Anda di halaman 1dari 2

Escherichia coli, Bakteri penyebab diare, sebagai indikator air bersih

PADA genus Escherichia, terdapat satu spesies bakteri yang sering diisolasi dari bahan klinis dan sering dijadikan sebagai obyek penelitian yaitu bakteri Escherichia coli. Bakteri berbentuk batang ini, merupakan organisme penghuni utama di usus besar, hidup komensal dalam kolon manusia dan diduga berperan dalam pembentukan vitamin K yang penting untuk pembekuan darah. Namun demikian, sebagai flora normal tubuh manusia, bakteri ini juga akan dapat menimbulkan penyakit apabila masuk kedalam organ atau jaringan lain. Contohnya adalah timbulnya peneumonia, endokarditis, infeksi pada luka dan abses pada berbagai organ. Selain itu, E. coli juga merupakan penyebab utama meningitis pada bayi yang baru lahir dan penyebab infeksi tractus urinarius pada manusia yang dirawat di rumah sakit ( Nosocomial infection ). Penyebab Diare Dari berbagai penelitian menunjukkan, bahwa beberapa galur atau strain dari bakteri E. coli juga dapat menyebabkan wabah diare atau muntaber terutama pada anak-anak. Bakteri penyebab penyakit yang cukup berbahaya ini diklasifikasikan berdasarkan karakteristik sifat-sifat virulensinya. Setiap kelompok dapat menyebabkan penyakit diare melalui mekanisme yang berbeda-beda. Kelompok E. coli tersebut diantaranya adalah sebagai berikut. Pertama, E. Coli enteropatogen ( EPEC ), merupakan penyebab diare terpenting pada bayi terutama di negara berkembang. Mekanismenya adalah dengan cara melekatkan dirinya pada sel mukosa usus kecil dan membentuk filamentous actin pedestal sehingga menyebabkan diare cair ( watery diarrheae ) yang bisa sembuh dengan sendirinya ataupun berlanjut menjadi kronis. Diare seperti ini dapat disembuhkan dengan pemberian antibiotika. Kedua, E. Coli enterotoksigenik ( ETEC ), juga merupakan penyebab diare umum pada bayi di negara berkembang seperti indonesia. Berbeda dengan yang pertama, E. Coli jenis ini memproduksi beberapa jenis eksotoksin yang tahan maupun tidak tahan panas dibawah kontrol genetis plasmid. Pada umumnya, eksotoksin yang dihasilkan bekerja dengan cara merangsang sel epitel usus untuk mensekresi banyak cairan sehingga terjadi diare. Ketiga, E. Coli enterohemoragik ( EHEC ) dan galur yang memproduksi verotoxin ( VTEC ). Di Amerika dan Canada VTEC menyebabkan sejumlah kejadian luar biasa diare dan kolitis hemoragik. Penyakit ini bersipat akut dan bisa sembuh sepontan, penyakit ini ditandai dengan gejala nyeri abdomen, diare diasertai darah, gejala seperti ini merupakan komplikasi dari diare ringan. Keempat, E. Coli entroinvasif ( EIEC ), menyebabkan penyakit yang mirip dengan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Shigella. Penyakit ini paling banyak terjadi pada anak-anak di negara berkembang. Bakteri seperti ini, menimbulkan penyakit oleh karena kemampuannya dalam menginvasi sel epitel mukosa usus. Terakhir, E. Coli enteroagregatif, ( EAEC ), menyebabkan diare akut dan kronik pada orang-orang di negara berkembang. Penyakit ini ditandai dengan pola perlekatan khas pada sel usus manusia. Namun, masih perlu adanya penelitian yang lebih lanjut tentang adanya faktor-faktor virulensi galur EAEC ini. Indikator kesehatan air Air dan makanan adalah faktor penting dalam penyebaran bakteri ini. Adanya kejadian wabah diare atau muntaber salah satunya dapat ditentukan oleh tingkat kesehatan air di lingkungan tersebut. Adalah hal yang penting jika sumber air yang kita miliki memenuhi standar kesehatan yang di anjurkan, mengingat air seringkali menjadi penyebab terjadinya epidemi berbagai penyakit saluran pencernaan seperti, cholera, typus, diare, dysentri atau muntaber maupun penyakit cacing. Oleh karena itu perlu adanya pemeriksaan mutu kesehatan dari sumber air maupun air minum yang kita konsumsi sehari-hari. Selain sebagai penyebab berbagai penyakit, bakteri E. Coli juga dapat dipergunakan untuk menilai baik tidaknya sumber air maupun air minum yang kita gunakan. Seperti yang sudah kita ketahui, beberapa mikroorganisme penyebab penyakit bisa berasal dari kotoran manusia. Oleh karena itu sangat dianjurkan apabila air yang kita konsumsi baik untuk minum maupun keperluan rumah tangga lainnya terhindar dari kontak dengan kotoran manusia. Bakteri Escherechia coli merupakan mikroorganisme normal yang terdapat dalam

kotoran manusia baik sehat maupun sakit. Dalam satu gram kotoran manusia terdapat sekitar seratus juta bakteri E. Coli ( Indan Entjang 2001). Oleh karena itu ,bakteri ini dapat dijadikan indikator yang paling baik untuk menunjukkan bahwa air yang kita pakai sudah terkontaminasi oleh kotoran manusia adalah adanya bakteri E. Coli dalam air. Selain itu bakteri E. Coli cukup mudah dalam mengidentifikasinya sehingga memudahkan dalam memeriksa standar kesehatan air tersebut. Joni Hendri, Am.AK Alumnus Analis Kesehatan, Poltekkes Bandung dan tekhnisi Litkayasa di Loka Penelitian dan Pengembangan Pembrantasan Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Ciamis, Balitbang Kesehatan R.I.

Identitas Pengirim Artikel Nama :Joni Hendri Pendidikan :D3 Analis Kesehatan Pekerjaan :Teknisi Litkayasa di Loka Litbang P2B2 Ciamis, Balitbang Kesehatan RI Alamat :Rumah : Kp. Babakan RT/RW 03/06 Ds. Nanjung Mekar, Rancaekek Kab. Bandung 40394 Kantor : Loka Litbang P2B2 Ciamis Jalan Raya Pangandaran Km. 3 Kp. Kamurang Ds. Babakan Kec. Pangandaran Ciamis No. HP :085-223-046-234 No. Rekening : 0069102481 BNI cabang Banjar Kas Pangandaran a/n joni Hendri