Anda di halaman 1dari 25

REFERAT CO-ASSISTANT UKI,2013

Kejang Demam
Ariyo Ryadi Rangga Putra 0861050028
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia RS CIBINONG, 29 MEI 22 Juni 2013

REFERAT

Kejang Demam Febrile seizure


Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia RS CIBINONG, 29 MEI 22 Juni 2013

Pembimbing

Dr. Supriyadi Bektiwibowo, Sp.A Ariyo Riyadi Rangga Putra 0861050028

PENDAHULUAN
BUKAN PENYAKIT

KEJANG

TETAPI MANIFESTASI DARI SUATU PENYAKIT

BERBAGAI PENYAKIT DAPAT MENYEBABKAN TERJADINYA BANGKITAN KEJANG MISALNYA:

kelainan genetik dan faktor kelahiran, demam, infeksi otak, toksin, trauma, gangguan peredaran darah, gangguan metabolisme dan nutrisi, tumor, kelainan degeneratif, faktor psikogenik dan penyebab yang tidak diketahui dengan jelas.

DEFINISI

Kejang demam ialah


Bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal di atas 380 C) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium.
Ismael S, KPPIK-XI, 1983; Soetomenggolo T. Buku Ajar Neurologi anak. 1999

CATATAN
Biasanya terjadi anak umur 6 bulan-5 tahun Anak yang pernah mengalami kejang tanpa demam, kemudian kejang demam kembali tidak termasuk dalam kejang demam Kejang disertai demam pada bayi berumur kurang dari 1 bulan tidak termasuk dalam kejang demam Bila anak berumur kurang dari 6 bulan atau lebih dari 5 tahun, mengalami kejang didahului demam, pikirkan kemungkinan lain misalnya infeksi SSP, epilepsi yang terjadi bersama demam.
AAP, Provisional Comitte on Quality Improvement. Pediatrics 1996; 97-769-74 ILAE, Commision on Epidemiology and Prognosis. Epilepsia 1993; 34;592-6

DEFINISI Harus dibedakan dengan epilepsi manifestasi gangguan fungsi otak dengan berbagai etiologi, namun dengan gejala tunggal yang khas yaitu serangan berkala yang disebabkan lepas- muatan listrik neuron-neuron otak secara berlebihan dan paroksismal.
Misbach,dkk. 2006. Standar Pelayanan Medis & Standar Prosedur Operasional Neurologi. PERDOSSI : Jakarta

KLASIFIKASI
Secara umum KD dibagi berdasarkan :
1. Kejang demam sederhana (Simple febrile seizure) 2. Kejang demam kompleks (Complex febrile seizure)

ILAE, Commision on Epidemiology and Prognosis. Epilepsia 1993; 34;592-6

KEJANG DEMAM SEDERHANA


Kejang demam yang terjadi : 1. Berlangsung singkat 2. Kurang dari 15 menit 3. Bersifat tonik-klonik

4. Serangan akan berhenti dengan sendirinya


5. Tanpa disertai dengan gerakan fokal 6. Tidak berulang dalam waktu 24 jam
Stafstorm CE, THE incidence and prevalence of febrile seizure, Dalam : Batam TZ ILAE, Commision on Epidemiology and Prognosis. Epilepsia 1993; 34;592-6 Shinnar S, eds, febrile seizures, San Diego : Academic Press 2002; p.1-20

KEJANG DEMAM KOMPLEKS


Kejang demam yang terjadi :

1. Berlangsung > 15 menit


2. Kejang Fokal atau Parsial satu sisi, atau kejang umum yang didahului kejang parsial 3. Terjadi berulang atau lebih dari 1 kali dalam 24 jam
Stafstorm CE, THE incidence and prevalence of febrile seizure, Dalam : Batam TZ ILAE, Commision on Epidemiology and Prognosis. Epilepsia 1993; 34;592-6 Shinnar S, eds, febrile seizures, San Diego : Academic Press 2002; p.1-20

PATOFISIOLOGI
mempertahankan kelangsungan hidup sel
diperlukan suatu energi yang didapat dari metabolisme
glukosa

oksidasi

Ion K+ Ion Na+

Ketidakseimbangan kadar ionik membran sel otak Terjadi loncatan arus listrik yang berlebih
Behrman, Kliegman, Arvinka. Nelson. Ilmu Kesehatan Anak. Vol 3. Edisi 5. EGC. Jakarta: 1999;

Dalam keadaan normal membran sel ion dapat dilalui dengan mudah oleh ion Kalium (K+) dan sangat sulit dilalui ion Natrium (Na + ) dan elektrolit lainnya, kecuali ion klorida (C1-). Akibatnya konsentrasi K+ dalam sel neuron tinggi dan konsentrasi Na+ rendah dibaningkan di luar sel neuron terdapat keadaan sebaliknya. Terjadi difusi lonjatan listrik

KLAIFIKASI LAIN KEJANG DEMAM


Umumnya kejang demam diklasifikasikan menjadi 2 golongan yaitu kejang demam sederhana.Selain Kriteria penggolongan tersebut kriteria lain juga dikemukan oleh beberapa pakar. Dalam hal ini terdapat beberapa perbedaan kecil dalam penggolongan tersebut, menyangkut jenis kejang, tingginya demam, usia penderita, lamanya kejang berlangsung, gambaran rekam otak dan lainnya 1. Prichard dan Mc Greal 2. Fukuyama 3. Livingston 4. Sub Bagian Saraf Anak FKUI-RSCM
Pusponegoro D. hadiono, Konsensus Penanganan Kejang Demam, unit kerja koosdinasi neurologi Ikatan Dokter Anak Indonesia, Jakarta 2005 : 01-14.

KLAIFIKASI Prichard dan Mc Greal


Kalsifikasi KD menurut Prichard dan Mc Greal. Prichard dan Mc Greal membagi kejang demam atas 2 golongan, yaitu: Kejang demam sederhana Kejang demam tidak khas Ciriciri kejang demam sederhana ialah: 1. Kejangnya bersifat simetris, artinya akan terlihat lengan dan tungkai kiri yang kejang sama seperti yang kanan 2. Usia penderita antara 6 bulan - 4 tahun 3. Suhu 100F (37,78C) atau lebih 4. Lamanya kejang berlangsung kurang dari 30 menit 5. Keadaan neurology (fs saraf) normal dan setelah kejang juga tetap normal 6. EEG (electro encephalography rekaman otak) yang dibuat setelah tidak demam adalah normal Kejang demam yang tidak memenuhi kriteria tersebut digolongkan sebagai kejang demam tidak khas

KLAIFIKASI Fukuyama
Klasifikasi KD menurut Fukuyama Fukuyama juga membagi KD menjadi 2 golongan, yaitu: KD sederhana KD kompleks Ciri-ciri KD sederhana menurut Fukuyama: Pada keluarga penderita tidak ada riwayat epilepsy Sebelumnya tidak ada riwayat cedera otak oleh penyebab apapun Serangan KD yang pertama terjadi antara usia 6 bulan - 6 tahun Lamanya kejang berlangsung tidak lebih dari 20menit Kejang tidak bersifat fokal Tidak didapatkan gangguan atau abnormalitas pasca kejang Sebelumnya juga tidak didapatkan abnormalitas neurologist atau abnormalitas perkembangan Kejang tidak berulang dalam waktu singkat Kejang demam yang tidak memenuhi kriteria tersebut digolongkan sebagai kejang demam Kompleks

KLAIFIKASI Livingston
Klasifikasi KD menurut Livingston Livingston membagi dalam: KD sederhana Epilepsy yang dicetuskan oleh demam Ciri-ciri KD sederhana: Kejang bersifat umum Lamanya kejang berlangsung singkat (kurang dari 15 menit) Usia waktu KD pertama muncul kurang dari 6 tahun Frekuensi serangan 1-4 kali dalam satu tahun EEG normal Kejang demam yang tidak memenuhi kriteria tersebut digolongkan sebagai epilepsi yang dicetuskan oleh demam

KLAIFIKASI Sub Bagian Saraf Anak FKUI


Klasifikasi Sub Bagian Saraf Anak Bagian IKA FKUI RSCM Jakarta, menggunakan kriteria Livingston yang telah dimodifikasi sebagai pedoman untuak membuat diagnosis kejang demam sederhana, yaitu: 1.Umur anak ketika kejang antara 6 bulan 6 tahun 2.Kejang berlangsung hanya sebentar saja, tidak lebih dari 15 menit 3.Kejang bersifat umum 4.Kejang timbul 16 jam pertama setelah timbulnya demam 5.Pemeriksaan saraf sebelum dan sesudah kejang normal 6.Pemeriksaan EEG yang dibuat setidaknya 1 minggu sesudah suhu normal tidak menunjukkan kelainan 7.Frekuensi bangkitan kejang dalam satu tahun tidak melebihi 4 kali KD yang tidak memenuhi kriteria diatas digolongkan sebagai epilepsi yang diprovokasi oleh demam. Kejang kelompok kedua ini mempunyai suatu dasar kelainan yang menyebabkan timbulnya kejang, sedangkan demam hanya merupakan faktor pencetus

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan penunjang dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lain yang memiliki gejala klinis yang hampir mirip dengan kejang demam : 1. LABORATORIUM (darah perifer lengkap, elektrolit, gula darah) 2. PUNGSI LUMBAL 3. ELEKTROENSEFALOGRAFI (EEG) 4. RADIOLOGI (CT-SCAN, MRI)
AAP, Provisional Comitte on Quality Improvement. Pediatrics 1996; 97-769-74 ILAE, Commision on Epidemiology and Prognosis. Epilepsia 1993; 34;592-6 Millichap JG. Management of febrile seizure: current conceptand recommendations . Clin EEG 1991

PENATALAKSANAAN

Pada dasarnya penatalaksanaan kejang demam ada mennghentikan etiologinya berupa demam dan mengontrol simptompnya berupa kejang dengan memberikan obat-obatan antipiretik dan antikonvulsan ANTI PIRETIK : PARASETAMOL 10-15 MG/KGBB/KALI IBUPFOFEN 10 MG/KGBB/KALI, DIBERI 3KALI ANTI KONVULSAN Pemakaian Diazepam oral dosis 0,3 mg/kg setiap 8 jam pada saat demam menuunkan resiko berulangnya kejang, emergency -- rektal 0,5-0,75 mg/kg fenobarbital, karbamazepin, fenitoin tidak berguna untuk mencegah kejang demam bila diberi secara intermitten
Uhari dkk. Effect of acetaminophen and low intermittent doses of diazepam on prevention of recurences of febrile seizures. J Pediatrics adolesc 1995 Van Wsch A, dkk. Antypyretics efficacy of ibuprofen and acetaminophen in children with febrile seizurres. Arch pediatr adolesc med. 1995

ALGORITMA PENANGANAN KEJANG DEMAM


SEGERA DIBERIKAN DIAZEPAM INTRAVENA ATAU DIAZEPAM REKTAL DOSIS RATA-RATA 0,3-0,5MG/KGBB1 DOSIS <10 KG: 5 MG REKTIOL >10 KG : 10 MG REKTIOL

KEJANG BERHENTI BILA KEJANG TIDAK BERHENTI TUNGGU I5 MENIT 4-6 JAM KEMUDIAN DAPAT DIULANG DENGAN INTERVAL 3-5 MNT FENOBARBITAL 8-10 MG/KGBB/HR DALAM 2 DOSIS(PO/IM) SELAMA 2 HARI KEJANG (+) ------ DILANTIN 10-20 MG/KGBB (IV,BOLUS) KEJANG (+) KEJANG (-) ULANG CARA 2 FENOBARBITAL 4-5 MG/KGBB/HR DALAM 2 DOSIS(PO) KEJANG (+) KEJANG (-)

RAWAT ICU DILANTIN RUMATAN DIAZEPAM DRIP 4-8 MG/KGBB/HARI 6-10 MG/KGBB/HR (DLM 3 DOSIS)

PENGOBATAN PROFILAKSIS
SEBELUM KEJANG DEMAM YANG PERTAMA SUDAH ADA KELAINAN NEUROLOGIS/PERKEMBANGAN ADA RIWAYAT KEJANG TANPA DEMAM PADA ORANG TUA ATAU SAUDARA KANDUNG KEJANG DEMAM LEBIH DARI 15 MENIT, FOKAL, ATAU DIIKUTI KELAINAN NEUROLOGIS SEMENTARA ATAU MENETAP KEJANG DEMAM PADA BAYI BERUMUR KURANG DARI 12 BULAN, ATAU TERJADI KEJANG DEMAM MULTIPLE (2X/LBH) DALAM 1 EPISODE DEMAM Dosis asam Valproat 15-40 mg/kg/hari dalam 2-3 dosis, fenobarbital3-4 mg/kg dalam 1-2 dosis

Mamelle dkk. Prevention of recurrent febrile convulsion a randomized therapeutic assay Sodium valproat, phenobarbital and placebo, Neuropediatrics 1984 Farwell dkk, phenobarbital for febrilse seizure-effects on intellegence and on seizure recurrence. NEJM 1990

PENGOBATAN PROFILAKSIS
PEMBERIAN OBAT FENOBARBITAL ATAU ASAM VALPROAT SETIAP HARI EFEKTIF DALAM MENURUNKAN RESIKO BERULANGNYA KEJANG (LEVEL I) HANYA DIBERIKAN BILA KEJANG DEMAM MENUNJUKKAN CIRI : 1. KEJANG LAMA > 15MENIT 2. ANAK MENGALAMI KELAINAN NEUROLOGIS YANG NYATA SEBELUM ATAU SESUDAH KEJANG. MISALNYA HEMIPARESIS, PARESIS TODD, CEREBRAL PALSY, RETARDASI MENTAL, HIDROSEFALUS. 3. KEJANG FOKAL 4. KEJANG BERULANG DUA KALI ATAU LEBIH DALAM 24 JAM. 5. KEJANG DEMAM TERJADI PADA BAYI KURANG DARI 12 BULAN: PENGOBATAN RUMAT DIPERTIMBANGKAN.
Pengobatan diberikan selama 1 tahun bebas kejang, kemudian dihentikan bertahap selama 1-2 bulan

PROGNOSIS
Kejadian kecacatan sebagai komplikasi kejang demam tidak pernah dilaporkan
Ellenberg amd Nelson. Febrile seizures and later intellectual performance. Arch Neurol 1978;35: 17-21 Maytal ana Shinna. Febrile status epilepticus. Pediatr 1990;86: 611-21 Knudsen dkk. Longterm outcome of prophylaxis for febrile convulsions. Arch Dis Child 1996;74: 13-8

Dan

Kematian karena kejang demam tidak pernah dilaporkan

National Institutes of Health. Febrile seizures: consensus development conference Summary. Vol3. no2 Bethesda. Md: National Institute of Health 1980

Harus dipikirkan juga faktor resiko penderita kejang demam yang terjadi saat kejang demam sebelum, sedang dan setelah berlangsung

FAKTOR RESIKO
FAKTOR RISIKO BERULANGNYA KEJANG DEMAM ADALAH: 1 RIWAYAT KEJANG DEMAM DALAM KELUARGA 2 USIA KURANG DARI 14 BULAN 3 TINGGINYA SUHU BADAN SEBELUM KEJANG 4 LAMANYA DEMAM FAKTOR RISIKO LAIN ADALAH TERJADINYA EPILEPSI DI KEMUDIAN HARI. FAKTOR RISIKO MENJADI EPILEPSI ADALAH: 1 2 3. 4 PERKEMBANGAN SARAF TERGANGGU KEJANG DEMAM KOMPLEKS RIWAYAT EPILEPSI DALAM KELUARGA LAMANYA DEMAM

EDUKASI KEJANG DEMAM UTNUK PARA ORANG TUA


1. STAY CALM ! 2. Kendorkan pakaian yang ketat terutama bagian leher 3. Bila tidak sadar, posisikan anak telentang dengan kepala miring ke kanan atau kiri 4. Bersihkan muntahan atau lendir di mulut atau hidung. Walaupun kemungkinan lidah tergigit, jangan masukan sesuatu ke dalam mulut 5. Ukur suhu, observasi dan catat lama dan bentuk kejang 6. Tetap bersama pasien selama kejang 7. Berikan diazepam rektal (bila ada) dan JANGAN BERIKAN bila kejang telah berhenti 8. Bawa ke dokter atau rumah sakit bila kejang berlangsung 5 menit atau lebih
Fukuyam Y, dkk. Practical guidelince for physician in the management of febrile seizure Brain Dev 1996;18: 479-484

Terima Kasih Semoga bermanfaat