Anda di halaman 1dari 25

Mekanisme dan Fungsi Pencernaan

Oleh :

Nolanda S Unwawirka 10.2010.088 Kelompok B3 18 Juli 2011 UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA FAKULTAS KEDOKTERAN JAKARTA

Pendahuluan Fungsi utama sistim pencernaan (sistim alimenter) adalah untuk memindahkan zat gizi atau nutrien (setelah memodifikasinya), air, dan elektrolit dari makanan yang kita makan ke dalam lingkungan interna tubuh. Makanan yang di makan penting sebagai sumber energi yang kemudian digunakan oleh sel dalam menghasilkan ATP untuk menjalankan berbagai aktifitas bergantung energi , misalnya transport aktif, kontraksi, sintesis, dan sekresi. Makanan juga merupakan sumber bahan perbaikan, pembahuruan, dan penambahan jaringan tubuh. Tumbuhan dapat menyerap energi matahari dan membentuk molekul-molekul organik yang mereka butuhkan dari senyawa-senyawa anorganik, misalnya CO2 dan H2O melalui proses fotosintesis. Manusia tidak dapat menuai energi dari sinar matahari secara langsung, sehingga manusia harus memanfaatkan energi bentuk lain dengan memakan tumbuhan atau hewan lain yang memakan tumbuhan. Kemudian manusia menggunakan molekul-molekul organik (dalam makanan) dan O2 untuk menghasilkan energi , dengan produk sampingan berupa CO2 dan H2O.1

Mekanisme Pencernaan 1. Motilitas Motilitas mengacu pada kontraksi otot yang mencampur dan mendorong isi saluran pencernaan, seperti otot polos vaskuler. Otot polos di dinding saluran pencernaan terus menerus berkontraksi dengan kekuatan rendah yang dikenal sebagai tonus. Tonus penting untuk mempertahankan agar tekanan pada isi saluran pencernaan tetap serta untuk mencegah dinding saluran pencernaan melebar secara permanen setelah mengalami distensi (peregangan). Terhadapaktifitas tonik yang terus menerus tersebut, terjadi dua jenis dasar motilitas pencernaan yaitu gerakan propulsif (mendorong) dan gerakan mencampur. Gerakan propulsif mendorong atau memajukan isi saluran pencernaan ke depandengan kecepatan yang berbeda-beda dengan laju propulsif bergantung pada fungsi yang dilaksanakan oleh setiap regio saluran pencernaan yaitu makanan bergerak maju dan suatu segmen dengan kecepatan yang cukup bag segmen tersebut melaksanakan tugasnya sebagai contoh, transit makanan melalui esofagus berlangsung cepat karena struktur ini hanya berfungsi sebagai tempat lewat makanan dari mulut ke lambung. Sebagai perbandingan, di usus halus, tempat utama berlangsungnya pencernaan dan penyerapan, makanan bergerak sangat lambat. Sehingga tersedi cukup waktu untuk penguraian dan penyerapan makanan. Gerakan mencampur memiliki fungsi ganda. Pertama, dengan mencampur makanan dengan getah percernaan , gerakan tersebut membantu pencernaan makanan. Kedua gerakan tersebut, mempermudah penyerapan dengan memanjangkan semua bagian isi usus ke permukaan penyerapan saluran pencernaan. Pergerakan suatu bahan melintasi saluran pencernaan sebagian besar terjadi akibat kontraksi otot polos di dalam dinding organ-organ pencernaan, dengan pengecualian bahwa motilitas di kedua ujung saluran mulut sampai bagian awal esofagus dan sfingter anus eksternus di akhir melibatkan aktivitas otot rangka dan bukan otot polos. Dengan demikian, tindakan mengunya, menelan, dan defaksi memiliki komponen volunter karena otototot rangka berada di bawah kontrol kesadaran, sedangkan motilitas yang dilakukan oleh otot polos di bagian saluran pencernaan lainya dikotrol oleh mekanisme involunter yang kompleks.

2. Sekresi Sejumlah getah pencernaan disekresikan ke dalam lumen saluran pencernaan oleh kelenjar-kelenjar eksokrin. Setiap sekresi pencernaan terdiri dari air, elekrolit, dan konstituen organik spesifik yang penting dalam proses pencernaan, seperti enzim, garam empedu. Atau mukus. Sel-sel sekretorik mengekstasi dari plasma sejumlah besar air dan bahan-bahan mentah yang penting untukmenghasilkan produk sekretorik. Sekresi semua getah pencernaan memerlukan energi, baik untuk

transportasi aktif sebagian bahan mentah ke dalam sel (sebagian berdifusi secara pasif) maupun untuk sintesi produk sekretorik oleh retikulin endoplasma. Sel-sel eksokrin ini memiliki banyak mitokondria untuk menunjang tingginya kebutuhan energi yang diperlukan ke dalam lumen saluran pencernaan kerena adanya rangsangan saraf atau hormon yang sesuai. Dalam keadaan normal, sekresi pencernaan direabsorpsi dalam satu bentuk atau bentuk lain untuk di kembalikan ke darah setelah produk sekresi tersebut ikut serta dalam proses pencernaan. Kegagalan proses reabsorsi ini (misalnya akibat diare atau muntah) menyebabkan hilangnya cairan yang di pinjam plasma tersebut.

3. Pencernaan Pencernaan mengacu pada proses penguraian makanan dari yang strukturnya kompleks diubah menjadi satuan-satuan lebih kecil yang dapat diserap oleh enzimenzim yang diproduksi di dalam sistem pencernaan. Manusia mengkonsumsi tigakategori biokimiawi makanan kaya energi yaitu karbohidrat, protein dan lemak. Molekul-molekul besar tersebut tidak mampu menembus membran plasma utuh untuk diserap dari lumen saluran pencernaan menguraikan molekul-molekul makanan besar ini menjadi molekul nutrien yang lebih kecil yang dapat diserap. Bentuk karbohidrat paling sederhana adalah gula sederhana atau monosakarida. Misalnya glukosa, fruktosa dan galaktosa, yang dalam keadaan normal jumlahnya sangat sedikit dalam makanan. Sebagian besar karbohidrat yang dimakan adalah dalam bentuk polisakarida (molekul banyak gula), yang terdiri dari rantai-rantai molekul glukosa yang saling berhubungan. Polisakarida yang paling banyak dikonsumsi adalah tepung kanji yang berasal dari makan nabati. Selain itu, daging mengandung glikogen, bentuk simpanan glukosa di dalam otot selulosa, polisakarida makanan lain yang ditemukan padadinding tumbuhan, tidak dapat dicerna menjadi konsistuen-konsistuen

monosakaridanya oleh getah pencernaan yan disekresikan oleh manusia. Dengan


3

demikain bahan ini membentuk serat yang tidak dicerna dalam makanan. Selain polisakarida, sumber karbohidrat makanan lainya dalam jumlah besar lebih sedikit adalah karbohidrat dalam bentuk disakarida , termasuk sukrosa (gula pasir, yang terdiri dari satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa) dan laktosa (gula susu yang terdiri dari satu molekul glukosa dan satu molekul galaktosa). Kanji, glikogen, dan disakarida diubah melalui prosespencernaan menjadi konsistuen-konsistuen monosakarida mereka, terutama glukosa dengan sedikit fruktosa dan galaktosa,

berbagai monosakarida ini merupakan satuan unit karbohidrat yang dapat diserap. Kategori kedua makanan adalah protein, yang terdiri dari berbagai kombinasi asam amino yang disatukan oleh ikatan peptida melalui prosese pencernaan, protein diuraikan terutama menjadi konsistuen, yaitu asam amino serta beberapa polipeptida kecil (beberapa asam amino yang yang disatukan oleh ikatan peptida), Lemak merupakan kategori ketiga makanan. Sebagain besar lemak dalam makanan berada dalam bentuk trigliserida, yaitu lemak netral, yang masing-masing terdiri dari kombinasi griserol dengan tiga molekul asam lemak melekat padanya. Selama pencernaan, dua molekul asam lemak dipisahkan, meninggalkan sebuah

monogriserol, satu molekul griserol dengan satu (mono berati satu) molekul asam lemak melekat padanya. Dengan demikai, produk akhir pencernaan lemak adalah monogriserol dan asam lemak, yang merupakan satuan lemak yang dapat diserap. Pencernaan dilakukan melalui proses hidrolisis (penguraian oleh air) enzimatik. Dengan menambahkan H2O ditempat ikatan. Enzim dalam sekresi pencernaan memutuskan ikatan-ikatan yang menyatukan subunit-subunit molekuler kecil di dalam molekul nutrien, sehingga molekul-molekul kecil tersebut menjadi bebas. Subunitsubunit kecil tersebut semula disatukan untuk membentuk molekul nutrien melalui proses pengeluaran H2O di tempat-tempat ikatan. Hidrolisis menggantikan H2O dan memebebaskan unit-unit kecil yang dapat diserap tersebut. Enzim-enzim pencernaan bersifat spesifik terhadap ikatan yang dapat mereka hidrolisis sewaktu bergerak melintas saluran pencernaan, makanan terpanjang ke berbagai enzim, yang masingmasing menguraikan molekul makanan lebih lanjut. Dengan cara ini, molekul makanan yang besar diubah menjadi satuan-satuan kecil yang dapat diserap melalui cara yang progresif dan bertahap seiring dengan bergeraknya isi saluran pencernaan ke depan.

4. Penyerapan Pencernaan diselesaikan dan sebagian besar penyerapan terjadi di usus halus. Melalui proses penyerapan (absorbsi), satuan-satuan kecil yang dapat diserap yang diselesaikan dari proses pencernaan tersebut, bersama dengar air, vitamin, dan elekrolit, dipendihkan dari lumen saluran pencernaan ke dalam darah atau limfe.2 Struktur Makroskopik Pencernaan Sistem pencernaan (mulai dari mulut sampai anus) berfungsi sebagai berikut: menerima makanan memecah makanan menjadi zat-zat gizi (suatu proses yang disebut pencernaan) menyerap zat-zat gizi ke dalam aliran darah membuang bagian makanan yang tidak dapat dicerna dari tubuh. Saluran pencernaan terdiridari mulut, tenggorokan, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus. Sistem pencernaan juga meliputi organ-organ yang terletak diluar saluran pencernaan, yaitu pankreas, hati dan kandung empedu. Mulai dari bagian bibir sampai anus dan mencakup: Cavum Oris mulai dari rima oris dan berakhir di isthmus faucium,selain merupakan permulaan sistem pencernaan,rongga mulut juga berfungsi sebagai rongga yang dilalui oleh udara pernapasan dan juga penting untuk pembentukan suara.cavum oris terbagi dalam rima oris,vestibulum oris,cavum oris dan isthmus oris. Mulut adalah rongga lonjong pada permulaan saluran pencernaan. Terdiri atas dua bagian luar yang sempit, atau vestibula, yaitu ruang di antara gusi serta gigi dengan bibir dan pipi, dan bagian dalam, yaitu rongga mulut yang dibatasi disisi-sisinya oleh tulang maxilaris dan semua gigi, dan disebelah belakang tersamung dengan awal faring. Atap mulut dibentuk oleh palatum, dan lidah terletak dilantainya dan terikat pada tulang hioid.

Palatum, terdiri atas 2 bagian yaitu: Palatum Durum (palatum keras) yang tersusun atas tajuk-tajuk palatum dan sebelah depan tulang maksilaris dan lebih ke belakang terdiri dari 2 tulang palatum. Palatum mole (palatum lunak) terletak dibelakang yang merupakan lipatan menggantung yang dapat bergerak, terdiri atas jaringan fibrosa dan selaput lendir. Gerakannya dikendalikan oleh ototnya sendiri, di sebelah kanan dan kiri dan tiang fauses terdapat saluran lendir menembus ke tonsil. Pipi dilapisi dari dalam oleh mukosa yang mengandung papila, otot yang terdapat pada pipi adalah otot buksinator. Di dalam rongga mulut terdapat: 1. Geligi, ada 2 (dua) macam; a. Gigi sulung, mulai tumbuh pada anak-anak umur 67 bulan. Lengkap pada umur 2 tahun jumlahnya 20 buah disebut juga gigi susu, terdiri dari 8 buah gigi seri (dens insisivus), 4 buah gigi taring (dens kaninus) dan 8 buah gigi geraham (molare). b. Gigi tetap (gigi permanen) tumbuh pada umur 618 tahun jumlahnya 32 buah terdiri dari; 8 buah gigi seri (dens insisivus), 4 buah gigi taring (dens kaninus), 8 buah gigi geraham (Molare) dan 12 buah gigi geraham (premolare). Fungsi gigi terdiri dari: Gigi seri untuk memotong makanan, gigi taring gunanya untuk memutuskan makanan yang keras dan liat, dan gigi geraham guna nya untuk mengunyah makanan yang sudah dipotong-potong. 2. Lidah. Lidah terdiri dari otot serat lintang dan dilapisi oleh selaput lendir, kerja otot lidah ini dapat digerakkan keseluruh arah. Lidah dibagi atas 3 bagian; a. Radiks lingua = pangkal lidah. b. Dorsum lingua = puaggung lidah. c. Apeks lingua = ujung lidah.
6

Pada pangkal lidah yang belakang terdapat epiglotis yang berfungsi untuk menutup jalan nafas pada waktu kita menelan makanan, supaya makanan jangan masuk ke jalan nafas. Punggung lidah (dorsum lingua) terdapat puting-puting pengecap atau ujung saraf pengecap. Frenulum lingua. Merupakan selaput lendir yang terdapat pada bagian bawah kira-kira ditengah-tengah jika lidah digerakkan ke atas nampak selaput lendir. Flika sublingua. Terdapat disebelah kiri dan kanan frenulum lingua di sini terdapat pula lipatan selaput lendir. Pada pertengahan flika sub lingua ini terdapat saluran dan glaudula parotis, sub maksilaris dan glandula sub lingualis. Fungsi lidah yaitu: mengaduk makanan, membentuk suara, sebagai alat pengecap dan menelan, serta merasakan makanan. Kelenjar ludah merupakan; Kelenjar yang mempunyai duktus yang bernama duktus wartoni dan duktus stensoni. Kelenjar ludah ini ada 2 yakni: a. Kelenjar ludah bawah rahang (kelenjar submaksilaris), yang terdapat di bawah tulang rahang atas pada bagian tengah. b. Kelenjar ludah bawah lidah (kelenjar sublingualis) yang tendapat di sebeiah depan di bawah lidah. Otot lidah. Otot-otot ekstrinsik lidah berasal dari rahang bawah (M. Mandibularis, os Hioid dan prosesus steloid) menyebar ke dalam lidah membentuk anyaman bengabung dengan otot intrinsik yang terdapat pada lidah. M. Genioglossus merupakan otot lidah yang terkuat berasal dari permukaan tengah bagian dalam yang menyebar sampai ke radiks lingua.3

Gambar 1. Mulut

Esofagus Esofagus adalah tuba muskular. Panjangnya sekitar 9-10 inci (25 cm) dan berdiameter 1 inci (2,54 cm). Esofagus berawal dari laringofaring, melewati diafragma dan hiatus esofagus (lubang) pada area sekitar vertebra toraks ke sepuluh, dan membuka ke arah lambung. Fungsi esofagus menggerakan makanan dari faring ke lambung melalui gerakan peristalsis. Mokosa esofagus memproduksi sejumlah besar mukus untuk melumasi dan melindungi esofagus. Esofagus tidak memproduksi enzim pencernaan.4

Gambar 2. Esofagus dan Lambung Lambung Lambung adalah organ berbentuk J. Merupakan bagian dan saluran yang dapat mengembang paling banyak terutama di daerah epigaster, lambung terdiri dari bagian atas fundus uteri berhubungan dengan osofagus melalui orifisium pilorik, terletak di bawah diafragma di depan pankreas dan limpa, menempel di sebelah kiri fundus uteri. Bagian lambung terdiri dari: a. Fundus ventrikuli, bagian yang menonjol ke atas terletak sebelah kiri osteum kardium dan biasanyanya penuh berisi gas. b. Korpus ventrikuli, setinggi osteum kardiun, suatu lekukan pada bagian bawah kurvatura minor.
8

c. Antrum pilorus, bagian lambung berbentuk tabung mempunyai otot yang tebal membentuk spinter pilorus. d. Kurvatura minor, terdapat sebelah kanan lambung terbentang dari osteum kardiak sampai ke pilorus. e. Kurvatura mayor, lebih panjang dari kurvatura minor terbentang dari sisi kiri osteum kardiakum melalui fundus ventrikuli menuju ke kanan sampai ke pilorus inferior. Ligamentum gastro lienalis terbentang dari bagian atas kurvatura mayor sampai ke limpa. f. Osteum kardiakum, merupakan tempat dimana osofagus bagian abdomen masuk ke lambung. Pada bagian ini terdapat orifisium pilorik. Susunan lapisan dari dalam keluar, terdin dari: Lapisan selaput lendir, apabila lambung ini dikosongkan, lapisan ini akan berlipatlipat yang disebut rugae. Lapisan otot melingkar (muskulus aurikularis). Lapisan otot miring (muskulus oblinqus). Lapisan otot panjang (muskulus longitudinal). Lapisan jaringan ikat atau serosa (peritonium). Hubungan antara pilorus terdapat spinter pilorus.5 Usus Halus Usus halus atau usus kecil adalah bagian dari saluran pencernaan yang terletak di antara lambung dan usus besar. Usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu usus dua belas jari (duodenum), usus kosong (jejunum), dan usus penyerapan (ileum). Pada usus dua belas jari terdapat dua muara saluran yaitu dari pankreas dan kantung empedu. Usus halus panjangnya sekitar 6 m. Usus halus menggantung dari dinding posterior abdomen ditahan oleh mesenterium yang mengandung pembuluh darah mesenterika superior, pembuluh limfe, dan saraf otonom. Mesenterium memiliki panjang sekitar 15 cm dan berjalan dari fleksura duodenojejunalis sampai sendi sakroiliaka dekstra. Batas distalnya memiliki panjang yang jelas sama dengan panjang usus. Tidak ada perbedaan yang tajam antara jejenum dan ileum, namun demikian, ciri tersebut mampu membedakan keduanya. Cabang-cabang jejunal dan ileal terpisah dan beranastomosis kembali dalam mesenterium sehingga membentuk gang beratap (arcade). Pembuluh arteri ujung keluar dari gang beratap dan memasok darah ke
9

dinding usus. Pasokan darah jejenum terdiri dari beberapa gang beratap dan sedikit cabang terminal sedangkan pembuluh pada ileum memiliki banyak gang beratap dan lebih banyak cabang terminal berupa arteri-ujung yang melewati dinding usus.6

Gambar 3. Usus Halus Usus Besar Usus besar atau kolon berbentuk tabung muskular berongga dengan panjang sekitar 1,5 m yang terbentang dari sekum hingga kanalis ani. Diemeter usus besar sudah pasti lebih besar sari usus halus, yaitu sekitar 6,5 cm, tetapi makin dekat anus diameternya semakin kecil. Usus besar terdiri dari sekum, kolon, dan rektum. Pada sekum terdapat katup ileosekal dan apendiks yang melekat pada ujung sekum. Sekum menepati dua atau tiga inci pertama dari usus besar. Katup ileosekal mengendalikan aliran kimus dari ileum ke dalam sekum dan mencegah terjadinya aliran balik bahan fekal ke dalam usus halus. Kolon dibagi lagi menjadi kolon asenden, tranversum, desesnden dan sigmoid. Tempat kiolon membentuk kelokan tajam pada abdomen kanan dan kiri atas secara berturut-turut disebut sebagai feksura hepatika dan fleksura lienalis. Kolon sigmoid mulai setinggi krista iliaka dan membentuk lekukan berbentuk-S. bagian utama usus besar yang terakhir disebut sebagai rektum, yang membentang dari kolon sigmoid hingga anus. Satu inci dari rektum disebut sebagai kanalis ani dan dilindungi oleh sfingter ai internus dan an eksternus. Panjang rektum da kanalis ani adalah sekitar 15 cm. Lapisan otot longitudinal usus besar tidak sempurna, tetapi terkumpul dalam tiga pita yang disebut sebagi taenia koli. Panjang taenia lebih pendek daripaa usus, sehingga usus tertarik dan berkerut mebentuk kanting-kanting kecil yang disebut haustra.

10

Apendises epiploika adalah kantong-kantong kecil peritonium yang berisi lemak dan melekat sepanjag taenia. Usus besar secara klinis dibagi menjadi belahan kiri dan kanan berdasarkan pada suplai darah yang diterima. Arteria mesentrika superior memperdarahi belahan kanan (sekum, kolon asenden, dan duapertiga proksimal kolon tranversum), dan arteria mesentrika inferior mendarahi bagian kiri (sepertiga distal kolon tranversum, kolon desenden, kolon sigmoid, dan bagian proksimal rektum). Suplai darah tambahan ke rektum berasal dari arteri hemoroidalis media an inferior yang dicabangkan dari arteria iliaka interna dan aorta abdominalis. Persarafan usus besar dilakukan oleh sistem saraf otonom dngan pengecualian sfingter eksterna yang bersda dalam pengendalian volunter. Serabut parasimpatis bejalan melalui saraf vagus ke bagian tengah kolon tranversum, dan saraf pelvikus yang berasal dari daerah sakra menyuplai bagian distal. Serabut simpatis meninggalkan medula spinalis melalui saraf splangnikus. Serabut saraf ini bersinaps dalam ganglia seliaka dan aortikorenalis, kemudian serabut pasca ganglionik menuju kolon. Rangsangan simpatis menghambat sekresi dan kontraksi, serta merangsang sfingter rektum. Rangsangan parasimpatis mempunyai efek yang berlawanan. Usus besar mempunyai berbagai fungsi yang semuanya berkaitan dengan proses akhir isi usus. Fungsi usus besar yang pling penting adalah absorbsi air dan elektrolit, yang sudah hampir selsai dlam kolon dekstra. Kolon sigmoid berfungsi sebagai reservoir yang menampung masa feses yang sudah terdehidrasi hingga berlangsungnya defekasi. Banyaknya bakteri yang terdapat di dalam usus besar berfungsi mencerna beberapa bahan dan membantu penyerapan zat-zat gizi. Bakteri di dalam usus besar juga berfungsi membuat zat-zat penting, seperti vitamin K. Bakteri ini penting untuk fungsi normal dari usus. Beberapa penyakit serta antibiotik bisa menyebabkan gangguan pada bakteri-bakteri didalam usus besar. Akibatnya terjadi iritasi yang bisa menyebabkan dikeluarkannya lendir dan air, dan terjadilah diare.3

11

Hati (hepar) Organ yang paling besar didalam tubuh kita, warnanya coklat dan beratnya . 1,5 kg. Letaknya; bagian atas dalam rongga abdomen di sebelah kanan bawah diafragma. Hati terbagi atas 2 lapisan utama : 1. Permukaan atas berbentuk cembung, terletak di bawah diapragma. 2. Permukaan bawah tidak rata dan memperlihatkan lekukan fisura tranfersus. Fisura longitudinal memisahkan belahan kanan dan kiri di bagian alas hati, selanjutnya hati dibagi 4 belahan; Lobus kanan, lobus kiri. Lobus kaudata. dan lobus quadratus. Pembuluh Darah pada Hati. Hati mempunyai 2 jenis peredaran darah yaitu arteri hepatika dan vena porta. Arteri Hepatika. Keluar dari aorta dan memberi 1/5 darah pada hati, darah ini mempunyai kejenuhan 95100%, masuk ke hati akan membentuk jaringan kapiler setelah bertemu dengan kapiler vena, akhimya keluar sebagai vena hepatika. Vena Porta. Yang terbentuk dari lienalis dan vena mesentrika superior menghantarkan 4/5 darahnya ke hati, darah ini mempunyai kejenuhan 70% sebab beberapa O2 telah diambil oleh limfe dan usus, guna darah ini membawa zat makanan ke hati yang telah di observasi oleh mukosa dan usus halus. Besarnya kira-kira berdia meter 1 mm. Yang satu dengan yang lain terpisah oleh jaringan ikat yang membuat cabang pembuluh darah ke hati, cabang vena porta arteri hepatika dan saluran empedu dibungkus bersama oleh sebuah balutan dan membentuk saluran porta. Darah berasal dari vena porta bersentuhan erat dengan sel hati dan setiap lobulus disaluri oleh sebuah pembuluh Sinusoid darah atau kapiler hepatika. Pembuluh darah halus berjalan di antara lobulus hati disebut Vena interlobuler. Dari sisi cabang.cabang kapiler masuk ke dalam bahan lobulus yaitu Vena lobuler. Pembuluh darah ini mengalirkan darah dalam vena lain

12

yang disebut vena sublobuler, yang satu sama lain membentuk vena hepatika dan langsung masuk ke dalam vena kava inferior. Empedu dibentuk di dalam sela-sela kecil di dalam sel hepar melalui kapiler empedu yang halus atau korekuli. Dengan cara berkontraksi, dinding perut berotot pada saluran ini mengeluarkan empedu dari hati. Fungsi hati terdiri dari: 1. Mengubah zat makanan yang di absorpsi dari usus dan yang disimpan di suatu tempat dalam tubuh dikeluarkannya sesuai dengan pemakaiannya dalam jaringan. 2. Mengubah zat buangan dan bahan racun untuk di ekskresi dalam empedu dan urin. 3. Menghasilkan enzim glikogenik glukusa menjadi glikogen. 4. Sekresi empedu, garam empedu dibuat di hati dibentuk dalam sistem retikulo endotelium dialirkan ke empedu. 5. Pembentukan ureum, hati menerima asam amino di ubah menjadi ureum dikeluarkan dari darah oleh ginjal dalam bentuk urine. 6. Menyiapkan lemak untuk pemecahan terakhir asam karbonat dan air.7

Gambar 5. Hati Manusia

13

Pankreas Pankreas merupakan organ lunak dengan permukaan berlobus-lobus dengan panjang sekitar 12 -20 cm, terletak melintang di bagian atas abdomen daerah epigastrium dan hipokondrium kiri, di belakang gaster dalam ruang retroperitoneal. Di bagi atas, kaput dengan prosessus uncinatus, kolum, korpus dan kauda. Kaput pankreas terletak setinggi vertebra L2 dekat midline. Sedangkan kauda pankreas terletak setinggi vertebrata L1 bagian atas kaput pankreas dihubungkan dengan korpus pankreas oleh kolum pankreas yaitu bagian pankreas yang lebarnya biasanya tidak lebih dari 4 cm. Bagian superior pankreas berhubungan dengan foramen gastroepiploicum yang ditutupi oleh omentum minus dan struktur-struktur yang mengisi di dalam omentum tersebut. Di bagian anterior, pars superior duodenum menutupi bagian superior kaput pankreas dan dibawahnya, mesokolon tranversa terletak melintang. Adapun batas-batas dari bagian pankreas adalah sebagai berikut : 1. Kaput Pankreas meluas ke kanan sampai pada lengkungan duodenum, terletak sebelah anterior dari vena cava inferior dan vena renalis kiri. 2. Processus uncinatus yang merupakan bagian dari kaput pankreas terletak di bawah vena mesenterika superior. 3. Kolum pankreas yang merupakan hubungan antara korpus dan kaput pankreas terletak di atas pembuluh darah mesentrika superior dan vena porta. 4. Korpus pankreas berbentuk segitiga dan meluas hingga ke hilus ginjal kiri. Terletak di atas aorta, vena renalis kiri, pembuluh darah limpa dan pangkal vena mesenterika inferior. 5. Kauda pankreas terletak pada ligamentum lienorenal dan berakhir pada hilus limpa.7 Rectum dan Anus panjang rectum 12-15 cm,merupakan lanjutan colon sigmoideum yang memanjang dari vertebra S3-anus, setinggi vetebra S3 taenia colon sigmoideum berubah menjadi lapisan otot polos longitudional dan appendices epiploicae menghilang. Bagian sebelah bawah pada rectum adalah anal canal pda lapisan mukosa mempunyai lipatan longitudinal rectal column,terdiri dari epitel selapis torak terdapat cryptus pada hal ini terjadi pertemuan rectum dengan anus disebut linea pectinata. Pada anus terdiri dari tunika sub mukosa mengandung banyak pembuluh darah saraf dan badan vater pacini.pembuluh vena membentuk pleksus
14

hemmoroid.T.M.M atau lapisan longitudinal membentuk m.dilatator ani internus,tunika mu Anus merupakan lubang di ujung saluran pencernaan, dimana bahan limbah keluar dari tubuh. Sebagian anus terbentuk dari permukaan tubuh (kulit) dan sebagian lainnya dari usus.Suatu cincin berotot (sfingter ani) menjaga agar anus tetap tertutup. Proses pencernaan ini memiliki fungsi untuk proses pemecahan bahan makanan menjadi molekul yang berguna bagi tubuh kita. Lalu hasil pemecahan itu diserap oleh alat pencernaan untuk diedarkan oleh darah dan diangkut keseluruh tubuh kita untuk kebutuhan fisiologis tubuh. Dan sisa dari system pencernaan ini dikeluarkan oleh tubuh berupa feses dan air (H2O). Maka dari itu kita haruslah mengetahui mana makanan yang baik untuk tubuh kita. Yaitu makanan yang bergizi.

Gambar 6. Anus

Struktur Mikroskopik Pencernaan Lapisan saluran pencernaan secara umum dari luar ke dalam: Tunika mukosa, submukosa, muskularis dan serosa atau adventisia. Adventisia merupakan jaringan ikat pada retroperitoneal. Tunika mukosa, terdiri dari: epitel pembatas, lamina propia (jaringan ikat longgar, pembuluh darah dan pembuluh limfe, kelenjar pencernaan, jaringan limfoid) dan Tunika muskularis mukosa (lapisan otot polos pemisah tunika mukosa dan submukosa). Tunika submukosa, terdiri: jaringan ikat longgar, pembuluh darah dan pembuluh limfe, jaringan limfoid, kelenjar pencernaan, pleksus submukosa meissner
15

Tunika Muskularis, tersusun atas: Terdiri atas otot sirkular (bagian dalam) dan otot longitudinal (bagian luar). Diantara lapisan tersebut terdapat pembuluh darah dan limfe, pleksus mienterikus auerbach.

Tunika Serosa, tersusun atas: jaringan ikat longgar yang dipenuhi pembuluh darah dan sel-sel adipose. Epitel squamosa simpleks.

Terdiri atas saluran panjang dari rongga mulut sampai anus. Mulai dari rongga mulut, esophagus, lambung, usus halus, usus besar, rectum, dan liang anus. 1. Rongga Mulut Dilapisi epitel squamosa kompleks non keratin sebagai pelindung yang juga melapisi permukaan dalam bibir. Bibir terdiri atas: Pars Cutanea (Kulit bibir) dilapisi: epidermis, terdiri atas epitel squamosa kompleks berkeratin,

dibawahnya terdapat dermis. dermis, dengan folikel rambut, kelenjar sebasea, kelenjar keringat, m. erector pili, berkas neuro vaskuler pada tepi bibir. Letak pars kutanea di bagian luar penampang bibir

Pars Mukosa, dilapisi:

epitel squamosa kompleks nonkeratin, diikuti lamina propia (jaringan ikat padanan dari epidermis dan dermis), dibawahnya submukosa, terdapat kelenjar labialis (sekretnya membasahi mukosa mulut).

Letak di penampang bibir berhadapan dengan gigi dan rongga mulut.

Pars Intermedia (mukokutaneus), dilapisi:


epitel squamosa kompleks nonkeratin. Banyak kapiler darah. Letak bagian atas penampang bibir yang saling berhadapan (bibir atas dan bawah)

16

Lidah Epitel permukaan dorsal lidah sangat tidak teratur (epitel squamosa kompleks) dan ditutupi tonjolan (papilla) yang berindentasi pada jaringan ikat lamina propia (mengandung jaringan limfoid difus). Terdiri papilla filiformis, fungiformis, sirkumvalata, dan foliata. Papilla lidah ditutupi epitel squamosa kompleks yang sebagian bertanduk. bagian pusat lidah terdiri atas berkas-berkas otot rangka, pembuluh darah dan saraf.

2. Esophagus Panjang 10 inc. Meluas dari faring sampai lambung dibelakang trakea, sebagian besar dl rongga thoraks dan menembus diafragma masuk rongga abdomen. Terdiri atas: Tunika Mukosa

Epitel squamosa kompleks non keratin, lamina propia, muskularis mukosa. Tunika Submukosa

Jaringan ikat longgar mengandung sel lemak, pembuluh darah, dan kelenjar esophageal propia. Tunika Muskularis

Terdiri atas otot sirkular (bagian dalam) dan otot longitudinal (bagian luar). Diantara otot tersebut sedikit dipisah jaringan ikat. Pada bagian atas esophagus terdiri otot rangka, bagian tengah terdiri otot polos dan otot rangka, bagian bawah dibentuk otot polos. Adventisia

Terdapat pembuluh darah, saraf, jaringan lemak. Adventisia merupakan lapisan terluar dari esophagus bagian atas sedangkan serosa merupakan lapisan esophagus bagian bawah. 3. Gaster
17

Tunika Mukosa Merupakan epitel kolumner simpleks, tidak terdapat vili intestinalis dan sel goblet. Terdapat foveola gastrika/pit gaster yang dibentuk epitel, lamina propia dan muskularis mukosa. Seluruh gaster terdapat rugae (lipatan mukosa dan submukosa) yang bersifat sementara dan menghilang saat gaster distensi oleh cairan dan material padat. Foveola tersebut terdapat sel mukosa yang menyekresi mucus terutama terdiri dari:Sel neck. Menghasilkan secret mukosa asam kaya glikosaminoglikan,Sel parietal. Menghasilkan HCl,Sel chief. Mengahasilkan pepsin,Sel argentaffin. Menghasilkan intrinsic factor castle untuk pembentukan darah

Tunika submukosa Jaringan ikat longgar banyak mengandung pembuluh darah dan saraf pleksus meissner

Tunika muskularis Terdiri atas otot oblik (dekat lumen),otot sirkular (bagian tengah) dan otot longitudinal (bagian luar). Diantara otot sirkuler dan longitudinal tersebut sedikit dipisah pleksus saraf mienterikus auerbach

Tunika Serosa Peritoneum visceral dengan epitel squamosa simpleks, yang diisi pembuluh darah dan sel-sel lemak.

4. Usus halus Panjang 5 m. Ciri khas terdapat plika sirkularis kerkringi, vili intestinalis, dan mikrovili. Plika sirkularis kerkringi merupakan lipatan mukosa (dengan inti submukosa) permanen. Vili Intestinales merupakan tonjolan permanen mirip jari pada lamina propia ke arah lumen diisi lakteal (pembuluh limfe sentral). Mikrovili merupakan juluran sitoplasma (striated brush border). Pada lamina propia terdapat kelenjar intestinal lieberkuhn, didasarnya terdapat sel
18

paneth (penghasil lisozim-enzim antibakteri pencerna dinding bakteri tertentu dan mengendalikan mikroba usus halus) dan sel enteroendokrin (penghasil hormone-gastric inhibitory peptide,sekretin dan kolesistokinin/pankreozimin.3 1. Duodenum Tunika Mukosa Epitel kolumner simpleks dengan mikrovili, terdapat vili intestinalis dan sel goblet. Pada lamina propia terdapat kelenjar intestinal lieberkuhn. Tunika Submukosa Jaringan ikat longgar. Terdapat kelenjar duodenal Brunner (ciri utama pada duodenum yang menghasilkan mucus dan ion bikarbonat). Trdapat plak payeri (nodulus lymphaticus agregatia/ gundukan sel limfosit) Tunika Muskularis Terdiri atas otot sirkular (bagian dalam) dan otot longitudinal (bagian luar). Diantaranya dipisah oleh pleksus mienterikus auerbach. Tunika Serosa Merupakan peritoneum visceral dengan epitel squamosa simpleks, yang diisi pembuluh darah dan sel-sel lemak. 2. Jejunum dan Ileum secara histologis sama dengan duodenum, perkecualiannya tidak ada kelenjar duodenal brunner.

19

Appendiks Secara struktur mirip kolon (lihat bawah). Ada banyak kesamaan dengan kolon seperti epitel pelapis dengan sel goblet. Lamina propia terdapat kelenjar intestinal lieberkuhn (tapi kurang berkembang, lebih pendek, letak sering berjauhan) dan jaringan limfoid difus sangat banyak. Terdapat pula Muskularis mukosa. Tunika Submukosa sangat vascular. Tunika Muskularis terdiri atas otot sirkular (bagian dalam) dan otot longitudinal (bagian luar). Diantaranya dipisah oleh pleksus mienterikus auerbach. Tunika Serosa 5. Usus Besar (Kolon) Terdapat sekum; kolon asendens, tranversal, desendens, sigmoid; rectum serta anus. Tunika Mukosa Terdiri epitel kolumner simpleks, mempunyai sel goblet (lebih banyak dibanding usus halus) tapi tidak mempunyai plika sirkularis maupun vili intestinalis. Pada lamina propia terdapat kelenjar intestinal lieberkuhn yang lebih banyak dan nodulus limpatikus. Tidak terdapat sel paneth tapi terdapat sel enteroendokrin. Dibawah lamina terdapat muskularis mukosa Tunika Submukosa Jaringan ikat longgar banyak mengandung pembuluh darah, sel lemak dan saraf pleksus meissner Tunika Muskularis Terdiri atas otot sirkular (bagian dalam) dan otot longitudinal (bagian luar). Otot sirkular berbentuk utuh tapi otot longitudinal terbagi tiga untaian besar (taenia koli). Diantaranya dipisah oleh pleksus mienterikus auerbach.

20

Tunika Serosa atau Adventisia Merupakan peritoneum visceral dengan epitel squamosa simpleks, yang diisi pembuluh darah dan sel-sel lemak. Kolon tranversum dan sigmoid melekat ke dinding tubuh melalui mesenterium, sehingga tunika serosa menjadi lapisan terluar bagian kolon ini. Sedangkan adventisia membungkus kolon ascendens dan descendens Karena ketaknya peritoneal.

6. Rectum

Tunika Mukosa Terdiri epitel kolumner simpleks, mempunyai sel goblet dan mikrovili, tapi tidak mempunyai plika sirkularis maupun vili intestinalis. Pada lamina propia terdapat kelenjar intestinal lieberkuhn, sel lemak, dan nodulus limpatikus. Dibawah lamina terdapat muskularis mukosa.

Tunika Submukosa Jaringan ikat longgar banyak mengandung pembuluh darah, sel lemak dan saraf pleksus meissner

Tunika Muskularis Terdiri atas otot sirkular (bagian dalam) dan otot longitudinal (bagian luar). Otot sirkular berbentuk utuh tapi otot longitudinal terbagi tiga untaian besar (taenia koli). Diantaranya dipisah oleh pleksus mienterikus auerbach.

Adventisia Merupakan jaringan ikat longgar yang menutupi rectum, sisanya ditutupi

serosa.

21

7. Anus

Tunika Mukosa Terdiri epitel squamosa non keratin, lamina propia tapi tidak ada terdapat muskularis mukosa.

Tunika Submukosa Menyatu dengan lamina propia. Jaringan ikat longgar banyak mengandung pembuluh darah, saraf pleksus hemorroidalis dan glandula sirkum analis.

Tunika Muskularis Bertambah tebal. Terdiri atas sfingter ani interna (otot polos, perubahan otot sirkuler), sfingter ani eksterna (otot rangka) lalu diluarnya m. levator ani. Otot sirkular berbentuk utuh tapi otot longitudinal terbagi tiga untaian besar (taenia koli). Diantaranya dipisah oleh pleksus mienterikus auerbach.

Adventisia Terdiri jaringan ikat longgar.8,9

Enzim-enzim Pencernaan Sistem pencernaan makhluk hidup termasuk manusia tidak akan berfungsi jika tidak memiliki enzim-enzim yang mempermudah fungsi kerja organ-organ pencernaan untuk memecah, mengisolasi dan menyerap nutrisi dari makanan yang masuk. Enzim pencernaan manusia memounyai sifat-sifat enzim pada umumnya. Diantaranya berfungsi mempercepat reaksi (katalisator), baik reaksi pemecahan (katabolisme) maupun reaksi penyusun (anabolisme). Enzim Ptialin Enzim pencernaan manusia ini berada di dalam rongga mulut, tepatnya dikelenjar ludah. Enzim ptialin dihasilkan oleh glandula parotis yang juga berada di sekitar kelenjar ludah. Enzim ptialin memiliki fungsi mengubah amilum atau zat tepung menjadi glukosa sebagai bahan dasar energi manusia.

22

Enzim Pepsin Enzim pepsin berada dalam lambung (ventrikulus) manusia. enzim pepsin memiliki fungsi merubah protein yang diserap tubuh menjadi pepton.

Enzim Renin Enzim renin sama seperti enzim pepsin enzim renin juga berada di dalam lambung. Enzim renin memiliki fungsi untuk mengendapkan kasein yang ada didalam usus. Enzim Lipase Enzim lipase juga dihasilkan melalui dinding lambung yang bersifat sangat asam. Enzim ini dikeluarkan bersama pepsin dan renin. Enzim pencernaan manusia ini berfungsi dalam proses katabolisme, yaitu memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Enzim Amilase Enzim ini dihasilkan oleh getah pankreas, bersama dengan enzim lipase dan tripsin. Enzim amilase memiliki kemampuan untuk mempercepat reaksi perubahan amilum menjadi maltosa. Enzim Tripsin Enzim tripsin dapat mengubah pepton menjadi senyawa dipeptida, yang lebih mudah diserap tubuh dan dicerna. Enzim Sakrase Berperan dalam mengubah atau menguraikan sekrosa menjadi glukosa dan fruktosa. Enzim sakrase dikeluarkan melalui getah usus halus manusia. Enzim Maltase Memasuki usus halus, yang kondisinya sangat berbeda dengan lambung membuat sifat enzim yang berada di dalamnya juga tidak sama. Enzim maltase mempunyai kemampuan mengubah
23

maltosa menjadi glukosa, sehingga lebih mudah direaksikan secara kimiawi oleh tubuh untuk diserap sebagai sumber energi. Enzim Isomaltase Selain maltase, ada pula enzim isomaltase, yang juga dihasilkan melalui getah usus. Enzim isomaltase mempunyai kelebihan khusus, yaitu mengubah zat maltosa menjadi komaltosa yang susunannya lebih sederhana. Enzim Laktase Enzim mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. Kedua zat yang dihasilkan tersebut, struktur kiminya lebih simpel dan lebih mudah diterima sebagai nutrisi tubuh manusia. Enzim Peptidase Dikeluarkan bersama getah usus halus (intestinum), peptidase mampu menguraikan ikatan peptida yang cukup kokoh menjadi asam amino (protein). Enzim Ribonuklease Berperan dalam proses replikasi DNA. Enzim ribonuklease dapat menghidrolisis RNA. Enzim ribonuklease juga dapat memisahkan ikatan fosfat yang saling menghubungkan nukleotida.10 Kesimpulan Diare disebabkan karena adanya gangguan pencernaan dan kekurangan enzim-enzim yang bekerja dalam tubuh. Daftar Pustaka 1. Isselbacher KJ, Baraunwald E, Wilson J, Martin JB, Fauci AS, Kasper DL. Harrison : prinsip prinsip ilmu penyakit dalam. 13th ed. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2001. 2. Sherwood L. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. 2nd ed. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2001.

24

3. Wibowo DS. Anatomi Tubuh Manusia. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia;2005. 4. Sloane, Ethel. Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2003. 5. Gunardi S. Anatomi sistem pernapasan. 1st ed. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2007. 6. Ward JPT, Clarke RW, Linden RWA. At a Glance Fisiologi. Jakarta. Penerbit erlangga; 2009. 7. Lamyarni I, Sardy. Fisika Tubuh Manusia. jakarta, CV. Sagung seto; 2006.. 8. Eroschenko VP. Atlas histologi difiore dengan korelasi fungsional. Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC, 2003. 9. Eroschenko VP. Atlas histologi difiore dengan korelasi fungsional. Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC, 2003. 10. Murray RK, Granner DK, Rodwell VW. Biokimia harper. Jakarta: EGC, 2009.

25