Anda di halaman 1dari 5

PENATALAKSANAAN

TUJUAN - Mencapai remisi lengkap, baik remisi hematologi, remisi sitogenik, maupun remisi biomolekular. 1. Remisi hematologi : jumlah sel darah lengkap normal dan pemeriksaan fisik normal (tidak ada organomegali) 2. Remisi sitogenetika : kembali normal dengan sel kromosom Ph-positif 0% 3. Remisi biomolekular : hasil polymerase chain reaction

negatif untuk mutasi BCR/ABL mRNA

Penatalaksanaan CML tergantung pada fase penyakit, yaitu :


inhibitor tyrosine kinase BCR-ABL 400 mg/hari setelah makan, ditingkatkan sampai 600mg/hari penghambat sintesis deoksinukleotida Dosis yang digunakan 30mg/kgBB/hari

MESYLATE IMATINIB (GLEEVEC)

HYDROXIURIA

FASE KRONIK
BUSULPHAN (MYLERAN)
agen alkylating 0,1-0,2 mg/kgBB/hari

INTERFERON

Mengontrol jumlah sel darah putih dan menunda onset transformasi akut 3-5 juta IU / di subkutan.

FASE AKSELERASI DAN FASE BLAST

- Ditandai dengan penurunan respon remisi dan munculnya sel blast perifer ( 15%), promyelocytes ( 30%), basofil ( 20%), dan jumlah trombosit kurang dari 100.000 sel / uL. - Untuk mencapai remisi hematologis diperlukan obat mielosupresif: - Begitu tercapai remisi hematologis dilanjutkan dengan terapi interferon dan transplantasi sumsum tulang.

TERAPI SUPORTIF

SPLENEKTOMI

TRANSPLANTASI SUMSUM TULANG

Indikasi transplantasi sumsum tulang : Usia tidak lebih dari 60 tahun Ada donor yang cocok Termasuk golongan resiko rendah menurut perhitungan Sokal, berdasar pada : - Umur - Ukuran pembesaran ginjal - Jumlah platelet - Persentasi sel blasts yang ada di dalam darah

PROGNOSIS
Sekitar 20-30% penderita meninggal dalam waktu 2 tahun setelah

penyakitnya terdiagnosis dan setelah itu sekitar 25% meninggal setiap


tahunnya. Banyak penderita yang bertahan hidup selama 4 tahun atau lebih setelah penyakitnya terdiagnosis, tetapi pada akhirnya meninggal pada fase

akselerasi atau krisis blast.


Angka harapan hidup rata-rata setelah krisis blast hanya 2 bulan, tetapi kemoterapi kadang bisa memperpanjang harapan hidup sampai 8-12 bulan