Anda di halaman 1dari 58

UNIT PELAJARAN

QU-1.3

MODUL 3 - SEMESTER 1 MENGEMBANGKAN BUDAYA MUTU

BUDAYA MUTU DI TINGKAT PERSONAL, TEMPAT KERJA DAN INSTITUSIONAL

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

Asosiasi Politeknik Indonesia (ASPI) Edisi pertama, 2007


Publikasi ini dibuat dan dikembangkan atas kerja sama antara International Labour Organization (ILO) dan Nuffic untuk menunjang Entrepreneurial Skills Development Program (ESDP), yang diimplementasikan oleh Asosiasi Politeknik Indonesia (ASPI) dan dibiyai oleh Pemerintah Negeri Belanda Publikasi ini mungkin dikutip atau direproduksi tanpa hak, pada kondisi seperti ini pengutip harus mencantumkan sumbernya. Apabila mempunyai permintaan untuk penyesuaian atau terjemahan bahan selain kedalam bahasa Indonesia, harus meminta ijin yang dialamatkan ke Asosiasi Politeknik Indonesia (ASPI) Jl. Kanayakan 21, Dago, Bandung 40135.

PROGRAM SISTEM MANAJEMEN MUTU SEMESTER 1. MODUL 3: PENGEMBANGAN BUDAYA MUTU


UNIT PELAJARAN 3: BUDAYA MUTU DI TINGKAT PERSONAL, TEMPAT KERJA DAN INSTITUSIONAL.

Penulis

: Adelina Guastavi (DELTA Programme)

Dibantu oleh : Sara Bozzi Colonna


Penunjukan yang mengerjakan publikasi International Training Center ILO, disesuaikan dengan praktik Perserikatan Bangsa Bangsa, dan pemberian bahan yang ada didalamnya, tidak mengandung ungkapan secara langsung dari sebuah pendapat apapun pada bagian Pusat sehubungan dengan kedudukan hukum dan kewenangan suatu Negara, bidang ataupun wilayah atau mengenai batasan perbatasan. Pertanggung-jawaban terhadap pendapat yang diungkapkan dalam artikel, bahan ajar dan lain-lainnya semata-mata pada penulis, publikasi ini tidak ada hubungannya dengan pusat Penggunaan nama perusahaan dan produk komersial dan seluruh proses tidak mendapat dukungan dari International Labour Office, dan kesalahan dalam penulisan perusahaan, produk komersial ataupun proses tidak bermaksud untuk memberi celaan/hinaan. DELTA (Distance Education and Learning Technology Applications) International Training Centre of the ILO Viale Maestri del Lavoro, 10 10127 Turin, Italy Tel.: +39-011-6936-523; +390-011-6936-111 Fax.: +39-011-6936-469; +39-011-6638-842 E-mail: delta@itcilo.org Web site. http://www.itcilo.org

Diterjemahkan oleh: Sinta Abdul Majid Dindin Sulaeman

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

2 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

UNIT PELAJARAN QU 1.3: BUDAYA MUTU DI TINGKAT PERSONAL, TEMPAT KERJA DAN INSTITUSIONAL Tujuan khusus pembelajaran 1. Pendahuluan 2. Perilaku mutu di tingkat personal 2.1. 2.2. 2.3. 2.4. Menentukan budaya mutu, perilaku mutu dan kinerja prima Perilaku mutu dalam pikiran: pentingnya etika Tujuh kebiasaan yang sangat efektif Perilaku mutu tubuh: pentingnya gizi yang baik dan kesehatan fisik yang baik 2.5. Perilaku mutu agar bisa dipertahankan

3. Perilaku mutu di tingkat tempat kerja 3.1. Kebiasaan yang meningkatkan mutu kerja dan menambah produktivitas 3.2. Kesehatan dan keamanan di tempat kerja 4. Perilaku mutu di tingkat institusional 4.1. Tanggung jawab sosial korporasi/perusahaan 4.2. Kode/aturan dalam melaksanakan profesi 4.3. Pendekatan terintegrasi pada mutu Pemenuhan standar tenaga kerja internasional dan hak asasi manusia termasuk peraturan kesehatan dan keamanan Pemenuhan persyaratan lingkungan yang bisa dipertahankan Pemenuhan sistem manajemen mutu

Daftar Tugas Bibliography and webography

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

3 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

Tujuan Khusus Pembelajaran


Di akhir unit pembelajaran ini, saudara diharapkan bisa: menentukan budaya mutu, perilaku mutu dan kinerja prima; menjelaskan prinsip-prinsip utama etika dan perilaku mutu dalam pikiran; menjabarkan tujuh kebiasaan orang yang sangat efektif; menyiapkan matriks dan diagram manajemen waktu; mengetahui pentingnya menerapkan perilaku mutu kesehatan yang baik seimbang termasuk gizi dan kesehatan fisik yang prima; menerapkan perilaku mutu yang bisa dipertahankan; menjelaskan perilaku mutu di tingkat tempat kerja yang meningkatkan mutu kerja dan menambah produktivitas termasuk kesehatan dan keamanan di tempat kerja; membuat laporan tentang bahaya; menjelaskan konsep tanggung jawab sosial perusahaan dan implikasi praktisnya; membuat draf kode kerja; Membuat laporan tentang pendekatan terintegrasi pada tingkat institusional berdasarkan praktek bisnis setempat.

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

4 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

Pendahuluan

Dimana kita dan kemana kita akan pergi?


Dalam Unit Pembelajaran ini kita akan menggali perilaku mutu (=kebiasaan melakukan sesuatu yang bermutu) di tiga tingkat berbeda: tingkat personal, tempat kerja dan institusional. Pembelajaran ini akan memberi saudara gambaran global tentang perilaku mutu yang dibutuhkan untuk kebaikan saudara secara personal, untuk komunitas dan masyarakat secara keseluruhan, serta saat saudara memasuki dunia kerja. Perilaku mutu pada tingkat personal akan ditinjau dari dua sudut pandang yang meskipun berbeda tapi saling tergantung: perilaku mutu pikiran, misalnya pentingnya etika dan pelaksanaan etika; serta perilaku mutu tubuh, misalnya pentingnya gizi dan kesehatan fisik yang baik. Ada tujuh kebiasaan orang yang sangat efektif, yaitu 1) bersikap proaktif, 2) mulai memikirkan tujuan, 3) mendahulukan yang lebih penting, 4) berpikir dengan pola sama-sama enak (winwin solution), 5) mencoba mengerti untuk dimengerti, 6) sinergis dan 7) pembaharuan, yang akan dianalisis dengan penekanan khusus pada manajemen waktu. Perilaku mutu agar bisa dipertahankan juga secara khusus dibahas berkaitan dengan manajemen sampah/limbah, penghematan energi, mengurangi polusi, dan penggunaan fasilitas umum dengan baik. Berkaitan dengan perilaku mutu di tingkat tempat kerja, kita akan menggaris bawahi dua aspek yang sangat penting: kebiasaan yang meningkatkan mutu kerja dan menambah produktivitas, dan kesehatan dan keamanan di tempat kerja. Dalam hubungannya dengan kesehatan dan keamanan di tempat kerja, kita akan melihat pentingnya pengembangan sikap aman yang sesuai, penyebab utama kecelakaan, panduan untuk diikuti agar aman dalam bekerja, peralatan dan perlengkapan keamanan dan bagaimana memperbaiki kondisi yang tidak aman termasuk pentingnya mengenakan pakaian aman sesuai dengan profesi saudara. Akhirnya kita akan menganalisis perilaku mutu di tingkat institusional yang menyiratkan penerapan sikap dan program kewarga negaraan korporasi, menentukan kode kerja untuk profesi tertentu dan menggunakan pendekatan terintegrasi pada mutu yang mencakup: pemenuhan standar tenaga kerja internasional dan hak asasi manusia termasuk peraturan kesehatan dan keamanan, pemenuhan peraturan lingkungan dan sistem manajemen mutu.

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

5 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

Perilaku mutu di tingkat personal

2.1 Menentukan perilaku mutu, perilaku mutu dan kinerja yang bagus
Kita akan memulai Unit Pembelajaran ini dengan mengajukan dua definisi utama mutu yang diberikan. Yang pertama, merujuk pada mutu manusia yang terkait dengan etika dan perilaku mutu, sementara yang kedua mendefinisikan mutu barang dan jasa yang menjadi kerangka kerja dasar bagi peningkatan kesadaran akan konsep mutu. Definisi Mutu Mutu bila didefinisikan secara umum dan dalam ruang lingkup yang luas adalah: sifat penting yang mampu membedakan sesuatu atau seseorang; tingkat atau angka keunggulan atau harga: "kualitas mahapeserta didik naik"; sesuatu yang melekat pada suatu entitas dan nyata: masing-masing kota mempunyai mutunya sendiri; warna nada: (musik) milik bunyi khas kompleks (suara atau bunyi atau suara musik); "warna nada penyanyi sopran kaya dan bagus"; terpilih: superior angka; "kertas mutu"; "memilih bananas status sosial yang tinggi; orang kualitas";

Kualitas merujuk pada sifat atau milik tak terpisahkan atau khas orang, benda, proses atau hal lain. Sifat atau milik seperti itu mungkin menentukan orang atau hal selain orang atau hal lain, atau mungkin menunjukkan suatu tingkat prestasi atau keunggulan. Kalau dipakai di kerabat untuk mendiami, masa juga mungkin menandakan seorang peran atau ciri pribadi. Peran atau ciri pribadi itu adalah apa yang bisa ditegaskan sebagai kualitas? Apa yang dimaksudkan dengan mutu seseorang? Ketika mendefinisikan mutu seseorang, perlu memperhitungkan dari beberapa perspektif yang berbeda dengan menyaring kenyataan secara subyektif, karena mutu bisa dipersepsikan dan ada hubungannya dengan kepemilikan. hubungan kepemilikan hanya bisa ditegaskan berdasarkan sesuatu yang berpasangan, contoh sederhana ialah jarak (memerlukan dua ujung) ; mutu seseorang tergantung pada interaksi dan hubungan sesamanya: pada sistem sosial tidak ada yang benar secara absolut, kecuali konsekuensi yang terjadi akibat diterapkannya suatu sistem atau peraturan. hubungan kombinasi yang dinamik yang sudah ada dan dimengerti sebagai suatu produk interaksi.
6 / 58

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

Social System

Human Quality Quality behaviour


Internalised

Externalised rules

Sistem sosial adalah lingkungan yang luas dan membiarkan setiap individu untuk menentukan tugas masing-masing serta secara leluasa terlibat dalam persaingan kelas dunia. Mutu seseorang merupakan ciri pribadi yang dapat dilihat oleh orang lain seberapa berguna dan berharga bagi masyarakat. Mutu seseorang juga merefleksikan sifat mutu praktis pada tingat individu melalui internalisasi dan silaturahmi, secara bersamaan, pada level sosial merupakan tempat dimana perubahan inisiatif dan kreatifitas, mengusulkan perubahan budaya dari situasi sekarang dan peraturan baru pengaruh dari eksternal. Oleh karena itu, sistem sosial yang dinamis, selalu berubah disesuaikan dengan proses pengembangan mutu dibangun pada: pemenuhan janji ke tingkat mutu perseorangan (peraturan internal) ; penentuan mutu melalui pendekatan baru dengan pola berpikir yang kreatif untuk keuntungan masyarakat (peraturan eksternal)

Mutu barang dan jasa Para profesional bisnis di seluruh dunia telah menetapkan standar mutu barang dan jasa. Standar-standar tersebut biasanya dinyatakan dalam kerangka kualitatif atau kuantitatif atau keduanya. Jika mutu dinyatakan dalam kerangka kualitatif, akan dikatakan bahwa barang atau jasa tersebut pasti memiliki karakteristikkarakteristik tertentu sehingga bisa disebut sebagai barang atau jasa bermutu tinggi. Jika dinyatakan dalam kerangka kuantitatif, mutu akan dikatakan bahwa barang dan jasa tersebut pasti memiliki karakteristik-karakteristik tertentu yang bisa
UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007 7 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

ditunjukkan dengan angka. Misalnya, sebuah mobil Fiat pasti memenuhi standarstandar tertentu agar bisa dijual. Pertama, harus memenuhi sejumlah kriteria kualitatif tertentu seperti kenyamanan, penampilan dan bagian-bagian mekanis mobil tersebut. Dari sudut pandang kuantitatif, pabrik pembuat mobil Fiat tersebut memiliki kriteria berbentuk angka (jumlah) untuk mengukur mutu untuk: ukuran bagian-bagian mesin dan mobil, jumlah putaran mesin per menit dengan kecepatan perjalanan tertentu, dan seterusnya. Berdasarkan kedua kriteria tersebut: kualitatif dan kuantitatif untuk menyusun standar Fiat agar bisa dijual. Apa yang dimaksudkan dengan kebiasaan? Kebiasaan adalah pertemuan pengetahuan, kemampuan dan keinginan. Pengetahuan adalah sesuatu yang harus dilakukan dan mengapa dilakukan (tingkat kognitif), kemampuan adalah bagaimana melakukannya (tingkat psikomotorik) dan keinginan adalah motivasi atau keinginan untuk melakukannya (tingkat afektif). Misalnya jika ingin belajar mengendarai mobil (tingkat afektif atau motivasi), kita harus mempelajari dan mengetahui kode kerja mengemudi (bagaimana mengemudi atau tingkat kognitif), dan kita harus belajar bagaimana memindahkan persneling dan menaikkan kecepatan mobil (tingkat psikomotorik). Ketiga tingkat ini harus dipisah-pisah agar bisa dianalisis walaupun sebenarnya ketiga unsur tadi saling berhubungan satu sama lain di saat bersamaan. Untuk membuat sesuatu jadi kebiasaan, kita harus menggunakan ketiga bidang yang berbeda tersebut secara bersamaan. Dengan demikian kita bisa menyimpulkan bahwa perilaku mutu yang bagus berhubungan dengan mpncapaian kompetensi (pengetahuan, kemampuan dan sikap) dengan tingkatan yang bagus, dan memungkinkan seseorang memenuhi serangkaian karakteristik kualitatif permanen yang diharuskan. (Dalam kasus ini, berarti untuk memenuhi kebutuhan atau harapan sekolah, komunitas, keluarga dan diri sendiri dengan menetapkan standar perilaku mutu sendiri). Apa yang dimaksudkan dengan perilaku mutu? Perilaku mutu bisa didefinisikan sebagai perilaku yang efektif dan efisien, dengan kata lain seseorang memanifestasikan perilaku mutu dengan melakukan hal yang benar dengan cara yang benar. Misalnya mendaur ulang dan menggunakan kembali limbah, bisa didefinisikan sebagai perilaku mutu. Apa yang dimaksudkan dengan tindakan yang bagus? Suatu tindakan yang bagus merujuk pada perilaku moral dan etika yang didukung oleh nilai-nilai moral dan etika. Etika merujuk pada prinsip-prinsip yang mendefinisikan perilaku sebagai sebuah tindakan yang tepat, baik dan benar. Prinsip-prinsip tersebut tidak selalu mendikte satu tindakan moral yang tunggal, melainkan memberikan alat untuk evaluasi dan memutuskan diantara sejumlah pilihan yang ada.

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

8 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

Apa pengertian kinerja yang bagus itu? Kinerja yang baik merupakan gabungan perilaku mutu, perilaku mutu dan tindakan yang baik.

2.2 Perilaku mutu dalam pikiran: pentingnya etika


Memang mutu dan etika memiliki satu premis inti yang sama yaitu melakukan hal yang baik dengan benar, dengan kata lain memanifestasikan perilaku mutu. Etika bukanlah ajaran mutu yang eksklusif, begitu juga sebaliknya. Etika adalah sekumpulan prinsip atau standar tindakan manusia yang mengatur perilaku individu dan organisasi. Etika mengetahui hal apa yang benar dan mempelajari saat seseorang tumbuh dewasa. Etika bisa berbeda bagi orang yang berbeda, khususnya saat ada tenaga kerja internasional dalam sebuah organisasi dengan berbagai norma budaya yang berbeda. Karena tiap individu memiliki konsep sendiri tentang apa yang benar, maka organisasi perlu membuat standar atau kode etik organisasi. Hubungan antara etika dan nilai Istilah etika dan nilai tidak bisa saling ditukarkan. Etika berkaitan dengan bagaimana seseorang yang bermoral harus bersikap, sementara nilai adalah penilaian dalam diri yang menentukan bagaimana seseorang sebenarnya bersikap. Nilai berhubungan dengan etika saat nilai tersebut menyangkut keyakinan tentang apa yang benar dan apa yang salah. Nilai kita adalah apa yang kita hargai dan sistem nilai adalah tatanan dimana kita menghargai nilai tersebut. Karena nilai-nilai tersebut memberi peringkat pada apa yang kita sukai dan tidak kita sukai, maka nilai-nilai kita menentukan bagaimana kita akan bersikap pada situasi tertentu. Namun, nilai-nilai seringkali saling bersinggungan atau bertentangan. Misalnya, keinginan kita untuk jujur mungkin berbenturan dengan keinginan kita untuk jadi kaya, berharga dan sebagainya dimata orang lain. Dalam kasus seperti ini, kita melarikan diri ke dan bertanya pada sistem nilai kita. Nilai-nilai yang terus-menerus kita hargai lebih tinggi dari nilai lain adalah nilai inti dalam diri kita, nilai yang menentukan karakter dan kepribadian kita. Apa pengertian kode etik itu? Kode etik berhubungan dengan nilai-nilai dalam hidup kita secara umum dan merujuk pada perilaku kita dalam masyarakat. Sebuah kode etik umumnya tidak memiliki bidang atau konteks yang spesifik seperti halnya kode tindakan yang baik dalam profesi yang akan kita bahas nanti. Sebagian besar orang memiliki keyakinan tentang apa yang benar dan salah berdasarkan kepercayaan agama, akar budaya, latar-belakang keluarga, pengalaman pribadi, hukum, nilai-nilai organisasi, norma-norma profesional dan kebiasaan politis. Hal ini bukan merupakan nilai yang terbaik untuk bisa

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

9 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

memutuskan secara etika, dan juga bukan karena mereka tidak penting tetapi dikarenakan tidak bersifat universal Nilai-nilai dasar seperti kepercayaan, penghargaan, tanggung jawab, keadilan, perhatian, dan kewarga negaraan bersifat universal, sementara sebaliknya, kepercayaan pribadi dan profesional yang dimiliki oleh budaya dan anggota masyarakat yang sama akan berbeda-beda pada jaman yang berbeda. Tidak ada yang salah dengan memiliki keyakinan moral pribadi dan profesional yang kuat, namun sayangnya, sejumlah orang ingin menerapkan penilaian moral pribadi mereka pada orang lain. Nilai etis universal yang berupa rasa menghargai orang lain mendikte penghargaan terhadap martabat dan otonomi tiap orang dan menyerang kebijakan diri dalam bidang kontroversi legitimasi. Apa yang dimaksudkan dengan prinsip-prinsip etika? Kita menterjemahkan nilai-nilai kedalam bentuk prinsip/ajaran sehingga nilai tersebut bisa mengarahlkan dan memotivasi tindakan etis. Prinsip-prinsip etis merupakan aturan untuk bertindak yang muncul dari nilai-nilai etis. Misalnya, kejujuran adalah sebuah nilai yang mengatur perilaku dalam bentuk ajaran-ajaran seperti: katakan yang sebenarnya, jangan menipu, dan jangan curang. Dengan cara ini, nilai-nilai berubah menjadi ajaran/prinsip dalam bentuk anjuran dan larangan (dos and donts) khusus. Etika juga berkaitan dengan menerapkan ajaran atau prinsip tadi dalam tindakan. Konsistensi antara apa yang menurut kita bernilai dan apa tindakan kita dianggap sebagai masalah integritas. Semua ini berhubungan dengan disiplin diri, misalnya: Tidak melalukan apa yang sebenarnya ingin saudara lakukan. Tindakan tidak lantas jadi benar hanya karena tindakan tersebut diizinkan atau karena saudara bisa melarikan diri. Tidak melakukan apa yang bisa saudara lakukan meskipun memiliki hak untuk melakukannya. Ada perbedaan besar antara tindakan yang saudara punya hak untuk melakukannya dengan tindakan yang benar. Tidak melakukan apa yang saudara inginkan. Seseorang yang etis sering memilih untuk tidak melakukan lebih dari yang diharuskan oleh hukum dan tidak melakukan kurang dari apa yang diizinkan hukum.

Kenapa harus beretika? Orang-orang memiliki banyak alasan untuk bersikap etis: Ada keuntungan dari dalam dirinya sendiri. Menerapkan prinsip-prinsip etis merupakan penghargaan bagi diri sendiri.

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

10 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

Ada keuntungan pribadi. Sangat bijaksana jika memilih untuk bersikap etis. Hal itu merupakan urusan yang bagus yang menimbulkan kepercayaan dari pelanggan atau dari orang lain yang tidak sedang berada dalam situasi bisnis.

Ada persetujuan.

Bersikap etis menimbulkan harga diri dan martabat,

kekaguman dari orang-orang yang mencintai dan rasa hormat dari temanteman dekat. Ada kebiasaan. Tindakan etis bisa sangat cocok dengan proses pelatihan.

Namun, ada juga hambatan-hambatan untuk bersikap etis, yang mencakup: Etika kepentingan diri sendiri. Jika motivasi untuk berperilaku etis berasal dari kepentingan diri sendiri, pengambilan keputusan menyempit menjadi penghitungan untung rugi.

Jika resiko (kerugian) untuk berperilaku etis besar, atau resiko dari berperilaku tidak etis kecil dan keuntungannya besar, maka prinsip-prinsip moral akan kalah demi keuntungan tersebut. Ini bukan masalah kecil: banyak orang yang mencontek saat ujian, berbohong saat menulis resume lamaran pekerjaan, dan mengaburkan atau bahkan memalsukan fakta saat bekerja. Ujian sebenarnya untuk etika kita adalah apakah kita rela melakukan hal yang benar meskipun tidak sesuai dengan kepentingan diri kita. Sekarang lakukan Tugas QU.1-3 AS.1/8 Tugas kelompok

menerapkan etika dalam bisnis yang bisa ditemukan di Bagian Tugas di akhir Unit Pembelajaran ini.

2.3 Tujuh kebiasaan orang yang sangat efektif.1


Seorang peneliti terkenal Stephen R. Covey menyampaikan berdasarkan penemuannya keberhasilan etika ada beberapa karakter, seperti integritas, kerendahan hati, ketaatan, emosi, keberanian, keadilan, kesabaran, industri, kesederhanaan, keramahan dan Aturan Emas Jangan melakukan sesuatu pada orang lain apabila anda tidak mau orang lain melakukan sesuatu pada diri anda. Ketujuh kebiasaan tersebut merupakan pendekatan yang sangat terpadu yang bergerak dari ketergantungan (saudara harus menjaga saya) ke ketidak tergantungan (saya bisa menjaga diri) sampai ke saling ketergantungan (kita bisa lebih baik jika bersama).

Diambil dari Covey S>R the 7 habits of highly effective people, Powerful lesson in

personal change Pocket books, Simon & Schulster, 1997


UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007 11 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

Tiga kebiasaan pertama berhubungan dengan ketidak tergantungan, inti dari karakter mulai tumbuh, kebiasaan nomor 4, 5, 6 berhubungan dengan kerja tim, kerjasama, dan komunikai yang saling tergantung. Kebiasaan nomor 7 adalah kebiasaan pembaharuan. Kita akan membahas ketujuh kebiasaan ini lebih dalam di Semester 2 Modul 2 Unit Pembelajaran ini. Kebiasaan 1: Bersikap proaktif Apa yang dimaksudkan dengan bersikap proaktif? Proaktif adalah bertanggung jawab atas kehidupan sendiri, kemampuan untuk memilih tanggapan pada dan untuk situasi tertentu. Perilaku proaktif merupakan suatu keasadaran yang didasarkan pada nilai-nilai dan bukan perilaku reaktif, yang berdasarkan pada perasaan. Orang-orang yang reaktif membiarkan keadaan, kondisi, atau lingkungan sekitar mereka memberitahu mereka bagaimana harus menaggapi atau bersikap. Orangorang proaktif memikirkan dengan seksama, memilih dan menginternalisasi nilainilai yang memberitahu mereka bagaimana harus menanggapi. Yang membedakan keduanya bukanlah apa yang terjadi, tapi bagaimana kita menanggapi (merespon) apa yang terjadi itu. Tak seorang pun bisa membuat anda menderita kecuali jika andalah yang membiarkan mereka melakukan itu. Bahasa yang kita gunakan merupakan indikasi nyata dari perilaku kita. Perbandingan antara perilaku proaktif dan reaktif ditunjukkan dalam tabel berikut. Reaktif Tidak ada lagi yang bisa saya lakukan Dia membuat saya marah Saya terpaksa melakukannya Saya tidak bisa Saya harus Segalanya memburuk Proaktif Mari kita melihat alternatif jalan keluarnya Saya mengendalikan perasaan saya sendiri Saya akan memilih respon yang sesuai Saya memilih Saya lebih suka Inisiatif apa yang bisa kita pakai?

Kebiasaan 2: Mulai Memikirkan Tujuan Penerapan kebiasaan yang lebih fundamental adalah tiap hari memulai dengan sebuah gambaran, atau paradigma tentang tujuan hidup kita sebagai kerangka rujukan kita. Tiap bagian hidup bisa diteliti dalam artian apa yang benar-benar berarti bagi kitapandangan terhadap hidup kita secara keseluruhan. Semua hal diciptakan dua kali. Pertama penciptaan dalam pikiran dan ada kreasi, kedua berwujud fisik dari semua hal. Untuk membangun rumah, pertama kita

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

12 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

harus menciptakan cetak birunya dan kemudian barulah membangun rumah yang sebenarnya. Kita menciptakan pidato dan menuliskannya di kertas sebelum benarbenar berpidato. Untuk mulai memikirkan tujuan, kembangkanlah filosofi atau keyakinan personal. Mulailah dengan mempertimbangkan contoh-contoh berikut: Jangan pernah berkompromi dengan kejujuran; ingatlah orang-orang yang terlibat; pertahankan sikap positif; berolahragalah tiap hari agar tetap sehat; jagalah selera humor; jangan takut salah;

Dengan memusatkan kehidupan kita pada prinsip yang benar, kita menciptakan fondasi yang kokoh untuk pengembangan faktor-faktor pendukung kehidupan yaitu keamanan, penjagaan, kebijaksanaan dan kekuatan. Prinsip adalah kebenaran fundamental. Prinsip-prinsip tersebut adalah jalinan benang yang terajut erat dengan ketepatan, konsistensi, keindahan dan kekuatan dalam kain kehidupan. Kebiasaan 3: Mendahulukan yang paling penting Kebiasaan nomor 3 berkaitan dengan penerapan manajemen diri. Dalam pelaksanaannya membutuhkan kebiasaan 1 dan 2 sebagai pendahuluan. Kebiasaan yang satu ini adalah manajemen diri tiap hari, tiap saat. Dalam matriks manajemen waktu dibawah ini, mendesak berarti diperlukan perhatian segera, sementara penting berkaitan dengan hasil yang berkontribusi pada misi, tujuan, dan nilai yang ingin dicapai. Orang-orang yang efektif dan proaktif menghabiskan sebagian besar waktunya di kuadran II sehingga mengurangi waktu yang dihabiskan di kuadran I. Matriks manajemen waktu Mendesak I Krisis, memadamkan Penting kebakaran Masalah-masalah yang mendesak Proyek yang memiliki tenggat waktu Tidak mendesak II Tindakan Pencegahan Membangun hubungan Melihat peluang baru Perencanaan, rekreasi

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

13 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

Tidak penting

III Interupsi, masalah-masalah yang menekan Surat, telepon, laporan Rapat-rapat

IV Hal-hal remeh, kesibukan sehari-hari Bersantai Bersenang senang

Kebiasaan 4: Berpikir dengan pola sama-sama enak (win-win solution) Solusi sama-sama enak adalah kerangka pikir dan hati yang terus menerus mencari keuntungan timbal balik dalam semua hubungan manusia. Kedua sisi di dahulukan: biasanya hasil akhirnya lebih baik. Jika tidak bisa dicapai solusi samasama enak, maka alternatifnya adalah tidak ada kesepakatan. Butuh keberanian besar serta banyak pertimbangan untuk menciptakan keuntungan timbal balik, khususnya jika pihak satunya memikirkan solusi menang-kalah (pihak yang satu enak, yang satunya lagi menderita). Pemikiran ini mencakup lima dimensi kehidupan yang saling bergantung: karakter, hubungan, kesepakatan, sistem dan proses. Karakter melibatkan integritas, kedewasaan, yang merupakan keseimbangan antara memikirkan orang lain dengan keberanian mengungkapkan perasaan. Hubungan berarti bahwa kedua belah pihak saling percaya dan sangat berkomitmen untuk mencapai solusi sama-sama enak. Kesepakatannya membutuhkan kelima elemen hasil yang diinginkan, panduan, sumber, pertanggung jawaban dan konsekuensi. Kesepakatan sama-sama menang ini hanya bisa bertahan di dalam sistem yang mendukungnya. Untuk mencapai kesepakatan sama-sama enak, ada empat langkah yang dibutuhkan 1) memandang masalah dari sudut pandang lain, 2) mengenali masalah dan perhatian utamanya, 3) menentukan hasil yang bisa diterima dan 4) mencari kemungkinan pilihan lain untuk mencapai hasil tersebut. Kebiasaan 5: Mencoba mengerti agar bisa dimengerti Mencoba mengerti terlebih dulu melibatkan sebuah pergeseran paradigma karena kita biasanya mencoba untuk dimengerti terlebih dulu. Mendengarkan dengan empati merupakan kunci komunikasi efektif. Ini menitik beratkan pada mempelajari bagaimana orang lain memandang dunia, bagaimana orang lain merasakan sesuatu. Inti dari mendengarkan dengan empati bukanlah kita setuju dengan orang tersebut, kita hanya memahami orang tersebut lebih dalam secara keseluruhan, baik secara emosional maupun intelektual. Setelah bertahan hidup

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

14 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

secara fisik, hal selanjutnya yang dibutuhkan oleh seseorang adalah bertahan hidup secara psikologisdipahami, disetujui, didukung, dihargai. Kebiasaan 6: Sinergi Sinergis berarti bahwa satu keseluruhan lebih besar dibanding bagian-bagiannya. Bersama-sama, kita bisa mencapai lebih banyak dari yang kita capai sendirisendiri. Sebuah contoh bagus tentang hal ini adalah dalam orkestra. Lima kebiasaan sebelumnya membangun jalan menuju kebiasaan yang ke6. Kebiasaan ini menitikberatkan konsep sama-sama senang dan kemampuan berkomunikasi dengan empati meskipun tantangan-tantangan yang dibawa oleh alternatifalternatif baru ini tidak ada sebelumnya. Sinergis terjadi saat orang mengabaikan kebiasaan lama mereka dan mentalitas menang-kalah mereka dan membuka diri untuk kerja sama kreatif. Jika ada pemahaman sejak awal, orang-orang bisa mencapai solusi yang lebih baik daripada yang bisa mereka capai sendirian. Kebiasaan 7: Menajamkan gergajinya (Pembaharuan) Kebiasan 7 adalah memanfaatkan waktu untuk menajamkan gergaji kita agar bisa memotong lebih cepat. Hal ini merujuk pada pertahanan dan peningkatan aset besar yang kita miliki, yaitu diri kita sendiri. Kebiasaan ini memperbaharui empat dimensi sifat alami kita, fisik, spiritual, mental, dan emosi-sosial. Keempat dimensi sifat alami kita ini harus digunakan secara reguler dengan cara yang bijak dan seimbang. Sehubungan dengan dimensi fisik, berarti mengikuti pola gizi yang baik, istirahat dan relaksasi dan olahraga teratur. Dimensi spiritual adalah komitmen kita pada sistem nilai yang kita anut. Pembaharuan berasal dari refleksi dan bacaan spiritual. Dimensi mental adalah terus mengembangkan intelektualitas kita melalui membaca dan menulis. Ketiga dimensi ini mengesampingkan dulu masalah waktu, termasuk dalam kegiatan-kegiatan di kuadran II. Dimensi sosial dan emosional kehidupan kita saling terikat karena kehidupan emosional kita utamanya, meski tidak eksklusif, muncul dari dan dimanifestasikan dalam hubungan kita dengan orang lain. Meskipun kegiatan ini tidak membutuhkan waktu, kegiatan ini tetap membutuhkan latihan. Sekarang kerjakan tugas QU.1-3 AS.2/8 Penilaian diri diagram dan matriks manajemen waktu untuk orang-orang yang sangat efektif yang bisa ditemukan di Bagian Tugas di akhir Unit Pembelajaran ini.

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

15 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

2.4 Perilaku mutu tubuh


Seperti yang telah kita lihat sebelumnya, semua dimensi sifat alami kita harus digunakan dengan teratur dengan cara yang bijak dan seimbang. Memindahkan dimensi fisik berarti megikuti gizi yang baik, istirahat dan relaksasi dan olahraga teratur. Mari kita melihat gizi yang baik dan pentingnya kesehatan fisik yang baik. Pentingnya gizi yang baik Bagi sebagian besar dari kita, kesukaan kita menikmati makanan telah menjadi korban hidup kita yang hingar bingar dan juga menjadi korban dari peningkatan kerenggangan hubungan kita, dalam ekonomi komersil yang kompleks, dari proses alami dimana makanan ditanam dan diproduksi. Makanan cepat saji yang palsu, dibungkus, dan tidak sehat hanya satu contoh yang paling dramatis dari penurunan mutu makanan dalam hidup kita, dan merupakan ancaman besar bagi kebaikan budaya dan lingkungan kita. Yang disayangkan, makanan cepat saji biasanya berarti lebih banyak kalori, lemak jenuh, pemanis buatan dan karbohidrat dibanding makanan lambat saji. Karena kenyamanannya, makanan cepat saji sangat terkenal dan sukses secara komersil dalam masyarakat modern kebanyakan, tapi sering juga dikritik karena kerugian-kerugian berikut: Banyak makanan cepat saji yang tidak sehat, dan konsumsi berlebih (dimana kata berlebih didefinisikan secara umum sebagai dua kali seminggu atau lebih) bisa menyebabkan kegemukan. Eksploitasi pemasaran dan pengiklanan digunakan, khususnya diarahkan pada anak-anak (yang bisa menimbulkan efek merugikan pada kebiasaan makanan mereka dan bahkan kematian). Menyebabkan kerusakan lingkungan melalui penebangan hutan untuk perburuan hewan. Mengurangi keberagaman makanan lokal. Makanan cepat saji ini bertahan dengan model pemberian kerja yang bergaji rendah, bermanfaat rendah, mendukung praktek eksploitasi pekerja melalui industri makanan dan industri pelayanan makanan. Skema pemasarannya (royalti). Mutunya yang seringkali lebih rendah dibanding restoran biasa. Makanan lambat saji Pada tahun 1986, Carlo Petrini2 memutuskan untuk melawan laju makanan cepat saji dan semua itu tergambar dari protes yang dijalankannya untuk menentang pembungkusan berlebih dan

Pendiri dan presiden Internacional Show Food Movement. Dia tinggal di Bra, Itali
16 / 58

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

pembangunan restoran McDonalds di dekat restoran Spanish Steps di Roma. Petrini mendirikan Gerakan Makanan Lambat Saji Internasional, Gerakan yang bertujuan untuk menyelamatkan ekonomi lokal, pelestarian tradisi asli yang sangat kaya, dan penciptaan jenis konsumerisme baru yang sadar lingkungan yang ditujukan agar bisa dipertahankan. Istilah Makanan Lambat Saji hanya menggambarkan asal, langkah pertama, dan perluasan internasional gerakan ini dari sudut pandang pendirinya, istilah ini juga merupakan ungkapan yang kuat tentang tujuan organisasi ini untuk melahirkan reformasi sosial melalui perubahan sikap berkaitan dengan makanan dan pola makan. Jika saudara sesekali memilih makanan cepat saji, berikut ini adalah sejumlah alternatif yang lebih sehat: Pilihlah makanan yang dibakar, dikukus, atau dipanggang, alih-alih yang digoreng Pilihlah daging yang tidak berlemak seperti ayam atau ikan Pesanlah nasi atau kentang panggang alih-alih kentang goreng Jangan makan keju atau mayonnaise yang ada di roti isi (sandwich) atau burger untuk menghemat sekitar 100 kalori.

Pentingnya kesehatan fisik yang baik Kesehatan yang baik adalah prioritas untuk Kinerja yang baik dan untuk gaya hidup aktif. Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa perubahan paling awal yang menyebabkan serangan jantung dimulai di usia muda dan perubahan apapun dalam gaya hidup anak muda harus dibuat pada masa-masa awal kehidupan (masa muda) jika saudara ingin tumbuh menjadi orang yang sehat dan bugar. Ada tiga resep yang dibutuhkan untuk mencapai kebugaran/kesehatan fisik, yaitu: kekuatan, daya tahan, fleksibilitas. Kekuatan Kekuatan adalah kemampuan otot atau sekelompok otot untuk menghasilkan gaya. Ingatlah bahwa jantung merupakan organ muskular (otot). Peningkatan kekuatan dibutuhkan untuk mengembangkan kebugaran dan kesehatan fisik. Kekuatan otot sangat penting bagi kemampuan hidup, kemampuan olahraga dan mempertahankan postur tubuh yang bagus. Daya tahan Daya tahan adalah istilah yang digunakan untuk menjabarkan kemampuan seseorang untuk melakukan suatu kegiatan selama jangka waktu tertentu tanpa menderita tekanan pernapasan (tidak menjadi ngos-ngosan). Fleksibilitas

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

17 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

Fleksibilitas

adalah

istilah

yang

digunakan

untuk

menjabarkan

rentang

kemungkinan gerakan sendi. Orang perlu melakukan kegiatan bergerak yang bisa mendorong mereka memaksa sendi-sendi dan otot-otot bergerak sampai batas maskimum. Hal-hal yang harus dihindari untuk tetap sehat: merokok; alkohol dan obat-obatan; obat palsu; seks tidak aman yang mungkin menyebabkan HIV/AIDS; kontak dengan spesies hewan yang mungkin menimbulkan flu burung.

Agar tetap sehat kita harus memahami pentingnya menjalani hidup yang seimbang, melakukan kebiasaan-kebiasaan kesehatan yang baik, dan menyeimbangkan antara belajar, bekerja dan bersantai. Kita juga perlu melakukan diet yang seimbang dan menghindari bahan-bahan yang bisa memberi dampak negatif pada kesehatan kita. Dalam hal ini, kita harus berhati-hati dengan apa yang kita beli, khususnya obat-obatan. Yang terakhir, kita semua sadar tentang konsekuensi seks tidak aman yang menyebabkan HIV/AIDS dan bahaya penyebaran flu burung yang disebabkan kontak antara manusia dan burung dan tidak adanya ukuran kebersihan yang cukup. Sekarang lakukan tugas QU.1-3 AS.3/8 Penilaian diri gizi yang baik dan kesehatan dan keugaran fisik yang bisa ditemukan di Bagian Tugas di akhir Unit Pembelajaran ini

2.5 Perilaku mutu lain yang perlu dipertahankan


Di Unit Pembelajaran 1 kita telah menganalisis konsep keberlanjutan yang dalam arti luas berarti bahwa input bahan mentah dan energi pada ekonomi dan output bahan sisa (limbah) dan panas harus ada dalam kapasitas regeneratif dan absortif ekosistem. Pengembangan berkelanjutan merujuk pada kemampuan produsen dan pabrik untuk memenuhi kebutuhan barang saat ini sekaligus melestarikan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan barang tersebut di masa depan. Secara khusus, tujuannya adalah untuk mengurangi tingkat penggunaan sumber daya alam, mengurangi jumlah polusi yang dihasilkan, dan menyediakan cukup banyak produk seperti makanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Konsep keberlanjutan memperhatikan sifat ekonomi, lingkungan dan masyarakat yang saling tergantung. Hasilnya, usaha-usaha pengembangan berkelanjutan dilakukan oleh semua sektor masyarakat, termasuk konsumen, pemerintah, dan industri.
UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007 18 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

Praktek kewarga negaraan yang baik dan sederhana Sebagai warga negara dalam kehidupan sehari-hari kita juga perlu melakukan perilaku mutu untuk bisa berkelanjutan. Hal ini sederhana saja, kita hanya membutuhkan sejumlah tekad kuat dan usaha untuk menyelamatkan dan melestarikan lingkungan. Beberapa perilaku mutu yang baik dan berkaitan dengan kita semua adalah: pengelolaan limbah; penghematan energi; Mengurangi polusi; menggunakan fasilitas umum dengan hati-hati

Pengelolaan limbah Pengelolaan limbah menjadi masalah besar baik di negara berkembang maupun negara maju. Tempat pembuangan akhir harus diciptakan untuk mengubur lembah-limbah (sampah) yang kita hasilkan sehari-hari. Saat kita memilih sepetak tanah atau tempat yang luas untuk tempat akhir membuang sampah, ada sejumlah hal yang harus diperhatikan, yaitu: Geologi; misalnya lapisan tanah lempung bisa dijadikan tempat ideal sebagai tempat akhir pembuangan sampah karena tidak tertembus (air tidak bisa melewatinya). Hidrologi; misalnya sebuah lokasi TPA tidak boleh berlokasi di dekat sungai. Sejumlah besar limbah rumah tangga mengalami penurunan (proses pembusukan). Sampah ini menghasilkan gas dan bahan kimia, tahun pertama lajunya cukup lambat. Namun, saat TPA itu sudah penuh dan ditutup, penurunan dalam 3-5 tahun berikutnya cukup cepat. Setelah 5 tahun, penurunan tersebut melambat sedikit-demi sedikit. Jika TPA sudah penuh (kira-kira dalam ditutup dengan lapisan tanah lempung ditutupi lagi dengan tanah setebal satu pohon. Saat sebuah TPA siap ditutup, seterusnya, atau paling tidak sampai kita waktu sekitar setahun, tempat tersebut setebal kira-kira 1 meter dan kemudian meter untuk menumbuhkan rumput dan ada TPA lain yang siap dibuka. Begitu kehabisan lahan.

Tempat bekas TPA itu bisa diubah menjadi lapangan rumput atau taman, yang nantinya bisa digunakan oleh masyarakat setempat. Pada tahun-tahun belakangan ini, kesadaran tentang masalah lingkungan semakin meningkat dan jadi bisa diterima saat kita mengubur sampah dalam jumlah sebegitu besar di TPA, karena: Tanah tidak bisa dipertahankan (tdak bisa di daur ulang) Sampah yang ditumpuk di TPA menghasilkan polusi

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

19 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

Kita tidak semata-mata menghasilkan sampah di rumah.

Saat kita keluar kita

membeli permen, kripik dan makanan cepat saji yang dibungkus. Jika tak seorangpun mau memasukkannya ke tempat sampah, apa kira-kira yang terjadi pada daerah di sekitar kita? Kadang, TPA bukanlah cara terbaik untuk menyingkirkan sampah. Dalam jurnal pembelajaran saudara, tulis sampah yang saudara masukkan ke tempat sampah setiap hari, atau benda-benda yang saudara lemparkan dan dibiarkan selama beberapa hari. Lalu, di kolom sebelahnya, tulis sebuah cara alternatif cara lain untuk membuang sampah. Pengurangan, pendaur ulangan, penggunaan ulang Perlu diingat bahwa proses daur ulang juga membutuhkan energi dan sumber daya lainnya. Jauh lebih ramah lingkungan jika kita tidak memproduksi limbah (kurangi pemakaian atau gunakan sedikit saja) sejak awal atau barang-barang yang telah dipakai, dipakai lagi (penggunaan ulang): buatlah sesuatu yang bisa digunakan lagi, misalnya kaleng minuman, silakan merujuk pada kasus di bawah ini. Kasus daur ulang kaleng aluminium Kaleng kemasan minuman terbuat dari aluminium (sekitar 75%nya) dan sebagian terbuat dari baja. Cara mudah untuk mengujinya adalah dengan meletakkan magnet di sisi kaleng tersebut, jika magnetnya tidak menempel maka kaleng tersebut terbuat dari aluminium. Kaleng aluminium lebih ringan dari kaleng baja dan kaleng baja lebih berkilau. Konsumsi minuman kaleng sangat tinggi diseluruh dunia. Tiap kaleng aluminium bisa di daur ulang menjadi wadah kemasan minuman lagi, dan ini bisa dilakukan terus menerus. Mendaur ulang kaleng aluminium menghemat energi dan sumber daya alam dan juga mengurangi beban TPA. Kaleng-kaleng tersebut bisa dilebur di pabrik daur ulang dan diubah menjadi aluminium batangan yang bisa digunakan untuk membuat kaleng baru. Ini disebut daur ulang lingkaran tertutup, karena kaleng lama hilang dan kaleng baru muncul. Coba ingat-ingat lagi minggu lalu. Apakah saudara membuang sampah apapun yang bisa didaur ulang atau digunakan lagi? Penghematan energi Kita hanya perlu menggunakan sedikit perilaku mutu yang baik untuk mengurangi pemakaian energi. Sejauh energi itu berhubungan dengan listrik dan air, kita harus: mematikan lampu secara teratur kapanpun kita tidak membutuhkannya dan mencabut peralatan listrik rumah tangga yang tidak sedang dipakai; jika ada anggota keluarga kita perlu memperbaharui peralatan rumah tangga, sarankan untuk memilih solusi ekologi yang meskipun lebih mahal saat membelinya tapi mengkonsumsi listrik dan air yang lebih sedikit. Untuk jangka panjang saling menguntungkan merupakan strategi untuk kita dan planet;
UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007 20 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

belilah bohlam yang memakan listrik sedikit, yang bisa bertahan 10 kali lebih lama dari bohlam biasa dan menggunakan listrik 5 kali lebih sedikit; hindari mandi berlama-lama (dengan berendam seperti yang umum dilakukan di Amerika dan Eropa) dan pilihlah mandi menggunakan shower yang menggunakan air lebih sedikit; waspadai kebocoran pipa air dan jika terjadi hentikan segera untuk menghidari terbuang sia-sia

Mengurangi polusi Untuk berkontribusi dalam mengurangi jumlah CO2 di lingkungan kita, kita tentu harus mengurangi emisi gas yang jadi penyebab polusi dan pemanasan iklim. Ada dua perilaku mutu yang disarankan: beli dan pakailah produk-produk biologis yang menggunakan bahan alami dan bebas pestisida (yang produksinya membutuhkan banyak energi); abaikan mobil 4x4 WD dan bersepedalah untuk menempuh jarak dekat; prioritaskan penggunaan mobil hibrida yang menggunakan listrik dan minyak tanah untuk menempuh jarak jauh

Menggunakan fasilitas umum dengan hati-hati Apa fasilitas umum itu? Fasilitas umum adalah semua infrastruktur yang dibuat oleh pemerintah pusat dan / atau pemerintah daerah untuk digunakan oleh warga negara untuk meningkatkan dan membantu kehidupan sehari-hari mereka, seperti: transportasi umum, sekolah, rumah sakit, jalan raya, bandara, air, listrik dan gas. Untuk menyediakan layanan-layanan ini, pemerintah memungut pajak dari tiap barang yang dijual. Pajak yang dimaksud adalah PPN yang merupakan singkatan dari pajak pertambahan nilai, merupakan pajak yang harus dibayar jika kita membeli barang atau jasa. Pajak ini biasanya dimasukkan dalam harga barang atau jasa yang kita beli, sehingga kita kadang tidak sadar kita sudah membayarnya. Saat seseorang mengenakan PPN pada kita, orang tersebut mengalikan harga bersih barang atau jasa yang kita beli dengan tingkat PPN untuk menghitung jumlah PPN yang harus kita bayar. Kemudian jumlah PPN tersebut ditambahkan ke harga asli barang atau jasa sehingga menghasilkan harga kotor, yaitu harga yang harus kita bayar ke kasir. Sangat sering tindakan kekerasan/vandalisme yang dilakukan oleh warga negara merusak fasilitas umum sehingga harus diperbaiki lagi oleh pihak berwenang menggunakan dana yang didapat dari pajak yang seharusnya bisa digunakan dengan lebih efektif untuk memedahkan masalah yang lebih mendesak seperti mengentaskan kemiskinan, atau untuk membiayai proyek penelitian dan pengembangan (Litbang) untuk mengurangi polusi dan menggunakan sumber energi baru yang diperbarui.

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

21 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

Dengan alasan-alasan tersebut, menggunakan fasilitas umum dengan hati-hati adalah perilaku mutu yang baik dari seluruh warga negara. Sekarang kerjakan tugas QU-1.3 AS 4/8 perilaku mutu yang baik untuk bisa dipertahankan yang bisa ditemukan di Bagian Tugas di akhir unit pembelajaran ini.

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

22 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

Perilaku mutu di tingkat tempat kerja

Meskipun saudara bekerja di perusahaan besar, berwiraswasta atau menjadi manajer perusahaan, ada sejumlah perilaku mutu di tempat kerja yang harus saudara ketahui dan miliki seperti perilaku mutu dan peraturan kesehatan dan keamanan di tempat kerja.

3.1 Perilaku yang meningkatkan mutu kerja dan menambah produktivitas


Mutu dimulai di hari pertama Kita pasti ingin dikenal sebagai pegawai yang memiliki mutu kerja; kesan ini harus dimulai di hari pertama kerja. Kita mungkin sudah mengetahui bahwa menghasilkan mutu kerja sangat penting untuk mempertahankan pekerjaan kita. Misalnya, kita pasti sudah tahu betapa pentingnya tepat waktu. Saat kita akan mulai bekerja, pastikan untuk mempelajari semua yang bisa dipelajari, tapi jangan berharap bisa mempelajari semuanya di hari pertama kerja. Jangan takut untuk mengatakan, Saya tidak tahu dan untuk bertanya. Tunjukkan ketertarikan untuk mempelajari peraturan dan regulasi perusahaan. Berikut ini sejumlah tips, yang bisa membantu membuat hari pertama kerja lebih mudah dan akan menumbuhkan perilaku baik yang akan menghasilkan kerja bermutu:

Pergi kerja beberapa menit lebih awal. pagi-pagi. Dengarkan instruksi dengan seksama. dimengerti.

Melaporlah pada penyelia (supervisor)

Bertanyalah jika ada yang tidak

Bersikap ramahlah pada rekan-rekan pekerja tapi jangan menghabiskan waktu untuk bersosialisasi. Berikan kerja sehari penuh untuk mendapatkan bayaran sehari penuh (totalitas). Banyak perusahaan yang memiliki program orientasi untuk membantu pegawai baru memulai pekerjaannya. Sebagai bagian dari program itu, pegawai baru akan ditunjukkan area kerja, diperkenalkan pada teman sekerja (di bagian yang sama), diberikan sejumlah latar belakang informasi tentang perusahaan, dan diberitahu tentang kebijakan dan keuntungan perusahaan. Ingat, cara kita menangani diri kita sendiri untuk memulai pekerjaan baru akan menjadi kesan pertama yang
UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007 23 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

dimiliki oleh rekan sekerja kita.

Berikut ini sejumlah saran yang bisa membantu

menciptakan kesan pertama yang menyenangkan: Ketahui dan ingat-ingat nama orang yang bekerja bersama kita, dan ingatlah untuk selalu menyebut nama mereka dengan benar. Pelajari dan ingat-ingat regulasi perusahaan tentang waktu istirahat, jam makan siang, istirahat sore dan merokok. Jangan melanggar aturan-aturan ini. Bersikaplah ramah dan sopan pada semua orang. Harapan pemilik perusahaan Berikut ini adalah harapan-harapan penting bagi pemilik perusahaan (orang yang mempekerjakan kita): 1 Pegawai tulus dan bersungguh-sungguh menghasilkan kerja bermutu tinggi. serta berminat agar bisa

Pekerja yang baik yang mau mempelajari cara dan metode baru untuk meningkatkan mutu kerja. Pegawai yang meyakini dan mempraktekkan kejujuran. MISAL: mulai kerja tepat waktu; kembali dari istirahat dan makan siang tepat waktu; bersikap produktif saat bekerja; tidak pulang kantor lebih cepat, meskipun hanya beberapa menit; tidak mengambil stempel, pena, kertas, dan barang-barang kecil lain untuk penggunaan pribadi; tidak mencuri uang dan/atau barangbarang lain; tidak memberikan kemudahan atau diskon khusus pada teman atau keluarga tanpa persetujuan penyelia.

Pegawai yang setia pada perusahaan. MISAL: Menjaga kerahasiaan hal-hal seperti margin harga dan kode penjualan; tidak ikut-ikutan bergosip dan berdebat; tidak mengkritik bisnis pada orang luar; menjadi pelanggan yang baik untuk membeli barang dan jasa perusahaan yang dijual di pasaran. Pewagai yang ambisius dan berkeinginan untuk meningkat ke posisi yang lebih tinggi dengan tanggung jawab lebih besar.

6 7 8 9 10

Pegawai yang mencoba bertahan dengan perubahan kondisi di lapangan kerja. Pegawai yang menjaga kebugaran tubuh dan kesehatan yang baik. Pegawai yang menerima kritik yang membangun dengan baik. Pegawai yang mematuhi aturan dan regulasi. Pegawai yang menunjukkan inisiatif. MISAL: Meminta tambahan tugas pada
24 / 58

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

penyelia jika pekerjaan yang diberikan sudah selesai. 11 Pegawai yang menangani stok dan suplai barang-barang dengan hati-hati. PERHATIKAN: barang-barang ini adalah investasi perusahaan. Barang yang rusak dan penggunaan suplai yang tidak bertanggung jawab akan mengurangi keuntungan. Pegawai yang sangat memperhatikan kerapian dan penampilan personal.

12

Jika pegawai mengetahui apa yang diharapkan oleh orang yang mempekerjakannya, pegawai tersebut akan lebih bisa memenuhi harapan dan memberikan kerja bermutu tinggi.

Informasi berikut merangkum meningkatkan mutu kerja.

strategi-strategi

yang

bisa

dipakai

untuk

Membaur dan menyamankan diri dalam seting kerja yang baru. Wajar saja jika mengalami kegugupan saat memulai pekerjaan baru. Cobalah rileks dan melakukan yang terbaik. Mungkin butuh waktu sebelum kita bisa merasa nyaman dengan rekan kerja baru. Jangan biarkan hal itu mengganggu kita. Kita mungkin tidak akan langsung melakukan pekerjaan yang diberikan pada kita. Biarkan majikan baru kita tahu seberapa handal kita dengan mengerjakan apapun yang disuruh. Jika kita mengalami masalah serius dalam menyesuaikan diri dengan situasi baru tersebut, bicarakan dengan penyelia.

Terus masuk kerja. Usahakan sebisa mungkin untuk menghindari tidak masuk kerja / bolos. Masuklah tepat waktu dan bekerjalah penuh sehari kerja. Atur kehidupan pribadi sehingga tidak mengganggu pekerjaan. Jika harus cuti, cobalah mengaturnya dengan penyelia. Jika ternyata pada detik-detik terakhir kita tidak bisa masuk kerja, hubungi penyelia dan jelaskan alasannya.

Kenali pekerjaan kita Ketahui tugas dan tanggung jawab yang ada dalam pekerjaan tersebut. Ketahui komitmen yang dibuat oleh majikan kita dengan kita. Ketahui peraturan perusahaan. Ketahui prosedur keluhan di perusahaan sehingga kita bisa melindungi hak kita sebagai pekerja.

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

25 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

Selesaikan tugas yang diberikan. Dengar dengan seksama instruksi yang diberikan oleh penyelia tentang tugas dan kewajiban. Tanyakan pada penyelia pertanyaan apa pun yang diperlukan untuk mengerjakan tugas dengan baik. Jika terjadi kesalahan fatal, beritahukan segera pada penyelia agar bisa diperbaiki. Jika ternyata kita tidak bisa menyelesaikan tugas sesuai waktu yang diberikan, beritahu penyelia secepat mungkin saat kita menyadarinya. Jangan tunggu sampai detik terakhir. Bersedialah mengambil tugas-tugas tambahan yang bisa kita kerjakan. Bersiaplah membantu mengerjakan tugas yang berbeda dari yang biasa dilakukan, atau kerja lembur jika diminta.

Belajar dari orang lain Entah formal atau informal, pegawai baru harus dilatih oleh pegawai yang lebih berpengalaman untuk membantunya mempelajari pekerjaan barunya dan mencapai standar mutu. Pegawai yang berpengalaman yang memiliki karakteristikkarakteristik berikut bisa memberikan bantuan paling banyak pada pegawai baru. Karakteristik-karakteristik contoh peran Bagi pegawai baru yang ingin menjadi pegawai terbaik dan mencapai hasil bermutu tinggi, pegawai yang lebih berpengalaman harus dijadikan contoh dan harus menunjukkan karakteristik-karakteristik sebagai berikut: mempertahankan standar kinerjabermutu tinggi; menghargai dan sadar akan mutu; menerima tanggung jawab; sadar akan keamanan; disukai oleh sebagian besar pekerja penuh pertimbangan; sangat mengenal pekerjaannya;

menyampaikan pemikiran dengan efektif; tahu bagaimana menangani orang-orang; memiliki kepribadian menyenangkan; sabar;

tahu bagaimana mengkritik dengan cara yang positif; mudah berteman tidak ceroboh mengambil keputusan;

bersedia membantu; tidak menganak-emaskan siapapun; Tidak egois;

Tahu bagaimana cara mendengar orang lain;

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

26 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

Mengungkapkan pendapat dengan baik; Tahu bagaimana cara menganalisis masalah; Punya inisiatif; Energetik;

Memberi contoh yang baik;

Membuat keputusan yang akurat;

Mau bekerja sama; Rapi dan teratur.

Sekarang nilailah diri saudara menggunakan kriteria-kriteria diatas dengan mengerjakan Tugas QU 3-1. AS 5/8 dimana posisi saya? yang bisa ditemukan di bagian Tugas di akhir unit pembelajaran ini. Berikut ini sejumlah alasan mutu kerja yang buruk: Orang-orang tidak tahu bagaimana (atau apa) yang harus mereka lakukan. Keuntungan dan kerugian (hadiah dan konsekuensi) tidak cukup tinggi. Mereka pikir mereka baik-baik saja, meskipun mereka belum pernah dievaluasi. Mereka menganggap cara mereka, bukan cara perusahaan, adalah yang lebih baik, padahal itu salah. Tidak ada konsekuensi negatif untuk Kinerja yang buruk. Mereka mengalami hambatan dalam membatasi mutu performa. Mereka tidak menginginkan pekerjaan tersebut, atau mereka tidak tahu kenapa mereka harus melakukannya. Mereka menganggap tugas lain lebih penting.

3.2 Kesehatan dan keamanan di tempat kerja


Definisi3 Lingkungan kerja yang sehat adalah lingkungan kerja dimana pegawai, kontraktor dan masyarakat tidak terkena bahaya kesehatan dan potensi kecelakaan.

Sumber : The world Health Organization.


27 / 58

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

Kesehatan juga berkaitan dengan kondisi kesehatan fisik, mental dan sosial. Hal ini lebih dari sekedar tidak adanya penyakit atau kuman. Berpikir aman Hari pertama bekerja adalah saat untuk memulai menumbuhkan sikap aman yang sesuai. Bahkan jika kita sudah berpengalaman pun, kita tetap harus meminta atau mendapat peraturan perusahaan dan instruksi khusus untuk diterapkan di bagian kerja kita. Setelah mendapatkan peraturan, untuk tetap bisa mempertahankan minat tinggi pada keamanan biasanya menjadi sulit. Para pekerja bila sudah terbiasa dengan pekerjaannya secara rutin di bagian (departemen) tempat mereka bekerja, biasanya mereka menjadi kurang hati-hati. Tanpa kerjasama penuh dari setiap pegawai, program keamanan tidak akan berhasil. Namun bila semua pekerja memahami bahwa pihak manajemen sangat memperhatikan keamanan, maka akan lebih mudah untuk meyakinkan mereka tentang pentingnya hal tersebut. Kenapa kecelakaan terjadi? Kesalahan manusia (perilaku tidak aman) 80% Kegagalan mekanis (kondisi tidak aman) 18% Pengaruh alam (banjir, badai) 2% Kesalahan manusia: penyebab-penyebab utama kecelakaan Lima penyebab utama kecelakaan yang berhubungan dengan pekerjaan adalah: 1. 2. 3. 4. Kurangnya sikap aman. Kurangnya pengetahuan. Kurangnya kemampuan. Kepenatan

Sebagian besar kecelakaan besar dan ringan disebabkan oleh tindakan yang tidak aman, bukan oleh kondisi yang tidak aman. Dari lima penyebab kecelakaan dalam pekerjaan, empat diantaranya disebabkan oleh tindakan tidak aman bagi semua orang yang disebabkan oleh kondisi tidak aman. Kurangnya sikap aman merupakan penyebab sebagian besar kecelakaan. Orang yang memiliki sikap aman yang baik akan menjadi warga negara yang bahagia dan bertanggung jawab. Seseorang mengubah sikapnya terhadap keamanan biasanya pada saat mereka tertarik, marah, tertekan atau lelah. Mereka menjadi kurang memperhatikan keamanan dan lebih memungkinkan mengalami kecelakaan. Penggunaan obat-obatan dan alkohol bisa menyebabkan sikap aman yang buruk. Ini mungkin sebagian alasan kenapa alkohol terlibat paling tidak setengah dari
UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007 28 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

semua kecelakaan bermotor yang fatal. Selain itu, bahaya dari alkohol dan obatobatan berhubungan dengan batasan fisik. Itulah sebabnya kenapa orang yang berada dalam pengaruh zat-zat ini bereaksi lebih lambat terhadap bahaya. Kurangnya Kurangnya pengetahuan merupakan penyebab lain kecelakaan. pengetahuan terutama berbahaya di toko; oleh karena itu; mengharuskan para pegawainya diberi pelatihan. Kurangnya kemampuan merupakan penyebab kecelakaan yang paling umum. Kurangnya kemampuan terutama terlihat saat situasi darurat. Kepenatan. Banyak orang menderita kepenatan. Ada sejumlah alasan yang menyebabkan hal ini. Diantaranya adalah kerja berlebihan, bising, panas, kelembaban, penyakit, kurang istirahat dan diet yang salah. Kepenatan bisa menyebabkan perilaku tidak aman. Hal ini sering menyebabkan kecelakaan. Kegagalan mekanis: penyebab utama kecelakaan Berikut adalah sejumlah jenis kondisi tidak aman yang bisa menyebabkan kecelakaan kerja. Ingatlah bahwa kondisi tidak aman seringkali merupakan akibat dari tindakan tidak aman. Kurangnya penjagaan. Hal ini berlaku untuk tempat-tempat berbahaya seperti plafon, catwalk, atau penopang / perancah penggantung (yang biasa digunakan oleh pembersih jendela di gedung bertingkat) yang tidak dilengkapi dengan pagar penghalang; jalur aliran listrik atau bahan peledak yang tidak dipagari atau ditutup dengan layak; mesin atau perlengkapan lain setelah memindahkan bagian atau titik berbahaya lain yang tidak dijaga dengan aman. Penjaga yang tidak cukup. Seringnya, bahan berbahaya yang tidak sepenuhnya dijaga lebih berbahaya dari bahan berbahaya yang tidak dijaga sama sekali. Para pekerja yang melihat ada penjaga akan merasa aman dan tidak memperhatikan peringatan yang biasanya akan mereka perhatikan jika tidak ada penjaga sama sekali. Item-item cacat. Perlengkapan atau bahan yang sudah tua, sobek, retak, patah, karatan, bengkok; bangunan, mesin, atau perlengkapan yang telah benar-benar rusak dan tidak bisa lagi diperbaiki. Pengaturan yang berbahaya. Lantai dan area kerja yang kacau; layout mesin dan fasilitas produksi lain yang tidak tepat; celah gang atau pintu darurat yang terhalang; barang-barang atau perlengkapan yang ditumpuk atau disimpan dengan tidak aman; plafon atau kendaraan yang terlalu penuh; fasilitas pembuangan atau pembakaran limbah yang tidak cukup. Pencahayaan yang tidak sesuai. Kurang cahaya; cahaya berlebih; cahaya dengan warna yang salah; nyala lampu; pengaturan sistem pencahayaan yang menyebabkan bayangan dan terlalu banyak kontras. Ventilasi yang tidak aman. Konsentrasi uap, debu, gas, asap; kapasitas yang tidak tepat, lokasi atau pengaturan sistem ventilasi; pertukaran udara yang kurang,

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

29 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

sumber udara yang tidak murni yang digunakan untuk pertukaran udara; suhu dan kelembaban yang tidak normal. Selain orang yang menderita kecelakaan, keluarga dan teman-teman orang tersebut juga menambah beban produksi. Berikut ini sejumlah aturan yang bisa membantu mendorong sikap yang tepat: 1. Aturan: Selalu waspadai praktek-praktek tidak aman, perlengkapan tidak aman dan kondisi yang tidak aman. Sikap semua pegawai mengenai hal ini merupakan hal yang paling penting, dan dengan tidak mengabaikan bahaya yang jelas bagi diri sendiri, bantulah orang lain untuk tetap waspada. 2. Aturan: Bagi pegawai, sikap aman harus sama pentingnya dengan kepemimpinan, produksi dan kesadaran biaya. Ini akan membuat kita lebih sadar bahwa sikap mereka terhadap keamanan merupakan indikasi perasaan mereka terhadap tanggung jawab. 3. Aturan: Jadikan keamanan sebagai masalah sehari-hari. Diskusikan keamanan paling tidak dengan salah satu anggota kelompok kerja kita setiap hari; kita harus membantu menjadikan keamanan sebagai masalah pribadi. 4. Aturan: Laporkan segera segala kecelakaan sekecil apapun. Hal ini akan membantu pembenahan tempat bermasalah tersebut sesegera mungkin dan menunjukkan seberapa penting keamanan bagi kita.

Salah satu kontribusi kita yang penting bagi pencegahan kecelakaan adalah mengkomunikasikan keinginan kita sendiri untuk bekerja dengan aman. Orangorang terluka bukan karena mereka ingin, tapi karena kadang mereka melakukan hal-hal yang tidak aman dengan alasan-alasan sebagai berikut: Mereka tidak tahu bahwa yang mereka lakukan itu salah. Mereka salah mengerti instruksinya. Mereka tidak menganggap penting instruksi tersebut. Mereka tidak mendapat instruksi spesifik. Mereka dengan sengaja mengabaikan instruksi. Mereka belum dilatih dengan benar. Salah satu direktur keamanan mengatakan :Kau bisa punya semua peralatan keamanan yang kau butuhkan: kacamata, topi pengaman, selang pemadam dilokasi strategis, sabuk pengamantapi kau tetap harus memeriksa secara teratur apakah semuanya digunakan dengan baik atau tidak.

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

30 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

Para pegawai harus ingat bahwa meskipun peraturan dan regulasi keamanan, penjaga dan peralatan mekanis, poster-poster keamanan, dan pembicaraan merupakan faktor keamanan yang penting, hal-hal ini tidak akan bisa mengganti tindakan aman yang dilakukan oleh para individu pegawai sendiri. Berikut ini beberapa panduan yang harus diikuti untuk keamanan dalam bekerja: Anggap praktek kerja yang aman sebagai bagian dari pekerjaan. Para pekerja

memiliki tanggung jawab untuk bekerja dengan cara yang tidak berbahaya bagi diri sendiri, teman sekerja, atau bagi barang-barang milik perusahaan. Melakukan pekerjaan ditempat yang berbahaya merupakan pekerjaan yang salah. Kebiasaan bekerja aman merupakan salah satu kriteria pekerja yang baik. Belajarlah melakukan praktek kerja yang aman dari penyelia dan terapkan pelajaran tersebut. Ikuti saran penyelia saudara. Hasilnya, kecelakaan banyak yang bisa dicegah. Carilah bahan-bahan berbahaya di tempat kerja yang bisa membahayakan orangorang; pindahkan barang berbahaya tersebut atau laporkan pada penyelia saudara, jika saudara menemukan peralatan kerja, kotak, atau barang yang salah tempat dan berada di jalur jalan, ambillah dan pastikan barang tersebut disimpan di tempat yang tidak menghalangi jalan. Jika perlengkapan atau peralatan kerja tersebut tampak rusak atau butuh perbaikan, laporkan dengan demikian perlengkapan atau peralatan tersebut bisa diperbaiki atau diganti. Bertanyalah jika saudara ragu tentang prosedur keamanan. Biarkan penyelia saudara menunjukkan praktek kerja yang pasti dan aman untuk tiap tugas yang harus dikerjakan. Ikuti instruksinya dengan cermat. Ingat, keamanan adalah mencegah kecelakaan sebelum kecelakaan itu terjadi. Orang-orang terluka karena mereka ceroboh atau karena melanggar peraturan keamanan. Oleh karena itulah membangun pola kerja yang aman dan benar-benar memiliki kebiasaan aman berarti kita akan terus bekerja. Kebiasaan kerja dibangun untuk mempermudah kita untuk melakukan sesuatu. Berbicara tentang keamanan saja tidak cukup. Kita harus memiliki sikap aman yang baik dengan tindakan kita, tunjukkan bahwa prosedur keamanan memang benar-benar penting. Peralatan dan perlengkapan kerja Banyak kejadian yang melukai tangan, lengan, jari, dan kaki yang bisa dihindari jika para pekerja menggunakan peralatan dan perlengkapan dengan benar dan memakai pakaian pelindung yang aman. Sekitar 30% dari kecelakaan melukai tangan, lengan, atau jari. Sebagian besar kecelakaan ini terjadi pada pekerja yang menggunakan permesinan besar. Tiga dari empat kecelakaan ini terjadi pada mereka yang tidak memakai sarung tangan pengaman.
UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007 31 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

40% dari kecelakaan melukai bagian tengah tubuh, seringnya pada punggung. Tiga penyebab utama kecelakaan punggung adalah: tidak menggunakan teknik untuk mengangkat barang, mengangkat barang yang terlalu berat, dan Terlalu banyak mengangkat dalam satu hari. Sejumlah kecelakaan menyebabkan luka yang menimbulkan kematian. Peralatan yang paling berbahaya di tempat kerja adalah kendaraan bermotor. Mobil besar dan truk menyebabkan sekitar 30% dari semua kematian yang terkalit dengan kecelakaan kerja. Mabuk, mengebut, dan tidak memperhatikan jalan adalah alasan yang paling sering diberikan. Keamanan adalah masalah semua orang Keamanan telah dianggap sebagai bagian dari pikiran. Pelajari saran-saran berikut untuk mengenal sikap keamanan yang tak sehat sehingga bisa dihindari agar tidak menjadi kebiasaan yang buruk: Aku lupa menekan switchnya. Menurutku terlalu merepotkan memakai helm keras seperti itu. Tidak ada yang bilang tidak boleh melewati kabel-kabel itu. Aku tidak memberitahu mereka untuk tidak melakukan hal itu karena aku bukan bos. Aku tidak mendengarkan mereka karena menurutku mereka juga tidak tahu banyak. Aku tidak mengangkat kardus itu karena aku lelah dan aku tidak menyangka akan ada orang yang tersandung kardus itu. Aku telah melakukan pekerjaan ini begitu sering hingga seolah-olah aku bisa melakukannya dengan mata tertutup sekalipun. Ucapan-ucapan diatas adalah alasan-alasan yang dibuat atas kecelakaan yang harusnya bisa dihindari. Berikut adalah sikap-sikap yang salah yang mendasari munculnya alasan-alasan diatas: melamun, perselisihan, kelelahan, terlalu percaya diri, kemalasan, pengabaian dan kelalaian. Ingat, kecerobohan dan kebodohan pekerja lah yang menyebabkan sebagian besar kecelakaan terjadi. Memperbaiki kondisi tidak aman
UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007 32 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

1.

Pindahkan barang berbahaya jika mungkin. Barang yang membahayakan fisik menyebabkan sekitar 20% kecelakaan yang terjadi. Perlindungan. Jika titik bahaya (misalnya kabel tekanan tinggi) tidak bisa

2.

dipindahkan, pastikan bahaya tersebut dilindungi menggunakan penutup, atau peralatan pelindung lain. 3. Peringatan. Jika perlindungan tidak mungkin dilakukan atau tidak praktis, peringatkan semua orang akan kondisi yang tidak aman tersebut. Anggap saja sebuah truk harus mundur melintasi trotoar ke sebuah plafon pengangkat. Kita tidak bisa memindahkan trotoar atau membangun pagar di sekeliling truk tersebut. Yang bisa kita lakukan hanya memperingatkan bahwa ada kondisi yang berbahaya. Lakukan dengan menunjukkan tanda bahaya atau menggunakan alat (bel, peluit, klakson, lampu sinyal, dsb) 4. Rekomendasikan. Jika kita tidak bisa memindahkan atau menjaga sebuah kondisi tidak aman sendirian, peringatkan pihak yang berwenang atas hal tersebut. Berikan rekomendasi spesifik tentang bagaimana menghilangkan kondisi tidak aman tersebut. Tindak lanjut rekomendasi. Setelah beberapa waktu, periksalah untuk memastikan bahwa kondisi tidak aman tersebut sudah diperbaiki. Jika tetap ada, tanggung jawab kitalah untuk memberitahu orang yang kita beri rekomendasi waktu itu. Pakaian yang sesuai dengan pekerjaan bisa membantu kita menjadi aman dan nyaman. Pakaian kerja yang benar bisa membantu mencegah kecelakaan dan luka. Pakaian kerja harus nyaman dipakai dan melindungi tubuh dari kondisi lingkungan sekitar. Semakin berbahaya pekerjaannya, semakin khususlah pakaian kerjanya. Misalnya, seorang astronot tidak akan pergi ke ruang angkasa mengenakan pakaian renang. Jenis pekerjaan menentukan pakaian yang sesuai untuk keamanan kerja. Sejumlah tips umum untuk jenis pakaian yang tepat untuk dipakai demi keamanan dan kenyamanan kerja mencakup hal-hal berikut ini: Memakai pakaian yang aman Pakailah pakaian yang pas dan halus yang melindungi tubuh sesuai dengan yang dibutuhkan, dari pergelangan tangan sampai pergelangan kaki. Pakaian lengan pendek adalah pakaian yang paling bagus untuk bekerja di dalam ruangan menggunakan mesin. Jika memakai pakaian lengan panjang, lengannya harus digulung sampai siku. Pakailah pakaian yang halus, dan hampir pas untuk menghindari pakaian tersangkut di sudut tajam atau di putaran mesin. Jangan memakai scarf terurai, dasi, tutup saku yang melambai-lambai, perhiasan yang menggantung, jam tangan, atau cincinbarang-barang ini juga bisa tersangkut di benda-benda saat kerja atau tersangkut di mesin. Ikatkan celemek/pelindung apapun dengan benar-benar rapi dan aman dengan alasan yang sama.
UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007 33 / 58

5.

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

Pakailah sepatu yang nyaman dan memberi dukungan yang diperlukan. Sepatu kanvas bersol lembut tidak cocok dipakai bekerja. Meskipun cocok untuk pakaian kasual; sepatu ini memberi perlindungan dan dukungan yang terbatas. Pakailah sepatu yang aman, klip jari kaki, atau pelindung kaki jika menangani atau bekerja dengan bahan-bahan berat. Kaki celana yang dibuat khusus bisa memberikan perlindungan yang baik bagi kaki dari asam, percikan api, pentalan logam, dan bahan kimia dari pestisida. Pakailah pelindung wajah untuk menghindari bahaya dari partikel atau pestisida yang beterbangan melebihi perlindungan kacamata (google). Pakailah google saat menangani bahan kimia, mengebor atau menghancurkan beton, mengelupaskan, menghaluskan, menggunakan sikat kawat, mengelas, menggunakan gerinda portabel, atau untuk pekerjaan lain dimana mungkin ada partikel yang beterbangan. Pakailah jenis perlindungan pernafasan yang tepat (masker debu atau masker pernafasan) untuk pekerjaan yang menimbulkan debu atau yang dikerjakan di tempat berdebu atau saat mengecat dengan semprotan, menggunakan pestisida, atau melakukan pekerjaan-pekerjaan serupa. Sarung tangan bisa memberikan perlindungan yang dibutuhkan dari kotoran, sengatan panas, bahan kimia, dan benda tajam. Pakailah sarung tangan yang sesuai saat menangani bahan bangunan dan zat kimia yang tajam, berat, kasar atau panas. Pakailah sarung tangan kanvas atau sarung tangan dari katun kasar untuk melindungi dari melepuh karena gesekan saat mencabut rumput. Pakailah sarung tangan asbes saat bekerja di dekat panas, seperti di dekat oven besar. Pakailah sarung tangan karet saat menangani asam, larutan, minyak tanah, atau saat menggunakan pembersih oven besar. Jaga kebersihan pakaian kerja dan tubuh sendiri. Selalu mencuci tangan sampai bersih sebelum makan. Infeksi yang disebabkan oleh kotoran bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan penyakit, yang bisa menyebabkan kehilangan waktu kerja dan pengurangan gaji. Pakailah sabuk pengaman dengan tali pengaman jika ada bahaya jatuh, misalnya saat bekerja membersihhkan jendela di gedung bertingkat banyak.

Sekarang kerjakan tugas QU-1.3 AS.6/8 Tugas Kelompok MELAPORKAN BAHAYA yang bisa ditemukan di Bagian Tugas di akhir Unit Pembelajaran ini.

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

34 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

Perilaku mutu di tingkat institusional

Perilaku mutu di tingkat institusional menyiratkan penerapan kebijakan dan program sikap warga korporasi yang dimulai dengan menentukan kode kerja untuk profesi tersebut dan menggunakan pendekatan terpadu terhadap mutu yang mencakup: pemenuhan standar tenaga kerja internasional dan pemenuhan hak asasi manusia termasuk didalamnya peraturan keamanan dan kesehatan; pemenuhan peraturan lingkungan; serta pemenuhan standar sistem manajemen mutu.

4.1 Mendefinisikan kewarga negaraan korporasi


Secara umum, corporate social responsibility (CSR) menjabarkan hubungan antara bisnis dengan masyarakat. Pada tingkat yang lebih sempit, CSR atau warga perusahaan (corporate citizenship, CC) menjabarkan peran perusahaan di masyarakat tidak hanya pada aspek ekonomi semata. Hal ini biasanya diekspresikan dalam serangkaian kebijakan dan kegiatan di dalam dan di luar perusahaan yang akan membantu mencapai tujuan ini. Kontribusi ini ditentukan oleh seberapa baik perusahaan mengatur dampak ekonomi, sosial dan lingkungannya sekaligus sehubungan dengan pihak-pihak terkait. CSR tidak hanya baik untuk dimiliki. Tapi berkaitan dengan serangkaian nilai dan perilaku inti yang berarti bahwa bisnis merupakan kekuatan positif dalam masyarakat. Menjadi warga persuahaan berarti mematuhi peraturan ketenaga kerjaan dan tawar menawar kolektif, memperlakukan pegawai dengan adil dan sama rata dan memastikan keadilan sosial di tempat kerja. Dengan demikian, bisa memberikan jaminan kesehatan & keamanan pegawai serta mencegah polusi atau pengaruh negatif layanan atau fungsi perusahaan. Ini berkaitan dengan tanggapan pada kebutuhan dan tekanan pelanggan dengan tujuan agar bisa dipertahankan dan juga berkaitan dengan dukungan perlindungan hak asasi manusia. Warga perusahaan yang baik bisa memberikan keuntungan bisnis seperti: pengaturan reputasi, pengaturan resiko kerja, perekrutan, motivasi, dan penempatan pegawai; hubungan dan akses investor pada modal; pembelajaran dan inovasi; persaingan dan penempatan pasar; efisiensi operasional; dan mendapatkan apa yang disebut dengan izin sosial untuk beroperasi atau label sosial. Peralatan CSR meliputi reputasi dan manajemen krisis, laporan sosial dan lingkungan, dialog para pemegang saham dan kemitraan negeri-swasta. Terlepas dari kesejahteraan perusahaan, kemitraan strategis antara dunia bisnis dengan pembuat kebijakan, praktisi pengembang atau pemegang saham lain dalam masyarakat memberikan peralatan penting dalam CSR, khususnya dalam konteks pengembangan.

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

35 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

The UN Global Compact (UNGC) Apa yang dimaksudkan dengan UNGC4? UNGC adalah sebuah inisiatif sukarela warga perusahaan yang menyatukan perusahaan-perusahaan dengan agens PBB, organisasi buruh yang independen dan aktor masyarakat sipil lainnya yang mendorong tindakan dan kemitraan dalam usaha untuk mengejar ekonomi global yang lebih bisa dipertahankan dan lebih inklusif. Compact ini berdasarkan pada sembilan Prinsip yang berkenaan dengan bidang hak asasi manusia, buruh/tenaga kerja, dan lingkungan Ke sembilan prinsip tersebut adalah sebagai berikut: 1. Memastikan bahwa perusahaan tidak terlibat dalam pelecehan hak asasi manusia 2. Bisnis sebaiknya mendukung dan menghargai perlindungan internasional terhadap hak asasi manusia dalam pengaruhnya; dan 3. sebaiknya kebebasan asosiasi dan pengetahuan efektif tentang hak untuk tawar menawar kolektif. 4. Penghapusan semua bentuk pemaksaan tenaga kerja; 5. Penghilangan pemaksaan dan pemerasan tenaga kerja yang efektif. 6. Menghilangkan diskriminasi dalam ketenaga kerjaan dan lapangan kerja. 7. Bisnis sebaiknya lingkungan. mendukung pendekatan awal terhadap tantangan

8. Melakukan inisiatif untuk mendukung tanggung jawab lingkungan yang lebih besar; dan 9. mendorong pengembangan dan penggunaan teknologi ramah lingkungan. Apa maksudnya dalam praktek? UNGC diperkenalkan pada bulan Juli 2000 oleh Sekjen PBB. Sembilan prinsip tersebut berasal dari konsensus yang hampir universal dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (1948), Deklarasi Organisasi Buruh Internasional tentang Prinsip dan Hak dasar dalam Bekerja (1998) dan Deklarasi Rio tentang Lingkungan dan Pengembangan (1992). UNGC meminta tiap perusahaan untuk memadukan dukungan terhadap hak asasi manusia, memenuhi standar tenaga kerja dan perlindungan lingkungan pada inti operasi bisnis mereka dan untuk menghentikan kegiatan dan proyek perusahaan yang melampaui prinsip-prinsip tersebut. Baru-baru ini, beberapa perusahaan yang menandatanganinya diharuskan melaporkan di depan umum kemajuannya dalam menerapkan ke sembilan prinsip tersebut. The Global Reporting Initiative (GRI) menjadi mekanisme pelaporan jika terjadi pelanggaran implementasi ke UGHC.

Sumber: United Nations Global Compact


36 / 58

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

Meskipun mencapai momentum yang mengesankan, gerakan tanggung jawab perusahaan naik turun di ambang batas nyata. Sebagian besar inisiatif perusahaan berputar-putar pada inti bisnis, terpisah satu sama lain dan tidak berhubungan dengan sistem yang lebih luas untuk menghasilkan dampak kolektif yang lebih besar. Untuk mencapai potensi penuhnya, gerakan tersebut harus memindahkan gigi. Spesifiknya, perusahaan harus menanyakan pertanyaan fundamental tentang bagaimana mencapai skala yang dibutuhkan untuk menanggapi masalah global dan bagaimana caranya membantu mengkatalisasi perkembangan kerangka pemerintahan global yang lebih efektif. Tanggung jawab pengembangan? Sosial perusahaan, bergunakah konsep ini untuk

Dengan adanya konferensi tingkat tinggi di Afrika Selatan pada tahun 2002, CSR secara resmi memasuki arena kebijakan internasional. Dengan perkembangan peran yang diberikan pada pertumbuhan ekonomi dan pengembangan, peran bisnis dalam pengembangan perbaikan sosial juga telah meningkat. Hal ini tidak dapat dilihat dari inkorporasi CSR dalam Tujuan Pengembangan Milenium dimana lingkungan bisnis diberikan peran penting terkait dengan pengentasan kemiskinan. Tujuan Pengembangan Milenium (The Millennium Development Goals / MDG) Ada hubungan yang jelas antara inisiatif tanggung jawab perusahaan dengan tantangan pengembangan berkelanjutan yang lebih luas. Dalam konteks ini mungkin berguna jika kita melihat apakah Tujuan pengembangan milenium yang merupakan bagian dari peta menuju implementasi Deklarasi Milenium PBB sesuai dengan konferensi internasional pada tahun 1990-an. Meskipun pencapaian MDG tidak menjamin pengembangan berkelanjutan, tujuantujuan tersebut mengingatkan kita bahwa paling tidak ada sejumlah konsensus di tingkat global terkait dengan kebutuhan untuk mencapai kemajuan yang lebih besar dalam menghadapi tantangan fundamental. Misalnya, pada tahun 2015, ke 191 anggota PBB disumpah untuk memenuhi delapan tujuan berikut: 1. Menghapuskan kemiskinan dan kelaparan: hilangkan setengah dari proporsi orang miskin yang hidup dengan biaya dibawah sedolar sehari dan setengah lagi dari proporsi orang yang menderita kelaparan. 2. 3. Mencapai pendidikan dasar universal: memastikan bahwa semua anak menyelesaikan wajib belajar. Mendukung kesamaan gender dan memperkuat posisi wanita: menghilangkan pembedaan gender di dunia pendidikan dasar dan menengah, khususnya pada 2005 dan di semua tingkatan pada 2015. Mengurangi tingkat kematian anak: mengurangi dua per tiga rasio kematian ibu;

4.

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

37 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

5. 6.

Meningkatkan kesehatan ibu: mengurangi tiga per empat rasio kematian ibu. Memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit lain: beralih dan mulai membalik penyebaran HIV/AIDS dan membalik pengaruh malaria dan penyakit besar lainnya. Memastikan keberlangsungan lingkungan: mengintegrasi prinsip-prinsip pengembangan berkelanjutan menjadi kebijakan dan program negara dan mengembalikan hilangnya sumber daya alam; mengurangi setengah proporsi orang yang tidak memiliki akses terhadap air minum yang aman; dan mencapai peningkatan signifikan dalam kehidupan 100 juta orang miskin di tempat kumuh pada tahun 2020. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangungan: sejauh ini, melingkupi masalah-masalah negara berkembang seperti pengurangan tarif dan kuota pasar ekspor, meningkatkan pelunasan hutang dan akses obat-obatan penting yang terjangkau di negara-negara berkembang. saudara memenuhi Tujuan Pengembangan

7.

8.

Bagaimana negara Milenium (MDG)?

Jelas, pentingnya pengaturan perusahaan yang baik beranjak jauh dari kepentingan pemegang saham di tiap perusahaan. Memang, prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas pengaturan perusahaan penting bagi integritas dan kredibilitas hukum bagi sistem pasar kita. Kita telah mempercayai perusahaan untuk menciptakan pekerjaan yang meningkatkan pemasukan pajak dan menyediakan barang dan jasa untuk pasar. Tanggung jawab manajer perusahaan, tentu saja tidak terbatas pada melaporkan laporan keuangan yang jujur, melaksanakan fungsi utama kegiatan bisnis dan mematuhi berbagai hukum yang berlaku. Perusahaan-perusahaan bisnis juga harus menanggapi harapan masyarakat demokrasi tentang cara mereka beroperasi. Harapan-harapan tersebut seringkali tidak tertuang sebagai hukum resmi. Pembagi keuntungan sebenarnya mengharapkan perusahaan memenuhi tuntutan masyarakat, sesuai dengan maksimalisasi nilai perusahaan. Memang, pengalaman menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan yang melakukan hal tersebut menjadi perusahaan terbaik dalam jangka panjang. Tantangan untuk memenuhi harapan ini menjadi semakin kompleks dalam ekonomi global dunia saat ini, dengan perusahaan-perusahaan biasanya beroperasi dalam sejumlah lingkungan bisnis dan budaya yang legal dan memiliki peraturan. Dalam beberapa tahun terakhir, para pebisnis terikat dalam inisiatif sukarela untuk meningkatkan kinerja mereka dalam berbagai bidang etika bisnis dan juga pemenuhan hukum. Mereka telah membuat kode tindakan dan sistem manajemen yang dirancang untuk membantu mereka memenuhi komitmen-komitmen ini. Mereka telah mengembangkan kode tindakan dan sistem manajemen ini dengan bantuan partai buruh, LSM dan pemerintah.

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

38 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

Sekarang kerjakan tugas QU-1.3AS. 7/8 Kunjungan Lapangan tangung jawab sosial perusahaan yang bisa ditemukan di Bagian Tugas di akhir Unit Pembelajara ini.

4.2 Kode tindakan dalam profesi


Memang kenapa kita membutuhkan Kode Profesional? Wajarkah dan diharapkankah warga negara yang baik berperilaku etis dalam pekerjaan? Sebenarnya, hal ini tidak sesederhana dan seotomatis itu. Tidak seorangpun yang memulai dengan mencoba berperilaku tidak etis. Hal itu sematamata hanya masalah memikul beberapa tanggung jawab dalam waktu bersamaan. Salah satu cara untuk memandang Kode Profesional adalah dengan memandangnya sebagai pendekatan tersistem untuk menengahi masalah-masalah yang bisa terjadi jika seseorang memakai beberapa topi. Pandangan lain menyatakan bahwa Kode Formal tidakan merupakan gambaran hubungan antara masyarakat dengan warga negara yang baik. Tapi mari kita lihat beberapa definisi dasar: Apa profesi itu? Profesi adalah sekelompok orang yang telah melewati pelatihan khusus, utuk menguasai pengetahuan dan kemampuan dan juga komitmen untuk bersosialisasi dan bertindak baik. Saat orang-orang ini memasuki dunia kerja mereka akan memiliki tanggung jawab profesional. Tanggung jawab profesional mencakup apa aja? Tanggung jawab profesional adalah tanggung jawab untuk menggunakan pengetahuan dan kemampuan khusus untuk kepentingan individu maupun masyarakat secara keseluruhan. Untuk itu perlu pembentukan standard produk yang baik berdasarkan pada kode profesi melalui persetujuan atau kontrak yang mampu mengangkat nilai kelompok, termasuk penuntun bagaimana menggunakan keterampilan khusus sesuai dengan standard profesi. Kode tindakan memiliki disiplin dan konteks khusus. Ada kesamaan nilai antara kode etik dan kode profesional karena keduanya memiliki banyak nilai yang sama, antara lain kejujuran, keadilan, tidak membahayakan, dan berjalan untuk meningkatkan mutu kehidupan sebanyak mungkin. Kode profesional adalah pernyataan nilai yang sama, dan muncul persyaratan tindakan yang benar. Kode-kode ini memiliki karakteristik yang sama dengan teori moral. Kode profesional yang bagus, seperti juga kode moral yang bagus, memiliki konsistensi dalam diri. Dengan kata lain, apa yang benar untuk satu orang, akan benar pula untuk orang lain.
UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007 39 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

Teori yang mengikuti pendekatan ini disebut Deontologis, berasal dari kata Yunani deontos yang berari tugas atau kewajiban. Frase yang menjelaskan pendekatan ini adalah kita memiliki kewajiban untuk menghargai hak individu. Untuk mencoba menjelaskan apa tindakan yang benar itu, kode kerja (tindakan) seringnya berupa gabungan antara pendekatan Deontologis dan Utilitarian. Ada ungkapan yang bersifat Deontologis yang menyatakan ini adalah prinsip-prinsip yang harus diikuti. Namun, di saat yang bersamaan kode itu juga menyatakan sifat Utilitarian yang menyatakan Semua orang akan bisa lebih baik jika kita semua mengikuti standar yang sama. Kode profesional yang lengkap menggabungkan kewajiban dan hak lapangan kerja atau perusahaan yang memuat lapangan kerja tersebut. Hak dan kewajiban yang positif dari kelompok profesional secara langsung dan tidak langsung terkait dengan pemenuhan kebutuhan yang harus di dukung oleh anggota kelompok. Semua profesional memiliki kewajiban yang tegas untuk memenuhi kebutuhan, mendukung kepentingan dan menghargai nilai-nilai klien, karena pemenuhan kewajiban ini menyusun dasar bagi posisi hak mereka dalam masyarakat. Sekarang kerjakan tugas QU-1.3-AS. 8/8 tugas kelompok menyusun kode kerja yang bisa ditemukan di Bagian Tugas di akhir Unit Pembelajaran ini.

4.3 Pendekatan terintegrasi pada mutu


Sebuah pendekatan holistik memandang CSR sebagai konsep manajemen strategis yang menjadi keseluruhan kerangka kerja yang terpadu pada struktur dan proses perusahaan. Sebagai sebuah konsep manajemen, CSR harus memenuhi apa yang disebut tiga garis dasar, yaitu masalah-masalah ekonomi, sosial dan ekologi yang harus diseimbangkan oleh perusahaan untuk mencapai pengembangan berkelanjutan organisasi secara ekonomi, sosial dan ekologi. Dengan demikian perilaku mutu di tingkat institusional memiliki tiga implikasi utama yang mengarah ke pendekatan terintegrasi pada mutu dalam yaitu: a) pemenuhan standar tenaga kerja internasional dan hak asasi manusia yang mencakup kesehatan dan keamanan di tempat kerja, b) pemenuhan regulasi/peraturan lingkungan, dan c) pemenuhan sistem manajemen mutu. Kita akan sedikit menyentuh ketiga aspek penting ini yang akan dijelaskan lebih dalam Modul Semester Tahun ke 2 dan Ke 3 unit pembelajaran. Pemenuhan standar tenaga kerja internasional dan hak asasi manusia termasuk regulasi kesehatan dan keamanan. Pelanggaran hak asasi manusia tidak baik untuk perusahaan. Perusahaan tersebut harus berurusan tidak hanya dengan masalahnya sendiri, tapi juga dengan implikasi sosialnya. Penghilangan pelecehan terhadap hak untuk integritas fisik dan

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

40 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

mental, kebebasan berekspresi dan lingkungan kerja yang bebas dari diskriminasi sangat penting untuk mendukung hak asasi manusia. Kode etik ada untuk menciptakan standar dan pemastian berjalannya bisnis dan hak asasi manusia. Sertifikasi dan perilaku transparan penting bagi perusahaan. Bersikap etis atau tidak bukanlah pilihan, tapi fakta. Jika sebuah perusahaan bersikap etis kurang lebih tergantung dari pengembangan bagian ini dari perusahaan yang sama. Menerapkan kebijakan dan program kesehatan yang efektif membutuhkan dialog, kerja sama dan kepercayaan antara pemilik, pekerja dan pemerintah. Para pekerja juga harus diberikan layanan kesehatan yang terjangkau dan harus mendapatkan manfaat dari skema pekerjaan. Pegawai memiliki andil dalam kerja yang aman; begitu juga pimpinannya. Banyak tempat kerja yang melakukan program keamanan karena pihak manajemen menyadari bahwa kecelakaan adalah beban biaya yang bisa dicegah. Bisnis pembangunan mungkin memiliki direktur keamanan yang tugasnya mencakup membantu pihak manajemen melakukan tugasnya menjaga dan mempertahankan kondisi kerja yang aman. Bisnis-bisnis lain mungkin memiliki dewan keamanan yang terdiri dari pimpinan dan pegawai yang membantu mendukung keamanan. Dalam banyak kasus, pihak pimpinan menyediakan perlengkapan pelindung, seperti sepatu keamanan, kacamata keamanan (google), sarung tangan, dsb., yang diperlukan untuk pekerjaan tertentu. Fitur keamanan mekanis mungkin mencakup mesin jaga atau alat perlindungan lain yang bervariasi mulai dari sistem penyedot debu sampai perekam radiasi. Pembuka kaleng, penghalus makanan, mesin pemotong kain, dan mesin jahit industri adalah contoh perlengkapan yang memiliki penjaga keamanan dan peralatan pelindung. Poster, peraturan dan regulasi keamanan, dan pembicaraan serta pertemuan yang membahas tentang keamanan bisa dijadikan bagian dari program pencegahan kecelakaan. Di sebagian besar bisnis bangunan, fasilitas pertolongan pertama disiapkan untuk meminimalisir pengaruh kecelakaan yang terjadi. Memenuhi regulasi lingkungan dan menjelaskan istilah lingkungan Pemikiran tentang lingkungan memiliki makna berbeda-beda bagi tiap orang. Bagi sebagian orang, lingkungan adalah segala sesuatu di luar tubuh kita, bagi yang lain, lingkungan berarti segala sesuatu di luar rumah atau kantor kita. Orangorang juga menggunakan istilah lingkungan sebagai alat untuk mengkualifikasi area atau bidang pribadi, seperti lingkungan rumah atau lingkungan kantor. Semua istilah lingkungan ini mencakup udara, air, hewan, tumbuhan, manusia, infrastruktur serta proses alam, dan bahkan proses ekonomi seperti fungsi organisasi dan tekanan dari pesaing. Istilah lingkungan menjelaskan kondisi sekitar dimana organisasi beroperasi, dan mencakup udara, air, tanah, sumber daya alam, flora, fauna, manusia dan hubungan mereka satu sama lain. Kondisi sekitar dalam konteks ini termasuk dari dalam organisasi sampai ke sistem global.

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

41 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

Aspek lingkungan adalah nama resmi yang diberikan oleh sistem manajemen lingkungan standar ISO14001 pada semua elemen kegiatan, barang atau jasa organisasi yang bisa berinteraksi dengan lingkungan. Aspek lingkungan yang signifikan adalah aspek lingkungan yang memiliki atau bisa memiliki dampak negatif yang signifikan pada lingkungan. Apa maksud hal ini dalam prakteknya Lingkungan ada disekitar manusia sebagai individu, kelompok atau komunitas dan perusahaan. Orang-orang memiliki hubungan yang sangat dekat dan intim dengan lingkungannya, khususnya lingkungan di tempat hidupnya. Segala hal yang terjadi di lingkungan (misalnya bising atau cuaca) bisa mempengaruhi kita dan kita juga bisa mempengaruhi segala hal yang terjadi di lingkungan dengan mengemudikan mobil, menghangatkan rumah dan kantor, atau menghidupkan lampu di malam hari. Pemikiran tentang lingkungan sama persis dengan pemikiran tentang ekosistem. Aspek lingkungan sebuah perusahaan cenderung merupakan kegiatan atau proses yang bisa dihubungkan dengan dampak terhadap lingkungan. Istilah aspek lingkungan secara langsung merujuk pada standar sistem manajemen lingkungan ISO14001. Untuk mendapat sertifikat ISO14001, sebuah perusahaan harus menilai aspekaspek lingkungannya untuk menentukan yang mana yang signifikan dan yang mana yang bisa memiliki dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat. Aspek-aspek yang signifikan ini harus dipertimbangkan saat menyusun tujuan kerja, membuat program pelatihan dan merancang prosedur darurat. Aspek-aspek ini sering mencakup bagian-bagian operasi perusahaan yang memiliki dampak negatif terhadap sumber daya tanah dan air, keberagaman biologi dan ekosistem. ISO14001 juga mengharuskan semua informasi terkait dengan aspek lingkungan yang signifikan dihargai dan terus diperbarui. Hal ini penting jika perusahaan berubah, sehingga dampak yang diberikannya pada lingkungan juga berubah. Dengan memonitor aspek-aspek operasinya yang terkait dengan dampak-dampak ini, perusahaan bisa menekan pengaruhnya pada lingkungan. Memenuhi sistem manajemen mutu Penerapan sistem manajemen mutu haruslah merupakan keputusan strategis perusahaan. Rancangan dan implementasi sistem manajemen mutu perusahaan dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan, tujuan khusus, barang yang disediakan, proses yang dipakai, dan ukuran serta struktur organisasi tersebut. Tujuan Standar Internasional ini bukan untuk menyarankan keseragaman dalam struktur sistem manajemen mutu atau keseragaman dokumentasi. Standar Internasional ini mendorong penerapan pendekatan proses saat membuat, menerapkan dan meningkatkan efektifitas sistem manajemen mutu, untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dengan memenuhi persyaratan yang diajukan oleh para pelanggan tersebut.

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

42 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

Agar

organisasi

bisa

berfungsi

dengan

efektif,

organisasi

tersebut

harus

mengidentifikasi dan mengatur sejumlah besar kegiatan yang terkait. Kegiatan yang menggunakan sumber daya dan diatur untuk memungkinkan transformasi dari input menjadi output bisa dianggap sebuah proses. Seringnya output dari sebuah proses secara langsung membentuk input untuk yang berikutnya. Penerapan sebuah sistem atau proses-proses dalam organisasi, bersama dengan identifikasi dan interaksi proses-proses tersebut, dan pengaturannya, bisa disebut sebagai pendekatan proses. Manfaat pendekatan proses adalah kontrol terus menerus yang diberikannya pada hubungan antara proses individu dalam sistem proses, sekaligus pada gabungan dan interaksinya. Contoh sistem manajemen mutu berdasarkan proses yang ditunjukkan dibawah ini menggambarkan hubungan-hubungan proses. Ilustrasi tersebut menunjukkan bahwa pelanggan memainkan peran yang signifikan dalam menentukan persyaratan input. Memonitor kepuasan pelanggan mengharuskan adanya evaluasi informasi terkait dengan persepsi pelanggan tentang apakah organisasi tersebut telah memenuhi persyaratan/permintaan pelanggan atau belum. Contoh yang ditunjukkan berikut ini melingkupi semua persyaratan Standar Internasional, tapi tidak menunjukkan proses-proses tersebut secara rinci.

Contoh proses

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

43 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

Daftar tugas
PERKIRAAN WAKTU PEMBELAJARAN 1 jam 2 jam

No. Referensi

JUDUL TUGAS

QU-1.3-AS 1/8 QU-1.3-AS 2/8

T UGA S K E L OM P OK ST UDI KA S US P E N ER A P A N E T I KA B IS N IS P E N I LA IA N D IR I M A TR IX M AN A JEM E N WAK T U DA N DI A GRA M OR AN G YA NG SA N GAT EFEK TIF T UGAS KEL OMP OK G IZI Y AN G B AIK DAN K EB UGARA N KES EHATA N FISIK. K UNJ UNGA N LA PA NGA N PER ILA KU MUT U YANG BA GUS UNTUK BI SA DI PERTAHANKA N PENILA IAN DIRI DIMANA SAYA? T UGAS KEL OMP OK LA P ORA N B A HAYA K UNJ UNGA N LA PA NGA N TANGGUNG JA WAB S OSIAL PER USAHAA N. T UGAS KELOMPOK MENYUSUN K ODE K ER JA P R A K T E K : 16
JAM

QU-1.3-AS 3/8

30 menit

QU-1.3-AS 4/8

4 jam

QU-1.3-AS 5/8 QU-1.3-AS 6/8 QU-1.3-AS 7/8

30 menit 2 jam 4 jam

QU-1.3-AS 8/8
TEORI:

2 jam

JAM

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

44 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

QU- 1.3 AS. 1/8 T U G A S K E L O M P O K PENERAPAN ETIKA DALAM BISNIS


PERKIRAN WAKTU PEMBELAJARAN:

STUDI

KASUS

JAM

Tujuan objektif: menggali peraturan tentang apa yang harus dan tidak boleh dilakukan dalam prinsip etika bisnis Kelas akan dibagi menjadi kelompok-kelompok yang terdiri dari 5-6 peserta didik. Tiap kelompok akan membaca studi kasus dan menjawab pertanyaan yang diberikan dibawahnya. Direktur sebuah perusahaan bisnis sedang menegosiasikan sebuah kontrak di negara lain yang belum pernah mereka jamah. Insiyur perusahaan sama sekali belum pernah bekerja di negara ini. Petugas tingkat tinggi (petinggi) di negara ini memberitahu direktur perusahaan tersebut bahwa sudah menjadi kebiasaan hukum untuk memberikan hadiah secara pribadi kepada petugas yang berwenang atas penilaian kontrak. Petugas ini juga memberitahukan bahwa tidak akan ada pekerjaan selanjutnya yang diberikan pada perusahaan tersebut jika tidak memberikan hadiah semacam itu. Namun, persyaratan ini tidak akan dimasukkan ke dalam kontrak. Jika direktur perusahaan itu berkeberatan dengan permintaan tersebut, pihak pemerintah juga tidak akan bekerja sama dalam penyelesaian kontrak pertama karena perusahaan lain telah memberikan hadiah seperti itu pada petugas pemerintah. Pertanyaan untuk diskusi kelompok: Apa saja nilai yang ditunjukkan oleh petugas pemerintahan tersebut melalui permintannya? Apakah petugas pemerintahan itu menerapkan perilaku mutu? Apakah saudara menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang benar atau salah? Mengapa? Apakah permintaan diatas sesuai dengan kode etik? Jelaskan. Gambarkan nilai inti saudara (nilai-nilai yang saudara anggap lebih tinggi dibanding nilai lainnya) Bagaimana sikap saudara dalam situasi seperti diatas? Ketua kelompok akan menyajikan hasil pembahasan kelompok untuk didiskusikan lebih lanjut dengan pengajar dan teman-teman lainnya di kelas.

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

45 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

QU-1.3

MANAJEMEN WAKTU DAN DIAGRAM UNTUK ORANG-

AS.2/8

PENILAIAN

DIRI

MATRIKS

ORANG YANG SANGAT EFEKTIF PERKIRAN WAKTU PEMBELAJARAN:

JAM

Tujuan pembelajaran: menggunakan matriks manajemen waktu terkait dengan orang yang sangat efektif Tiap peserta didik harus mengisi matriks yang diberikan berikut ini. Ingatlah bahwa dalam matriks manajemen waktu, mendesak berarti membutuhkan perhatian segera semetara penting berkaitan dengan hasil yang berkontribusi pada misi, tujuan dan nilai saudara. Orang yang proaktif dan efektif menghabiskan sebagian besar waktu mereka di kuadran II dan dengan demikian mengurangi waktu yang mereka habiskan di kuadran I. Per individu: Pertama: tuliskan tugas-tugas utama saudara minggu ini. Kedua: buat daftar sasaran untuk tiap tugas menggunakan kegiatan kuadran II. Sasaran-sasaran ini harus terkait dengan tujuan dan filosofi saudara yang dibangun di Kebiasaan 2. (Mulai menentukan tujuan) Matriks manajemen waktu Mendesak Tidak mendesak

I Krisis, memadamkan kebakaran Penting Masalah-masalah yang mendesak Proyek yang memiliki tenggat waktu III Tidak penting Interupsi, masalah-masalah yang menekan Surat, telepon, laporan Rapat-rapat

II Tindakan Pencegahan Membangun hubungan Melihat peluang baru Perencanaan, rekreasi IV Hal-hal remeh, kesibukan sehari-hari Bersantai Bersenang senang

Ketiga: dengan menggunakan diagram waktu yang diberikan dibawah, buatlah jadwal untuk mencapai tujuan tersebut. Keempat: terapkan jadwal mingguan itu ke aktifitas sehari-hari
UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007 46 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

DIAGRAM WAKTU Main task:________Date:________________________________Day:_______________ Tugas utama:______________Tanggal:___________Hari:________________ Waktu 00 30 00 30 00 30 ... Tujuan Kegiatan Hasil

Catatan: jika saudara bisa menggunakan Diagram Waktu sehari-hari selama tiga atau empat minggu, saudara harus bisa menentukan berapa banyak waktu yang saudara habiskan di berbagai kegiatan, jenis tujuan yang dianggap penting, dan hasil dari berbagai kegiatan tersebut. Akhir pekan bisa dimasukkan sebagai bagian dari standar mingguan. Ada banyak hal yang bisa dicapai selama minggu itu. Hasilnya yang dimasukkan dalam Diagram Waktu bisa membantu mengkaji ulang kegiatan-kegiatan yang telah lewat dan memberikan panduan untuk kegiatan di masa depan sehingga waktu bisa digunakan lebih efektif. Dengan menggunakan Diagram Waktu saudara sebagai basis, saudara akan bisa menyimpulkan jika saudara menanyai diri sendiri dan kemudian menjawab pertanyaan berikut

1.

Bagian hari yang mana yang paling efektif dan produktif untuk saudara? Mana yang kurang produktif? Kenapa?

2.

Apa pola inefisiensi yang terus menerus muncul? (misalnya menunggu sesuatu, mencari sesuatu, interupsi dsb.)

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

47 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

3.

Apa yang saudara lakukan di sekolah yang mungkin tidak perlu? Apa yang saudara lakukan di sekolah yang mungkin tidak sesuai? Adakah peluang bagi saudara untuk meningkatkan efisiensi? Adakah saat tertentu dimana melampaui tugas yang diprioritaskan? kesenangan

4.

5.

6.

7.

Kegiatan mana yang tidak berkontribusi untuk mencapai salah satu tujuan saudara? Bagaimana merubahnya?

Bahas hasilnya dengan pengajar saudara.

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

48 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

QU- 1.3 A S .3 /8

TUGAS KELOMPOK

DAN KESEHATAN FISIK YANG BAIK

GIZI
MENIT

YANG BAIK

PERKIRAAN WAKTU PEMBELAJARAN:

30 gizi

Tujuan pembelajaran: mendiskusikan kesehatan fisik yang baik

prinsip

yang

baik

dan

Kelas akan dibagi menjadi kelompok-kelompok yang terdiri dari 5-6 orang. Tiap kelompok akan menjawab pertanyaan berikut: Apa pendapat saudara tentang gerakan makanan lambat saji? Apakah saudara lebih suka makan makanan tradisional atau makanan cepat saji di restoran? Kenapa? Apa konsekuensi/resiko jangka panjang makanan cepat saji? Menurut saudara pentingkah kesehatan fisik yang baik? Kenapa? Jenis kegiatan olahraga apa yang saudara lakukan tiap minggu? Tuliskan hal-hal utama yang harus dihindari untuk tetap sehat.

Ketua kelompok akan menyajikan hasil diskusi kelompok untuk dibahas lebih lanjut dengan pengajar dan teman-teman lain di kelas.

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

49 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

QU-1. 3 AS. 4/8

KUNJUNGAN LAPANGAN

PERILAKU

MUTU

YANG BAIK UNTUK BISA DIEPRTAHANKAN PERKIRAAN WAKTU PEMBELAJARAN:

JAM

Tujuan pembelajaran: untuk mengetahui apa yang bisa dilakukan sebagai warga negara untuk meningkatkan perilaku mutu untuk bisa dipertahankan. Selama kunjungan lapangan, saudara harus meneliti empat masalah berikut: Pengelolaan limbah Penghematan energi Pengurangan polusi Penggunaan fasilitas umum Sebagai panduan saudara dalam misi mencari fakta, saudara bisa mengikuti petunjuk berikut: Pengelolaan limbah membuat inventaris jenis sampah yang ditemukan di sekitar area sekolah; Jenis sampah apa yang saudara temukan yang bisa digunakan kembali atau di daur ulang? Apakah kaleng aluminium didaur ulang di masyarakat saudara? Apa saja manfaat daur ulang ini? Bagaimana pengelolaan limbah di komunitas saudara?

Penghematan energi Temukan bagaimana energi digunakan di kelas atau di lingkungan saudara Apa manfaat penghematan energi? Pengurangan polusi Barapa persen jumlah mobil jeep 4x4 di komunitas saudara? Berapa banyak peserta didik yang memakai sepeda atau berjalan kaki ke sekolah? Temukan persentase emisi gas CO2 di daerah saudara Penggunaan fasilitas umum dengan hati-hati Selama kunjungan lapangan, buatlah daftar fasilitas umum di daerah saudara dan periksalah apakah fasilitas-fasilitas tersebut digunakan dengan hati-hati. Jika tidak, buatlah daftar fasilitas umum yang, menurut saudara, membutuhkan perbaikan atau penggantian. Coba juga mengetahui siapa yang merusak fasilitas umum tersebut;

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

50 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

Buatlah perkiraan rata-rata biaya yang dibutuhkan untuk memperbaiki situasi tersebut; Menurut saudara, adilkah kita membayar pajak? Mengapa? Mengapa fasilitas umum harus digunakan dengan hati-hati? Berdasarkan temuan saudara, siapkan laporan untuk disajikan minggu depan. Untuk tiap masalah yang ditemui, berikan usulan solusi.

Pekerjaan rumah: tuliskan dalam jurnal pembelajaran saudara semua sampah yang dibuang dari rumah saudara dalam beberapa hari kedepan serta tempat pembuangannya.

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

51 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

QU- 1.3 AS. 5 /8

PENILAIAN DIRI

DIMANA
MENIT

POSISI

PERKIRAAN WAKTU PEMBELAJARAN:

30

Tujuan pembelajaran: menilai kelebihan dan kekurangan saudara sebagai contoh peran beserta pandangan untuk meningkatkannya. Tiap peserta didik harus menilai diri sendiri berdasarkan karakteristik contoh peran sebagai pekerja yang ada di halaman 22 panduan ini. Para peserta didik harus menuliskan di jurnal pembelajaran mereka hasil penilaian mereka dan rencana tindakan untuk meningkatkan titik-titik lemah yang mereka temukan. Tiap peserta didik harus menyajikan dengan singkat di depan kelas hasil penilaiannya dan menerima umpan balik dari penilaian/anggapan teman-temannya mengenai dirinya

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

52 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

QU-1.3-AS.6/8 BAHAYA

TUGAS

KELOMPOK

MELAPORKAN

PERKIRAAN WAKTU PEMBELAJARAN: 2 JAM Tujuan pembelajaran: mengidentifikasi masalah-masalah yang bisa dicegah Kelas dibagi menjadi kelompok-kelompok yang terdiri dari 5-6 orang Tiap kelompok mengunjungi berbagai tempat kerja di sekolah dan memberikan laporan bahaya yang mereka temukan beserta usul solusi untuk mencegah masalah yang sama muncul lagi: Tuliskan dalam laporan bahaya berikut untuk diberikan pada manajer/penyelia dan perwakilan penpengajar s kesehatan dan keamanan tempat kerja tersebut. Bahaya dilaporkan oleh (nama peserta didik): Tanggal:

Deskripsi bahaya (mencakup area dan tugas yang terlibat, dan semua perlengkapan, peralatan dan orang yang terlibat. Gunakan sketsa jika perlu).

Tindakan yang segera diambil:

Usulan tindakan selanjutnya (tuliskan daftar semua usulan yang saudara miliki untuk mengurangi atau menghilangkan masalah tersebut).

Report to: (name)________________________Position:________________ Dilaporkan pada: (nama)__________________Jabatan:________________ Untuk diselesaikan oleh Manajer: Tindakan yang diambil (untuk diselesaikan oleh penyelia/manajer dengan berkonsultasi dengan perwakilan penpengajar s kesehatan dan keamanan dan mencakup tindakan di tingkat lokal atau dengan merujuk ke sumber lain)
UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007 53 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

Evaluasi

Bahaya yang Dihilangkan


melapor

Bahaya yang Dikontrol

Tindakan berikutnya, oleh siapa, kapan?

Tanggapan pada orang yang


Tanggal:_________

Nama saudara: Manajer: Perwakilan Penpengajar s Kesehatan dan Keamanan:

Tanggal: Tanggal: Tanggal:

Ketua kelompok akan menyajikan hasil temuan kelompok dan melapokannya ke pengajar dan teman-teman sekelas.

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

54 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

AS. QU-1. 3 TANGGUNG JAWAB

SOSIAL PERUSAHAAN JAM

7/8

KUNJUNGAN

LAPANGAN

PER KIRAA N WAKT U P EMBE LA JA RA N: 4 Tujuan pembelajaran: menemukan pandangan komunitas setempat terhadap tanggung jawab sosial perusahaan

bisnis

Kunjungi asosiasi bisnis setempat (misalnya dewan perdagangan, Klub Rotary, asosiasi bankir atau pedagang) dan juga pihak berwenang setempat dan organisasi non pemerintah/LSM yang terlibat dalam usaha perdagangan etis) dan temukan:

pandangan mereka terhadap dan penerapan konsep tanggung jawab sosial perusahaan; kontribusi mereka pada program Global Compact PBB/UNGC (gunakan kesembilan prinsip tersebut sebagai panduan untuk bertanya); kontribusi mereka terhadap Tujuan Pengembangan Milenium PGG/MDG (gunakan kedelapan tujuan MDG sebagai panduan untuk bertanya); apakah mereka menggunakan pendekatan terintegrasi pada sistem manajemen mutu yang: a) pemenuhan standar tenaga kerja internasional dan hak asasi manusia yang mencakup kesehatan dan keamanan di tempat kerja, b) pemenuhan regulasi/peraturan lingkungan, dan c) pemenuhan sistem manajemen mutu.

Siapkan laporan untuk disajikan di depan kelas minggu depan

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

55 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

QU-1. 3

KODE TINDAKAN PERUSAHAAN

AS. 8 /8

TUGAS

KELOMPOK

MENYUSUN
JAM

PER KIRA A N WAK TU P EMBE LA JA RA N: 2 Tujuan pembelajaran: menyusun kode tindakan perusahaan

Para peserta didik akan dibagi menjadi kelompok beranggotakan 5-6 orang Kode tindakan perusahaan Sejumlah perusahaan memberikan tanggapan pada meningkatnya tekanan untuk memenuhi standar hak asasi manusia dengan membuat kode tindakan perusahaan (perusahaan) untuk digunakan oleh semua perusahaan dan mitra bisnisnya. Caritahu apakah sekolah saudara memiliki kode tindakan dan analisislah. Bayangkan saudara dipekerjakan oleh perusahaan transnasional yang besar (misalnya perusahaan garmen, dan perusahaan minyak) untuk membantu mereka menyusun kode tindakan. Dalam kelompok kecil, buatlah daftar prinsip-prinsip yang harus diikuti oleh perusahaan dalam semua aspek pekerjaannya. Termasuk hak asasi manusia, praktek tenaga kerja dan pertimbangan lingkungan. Bandingkan semua daftar yang dihasilkan oleh kelompok lain juga dan gabungkan untuk membuat dokumen akhir. Ketua kelompok akan menyajikan dokumen akhir ini di depan kelas.

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

56 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

BIBLIOGRAPHY AND WEBOGRAPHY


Allouch, J. (Ed) (2006) Corporate Social Responsibility. Volume 1: Concepts, Accountability and Reporting. Hampshire: Palgrave Macmillan. Blanpain, R., Multinational Enterprises and the Social Challenges of the 21st Century: The ILO Declaration on fundamental Principles at work. Public and Private Corporate Codes of Conduct. The Hague: Kluwer Law International, 2000. 386 P.

Covey S.R The 7 habits of highly effective people. Powerful lessons in personal change. Pocket books. Simon& Schulster.1997.

ILO. Ambient factors in the workplace. International Labour Office, Geneva. 2001. 94 P. ILO. Conditions of work and employment of Professional Workers: Compendium of Principles and good practices. International Labour Office, Geneva, 1990. ILO. Ergonomic Checkpoints: Practical and easy-to-implement solutions for improving safety, health and working conditions. International Ergonomics Association. Geneva 1996. 273 P. ILO. Using ILO Standards to Promote Environmentally Sustainable Development.ILO, Bureau for Workers Activities. Geneva International Labour Office, 1996. Dean L, Bottorf, How ethics can improve business success. Quality Progress. (February 1997 57-59,1997). American Society for Quality. Fulton, L., Responsible Business? A Uni guide to International codes of practice. Union Network International, Nyon. 2001. 40 P. Gosphel H., Pendleton A., Corporate Governance and Labour Management: An International Comparison. Oxford: Oxford University, 2005. 384 P. Jenskins, R., Corporate Codes of Conduct. Self-regulation in a Global Economy. Geneva: UNRSID United Nations Research Institute for Social Development. 2001, 35 P. (Technology, Business and Society Programme Paper, N.2) Jenskins, R., Pearson R., Seyfang, G., Corporate Responsibility and Labour Rights: Codes of Conduct in the global economy. London: Earthscan, 2002. 232 P. Heta and Matti Hayry, , "The nature and role of professional codes in modern Society," in Ethics and the Professions, Ruth F. Chadwick, Ed., (Avebury: Brookfield, 1994). p. 139. Book chapter available electronically. Mamic, I., Implementing Codes of Conduct: How Business Manage Social Performance in Global Supply Chains. International Labour Office. Geneva, 2004. 429 P.

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

57 / 58

MEMBANGUN BUDAYA MUTU

BAHAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER 1

United Nations (UN) Millenium Project 2005 (2005). Investing in Development: A practical Plan to Achieve the Millennium Development Goals. New York: UN Millennium Project. United Nations Research Institute for Social Development (UNRIDS) (ED.) (2003). Social Responsibility and Development: Towards a New Agenda? Geneva: UNRISD. United Nations Environment Programme(UNEP). Company environmental reporting: a measure of the progress of business towards sustainable development: Paris, 1994. Werther Jr. W.B. and Chandler, D. Strategic Corporate Social Responsibility: Stakeholders in a Global Environment. Thousand Oaks: Sage Publications. London. 2006. Wanjek, C., Food at Work: Workplace Solutions for Malnutrition, Obesity and Chronic Diseases. Geneva. International Labour Office. 2005. 448 P. Websites Authoring a Code: Observations on Process and Organization. This essay was written by Andrew Olson, a graduate student working as a summer intern on the website. http://csep.iit.edu/codes/coe/Writing_A_Code.htm. A site produced by the AAAS full of articles and information pertaining to professional responsibility and codes of conduct. http//www.aaas.org/spp/dspp/sfri/per/per14.htm European Business Network for CSR. http://www.csreurope.org Ethical Trading Initiative. http://ethicaltrade.org Friends of the earth. http://www.foe.co.uk/campaigns/corporates United Nations Research Institute for Social Development (UNRIS) CSR resources guide. http://www.unrisd.org World Business Council for sustainable development. http://www.wbcsd.org This site focuses on professional codes and is collecting as many as possible to be available on line. http://www.iit.edu/departments/csep/ This is a website focused on codes of ethics by disciplines. http://www.fis.ncsu.edu/grad/ethics/ethicnet.htm This is a website focused on recycling. http;//www.recycle-more.co.uk This is a website focused on energy saving. http://www.foe.co-uk/sitemap

UNIT PELAJARAN QU 1.3 BUDAYA MUTU TK PERSONAL TEMPAT KERJA & INSTITUSI A.GUASTAVI EDISI : A / REVISI : 2 15/11/2007

58 / 58