Anda di halaman 1dari 7

SISTEM REPRODUKSI Reproduksi bergantung pada penyatuan gamet pria dan wanita (sel reproduktif, atau germinativum), masing-masing

membentuk individu baru dengan set kromosom untuk membentuk individu baru dengan set kromosom yang lengkap.Sistem reproduksi pria dan wanita sangat berbeda. Sistem reproduksi pria dan wanita dirancang untuk memungkinkan penyatuan bahan genetik dari dua pasangan seksual, dan sistem wanita dilengkapi untuk menampung dan memelihara keturunan hingga tahap perkembangan yang memungkinkannya bertahan hidup secara independen di lingkungan eksternal. Organ reproduksi primer, atau gonad, terdiri dari sepasang testis pada pria dan sepasang ovarium pada wanita. Pada kedua jenis kelamin, gonad matur melaksanakan dua fungsi, yaitu (1) menghasilkan gamet (gametogenesis), yaitu spermatozoa (sperma) pada pria dan ovum (sel telur) pada wanita, dan (2) mengeluarkan hormone seks, secara spesifik., testosterone pada pria dan estrogen serta progesterone pada wanita. Selain gonad, sistem reproduksi pada kedua jenis kelamin mencakup saluran reproduksi yang mencakup suatu sistem duktus yang khusus mengangkut atau menampung gamet setelah dibentuk, plus kelenjar seks aksesorius (tambahan) yang mengosongkan isinya ke dalam saluran-saluran tersebut. Pada wanita, payudara juga dianggap sebagai organ seks aksesorius.

PERKEMBANGAN EMBRIONIK ORGAN REPRODUKSI


1. Organ reproduksi internal. Proses diferensiasi gonad menjadi testis atau ovarium dan perkembangan sistem saluran internal dimulai pada minggu keempat perkembangan embrionik dan akan selesai secara keseluruhan pada minggu kedua belas setelah fertilisasi. a. Sel benih primordial (sel kelamin primitive) yang kemudian terpisah dari sel lain pada minggu keempat perkembangan embrio, bermigrasi melalui agerakan amuboid pada minggu keenam menuju gonad primitive yang belum terdiferensiasi dalam dinding abdominal posterior embrio. (1) Gonad terbentuk dalam bubungan (ridge) gonadal (genital). Bubungan ini terletak di dekat duktus mesonefrik (Wolffian) yang mengalirkan cairan ginjal embrionik. (2) Duktus Mullerian (paramesonefrik) terbentuk dengan sendirinya di sepanjang duktus mesonefrik. b. Perkembangan testis. Jika genetic kelaminnya adalah laki-laki, gonad terbentuk menjadi testis yang memproduksi testosterone dan suatu inhibitor duktus Mullerian. (1) Testosteron menyebabkan penyatuan duktus mesonefrik menjadi sistem duktus reproduksi internal laki-laki. Pada kedua sisi, bagian-bagian duktus mesonefrik berubah menjadi epididimis, duktus deferen, duktus ejakulator, dan vesikel seminalis. (2) Inhibitor duktus Mullerian menyebabkan atrofi duktus Mullerian. c. Perkembangan ovarium. Jika genetic kelaminnya perempuan, gonad berkembang menjadi ovarium. Tanpa testosterone, duktus mesonefrik mengalami atrofi. Duktus mullerian berkembang menjadi tuba uterin (fallopi), uterus, dan bagian atas vagina. Pengaruh hormonal tidak diperlukan untuk perkembangannya.

2. Genitalia eksternal. Sampai sekitar minggu ketujuh kehidupan embrionik, genitalia eksternal tidak terdiferensiasi dan terdiri dari tuberkel genital, lipatan urogenital, dan pembengkakan labioskrotal. a. Pada laki-laki, karena pengaruh testosteron, tuberkel genital membentuk penis dan pembengkakan labioskrotal yang kemudian berisi testis setelah testis berdesenden dari rongga abdomen. (1) Penurunan testis (a) Gubernukulum adalah korda fibrosa pada sisi luar testis yang menghubungkannya ke pembengkakan labioskrotal. Seiring pertumbuhan embrio laki-laki, korda memendek. (b) Saat bulan ketujuh di intrauterus, sepasang kanal inguinal terbentuk dalam dinding abdominal untuk menyediakan jalur dari rongga pelvis ke skrotum. (c) Gubernakulum yang memendek ,menarik testis ke bawah melalui kanal inguinal ke dalam skrotum. Duktus deferen, pembuluh darah, saraf, dan pembuluh limfatik juga menyertai testis dan terbungkus dalam korda spermatik. (d) Jika kanal inguinal gagal menutup setelah testis berdesenden, atau jika area penutupan menjadi area yang melemah, maka sisi potensial hernia inguinal terbentuk. Hernia adalah protrusi visera melalui dinding abdominal yang lemah. (2) Kriptorkidisme adalah kegagalan salah satu atau kedua testis untuk berdesenden ke dalam kantong scrotal. Kondisi ini mengakibatkan infertilitas karena suhu inti tubuh terlalu tinggi untuk produksin normal sperma. b. Pada perempuan, tanpa pengaruh hormonal, tuberkel genital menjadi klitoris, lipatan urogenital menjadi labia minora, dan pembengkakan labioskrotal menjadi labia mayora.

ANATOMI ORGAN REPRODUKSI


1. ORGAN REPRODUKSI PRIA Organ Reproduksi Luar, terdiri dari : - Skrotum - Urethra - Penis a. Skrotum adalah kantong longgar yang tersusun dari kulit, fasia, dan otot polos yang membungkus dan menopang testis di luar tubuh pada suhu optimum untuk produksi spermatozoa. 1. Dua kantong scrotal. Setiap scrotal berisi satu testis tunggal, dipisahkan oleh septum internal. 2. Otot dartos adalah lapisan serabut dalam fasia dasar yang berkontraksi untuk membentuk kerutan pada kulit skrotal sebagai respons terhadap udara dingin atau eksitasi seksual. b. Urethra Merentang dari kandung kemih sampai ujung penis dan terdiri dari 3 bagian : 1. Urethra Prostatik : merentang mulai dari bagian dasar kandung kemih, menembus prostat dan menerima sekresi kelenjar tersebut. 2. Urethra Membranosa, panjangnya mencapai 1cm-2cm. Dikelilingi sfingter uretra eksternal. 3. Uretra penis (kavernosa,spongiosa) dikelilingi oleh jaringan erektil berspon. Bagian ini membesar ke dalam fosa navicularis sebelum berakhir pada mulut uretra eksternal dalam glans penis. c. Penis Terdiri dari 3 bagian :akar, badan, dan glans penis yang membesar yang banyak mengandung ujung-ujung saraf sensorik. Organ ini berfungsi untuk tempat keluar urine dan semen serta sebagai organ kopulasi. 1. Kulit penis tipis dan tidak berambut kecuali di dekat akar organ. Preputium adalah lipatan sirkular kulit longgar yang merentang menutupi glans penis kecuali jika diangkat melalui sirkumsisi. Korona dalah ujung proksimal glans penis. 2. Badan penis dibentuk dari tiga masa jaringan erektil slindris; dua korpus kavernosum dan satu korpus spongiosum ,ventral di sekitar uretra. a. Jaringan erektil adalah jarring-jaring ruang darah ireguler yang diperdarahi oleh arteriol aferen dan kapilar, didrainase oleh venula dan dikelilingi jaringan ikat rapat yang disebut tunika albuginea. b. Korpus kavernosum dikelilingi oleh jaringan ikat rapat yang disebut tunika albuginea. Organ reproduksi bagian dalam,terdiri dari : - Testis - Epididmis - Ductus Deferens - Funiculus Spermaticus

Kelenjar seks tambahan : Kelenjar Prostat Vesicula Seminalis Kelenjar Cowper (Glandula bulbouretralis)

A. TESTIS Adalah organ lunak, berbentuk oval, dengan panjang 4cm sampai 5cm dan berdiameter 2,5cm. 1. Tunika albuginea adalah kapsul jaringan ikat yang membungkus testis dan merentang kearah dalam untuk membaginya menjadi sekitar 250 lobulus. 2. Tubulus seminiferus, tempat berlangsungnya spertmatogenesis, terlilit dlam lobules. Epitelium germinal khusus yang melapisi tubulus seminiferus mengandung spermatogonia yang kemudian menjadi sperma. Sel sel sertoli yang menopang dan member nutrisi sperma yang sedang berkembang dan sel-sel interstisial yang memiliki fungsi endokrin. B. EPIDIDIMIS Adalah tuba terlilit yang panjangnya mencapai 20 kaki yang terletak di sepanjang sisi posterior testis. Bagian ini menerima sperma dari duktus deferen. Epididimis menyimpan sperma dan mampu mempertahankannya sampai enam minggu. Selama 6 minggu tersebut, sperma akan menjadi motil dan mampu melakukan fertilisasi. C. DUKTUS DEFEREN Adalah kelanjutan epididmis. Duktus ini adalah tuba lurus yang terletak dalam korda spermatic. Masing-masing duktus deferen meninggalkan skrotum menanjak menuju dinding abdominal kanal inguinal. Duktus ini mengalir dibalik kandung kemih bagian bawah untuk bergabung dengan duktus ejaculator. D. DUKTUS EJAKULATOR Pada kedua sisi terbentuk dari pertemuan pembesaran (ampula) di bagian ujung duktus deferen dan duktusdari vesikel seminalis. Setiap duktus ejaculator panjangnyamencapai sekitar 2cm dan menembus kelenjar prostat untuk bergabung dengan uretra yang berasal dari kandung kemih. Kelenjar Aksesorius 1. Sepasang VESIKULA SEMINALIS adalah kantong berkelok-kelok yang bermuara ke dalam duktus ejaculator. Sekretnya dalah cairan kental dan basa yang kaya akan fruktosa, untuk memberi nutrisi dan melindungi sperma. 2. KELENJAR PROSTAT menyelubungi uretra saat keluar dari kandung kemih. Sekresi prostat bermuara ke dalam uretra prostatic setelah melalui 15-30 duktus prostatic. 3. Sepasang KELENJAR BULBOURETHRAL (Cowper) adalah kelenjar kecil yang ukuran dan bentuknya menyerupai kacang polong. Kelenjar ini mensekresi cairan basa yang mengandung mucus ke dalam uretra penis untuk melindungi dan melumasi.

FUNGSI ORGAN REPRODUKSI


PRIA Fungsi esensial sistem reproduksi pada pria adalah : 1. Menghasilkan sperma (spermatogenesis) 2. Menyalurkan sperma ke wanita WANITA Peran wanita dalam reproduksi lebih rumit daripada peran pria. Fungsi esensial sistem reproduksi wanita mencakup berikut : 1. 2. 3. 4. Membentuk ovum (oogenesis) Menerima sperma Mengangkut sprema dan ovum ke tempat penyatuan (fertilisasi,konsepsi atau pembuahan) Memelihara janin yang sedang tumbuh sampai janin dapat bertahan hidup di dunia luar (kehamilan), mencakup pembentukan plasenta, organ pertukaran antara ibu dan janinnya. 5. Melahirkan bayi (partus,persalinan) 6. Memberi makan bayi setelah lahir dengan menghasilkan susu (laktasi)

KEHAMILAN
Kehamilan dimulai oleh fertilisasi sebuah sel telur oleh sebuah sperma. Fertilisasi melibatkan masa gestasi (perkembangan embrionik dan janin) dan secara normal diakhiri dengan partus atau kelahiran bayi. Lama kehamilan adalahj 266 hari (38 minggu) dari waktu fertilisasi sampai waktu kelahiran bayi. Karena waktu fertilisasi yang tepat biasanya tidak diketahui, maka tanggal kelahiran biasanya dihitung dari awitan periode menstruasi terakhir. Asumsikan siklus 28 hari, partus akan terjadi pada hari ke 280 ,atau 40 minggu ( 9 bulan ) TANDA TANDA KEHAMILAN 1. Tidak mendapat haid/menstruasi Ini merupakan tanda pertama adanya kehamilan. Menstruasi berhenti karena rahim dipersiapkan untuk kehamilan. 2. Mual dan muntah Dikenal sebagai morning sickness karena rasa mual dan muntah biasanya sering terjadi pada pagi hari di bulan-bulan pertama kehamilan. Tetapi, mual muntah ini dapat juga terjadi setiap waktu. 3. Sering kencing/buang air kecil Terjadi karenakandung kemih tertekan oleh rahim yang membesar sehingga menimbulkan rasa ingin buang air kecil juga karena peningkatan hormone kehamilan. Keluhan biasanya pada awal

kehamilan, dan berkurang pada kehamilan setelah 12 minggu dan timbul kembali setelah kehamilan 28 minggu. 4. Mengidam Beberapa wanita akan merasa menginginkan beberapa jenis makanan tertentu. Ini terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan. 5. Payudara Membesar Payudara menjadi lebih besar dan kencang. Putting susu membesar dan berwarna lebih gelap, kadang kadang gatal dan sakit serta lebih sensitive terhadap sentuhan. 6. Sembelit atau Konstipasi Terjadi pada 50% wanita hamil dan terjadi karena perubahan hormonal dan penekanan rahim yang semakin membesar. 7. Rasa Mengantuk Timbul rasa mengantuk yang berlebihan meskipun sudah cukup tidur, yang bukan disebabkan oleh kelelahan tetapi karena adanya perubahan hormonal selama proses kehamilan. TANDA-TANDA KEHAMILAN TIDAK PASTI 1. Pembesaran perut penderita 2. Hiperpigmentasi : dahi, muka, areola mama, dinding perut. 3. Kenaikan temperature basal badan 4. Pemeriksaan kehamilan postif

TANDA-TANDA KEHAMILAN PASTI 1. Terasa, teraba gerak janin. 2. Terdengar detak jantung janin 3. Pemeriksaan Rontgen dan USG Nampak :kerangka, gerak, dan denyut jantung janin.

HORMON YANG DISEKRESI SAAT KEHAMILAN


1. Hormon gonadotropin korionik manusia (human chorionic gonadotropin (HCG) ) adalah hormone seperti LH yang disekresi sel sel embrionik mulai hari ke-10 setelah fertilisasi. HCG mempertahankan produksi progesterone dan estrogen oleh korpus luteum dalam ovarium yang dikenal sebagai korpus luteum kehamilan. ` 2. Progesteron dan estrogen Disekresi oleh korpus luteum kehamilan karena pengaruh HCG dan kemudian disekresi oleh plasenta. Fungsi hormone ini dalam kehamilan : (1) Progesteron dan estrogen mempertahankan lapisan uterus untuk implantasi dan retensi konseptus ( masa perkembangan keturunan ) (2) Kadar yang tinggi dalam sirkulasi maternal menghambat gonadotropin hipofisis dan mencegah dimulainya siklus menstruasi. Menstruasi berhenti saat kehamilan dan dimulai lagi setelah partus. (3) Merangsang perkembangan selanjutnya dari kelenjar mammae

(4) Progesteron menghambat kontraksi muscular uterus selama masa kehamilan.

3. Human Placental Lactogen (HPL ) Disebut juga somatomammotropin korionik disekresi oleh plasenta. Hormon ini menstimulasi pertumbuhan kelenjar mammae dalam persiapan laktasi. Juga memiliki efek metabolic terhadap protein, lemak, dan glukosa untuk menyediakan energy bagi ibu hamil dan nutrisi janin. 4. Hormon tirotropin korionik Merupakan hormone yang serupa dengan TSH dari hipofisis anterior, disekresi oleh plasenta dan berfungsi untuk meningkatkan laju metabolism maternal. 5. Relaksin Adalah hormone polipeptida yang disekresi korpus luteum kehamilan. Fungsinya adalah untuk merelaksasi fibrikartilago dalam simfisis pubis untuk mempersiapkan jalur janin melalui jalan lahir. 6. Prolaktin Menstimulasi pertumbuhan duktus laktiferus dan alveoli dalam kelenjar mammae. Setelah kelahiran, prolaktin mempengaruhi produksi susu. 7. Oksitosin Menstimulasi kontraksi otot polos uterus selama proses kelahiran. Saat menyusui,oksitosin menyebabkan kontraksi sel-sel mioepitel dalam kelenjar mammae sehingga tersedia susu pada puting. 8. Prostaglandin Dihasilkan oleh uterus, menstimulasi kontraksi uterus saat kelahiran.