GINGIVITIS PADA IBU HAMIL SEBAGAI FAKTOR RISIKO TERJADINYA BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH KURANG BULAN

DI RS. DR. KARIADI SEMARANG

ARTIKEL ILMIAH

Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi syarat dalam menempuh Program Pendidikan Sarjana Fakultas Kedokteran

Oleh : DWI RETNONINGRUM G2A 002 066

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG

2006
LEMBAR PENGESAHAN ARTIKEL KARYA TULIS ILMIAH

GINGIVITIS PADA IBU HAMIL SEBAGAI FAKTOR RISIKO TERJADINYA BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH KURANG BULAN DI RS DR. KARIADI SEMARANG

Yang dipersiapkan dan disusun oleh: Dwi Retnoningrum

Objective: Understanding of gingivitis among pregnant women as a risk factor of preterm low birth weight. toxic agent (tobacco. subject ages were between 20 and 30 years. Ani Margawati. premature rupture membrane. Djoko Priyanto.94). gingivitis. Data were collected by interview and examine of the gingival index. tobacco use and alcohol us. Phd NIP. maternal stress. M Med. The data analysis was conducted by SPSS for windows program with Chi square test.Ort. hypertension. Djoko Priyanto **) ABSTRACT Background: Preterm Low Birth Weight (PLBW) is a public health problem both in developed and developing countries. Niken Puruhita.G2A 002 066 Telah dipertahankan didepan tim penguji Karya Tulis Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang pada tanggal 25 Juli 2006 dan telah diperbaiki sesuai dengan saran-saran yang diberikan. alcohol. Tugurejo Hospital and Semarang City District Hospital. Tim Penguji: Ketua Penguji Penguji Dra. Conclusion: In this study. observed three months after delivery. M kes. 132 205 005 Pembimbing drg. Sp. Exclusion criteria were diabetes mellitus. Kariadi Hospital.75 (95% CI: 2. gingivitis among pregnant women as a risk factor of preterm low birth weight. Keyword: preterm low birth weight.56 – 29. Results: Fifty seven delivered women with 21 PLBW and 36 normal babies. This study showed that gingivitis among pregnant women as a risk factor of preterm low birth weight with Prevalence Odds Ratio (POR) 8. 140 222 135 GINGIVITIS IN PREGNANT WOMEN AS A RISK FACTOR OF PRETERM LOW BIRTH WEIGHT AT DR. 132 048 862 dr. heart disease. KARIADI HOSPITAL Dwi Retnoningrum *). MARS NIP. inadequate prenatal care and some unknown. Gingivitis is infection from oral that considered influenced of fetal growth both via systemic infections (hematogenous) and elevated of inflammatory mediators that caused of preterm low birth weight. Sample involve delivered women at dr. drugs use). Sc NIP. Method: This study was an analytic observational study with a cross sectional design. PLBW can caused by infection. and done calculation POR (Prevalence Odds Ratio ) to know relation and how much risk factor. . socio-economic status.

Semarang **)Lecturer of Dental Departement. Menurut WHO bayi BBLR kurang bulan adalah berat bayi kurang dari 2500 gram dan lahir sebelum 37 minggu usia kehamilan. status sosio-ekonomi rendah. Kariadi Semarang. rokok. Menurut Profil Kesehatan Indonesia tahun 2001 kelainan periodontal pada tahun 2001 terjadi sebesar 61%. ruptur membran prematur.*) Semester VIII Student. perawatan prenatal kurang dan sebagian tidak diketahui penyebabnya.2 Kejadian bayi BBLR di Indonesia tahun 2003 sebesar 90 per 1000 kelahiran. METODE PENELITIAN . Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat dan dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan.2. dimana status penyakit periodontal dari ibu yang melahirkan bayi BBLR kurang bulan lebih buruk dari ibu yang melahirkan bayi normal. Faculty of Medicine.8 Akan tetapi pada penelitian selanjutnya oleh Noack B.9 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah gingivitis pada ibu hamil dapat sebagai faktor risiko terjadinya bayi BBLR kurang bulan di RS. Diponegoro University. periodontitis pada ibu secara bermakna merupakan faktor risiko terjadinya bayi BBLR kurang bulan.5 Penyakit periodontal salah satunya gingivitis yang disebabkan infeksi bakteri. maupun tidak langsung dari respon imun sistemik infeksi melalui peningkatan mediator infeksi (PGE2. Semarang PENDAHULUAN Kelahiran bayi berat badan lahir rendah (BBLR) kurang bulan masih merupakan masalah di negara maju maupun berkembang. dihasilkan penyakit periodontal bukan merupakan faktor risiko terjadinya bayi BBLR kurang bulan pada ibu yang melahirkan. riwayat kelahiran prematur. dianggap berhubungan dengan terjadinya kelahiran bayi BBLR kurang bulan.3 Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kelahiran bayi BBLR kurang bulan antara lain infeksi ibu. mengenai hubungan status periodontal ibu hamil dengan bayi BBLR kurang bulan. IL1.7 Menurut penelitian Offenbacher. stres maternal. Diponegoro University. Faculty of Medicine. secara langsung melalui aliran darah ( hematogen). IL6 dan TNFα) oleh pertahanan tubuh. terkena bahan toksik (obat.4 Gingivitis adalah suatu inflamasi pada gingiva yang biasanya disebabkan oleh akumulasi plak. alkohol). Dr. malnutrisi.6.2.1.

0). inflamasi berat. pendidikan. Dr Kariadi. dan sedang-berat (indeks gingiva 1. Sedangkan riwayat perawatan antenatal. Data yang diperoleh dari wawancara meliputi identitas responden. menengah dan tinggi. sedikit perubahan warna. perokok atau pengkonsumsi alkohol. kemerahan. 26 sisi bukal. sedikit udema. dengan kriteria inklusi bersedia mengikuti penelitian. perdarahan pada saat diprobing (2). 11 sisi labial. inflamasi ringan. Gingiva yang di periksa adalah gingiva yang mengelilingi elemen gigi 16 sisi bukal.1. senter dan kuesioner. pada bulan April – Juni 2006. riwayat perawatan antenatal.0). status gizi ibu hamil. berusia 20 – 35 tahun dan masih dalam waktu 3 bulan setelah melahirkan. maka diganti dengan gigi di sebelah mesialnya. Data yang dikumpulkan meliputi hasil pengukuran indeks gingiva responden yang kemudian dikode sesuai dengan Indeks Gingiva dari Loe and Sillness. Data kemudian dikelompokkan menjadi normal-ringan (indeks gingiva 0 . dengan menggunakan rancangan penelitian belah lintang. Populasi target adalah ibu yang melahirkan bayi BBLR kurang bulan dan bayi normal (cukup bulan dan berat normal) di RS. Apabila salah satu gigi yang akan diperiksa sudah tanggal. Besarnya nilai faktor risiko dilakukan perhitungan Prevalence Odds Ratio. Indeks gingiva per orang adalah jumlah skor tiap gingiva yang mengelilingi tiap gigi di bagi jumlah gigi yang gingivanya diperiksa. Kriteria eksklusi yaitu penderita diabetes melitus. udema dan mengkilat. status gizi selama hamil dan riwayat perawatan gigi.Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional. 36 sisi lingual. kecenderungan perdarahan spontan (3). Variabel-variabel yang diperoleh dari penelitian. 31 sisi labial dan 46 sisi lingual. kemerahan yang nyata dan udema. dan riwayat perawatan gigi akan disimpulkan menjadi kriteria baik dan kurang. sonde periodontal. Alat yang digunakan adalah kaca mulut. 11.1 – 3. dengan uji statistik metode Chi square. ulserasi. RS. yaitu : gingiva normal (0). Tugurejo dan RS. Pengambilan data penelitian diperoleh dengan memeriksa indeks gingiva dan pengisian kuesioner melalui wawancara kepada responden.12. inflamasi sedang. tidak ada perdarahan saat diprobing (1). diolah dengan menggunakan program SPSS for Windows. penderita hipertensi dan penyakit jantung. Umum Daerah Kota Semarang. Pendidikan dan status sosial ekonomi akan dibagi menjadi kriteria rendah. . Sampel diambil secara purposive sampling10. status sosial-ekonomi. Besar sampel dihitung berdasarkan uji hipotesis terhadap dua proporsi diperoleh minimal 20.

1 61.9 76.7 58.2 23.9 36.HASIL PENELITIAN Hasil penelitian diperoleh 21 responden melahirkan bayi BBLR kurang bulan dan 36 responden melahirkan bayi normal.7% pada ibu yang melahirkan bayi BBLR kurang bulan. Karakteristik Umum Responden Bayi Normal n = 36 Variabel n Umur 21 – 30 tahun 31 – 34 tahun Jenis Kelamin Bayi Laki-laki Perempuan Anak ke 1–2 >2 Cara Persalinan Tindakan Spontan 23 13 15 21 26 10 14 22 % 63. 63.1 41.9% untuk ibu yang melahirkan bayi normal dan 66. A.9 61.9 57.8 38. Indeks Gingiva Tabel 2. Karakteristik Responden Menurut Indeks Gingiva Gingivitis Normal-ringan Sedang-berat Total Bayi BBLR kurang bulan 6 15 21 Bayi normal 28 8 36 Total 34 23 57 .1 Bayi BBLR Kurang bulan n = 21 Umur responden sebagian besar 21 sampai 30 tahun. B. Karakteristik umum responden Tabel 1.3 72.8 42. 61. Menurut cara persalinan. Menunjukkan bahwa ibu hamil pada populasi yang diteliti masih dalam usia reproduksi yang sehat.1 n 14 7 8 13 16 5 9 12 % 66. Karakteristik Responden Menurut Faktor Risiko Yang Diteliti B. Karakteristik umum responden penelitian dapat dilihat pada tabel 1.1% pada bayi BBLR kurang bulan. pada umumnya bayi dilahirkan secara spontan.1.7 33. hal tersebut memberikan informasi kelahiran bayi perempuan mempunyai proporsi yang lebih besar dibandingkan jenis kelamin laki-laki.2 27. Jenis kelamin bayi yang dilahirkan sebagian besar perempuan.1% pada bayi normal dan 57.3 38.

Diperoleh nilai POR pendidikan rendah sebesar 1.34 df = 1 p = 0.000 POR = 8.698.916. Dari hasil diatas sebagian besar sampel memiliki pendidikan yang rendah.75 interval kepercayaan 95%. dengan tingkat kemaknaan yang didapat p=0. Dari data yang didapatkan nilai p = 0.41 – 3.75 (95% CI=0.000. dibagi menjadi kriteria normal-ringan dan sedang-berat.22) Data sosial-ekonomi keluarga diperoleh dengan menghitung jumlah skor dari kuesioner. Dengan uji Chi square didapatkan ibu yang mengalami gingivitis (indeks gingiva sedang-berat) mempunyai POR=8. menengah dan tinggi.27 (95% CI= 0. dengan tingkat kemaknaan p = 0. Karakteristik Responden Menurut Sosial-ekonomi Keluarga Tingkat sosialekonomi Rendah Menengah Tinggi Total x2 = 0. B.718 Bayi BBLR kurang bulan 9 11 1 21 Bayi normal 18 15 3 36 Total 27 26 4 57 p = 0.3. Pendidikan Responden Tabel 3.27.9.698 POR rendah terhadap menengah-tinggi=0. Karakteristik Responden Menurut Pendidikan Pendidikan Rendah Menengah Tinggi Total x2 = 0.75 (95 % CI=2.41 sampai 3.94) Penilaian indeks gingiva yang diukur pada penelitian. 2. Status Sosial Ekonomi Tabel 4.2. .x2 = 13.916 POR pendidikan rendah terhadap menengah-tinggi =1.56 – 29.9) Pada penelitian pendidikan responden dibagi menjadi tiga golongan yaitu pendidikan rendah (SD/SMP). B.94.56 – 29.176 Bayi BBLR kurang bulan 14 6 1 21 Bayi normal 22 12 2 36 Total 36 18 3 57 p = 0. interval kepercayaan 95% 0. menengah (SMA) dan tinggi (Perguruan tinggi).25 – 2. kemudian dibagi menjadi status sosial ekonomi rendah.

16 sampai 1. Riwayat Perawatan Antenatal (ANC) Tabel 5. 1.221 dengan POR = 0. Karakteristik Responden Menurut Riwayat ANC Perawatan Antenatal (ANC) Baik Kurang Total x2 =1. mempunyai POR=5. 0.005.782 Bayi BBLR kurang bulan 11 10 21 df = 1 Bayi normal 31 5 36 Total 42 15 57 p =0. riwayat perawatan antenatal baik mempunyai jumlah yang sama dengan riwayat perawatan antenatal kurang.17) Status gizi ibu hamil diperoleh dari mengukur peningkatan berat badan ibu selama hamil dan penilaian kadar hemoglobin.221 POR = 0.75 interval kepercayaan 95%. dibagi menjadi kriteria baik dan kurang. Karakteristik Responden Menurut Status Gizi Ibu Hamil Status gizi Baik Kurang Total x2 =7.53) Hasil penelitian riwayat perawatan antenatal. Status Gizi Ibu Hamil Tabel 6.5 interval kepercayaan 95%. Diperoleh status gizi ibu hamil yang kurang.dengan POR status sosial ekonomi rendah terhadap status sosial ekonomi menengah-tinggi sebesar 0.496 Bayi BBLR kurang bulan 14 7 21 df = 1 Bayi normal 18 18 36 Total 32 25 57 p =0. dengan tingkat kemaknaan p = 0. .16 – 1.5.22.58 sampai 20. didapatkan status gizi baik dan status gizi kurang.005 POR = 5. Hasil menunjukkan. B.58 – 20.4. Didapatkan nilai p = 0.25 sampai 2. sebagian besar ibu yang melahirkan bayi BBLR kurang bulan mempunyai riwayat perawatan antenatal yang baik.17.64 interval kepercayaan 95%. Sedangkan ibu yang melahirkan bayi normal. B.53. 0.64 (95% CI= 1.5 (95 % CI= 0.

sedangkan riwayat perawatan antenatal diperoleh p= 0. Analisis faktor status sosial ekonomi responden didapatkan nilai p= 0.8 Dengan adanya wajib belajar sembilan tahun. maupun peningkatan mediator-mediator inflamasi (PGE2. dengan tingkat kemaknaan p=0. yang berarti ibu yang mempunyai tingkat pendidikan yang tinggi tidak menjamin melahirkan bayi normal.16 – 1.5 (95% CI= 0.8. dengan POR= 0. ruptur membran dan kontraksi uterus. menengah (SMA) dan tinggi (Perguruan Tinggi).916 (POR=1.27.64 interval kepercayaan 95%. Sehingga pada penelitian ini faktor sosial ekonomi keluarga yang rendah maupun perawatan antenatal .169 POR = 2. Karakteristik Responden Menurut Riwayat Perawatan Gigi Riwayat perawatan gigi Baik Kurang Total x2 =1.6. dengan tingkat kemaknaan p =0.25). 0. Riwayat Perawatan Gigi Tabel 7. PEMBAHASAN Pada penelitian ini dihasilkan gingivitis pada ibu hamil mempunyai risiko 8.000. maka pendidikan ibu dibagi menjadi rendah (SD/SMP). Hal ini didukung oleh penelitian Offenbacher.25 – 2. dimana status penyakit periodontal dari ibu yang melahirkan bayi BBLR kurang bulan lebih buruk dari ibu yang melahirkan bayi normal dan oleh teori yang menyatakan bahwa respon inflamasi yang terjadi pada infeksi dapat menyebabkan terjadinya kelahiran prematur baik melalui penyebaran sistemik. Hasil analisis pada penelitian ini.41 – 3.75 (95% CI =0. IL6 dan TNFα) yang menyebabkan terjadinya kelahiran dengan dimulainya secara awal dilatasi serviks.56 – 29.9). dikarenakan masih terdapat faktor-faktor lainnya yang dapat menyebabkan kelahiran bayi BBLR kurang bulan.B.221 dengan POR= 0. 95% CI= 0.64 – 10.64 (95% CI= 0. dihasilkan riwayat perawatan gigi yang kurang mempunyai POR=2.75 95 % CI=2.895 Bayi BBLR kurang bulan 3 18 21 df = 1 Bayi normal 11 25 36 Total 14 43 57 p =0.698.53).94) dibandingkan dengan ibu yang tidak mengalami gingivitis.8) Riwayat perawatan gigi responden yang diteliti.169.64 sampai 10. faktor pendidikan ibu bukan merupakan faktor risiko penyebab terjadinya bayi BBLR kurang bulan dengan nilai p=0.75 kali mengalami kelahiran bayi BBLR kurang bulan (POR=8.

64. Diperlukan . belum dapat ditentukan sebagai faktor risiko terjadinya bayi BBLR kurang bulan pada penelitian ini.8).8 KESIMPULAN Gingivitis pada ibu hamil pada penelitian ini merupakan salah satu faktor risiko terjadinya bayi BBLR kurang bulan. Hal tersebut berarti pada saat hamil. dengan tingkat kemaknaan p= 0.64 – 10. ibu hamil harus mencukupi kebutuhan gizi untuk perkembangan bayi yang dikandung. Perawatan gigi yang kurang pada penelitian ini bukan faktor risiko terjadinya bayi BBLR kurang bulan (POR= 2.yang kurang. didapatkan status gizi yang kurang mempunyai risiko melahirkan bayi BBLR kurang bulan 5. Selain itu pada penelitian ini didapatkan status gizi ibu hamil juga merupakan faktor risiko terjadinya kelahiran bayi BBLR kurang bulan. gizi ibu merupakan faktor penting untuk perkembangan janin agar dapat lahir dengan berat maupun usia yang normal dan sesuai dengan hasil penelitian Eastman dan Jackson yang menyimpulkan bahwa pada umumnya berat lahir sejajar dengan peningkatan berat ibu. dengan p= 0. Hampir sama dengan hasil penelitian Noack B. 95% CI=1.151.13 Hasil penelitian riwayat perawatan gigi ibu menunjukkan sebagian besar ibu yang melahirkan bayi normal. yang diperkuat oleh tingkat kemaknaan p= 0.169. Meskipun teori menyebutkan status sosial ekonomi rendah dan riwayat perawatan antenatal yang kurang merupakan faktor-faktor penyebab terjadinya bayi BBLR kurang bulan. SARAN Ibu hamil sebaiknya lebih menjaga kebersihan rongga mulut.64 95% CI= 0.4 pada populasi yang diteliti hal tersebut bukan merupakan faktor risiko terjadinya bayi BBLR kurang bulan. belum dapat ditentukan sebagai faktor risiko terjadinya bayi BBLR kurang bulan. maupun ibu yang melahirkan bayi BBLR kurang bulan mempunyai perawatan gigi yang kurang. Sedangkan faktor pendidikan ibu yang rendah.64 kali dibandingkan dengan ibu yang mempunyai status gizi yang baik (POR=5. yang menunjukkan perawatan gigi yang kurang bukan merupakan faktor risiko terjadinya bayi BBLR kurang bulan.58 – 20.75). Penilaian status gizi.005. status sosial-ekonomi yang rendah. karena infeksi pada rongga mulut dapat menyebar secara sistemik. salah satunya dapat mempengaruhi perkembangan bayi yang dikandung. Gizi ibu sangat penting pada kehamilan. riwayat perawatan antenatal (ANC) yang kurang dan perawatan gigi yang kurang.

3. 2004. Epidemiologic Research. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Dasanayake AP. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Penatalaksanaan neonatus resiko tinggi. Budjong RF.penelitian lebih lanjut untuk mengetahui berapa lama gingivitis pada ibu hamil yang dapat menyebabkan kelahiran bayi BBLR kurang bulan DAFTAR PUSTAKA 1. Belmont. Periodontal status and preterm low birth weight: a case control study. Klingenberg J. Jared HL. Philadelphia: WB Saunders. 1995 . 1982. edisi 15. Behram RE. Hoffmann T.40:339-45. 1: 532-60 2. Fanarof A. Santoso O. 7. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Wells SR. Potential pathogenic mechanism of periodontitis associated pregnancy complication. Weigelt J. 2002. J Clin Periodontol 2002. Poor periodontal health of the pregnant women as a risk factor for low birth weigh. l3: 233-47. editor. 10. 5. Jakarta: PT Arkans. Jurnal Kedokteran Gigi Indonesia 2003:1:23-8. Departemen Kesehatan RI. 9. Dasar-dasar metodologi penelitian klinis. Pemerintah Propinsi Jawa Tengah. MacDonald PC. Sastroasmoro S. edisi 4. Kleinbaum DG. edisi 3. Cunningham FG. 13. Gant NF. Edisi ke-2.al. 11. 1996. editor. 6. Lawrence HP et. Pitard WB. Ismael S. Dahlan S. O’Reilly PG. Jakarta: Pusat Data Depkes. Kupper LL. Ann Periodontol 1998:3: 205-20. 2004. Morgenstern H. Janin dan bayi neonatus. Profil kesehatan propinsi JawaTengah tahun 2003. 12. Obstetri Williams. Salvi GE. California: Lifetime Learning Publications. 8. Offenbacher S. Di dalam: Wiknjosastro H. Kleigman RM. Noack B. Dalam : Klaus MH. 4. Ilmu kesehatan anak. Bayi dengan berat badan lahir rendah. Mekanisme Patogenik Hubungan Periodontitis dan Bayi Prematur Berat Badan Lahir Rendah. Ann Periodontol 1998. 2002. Jakarta: Sagung Seto. Ilmu kebidanan. Statistika untuk kedokteran dan kesehatan. Profil kesehatan Indonesia 2001 menuju Indonesia Sehat 2010. Semarang: Dinas Kesehatan Jawa Tengah. edisi 15. 1998: 101-10. Di dalam: Nelson WE. 2002: 771-85. Arvin AM. Klasifikasi bayi berat lahir rendah.