Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN TUTORIAL BLOK 10 UP 6

KUTIL PADA KULIT DI SEKITAR MULUT, LEHER, DAN AMBING SAPI

Susthira Astasari 08/268542/KH/5942 Kelompok 5

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010


1

LEARNING OBJECTIVES : 1. Mengetahui macam tumor, berdasarkan : a. Etiologi dan macamnya b. Diagnosa (patologi dan mikrobiologi) c. Patogenesis d. Gejala klinis 2. Mengetahui respon imun terhadap tumor dan cara penghindaran tumor dari sistem imun 3. Mengetahui cara penularan tumor PENJELASAN : 1. Macam-macam tumor Tumor Benigna : sederhana dan tidak berbahaya akan terbungkus dalam kapsul, tidak menginfiltrasi jaringan jaringan disekitarnya atau tidak menimbulkan metastase dan kecil kemungkinannya untuk kambuh kembali jika tumor tesebut diangkat. Tumor jinak tumbuhnya lambat dan biasanya mempunyai kapsul, tidak tumbeh infiltratif, tidak merusak jaringan sekitarnya dan tidak menimbulkan anaksebar pada tempat yang jauh. Tumor jinak pada umumnya dapat disembuhkan dengan sempurna kecuali yang mensekresi hormone atau yang terletak pada tempat yang sangat penting, misalnya di sumsum tulang belakang yang dapat menimbulkan paraplegia atau pada saraf otak yang menekan jeringan otak. Tumor Maligna : tidak terbungkus dalam kapsul dan akan menginfiltrasi jaringan disekitarnya serta menimbulkan metastase. Tumor ganas pada umumnya tumbuh cepat, infiltrasi dan merusak jaringan sekitarnya. Disamping itu dapat menyebar ke seluruh tubuhmelalui aliran limfe atau aliran darah dan sering menimbulkan kematian i. Mesenchymal tumor Mesenchimal tumor terjadi saat jaringan mesodermal tumbuh (embryonic mesodermal). Tumor ini biasanya dinamai dengan penambahan-oma dibelakangnya. Contoh : lipoma (tumor benigna dari lipocyte (sel lemak), fibroma (tumor benigna pada fibroblast). Sarcoma menunjukkan bahwa tumor tersebut bersifat malignant pada jaringan mesenkimal. Contoh : liposarcoma, fibrosarcoma. ii. Epithelial tumor Epithelial tumor terjadi pada saat perkembangan jaringan lapisan endoderm, mesoderm, dan ectoderm. Semua tumor yang bersifat malignant pada epitel disebut sarcinoma.
2

Penyakit pada hewan yang disebabkan oleh virus, antara lain :


a. Polyoma, penyebab tumor pada hewan b. Adenovirus,

penyebab

tumor pada hewan tertentu (Anonim a, 2010). Diagnosa Papiloma adalah tumor benigna (jinak) yang berasal dari epitel mukosa. Gambaran makroskopik berbentuk tonjolan atai jendolan pada permukaan kulit sehingga membuat permukaankulit tidak rata. Bagian dasar dari
3

tumor dapat lebih lebar atau sempit. Gambaran mikroskopik berupa penebalan epiderimis dengan tonjolan stratum germinativum yang mengalami proliferasi ke dalam dermis

(Kurniasih, 2010). Neoplasia sering dicurigai berdasarkan hewan peliharaan riwayat medis dan pemeriksaan fisik. Tes tambahan, seperti radiografi (x-ray), tes darah, dan USG ujian, mungkin diperlukan untuk mengkonfirmasi neoplasia. A biopsi (BYE-op-lihat), mengambil sampel jaringan dari neoplasma untuk diperiksa di bawah mikroskop, adalah biasanya diperlukan untuk mengkonfirmasikan diagnosis dan membantu menentukan apakah neoplasma yang jinak atau ganas. Tambahan biopsi jaringan lain, seperti kelenjar getah bening, mungkin diperlukan untuk menentukan seberapa jauh suatu neoplasma (kanker) telah menyebar. (Schindler, 2009) Patogenesis dan Gejala Klinis Tumor benigna : Tumor ini sangat menyerupai jaringan tetua dapat dikelilingi oleh suatu daerah jaringan tetua yang tertekan atau kapsula fibrosa sedemikian rupa sehingga tumor dapat dengan mudah dioperasi, enukleasi demikian ini bukannya tanpa bahaya karena beberapa tumor benigna membuat tonjolan kecil yang tak teratur kepada kapsula sedemikian rupa sehingga enukleasi tidak menghilangkan seluruh tumor dan dapat timbul kembali, khususnya ini dapat terjadi pada tumor kelenjar ludah benigna yang disebut adenoma pleomorfika, karena laju pertumbuhan yang secara khas lamban tumor benigna dapat merupakan hal yang luar biasa jika menunjukkan gambaran mitosis pada irisan histologis, dapat memakan waktu bertahun-tahun bagi tumor untuk disadari pasien, karena tumor benigna menekan jaringan sekitarnya, dan terdiri atas kelompok-kelompok sel terlokalisasi yang laju pertumbuhannya melebihi sel-sel disekitarnya, jaringan normal disekitarnya menolak perluasan tumor yang kemudian menimbulkan tekanan padanya, dengan demikian sel tumor benigna berperilaku abnormal dan pola pertumbuhannya secara normal menunjukkan kegagalan merusak batas-batas alamiah.

Tumor malignan : Kanker dapat ditemukan sebagai benjolan yang tidak nyeri, misalnya pada payudara, dia dapat menghasilkan kehilangan berat dan gangguan kesehatan umum atau menyebabkan gejala spesifik dan terkadang mencemaskan seperti hemosiptisis (batuk darah). Pemeriksaan histopatologis mengungkapkan terdapat adanya adenokarsinoma dan pasien mengalami gastrekstomi, namun pada operasi berbagai nodul putih ditemukan pada peritoneum dan nodus limfatikus mesentrium serta nodus aorta membesar dan menunjukkan nodul nodul putih tumor, 2 ciri histologis kanker ialah, abnormalitas arsitektural, yakni menurunnya kemampuan membentuk struktur yang wajar seperti asinus kelenjar dan kedua abnormalitas sitologis, yaknis sel sel kanker itu sendiri abnormal dalam sejumlah cara, jumlah kromatin yang tercat gelap, kemungkinan ada variasi besar dalam bentuk diantara sel sel tumor malignan dan bentuk aneh dapat ada, misalnya sel sel raksasa berinti banyak yang tidak teratur atau berinti tunggal sangat besar yang kromosomnya bertambah jumlahnya dan menunjukkan struktur yang abnormal. 2. Respon imun terhadap tumor Respon imun dari papiloma dibedakan berdasarkan tropisme jaringan dan histologi lesi. Bentuk histopatologi dan tipe virus dapat ditentukan lewat urutan DNA. Sel lapis dermis pada papiloma berproliferasi dengan cepat, namun antigen virus tidak dapat terdeteksi pada sel yang berproliferasi. Antigen virus hanya dapat terdeteksi pada sel yang mengalami keratinisasi pada permukaan papiloma (Fenner, 1995). Imunitas humoral Tubuh akan membentuk antibodi terhadap antigen kanker yang akan menghancurkan sel kanker itu secara langsung atau dengan bantuan sel NK dan makrofag serta dengan mencegah adhesi sel kanker. Mekanisme humoral : Lisis oleh antibody dan komplemen (sel NK dan makrofag) Opsonisasi Hilangnya adhesi sel cancer (Bratawidjaja, 2004) Imunitas seluler
5

a. CTL, antigen dari kanker akan memicu CTL menghancurkan sel kanker. b. Sel NK yang berfungsi sebagai sel antikanker, sel NK akan mengekspresikan Ig-G yang membunuh sasaran melalui fagositosis dan pelepasan protease, perforin dan granzim. c. Makrofag, memiliki enzim dengan fungsi sitotoksik dan mediator oksidatif. Selain itu makrofag juga melepaskan TNF- yang mengawali apoptosis. Makrofag dapat mengenali sel kanker melalui ikatan Ig-G dan antigen kanker, sehingga makrofag dapat memakan dan mencerna sel kanker. Mekanisme seluler : Destruksi oleh sel CTL Destruksi oleh sel NK Destruksi oleh makrofag (Bratawidjaja, 2004) Mekanisme penghindaran tumor dari interaksi dengan sistem imun Penyelinapan (sneaking through) = penggunaan inokulasi dosis besar dari sel-sel tumor yang imunogenik tidak mampu tumbuh pada resipien syngeneic atau bahkan allogeneic. Tetapi bila inokula dosis kecil, sel tumor dapat menyelinap dan akhirnya alurnya dapat mampu mengalahkan hospesnya. Imunosupresi oleh tumor = tumor dapat menekan respon imun dengan berbagai cara, antara lain : secara langsung tumor dapat menyerang jaringan limfoid respon imun tertekan; produk/ sekresi terlarut dari beberapa tumor dapat menghambat reaksi imun. Selain itu, ekstrak tumor dapat menekan respon imun walaupun sasaran spesifiknya dan mekanisme kerjanya belum jelas. Akan tetapi, faktor-faktor ini jelas dapat menekan fungsi makrofag. Modulasi antigenik = beberapa tumor yang telah mengalami pasasi (pelewatan) beberapa kali imunnya dapat menyebabkan kehilangan antigenesitas permukaan selnya. Modulasi antigenik ini kemungkinan disebabkan semata-mata oleh penyelubungan antigen-antigen permukaan sel tumor oleh antibodi.
6

Hambatan respon imun oleh blocking factor berupa antibodi atau komplek antigenantibodi pada serum secara : in vivo meningkatkan pertumbuhan tumor; in vitro mengganggu esei sitotoksisitas. Ketidakseimbangan kuantitatif antara respon imun maksimal dengan derajat pertumbuhan tumor. Walaupun banyak tumor dirusak oleh sistem imun, tetapi bila tidak ada keseimbangan dengan pertumbuhan tumor, maka sistem imun akan kalah. 3. Jenis penyebaran tumor dibedakan 2 kriteria : Penyebaran setempat penularan sel-sel tumor dari tumor induk ke jaringan sehat disekitarnya, sehingga massage tumor berhubungan dengan tumor induknya lemah. Penyebaran jauh (metastasis) pelepasan sel-sel tumor dari induk yang kemudian diangkut aliran darah atau cairan getah bening ke tempat yang jauh. Kemudian membentuk pertumbuhan baru yang disebut anak sebar, sehingga masa tumor anak sebar tidak berhubungan dengan masa tumor induk (Yadi, 2009). Tumor dapat menyebar ke organ-organ dan jaringan-jaringan didekatnya dengan ekstensi langsung dan dengan invasi, kemungkinan lain ialah penyebaran dapat terjadi pada nodus limfatikus yang menerima darah darinya dengan embolisasi atau permeasi saluran-saluran limfa kedalam rongga-rongga tubuh dengan melepaskan sel-sel kanker yang bebas atau ke organ organ jauh lewat aliran darah yang mengikuti penetrasi vena, semua ekstensi tumor demikian ini yang diluar lokasi primer asalnya dikenal sebagai matastasis atau pertumbuhan sekunder dan pada umumnya membawa prognosis jelek, tiga faktor penting dalam menentukan kecendrungan penyebaran sekunder tumor, ini adalah sifat tumor itu sendir, daya tahan hospes dan kerentanan organ yang disebari sel-sel tumor, umumnya sarkoma, yaitu tumor malignan jaringan pengikat, cendrung menyebar secara awal lewat aliran darah karena sel-sel tersebut biasanya tumbuh cepat, menginvansi vena dan sel sarkoma memiliki adesi yang rendah satu terhadap yang lainnya. Sel-sel tumor harus memasuki pembulih limfa atau saluran darah dengan sesuatu cara baik dalam kelompok maupun sebagai sel-sel tunggal, setelah mencapai sirkulasi sel-sel tumor harus tetaphidup bergerombol pada anyaman pembuluh yang jauh, disini tumor dapat mulai tumbuh, daya tahan hospes dapat penting dalam menentukan potensi metastasis, mekanisme
7

daya tahan adaptif maupun non spesifik dapat terlibat, diketahui bahwa fagosit mononuklear dapat terlibat dalam resistensi terhadap penyebaran tumor.

DAFTAR PUSTAKA Anonim a. 2010. http://www.crayonpedia.org/mw/Peranan_Virus_Dalam_Kehidupan_Manusia_10.1 (24 Maret 2010) Bratawidjaja, K G. 2004. Imunologi Dasar Edisi ke-6. Gaya Baru. Jakarta Fenner, F J; Gibbs, E P J; Murphy, F A; Rott, R; Studdert, M J; White, D O. 1995. Virologi Veteriner Edisi ke-2. Academic Press Inc. California Kurniasih. 2009. Patologi Umum. Bagian Patologi. Fakultas Kedokteran Hewan. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta Schindler, 2009. Apa yang seharusnya Anda ketahui tentang kanker pada hewan peliharaan. Fairhope Price, Sylvia A. Wilson, Lorraine M. 2006. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Volume 2 Edisi 6. Jakarta : EGC. Yadi. 2009. http://www.inilah.com/news/read/kolom-pak-yadi/2009/12/28/245972/sembuhkantumor-lewat-terapi-dan-ramuan/ (24 Maret 2010)