Anda di halaman 1dari 23

Journal 1

Amrullah Adji (2007730011) Stase Bedah Rumah Sakit Umum Daerah Cianjur

Abstrak
Gambaran umum : Radioterapi preoperatif direkomendasikan untuk pasien dengan Ca rectum. Kami mengevaluasi penambahan kemoterapi terhadap Radioterapi praoperasi dan penggunaan kemoterapi pasca operasi dalam pengobatan Ca Recti. Metode : Secara random pasien Ca. Rekti stadium klinis T3 / T4 yg dioperasi untuk menerima Radioterapi preoperatif, Kemoradioterapi praoperasi, pra operasi radioterapi dan kemoterapi pasca operasi, atau kemoradioterapi praoperasi dan pasca operasi kemoterapi.

Pra operatif

Post operatif

Radioterapi Kemoradioterapi Radioterapi --------------------------------------------------------Operasi Ca rectum Kemoterapi Kemoradioterapi -----------------------------------------------Kemoterapi

Radio terapi : 45 Gy Kemoterapi : 350 mg flourouracil/ m2/hari 20 mg leucovonin/m2/hari

Kesimpulan pasien dengan kanker rektum yang menerima radioterapi preoperatif, dengan menambahkan fluorouracil (kemoterapi) praoperasi /postoperasi tidak berpengaruh signifikan pada kelangsungan hidup. Baik diberikan pra / post operatif.

Sampai akhir 1980-an, ada tinggi risiko kambuhan lokal dan jauh setelah reseksi Ca rekti. Pra operasi radioterapi, dengan tujuan meningkatkan kontrol lokal. pra operasi radioterapi mengurangi tingkat kekambuhan lokal 50- 60% dibanding dgn pembedahan saja. Pada awal 1990, kemoradioterapi Postoperasi didirikan sebagai pengobatan standar di Amerika.

Riset (EORTC) pada Radioterapi menunjukkan bahwa kombinasi fluorourasil dan leucovorin dapat diberikan dengan aman selama radioterapi Ca rektum. Pada tahun 1993, Kelompok Radioterapi EORTC memulai percobaan untuk menilai apakah kemoradioterapi pra operasi + kemoterapi postoperasi meningkatkan kelangsungan hidup secara keseluruhan.

Syarat

persyaratan termasuk T3 atau T4M0 atau adenokarsinoma rektum usia 80 / kurang

Metode

Randomisasi dilakukan di Pusat EORTC di Brussels dengan menggunakan teknik minimisasi dan stratifikasi menurut institusi, jenis kelamin, TNM, dan jarak tumor dari anus Pasien secara acak menerima salah satu dari empat perlakuan berikut:
Radioterapi Preoperatif (kontrol), Kemo-radioterapi Preoperatif, Radioterapi Preoperasi dan Kemoterapi Post operatif, Kemo-radioterapi preoperatif dan Kemoterapi Post operatif

Analisis Statistik Tujuan primer dari penelitian ini adalah untuk membandingkan dua pra operasi dan pasca operasi dua perlakuan untuk melihat kelangsungan hidup secara keseluruhan.

Follow up
1x/

minggu preoperatif 1x/ 3 minggu postoperatif meninggal / mininal 5 tahun.

Hasil

Penelitian ini dari 1011 pasien yang dilakukan percobaan. Dari semua group yang dilakukan hasilnya tidak mengalami signifikan dalam kelangsungan hidup

Overall Survival

Progression free survival

Cumulative insiden

Kesimpulan

Pada pasien dengan kanker rektum yang menerima radioterapi preoperatif, dengan menambahkan fluorouracil berbasis kemoterapi preoperasi atau postoperasi tidak berpengaruh significant pada kelangsungan hidup. Serta dengan penambahan radioterapi preoperasi dan postoperatif juga tidak memberikan pengaruh significant kelangsungan hidup Tetapi dari ke ketiga kelompok terhadap kontrol mempunyai penurunan setengah dari kekambuhan lokal.

Diskusi

Menambahkan kemoterapi untuk radioterapi preoperatif dapat menambah efek lokal. Kemoterapi Radioterapi bahwa pra operasi atau postoperasi atau keduanya dapat meningkatkan kelangsungan hidup.

Users Guides for an Article about Therapy

Apakah hasil penelitian valid? Primer Apakah penelitian pasien diobati dilakukan secara random? YA Apakah semua pasien yang dilakukan percobaan masuk dlm kesimpulan? YA Apakah follow up dilakukan dengan lengkap? YA Apakah pasien dianalisis dalam kelompok? YA sekunder Apakah pasien, petugas kesehatan, dan personil studi buta dalam pengobatan? YA apakah dalam kelompok serupa pada awal percobaan? YA Selain intervensi eksperimental, apakah pada setiap kelompok diperlakukan sama? YA

Users Guides for an Article about Therapy


Apa hasilnya? Berapa besar efek dari pengobatan? Tidak signifikan Cara apa yang tepat untuk memperkirakan efek pengobatan? Grafik terapi terhadap kelangsungan hidup Apakah hasil membantu saya dalam mengobati pasien-pasien saya? YA Dapatkah hasil dapat diterapkan untuk perawatan pasien saya? ya Apakah semua hasil klinis penting dipertimbangkan? ya Apakah manfaat pengobatan mungkin sepadan dengan potensi bahaya dan biaya? Tidak diketahui

Modified from American Medical Asociation. JAMA 1994;271(1):60

Skema tingkat kategori bukti


Kategori bukti : I : meta-analysis dari randomized controlled trials atau paling sedikit satu randomized controlled trial II : Bukti dari: paling sedikit satu controlled study tanpa randomized atau paling sedikit satu tipe lain dari quasiexperimental study III : non-eksperimental deskriptif, studi banding saling melengkapi studi, studi korelasi Dan terkontrol kasus studi. IV: laporan komite ahli atau opini dan / atau pengalaman klinis otoritas diulang.

Gradasi yang dianjurkan Berdasarkan bukti (Skema gradasi dan urutan pengunaan bukti medis.(diadopsi dariEccles,M dan Mason,J, 2001)

A : Langsung berdasarkan kategori bukti I B : Langsung berdasarkan :Kategori bukti II, atau memperhitungkan anjuran Kategori Bukti I C : Langsung berdasarkan : Kategori bukti III, atau Memperhitungkan anjuran Kategori Bukti I atau II. D : Langsung berdasarkan : Kategori IV atau Memperhitungkan Kategori bukti I, II atau II

Level of Evidence

Metode : Randomisasi Database : EORTC di Brussels dengan menggunakan teknik minimisasi dan stratifikasi. Subjek : 1011 pasien Jurnal ini level of evidence : IA