Anda di halaman 1dari 5

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penyakit Demam Berdarah Dengue disebabkan oleh virus Dengue dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae. DBD ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi virus Dengue. Virus Dengue penyebab Demam Dengue (DD), Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Dengue Shock Syndrome (DSS) termasuk dalam kelompok B Arthropod Virus (Arbovirosis) yang sekarang dikenal sebagai genus Flavivirus, famili Flaviviride, dan mempunyai 4 jenis serotipe, yaitu: Den-1, Den-2, Den-3, Den-4.1 Telur nyamuk Aedes aegypti akan menetas menjadi larva dalam waktu 1-2 hari. Tempat yang sesui dengan kondisi optimum adalah didalam air dengan suhu 20-40oC. Kecepatan pertumbuhan dan perkembangan larva dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti tempratur, tempat, keadaan air dan kandungan zat makanan yang ada di dalam tempat perindukan. Pada kondisi optimum larva berkembang menjadi pupa dalam waktu 4-9 hari, kemudian pupa menjadi nyamuk dewasa dalam waktu 2-3 hari, sehingga pertumbuhan dan perkembangan dari telur, larva, pupa sampai dewasa memerlukan waktu kurang lebih 7-14 hari. (Soegijanto,2006). 2 Menurut Depkes RI (2005) tempat perkembangbiakan utama vektor demam berdarah yaitu tempat-tempat penampungan air berupa genangan air yang tertampung di suatu tempat atau bejana di dalam atau sekitar rumah atau tempat-

tempat umum, biasanya tidak melebihi jarak 500 meter dari rumah. Nyamuk ini biasanya tidak dapat berkembangbiak di genangan air yang langsung berhubungan dengan tanah. Jenis tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti adalah tempat penampungan air untuk keperluan sehari-hari (drum, tangki reservoir, tempayan, bak mandi dan ember), tempat penampungan air bukan untuk keperluan sehari-hari (tempat minum burung, vas bunga, perangkap semut dan barang-barang bekas seperti ban, kaleng, botol, plastik), serta tempat penampungan air alamiah (lobang pohon, lobang batu, pelepah daun, tempurung kelapa dan potongan bambu).2 Penyakit DBD masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia. Jumlah penderita dan luas daerah penyebarannya semakin bertambah seiring dengan meningkatnya mobilitas dan kepadatan penduduk. Di Indonesia Demam Berdarah pertama kali ditemukan di kota Surabaya pada tahun 1968, dimana sebanyak 58 orang terinfeksi dan 24 orang diantaranya meninggal dunia (Angka Kematian (AK) : 41,3 %). Dan sejak saat itu, penyakit ini menyebar luas ke seluruh Indonesia.1 Salah satu kota di Indonesia dengan angka kejadian DBD yang cukup banyak adalah Kota Cimahi. Jumlah penderita DBD hingga akhir 2010 di Kota Cimahi tercatat sebanyak 1.792 kasus dengan 9 orang di antaranya meninggal. Dinas Kesehatan Kota Cimahi mencatat, angka penderita DBD pada 2010 mengalami penurunan, jika dibandingkan dengan temuan kasus DBD pada 2009 lalu, yang mencapai sebanyak 2.039 penderita dan 7 orang di antaranya meninggal. Diperkirakan, penurunan kasus DBD pada 2010 jika dibandingkan

dengan temuan kasus DBD pada 2009, dikarenakan adanya anomali cuaca. Beberapa wilayah yang masih dianggap sebagai daerah endemik DBD di Kota Cimahi, meliputi Kelurahan Cibabat, Cibeureum, dan Kelurahan Cigugur, Kota Cimahi.3 Pada penelitian yang dilakukan di kabupaten Karang Anyar tentang akuntabilitas program pemberantasan Demam Berdarah Dengue termasuk Program Pemberantasan Sarang Nyamuk, sudah cukup efektif hanya saja terdapat banyak kekurangan pada saat pelaksanaan program serta tujuan untuk mencapai Angka Bebas Jentik pun belum tercapai secara maksimal. Tujuan untuk menurunkan angka kematian pada kabupaten Karang Anyar sudah tercapai.4 Dinkes Yogyakarta menunjukkan pada tahun 2012 total kasus DBD kurang lebih 1.000 kasus, sementara selama awal 2013 hingga April telah mencapai 1.461 kasus. Hal ini menunjukka masih butuh nya penggalakkan tentang program Pemberantasan Sarang Nyamuk di Indonesia.5

1. http://www.depkes.go.id/downloads/publikasi/buletin/BULETIN%20DBD.pdf

2. http://www.indonesian-publichealth.com/2013/02/karakteristik-nyamukdemam-berdarah.html 3. http://m.pikiran-rakyat.com/node/133234 4.
Nomor Kelas : Penulis Utama : Penulis Tambahan : Umi a 2008 Umi Hariyanti

1.
Nim : Tahun : Badan Corporate : Judul : Judul Seragam : Judul Seri : Edisi : Imprint : Kolasi : Sumber : Subyek : Jenis Dokumen : Surakarta - FISIP - 2008 xiv, 117 hal.; UNS-FISIP Jur.Ilmu Administrasi Negara D.0101097-2008 KESEHATAN MASYARAKAT Skripsi Akuntabilitas pelaksanaan program pemberantasan penyakit demam berdarah dengue oleh dinas kesehatan kabupaten Karanganyar D.0101097 2008

5.

http://www.ciputranews.com/kesra/dinkes-yogyakarta-imbau-masyarakat-

galakkan-pemberantasan-sarang-nyamuk