Anda di halaman 1dari 25

Senyawa Aromatis Sifat yang memberi aroma pada senyawa tsb Terdiri dari gol aromatik hidrokarbon dan

aromatik heterosiklik Contoh senyawa heterosiklik aromatik : piridin, furan, pyrol dan sebagainya. Beberapa contoh senyawa turunan benzena OH dijumpai di alam :
OH OCH3 OCOCH3

eugenol m cengkeh CH2CH = CH2

metil salisilat (terdpt dalam m gondopura)

Contoh ;
O HC=CHCCH3 OH
OCH3

CHO
Sinamaldehida dalam m kayu manis

Vanilin (aroma makanan)

O OCCH3

COOH

CH2CHCH3 NH3

CHO
Aspirin (analgesik)

Benzedrine (stimulan)

Tatanama Benzena
Tatanama umum dan struktur dari beberapa senyawa turunan benzena

Benzena dengan satu substituen nama seperti pemberian nama dalam senyawa alifatik. Sebagai gugus induknya berupa nama benzena.
Br NO2

bromo benzena

nitro benzena

Benzena dengan gugus alkil sebagai substituen diklasifikasikan sebagai golongan arena. 1. Apabila gugus alkil (atom C < 6 ) maka gugus alkil diambil sebagai substituen dan benzena sebagai nama induknya.

Contoh ;
CH2CH2CH2CH3

CH3 HC CH3

butil benzena

Isopropil benzena

2.Apabila gugus alkil (atom C > 6 ) maka benzen diambil sebagai substituen dan alkil sebagai nama induknya.
CH2CH2CHCH2CH2CH2CH3

3-fenil heptana

Benzena dengan dua gugus substituen diberi nama dengan awalan orto (o) bila substituen terletak pada posisi 1,2, awalan meta (m) pada posisi 1,3 dan para (p) Br pada posisi 1,4.
Br Br Br
o-dibromo benzena m-dibromo benzena

Br

P-dibromo benzena

Br

Benzena dengan tiga gugus substituen diberi nama dengan cara menunjukkan posisi substituennya.
CH3
2

CH3
1 5 6

Br

4-bromo-1,2-dimetil benzena

Tatanama umum senyawa turunan benzena sering dipakai sebagai induk dari nama benzena. Penomoran dimulai dari gugus fungsional untuk nama umum tersebut.
CH3 Cl
1
6 5 2 3

COOH Cl
6 5

1
2 3

Cl

2,6-dikloro toluena

3-kloro asam benzoat

NH2
1 6 2 6 5

OH
1 2 3

Br
4

CH3

3-metil anilin

2-bromo fenol

Naftalena Sistem penamaan, posisi substituen diberi nomor berdasarkan urutan penomoran sebagai berikut.
8 7 6 5 9 1 2

10

3
4

Sistem IUPAC

Nama Umum

Untuk naftalena yang mempunyai satu substituen maka isomernya mempunyai posisi yang berbeda
OH
OH

Nama umum Nama IUPAC

-naftol (1-naftol) 1-hidroksi naftalena

-naftol (2-naftol) 2-hidroksi naftalena

Struktur Benzena Teori Struktur Kekule, beberapa perbedaan sifat benzena dengan senyawa hidrokarbon tak jenuh; 1. Benzena tidak mengalami reaksi adisi tetapi mengalami reaksi substitusi. 2. Reaksi ini berlangsung dengan bantuan katalisator (mis; FeBr3 untuk reaksi brominasi). 3. Benzena tidak dapat/sulit dioksidasi dengan KMnO4 Sifat Kimia yang lain : a. Hanya dienal satu macam isomer C6H6 b. Dikenal tiga macam isomer dari C6H4Br2

Struktur benzena menurut Kekule

Struktur I

Struktur II

Berdasarkan struktur tersebut di atas dapat dikatakan bawa bromo benzena (C6H5Br) tidak mempunyai isomer
Br Br

Br

Struktur (C6H4Br2), Kekule menggambarkan struktur-strukturnya sebagai berikut;


Br Br Br Br

Br
o-dibromo benzena

Br
p-dibromo benzena

m-dibromo benzena

Struktur dibromo benzena dapat dituliskan dengan struktur Kekule yang berbeda
Br Br Br Br

Struktur I

Struktur II

Atas dasar penalaran di atas Struktur Kekule meramalkan bahwa ; dibromo benzena harus mempunyai lebih dari tiga buah isomer. Adanya kesetimbangan pada benzena

Tanda panah disini menyatakan pergeseran ikatan bukan pergeseran elektron.

Struktur benzena (Teori Linus Pauling)


H H

Atom C1 C6 dalam orbital hibrida SP2


Semua atom penyusunnya terletak dalam satu bidang.

Orbital P tegak lurus pada bidang


Atom C1 C6 terikat oleh orbital ikatan delokal

Kaidah Huckel;

senyawa aromatik adalah senyawa yang jumlah elektron nya memenuhi persamaan : 4 n + 2 (dimana harga n bil bulat) Orbital delokal pada cincin benzena mempunyai elektron 6 (sehingga n = 1) maka benzena adalah aromatik

Teori Resonansi Benzena merupakan senyawa aromatik, maka strukturnya harus dianalisis berdasarkan teori resonansi. Struktur resonansi benzena dapat ditulis sbb :

Struktur I

Struktur II

Baik struktur I maupun struktur II merupakan struktur nyata Berdasarkan sifat kimia dari benzena maka kedua struktur tersebut tidak ada bedanya.

Energi Resonansi dari Cincin Benzena Penentuan energi resonansi dapat ditentukan melalui penentuan kalor hidrogenasi. Percobaan I + H2 E = 28,6 kkal/mol
sikloheksena sikloheksana

Percobaan II + H2
1,4-sikloheksadiena

E = 57,2 kkal/mol
sikloheksana

Dari percobaan I dapat disimpulkan bahwa :


Adisi 1 mol siklohesena dengan 1 mol H2 dihasilkan kalor 28,6 kkal/mol Adisi 1 mol 1,4-sikloheksadiena dengan 2 mol H2 dihasilkan kalor 57,2 kkal/mol Bila struktur benzena (1,3,5-sikloheksatriena) diadisi dengan 3 mol H2 dihasil kan kalor 85,8 kkal/mol. Hasil percobaan memberikan kalor sebesar 49,8 kkal/mol, hal ini membuktikan bahwa kedua struktur yang ditunjukkan Kekule adalah identik.

Sifat fisik benzena Benzena merupakan zat non polar Titik didih benzena 80 0C Momen dipol senyawa benzena lebih besar dari pada momen dipol heksana Benzena mampu membentuk senyawa kompleks. C6H6 + AgClO4 [C6H6Ag]+ [ClO4]C6H6 + HCl [C6H6H]+ [Cl]-

Sifat fisik
Jenis Zat o-xylena m-xylena p-xylena Struktur
Br Br Br Br

Td (0C) 144 139

Br

Br

134

Momen dipol untuk ketiga isomer dari senyawa xylena


CH3 CH3 CH3 o-xylena m-xylena CH3

CH3

1(o-xylena) > 2(m-xylena) > 3(p-xylena)

CH3 p-xylena

Sifat kimia benzena Reaksi brominasi; Reaksi substitusi elektrofilik dengan brom ditulis dengan persamaan reaksi sebagai berikut :
2 Fe + 3 Br2 2 FeBr3
+ Br2
FeBr3

Br

+ HBr

Mekanisme reaksinya sbb :


Tahap 1 Tahap 2 Br+ Br- + FeBr3 FeBr4- + Br+ FeBr4H

FeBr3 + BrBr + H + Br

+ Br+

Tahap 3

Br

Br

+ Br

+ HBr
Bromo benzena

Contoh soal : Reaksi alkilasi Friedel-Crafts antara 1-kloropropana dengan benzena menggunakan katalisator AlCl3 menghasilkan 78 % isopropil benzena dan 22 % propil benzena
CH3CH2CH2 Cl + CH3CH2CH2 + CH3CH2CH2
Karbokation primer

+ AlCl4

+ CH3CHCH3
Karbokation sekunder

Reaksi berikutnya;
+ + CH3CHCH3

CH3

CH
CH3
Isopropil benzena 78 %

+ CH2CH2CH3

CH2CH2CH3
propil benzena 22 %

Pengarah gugus fungsi pada cincin aromatik


Jika fenol dilakukan reaksi nitrsi akan menghasilkan orto nitrofenol dan para nitrofenol
OH

+
fenol

+ NO2

OH

NO2

OH

+
o-fenol NO2 p-fenol

Jika nitro benzena dilakukan reaksi nitrasi maka sebagian besar hasilnya adalah m-dinitrobenzena
NO2

+
nitrobenzena CH3

+ NO2

NO2 NO2 m-dinitrobenzena CH3 NO2 CH3

+
toluena

+ NO2

+
o-toluena NO2 p-toluena

Atas dasar kenyataan reaksi tersebut di atas maka dapat dikatakan bahwa gugus OH mengarahkan substituen pada posisi orto / para sedang gugus NO2 mengarahkan substituen pada posisi meta.

Pengarah gugus pada reaksi substitusi cincin aromatik Pengarah ortp dan para Pengarah meta - NH2 ; - NHR ; - NR2 - COR - OH - CO2R - OR - SO3H - NHCOR - CHO - C 6H 5 - COOH - R (alkil) - CN - X (F, CL, Br dan I) - NO2 -NR3

Senyawa polisiklik aromatik


8 7 6 9 1 2 3 4

10

naftalena

antrasena

fenantrena

Atom C1 C10 terletak dalam sebidang dengan orbital p yang tegak lurus pada bidang tersebut Jumlah elektron dalam struktur naftalena adalah 10 maka menurut kaidah Huckel naftalena bersifat aromatik

Struktur I

Struktur II

Struktur III

Berdasarkan penulisan struktur resonansi maka penulisan struktur naftalena adalah sbb :
Struktru tersebut mempunyai arti bahwa : Elektron p hanya ada 10 elektron. Jarak antar atom C dalam naftalena semua sama seperti dalam struktur benzena.
naftalena

Pada kenyataannya jarak antar atom C berbeda satu dengan yang lain

Reaksi Kimia Naftalena dengan Br2


Br

+ Br2

FeBr3

+ HBr

Mekanisme reaksinya sbb : Br+ Br- + FeBr3 FeBr4- + Br+ FeBr4FeBr3 + Br H

+ Br+
naftalena

Br +

Br

zat antar karbokation

1-bromo naftalena

Kemungkinan mekanisme yang lain


+ H

+ Br+
naftalena

Br
zat antar karbokation 2-bromo naftalena

Br