Anda di halaman 1dari 121

Makalah Komunikasi

Rabu, 23 Maret 2011

Add caption

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah Sebagai makhluk sosial, manusia senantiasa ingin berhubungan dengan orang lain. Ia ingin mengetahui lingkungan sekitarnya, bahkan ingin mengetahui apa yang terjadi pada dirinya. Rasa ingin tahu inilah yang memaksa manusia untuk berkomunikasi. Komunikasi merupakan kebutuhan yang sangat fundemental bagi seseorang dalam hidup bermasyarakat karena tanpa komunikasi masyarakat tidak akan terbentuk. Adanya komunikasi disebabkan oleh adanya kebutuhan akan mempertahankan kelangsungan hidup dan kebutuhan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. B. Tujuan 1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Komunikasi dalam Keperawatan 2. Untuk mempelajari lebih dalam materi ini

3. Mampu menerapkan komunikasi dalam dunia keperawatan

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Komunikasi Istilah komunikasi berasal dari bahasa latin comunication yang berarti sama dalam hal ini berarti sama makna. Komunikasi juga diartikan sebagai upaya seseorang untuk merubah pikiran, perasaan atau perilaku orang lain (Effendi, 1992). Komunikasi juga merupakan elemen dasar dari hubungan interpersonal untuk membuat, memelihara, dan menampilkan kontak dengan orang lain (Mary Ann, 1998).

B. Hakikat Komunikasi Dari definisi diatas menyatakan bahwa komunikasi adalah usaha penyampaian pesan antar manusia. Terdapat tiga unsur utama yang dapat dibahas guna mengidentifikasi apakah suatu peristiwa merupakan bagian dari komunikasi yang kita kaji atau bukan. Tiga unsur tersebut adalah usaha, penyampaian pesan dan antar manusia. 1. Usaha Kata usaha menggambarkan unsur kesengajaan, adanya motif komunikasi yang menyebabkan seseorang dengan sengaja menyampaikan pesannya kepada manusia lain.

2. Penyampaian Pesan Komunikasi adalah perilaku manusia dalam penyampaian pesan. Dengan kata lain, ilmu komunikasi hanya mempelajari tentang penyampaian pesan, bukan perilaku lainnya selain penyampaian pesan. Jika yang disampaikan bukan pesan maka bukan kajian ilmu komuniksi. Pesan itu harus disampaikan dengan sengaja, ada motif yang melatarinya. 3. Antar Manusia Adanya manusia sebagai pengirim pesan dan manusia lain yang bertindak sebagai penerima pesan. Ilmu komunikasi tidak mempelajari komunikasi dengan yang bukan manusia. Obyek forma ilmu komunikasi adalah usaha penyampaian pesan antar manusia, yakni manusia yang sehat akal budinya. Obyek materia ilmu komunikasi adalah perilaku manusia, sama seperti obyek materia ilmu ilmu sosial lainnya. Karena ilmu komunikasi hanya mengkaji komunikasi antar manusia dan tidak kepada yang bukan manusia C. Elemen Komunikasi Komunikasi telah didefinisikan sebagai usaha penyampaian pesan antar manusia, sehingga untuk terjadinya proses komunikasi minimal terdiri dari 3 unsur yaitu : pengirim pesan (komunikator), penerima pesan (komunikan) dan pesan itu sendiri. Awal tahun 1960-an, David K. Berlo membuat formula komunikasi yang lebih sederhana yang dikenal dengan SMCR, yaitu : Source (pengirim), Message (pesan), Channel (saluran-media) dan Receiver (penerima). 1. Komunikator Pengirim pesan (komunikator) adalah manusia berakal budi yang berinisiatif menyampaikan pesan untuk mewujudkan motif komunikasinya. Komunikator dapat dilihat dari jumlahnya terdiri dari: a. Satu orang b. Banyak orang dalam pengertian lebih dari satu orang c. Massa 2. Komunikan

Komunikan (penerima pesan) adalah manusia yang berakal budi, kepada siapa pesan komunikator ditujukan. Peran antara komunikator dan komunikan bersifat dinamis, saling bergantian. 3. Pesan Pesan bersifat abstrak. Pesan dapat bersifat konkret maka dapat berupa suara, mimik, gerak-gerik, bahasa lisan, dan bahasa tulisan. Pesan bersifat verbal (verbal communication) : a. Oral (komunikasi yang dijalin secara lisan) b. Written (komunikasi yang dijalin secara tulisan).Pesan bersifat non verbal (non verbal communication) : c. Gestural communication (menggunakan sandi-sandi bidang kerahasiaan) 4. Saluran komunikasi & media komunikasi. Saluran komunikasi merupakan alat yang digunakan untuk memindahkan pesan dari sumber kepada penerima. Terdapat dua cara : a. Non mediated communication (face to face) secara langsung b. Dengan media. 5. Efek komunikasi Efek komunikasi diartikan sebagai pengaruh yang ditimbulkan pesan komunikator dalam diri komunikannya. Terdapat tiga tataran pengaruh dalam diri komunikan : a. Kognitif (seseorang menjadi tahu sesuatu) b. Afektif (sikap seseorang terbentuk) dan c. Konatif (tingkah laku, hal yang membuat seseorang bertindak melakukan sesuatu).Umpan balik dapat dimaknai sebagai jawaban komunikan atas pesan komunikator yang disampaikan. D. Berbagai Macam Komunikasi Ada 3 (tiga) macam komunikasi antara lain (Kariyoso, 1994) : 1. Komunikasi searah Komunikator mengirim pesannya melalui saluran atau media dan diterima oleh komunikan. Sedangkan komunikan tersebut tidak memberikan umpan balik (feedback).

2.

Komunikasi dua arah Komunikator mengirim pesan (berita) diterima oleh komunikan, setelah disimpulkan kemudian komunikan mengirimkan umpan balik kepada sumber berita atau komunikator.

3.

Komunikasi berantai Komunikan menerima pesan atau berita dari komunikator kemudian disalurkan kepada komunikan kedua, dari komunikan kedua disampaikan kepada komunikan ketiga dan seterusnya.

E. Tingkatan Komunikasi 1. Komunikasi intra personal Komunikasi intrapersonal adalah komunikasi dengan diri sendiri, berusaha mengenal diri sendiri dan segala konsep diri yang melingkupinya, menyanyakan kepada diri sendiri tentang segala hal yang ingin dia ketahui terkait dengan keinginan, kebutuhan dan lain-lain. 2. Komunikasi interpersonal Komunikasi Interpersonal adalah berkomunikasi dengan orang lain secara face to face maupun dalam kelompok.Komunikasi searah : pembicara memberikan sebuah informasi dan pendengar menyimak informasi tanpa memberikan pertanyaan, argumentasi maupun sanggahan. Komunikasi dua arah : pembicara dan pendengar saling melakukan aksi reciprokal atau saling berbalasan, saling bertukar peran, pendengar terkadang memberi informasi, pembicara terkadang mendengarkan. 3. Komunikasi massa Komunikasi Massa : menyampaikan informasi kepada beberapa orang di sebuah situasi yang sengaja diciptakan. Syarat komunikasi interpersonal yang baik. a. Good Listener : mendengarkan orang lain untuk memberi kesempatan mereka mengungkapkan ide atau pemikiran b. Intonasi : beri irama dalam setiap ucapan sehingga kata kata mampu diserap dan dicerna oleh pendengar

c. d. e.

Empati : memperhatikan respon emosi orang lain, jangan terlalu banyak humor jika lawan bicara sedang sedih atau sebaliknya. Humor : menyegarkan hubungan dengan sebuah suasana yang fresh dan tidak terkesan formal. Positioning : menguasai posisi dimana harus berdiri, kapan harus mendekat, kapan harus menjauh, membuat perubahan posisi di depan, ditengah maupun dibelakang.

f. g. h.

Volume Suara : ucapan yang dikeluarkan mampu didengarkan oleh orang orang dalam massa tersebut. Bahasa Tubuh : jangan terlalu banyak mengekplorasi bahasa tubuh yang tidak perlu. Motivasi : gunakan kata kata atau bahasa yang inspiratif maupun membangkitkan motivasi, bahkan dalam suasana belajar mengajar sekalipun, memotivasi orang lain sekalipun merupakan sebuah hal perlu dipertimbangkan.

F.

Faktor yang Mempengaruhi Komunikasi Komunikasi sering mengalami gangguan sehingga proses komunikasi tidak seperti yang diharapkan. Banyak hal yang dapat mempengaruhi komunikasi diantaranya :

1. Latar belakang budaya Interpretasi suatu pesan akan terbentuk dari pola pikir seseorang melalui kebiasaannya, sehingga semakin sama latar belakang budaya antara komunikator dengan komunikan maka komunikasi semakin efektif. 2. Ikatan dengan kelompok atau grup Nilai-nilai yang dianut oleh suatu kelompok sangat mempengaruhi cara mengamati pesan. 3. Harapan Harapan mempengaruhi penerimaan pesan sehingga dapat menerima pesan sesuai dengan yang diharapkan. 4. Semakin tinggi pendidikan akan semakin kompleks sudut pandang dalam menyikapi isi pesan yang disampaikan.

G. Fungsi Komunikasi 1. Dapat menyampaikan pikiran atau perasaan. 2. Tidak terasing atau terisolasi dari lingkungan 3. Dapat mengajarkan atau memberitahukan sesuatu 4. Dapat mengetahui atau mempelajari peristiwa di lingkungan 5. Dapat mengenal diri sendiri 6. Dapat memperoleh hiburan atau menghibur orang lain 7. Dapat mengurangi atau menghilangkan perasaan tegang 8. Dapat mengisi waktu luang 9. Dapat menambah pengetahuan dan mengubah sikap, serta perilaku kebiasaan 10. Dapat membujuk atau memaksa orang lain agar berpendapat bersikap atau berperilaku sebagaimana yang diharapkan. H. Tujuan komunikasi Tujuan komunikasi adalah untuk membangun/menciptakan pemahaman atau pengertian bersama. Saling memahami atau mengerti bukan berarti harus menyetujui, tetapi mungkin dengan komunikasi terjadi suatu perubahan sikap, pendapat, perilaku, ataupun perubahan secara sosial. 1. Perubahan sosial Seorang komunikan setelah menerima pesan kemudian sikapnya berubah, baik positif maupun negatif. 2. Perubahan pendapat Dalam komunikasi berusaha menciptakan pemahaman. 3. Perubahan perilaku Komunikasi bertujuan untuk merubah perilaku maupun tindakan seseorang, dari perilaku yang dekstruktif (tidak mencerminkan perilaku hidup sehat, menuju perilaku hidup sehat). 4. Perubahan sosial

Membangun dan memelihara ikatan hubungan dengan orang lain sehingga menjadi hubungan yang makin baik. Dalam proses komunikasi yang efektif secara tidak sengaja meningkatkan kadar hubungan interpersonal. I. Karakteristik Komunikasi hubungan dengan oranglain 2. Komunikasi verbal dan non verbal terjadi secara simultan 3. Dalam komunikasi seseorang akan berespon terhadap pesan yang diterima 4. Pesan yang diterima tidak selalu diasumsikan sama antara penerima dan pengirim 5. Pertukaran informasi dibutuhkan ilmu pengetahuan 6. Pesan yang dikirim dan diterima dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu, pendidikan, keyakinan dan budaya 7. Posisi seseorang di dalam sistem sosiokultural dapat mempengaruhi proses komunikasi 8. Komunikasi dipengaruhi oleh perasaan diri sendiri, subyek yang dikomunikasikan dan oranglain 9. Komunikasi terjadi secara berkesinambungan dan terjadi hubungan timbal balik. J. Bentuk komunikasi Komunikasi ini dapat mengurangi hak orang lain hak orang lain. 2. Passive communication Komunikasi ini merupakan lawan dari komunikasi agresif di mana orang tersebut cenderung untuk mengalah dan tidak dapat mempertahankan kepentimngannya sendiri. Bahakan hak mereka cenderung dilanggar namun dibiarkan. 3. Assertive communication dan cenderung untuk

1. Komunikasi membutuhkan lebih dari dua orang yang akan menentukan tingkat

1. Aggressive communication merendahkan atau mengendalikan orang lain. Komunikasi ini menenggelamkan

Komuniksi asertif adalah komunikasi yang terbuka, menghargai diri sendiri dan orang lain. Komunikasi asertif tidak menaruh perhatian hanya pada hasil akhir, tetapi juga hubungan perasaan antarmanusia.

K. Prinsip komunikasi 1. Komunikasi adalah suatu proses Komunikasi adalah suatu proses yang merupakan kegiatan yang merupakan suatu kegiatan yang terus menerus, yang tidak mempunyai permulaan atau akhir dan selalu berubah-ubah serta berdampak pada terjadinya perubahan. 2. Komunikasi adalah suatu sistem Masing-masing elemen atau unsur dalam komunikasi sangat terkait dan mempengaruhi dalam proses komunikasi yang efektif. Satu elemen atau unsur tidaklah penting dibanding elemen yang lain. 3. Komunikasi merupakan suatu interaksi Interaksi dalam komunikasi adalah saling bertukar pesan atau fikiran. 4. Komunikasi dapat terjadi secara disengaja maupun tidak sengaja, komunikasi yang disengaja terjadi apabila pesan yang akan disampaikan disiapkan terlebih dahulu dan dikirimkan kepada penerima yang dimaksudkan. L. Proses komunikasi Komunikasi terjadi bila ada sumber imformasi yang merupakan bahan atau materi yang akan disampaikan oleh komunikator. Sebelum imformasi disampaikan komunikator perlu melakukan penyandian (encoding) untuk mengubah ide dalam otak ke dalam suatu sandi yang cocok dengan transmitter. Setelah pesan di sandikan kemudian komunikator menyampaikan pesan kepada penerima pesan (komunikan) melalui saluran atau media. Ketepatan komunikan dalam menerima pesan sangat di pengaruhi oleh kemampuan komunikan dalam melakukan penafsiran atau decoding di samping juga di pengaruhi oleh faktor pengganggu (noice). Komunikasi berlangsung efektif bila terjadi feedback yang baik antara

penerima pesan dengan pembawa pesan sebelum terjadinya perubahan atau efek sebagai dampak dari komunikasi.

BAB III PENUTUP A. Saran


Dari hasil pembuatan makalah ini, penulis menyarankan kepada pembaca agar memahami lebih dalam ruang lingkup komunikasi dan dapat mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari dengan benar.

B. Kesimpulan
Komunikasi merupakan penyampaian informasi dalam sebuah interaksi tatap muka yang berisi ide, perasaan, perhatian, makna, serta, pikiran, yang diberikan pada penerima pesan dengan harapan si penerima pesan menggunakan informasi tersebut untuk mengubah sikap dan perilaku. Jadi suatu komunikasi dapat dikatakan teraupetik apabila adanya umpan balik atau feedback dari penerima pesan atau lawan bicara.

DAFTAR PUSTAKA Nasir,Abdul,dkk.2009.Komunikasi dalam Keperawatan.Jakarta : Salemba Medika


Nursing Mania.2009.Komunikasi dalam Keperawatan,(online),No.12, (http://www.Google.com, diakses 04 Maret 2011).

Diposkan oleh Joko Adi Prayitno di 21.10 Tidak ada komentar: Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Label: Makalah Komunikasi Beranda Langganan: Entri (Atom)

Pengikut Arsip Blog

2011 (1) o Maret (1)

Add caption BAB...

Mengenai Saya

Joko Adi Prayitno Lihat profil lengkapku Template Picture Window. Diberdayakan oleh Blogger.

Home About Sitemap Privacy Policy Disclaimers Contact

Sarjanaku.com Blog Pendidikan Indonesia


Banking Management Psychology Parenting Healt Sport Teknologi


o o o o o

Religion

o o o o o o

Film
o o o o

Education
o o o o o o o

Home Ilmu Komunikasi Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli Teori, Fungsi, Model dan Definisi

Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli Teori, Fungsi, Model dan Definisi

Pengertian Komunikasi - Istilah komunikasi atau dalam bahasa Inggris communication berasal dari kata latin communicatio, dan bersumber dari kata communis yang artinya membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih. Dalam definisinya secara khusus mengenai komunikasi itu sendiri menurut Hovland adalah proses mengubah perilaku orang lain (communication is the process to modify the behaviour of other individuals). (Definisi Komunikasi Teori, Fungsi, Model)

Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli Beberapa definisi komunikasi : (Emilia, dr. Ova, M.Med.Ed, Ph.D., SpOG. Dkk, 2006, Modul Pelatihan Keterampilan Presentasi, Yogyakarta:UGM ) Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli Theodore M. Newcomb: Setiap tindakan komunikasi dipandang sebagai suatu transmisi informasi,terdiri dari rangsangan yang diskriminatif, dari sumber kepada penerima Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli Carl I. Hovland: Komunikasi adalah proses yang memungkinkan seseorang (komunikator) menyampaikan rangsangan (biasanya lambanglambang verbal) untuk mengubah perilaku orang lain (komunikan)

Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli Everett M. Rogers: Komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli Harold Lasswell: Who Says What In Which Channel to Whom With What Effect? Atau Siapa Mengatakan Apa Dengan Saluran Apa Kepada Siapa Dengan Pengaruh Bagaimana?

Komunikasi terbagi dua yaitu verbal dan non verbal . Komunikasi verbal yaitu suatu proses komunikasi dengan menggunakan simbol atau lambang-lambang. Simbol-simbol yang digunakan selain sudah ada yang diterima menurut konvensi internasional seperti simbol lalulintas, alfabet latin, simbol matematika, juga .terdapat simbol-simbol lokal yang hanya bisa dimengerti oleh kelompok-kelompok masyarakat tertentu. Sedangkan komunikasi non verbal adalah proses komunikasi dengan menggunakan kode non verbal.

Kode non verbal biasa disebut bahasa isyarat atau bahasa diam (silent language), maupun bahasa tubuh (body language).

Unsur-unsur penting lainnya dalam komunikasi adalah dengan adanya : sumber, pesan, media, penerima, efek dan umpan balik. 1. Sumber Adalah pembuat atau pengirim informasi. Dalam komunikasi antar manusia, sumber bisa terdiri dari satu orang, tetapi bisa juga dalam kelompok misalnya partai, organisasi atau lembaga. Sumber biasa disebut juga komunikator atau dalam bahasa Inggrisnya disebut source, sender atau decoder. 2. Pesan Adalah sesuatu yang disampaikan oleh pengirim kepada penerima. Pesan dapat disampaikan dengan cara tatap muka atau melalui media komunikasi. 3. Media. Media yang dimaksud di sini adalah alat yang digunakan untuk memindahkan pesan dari sumber kepada penerima. 4. Penerima. Penerima adalah pihak yang menjadi sasaran pesan yang dikirim oleh sumber. Penerima bisa terdiri dari satu orang atau lebih. Penerima biasa disebut komunikan atau dalam bahasa Inggris disebut audience atau receiver. 5. Efek Efek atau pengaruh adalah perbedaan antara apa yang dipikirkan, dirasakan dan dilakukan oleh penerima sebelum dan sesudah menerima pesan. Pengaruh ini bisa tergantung dari pengetahuan, sikap dan tingkah laku seseorang. (De Fleur, 1982) 6. Umpan Adalah suatu bentuk tanggapan balik memperoleh pesan yang diterima. Balik. setelah

dari

penerima

Dalam ilmu komunikasi juga dikenal beberapa macam tipe komunikasi. Joseph A. DeVito seorang professor komunikasi di City University of New York dalam bukunya Communicology membagi komunikasi atas

empat macam yaitu : komunikasi intrapribadi, komunikasi antarpribadi, komunikasi publik dan komunikasi massa. 1. Komunikasi Intrapribadi (Intrapersonal Communication) Merupakan proses komunikasi yang terjadi dalam diri individu atau dengan kata lain proses berkomunikasi dengan diri sendiri. 2. Komunikasi Antarpribadi (Interpersonal Communication) Merupakan proses komunikasi yang berlangsung antara dua orang atau lebih secara tatap muka, seperti yang dinyatakan oleh Pace (1979) bahwa Interpersonal communication is communication involving two or more people in a face to face setting 3. Komunikasi Publik (Public Communication) Sesuai namanya, komunikasi publik menunjukkan suatu proses komunikasi di mana pesan-pesan disampaikan oleh pembicara dalam situasi tatap muka di depan khalayak yang lebih besar. 4. Komunikasi Massa (Mass Communication) Komunikasi massa dapat didefinisikan sebagai proses komunikasi yang berlangsung di mana pesannya dikirim dari sumber yang melembaga kepada khalayak yang sifatnya massal melalui alat yang bersifat mekanis separti radio, televisi, surat kabar dan film.

Seperti telah dijelaskan bahwa pihak yang mengirim pesan kepada khalayak disebut komunikator. Sebagai pelaku dalam proses komunikasi, komunikator memegang peranan yang sangat penting terutama dalam mengendalikan jalannya komunikasi. Untuk mencapai

komunikasi yang efektif, seorang komunikator selain dituntut untuk mengenal dirinya terlebih dahulu, maka ia juga harus memiliki kepercayaan (credibility), daya tarik (attractiveness) dan kekuatan (power).

Faktor lain yang menentukan berhasil tidaknya komunikasi adalah homophily, yakni adanya kesamaan yang dimiliki oleh seorang komunikator dengan khalayaknya misalkan dalam hal bahasa, pendidikan, agama, usia dan jenis kelamin. Dalam berkomunikasi juga terdapat tujuan yang ingin dicapai, yaitu untuk menciptakan kesesuaian, kesamaan, dan pemahaman yang sama tentang informasi, ide, pemikiran dan sikap terhadap orang, pihak atau kelompok tertentu. Untuk mencapai semuanya itu kita harus menempatkan setiap manusia dalam posisi sentral, menghormati dan menghargainya secara proposional. Terimakasih sudah membaca Artikel Pengertian Komunikasi Teori Fungsi serta Modelnya Update 6 maret 2013

1. Pengertian Komunikasi Komunikasi adalah saluran untuk melakukan dan menerima pengaruh mekanisme perubahan, alat untuk mendorong mempertinggi motivasi dan juga perantara serta sarana dimana kemungkinan suatu organisasi mencapai tujuannya. Perilaku manusia adalah cermin yang paling sederhana, agar perilaku sesuai dengan tujuan organisasi., maka harus ada kesesuaian antara keinginan karyawan dengan keinginan perusahaan. Pimpinan perusahaan dalam melakukan selalu mengadakan komunikasi terhadap karyawan yang berwujud pemberian perintah atau intruksi, bimbingan, penerangan, laporan dan sebagainya. Adapun beberapa pendapat Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli tentang pengertian komunikasi antara lain :

Pendapat dari Soewarno Handaya Ningrat: ( Soewarno


Pengantar Ilmu Studi Dan Manajemen.CV Haji Masagung, Jakarta,

Handaya Ningrat.

1980, hal 94 ) Komunikasi adalah proses interaksi atau hubungan saling pengertian satu sama lain antara sesame manusia. Proses

interaksi atau hubungan satu sama lain yang dikehendaki oleh seorang dengan maksud agar dapat diterima dan dimengerti antara sesamanya.

Pendapat dari T. Hani Handoko: (T.


Yogyakarta, 1986,

Hani Handoko, Manajemen, BPFE

hal 272) Komunikasi adalah proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan atau informasi dari seseorang ke orang lain. Perpindahan pengertian tersebut melibatkan lebih dari sekedarkata-kata yang digunakan dalam percakapan, tetapijuga ekspresi wajah, intonasi, titik putus tidak hanya memerlukan transmisi data, tetapi bahwa tergantug pada ketrampilanketramilan tertentu untuk membuat sukses pertukaran informasi.

Pendapat dari Sukanto Reksodiprojo (Sukanto


perusahaan, Edisi 11, BPFE, Yogyakarta,

Reksohadiprojo. Organisasi 1986,hal 176 )

Komunikasi adalah usah mendorong orang lain untuk menginterprestasikan pendapat seerti apa yang dikehendaki oleh orang yang mempunyai pendapat tersebut serta diharapkan diperoleh titik kesamaan untuk pengertian.

Dari pendapat-pendapat tersebut diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa komunikasi adalah proses interaksi atau hubungan saling pengertian satu sama lain antara sesama manusia baik langsung maupun tidak langsung.

2.

Jenis

Komunikasi

Untuk mengetahui komunikasi antara pimpinan perusahaan dengan karyawan komunikasi dibedakan menjadi tiga menurut jenisnya: ( Soejono Trimo, Analisis Kepemimpinan Angkasa Bandung. 1986 ) a. Downward Communication Koordinasi melalui rencana yang telah dibuat (by plan) yang dapat dikatakan koordinasi itu mencapai bentuk komunikasi yang akhirnya berjalan kebawah. Komunikasi ini bersifat satu arah dari pemimpin kepada bawahanya. Informasi yang disampaikan meliputi antara lain, kebijaksanaan pemimpin, peraturan, ketentuan yang harus diikuti oleh pekerja. jadwal kegiatan atau program dan alokasi sumber-sumber. Makin jelas atau pasti suatu kegiatan atau pekerjaan makin kurang bimbingan atau pemrosesaninformasi yang diperlukan, sehingga pemimpin cukup mengkoordinasikan pekerjaan bawahan melalui rencanakerja yang telah disiapkan.

b. Upward Communication Koordinasi melalui umpan balik (feed back), berarti komunikasi teratur keatas, dari bawahan kepimpinan terutama dalam melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang bersifat teknis, pemimpin atau manajer sangat memerlukan input informasi yang berupa laporan, saran dari bawahan untuk dapat mengkoordinasikan seluruh kegiatan itu. Adapun karakteristik umpan balik yang efektif antara lain: a) Intensi Umpan balik yang efektif jika diarahkan secara langsung untuk menyempurnakan pelaksanaan pekerjaan dan lebih menjadikan pegawai sebagai harta milik organisai yang paling berharga, umpan balik semacam ini tidak bersifat hal-hal yang bersifat pribadi dan eharusnya tidak berkompromi dengan perasaan-perasaan pribadi, harga diri dan cita-cita pribadi. Umpan balik yang positif hanyalah mengurusi atau hanya diarahkan pada aspek-aspek pekerjaan pegawai. b) Kekhususan Umpan balik yang efektif dirancang untuk membekali penerima dengan informasi yang khusus sehingga mereka apa yang harusnya dikerjakan untuk suatu situsi yang benar. c) Deskriptif Efektifitas umpan balik dapat pula dilakukan dengan lebih bersifat dekriptif dengan memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan pekerjaan. d) Kemanfaatan Umpan balik ini hendaknya mengandung informasi yang dapat dipergunakan oleh pegawai atau pejabat untuk memperbaiki dan menyempurnakan pekerjaanya e) Tepat Waktu Umpan balik yang efektif terdapat pertimbangan-pertimbangan yang memperhitungkan factor-faktor yang tepat f) Kesiapan Agar supaya umpan balik bisa efektif para pegawai hendaknya mempunyai kesiapan untuk menerima umpan balik tersebut. g) Kejelasan

Umpan balik bisa efektif jikalau dapat dimengerti secara jelas oleh penerima. h) Validitas Agar supaya umpan balik dapat efektif maka umpan balik tersebut hendaknya dapat dipercaya dan syah. c. Komunikasi Horizontal atau Diagonal Koordinasi melalui interaksi lateral sebenarnya merupakan satu alur komunikasi atau informasi yang sifatnya horizontal atau diagonal antar departemen/unit-unit dalam organisasi. Informasi dipakai pemimpin bilamana karakteristik tugas atau pekerjaan itu mengandung derajat ketidak pastian yang tinggi. Dalam kondisi tugas atau pekerjaan semacam ini pemimpin atau bawahan amat membutuhkan pemrosesan informasi yang tinggi berkaitan enggan tugas atau pekerjaan yang dilaksanakan, masukanmasukan tidak hanya dari kelompok atau unit kerjanya sendiri, akan tetapi memerlukan pula informasi dari unit-unit kerja lain dalam organisasi itu. 3. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Komunikasi Untuk mencapai komunikasi yang efektif perlu diperhatikan faktorfaktor yang mempengaruhi. Adapun faktor-faktornya adalah sebagai berikut: (Onong Ichjana Effendy, Ilmu Komunikasi Teori dan praktek, CV. Remaja Karya, Bandung. 1985) Komunikasi Harus Tepat Waktu dan Tepat Sasaran Ketepatan waktu dalam menyampaikan komunikasi harus betulbetul diperhatikan, sebab apabila penyampaian komunikasi tersebut terlambat maka kemungkinan apa yang disampaikan tersebut tidak ada manfaatnya lagi.

Komunikasi Harus Lengkap Selain komunikasi yang disampaikan harus mudah dimengerti oleh penerima komunikasi, maka komunikasi tersebut harus lengkap sehingga tidak menimbulkan keraguan bagi penerima komunikasi. Hal itu perlu ditekankan, sebab meskipun komunikasi mudah dimengerti tetapi apabila komunikasi tersebut kurang lengkap, maka hal itu menimbulkan keraguan bagi penerima komunikasi, sehingga pelaksanaan tidak sesuai denganapa yang diinginkan. Komunikasi Perlu Memperhatikan Situasi dan Kondisi Dalam menyampaikan suatu komunikasi, apalagi bilamana

komunikasi yang harus disampaikan tersebut merupakan hal-hal yang penting yang perlu pengertian secara mendalam, maka faktor situasi dan kondisi yang tepat perlu diperhatikan. Apabila solusi dan kondisi dirasakan kurang tepat , bilamana komunikasi yang akan disampaikan tersebut dapat ditunda maka sebaiknya penyampaian komunikasi tersebut ditangguhkan.

Komunikasi Perlu Menghindarkan Kata-kata Yang Tidak Enak Agar komunikasi yang disampaikan mudah dimengerti dan diindahkan maka perlu dihindarkan kata-kata yang kurang baik. Dengan kata-kata yang kurang enak ini dimaksudkan adalah kata-kata yang dapat menyinggung perasaan penerima informasi, meskipun dalam kamus hal itu tidak salah dn cukup jelas. Adanya Persuasi Dalam Komunikasi Seringkali manajer harus merubah sikap, tingkah laku dan perbuatan dari orang-orangnya sesuai dengan yang diinginkan, untuk itu dalam pelaksanaan komunikasi harus disertai dengan persuasi.

4. Hambatan Komunikasi Kegagalan dalam berkomunikasi sering terjadi karena banyak hambatan-hambatan. Salah satu hambatan yang ditimbulkan dari unsur manusia yang terlibat didalamnya ialah karena persepsi yang berbeda. Dimanadalam persepsi ada kecenderungan menghambat informasi baru, terutama jika informasi iti bertentangan dengan apa yang diyakini. Persepsepsi pada hakekatnya adalah proses kognitif yang dialami oleh setiap orang didalam memakai informasi tentang lingkungannya, lewat penglihatan, pendengaran, penghayatan, perasaan dan penciuman. 5. Manfaat Komunikasi Dalam komunikasi sangat dimungkinkan adanya hambatan . salah satu hambatan yang ditimbulkan dari unsur manusia yang terlibat didalamnya karena persepsi yang berbeda. Tetapi apabila dapat menghilangkan hambatan atau setidaknya dapat memperkecil hambatan tersebut, maka kemungkinan komunikasi yang dilaksanakan akan menjadi lebih baik. apabila mampu melaksanakan komunikasi dengan baik, maka akan dapat mengambil manfaatnya.manfaat komunikasi adalah sebagai berikut: Kelancaran tugas-tugas lebih terjamin Biaya biaya dapat ditekan

Dapat meningkatkan partisipasi Pengawasan dapat dilakukan dengan baik

Daftar Pustaka - Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli Teori, Fungsi, Model dan Definisi Soewarno Handaya Ningrat. Pengantar Ilmu Studi Dan Manajemen.CV Haji Masagung, Jakarta, 1980, hal 94 T. Hani Handoko, Manajemen, BPFE Yogyakarta, 1986, hal 272 Sukanto Reksohadiprojo. Organisasi perusahaan, Edisi 11, BPFE, Yogyakarta, 1986,hal 176 Soejono Trimo, Analisis Kepemimpinan Angkasa Bandung. 1986 Onong Ichjana Effendy, Ilmu Komunikasi Teori dan praktek, CV. Remaja Karya, Bandung. 1985

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya dibawah ini Ya !!

Pengertian Komunikasi Pemasaran Definisi Teori ModelPengertian Komunikasi pemasaran adalah aspek penting dalam keseluruhan misi pemasaran serta penentu suksesnya pemasaran. Komunikasi pemasaran dapat d ... []

Pengertian Komunikasi Organisasi Definisi Menurut Para Ahli, Makalah, Jurnal, Arus, Jaringan Komunikasi Pengertian Komunikasi Organisasi Definisi Menurut Para Ahli, Makalah, Jurnal, Arus, Jaringan - Komunikasi Organisasi - Beberapa penelitian mengungka ... []

Pengertian Komunikasi Pembangunan, Definisi, Makalah, Artikel, Teori, Latar Belakang Pengertian Komunikasi Pembangunan, Definisi, Makalah, Artikel, Teori, Latar Belakang Komunikasi Pembangunan - Dalam ilmu komunikasi telah berkemba ... []

Pengertian Komunikasi Politik Definisi, Makalah, Teori Menurut Para Ahli Nimno Pengertian Komunikasi Politik Definisi, Makalah, Teori Menurut Para Ahli Nimno - Politik berasal dari kata polis yang berarti negara, kota, yaitu ... []

Komunikasi Data dan Jaringan Komputer Komunikasi data adalah proses pengiriman informasi diantara dua titik menggunakan kode biner melewati saluran transmisi dan peralatan switching dapa ... []

Pengertian Perilaku Konsumen Makalah Teori JurnalPengertian Perilaku Konsumen Untuk dapat memahami perilaku konsumen maka kita perlu mengetahui secara jelas pengertian perilaku konsumen. Menurut Dav ... []

Posted by Sanjaya Yasin on - Rating: 4.5 Title : Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli Teori, Fungsi, Model dan Definisi Description : Pengertian Komunikasi - Istilah komunikasi atau dalam bahasa Inggris communication berasal dari ka...

Share to
Facebook Google+ Twitter

4 Responses to "Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli Teori, Fungsi, Model dan Definisi" 1.

zulkifli ijulNovember 25, 2012 at 12:20 PM

sangat bermanfaat artikelnya, tanks y


Reply

2.

afdhal lhegoeshaDecember 29, 2012 at 11:57 AM

it's very good.. I'm understand with communication definition.. thank's so much..
Reply

3. Vickzon ArcelloApril 1, 2013 at 11:19 AM

sip seep sheep....


Reply

4. Cak YosuaApril 20, 2013 at 6:11 PM

Terima kasih materinya sangat bermnfaat


Reply Add comment Load more... Newer Post Older Post Home

Makalah
Loading...

Skripsi
Loading...

15 Artikel Bermanfaat

Jadwal Imsakiyah Papua Puasa Shalat Kota Burmeso Ramadhan 2013 1434H dan Sekitarnya Makalah Sewa Guna Usaha Akuntansi Pengertian Leasing Artikel Jadwal Imsakiyah Mataram Lombok Puasa Shalat Ramadhan 2013 1434H dan Sekitarnya Jadwal Imsakiyah Bima Dompu Puasa Ramadhan 1434 2013 NTB Jadwal Imsakiyah Sumbawa Besar Puasa Ramadhan 1434H 2013 Jadwal Puasa dan Imsak 1434H/2013 Ramadhan untuk Jabotabek dan Sekitarnya Peran dan Kekuasaan DPR dalam Pengangkatan Duta Besar RI Makalah Kedudukan DPR Fungsi Wewenang Dewan Perwakilan Rakyat

Pengangkatan Duta Besar Indonesia Setelah Perubahan UUD 1945 Makalah Pembagian Kekuasaan di Indonesia Setelah Perubahan UUD 1945 Pengertian Kedaulatan (Sovereignity) dan Kedaulatan Rakyat Makalah Pengertian Pertumbuhan Ekonomi Definisi Menurut Para Ahli Pengertian Sikap Sosial Definisi Menurut Para Ahli Pengertian Akhlak Definisi Menurut Para Ahli dan Ulama Pengertian Inpartu Persalinan dan Nyeri Persalinan Definisi

Artikel Bermanfaat Lainnya

Contoh Pendahuluan Makalah | Karya Tulis

Makalah Pencemaran Lingkungan Pengertian Macam macam dan dampaknya

Makalah Bola Voli Sejarah, Pengertian, Teknik, Peraturan, Artikel Ukuran Lapangan

Contoh Kata Pengantar Makalah Pendidikan Yang Baik dan Benar

Kue Ulang Tahun Unik dan Keren, Kumpulan Berbagai Model Kue

Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli Definisi, Tujuan, Unsur, Jalur, Faktor

Kaligrafi Bismillahirrahmanirrahim Arab | Kumpulan Wallpaper Islami

Jenis Jenis Limbah dan Daur Ulang Limbah Serta Manfaatnya

Biaya Kuliah UI 2013 Universitas Indonesia, Pendidikan, Jurusan, Terbaru

Makalah Lompat Jauh Pengertian, Teknik, Faktor Yang Mempengaruhi

My Journal
Jumat, 12 April 2013
Makalah Komunikasi Intrapersonal DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................. ...................i

DAFTAR ISI............................................................................................................. .................ii

BAB .................1

PENDAHULUAN.........................................................................................

BAB ................2

II

PEMBAHASAN...........................................................................................

A. Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli Teori, Fungsi, Model dan Definisi...................2 B. ..........7

Komunikasi

Intrapersonal............................................................................................

1 Elemen-elemen diri...........................................................................................7

konsep

1.1 Konsep diri........................................................................................................7

1.2 Karakteristik sosial.............................................................................................7

1.3 Peran sosial....................................................................................................... 7

1.4 Identitas

diri

yang

berbeda..................................................................................7

2 Proses

pengembangan

kesadaran

diri.............................................................................8

BAB ................10

III

PENUTUP..................................................................................................

Kesimpulan............................................................................................... ................................10

3 Catatan kaki.......................................................................................................... .................11

Referensi................................................................................................. ....................12

ii KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya kami bisa menyelesaikan makalah penulisan ilmiah yang membahas tentang MAKALAH KOMUNIKASI INTRAPERSONAL/KONSELING (KIP/K) . Pada penulisan makalah ini, kami berusaha menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh semua orang, sehingga lebih mudah dipahami oleh pembaca. Makalah penulisan ilmiah ini juga diharapkan dapat bermanfaat bagi kita semua, terutama mahasiswa kesehatan. Kami menyadari dalam penyusunan makalah ini tidaklah sempurna, masih banyak kekurangan dan kelemahan didalam penulisan makalah kami, baik dalam segi bahasa dan pengolahan maupun dalam penyusunan. Untuk itu, kami sangat mengharapkan saran yang sifatnya membangun demi mencapainya suatu kesempurnaan dalam makalah ini.

Citeureup, 25 maret 2013

BAB I PENDAHULUAN Komunikasi intrapribadi atau Komunikasi intrapersonal adalah

penggunaan bahasa atau pikiran yang terjadi di dalam diri komunikator sendiri antara self dengan God. Komunikasi intrapersonal merupakan keterlibatan internal secara aktif dari individu dalam pemrosesan simbolik dari pesan-pesan. Seorang individu menjadi pengirim sekaligus penerima pesan, memberikan umpan balik bagi dirinya sendiri dalam proses internal yang berkelanjutan. Komunikasi intrapersonal dapat menjadi pemicu bentuk komunikasi yang lainnya. Pengetahuan mengenai diri pribadi melalui proses-proses psikologis seperti persepsi dan kesadaran (awareness) terjadi saat berlangsungnya komunikasi intrapribadi oleh komunikator. Untuk memahami apa yang terjadi ketika orang saling berkomunikasi, maka seseorang perlu untuk mengenal diri mereka sendiri dan orang lain. Karena pemahaman ini diperoleh melalui proses persepsi. Maka pada dasarnya letak persepsi adalah pada orang yang mempersepsikan, bukan pada suatu ungkapan ataupun obyek. Aktivitas dari komunikasi intrapribadi yang kita lakukan sehari-hari dalam upaya memahami diri pribadi diantaranya adalah; berdo'a, bersyukur, instrospeksi diri dengan meninjau perbuatan kita dan reaksi hati nurani kita, mendayagunakan kehendak bebas, dan berimajinasi secara kreatif [1]. Pemahaman diri pribadi ini berkembang sejalan dengan perubahan perubahan yang terjadi dalam hidup kita. Kita tidak terlahir dengan pemahaman akan siapa diri kita, tetapi prilaku kita selama ini memainkan peranan penting bagaimana kita membangun pemahaman diri pribadi ini [2] Kesadaran pribadi (self awareness) memiliki beberapa elemen yang mengacu pada identitas spesifik dari individu (Fisher 1987:134). Elemen dari

kesadaran diri adalah konsep diri, proses menghargai diri sendiri ( self esteem), dan identitas diri kita yang berbeda beda (multiple selves).

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli Teori, Fungsi, Model dan Definisi
Pengertian Komunikasi - Istilah komunikasi atau dalam bahasa Inggris communication berasal dari kata latin communicatio, dan bersumber dari kata communis yang artinya membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih. Dalam definisinya secara khusus mengenai komunikasi itu sendiri menurut Hovland adalah proses mengubah perilaku orang lain (communication is the process to modify the behaviour of other individuals). (Definisi Komunikasi Teori, Fungsi, Model)

Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli

Beberapa definisi komunikasi : (Emilia, dr. Ova, M.Med.Ed, Ph.D., SpOG. Dkk, 2006, Modul Pelatihan Keterampilan Presentasi, Yogyakarta:UGM )

Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli Theodore M. Newcomb:

Setiap tindakan komunikasi dipandang sebagai suatu transmisi informasi,terdiri dari rangsangan yang diskriminatif, dari sumber kepada penerima

Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli Carl I. Hovland: Komunikasi adalah proses yang memungkinkan seseorang (komunikator) menyampaikan rangsangan (biasanya lambanglambang verbal) untuk mengubah perilaku orang lain (komunikan)

Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli Everett M. Rogers: Komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka

Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli Harold Lasswell: Who Says What In Which Channel to Whom With What Effect? Atau Siapa Mengatakan Apa Dengan Saluran Apa Kepada Siapa Dengan Pengaruh Bagaimana?

Komunikasi terbagi dua yaitu verbal dan non verbal. Komunikasi verbal yaitu suatu proses komunikasi dengan menggunakan simbol atau lambang-lambang. Simbol-simbol yang digunakan selain sudah ada yang diterima menurut konvensi internasional seperti simbol lalulintas, alfabet latin, simbol matematika, juga .terdapat simbol-simbol lokal yang hanya bisa dimengerti oleh kelompok-kelompok masyarakat tertentu. Sedangkan komunikasi non verbal adalah proses komunikasi dengan menggunakan kode non verbal.

Kode non verbal biasa disebut bahasa isyarat atau bahasa diam (silent language), maupun bahasa tubuh (body language).

Unsur-unsur penting lainnya dalam komunikasi adalah dengan adanya : sumber, pesan, media, penerima, efek dan umpan balik.

1.

Sumber

Adalah pembuat atau pengirim informasi. Dalam komunikasi antar manusia, sumber bisa terdiri dari satu orang, tetapi bisa juga dalam kelompok misalnya partai, organisasi atau lembaga. Sumber biasa disebut juga komunikator atau dalam bahasa Inggrisnya disebut source, sender atau decoder.

2.

Pesan

Adalah sesuatu yang disampaikan oleh pengirim kepada penerima. Pesan dapat disampaikan dengan cara tatap muka atau melalui media komunikasi.

3.

Media.

Media yang dimaksud di sini adalah alat yang digunakan untuk memindahkan pesan dari sumber kepada penerima. 4. Penerima.

Penerima adalah pihak yang menjadi sasaran pesan yang dikirim oleh sumber. Penerima bisa terdiri dari satu orang atau lebih. Penerima biasa disebut komunikan atau dalam bahasa Inggris disebut audience atau receiver. 5. Efek

Efek atau pengaruh adalah perbedaan antara apa yang dipikirkan, dirasakan dan dilakukan oleh penerima sebelum dan sesudah menerima pesan. Pengaruh ini bisa tergantung dari pengetahuan, sikap dan tingkah laku seseorang. (De Fleur, 1982)

6.

Umpan Balik.

Adalah suatu bentuk tanggapan balik dari penerima setelah memperoleh pesan yang diterima.

Dalam ilmu komunikasi juga dikenal beberapa macam tipe komunikasi. Joseph A. DeVito seorang professor komunikasi di City University of New York dalam bukunya Communicology membagi komunikasi atas empat macam yaitu : komunikasi intrapribadi, komunikasi antarpribadi, komunikasi publik dan komunikasi massa.

1.

Komunikasi Intrapribadi (Intrapersonal Communication)

Merupakan proses komunikasi yang terjadi dalam diri individu atau dengan kata lain proses berkomunikasi dengan diri sendiri.

2.

Komunikasi Antarpribadi (Interpersonal Communication)

Merupakan proses komunikasi yang berlangsung antara dua orang atau lebih secara tatap muka, seperti yang dinyatakan oleh Pace (1979) bahwa Interpersonal communication is communication involving two or more people in a face to face setting

3.

Komunikasi Publik (Public Communication)

Sesuai namanya, komunikasi publik menunjukkan suatu proses komunikasi di mana pesan-pesan disampaikan oleh pembicara dalam situasi tatap muka di depan khalayak yang lebih besar.

4.

Komunikasi Massa (Mass Communication)

Komunikasi massa dapat didefinisikan sebagai proses komunikasi yang berlangsung di mana pesannya dikirim dari sumber yang melembaga kepada khalayak yang sifatnya massal melalui alat yang bersifat mekanis separti radio, televisi, surat kabar dan film.

Seperti telah dijelaskan bahwa pihak yang mengirim pesan kepada khalayak disebut komunikator. Sebagai pelaku dalam proses komunikasi, komunikator memegang peranan yang sangat penting

terutama dalam mengendalikan jalannya komunikasi. Untuk mencapai komunikasi yang efektif, seorang komunikator selain dituntut untuk mengenal dirinya terlebih dahulu, maka ia juga harus memiliki kepercayaan (credibility), daya tarik (attractiveness) dan kekuatan (power).

Faktor lain yang menentukan berhasil tidaknya komunikasi adalah homophily, yakni adanya kesamaan yang dimiliki oleh seorang komunikator dengan khalayaknya misalkan dalam hal bahasa, pendidikan, agama, usia dan jenis kelamin. Dalam berkomunikasi juga terdapat tujuan yang ingin dicapai, yaitu untuk menciptakan kesesuaian, kesamaan, dan pemahaman yang sama tentang informasi, ide, pemikiran dan sikap terhadap orang, pihak atau kelompok tertentu.

Untuk mencapai semuanya itu kita harus menempatkan setiap manusia dalam posisi sentral, menghormati dan menghargainya secara proposional.

B. Komunikasi Intrapersonal
Elemen-elemen konsep diri Konsep diri Konsep diri adalah bagaimana kita memandang diri kita sendiri, biasanya hal ini kita lakukan dengan penggolongan karakteristik sifat pribadi, karakteristik sifat sosial, dan peran sosial. Karakteristik pribadi adalah sifat-sifat yang kita miliki, paling tidak dalam persepsi kita mengenai diri kita sendiri. Karakteristik ini dapat bersifat fisik (laki-laiki, perempuan, tinggi, rendah, cantik, tampan, gemuk, dsb) atau dapat juga mengacu pada kemampuan tertentu (pandai, pendiam, cakap, dungu, terpelajar, dsb.) konsep diri sangat erat kaitannya dengan pengetahuan. Apabila pengetahuan seseorang itu baik/tinggi maka, konsep diri seseorang itu baik pula. Sebaliknya apabila pengetahuan seseorang itu rendah maka, konsep diri seseorang itu tidak baik pula. Karakteristik sosial Karakteristik sosial adalah sifat-sifat yang kita tamplikan dalam hubungan kita dengan orang lain (ramah atau ketus, ekstrovert atau introvert, banyak bicara atau pendiam, penuh perhatian atau tidak pedulian, dsb). Hal hal ini memengaruhi peran sosial kita, yaitu segala sesuatu yang mencakup hubungan dengan orang lain dan dalam masyarakat tertentu.

Peran sosial Ketika peran sosial merupakan bagian dari konsep diri, maka kita mendefinisikan hubungan sosial kita dengan orang lain, seperti: ayah, istri, atau guru. Peran sosial ini juga dapat terkait dengan budaya, etnik, atau agama. Meskipun pembahasan kita mengenai 'diri' sejauh ini mengacu pada diri sebagai identitas tunggal, namun sebenarnya masing-masing dari kita memiliki berbagai identitas diri yang berbeda (mutiple selves). Identitas diri yang berbeda Identitas berbeda atau multiple selves adalah seseorang kala ia melakukan berbagai aktivitas, kepentingan, dan hubungan sosial. Ketika kita terlibat dalam komunikasi antarpribadi, kita memiliki dua diri dalam konsep diri kita.

Pertama persepsi mengenai diri kita, dan persepsi kita tentang persepsi orang lain terhadap kita (meta persepsi).

Identitas berbeda juga bisa dilihat kala kita memandang 'diri ideal' kita, yaitu saat bagian kala konsep diri memperlihatkan siapa diri kita 'sebenarnya' dan bagian lain memperlihatkan kita ingin 'menjadi apa' (idealisasi diri) Contohnya saat orang gemuk berusaha untuk menjadi langsing untuk mencapai gambaran tentang dirinya yang ia idealkan.

Proses pengembangan kesadaran diri


Proses pengembangan kesadaran diri ini diperoleh melalui tiga cara, yaitu;

Cermin diri (reflective self) terjadi saat kita menjadi subyek dan obyek diwaktu yang bersamaan, sebagai contoh orang yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi biasanya lebih mandiri.

Pribadi sosial (social self) adalah saat kita menggunakan orang lain sebagai kriteria untuk menilai konsep diri kita, hal ini terjadi saat kita berinteraksi. Dalam interaksi, reakasi orang lain merupakan informasi mengenai diri kita, dan kemudian kita menggunakan informasi tersebut untuk menyimpulkan, mengartikan, dan mengevaluasi konsep diri kita. Menurut pakar psikologi Jane

Piaglet, konstruksi pribadi sosial terjadi saat seseorang beraktivitas pada lingkungannya dan menyadari apa yang bisa dan apa yang tidak bisa ia lakukan [3] Contoh: Seseorang yang optimis tidak melihat kekalahan sebagai salahnya, bila ia mengalami kekalahan, ia akan berpikir bahwa ia mengalami nasib sial saja saat itu, atau kekalahan itu adalah kesalahan orang lain. Sementara seseorang yang pesimis akan melihat sebuah kekalahan itu sebagai salahnya, menyalahkan diri sendiri dalam waktu yang lama dan akan memengaruhi apapun yang mereka lakukan selanjutnya, karena itulah seseorang yang pesimis akan menyerah lebih mudah.

Perwujudan

diri

(becoming

self).

Dalam

perwujudan

diri (becoming

self) perubahan konsep diri tidak terjadi secara mendadak atau drastis, melainkan terjadi tahap demi tahap melalui aktivitas serhari hari kita. Walaupun hidup kita senantiasa mengalami perubahan, tetapi begitu konsep diri kita terbentuk, teori akan siapa kita akan menjadi lebih stabil dan sulit untuk diubah secara drastis. Contoh, bila kita mencoba mengubah pendapat orang tua kita dengan memberi tahu bahwa penilaian mereka itu harus diubah - biasanya ini merupakan usaha yang sulit. Pendapat pribadi kita akan 'siapa saya' tumbuh menjadi lebih kuat dan lebih sulit untuk diubah sejalan dengan waktu dengan anggapan bertambahnya umur maka bertambah bijak pula kita.Konsep diri adalah bagaimana kita memandang diri kita sendiri, biasanya hal ini kita lakukan dengan penggolongan karakteristik sifat pribadi, karakteristik sifat sosial, dan peran sosial.

BAB III PENUTUP

Kesimpulan
Komunikasi Intrapribadi (Intrapersonal Communication)

merupakan proses komunikasi yang terjadi dalam diri individu atau dengan kata lain proses berkomunikasi dengan diri sendiri. Komunikasi intrapribadi atau Komunikasi intrapersonal adalah

penggunaan bahasa atau pikiran yang terjadi di dalam diri komunikator sendiri antara self dengan God. Komunikasi intrapersonal merupakan keterlibatan internal secara aktif dari individu dalam pemrosesan simbolik dari pesan-pesan. Komunikasi intrapersonal dapat menjadi pemicu bentuk komunikasi yang lainnya.

Catatan kaki 1. ^ (Indonesia) Hardjana, Agus M. Komunikasi Intrapersonal dan Interpersonal. Penerbit Kanisius 2. ^ (Indonesia) S. Djuarsa Sendjaja, P.D dkk. Teori Komunikasi-ikom4230/3SKS/ Modul 1-9. Universtas Terbuka 1998. 3. ^ (Inggris) Piglet, Jean. Konstruksi realitas melalui mata anak kecil. Penerbit: Free Press, New York. vnc n vvcnvnc

Referensi

(Inggris) Communication Works. Seventh Edition, by Teri Kwak Gamble dan Michael Gamble.

(Indonesia) Psikologi Sosial, Jilid 1. Edisi ke-10. Oleh Roberta A. Baron dan Donn Byrne. Penerbit Erlangga

(Indonesia) Psikologi Komunikasi. Edisi Revisi. Oleh Drs. Jalaluddin rakhmat M.sc. Penerbit PT Remaja Rosdakarya - Bandung.

Diposkan oleh cynthia monica di 03.56 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Label: komunikasi dan konseling, Kuliah, Tugas Kuliah Reaks i: Tidak ada komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Labels
100% (3) 2am (1) 2ne1 (8) 2pm (1) 4minute (6) 5dolls (3) 84LY (2) a pink (1) adele (2) After school (1) agama (1) Anatomi Fisiologi (9) aoa (1) Argentina (1) aron (3) asuhan kebidanan 1 (1) B.A.P. (5) B1A4 (2) Bahasa (1) Bahasa Indonesia (6) beast (1) Belanda (1) big bang (1) block b (1) boyfriend (3) Brazil (1) cnblue (1) english vocabularies (3) exid (1) exo (1) fakta dan survey (1) fashion (1) fiestar (1) Gizi dalam kesehatan reproduksi (1) glam (1) hello venus (2) infinite (1) infinite h (1) Itali (1) iu (1) Jepang (1) Jerman (1) justin bieber (1) kai (1) kara (1) komunikasi dan konseling (2) Korea (2) Kuliah (23) kutipan (2) Lab Class (2) led apple (1) lizzy (1) lyrics (56) mblaq (1) miss A (1) My Journal (2) my toughts (1) nu'est (30) Prancis (1) psikologi (1) rainbow (1) ren (1) S4 (1) SHINee (3) sistar (1) Spanyol (1) super junior (3) super junior m (2) Tugas Kuliah (13) TVXQ (1) u-kiss (1) uee (1) vixx (1)

Blog Archive

2013 (91) o Mei (1)


o

April (16)

Cookie Monster Quotes S4 - Mungkin Lyrics Menghitung Hari Comeback Nu'est Dear Nu'est, Please Make an English Version or Jap... Aron Oppa! Got to College, Please! Makalah Mengembangkan Perencanaan Asuhan yang Komp... Makalah Komunikasi Intrapersonal Komunikasi dan Konseling Bedanya Gawat dan Darurat NUEST Teaches How to Dance and Opens Cover Contes... NUEST Celebrates One Year Anniversary

NUEST Celebrates First Anniversary with a Concert... NUESTs Ren Walks the Runway at Seoul Fashion Wee... NUEST Aron Transforms into a Radio DJ Tip Sukses di Sekolah Berdasarkan Zodiak (1) Makalah Manfaat Zat-Zat Gizi Bagi Wanita Sepanjang...

o o o

Maret (9) Februari (35) Januari (30)

2012 (40)

About Me

cynthia monica Lihat profil lengkapku

Daftar Blog yang Saya baca

Dunia Kecil Indi

Tema Ulang Tahun yang Sama Terulang Lagi. Tapi Kali Ini... LEBIH BAIK! :) - Classic birthday girl pose :p Setiap mau ulang tahun gue pasti sakit. Iya, pasti, artinya tanpa kecuali, bahkan di saat gue lupa kalau sebentar lagi akan ... 2 hari yang lalu

Dwitasari :) Lima Minggu Setelah Kepergian Kamu - Aku tak pernah sesedih ini. Kukira waktu yang kubutuhkan untuk melupakanmu juga tak sepanjang ini. Aku salah besar, hari-hari yang kulalui, bersama dengan ... 5 hari yang lalu

Fabricateur Pretty Handsome Faces - Hi hi hi hi. These are my prom photos from yesterday. Might be the last time we gathered as a whole batch but what can I say, I miss them already. I miss m... 3 hari yang lalu

Pastel Girl

It's all about the... - I'm bringing up this Graphic Scrap concept back to my outfit posts! Just like how i love making scrapbooks for real, making the graphic ones are same as... 1 bulan yang lalu

The Smiling Me

About University... - YAK! akhirnya guesangat sangat fix milih jurusan... gue pilih jurusan teknik lingkungan, haha.. tapi masalahnya buat masuk PTN itu susah ya broh, pas bulan... 1 minggu yang lalu

The crme de la crop

Hey You Billboard girl! Are you the new face of Nokia Lumia 720? - [image: photo output_79UmW5_zps533b9f9f.gif] As cliche as it may sound but isn't it's all girls dream to see yourself somewhere in some big giant LED Billb... 5 hari yang lalu Please enjoy your visit here. Hope you find this blog useful and also interesting. Everything posted here is of my own intellectual property (unless mentioned otherwise), has copyright and hence protected by law. Any use of the content without my consent will be brought to the court of justice.

Total Tayangan Laman Tampilan slide


Loading...

daftar dari buku-buku favorit, film, atau apapun yang saya suka.

a place where the sea remembers a time to kill agnes grey alice's adventures in wonderland for whom the bell tolls gadsby gone with the wind jane eyre love medicine no thanks

smoke signals south pacific tales of the south pacific the catcher in the rye the firm the great gatsby the house of spirits the joy luck club the kitchen God's wife the lone ranger & tonto fistfight in heaven the mambo kings play songs of love the old man & the sea the sun also rises the wizard of oz to kill a mockingbird uncle tom's cabin what the library means to me wuthering heights

my fave BOY BAND & GIRL BAND


100% 2AM 2ne1 4minute 5dolls 84LY a pink A-JAX

a-peace after school aoa april kiss B.A.P. b1a4 BEAST bigstar block b bom boyfriend brave girls btob c-clown c-real Chaos chi-chi chocolat CN BLUE co-ed school cross gene d-unit d. na dal shabet DALMATIAN double a evol exid

exo F cuz f(x) F1RST fiestar ft island girl's day Girls' Generation glam gp basic hello venus HITT infinite iu jj project juniel kara leader's led apple lee hi Lee hyun woo Lee Min Ho LUNAFLY MBLAQ MIB miss a myname N-Train

nep new f.o. nine muses nu'est orange caramel piggy dolls rainbow rania she'z shinee sistar skarf speed stellar sung ha jung t-ara TAHITI taken teen top the boss TOUCH twi-light u-kiss vixx wonder girls x-5 YOO SEUNG HO ZE: A

script>

LinkWithin

Pengikut
Name : Nick Name : Birthdate : Birthplace : Current Location : Eye Color : Hair Color : Height : Weight : cynthia cyn cyn 26 february 1995 jakarta, indonesia indonesia black black about 165 55

FAVORITES Food : Candy : Number : Color : Animal : Drink : chocolate lotte 9 purple lion, rabbit coke, hot chocolate, tea, white coffee

Body Part on Opposite sex : face, hair, lips Perfume : TV Show : Music Album : Movie : Actor/Actress : nina ricci, versace all korean drama nu'est hello ghost, carrie, amazing spiderman yoo seung ho This or That Pepsi or Coke : coke

McDonalds or BurgerKing : McDonalds Chocolate or Vanilla Hot Chocolate or Coffee : Kiss or Hug : Dog or Cat : Rap or Punk : Summer or Winter : Scary Movies or Funny Movies : Chocolate hot chocolate hug cat rap winter funny movies

Love or Money :

love YOUR...

Bedtime : Most Missed Memory : Best phyiscal feature : First Thought Waking Up : Ambition : Best Friends : Fears :

8 pm everytime I spent my time with my family and my friends face time.. being a successful person ade, amanda, aldi, itha, kamut bee HAVE YOU...

Cheated Your Partner : Ever been beaten up :

yes no

Ever beaten someone up : no Ever Kissed Opposite sex : yes IN A GUY/GIRL Favorite Eye Color : Favorite Hair Color : Looks or Personality : every color every color handsome, kind hearted, warm, cute but manly RANDOMS What country do you want england, japan, korea, paris to Visit : Health Freak : Believe in Yourself : Do you Smoke : yes yes no

Do you Drink : Shower Daily : Been in Love : Do you Sing : Want to get Married : Do you want Children : Hate anyone : Take Survey

no yes umm yes yes yes no Create Survey

Newsreel
Loading...

my fave sites, & webs


http://3things.org.au http://abcfamily.go.com/show/greek/ http://academictips.org http://adalahkita.com http://darimulutkehati.com http://doppelme.com http://ecofabulous.com http://ecogeek.org http://ecorazzi.com http://faceyourmanga.com http://gorgeouslygreen.com http://kabayanliplap.com http://koprol.com

http://nyunyu.com http://path.com http://pedemunegeri.com http://psimadethis.com http://terimakasihku.com http://triviaplaza.com http://www.eatyourkimchi.com http://www.facebook.com/PedemunegeRI http://www.global.mnet.com http://www.koreanfashion.com http://www.ulzzang-style.com

Feedjit

MY PROFILE

CYNTHIA M. TOP CONTRIBUTIONS

Get this widget

Lencana Facebook

Cyn Cynthia

Buat Lencana Anda

<a href="http://www.formspring.me/cycyncynthia">http://www.formspring .me/cycyncynthia</a>

Follow @OptimusCyn

NEFI FITRIANA

Sabtu, 26 Mei 2012

MAKALAH KOMUNIKASI MAKALAH

KOMUNIKASI
(AZAS-AZAS MANAJEMEN) OLEH: ADRI WIJAYA (1101120676) IBNU MULKAN (1101121103) NEFI FITRIANA (1101120454) NICO ANDREAN (1101155465) RANDY HELNAL DINATA (1101112315)

ILMU PEMERINTAHAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS RIAU PEKANBARU 2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis mengucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Tanpa pertolongan-Nya, mungkin penulis tidak akan sanggup menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah ini di susun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah akhirnya makalah ini dapat terselesaikan walaupun masih ada kesalahan. Makalah ini memuat tentang Komunikasi dan sengaja dipilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap dunia pendidikan. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada bapak

Kasmirudin selaku dosen pembimbing dan teman-teman yang telah banyak membantu penyusun agar dapat menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-baiknya. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknyaagar makalah ini dapat menjadi lebih baik.. Terima kasih.

Pekanbaru, Mei 2012

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR 2 DAFTAR ISI 3 BAB I PENDAHULUAN 4 1.1 Latar Belakang 4 1.2 Rumusan Masalah 4 1.3 Tujuan 4 1.4 Manfaat 5 BAB II ISI DAN PEMBAHASAN 6 2.1 Pengertian Komunikasi 6 2.2 Tujuan Komunikasi 7 2.3 Kepentingan Pribadi dan Komunikasi 7 2.4 Partisipasi Bawahan 8 BAB III PENUTUP 12 3.1 Kesimpulan 12 3.2 Saran 12 DAFTAR PUSTAKA 13

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seperti yang kita ketahui dalam kehidupan sehari-hari kita tidak pernah lepas dari yang namanya komunikasi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Komunikasi secara langsung salah satunya adalah dengan cara bertemu dan bertatap muka secara langsung sedangkan komunikasi secara tidak langsung bisa melalui perantara orang ketiga yang menyampaikan pesan nantinya. Hal ini pasti selalu ada di dalam kehidupan bermasyarakat. Apalagi sifat manusia itu sendiri adalah makhluk social yaitu makhluk yang tidak dapat hidup sendiri melainkan perlunya interaksi dengan manusia lainnya. Salah satu bentuk konkret dari interaksi ini adalah komunikasi tersebut. Namun dalam pembahasan yang ada di dalam makalah ini adalh mengenai komunikasi dalam konteks manajemen dan pemerintahan. Oleh karena itu untuk memenuhi pembelajaran mata kuliah azas-azas manajemen ini, penulis mengambil judul Komunikasi di dalam makalah yang penulis kerjakan ini. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan pemaparan latar belakang di atas, penulis

mengambil beberapa rumusan masalah diantaranya: 1. 2. 3. 4. Apakah yang dimaksud dengan komunikasi? Apa tujuan dari komunikasi? Bagaimana hubungan antara kepentingan pribadi dan komunikasi? Sejauh manakah partisipasi bawahan dalam proses pembuatan keputusan? 1.3 Tujuan

Adapun tujuan yang dapat diperoleh dari isi makalah ini antara lain: 1. 2. 3. Supaya dapat mengetahui pengertian dari komunikasi. Supaya mengetahui tujuan dari komunikasi. Supaya dapat memahami hubungan antara kepentingan pribadi dengan komunikasi. 4. Supaya dapat mengetahui sejauh mana partisipasi bawahan

dalamproses pembuatan keputusan.

1.4 Manfaat Sedangkan manfaat dari dari penulisan makalah ini adalah: 1. Agar dapat digunakan sebagai bahan bacaan oleh para mahasiswa untuk menambah pengetahuan mereka tentang komunikasi. 2. Para pembaca dapat mengetahui komunikasi serta kaidah-kaidah pelaksanaannya.

BAB II ISI DAN PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Komunikasi Istilah komunikasi berasal dari kata Latin Communicare atau Communis yang berarti sama atau menjadikan milik bersama. Jika kita berkomunikasi dengan orang lain, berarti kita berusaha agar apa yang disampaikan kepada orang lain tersebut menjadi miliknya. Beberapa definisi komunikasi adalah: 1. Komunikasi adalah kegiatan pengoperan lambang yang

mengandung arti/makna yang perlu dipahami bersama oleh pihak yang terlibat dalam kegiatan komunikasi (Astrid). 2. Komunikasi adalah kegiatan perilaku atau kegiatan penyampaian pesan atau informasi tentang pikiran atau perasaan (Roben.J.G). 3. Komunikasi adalah sebagai pemindahan informasi dan pengertian dari satu orang ke orang lain(Davis, 1981). 4. Komunikasi adalah berusaha untuk mengadakan persamaan dengan orang lain (Schram,W). 5. Komunikasi adalah penyampaian dan memahami pesan dari satu orang kepada orang lain,komunikasi merupakan proses sosial (Modul PRT, Lembaga Administrasi). Komunikasi adalah proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan atau informasi dari seseorang ke orang lain. Perpindahan pengertian tersebut melibatkan lebih dari sekedar kata-kata yang digunakan dalam percakapan, tetapi juga ekspresi wajah, intonasi, tidak putus vokal dan sebagainya. Komunikasi sebagai suatu proses dengan mana orang-orang bermaksud memberikan pengertian-pengertian melalui pengiringan

bermaksud secara simbolis, dapat menghubungkan para anggota berbagai satuan orgainisasi yang berbeda dan bidang yang berbeda pula, sehingga sering disebut rantai pertukaran informasi .

2.2 Tujuan Komunikasi Hewitt (1981) menjabarkan beberapa tujuan penggunaan proses komunikasi secara spesifik sebagai berikut: 1. Mempelajari atau mengajarkan sesuatu 2. Mempengaruhi perilaku seseorang 3. Mengungkapkan perasaan 4. Menjelaskan perilaku sendiri atau perilaku orang lain 5. Berhubungan dengan orang lain 6. Menyelesaian sebuah masalah 7. Mencapai sebuah tujuan 8. Menurunkan ketegangan dan menyelesaian konflik 9. Menstimulasi minat pada diri sendiri atau orng lain.

2.3 Kepentingan Pribadi dan Komunikasi Kepentingan pribadi dapat mempengaruhi komunikasi melalui pembentukan kepribadian dapat mempengaruhi melalui pembentukan kelompoknya. Di samping itu komunikasi dapat pula dipengaruhi oleh seseorang dengan jalan mengadakan manipulasi terhadap informasiinformasi yang diterimanya. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut: informasi yang disampaikan secara otomatis sampai pada si penerima sebelum melalui satu atau lebih pejabat.

Di dalam proses pemindahan informasi itu dari atas ke bawah atau sebaliknya, maka orang atau pejabat yang dilalui itu dapat memanipulasi informasi itu untuk kepentingannya. Misalnya jika atasan kepada bawahan siapa seorang pejabat harus member laporan atau mengambil suatu tindakan yang tidak menguntungkan bagi pejabat itu karena informasi yang diterimanya, maka pejabat tadi dapat menahan informasi itu demi kepentingan pribadinya. Kadang-kadang, dan ini sering terjadi, adalah gejala kebalikan dari yang diterapkan di atas yaitu pihak atasan (pimpinan) sendiri yang menahan atau memainkan informasi yang diperlukan atau harus disampaikan kepada bawahannya. Hal ini bisa terjadi karena hal-hal sebagai berikut: a. Pimpinan tidak menyadari bahwa informasi yang ditahannyaitu diperlukan oleh bawahannya. Dalam hal ini pimpinan itu hanya memperhatikan arah komunikasi ke bawah saja, yaitu dalam bentukbentuk perintah-perintah, instruksi-instruksi yang dikeluarkannya, dan memperhatikam arah komunikasi lainnya. b. Dengan informasi yang hanya dimiliki olehnya itu pimpinan dapat mempergunakan sebagai alat untuk memperkokoh kedudukannya atau wewenangnya konstruktif. Sebagai penutup sesuatu komunikasi itu dipengaruhi oleh: o Sumbernya, yaitu siapa yang mengeluarkan o Saluran komunikasi yang digunakan dan o Isi atau bentuk komunikasi itu sendiri yang logis, meyakinkan, dan lainlain. terhadap bawahan. Sekalipun hal adanya suatu pimpinan yang goyah terakhir ini kadang-kadang mempunyai fungsi

2.4 Partisipasi Bawahan

Masalah

yang

belakangan

ini

mendapat

sorotan

adalah

beberapa besar partisipasi bawahan di dalam proses pembuatan keputusan oleh manajer. Dalam memecahkan masalah ini kita dapat memanfaatkan leadership konsep continuum melihat of leadership dari Robert suatu Tannenbaum dan Werren H. Schmidt dalam bukunya: how to choose a pattern, yang kepemimpinan sebagai continuum. Robert Tannenbaum dan Werren H. Schmidt berpendapat bahwa pemilihan suatu gaya kepemimpinan yang tepat itu tergantung pada tiga unsure atau kekuatan yang ada pada : manajer, bawahan, situasi. Berikut ini akan dijelaskan factor-faktor yang mempengaruhi factorfaktor tersebut. a. Manajer Sistem nilai. System nilai yang dimaksud disini adalah pandangan dan sikap manajer terhadap bawahannya. Misalnya apakah manajer menganggap perlu bawahan berpartisipasi dalam pembuatan keputusan yang akan mempengaruhi keputusan mereka. Kadar atau derajat kepercayaan manajer tentang pertanyaan-pertanyaan tersebut akan mempengaruhi letak manajer pada cobtinuum tersebut di atas; apakah akan berada pada ujung sebelah kiri atau di sebelah kanan atau berada di antara titik di kedua ujung tersebut. Perilaku kepemimpinan laba perusahaan. b. Kepercayaan pada bawahan. Tingkat kepercayaan para manajer terhadap orang lain pada umumnya sangat berbeda dan pada saat tertentu hal ini berpengaruh terhadap bawahan mereka masingmasing. Yang menjadi pertimbangan pertama dalam melihat bawahan biasanya adalah pengetahuan dan kemampuan mereka mengenai masalah tertentu. Dalam hal ini, biasanya timbul pertanyaan pada diri manajer juga dipengaruhi oleh pertimbanganpertimbangan efisiensi organisasi, pertumbuhan pribadi bawahan dan

manajer itu; siapa yang mampu menangani masalah ini? Seringkali, entah benar atau tidak, lebih lain percaya pada diri sendiri itu dari tidak bawahannya. mempercayai tertentu. c. Kecenderunan kepemimpinan. Ada beberapa manajer yang merasa lebih cocok dan wajar bila berperan sebagai pemimpin yang bersifat member komando. Tetapi ada pula beberapa manajer merasa lebih cocok bekerja dalam suatu team yang selalu mengajak peran serta para bawahannya. d. Keinginan adanya kepastian. Suatu keputusan yang bersifat Dengan kata seringkali untuk manajer menangani

kemampuan

bawahan

masalah

manajerial atau akan mempunyai akibat atau hasil di kemudian hari yang mengandung unsure ketidak pastian. Apabila seseorang manajer melimpahkan wewenang pengendalian oleh manajer yang bersangkutan terhadap akibat keputusan manajer lain sangat berbeda-beda. Bawahan Secara umum dapat dikatakan bahwa para manajer akan memberikan peran serta lebih besar kepada bawahannya , bila: a. Bawahan mempunyai keinginan yang relative tinggi pada kebebasan, tidak banyak ketergantungannya pada atasan. b. Bawahan keputusan. c. Bawahan tertarik pada suatu masalah dan merasa masalah itu penting untuk dipecahkan. d. Bawahan memahami dan mengidentifikasikan dengan tujuan-tujuan organisasi. bersedia memikul tanggung jawab atas perbuatan itu. Keinginan adanya

kepastian ada kemantapan lingkungan antar aseorang manajer dengan

e.

Bawahan mempunyai pengetahuan dan pengalaman yang diperlukan untuk menangani masalah itu.

f. a.

Bawahan telah terlatih berperan serta dalam pembuatan keputusan. Situasi Bentuk organisasi. Organisasi mempunyai nilai-nilai dan kebiasaankebiasaan yang pasti mampu mempengaruhi perilaku orang-orang yang bekerja di dalamnya. Nilai-nilai dan kebiasaan-kebiasaan maupun ketentuan-ketentuan organisasi itu dikomunikasikan dengan berbagai cara antara lain: melalui deskripsi jabatan, penyampaian kebijaksanaan dan pertanyaan-pertanyaan umum oleh pucuk pimpinan organisasi itu.

b.

Efektifitas kelompok. Sebelum pembuat keputusan dilimpahkan kepada kelompok bawahan, manajer harus mempertimbangkanapakah anggota-anggota kelompok itu dapat bekerja sama secara efektif sebagai satu unit.

c.

Masalahnya itu sendiri. Sifat masalah dapat menentukan beberapa derajat wewenang harus dilimpahkan oleh seorang manajer kepada bawahannya.

d.

Untuk memecahkannya. Tetapi tidak selalu demikian. Kadang-kadang masalah yang sangat rumit perlu satuorag untuk menyelesaikannya.

e.

Desakan waktu. Seringkali karena waktu yang mendesak, seorang manajer membuat keputusan dengan segera. Dalam keadaan demikian dia akan lebih sulit untuk melibatkan orang lain.

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan dari isi dan pembahasan penulis dapat menarik beberapa kesimpulan, diantaranya adalah: 1. Komunikasi adalah proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan atau informasi dari seseorang ke orang lain. Perpindahan pengertian tersebut melibatkan lebih dari sekedar kata-kata yang digunakan dalam percakapan, tetapi juga ekspresi wajah, intonasi, tidak putus vokal dan sebagainya. 2. Hewitt (1981) menjabarkan beberapa tujuan penggunaan proses komunikasi secara spesifik menjadi tujuh. 3. Kepentingan pribadi dapat mempengaruhi komunikasi melalui

pembentukan kepribadian dapat mempengaruhi melalui pembentukan kelompoknya. Di samping itu komunikasi dapat pula dipengaruhi oleh seseorang dengan jalan mengadakan manipulasi terhadap informasiinformasi yang diterimanya. 4. Masalah yang belakangan ini mendapat sorotan adalah beberapa besar partisipasi bawahan di dalam proses pembuatan keputusan oleh manajer. Dalam memecahkan masalah ini kita dapat memanfaatkan konsep continuum of leadership dari Robert Tannenbaum dan Werren H. Schmidt dalam bukunya: how to choose a leadership pattern, yang melihat kepemimpinan sebagai suatu continuum.

3.2 Saran Adapun saran yang dapat diberikan kepada pembaca dan penulis mengenai makalah ini adalah: 1. Diharapkan penulis dapat mengembangkan dan melanjutkan

penulisan makalah mengenai komunikasi ini. 2. Diharapkan hasil penulisan makalah ini dapat dijadikan sebagai bahan bacaan dan ilmu pengetahuan.

DAFTAR PUSTAKA

Marnis. 2009. Pengantar Manajemen. Pekanbaru: PT. Panca Abdi Nurgama Hasan, Erlina. 2005. Komunikasi Pemerintahan. Jatinangor: Refika Aditama oleh nefi di Sabtu, Mei 26, 2012 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Tidak ada komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Apakah blog ini bermanfaat? ............

Entri Populer

MAKALAH HIV/AIDS DAN CARA PENANGGULANGANNYA (KEPENDUDUKAN) OLEH: M. FATTAH FUQAHA 1101121005 ILMU PEMERINTAHAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS RIA...

MAKALAH PENERAPAN E-KTP MAKALAH PENERAPAN E-KTP OLEH: NEFI FITRIANA 1101120454 ILMU PEMERINTAHAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS RIAU PEKANBARU...

MAKALAH KOMUNIKASI MAKALAH KOMUNIKASI (AZAS-AZAS MANAJEMEN) OLEH: ADRI WIJAYA (1101120676) IBNU MULKAN (1101121103) NEFI FITRIANA (1101120...

MAKALAH PROGRAM KELUARGA BERENCANA MAKALAH PROGRAM KELUARGA BERENCANA (KEPENDUDUKAN) OLEH: NEFI FITRIANA 1101120454 ILMU PEMERINTAHAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN IL...

MAKALAH PENYELENGGARAAN JENAZAH

MAKALAH PENYELENGGARAAN JENAZAH (ASISTENSI AGAMA) OLEH: NEFI FITRIANA 1101120454 ILMU PEMERINTAHAN FAKULTAS ILM...

MAKALAH POLITIK DAN KONFLIK NEGARA (SPI) MAKALAH POLITIK DAN KONFLIK NEGARA (SISTEM POLITIK INDONESIA) OLEH: NEFI FITRIANA 1101120454 ILMU PEMERINT...

MAKALAH POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL MAKALAH POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL (SISTEM POLITIK INDONESIA) OLEH: M. FATAH FUQAHA 1101121005 ILMU PEMERINTAHAN FAKULTAS ILMU SOSIAL ...

MAKALAH SISTEM EKONOMI KERAKYATAN ...

TEATER TRADISIONAL WAYANG KULIT Nama Nefi fitriana Kelas XI ipa 1 Mata pelajaran Art of Culture Guru Ronaldo rozalino ...

MAKALAH HAK AZASI MANUSIA DALAM KONTEKS POLITIK MAKALAH HAK AZASI MANUSIA DALAM KONTEKS POLITIK (SISTEM POLITIK INDONESIA) OLEH: ERICHA TRISEPTIANI 1101120186 IL...

Labels

ART (1)

Term of Use Laman

Beranda

akuuu

your coments

on time calender
Free Blog Content

??????????

About Me

nefi fiver sejati,,, Lihat profil lengkapku

MY AKUN

MY FACEBOOK MY TWITTER

Pengikutku ...

Template Awesome Inc.. Gambar template oleh fpm. Diberdayakan oleh Blogger. Mata Kuliahku

__INFORMATIKA KOMPUTER__ Hanya blog untuk mengingat tentang mata kuliah yang saya pelajari, ini mungkin jadi inspirasiku.

Home Artikel Visual Basic Design Web SIM Ar-Kom Kom-Dat

--INFORMATIKA KOMPUTER-- Sebenarnya ini cuma blog untuk Catatan mata kuliahku namun jika kalian mau membacanya saya persilahkan. Terimakasih

Putar Lagu Kampus Link Teman

Popular Posts

Contoh Makalah Komunikasi Data

Contoh Soal Rekayasa perangkat lunak + Jawaban

Contoh makalah Arsitektur Komputer

Contoh Makalah Sistem Informasi Managemen

Sedikit tentang Visual Basic

Pengantar dan Pengertian Materi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL)

Definisi Sitem Informasi Manajemen (SIM)

Visual Basic.NET (Tutorial Lanjutan)

Cara Buat Form Visual Studio 2005 ( Dasar )

Contoh Soal MBO dan Jawaban Mau seperti ini? Tutup

Categories
o o o o o o o o

arsitektur komputer (1) Artikel (3) Design Web (1) Komunikasi data (1) MBO (2) Rekayasa Perangkat Lunak (2) sistem (3) Visual Basic (4)

My Google+

Contoh Makalah Komunikasi Data


Labels: Komunikasi data BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH Ilmu pengetahuan dan teknologi selalu berkembang dan mengalami kemajuan, Sesuai dengan perkembangan zaman dan cara berpikir manusia. terutama bidang informasi dan komunikasi, terutama pada bidang komputerisasi, untuk itu kami penulis berkeinginan untuk meningkatkan SDM agar menjadi lebih bermanfaat di era globalisasi. Kemudian untuk mewujudkan hal itu ,kami membuat makalah ini sebagai bahan pembelajaran dan acuan mahasiswa untuk belajar dan makalah ini sebagai tugas mata kuliah yang diberikan oleh Dosen Pembimbing. Dalam hal ini kami akan menyusun Materi mata kuliah Komunikasi Data

B.

RUMUSAN MASALAH

Sesuai dengan mata kuliah ini Komunikasi Data untuk menambah ilmu pengetahuan mahasiswa. Kami tuliskan rumusan masalah sebagai berikut : 1. 2. Apa saja yang termasuk Materi dalam mata kuliah Komunikasi Data ? Bagaimana penjelasan tentang materi Arsitektur komputer dan Seperti apa cara pembahasannya?

C. BATASAN MASALAH Batasan masalah dalam makalah ini yakni hanya untuk membahas Materi yang ditentukan oleh dosen pembimbing yakni tentang model komunikasi data(simplex dan duplex), komponen-

komponen komunikasi data, media pengirim dan sinyal analog dan digital .

BAB II PEMBAHASAN

D. MATERI KULIAH Pada sub Bab ini penulis akan menjelaskan sekilas tentang Mata Kuliah Komunikasi Data dengan Materi yang sudah ditentukan oleh Dosen Pembimbing, adapun Materi yang dimaksud adalah sebagai berikut : 1. Model Komunikasi Komunikasi adalah suatu proses penyampaian yang berupa ide, gagasan, data ataupun pesan yang lainnya dari pengirim (komunikator) ke penerima (komunikan) melalui media pengiriman. Adapun model untuk komunikasi data akan dibahas pada sub BAB selanjutnya. 2. Komponen komponen Komunikasi Data Komponen komunikasi maksudnya yakni menjadi syarat terbentuknya komunikasi data. 3. Media Pengiriman Data Media pengiriman data (transmisi data) adalah media yang menghubungkan antara pengirim dan penerima informasi (data), karena jarak yang jauh, maka data terlebih dahulu diubah menjadi kode/isyarat, dan isyarat inilah yang akan dimanipulasi dengan berbagai macam cara untuk diubah kembali menjadi data. Untuk pembagian dan penjelasanya ada pada sub BAB selanjutnya. 4. Sinyal Analog dan Sinyal Digital Signal analog adalah signal yang berupa gelombang elektromagnetik dan bergerak atas dasar frekuensi. suatu piranti yang

E.

PEMBAHASAN MATERI KULIAH

1.

Model Komunikasi Model komunikasi data merupakan bentuk-bentuk atau tatacara berkomunikasi antara satu lokasi ke lokasi lain dengan sedikitnya mempunyai tiga komponen, yaitu sumber (pengirim), media transmisi, penerima. Selain ketiga komponen tersebut data yang dikomunikasikan (message) dan protocol juga berperan penting dalam hal ini. Seperti ilustrasi pada gambar dibawah ini :

Type komunikasi data : a. Komunikasi data Simplex

Pengertian Simplex ialah jenis komunikasi satu arah, dimana arah informasi hanya dari pengirim ke penerima saja dan tidak bisa sebaliknya. Contohnya paging, pada paging pesawat penerima hanya bisa menerima pesan yang dikirim oleh stasiun pengirim dan tidak bisa menngirim balik (reply) pesan ke penerima dengan menggunakan pesawat paging tersebut. Contoh lain dari komunikasi simplex ini ialah siaran radio dan televisi.

Keuntungan Simplex

Dalam jalur atau media transmisi berjalan satu arah. Kelemahan Simplex 1. 2. 3. Data yang dikirim hanya kesatu arah saja Pengirim dan penerima tugasnya tetap Metode ini paling jarang digunakan dalam komunikasi data

b.

Komunikasi data duplex Duplex adalah sebuah istilah dalam bidang telekomunikasi yang merujuk kepada komunikasi dua arah. Komunikasi data duplex dibagi menjadi dua bagian yaitu komunikasi data half duplex dan komunikasi data full duplex.

1.

Komunikasi data Half Duplex ialah jenis komunikasi dua arah, tapi kedua pihak yang berkomunikasi tidak dapat melakukan pengiriman informasi pada saat yang bersamaan, tapi harus bergantian. Pada saat user A mengirimkan infomasi maka user B harus bertindak sebagai penerima.

Contoh paling sederhana adalah walkie-talkie, di mana dua penggunanya harus menekan sebuah tombol untuk berbicara dan melepaskan tombol tersebut untuk mendengar. Ketika dua orang menggunakan walkie-talkie untuk berkomunikasi pada satu waktu tertentu, hanya salah satu di antara mereka yang dapat berbicara sementara pihak lainnya mendengar. Jika kedua-duanya mencoba untuk berbicara secara serentak, kondisi "collision" (tabrakan) pun terjadi dan kedua pengguna walkie-talkie tersebut tidak dapat saling mendengarkan apa yang keduanya kirimkan.

Keuntungan Half Duplex : Dapat mengirim dan menerima informasi.

Kelemahan Half Duplex : a. Pada half duplex kedua station dapat mengirim dan menerima data, namun tidak terjadi pada waktu yang sama b.
User

hanya bisa mengirim atau menerima informasi saja

2.

Komunikasi data Full Duplex ialah jenis komunikasi dua arah, dimana masing-masing user dapat melakukan pengiriman ataupun penerimaan informasi pada saat yang bersamaan. Jadi tergantung apakah lawan bicara sedang melakukan pengiriman informasi ataupun tidak Contohnya : Handphone, Telephone.

Keuntungan Full Duplex 1. 2. 3. Pada full-duplex terdapat sharing pada jalurnya agar kedua sinyal dengan arah yang berbeda dapat berjalan. Tersedia dua buah jalur fisik yang memisahkan arah jalur, satu jalur untuk mengirim dan satu jalur lagi untuk menerima. kedua station dapat mengirim dan menerima data secara simultan.

Kelemahan Full Duplex 1. Tidak dapat menerima informasi apabila salah satu lawan bicara tidak aktif (offline).

2.

Komponen-komponen Komunikasi. Komponen komunikasi maksudnya yakni suatu piranti yang menjadi syarat terbentuknya komunikasi data. Komponen-komponen komunikasi data antara lain adalah sebagai berikut :

Message Suatu message bisa dikatakan sebagai data atau informasi yang akan dikomunikasikan (dikirim dan diterima). Message ini bisa berupa apa saja, teks, angka, gambar, suara, video, atau kombinasi dari semuanya.

Sender adalah suatu alat yang digunakan untuk mengirimkan message. Alat ini tidak hanya komputer, bisa juga alat lainnya seperti hand phone, video kamera, dan lainnya yang sejenis. Receiver sama dengan sender, bedanya receiver berfungsi sebagai alat yang dituju untuk menerima message yang dikirim dari sender. Medium adalah media transmisi yang bisa dikatakan sebagai "perantara" untuk mengantarkan message dari sender ke receiver. Media transmisi ini bisa saja berupa kabel (twisted pair, coaxial, fiber-optic), laser, atau gelombang radio. Protocol adalah sekumpulan aturan yang harus disepakati oleh dua atau lebih alat untuk dapat saling berkomunikasi. Tanpa protocol, dua alat atau lebih mungkin saja bisa saling terhubung tetapi tidak dapat saling berkomunikasi, sehingga message yang dikirim tidak dapat diterima oleh alat yang dituju. Untuk mudahnya protocol bisa dianggap sebagai bahasa komunikasi, seseorang yang berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa tidak akan bisa dimengerti oleh orang lain yang hanya bisa berbahasa Cina.

3.

Media Pengiriman Data Media pengiriman data (transmisi data) adalah media yang menghubungkan antara pengirim dan penerima informasi (data), karena jarak yang jauh, maka data terlebih dahulu diubah menjadi kode/isyarat, dan isyarat inilah yang akan dimanipulasi dengan berbagai macam cara untuk diubah kembali menjadi data. Media transmisi digunakan pada beberapa peralatan elektronika untuk menghubungkan antara pengirim dan penerima supaya dapat melakukan pertukaran data. Beberapa alat elektronika, seperti telepon, komputer, televisi, dan radio membutuhkan media transmisi untuk dapat menerima data. Seperti pada pesawat telepon, media transmisi yang digunakan untuk menghubungkan dua buah telepon adalah kabel. Setiap peralatan elektronika memiliki media transmisi yang berbeda-beda dalam pengiriman datanya. Media yang digunakan untuk pengiriman data dan jenis data yang dikirimnya antara lain :

a.

Kabel Unitrans. Kabel jenis ini merupakan kabel yang paling luas penggunaannya karena dipergunakan untuk jaringan telepon. Kabel ini terbuat dari tembaga dimana beberapa pasang kabel di untir dan dijadikan satu. Guna mempertinggi kualitas kabel, seringkali setiap pasang kabel akan saling di untir sehingga disebut sebagai kabel untir-an.

b.

Kabel Coaxial Pada jenis ini, kabel utama yang terbuat dari tembaga akan di kelilingi oleh anyaman halus kabel tembaga lainnya dan diantaranya terdapat isolasi. Dari sudut harga, kabel ini lebih mahal apabila dibanding dengan kabel untiran, tetapi kualitas yang diberikan juga lebih baik.

c.

Fiber Optic Cable (Serat Optik). Dewasa ini terdapat usaha untuk menggunakan cahaya sebagai media komunikasi. Data yang ada akan dibawa oleh cahaya, dan untuk menyalurkan cahaya yang membawa data tersebut, diperlukan adanya suatu jenis kabel yang khusus, dan kabel inilah yang disebut sebagai fiber optic cable ataupun serat fiber. Fiber optic terdiri atas suatu gelas fiber yang sangat tipis dan dapat dipergunakan untuk menyalurkan data dalam jumlah dan kecepatan yang sangat tinggi.

d.

Gelombang Radio-AM

Sinyal yang berbentuk analog, juga dapat ditransmisikan melalui udara, seperti misalnya: gelombang radio. AM-Radio yang merupakan singkatan dari Amplitude Modulation, dapat menangkap sinyal pada frekuensi yang sama, dan dengan kekuatan dan amplitude yang dimiliki nya, dapat lah menggerakkan informasi kearah yang dituju. e. Pemancar Radio-FM /Station Televisi Pemancar radio-FM dan station televisi juga dapat digunakan untuk menyalurkan gelombang analog. Dalam hal ini, Station televisi ataupun pemancar Radio-FM (Frekuensi Modulation) akan ng mendiami gelombang antara 54 hingga 806 megahertz (millions of cycles per second) f. . Radio Komunikasi Gelombang Pendek. Dalam hal ini, radio komunikasi gelombang pendek banyak digunakan oleh kalangan tertentu, misalnya ORARI ataupun kepolisian, juga dapat dimanfaatkan untuk membawa sinyal analog ke tempat yang dituju. Radio komunikasi gelombang pendek memiliki frekuensi yang lebih tinggi jika dibanding dengan frekuensi yang dimiliki oleh pemancar radio-AM g. Telephone Cellular Telepon seluler ataupun telepon genggam, ataupun telepon mobil yang bekerja pada frekuensi 825 hingga 890 megahertz, juga dapat dimanfaatkan sebagai suatu media transmisi komunikasi data. h. Gelombang Mikro. Komunikasi data melalui gelombang electromagnet (udara) yang paling banyak digunakan adalah dengan gelombang mikro atau microwave. Cara ini bisa menjangkau jarak yang sangat jauh, sehingga banyak kalangan industri ataupun pribadi yang menggunakannya untuk memindahkan/ menyalurkan suara, video ataupun data komunikasi i. Satelit Penggunaan satelit dirancang untuk mengurangi biaya pada pengiriman jarak yang sangat jauh. Apabila digunakan gelombang mikro, maka diperlukan banyak sekali station pemancar bumi yang harus dibangun. Disamping itu juga harus diingat adanya lautan yang memisahkan daratan satu dengan lainnya. Dengan menggunakan satelit, maka permasalahan yang ada bisa diatasi. Satelit secara umum bekerja pada frekuensi antara dua hingga 40 gigahertz (billion of hertz)

4. a.

Sinyal Analog dan Digital Sinyal Analog Signal analog adalah signal yang berupa gelombang elektromagnetik yang berbentuk sinusiodal dan bergerak atas dasar frekuensi. Frekuensi adalah jumlah getaran bolak balik sinyal analog dalam satu siklus lengkap per detik. Satu siklus lengkap terjadi saat gelombang berada pada titik bertegangan nol, menuju titik bertegangan positif tertinggi pada gelombang, menurun ke titik tegangan negatif dan menuju ke titik nol kembali (lihat gambar). Semakin tinggi kecepatan atau frekuensinya semakin banyak siklus lengkap yang terjadi pada suatu periode tertentu. Kecepatan frekuensi tersebut dinyatakan dalam hertz. Sebagai contoh sebuah gelombang yang berayun bolak-balik sebanyak sepuluh kali tiap detik berarti memiliki kecepatan sepuluh hertz.

Signal analog dapat digunakan dalam media tertutup seperti kabel coaxial, TV kabel dan kabel tembaga . Signal analog dapat pula digunakan melalui medium terbuka seperti gelombang mikro, telepon rumah tanpa kabel dan telepon seluler.

Kerugian yang ditimbulkan pada sinyal sistem analog : Pengiriman signal analog dapat dianalogikan mengirim air lewat pipa. Aliran pipa kehilangan tenaganya saat disalurkan melalui sebuah pipa. Semakin jauh pipa semakin banyak tenaga yang berkurang dan aliran semakin menjadi lemah. Demikian pula signal analog akan menjadi lemah setelah melewati jarak yang jauh. Selain bertambah jauh signal analog juga memungut interferensi elektrik atau noise dari dalam jalur. Kabel listrik, petir dan mesin-mesin listrik semua menginjeksikan

noise dalam bentuk elektrik pada signal analog. Untuk mengatasi kelemahan tersebut maka diperlukan alat penguat signal yang disebut amplifier.

b.

Sinyal Digital Sinyal digital merupakan hasil teknologi yang dapat mengubah signal menjadi kombinasi urutan bilangan 0 dan 1 (juga dengan biner), sehingga tidak mudah terpengaruh oleh derau, proses informasinya pun mudah, cepat dan akurat, tetapi transmisi dengan isyarat digital hanya mencapai jarak jangkau pengiriman data yang relatif dekat. Biasanya isyarat ini juga dikenal dengan isyarat diskret. Sinyal yang mempunyai dua keadaan ini biasa disebut dengan bit. Bit merupakan istilah khas pada isyarat digital. Sebuah bit dapat berupa nol (0) atau satu (1). Kemungkinan nilai untuk sebuah bit adalah 2 buah (21). Kemungkinan nilai untuk 2 bit adalah sebanyak 4 (22), berupa 00, 01, 10, dan 11. Secara umum, jumlah kemungkinan nilai yang terbentuk oleh kombinasi n bit adalah sebesar 2n buah. System digital merupakan bentuk sampling dari sistem analog. digital pada dasarnya di code-kan dalam bentuk biner (atau Hexa). besarnya nilai suatu system digital dibatasi oleh lebarnya / jumlah bit (bandwidth). jumlah bit juga sangat mempengaruhi nilai akurasi system digital. Contoh System digital dengan lebar 1 byte (8 bit). maka nilainilai yang dapat dikenali oleh system adalah bilangan bulat dari 0 - 255 (256 nilai : 2 pangkat 8). Kita bandingkan dengan system analog -- di antara angka 0 s/d 255 --... system analog dapat menghasilkan nilai sebanyak tidak terhingga (0..0,0002... dst). Namun dengan semakin lebarnya bandwidth digital (bisa hampir 3 G Byte) dijaman sekarang ini membuat semakin tipisnya perbedaan antara digital dan analog system. Gb. Tiga Siklus gelombang Digital

Signal digital ini memiliki berbagai keistimewaan yang unik yang tidak dapat ditemukan pada teknologi analog yaitu :

Mampu mengirimkan informasi dengan kecepatan cahaya yang dapat membuat informasi dapat dikirim dengan kecepatan tinggi. Penggunaan yang berulang ulang terhadap informasi tidak mempengaruhi kualitas dan kuantitas informasi itu sendiri. Informasi dapat dengan mudah diproses dan dimodifikasi ke dalam berbagai bentuk. Dapat memproses informasi dalam jumlah yang sangat besar dan mengirim.nya secara interaktif.

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan Demikian penulis menyusun mata kuliah Komunikasi Data membahas Materi - materi mata kuliah tersebut. Sehingga mahasiswa dapat mengenal tentang model komunikasi data (Simplex dan Duplex), komponen-komponen komunikasi data, media pengirim dan sinyal analog dan digital .

B.

Kritik dan Saran Penulis menyadari tentang penyusunan makalah, tentu masih banyak kesalahan dan kekurangannya, karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini. Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman sudi kiranya memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempatankesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya. Baca juga Artikel Terkait Komunikasi data

Newer Post Older Post Home

Copyright @ 2012 Mata Kuliahku.All rights reserved. Powered by Blogger Sumber : http://makulku.blogspot.com/2012/06/contoh-makalahkomunikasi-data.html#ixzz2Wcxh9TSX

kumpulan makalah
Tempat Yang menyediakan Makalah dan Skripsi Gratis, Dengan Berbagai Macam jurusan dan fakultas, seperti Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Hukum, Ekonomi, Fakultas Ilmu Sosial (Geografi, sosiologi, Dll), Fakultas Ilmu Politik, Teknik (PS Teknik Arsitektur), Fakultas Pertanian, Kehutanan, Perikanan, Fakultas Teknik (PS Teknik Sipil , Tek. Tambang, dan Tek. Kimia), Fakultas Kedokteran, MIPA, Fakultas Syariah, Tarbiyah, Fakultas Tata Busana, Tata boga, bahasa, dan lain sebagainya

Sunday, January 27, 2013


PENTINGNYA KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI DEFINISI DAN TUJUAN KOMUNIKASI Beberapa definisi komunikasi dapat disebut di bawah ini. 1. Louis Forsdale (1981), seorang ahli komunikasi dan pendidikan, mengungkapkan communication is the process by which system is established, maintained, and altered by menans of shared signals that operate according to rules. Komunikasi diartikan sebagai suatu proses memberikan signal menurut aturan tertentu, sehingga dengan cara ini suatu system dapat didirikan, dipelihara dan diubah. 2. Gatewood and Taylor (1996) mendefinisikan komunikasi sebagai suatu proses memindahkan informasi dan pengertian (maksud) dari satu orang kepada orang lain. 3. Stoner, Freeman dan Gilbert (1996) mengartikan komunikasi sebagai suatu proses yang dipergunakan oleh manusia untuk mencari kesamaan arti lewat tranmisi pesan simbolik. 4. Newman dan Summer (1961) mengartikan komunikasi sebagai proses pertukaran fakta, ide, opini atau emosi melalui kata-kata, suratsurat, symbol-simbol atau pesan. Beberapa alasan pentingnya Komunikasi: a. Komunikasi mendatangkan efektifitas yang lebih besar b. Komunikasi menempatkan orang-orang pada tempat yang seharusnya. c. Komunikasi membawa orang-orang untuk terlibat dalam organisasi

dan meningkatan motivasi untuk melibatkan kinerja yang baik, dan meningkatkan komitmen terhadap organisasi. d. Komunikasi menghasilkan hubungan dan pengertian yang lebih baik antara bawahan, kolega, dan orang-orang di dalam organisasi dan di luar organisasi. e. Komunikasi menolong orang-orang untuk mengerti perlunya perubahan. f. Komunikasi meminimalkan permasalahan-permasalahan di dalam keorganisasian seperti konflik, stress, demotifasi dan loyalitas. PROSES KOMUNIKASI Proses komunikasi merupakan proses penyampaian pesan dari pengirim kepada penerima, menggunakan isyarat tangan, atau menggunakan sarana komunikasi tertentu lainnya. 1. Pengirim (sender) Proses komunikasi diawali oleh pengirim sebagai sumber pesan. Pengirim, dalam kerangka keorganisasian dapat berupa karyawan biasa, manajer, atau pihak luar yang memberikan gagasan, maksud, informasi dan bertujuan mengadakan kumunikasi. Pengirim dalam hal ini telah menentukan makna apa yang akan disampaikannya. Agar apa yang akan disampaikan itu dapat tersusun dengan baik, maka sender perlu menyusun sebuah rencana yang berisi makna utama apa yang akan disampaikan. 2. Penyandian (encoding) Tindakan pemberian arti simbol-simbol pada pemikiran, misalnya memutuskan kata-kata mana yang harus dikatakan atau ditulis disebut sebagai penyandian (encoding). Penyandian itu perlu karena informasi hanya dapat dikirimkan dari seorang kepada orang lain lewat perwakilan atau sandi. 3. Saluran Komunikasi (communication chanel) Ketika orang-orang berkomunikasi dalam lingkungan organisasi, mereka biasanya menggabungkan tampilan vokal (saluran pendengaran) dan pandangan (saluran penglihatan). Sentuhan (saluran peraba), penciuman (saluran penciuman), dan perasa (saluran saraf) juga digunakan dalam saluran pesan dalam komunikasi. Fungsi saluran komunikasi di sini adalah sebagai alat menyampaikan pesan. Untuk menyampaikan pesan yang dimaksud, seseorang dapat meggunakan berbagai macam, yaitu tatap muka, telepon, pertemuan kelompok, komputer, memo, pernyataan kebijakan, system imbalan, jadwal produksi, dan ramalan penjualan.

4.

Pengertian Sandi (Decoding) Pesan yang diterima kemudian diinterpretasikan dan diterjemahkan ke dalam informasi yang mempunyai arti. Proses ini dilakukan dengan dua cara, pertama penerima harus menerima, kemudian mengartikannya. Pengertian dipengaruhi oleh pengalaman penerima, pemilihan penilaian pribadi mengenai simbol dan gerakan tubuh yang dipakai, dan harapan. Meciptakan gelombang suara yang penuh arti adalah sandi yang tepat, yang pantas untuk penyandian dengan melalui suatu sumber; menterjemahkan gelombang suara ke dalam pemikiran merupakan penguraian sandi (decoding). 5. Penerimaan (Receiver) Bila pesan tidak sampai pada penerima, maka komunikasi itu belum terjadi. Artinya, pesan yang dikirimkan itu harus diterima baik (dipahami) oleh penerima. Oleh karena itu pesan yang dikirimkan harus jelas kepada siapa pesan itu ditujukan. Dalam hal ini kita tidak akan menggunakan cara yang sama dalam berkomunikasi kepada anak-anak dan berkomunikasi kepada orang dewasa. Jadi dalam berkomunikasi siapa pendengarnya perlu dipertimbangkan. 6. Umpan Balik (Feedback) Sebuah rangkaian umpan balik (Feedback) memberi saluran bagi tanggapam penerima yang memungkinkan sender untuk menentukan apakah pesan telah diterima dan menghasilkan tanggapan yang dimaksudkan. Bagi manajer, umpan balik komunikasi ini mungkin datangdari berbagai macam cara. Dalam situasi tatap muka, umpan balik bias terjadi secara langsung melalui tanda-tanda atau sandi. Dengan diberikannya reaksi ini kepada si pengirim (sender), perngirim akan dapat mengetahui apakah pesan yang dikirimkan tersebut diinterpretasikan sama dengan apa yang dimaksudkan oleh si pengirim. Bila arti pesan yang dimaksudkan oleh si pengirim berarti komunikasi tersebut efektif. 7. Kegaduhan (noise) Gangguan (noise) merupakan sifat yang melekat pada komunikasi. Dalam setiap proses komunikasi, kegaduhan atau kendala-kendala dalam berkomunikasi akan selalu ada. Gangguan dapat timbul dalam saluran komunikasi, atau metode pengiriman seperti udara dan kertas. Ganggua juga dapat terjadi secara internal (kurang perhatian penerima) atau eksternal (gangguan suara lain). METODE-METODE KOMUNIKASI

Melakukan komunikasi tidak terbatas hanya pada penyampaian pesan melalui pembicaraan tatap muka. Berkomunikasi bisa juga dilakukan dengan berbagai cara, bergantung pada situasi yang dihadapi di dalam organisasi. Suatu metode komunikasi dipandang efektif apabila diterapkan pada situasi yang sesuai. Kesalahan di dalam menentukan komunikasi ini akan menyebabkan timbulnya persoalan-persoalan lain yang pada akhirnya akan mempengaruhi kinerja dan produktifitas dari organisasi yang bersangkutan. --> Komunikasi Melalui Pertemuan Dan Rapat Terlepas dari apakah pertemuan itu sifatnya formal atau informal, yang jelas sebuah pertemuan/rapat harus dapat dilakukan dengan maksud sebagai berikut: 1. untuk menyebarkan informasi 2. untuk mengumpulkan informasi 3. untuk menjelaskan keputusan 4. untuk pemecahan masalah 5. maksud konsultasi dan negoisasi terpadu Kunci sukses komunikasi melalui pertemuan ini adalah bagaimana semua pihak yag diundang dapat memberikan saran dan pendapatnya. Namun, kesulitan justru muncul ketika ada sebagian orang yang terlibat memandang pertemuan itu sebagai legalitas atas sebuah persoalan yang telah dirancang sebelumnya. Seringkali pertemuan diadakan hanya untuk menginfetarisir pendapat tanpa perlu mempertimbangkannya sebagai suatu masukan yang berarti. Oleh karea itu, dalam sebuah pertemuan perlu dihidari adanya dominasi satu atau dua yang berkuasa. Komunikasi Melalui Surat Edaran Walaupun cara komunikasi ini dipandang sederhana dan mudah, namun penggunaan surat edaran juga memiliki beberapa keuntungan dan keelemahan. Keuntungan penyampaian informasi melalui surat edaran adalah: 1. kesalahan pengertian dapat dihindari apabila isi pesan itu ditulis secara jelas. 2. pemberi pesan biasanya tidak memberi peluang untuk berspekulasi. 3. jangkauannya luas dan waktu yang dibutuhkan relatif pendek. 4. mengurangi peluang untuk mendistorsi pesan disbanding dengan kalau komunikasi dilakukan secara lisan.

Sebaliknya, kelemahan dalam komunikasi melalui surat edaran adalah; 1. walaupun surat itu sampai ke tempat tujuan tepat pada waktunya, namun seringkali si penerima mengabaikannya terutama jika surat yang diterima itu terlalau banyak 2. komunikasi ini dengan cara ini tidak memberi peluang kepada penerima pesan untuk memperhatikan nuansa suara atau bahasa tubuh dan oleh karena itu, terutama apabila diperlukan untuk membaca arti yang tersirat diantara baris-baris, pesan mungkin sepenuhnya tidak dimengerti. 3. sering ada kecenderungan pada pihak pengirim pesan bahwa mengirimkan pesan itu sama dengan melakukan tindakan. 4. efektifitas pesan sangat tergantung pada keahlian menulis si pengirim pesan. Komunikasi Melalui Telepon Penggunaan telepon sebagai media komunikasi memiliki keuntungan dan kelemahan sebagai berikut: Keuntungan; 1. tingkat kecepatannya sangat tinggi 2. kemampuan untuk langsung mendapatkan umpan balik atas setiap pesan 3. kemampuan untuk menyesuaikan diri, karena pokok pembicaraan selain alasan menelpon, juga dapat dibicarakan. Kelemahannya: 1. pembicaraan telepon tidak benar-benar cocok untuk menyampaikan pesan-pesan yang lebih rumit dan mungkin, dalam banyak kasus, harus ditegaskan dalam melalui tulisan 2. biasanya tidak ada bukti bahwa pembicaraa telah benar-benar dilakukan sehingga membuka peluang untuk penyelewengan 3. si penerima telepon tidak dapat memperhitungka bahasa tubuh si penelepon 4. banyak orang gelisah atau tidak begitu baik kondisinya pada waktu menggunakan telepon Komunikasi Melalui Surat Elektronik Perkembangan teknologi informasi dewasa ini semakin mempermudah orang untuk melakukan komunikasi. Penggunaan teknologi seperti mesin fax da internete memungkinkan pesan disampaikan lebih cepat, murah dan informasi yang disampaikan lebih jelas. Hanya saja kendalaya adalah tidak semua orang dapat mengoperasikan alat-alat seperti itu.

Komunnikasi Melalui Papan Pengumuman Papan pengumuman berguna untuk komunikasi umum, yang memelukan perhatian yang lebih rendah, seperti memberitahukan kepada pegawai-pegawai tentang kegiatan-kegiatan tertentu. Papan pegumuman tidak harus diandalkan untuk mengkomunikasikan informasi penting karena papan pengumuman biasanya diabaikan oleh banyak orang. Papan pengumuman hanya akan dibaca kalau informasiya selalu baru dan menarik bagi para pegawai yang bersangkutan. BENTUK-BENTUK KOMUNIKASI Komunikasi pada dasarnya dapat dikelompokkan dalam bentukbentuk sebagai berikut. Komunikasi Lisan dan Tertulis Jenis komunikasi ini paling banyak dipraktekkan sehari-hari khususnya dalam komunikasi antar pribadi. Pemilihan betuk komunikasi lisan atau tertulis dipengaruhi oleh faktor-faktor waktu, kecepatan, biaya, perferensi pribadi, keterampilan individu dalam berkomunikasi, fasilitas yang tersedia untuk berkomunikasi. Komunikasi lisan atau tertulis memiliki keuntungan dan kerugian, seperti kalau tertulis keuntungannya pesan dapat disimpan, tetapi kerugiannya memakan waktu jika dibandingkan dengan komunikasi lisan. Komunikasi Verbal dan Non Verbal Komunikasi verbal yaitu komunikasi melalui kata-kata baik lisan atau tertulis. Komunikasi non verbal adalah komunikasi yang menggunakan bahasa badan atau tubuh, seperti gerakan tangan, jari, mata, kepala dan lain-lain. Alasan penggunaan jenis komunikasi ini biasanya berkaitan dengan masalah waktu dan situasi saat komunikasi terjadi. Kesulitan utama dalam komunikasi verbal dengan menggunakan kata-kata adalah karena kita mencoba berbicara tentang dunia yang sangat rumit sedagkan jumlah kata-kata yag digunakan terbatas. Jenis alat bantu visual kedua dalam komunikasi verbal adalah tulisan atau gambar. Sedangkan dalam komunikasi non verbal, bagian terpenting adalah menyangkut penggunaan bahasa tubuh (body language), yang artinya orang-orag mengkomunikasikan arti kepada orang lain dengan tubuh mereka dalam interaksi antar pribadi. Bahasa tubuh merupakan pelengkap yang penting bagi komunikasi non verbal disemua belahan dunia umumnya. Komunikasi non verbal ini memiliki fungsi tertentu dalam proses komunikasi verbal. Fungsi utama dari komunikasi non verbal adalah ; 1. Sebagai pengulangan

2. 3. 4. 5.

Pelengkap Pengganti Memberi penekanan memperdayakan

KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI Ada tiga hal penting dalam mempelajari komunikasi yang terjadi dalam suatu organisasi : a. Informasi yang menjadi sumber komunikasi b. Bagaimana proses komunikasi tersebut c. Komunikasi antar orang dalam organisasi Jika ketiga hal tersebut tidak banyak mengalami hambatan maka komunikasi dalam organisasi akan berjalan lebih berhasil sehingga pelaksanaan pencapaian tujuan menjadi lebih baik. Komunikasi Ke Bawah Komunikasi ke bawah dalam suatu organisasi berarti ia mengalir dari wewenang yang lebih tinggi ke wewenang yang lebih rendah. Bentuk yang paling umum adalah instruksi, memo resmi, pernyataan tentang kebijakan perusahaan, prosedur, pedoman kerja, dan pengumuman perusahaan. Menurut Katz dan Kahn, komunikasi ke bawah mempunyai lima tujuan pokok, yaitu : 1. Memberi pengarahan atau instruksi kerja 2. Memberi informasi mengapa suatu pekerjaan harus dilaksanakan 3. Memberi informasi tentang prosedur dan praktek organisasional 4. Memberi umpan balik pelaksanaan kerja kepada para karyawan 5. Meyajikan informasi mengenai aspek idiologi yang dapat membantu organisasi menanamkan pengertian tentang tujuan yang ingin dicapai. Namun di satu sisi, komunikasi ke bawah juga mengandung kelemahan, yaitu kemungkinan terjadinya penyaringan atau sensor informasi penting sebelum disampaikan kepada para bawahan artinya, informasi yang diterima bawahan tidak seperti aslinya. Davis memberikan saran-saran dalam hal itu sebagai berikut : 1. Pimpinan hendaklah sangggup memberikan informasi kepada karyawan apabila dibutuhkan mereka. Jika pimpinan tidak mempunyai informasi yang dibutuhkan mereka dan perlu mengatakan terus terang dan berjanji akan mencarikannya 2. Pimipinan hendaklah membagi informasi yang dibutuhkan oleh karyawan.

3. Pimpinan mengembangkan suatu perencanaan komunikasi, sehingga karyawan dapat mengetahui informasi yang dapt diharapkannya. 4. Berusaha membentuk kepercayaan diantara pengirim dan penerima pesan. Komunikasi ke Atas Kebutuhan akan komunikasi ke bawah sama banyaknya dengan jumlah komunikasi ke atas. Alat komunikasi ke atas yang sering digunakan secara luas terdiri dari kotak saran, rapat kelompok, laporan kepada penyelia, dan prosedur permohonan atau keluhan. Bentuk komunikasi ini biasanya tersendat-sendat dan tersaring. Setiap jenjang pimpinan enggan meneruskan masalah ke atas karea hal itu dapat dipadang sebagai pengakun kegagalan. Para pegawai biasanya cenderung hanya memberitahu atasan tentang hal-hal yang menurut mereka ingin didengar atasan. Jadi, setiap bawahan memiliki alasa untuk memilih, menafsirkan dan berbagai tindakan penyaringan informasi lainnya. Komunikasi Horisontal Tersedianya arus komunikasi horisontal sering kali dilupakan dalam sebuah desian organisasi. Komunikasi horisontal sangat penting bagi koordinasi dan integrasi dari beraneka ragam fungsi keorganisasian. Komunikasi dari teman sejawat ke teman sejawat sering kali diperlukan untuk mengadakan koordinasi dan dapat juga memberikan kepuasan terhadap kebutuhan sosial. Komuniksasi Diagonal Jenis komunikasi ini jarang sekali dipergunakan, namun komunikasi diagonal adalah penting dalam penting dalam keadaan dimana para anggota tidak dapat berkomunikasi secara efektif lewat jalur lain. Sebagian mungkin melibatkan tenaga penjualan yang mengirim laporan khusus langsung kepada pengawas keuanganan, dan tidak melewati jalur tradisional dalam departemen pemasaran. HAMBATAN DAN PENANGANAN TERHADAP EFEKTIVITAS KOMUNIKASI Kegagalan dalam berkomunikasi sering timbul karena hambatan dalam proses komunikasi. Beberapa jenis hambatan komunikasi telah dirumuskan oleh beberapa ahli diantaranya adalah sebagai berikut. Menurut Cruden dan Sherman mengklasifikasikan hambatan komunikasi ke dalam tiga aspek yaitu : 1. Hambatan teknis - Ketiadaan rencana dan prosedur

2. 3. -

Kurang penerangan/penjelasan Kurang terampil membaca Kesalahan media komuikasi Hambatan semantik Miskin perbendaharaan kata Kata berwayuh/banyak arti Terlalu banyak akronim Hambatan manusiawi Perbedaan individu Iklim psikologik organisasi

Jenis klasifikasi hambatan komunikasi yang lain, seperti dikemukakan Ernesto Franco yaitu : 1. Hamabatan phisik - Jarak pengirim penerima - Pengaruh lingkungan - Kesalahan fungsi fisik - Kondisi tempat (bising, dll) 2. Hambatan perilaku - Sikap pengirim penerima - Sifat keterbukaan - Distorsi pada pesan - Kesalahan konklusi 3. Hambatan yang lain Batasan waktu Jumlah informal Infomasi yang kompleks Kata yang banyak arti Kesalahan persepsi Hallo effect Perbedaan budaya Interpretasi yang salah Kelemahan pendengaran

Beberapa pernyataan yang perlu diperhatikan dalam mewujudkan komunikasi yang efektif adalah : 1. Komunikasi harus bersifat manusiawi harus selalu memperhatikan sifat-sifat manusia. 2. Komunikasi harus diusahakan seharmonis mungkin. 3. Komunikasi disesuaikan dengan kebiasaan yang berlaku selama ini. 4. Komunikasi dilakukan melalui jalur kelembagaan yang tersedia

dalam organisasi. 5. Komunikasi disesuaikan dengan iklim atau situasi dan kondisi saat komunikasi berlangsung. 6. Memanfaatkan teknologi modern guna memperlancar komunikasi. 7. Memanfaatkan simbul-simbul maupun gerakan-gerakan yang sudah difahami semua orang. 8. Komunikasi disesuaikan dengan kondisi si penerima (misal, buta huruf). 9. Pesan dirumuskan secara ringkas dan jelas. Posted by aga amalsyah my son at 11:12 AM Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook Labels: Keguruan, psikologi No comments: Post a Comment Newer Post Older Post Home Subscribe to: Post Comments (Atom)

Followe me Arsip Blog

2013 (57) o June (2)


o o o

May (15) February (30) January (10)

PANDUAN PENGAJUAN GUGATAN CERAI Di Pengadilan Ag... MAKALAH KEBUTUHAN GIZI PADA ANAK DAN REMAJA HADITS TENTANG TATA CARA MENGADILI PERKARA (HADIS ... OBLIGASI SYARIAH PENGERTIAN DAN KETENTUANNYA Makalah Hukum Acara Pidana Militer dan Umum

MEKANISME KERJA ASURANSI SYARIAH perbankkan Syari'ah: Sebuah Pengertian Mudharabah,... PENTINGNYA KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI CLONING CELL DALAM KAITANNYA DENGAN HUKUM PERKAWIN... contoh KASUS HUKUM PERTANAHAN MENGENAI PEMBEBASAN ...

2012 (142)

Entri Populer

MAKALAH SEJARAH PERKEMBANGAN KOMPUTER MAKALAH PENGENALAN TEKNOLOGI INFORMASI DISUSUN OLEH : NAMA: YUDHI WAHYUDI NIM :2010 03 0035 SISTEM KOMPUTER STMIK HANDAYANI MAKASSAR ...

Psikologi Test Arti Hari Lahir SENIN (BUNGA) Bunga biasanya disukai orang karena keindahannya, begitu juga yang lahir pada hari senin ini cenderung mementingkan penampila...

PENGERTIAN METODE INDUKTIF DAN METODE DEDUKTIF Diajukan sebagai pengantar diskusi kelompok pada matakuliah Metode Penelitian Bahasa Terdapat dua metode pendekatan analisis d...

Makalah Sistem Informasi Manajemen - Konsep Dasar Sistem Informasi DISUSUN Oleh : CANTIKA AYU NUJUMIYAH PENDIDIKAN AKUNTANSI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2010 KATA PENGANTAR Puji dan syu...

TATA CARA MENULIS KARYA ILMIAH DAN JENIS-JENISNYA MAKALAH KARYA ILMIAH DOSEN PEMBIMBING DR. HASNAH FAIZAH.AR, S.Pd,M.Hum DISUSUN OLEH R. SAHRONI (NIM: 10851001733) UNIVERS...

PENGERTIAN SUHU DAN KALOR MAKALAH DISUSUN Oleh : Elisa Anita Putri Dosen Pembimbing, (____________________) JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKO...

MAKALAH AMDAL Dampak Pembangunan Sektor Industri Terhadap Kelestarian Lingkungan Hidup Kota Malang MAKALAH AMDAL Dampak Pembangunan Sektor Industri Terhadap Kelestarian Lingkungan Hidup Kota Malang Oleh hadiansyah c455467798 UNIV...

KONTRASEPSI KELUARGA BERENCANA (KB) SUNTIK DAN TABLET BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Pengembangan manusia seutuhnya sebagai hakikat pembangunan nasional dicapai dengan berh...

MAKALAH GEOLOGI PULAU SULAWESI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pengaruh tumbukan lempeng Pasifik, Benua Asia dan Australia terhadap. Sulawesi ad...

Makalah Observasi Terhadap Pemukiman Kumuh KATA PENGANTAR Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya kami masih diberi kesempatan untuk m...

Popular Posts

MAKALAH SEJARAH PERKEMBANGAN KOMPUTER MAKALAH PENGENALAN TEKNOLOGI INFORMASI DISUSUN OLEH : NAMA: YUDHI WAHYUDI NIM :2010 03 0035 SISTEM KOMPUTER STMIK HANDAYANI MAKASSAR ...

Psikologi Test Arti Hari Lahir SENIN (BUNGA) Bunga biasanya disukai orang karena keindahannya, begitu juga yang lahir pada hari senin ini cenderung mementingkan penampila...

PENGERTIAN METODE INDUKTIF DAN METODE DEDUKTIF Diajukan sebagai pengantar diskusi kelompok pada matakuliah Metode Penelitian Bahasa Terdapat dua metode pendekatan analisis d...

Makalah Sistem Informasi Manajemen - Konsep Dasar Sistem Informasi DISUSUN Oleh : CANTIKA AYU NUJUMIYAH PENDIDIKAN AKUNTANSI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2010 KATA PENGANTAR Puji dan syu...

TATA CARA MENULIS KARYA ILMIAH DAN JENIS-JENISNYA MAKALAH KARYA ILMIAH DOSEN PEMBIMBING DR. HASNAH FAIZAH.AR, S.Pd,M.Hum DISUSUN OLEH R. SAHRONI (NIM: 10851001733) UNIVERS...

PENGERTIAN SUHU DAN KALOR

MAKALAH DISUSUN Oleh : Elisa Anita Putri Dosen Pembimbing, (____________________) JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKO...

MAKALAH AMDAL Dampak Pembangunan Sektor Industri Terhadap Kelestarian Lingkungan Hidup Kota Malang MAKALAH AMDAL Dampak Pembangunan Sektor Industri Terhadap Kelestarian Lingkungan Hidup Kota Malang Oleh hadiansyah c455467798 UNIV...

KONTRASEPSI KELUARGA BERENCANA (KB) SUNTIK DAN TABLET BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Pengembangan manusia seutuhnya sebagai hakikat pembangunan nasional dicapai dengan berh...

MAKALAH GEOLOGI PULAU SULAWESI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pengaruh tumbukan lempeng Pasifik, Benua Asia dan Australia terhadap. Sulawesi ad...

Makalah Observasi Terhadap Pemukiman Kumuh KATA PENGANTAR Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya kami masih diberi kesempatan untuk m...

Powered by Blogger.

Minggu, 06 Juni 2010


MAKALAH MANAJEMEN KOMUNIKASI MANAJEMEN KOMUNIKASI MAKALAH Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah manajemen

PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SILIWANGI TASIKMALAYA 2010 KATA PENGANTAR

Alhamdulillahi Robbil Alamin puji Syukur kehadirat Allah SWT. Yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kami sehingga kami bisa menyelesaikan tugas makalah yang berjudul manajemen komunikasi dalam Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas dari dosen kami. Sholawat dirangkai salam kami limpahkan keharibaan baginda agung Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari alam jahiliyah menuju ke era globalisasi pada saat ini, sehingga kita bisa membedakan mana yang sah dan mana yang fatal. Terimakasih kami sampaikan kepada semua rekan-rekan yang telah membantu menyusun fikirannya demi tersusunnya makalah ini. Innal Insana wal khotoiwan Nisyan sesungguhnya manusia itu

adalah tempatnya kesalahan dan lupa dari makalah tersebut kami sadar bahwa selaku manusia biasa kami tidak akan luput dari kehilafan ataupun kekurangannya, oleh karena itu kami mengharap partisipasi dari rekan-rekan mahasiswa untuk ikut menyumbang fikirannya lewat kritik dan saran para pembaca setia. Demikian dari kami dan terimakasih.

Wassalam, Wr.Wb.

Penulis

Daftar Isi

Kata pengantar i Daftar Isi ii

BAB I Pendahuluan 1.1 Latar belakang 1 1.2 Tujuan 2 1.3 Ruang lingkup manajemen 2 BAB II Landasan teori 2.1 Dasar pemikiran..... 3 2.2 Komunikasi dalam organisas 5 2.3 Model komunikasi dalamorganisasi 6 2.4 Pedoman komunikasi tyang baik 7 BAB III Penerapan dalam perusahaan

3.1 Komunikasi dalam perusahaan 10 3.2 komunikasi perusahaan Mcdonald 10 BAB IV Penutup 4.1 Kesimpulan 12 4.2 Usul dan saran 12 DAFTAR PUSTAKA 13

BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Manajemen terhadap pelanggan berkembang menjadi bisnis yang kompleks. Pelanggan banyak memiliki kebutuhan sedangkan perusahaan memiliki banyak produk alternatif. Adanya persaingan antara perusahaan maka setiap perusahaan berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggannya baik berupa produk maupun jasa. Untuk itu perusahaan membutuhkan tenaga manajemen untuk bertindak sebagai jembatan antara perusahaan dan pelanggan serta membantu memecahkan masalah yang dihadapi oleh pelanggan dan mendayagunakan produk dan jasa yang diberikan perusahaan pada setiap peluang yang memungkinkan. Salah satu upaya suatu perusahaan untuk memberi pelayanan kepada pelanggan adalah dengan membangun komunikasi yang lebih luas. Dengan komunikasi maka akan terjadi interaksi secara langsung antara perusahaan dan pelanggan. Perangkat komunikasi yang sedang berkembang dan digunakan oleh banyak perusahaan adalah call center. Dengan call center maka komunikasi antara pelanggan dan perusahaan akan terjalin. Call center

dapat digambarkan sebagai pintu penghubung perusahaan yang selalu terbuka bagi pelanggan. Hanya dengan mengangkat telepon maka pelanggan dengan mudah memperoleh berbagai informasi yang dibutuhkan berkaitan dengan produk atau menyampaikan keluhan. Ketika melakukan komunikasi melalui telepon, menunggu bukanlah hal yang menyenangkan. Apalagi bila kontak telepon dilakukan karena keadaan yang mendesak, sementara line yang dihubungi sedang sibuk. Seperti halnya jenis pelayanan jasa, antrian call yang masuk juga tidak dapat dihindari dalam call center. Antrian tersebut terjadi sebagai akibat tidak ada keseimbangan antara ketersediaan fasilitas pelayanan dengan permintaan yang tinggi. Sebagai konsekuensinya maka perusahaan harus mengelola sistem antrian dengan baik karena antrian merupakan salah satu dasar pengukuran pelayanan call center. Suatu antrian itu terjadi karena adanya kebutuhan akan layanan melebihi kemampuan fasilitas pelayanan sehingga pelanggan yang datang tidak secara langsung mendapatkan layanan karena kesibukan pelayanan itu sendiri.

1.2 Tujuan Penulisan makalah ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi organisasi terhadap kinerja karyawan dengan komitmen organisasi dan tekanan pekerjaan yang di sebabkan oleh komunikasi vertikal maupun horizontal. penulisan ini merupakan penulisan empiris dengan menggunakan simple random sampling di dalam pengambilan sampel. Data yang diperoleh dari sumber sumber yang dapat dipercaya,dan buku - buku yang ditulis oleh para ahli. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi organisasi berpengaruh langsung terhadap kinerja. Komunikasi organisasi berpengaruh negatif terhadap tekanan pekerjaan. Tekanan pekerjaan tidak berpengaruh terhadap kinerja Komunikasi organisasi tidak berpengaruh terhadap komitmen organisasi dan komitmen organisasi tidak berpengaruh terhadap kinerja. Penelitian ini tidak menunjukkan komitmen organisasi dan tekanan pekerjaan sebagai variabel intervening atas pengaruh komunikasi organisasi terhadap kinerja. 1.3 ruang lingkup manajemen Penelitian manajemen adalah penelitian yang umumnya dilakukan oleh

akademisi yang mengkaji keilmuan manajemen seperti bisnis umum, manajemen pemasaran, manajemen keuangan, manajemen sumber daya manusia dan perilaku organisasi, sistem informasi manajemen, dan manajemen operasional. Penelitian manajemen tergolong kepada penelitian bisnis. Makna penelitian bisnis adalah proses pengumpulan dan analisis data yang sistematis dan obyektif untuk membantu pembuatan keputusan bisnis. Beberapa kelompok dalam penelitian manajemen dapat dilihat pada penggolongan dan contoh-contoh objek penelitian.

BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Dasar Pemikiran Komunikasi ada di mana-mana, di rumah, dikampus, di Mesjid, di Kantor dan sebagainya. Komunikasi menyentuh segala aspek kehidupan kita. Sebuah penelitian (Applboum, 1974 : 63) menyebutkan bahwa tiga perempat (70%) waktu bangun kita digunakan untuk berkomunikasi membaca, menulis dan mendengar an (We spend an estimated three-fourths of our waking hours in some form of communications-reading, writing, speaking and listening) Komunikasi menentukan kualitas hidup kita. Komunikasi memiliki hubungan yang erat sekali dengan kepemimpinan, bahkan dapat dikatakan bahwa tiada kepemimpinan tanpa komunikasi. Apalagi syarat seorang pemimpin selain ia harus berilmu, berwawasan kedepan, ikhlas, tekun, berani, jujur, sehat jasmani dan rohani, ia juga harus memiliki kemampuan berkomunikasi, sehingga Rogers (1969:180) mengatakan Leadership is Communication. Kemampuan berkomunikasi akan menentukan berhasil tidaknya seorang pemimpin dalam melaksanakan tugasnya. Setiap pemimpin (leader) memiliki pengikut (flower) guna meralisir gagasannya dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Disinilah pentingnya kemampuan berkomunikasi bagi seorang pemimpin, khususnya dalam usaha untuk mempengaruhi prilaku orang lain. Inilah

hakekatnya dari suatu manajemen dalam organisasi. Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasisan, pengarahan dan pengawasan dengan memberdayakan anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan (Handoko, 2003: 8). Menajemen sering juga didefinisikan sebagai seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain. Para manejer mencapai tujuan organisasi dengan cara mengatur orang lain untuk melaksanakan tugas apa saja yang mungkin diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut (Stoner, 1996 : 7)

Manajemen dibutuhkan oleh semua organisasi, karena tanpa manajemen, semua usaha akan sia-sia dan pencapaian tujuan akan lebih sulit. Paling kurang ada tiga alasan utama mengapa manajemen itu dibutuhkan. Pertama : Untuk mencapai tujuan. Manajemen dibutuhkan untuk mencapai tujuan suatu organisasi dan pribadi; kedua : Untuk menjaga keseimbangan diantara tujuan-tujuan, sasaran-sasaran dan kegiatan-kegiatan dari pihak yang berkepentingan dalam organisasi, seperti pemilik dan karyawan, maupun kreditur, pelanggan, konsumen, supplier, serikat kerja, assosiasi perdagangan, masyarakat dan pemerintah. Ketiga : Untuk mencapai efisiensi dan efektivitas. Suatu kerja organisasi dapat diukur dengan banyak cara yang berbeda. Salah satu cara yang umum adalah efisiensi dan efektivitas.

2.2. Komunikasi Dalam Organisasi Komunikasi dalam organisasi adalah : Komunikasi di suatu organisasi yang dilakukan pimpinan, baik dengan para karyawan maupun dengan khalayak yang ada kaitannya dengan organisasi, dalam rangka pembinaan kerja sama yang serasi untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi (Effendy,1989: 214). Manajemen sering mempunyai masalah tidak efektifnya komunikasi. Padahal komunikasi yang efektif sangat penting bagi para manajer, paling tidak ada dua alasan, pertama, komunikasi adalah proses melalui mana fungsi-fungsi manajemen mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dapat dicapai; kedua, komunikasi adalah kegiatan dimana para manejer mencurahkan sebagian besar proporsi waktu mereka. Proses Komunikasi memungkinkan manejer untuk melaksanakan tugas-tugas mereka. Informasi harus dikomunikasikan kepada stafnya agar mereka mempunyai dasar perencanaan, agar rencana-rencana itu dapat dilaksanakan. Pengorganisasian memerlukan komunikasi dengan bawahan tentang penugasan mereka. Pengarahan mengharuskan manejer untuk berkomunikasi dengan bawahannya agar tujuan kelompo dapat tercapai. Jadi seorang manejer akan dapat melaksanakan fungsi-fungsi manajemen melalui interaksi dan komunikasi dengan pihak lain. Sebahagian besar waktu seorang manejer dihabiskan untuk kegiatan komunikasi, baik tatap muka atau melalui media seperti Telephone, Hand Phone dengan bawahan, staf, langganan dsb. Manejer melakukakan komunikasi tertulis seperti pembuatan memo, surat dan laporan-laporan.

2.3. Model Komunikasi dalam Organisasi Model komunikasi yang paling sederhana adalah adanya pengirim, berita (pesan) dan penerima seperti gambar berikut ini : Pengirim Pesan Penerima Model ini menunjukkan 3 unsur esensi komunikasi. Bila salah satu unsur hilang, komunikasi tidak dapat berlangsung. Sebagai contoh seorang dapat mengirimkan pesan, tetapi bila tidak ada yang menerima atau yang mendengar, komunikasi tidak akan terjadi. Model komunikasi yang terperinci, dengan unsur-unsur penting dalam suatu organisasi yaitu 1. Sumber mempunyai gagasan, pemikiran atau kesan yang 2. diterjemahkan atau disandikan ke dalam kata-kata dan symbolsimbol, kemudian 3. disampaikan atau dikirimkan sebagai pesan kepada penerima 4. penerima menangkap symbol-simbol dan 5. diterjemahkan kembali atau diartikan kembali menjadi suatu gagasan dan 6. mengirimkan berbagai bentuk umpan balik kepada pengirim. Sumber (source) atau pengirim mengendalikan berbagai pesan yang dikirim, susunan yang digunakan, dan saluran mana yang akan digunakan untuk mengirim pesan tersebut. Mengubah pesan ke dalam berbagai bentuk simbo-simbol verbal atau nonverbal yang mampu memindahkan pengertian, seperti kata-kata percakapan atau tulisan, angka, berakan dsb. sumber mengirimkan pesan melalui berbagai saluran komunikasi silan. Manfaat komunikasi lisan, antar pribadi adalah kesempatan untuk berinteraksi antara sumber dan penerima, memungkinkan komunikasi nonverbal (gerakan tubuh, intonasi suara, dll) disampaikannya pesan secara tepat, dan memungkinkan umpan bali diproleh. Sedangkan komunikasi terulis dapat disampaikan melalui media seperti :memo,surat, laporan, catatan, bulletin, surat kabar dsb. Komunikasi tulisan mempunyai kelebihan dalam penyediaan laporan atau dokumen untuk kepenting masa mendatang. Pertama adalah penerimaan pesan oleh pihak penerima. Pada umumnya penerima menerima pesan melalu panca indera mereka.. banyak pesan penting yang tidak diterima oleh seseorang karena mereka tidak menerima pesan karena kesalahan dalam mememilih media yang tepat. Kedua adalah decoding. Hal ini menyangkut memahami symbol-simbol yang dipergunakan oleh pengirim (sumber). Ini amat dipengaruhi oleh

latar belakang, kebudayaan, pendidikan, lingkungan, praduga dan gangguan disekitarnya. Dalam komunikasi dua arah antara pimpinan dan stafnya (atasan dan bawahan) kemampuan pimpinan dalam berkomunikasi menjadi factor penentu berhasil tidaknya orang lain memahami ide, gagasan yang ia sampaikan. Ketiga adalah umpan balik. Setelah pesan diterima dan diterjemahkan, penerima memberikan respon, jadi komunikasi adalah proses yang berkesinambungan dan tak pernah berakhir. Inilah yang disebut bahwak komunikasi yang efektif itu akan menimbulkan interaksi yang baik pula dalam melaksanakan tujuan organisasi 2.3. Hambatan-Hambatan Terhadap Komunikasi yang Efektif 1. Hambatan Organisasional yaitu tingkat hirarkhi, wewenang manajerial dan spesialisasi. Tingkat khirarkhi bila suatu organisasi tumbh, dan strukturnya berkembang, akan menimbulkan berbagai masalah komunikasi. Karena pesan harus melalui tingkatan (jenjang) tambahan, yang memerlukan waktu yang lebih lama barulah pesan itu sampai. Wewenang Manajerial artinya, kekaburan wewenang bagi setiap tingkatan pada jabatan tertentu akan membuat pesan tidak sampai ke seluruh bagian yang ada dalam organisasi tersebut. Spesialisasi artinya adalah prinsip organisasi, tetapi juga menimbulkan masalah-masalah komunikasi, apalagi mereka yang berbeda keahlian bekerja saling berdekatan. Perbedaan fungsi dan kepentingan dan istilah-istilah dalam pekerjaan mereka masing dapat menghambat, dan membuat kesulitan dalam memahami, sehingga akan timbul salah pengertian dan sebagainya.

2. Hambatan-hambatan Antar Pribadi Manejer selalu menghadapi bahwa pesan yang disampaikan akan berubah dan menyimpang dari maksud pertama. Manejer haruslah memperhatikan hambatan-hambatan antar pribadi seperti : Persepsi selektif, status atau kedudukan komunikator (Sumber), Keadaaan membela diri, Pendengaran lemah, dan ketidaktepatan dalam penggunaan bahasa. Persepsi selektif adalah suatu proses yang menyeluruh dengan mana seorang menseleksi, mengorganisasikan, dan mengartikan segala pesan yang ia terima. Persepsi seseorang akan dipengaruhi oleh pengalaman masing-masing. Untuk itu diharapkan seorang manejer memahami sebanyak mungkin tentang kerangka piker, keinginan, kebutuhan, motif, tujuan dan tingkat kecerdasan seluruh karyawannya, agar komunikasi dalam organisasi yang ia pimpin menjadi efektif. Status Komunikator artinya hambatan utama komunikasi adalah

kecendrungan untuk menilai terutama kredibilitas sumber. Kredibilitas didasarkan keahlian seseorang dalam bidang yang ia komunikasikan dan tingkat kepercayaan seseorang bahwa komunikator dapat dipercayai. Keadaan membela diri. Perasaan membela diri baik pada pengirim, maupun penerima pesan, menimbulkan hambatan dalam proses komunikasi. Pendengaran lemah. Manejer harus belajar untuk mendengar secara efektif agar mampu mengatasi hambatan ini. Ketidaktepatan dalam penggunaan bahasa. Salah satu kesalahan terbesar yang terjadi dalam proses komunikasi adalah salah dalam menggunakan bahasa. Sebagai contoh, perintah manajer untuk mengerjakan secepat mungkin bisa berarti satu jam, satu hari atau satu minggu. Disamping itu bahasa nonverbal yang tidak konsisten seperti nada suara, ekspresi wajah, dan sebagainya dapat menghambat komunikas

2.4. Pedoman komunikasi yang baik 1. Teliti tujuan sebenarnya dalam setiap berkomunikasi 2. Pertimbangkan keadaan fisik dan fisikhis orang lain dalam berkomunikasi 3. Konsultasikan dengan berbagai pihak setiap proses manejemen mulai dari merencanakan sampai evaluasi. 4. Perhatikan tekanan nada dan eksperesi wajah sesuai dengan isi pesan yang disampaikan. 5. Perhatikan konsistensi dalam berkomunikasi .

BAB III PENERAPAN DI PERUSAHAAN 3.1 Komunikasi dalam perusahaan Perusahaan merupakan suatu unit usaha yang mempunyai salah satu tujuan mendapatkan keuntungan. Untuk mencapai tujuan tersebut perlu kerja sama dan komunikasi yang efektif antara pihak manajemen dan karyawan. Dua elemen yaitu karyawan dan manajemen merupakan satu kesatuan yang saling membutuhkan. Karyawan merupakan tulang punggung perusahaan yang akan melakukan berbagai kegiatan dalam menjalankan perusahaan tersebut. Kegiatan tersebut diantaranya adalah kegiatan produksi. Semakin banyak pengalaman dan keterampilan yang didapat karyawan pada bagian ini, maka produk yang dihasilkan dari suatu perusahaan semakin berkualitas. Sedangkan manajemen merupakan sekumpulan orang yang melakukan kegiatan planning, organizing, leading dan controlling. Manajemen mempunyai tanggung jawab tertinggi atas berbagai pengambilan keputusan yang berkaitan dengan bidang yang dibawahi. Hubungan yang baik antara karyawan dan manajemen pun juga menghasilkan banyak manfaat. Ide-ide baru dari karyawan mengenai solusi dari masalah yang terjadi di perusahaan akan mudah terselesaikan. Produktivitas pun juga meningkat karena karyawan dengan suka rela memberikan tenaga dan pikiran pada perusahaan. 3.2 komunikasi perusahaan mcdonald Di perusahaan makanan cepat saji ini komunikasi sangat dibutuhkan sekali,dan wajib harus dipakai apabila ada pembeli atau pembeli pesan antar,karena setiap karyawan atau karyawati memiliki station masingmasing (wilayah kerja sendiri). Apabila ada pembeli pastinya akan dilayanai oleh station conter atau sering kita kenal dengan kasa,apabila si pemesan sudah beres maka pegawai yang bertugas di station conter akan langsung comunicate ke station penyedia makanan, dengan simbol - simbol atau kode - kode yang sudah dipelajari para pegawai sejak dia pertama masuk atau saat pertama diterima di perusahaan itu. Mereka bekerja seperti tim jadi saling menutupi,apabila ada station yang sedang rame maka station yang lain yang sudah beres akan membantu station yang lain yang masih sibuk,atau belum beres, tidak terbayang kalau di perusahaan restoran cepat saji tidak ada komunikasi seperti itu,mungkin para pembeli tidak akan kembali lagi ketempat itu,jadi sangat pentingnya komunikasi disebuah perusahaan.

BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan 1. Bahwa manajemen komunikasi juga merupakan kebutuhan hidup manusia dan organisasi 2. Bahwa manajemen komunikasi harus didukung dengan sarana dan prasarana 3. Bahwapelaksanaan manajemen komunikasi tercermin pada pelaksanaan fungsi- fungsi manajemen 4 Bahwa pelaksanaan manajemen komunikasi membutuhkan gaya kepemimpinan tertentu, yang mampu mengkomunikasikan kepada bawahanya agar mampu bekerja dengan baik. 5. Bahwa komunikasi dalam manajemen tidak bisa dihilangkan. 4.2 usul dan saran 1. Teliti tujuan sebenarnya dalam setiap berkomunikasi 2. Pertimbangkan keadaan fisik dan fisikhis orang lain dalam berkomunikasi 3.Konsultasikan dengan berbagai pihak setiap proses manejemen mulai dari merencanakan sampai evaluasi. 4.Perhatikan tekanan nada dan eksperesi wajah sesuai dengan isi pesan yang disampaikan. 5. Perhatikan konsistensi dalam berkomunikasi 6. Jadilah pendengar yang baik dalam berkomunikasi.

Daftar pustaka Applbaum, Ronald L, 1974, Strategies for Persuasive Communication, Charles E. Merril Publishing Company, Columbus, Ohio. Effendy, 1989, Kamus Komunikasi, Mandar Maju, Bandung. Handoko, T. Hani, 2003, Manajemen, BPFE,Jogyakarta Muhammad, Arni, 1995, Komunikasi Organisasi, Bumi Aksara, Jakarta. Liliweri, Alo, 1997, Sosiologi Organisasi, Citra Aditya Bakti, Bandung. Stoner, James A.F., 1996, Manajemen, Erlangga, Jakarta Diposkan oleh Vierza Reynar di 07.18 1 komentar: 1. alfie18 Juli 2010 09.20

bagus juga.. not bad,lah


Balas Muat yang lain... Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom)

tugas-tugas makalah
Pengikut Arsip Blog

2010 (4) o Juni (4)


MAKALAH MANAJEMEN KOMUNIKASI makalah lingkungan perusahaan makalah manusia sebagai mahluk individu dan mahluk...

maklah manusia dan peradaban

Mengenai Saya

Vierza Reynar * baekk * * kalem * * cuek * * santai * oh ya 1 agy GANTENG . . hahaha Lihat profil lengkapku

Cari Blog Ini