Anda di halaman 1dari 1

RINGKASAN

Folding and post-tranlational modifications Masalah utama yang terjadi adalah modifikasi lipatan protein dan post translasi. Strategi untuk meningkatkan proses protein folding dan pos translasi meliputi penambahan berbagai jenis reagen dan folding katalis pada reaksi. Chaperones Penambahan dari DnaK, DnaJ,GroeL, GroeS murni telah dilaporkan bermanfaat untuk sintesis rantai tunggal dan fragmen ikatan anti gen (Fab) antibodi [18,19] tetapi tampaknya tidak memberikan pengaruh pada folding (lipatan) atau aktivitas dari luciferase Protein membran Kurangnya struktur membran mencerminkan hambatan yang harus diatasi ketika mengekspresikan dan mempersiapkan protein. Ekspresi berlebih dari protein membran in vivo sering mengakibatkan besarnya toksisitas sel yang dimiliki kepada hidrofobisitas, agregrasi protein, misfolding, dan hasil yang rendah. Kehadiran detergen ringan atau campuran lipid selama reaksi khususnya untuk meringankan masalah agregasi dan ketidaklarutan tampaknya tidak mengganggu aktivitas translasi. Ikatan Disulfida Protein Ikatan disulfida protein yang biasanya terbentuk dalam wadah extrasitoplasmik,seperti periplasm dari prokariot dan lumen dari retikulum endoplasma yang dimiliki eukariotik dalam kondisi yang lebih teroksidasi. Salah satu metode menghilangkan dithiothreitol dari ekstraksi sel-bebas sebelum reaksi translasi, yang akan menghasilkan tingginya produksi dari antibodi rantai ganda dengan ikatan disulfida ganda. Selain itu, kombinasi dari alkilasi dari ekstrak dengan iodoacetamide, sebuah buffer glutathione yang cocok dan sebuah ikatan disulfida dari isomerase ditambahkan ke reaksi in vitro, ternyata memiliki efek positif yang menonjol pada produksi protein aktif denga ikatan disulfida berganda.