Anda di halaman 1dari 7

Prosedur Penanganan Faktor Resiko

Tabel 1 menjelaskan mengenai protokol penanganan faktor resiko yang dapat menghasilkan suatu perawatan gigi yang optimal. Semua pasien yang termasuk dalam kelompok dengan faktor resiko mendapat edukasi mengenai pembersihan plak dan diet yang baik agar dapat mengendalikan jumlah dan frekuensi dari konsumsi karbohidrat.

Pasien Resiko Karies Rendah (Low-risk patient)

Pasien dengan resiko karies rendah biasanya menunjukkan riwayat lesi karies yang sedikit, begitu juga dengan riwayat ekstraksi, maupun restorasi. Kombinasi bakteri oral, kebersihan mulut (oral hygiene), diet, aplikasi fluor, atau komposisi dan aliran saliva yang mereka miliki mempunyai efek proteksi terhadap penyakit karies. Namun, hal ini juga tidak dapat dipastikan secara mutlak. Apabila keseimbangan antara faktor proteksi dan faktor patogenik di dalam mulut berubah secara signifikan, pasien juga dapat menjadi rentan terhadap karies. Sebagai contoh, pemberian obatobatan yang mempunyai efek samping berupa hiposalivasi yang berlebihan dapat mengubah aliran saliva secara signifikan sehingga menempatkan pasien pada kondisi kategori high atau extreme-risk. Sebaliknya, pada pasien yang dilihat memiliki banyak restorasi serta kehilangan gigi, belum tentu berarti pasien tersebut termasuk dalam kategori high-risk. Pasien yang sebelumnya memiliki banyak riwayat karies yang tidak terkontrol, kehilangan gigi, maupun restorasi dapat saja menjadi low-risk pasien apabila pasien secara berkala dan efektif mengontrol faktor-faktor resikonya. Strategi menejemen perawatan untuk pasien dengan resiko rendah (low-risk pasien) adalah dengan mempertahankan kondisi seimbang faktor-faktor proteksi yang dimilikinya serta membuat pasien sadar bahwa faktor resiko seseorang dapat berubah kapan pun, tergantung dari pemeliharaan yang dilakukan. Pasien dengan resiko rendah (low-risk pasien) pada umumnya jarang memerlukan bantuan profesional/dokter gigi, sehingga frekuensi kunjungan mereka menjadi sedikit. Namun apabila dalam pemeriksaan ditemukan perubahan pada oral hygiene, level bakteri, diet, aliran saliva, atau kadar fluor, maka dokter gigi perlu melakukan pemeriksaan berkala selama beberapa waktu untuk mengontrol kondisi keseimbangan faktor-faktor yang ada pada pasien. Menurut Guidelines for

Prescribing Dental Radiographs tahun 2004, kebutuhan pasien yang termasuk dalam kategori resiko rendah untuk melakukan pemeriksaan radiografis bitewing adalah setiap 24-36 bulan sekali.

Pasien Resiko Karies Sedang (Moderate-Risk Patient)

Pasien dengan resiko karies sedang adalah pasien yang memiliki faktor lebih tinggi daripada low-risk pasien, namun lebih rendah dari high-risk pasien. Faktorfaktor resiko ini diidentifikasikan berdasarkan prosedur pemeriksaan. Untuk menetapkan kategori pasien resiko sedang (moderate-risk pasien) memang lebih sulit dibandingkan menetapkan low-risk pasien atau high-risk pasien. Pasien dengan resiko sedang biasanya memiliki beberapa faktor resiko. Keseimbangan karies pada lingkungan rongga mulut pasien ini memiliki kecenderungan yang besar untuk berubah menjadi high-risk pasien apabila terjadi sedikit perubahan. Pada pasien moderate-risk terapi pemberian fluor dapat membantu menjaga keseimbangan faktor proteksi dan menghambat perkembangan penyakit. Moderate-risk pasien membutuhkan pemeriksaan radiografi lebih sering dibandingkan dengan low-risk pasien, yaitu dengan interval 18-24 bulan, tergantung faktor resiko yang dimiliki tiap individu. Intervensi terhadap faktor resiko, seperti konsultasi saran diet, instruksi oral hygiene, dan kumur fluor topikal pada pasien moderate-risk membutuhkan perhatian lebih dan frekuensi yang lebih banyak. Penggunaan sealant untuk pencegahan karies direkomendasikan untuk pasien dalam kategori ini.

Pasien Resiko Karies Tinggi (High-Risk Patient)

Pasien dengan resiko karies yang tinggi adalah pasien yang biasanya lebih sering memiliki karies gigi, terutama lesi yang berupa kavitasi. Pengamatan terhadap lesi karies yang dapat dilihat secara klinis merupakan indikator yang kuat bahwa penyakit karies dapat berkembang luas dan menghasilkan lebih banyak lagi karies pada gigi lainnya. Hal ini dapat dicegah dengan intervensi melalui terapi kimiawi untuk menurunkan aktivitas bakteri dan meningkatkan proses remineralisasi. Seseorang yang tidak memiliki lesi karies mungkin saja termasuk juga dalam high-

risk pasien apabila pasien memenuhi paling sedikit 2 faktor atau lebih yang berkaitan dengan kategori high-risk pasien. Pasien dengan tingkat resiko yang tinggi memerlukan menejemen perawatan yang lebih agresif untuk mengeliminasi atau mengurangi kemungkinan terjadinya karies baru maupun karies rekuren. Pada pasien high-risk terdapat perawatan standar yang wajib dilakukan, yaitu antara lain tes bakteri secara berkala, perawatan antimikrobial, penggunaan pasta gigi dengan kadar NaF 1,1 %, aplikasi varnish NaF 5%, dan konsumsi xylitol (detail dapat dilihat pada Tabel 1). Frekuensi pemeriksaan radiografi berkala yang diperlukan adalah setiap 6 12 bulan sekali.

Pasien Resiko Karies Ekstrim (Extreme-Risk patient) Pasien dengan resiko karies yang akstrim (Extreme-Risk patient) adalah kategori pasien high-risk yang memiliki kebutuhan khusus atau memiliki kondisi tertentu yang menyebabkan pasien mengalami hiposalivasi yang parah. Pasien dalam kategori ini jelas membutuhkan penanganan yang lebih agresif dan jumlah kunjungan dokter gigi yang lebih sering dibandingkan dengan high-risk pasien. Pada pasien extreme-risk memiliki kekurangan dalan kemampuan buffering dari saliva. Selain itu jumlah mineral kalsium dan fosfat yang dibutuhkan untuk remineralisasi pada pasien ini juga kurang. Hal inilah yang mengakibatkan pasien menjadi sangat rentan tehadap penyakit karies. Terapi khusus perlu diberikan pada pasien extreme-risk, seperti kumur larutan buffer (contoh : baking soda, dsb) dimana larutan buffer ini dapat menggantikan fungsi normal pembersihan alami (cleansing) dan buffering dari saliva. Pemberian pasta kalsium dan fosfat juga diperlukan untuk membantu proses remineralisai struktur gigi berkaitan dengan serangan asam dari makanan.

Antimikroba

Antimikroba penting untuk melawan bakteri infeksius patogen penyebab karies gigi. Fakta membuktikan bahwa penanganan karies gigi tidak dapat dilakukan hanya dengan melalui satu terapi saja. Sampai ssat ini penelitian masih dilakukan untuk segera memproduksi produk yang dapat merangsang pembentukan biofilm yang sehat dengan cepat dan permanen. Pemakaian produk yang ada saat ini membutuhkan repetisi atau pengulangan dalam interval terntentu, tergantung dari kondisi pasiennya. Pasien dan klinisi harus mengerti bahwa modifikasi biofilm tidak dapat terjadi hanya

dalam satu malam. Proses ini membutuhkan waktu beberapa bulan, atau bahkan bertahun-tahun. Kloheksidin merupakan salah satu antimikroba yang terbukti efektif untuk pasien dengan resiko karies. Klorheksidin terbukti secara klinis dapat menurunkan level MS dan mengurangi rekurensi karies. Namun, klorheksidin memiliki efektifitas yang rendah terhadap Lactobaccilus di dalam flora mulut. Iodine terbukti efektif untuk digunakan pada pasien muda. Namun, penelitian mengenai tingkat efektifitasnya pada orang dewasa masih dikembangkan lebih lanjut. Dalam praktik sehari-hari pasien maupun klinisi sering menkombinasikan berbagai produk antimikroba. Efektifitas kombinasi antimikroba sampai saat ini belum dapat dibuktikan secara ilmiah. Kemungkinan kombinasi antimikroba bersamaan dengan terapi faktor resiko lainnya dapat membawa perubahan dalam lapisan biofilm yang menguntungkan. Pada pasien dengan faktor resiko tinggi (high-risk patient) dan ekstrim (extreme-risk patient) penggunaan antimikroba yang agresif sangat diperlukan, begitu juga dengan terapi fluor yang adekuat.

Rekomendasi Prosedur

Tabel 1 menjelaskan mengenai rekomendasi prosedur yang dapat dilakukan berdasarkan teori. Seringkali pasien maupun dokter gigi mengusahakan seluruh terapi terbaik yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan rongga mulut. Keberhasilan pola terapi yang seperti ini masih belum dapat dibuktikan secara ilmiah. Keputusan untuk melakukan terapi tambahan atau terapi preventif harus dipertimbangkan secara matang berkaitan dengan resiko dan biaya yang dibutuhkan untuk melakukan terapi ini.

Contoh Rencana Perawatan Pada Pasien Resiko Rendah (Low Risk Patient)

Pasien No.1 Low caries risk : 24 tahun, wanita, tidak ada riwayat karies, kehilangan gigi, atau tambalan, saat

pemeriksaan tidak ditemukan lesi karies, aliran saliva cukup, oral hygiene baik, kunjungan terakhir ke drg lebih dari 3 tahun yang lalu, keluhan utama gigi anterior retak.

Fase 0 : Pemeriksaan periodik seluruh rongga mulut

Fase I : Perawatan periodontal Instruksi oral hygiene Rekomendasi pasta ATC dengan Fluoride (1000 atau 1100 ppm Fluoride) Rekomendasi larutan kumur ATC (0,05 % Sodium Fluoride) setiap hari sebagai tambahan pasta gigi Rekomendasi permen karet xylitol setiap hari

Fase II : Gigi no. 19 : tumpatan porcelain fused to metal

Fase III : Tidak ada indikasi protesa

Fase IV : Pemeriksaan berkala dalam 12-24 bulan mendatang Pemeriksaan radiograf bitewing dalam 24-36 bulan mendatang

Contoh Rencana Perawatan pada Moderate-Risk Patient

Pasien No. 2 Moderate caries risk : 45 tahun, pria, ada riwayat beberapa restorasi dan kehilangan gigi, riwayat operasi periodontal, tidak ditemukan lesi karies baru, tidak ada riwayat penambalan dalam 3 tahun terakhir, oral hygiene sedang, menggunakan obat yang menurunkan aliran saliva, pemeriksaan

rediografi terakhir 6 bulan yang lalu, keluhan utama molar bawah pecah.

Fase 0 : Pemeriksaan periodik seluruh rongga mulut

Fase I : Perawatan periodontal Instruksi oral hygiene Rekomendasi pasta ATC dengan Fluoride (1000 atau 1100 ppm Fluoride) Rekomendasi larutan kumur ATC (0,05 % Sodium Fluoride) setiap hari sebagai tambahan pasta gigi Rekomendasi permen karet xylitol setiap hari

Fase II : Gigi no. 19 : tumpatan porcelain fused to metal

Fase III : Gigi tiruan sebagian

Fase IV : Pemeriksaan berkala dalam 12 bulan mendatang Pemeriksaan radiograf bitewing dalam 12 bulan mendatang Perawatan periodontal setiap 3 bulan sekali

Pasien No. 2 Moderate caries risk : 45 tahun, pria, ada riwayat beberapa restorasi dan kehilangan gigi, riwayat operasi periodontal, tidak ditemukan lesi karies baru,