data, pemantauan dan evaluasi dalam melaksanakan pembagunan strategi ( Meditran Ontorael / 100811118) Pengenalan wilayah perencanaan ( Wiwik Irianty/ 100811089 Analisis wilayah( Switika Bonde/ 080811 Analisis perencanaan berwawasan tujuan ( Michael Rumagit / 100811099)

Kumpul sebelum Semester