Anda di halaman 1dari 6

Nama :Nim :IPK :Umur :Pertanyaan1. Apakah anda salah satu mahasiswa yang aktif di organisasi?a. Iyab.

Tidak 2. Apakah seorang mahasiswa sangat membutuhkan organisasi ?a. Iyab. tidak 3. Apakah aktif di organisasi sangat mempengaruhi menurunnya Indeks PrestasiKomulatif (IPK)?a. Iyab. Tidak 4. Apakah aktif di organisasi mengganggu kuliah anda?a. Iyab. Tidak 5. Bila anda sudah aktif di organisasi apakah tugas anda terbelengkai?a. Iyab. Tidak 6. Bila ada kegiatan atau rapat penting di organisasi dan pada saat itu juga anda ada jamkuliah, mana yang anda pilih?a. Masuk Kuliahb. Tidak Masuk Kuliah

Keaktifan Siswa dalam Organisasi Gerakan Pramuka di Sekolah


A. Pengertian Organisasi Di dalam masyarakat sering dijumpai adanya sekelompok orang-orang yang sedang bekerja di kantor, perusahaan, lembaga pendidikan, berdagang di pasar dan di lingkungan tempat kerja yang lainnya. Kegiatan yang dilakukan masing-masing orang tersebut pasti mempunyai tujuan yang jelas. Untuk memberikan gambaran mengenai pengertian organisasi, maka akan peneliti kemukakan satu persatu pengertiannya dari berbagai ahli yang dikutip oleh The Liang Gie (1995:71)

1)

Menurut Herbert Casson

Organisasi adalah sekelompok orang yang pekerjaannya dibagi-bagi secara pasti dan yang bekerjasama dalam melakukan pekerjaan ini (1984). 2) Menurut Ralph Davis

Organisasi adalah sekelompok orang yang sedang bekerja ke arah sesuatu bersama di bawah kepemimpinan (1984). 3) Menurut Slameto Hb.

Organisasi adalah system kerjasama sekelompok orang yang bekerjasama, untuk mencapai tujuan tertentu yang telah ditentukan sebelumnya. (1991).

Dari pengertian-pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa sesuatu dapat dikatakan sebuah organisasi harus mempunyai tiga unsur utama, yaitu sekelompok orang saling bekerjasama dan ada tujuan yang hendak dicapai. Istilah organisasi dapat ditinjau dari dua segi: 1) Organisasi sebagai wadah dimana kegiatan administrasi dan manajemen diselenggarakan. Organisasi sebagai wadah merupakan tempat dimana kegiatan sekelompok orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Organisasi sebagai wadah merupakan organisasi dalam arti statis. 2) Organisasi sebagai proses interaksi:

Dalam organisasi ini terjadi interaksi atau hubungan antara orang-orang di dalam organisasi dalam proses usaha kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Organisasi sebagai proses interaksi merupakan organisasi dalam arti dinamis. Dalam organisasi dapat menimbulkan dua jenis hubungan yaitu: a) Hubungan formal adalah hubungan antara orang-orang dalam organisasi yang telah diatur dan dapat dilihat dalam struktur atau bagan organisasi. b) Hubungan informal adalah hubungan antara orang-orang dalam organisasi yang tidak diatur dalam struktur organisasi juga tidak dapat dilihat dalam struktur organisasi. Jadi jelas bahwa hubungan formal sudah dapat dilihat sebelum organisasi menjalankan kegiatan yaitu dapat dilihat dari bagan organisasi, sedangkan hubungan informal dapat dilihat atau baru nampak apabila orang-orang dalam organisasi itu telah melaksanakan kegiatannya. Suatu organisasi betapa pun rapi dan sempurnanya struktur formalnya belum tentu dapat bekerja dengan baik apabila segi informalnya diabaikan. Organisasi informal merupakan suatu susunan yang akan melngkapi segi formal dari setiap organisasi. Tiada suatu system kerjasama yang disusun betapapun rapinya dapat mengatur segenap hubungan, perilaku dan sikap daripada orang-orang dalma organisasi, di sinilah perlunya suatu organisasi informalsebagai sarana untuk menampung hal-hal yang tidak dapat ditentukan lebih dahulu.

Menurut pendapat Bernard (1989) yang dikutip oleh The Liang Gie (1995:73), organisasi informal mempunyai tiga peranan dalam sebuah organisasi formal yaitu: 1) Sebagai suatu sarana untuk komunikasi.

2) Untuk memelihara keutuhan dalam organisasi formil dengan jalan mengatur hasrat kerjasama menyumbangkan kegiatan-kegiatan serta kestabilan wewenang. 3) Untuk memelihara perasaan akan keutuhan pribadi, penghargaan diri sendiri dan kebebasan bertindak pada orang-orang yang tergabung dalam organisasi. Perasaan yang demikian itu cenderung untuk hilang di dalam suatu organisasi formil yang tersusun rapi.

Pengertian organisasi formal dan informal tersebut di atas hendaknya tidak dikacaukan dengan pengertian syah atau tidaknya suatu organisasi, demikian pula tidak berarti adanya dua buah organisasi. Organisasinya tetap merupakan satu organisasi, hanya saja organisasi itu dapat dikatakan mempunyai dua watak.

B. Pengertian Organisasi Gerakan Pramuka Pembinaan dan pengembangan generasi muda diarahkan untuk mempersiapkan kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional dengan memberikan bekal keterampilan, kepemimpinan, kesegaran jasmani, daya kreasi, patriotisme, ideailisme, kepribadian dan budi pekerti yang luhur. Bila membicarakan pembinaan mengandung pengertian suatu usaha yang dilaksanakan dengan sadar, berencana, teratur dan terarah untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap, keterampilan subyek didik dengan tindakan-tindakan pengarahan, bimbingan pengawasan untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Usaha peningkatan dan pembinaan organisasi gerakan pramuka perlu diperhatikan fungsinya sehingga benar-benar mampu menjadi wadah pembimbingan generasi muda melalui pendidikan kepramukaan yang ada di sekolah. Organisasi gerakan pramuka merupakan satu-satunya wadah organisasi kepanduan yang sah di sekolah. Organisasi gerakan pramuka sebagai suatu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah merupakan bagian integral dari kehidupan sekolah, sehingga keberadaannya diharapkan mampu mendukung terwujudnya sekolah sebagai Wawasan Wiyata Mandala. Dalam menumbuh kembangkan organisasi gerakan pramuka adalah menjadi tanggung jawab bersama antara sekolah, orang tua dan masyarakat. 1) a) Pengertian Organisasi Gerakan Pramuka Secara Sematis Pengertian Organisasi

Organisasi secara umum adalah sekelompok kerjasama antara pribadi yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi dalam hal ini dimaksudkan satuan atau kelompok kerjasama para siswa yang dibentuk dalam usaha mencapai tujuan bersama yaitu mendukung terwujudnya pembinaan kesiswaan.

b)

Pengertian Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka merupakan singkatan dari Gerakan Kepanduan Praja Muda Karana. Gerakan adalah sesuatu yang dinamis dan selalu berkembang seiring dengan perkembangan dan perubahan yang terjadi di Indonesia. Kepanduan adalah kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota-anggota Pramuka. Sedangkan Praja Muda Karana adalah para Pemuda yang giat berkarya dan berkreasi yang inovatif. 2) Pengertian Organisasi Gerakan Pramuka secara organisasi

Organisasi Gerakan Pramuka adalah satu-satunya wadah organisasi kepanduan yang sah di sekolah, oleh karena itu sebaiknya setiap sekolah mempunyai organisasi Gerakan Pramuka eksis keberadaanya serta mampu memberi kontribusi yang nyata dan positif. 3) Pengertian Organisasi Gerakan Pramuka secara fungsional

Dalam rangka pelaksanaan kebijaksanaan pendidikan khususnya di bidang pembinaan kesiswaan arti yang terkandung lebih jauh dalam pengertian organisasi Gerakan Pramuka adalah sebagai salah satu dari empat jalur pembinaan kesiswaan, di samping OSIS, latihan kepemimpinan dan Wawasan Wiyata Mandala. 4) Pengertian Organisasi Gerakan Pramuka Secara Sistem.

Organisasi gerakan Pramuka dipandang sebagai System, berarti Organisasi Gerakan Pramuka sebagai tempat kehidupan berkelompok siswa bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi Gerakan Pramuka sebagai suatu system ditandai dengan berbagai ciri-ciri pokok meliputi : a) b) c) d) e) Berorientasi pada tujuan Memiliki susunan kehidupan kelompok Memiliki sejumlah peranan Terkoordinasi Berkelanjutan dalam waktu tertentu.

C. Keterlibatan Siswa dalam Organisasi Gerakan Pramuka Setiap organisasi sekecil apapun lingkupnya membutuhkan partisipasi anggotanya, baik partisipasi aktif maupun partisipasi pasif. Demikian juga dengan Organisasi Gerakan Pramukan, organisasi ini juga membutuhkan partisipasi anggotanya yaitu siswa sekolah yang bersangkutan dan aktif dalam organisasi Gerakan Pramuka. Partisipasi anggota atau disebut keterlibatan anggota ini sangat diperlukan oleh organisasi untuk mengembangkan dan memajukan oraganisasi tersebut. Sebelum membicarakan keterlibatan atau partisipasi siswa dalam organisasi siswa dalam Gerakan Pramuka, berikut ini dikemukakan pendapat ahli tentang definisi dari keterlibatan atau partisipasi. Menurut Keith Davis (1989) dalam buku The Liang Gie (1995:232) yang dimaksud dengan partisipasi atau keterlibatan adalah

Keterlibatan mental/pikiran dan emosi perasaan sesorang di dalam situasi sekelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada sekelompok dalam usaha mencapai tujuan serta turut bertanggungjawab terhadap usaha yang bersangkutan . Dari pendapat di atas terdapat tiga gagasan penting partisipasi yaitu keterlibatan mental/pikiran, keterlibatan emosi, tanggung jawab. Partisipasi atau keterlibatan anggota dalam suatu organisasi lebih banyak ditekankan pada partisipasi psikologi daripada partisipasi fisiknya. Dengan adanya partisipasi diharapkan anggota organisasi dapat menyampaikan inisiatif dan menyalurkan kreatifitasnya untuk memajukan organisasi. Partisipasi juga dapat mendorong anggota untuk menerima tanggungjawab atas aktifitas yang dilakukan sehingga akan belajar untuk bertanggungjawab dalam menyelesaikan tugasnya. Berdasarkan uraian diatas maka keterlibatan siswa dalam organisasi Gerakan Pramuka pada dasarnya mencakup tiga hal sebagai berikut : 1). Keterlibatan mental dan emosi Keterlibatan mental dan emosi adalah sejauh mana siswa anggota organisasi Gerakan Pramuka terlibat emosinya dengan organisasi yang bersangkutan, misalnya rasa ikut memiliki (sense of belonging ) Organisasi Gerakan Pramuka. 2). Keterlibatan tanggungjawab Yang dimaksud dengan tanggungjawab disini adalah sejauh mana siswa yang bersangkutan bertanggungjawab akan segala hala yang berkaitan dengan terlaksananya Organisasi Gerakan Pramuka di sekolahnya. 3). Keterlibatan mental/pikiran Yang dimaksud dengan keterlibatan mental/pikiran adalh sejauh mana siswa menyumbangkan pikiran/mental berupa ide/gagasan yang berguna untuk mengembangkan organisasi di masa sekarang dan masa datang. Sudah dijelaskan dimuka bahwa organisasi akan maju bila ada partisipasi atau keterlibatan aktif dari anggotanya, demikian juga dengan organisasi Gerakan Pramuka yang anggotanya adalah siswa sekolah yang bersangkutan. Untuk organisasi gerakan pramuka, konsekuensi logis dari keaktifan anggotanya adalah tersitanya waktu belajar bagi siswa yang terlibat aktif dalam Organisasi Gerakan Pramuka (misalnya menjadi pengurus). Karena kegiatan Organisasi Gerakan Pramuka di Sekolah lebih banyak berbenturan dalam proses belajar mengajar di Sekolah daripada dengan kegiatan belajar di rumah. Dengan tersitannya waktu belajar siswa yang bersangkutan, otomatis sedikit banyak akan mempengaruhi prestasi belajarnya. Segi positif dari aktifnya siswa dalam kegiatan organisasi gerakan Kepramukaan antara lain adalah semakin luasnya cakrawala siswa baik dalam hal-hal yang ada kaitannya dengan pelajaran maupun pengetahuan umum yang tidak dapat dikelas. Hal ini disebabkan oleh beragamnya kapasitasnya orang-orang yang terlibat dalam organisasi yang diikutinya. Hal positif lainnya, siswa akan semakin menghargai waktu karena dalam organisasi mereka dilatih menggunakan waktu seefektif mungkin. Akibatnya siswa akan menggunakan waktu luang yang ada dengan sebaikbaiknya yaitu untuk belajar dengan tekun sehingga keaktifannya dalam organisasi tidak mengganggu prestasi belajar yang ingin diraihnya.

Dari uraian diatas dapat dirumuskan bahwa indikator-indikator keaktifan siswa dalam organisasi adalah sebagai berikut : 1. Keterlibatan mental dan emosi 2. Keterlibatan tanggungjawab 3. Keterlibatan mental/pikiran

Daftar Pustaka: Departemen Pendidikan dan Sekolah.Semarang: Depdikbud. Kebudayaan. 1994. Pedoman Pelaksanaan Organisasi

Hb. Slameto. 1991. Ilmu Organisasi.Surakarta:UNS Press Kwarnas. 1999. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.Jakarta: Kwarnas. Ngalim Purwanto. 1991. Psikologi Pendidikan.Bandung: Remadja Karya. http://kuliahgratis.net/keaktifan-siswa-dalam-organisasi-gerakan-pramuka-di-sekolah/