Anda di halaman 1dari 2

Common Rail

Dalam perkembangan sekarang ini mesin diesel lebih banyak diminati oleh beberapa kalangan. Dahulu mesin diesel hanya digunakan oleh mobil niaga yang digunakan untuk mengangkut barang atau untuk angkatan umum. Di era sekarang, mesin diesel mulai merambah ke kalangan mobil pribadi dan bahkan mobil mewah. Jika dilihat dari sisi tenaga yang dihasilkan, mesin diesel memiliki torsi yang lebih baik daripada mesin bensin pada tingkat rpm yang rendah. Hanya saja banyak kalangan dulunya mengelukan mesin diesel kasar. Ternyata teknologi tidak berhenti disitu saja, ketika orang mulai mengejar yang namanya efisiensi, maka mesin diesel bisa disajikan alternatif pemecahan. Perkembangan mesin diesel saat ini akan kita lihat, salah satunya adalah sistem Common Rail EFI diesel. Ada perbedaan dengan tipe diesel yang lama, yaitu sistem Common Rail ini digabungkan dengan sistem injeksinya yang dikontrol secara elektronik. Tipe diesel yang lama injektor membuka karena tekanan bahan bakar, tetapi pada Common Rail yang membuka injektor adalah arus dari ECU. Jadi injektornya prinsip kerjanya hampir sama dengan injektor mobil bensin. Sedangkan tekanan bahan bakar yang dipompa oleh pompa, ditampung dahulu dalam Common Railnya. Sehingga pada semua kondisi diharapkan sama tekanannya. Jenis ini memiliki beberapa keuntungan diantaranya : Tekanan, jumlah, dan waktu penginjeksian dikontrol secara elektronik, sehingga diperlukan akurasi kontrol mesin yang tinggi. Tekanan bahan bakar tinggi, sehingga menjamin atomisasi bahan bakar yang lebih baik. Tekanan bahan bakar tersedia setiap saat. Dari semua itu akan didapat performa bensin yang : 1. Performa bagus dan irit bahan bakar. 2. Getaran dan suara mesin yang lebih halus. 3. Gas buang yang lebih bersih.

Contoh Mesin Diesel yang Menggunakan EFI

Mobil Toyota Innova dengan mesin diesel D4D (Direct Four Stroke Turbo Commoral Injection. Mesin ini menggunakan sitem injeksi Common Rail dimana bahan bakar solar akan dihisap oleh pompa bahan bakar melalui saringan bahan bakar (fuel filter) agar dapat menghasilkan kualitas bahan bakar solar dengan tingkat emisi gas buang yang sangat rendah. Bahan bakar ditekan pada jalur sebelum injektor Piezo dengan tekanan tinggi sebelum ECU memerintahkan untuk diinjeksikan ke dalam ruang bakar. Sistem Common Rail akan mengatur laju tekanan bahan bakar secara elektonik, baik dari sisi banyaknya maupun waktu penyemprotan bahan bakar. Bahan bakar diinjeksikan melalui injektor berlubang 6 dengan diameter 0,14 mm. Pada mesin ini terdapat ECU 32 bit yang berfungsi sebagai sensor utama mesin. Keunggulan mesin ini adalah akselarasi dan performa yang optimal, beserta tingkat getaran dan suara mesin yang lebih halus yang dapat dihasilkan beserta dengan tingkatan jumlah emisi gas buang yang lebih rendah. Mobil Daihatsu