Anda di halaman 1dari 15

ANALISIS UNSUR INTRINSIK CERPEN KUTITIPKAN CINTAKU PADAMU KARYA SEPTHI PERMENDKARET

MAKALAH

Oleh : 1. Nurul Ristiana 2. Roudhotul Ulumiyah 3. Umi Syafaatun Khasanah

iv

YAYASAN PONDOK PESANTREN ATTANWIR MADRASAH ALIYAH ISLAMIYAH TALUN SUMBERREJO BOJONEGORO TAHUN PELAJARAN 2012/2013

ANALISIS UNSUR INTRINSIK CERPEN KUTITIPKAN CINTAKU PADAMU KARYA SEPTHI PERMENDKARET

MAKALAH
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Pelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia
Guru Bidang Studi : H. Jamaah, S.Pd

Oleh : 1. Nurul Ristiana

iv

2. Roudhotul Ulumiyah 3. Umi Syafaatun Khasanah

YAYASAN PONDOK PESANTREN ATTANWIR MADRASAH ALIYAH ISLAMIYAH TALUN SUMBERREJO BOJONEGORO TAHUN PELAJARAN 2012/2013
LEMBAR PENGESAHAN
Makalah ini telah disusun untuk memenuhi tugas Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, pada :

Hari Tanggal Pukul Tempat

: : : : Yayasan Pondok Pesantren At Tanwir Madrasah Aliyah Islamiyah Talun,Sumberrejo,Bojonegoro.

Talun, .Mei 2013 Mengetahui, Mudirut Madrasah Pembimbing

Drs. MUSTAM, S.Pd

H. JAMAAH, S.Pd

iv

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah yang maha kuasa atas berkat dan rahmat-nya, sehingga pemakalah dapat menyelesaikan makalah, yaitu yang berjudul ; Analisis Unsur Intrinsik Cerpen Kutitipkan Cintaku Padamu Karya Septhi Permendkaret.. Suatu hal yang yang tidak dapat dipungkiri sekarang bahwa setiap orang ketika di hadapkan dalam suatu permasalahan dan terkadang sulit mencari pemecahan masasalahnya, disini pemakalah mencoba untuk menganalisis makna kehidupan melalui makalah yang kami buat ini. Pemakalah mengucapkan banyak terima kasih kepada guru bahasa Indonesia yaitu Ust. H. Jamaah, S.Pd. yang telah membimbing pemakalah agar dapatmengerti tentang bagaimana cara kami menyusun karya tulis ilmiah. Untuk dapat memahami unsur-unsur yang terdapat dalam sebuah cerpen dan mengartikan makna dalam cerpen tersebut, semoga pemakalah dapat memahami, menelaah, mengartikan, serta dapat melaksanakan dalam kehidupan sehari-hari, yang pada akhirnya kita akan bias mengoreksi diri dan bias membandingkan mana yang baik dan mana yang buruk. Semoga makalah yang kami susun ini dapat bermanfaat bagi kita semua, kami sebagai manusia biasa tidak lepas dari kesalahan. Mungkin dalam penyusunan makalah ini ada suatu kesalahan kami mohon kritik dan saran dari pembaca.

Bojonegoro, 20 Mei 2013

Penyusun

iv

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ................................................................................................... i HALAMAN PENGESAHAN ..................................................................................... ii KATA PENGANTAR ................................................................................................ iii DAFTAR ISI ............................................................................................................... iv BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................... 1 A. Latar Belakang ................................................................................................ 1 B. Identifikasi Masalah ........................................................................................ 1 C. Batasan Masalah .............................................................................................. 1 D. Rumusan Masalah ............................................................................................ 2 E. Tujuan Pembahasan ......................................................................................... 2 F. Kajian Pustaka ................................................................................................. 2 BAB II PEMBAHASAN ............................................................................................ 5 A. Penokohan Cerpen Kutitipkan Cintaku Padamu Karya Septhi

Permendkaret.................................................................................................... 5 B. Latar/ setting Cerpen Kutitipkan Cintaku Padamu Karya Septhi Permendkaret.................................................................................................... 7 C. Amanat Cerpen Perempuan Dalam Baju Zirah Karya Trudonahu Abdurrahman Raffles. ...................................................................................... 9 BAB III PENUTUP .................................................................................................... 11 A. Kesimpulan ..................................................................................................... 11 B. Saran ................................................................................................................ 11 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................. 13

iv

KUTITIPKAN CINTAKU PADAMU


Cerpen Karya: Septhi Permendtkaret Muhammad Aqil Al Fatih Itu nama salah satu mahasiswa sekaligus seniorku. Mahasiswa lain biasa memanggilnya Aqil, tapi tidak denganku, aku lebih senang memanggilnya Alfath. Kebiasaanku mengganti nama orang memang sudah melekat kuat pada diriku. Semua berawal dari PROSPEK. Kebetulan aku mahasiswa baru disalah satu Universitas Islam di kota Sangatta Kaltim. Jadi mau tidak mau aku harus mengikuti Program Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (PROSPEK). Oh iya, namaku Azzna, nama yang diambil dari nama depan dan akhiran, begitulah orang-orang mendeskripsikannya. Lengkapnya Azzatul Khusna. Waktu itu tepat seorang panitia prospek berteriak nyaring disampingku. Owh My God, very noisy!!! hanya kata itu yang aku ucapkan dalam hati. Setelah aku membelokkan kepalaku kurang lebih berbelok 90 derajat, kira-kira segitulah, karna aku juga tidak sempat mengukur berapa derajat kepalaku berbelok. Seorang laki-laki bertubuh tidak terlalu tinggi, berhidung mancung dan kalau aku bandingkan dengan laki-laki kebanyakan, dia termasuk laki-laki yang berkulit putih bersih, wajahnya terlihat sangat kalem dan religius. Tapi lupakan dulu gambaran dari panitia yang aku ceritakan tadi, karna aku juga bukan type-kal cewe yang selalu menomor satukan fisikly. Dan semenjak itu ada kebencian yang tertanam dihatiku. Aku hanya kurang suka dengan sikapnya itu, aku tidak suka ada orang yang berteriak didekatku. Waktu terus berjalan, dari prospek hari pertama, hari kedua, hari ketiga, dan aku merasa ada yang aneh denganku. Diam-diam aku suka memperhatikan seniorku itu, bahkan dengan berbagai alasan aku mendekatinya, tidak bisa disebut mendekatinya juga, karna aku hanya ingin melihatnya lebih dekat, paling tidak

iv

dari jarak yang tidak lebih dari satu meter. sampah.. yahh hanya itu yang bisa aku jadikan alasan. Dia berdiri tidak jauh dari tong sampah berukuran sedang, dua kali aku mondar-mandir memungut kertas/ plastic yang tidak terpakai, jelas memang aku seperti orang yang kurang kerjaan, tapi aacchhh.. aku tidak peduli, aku hanya ingin melihat kakak senior, just it. Tiba waktunya para mahasiswa baru (peserta prospek., termasuk aku) harus meminta tanda tangan panitia-panitia prospek. Banyak panitia yang baik hati memberikan tanda tangannya tanpa si mahasiswa harus bersusah payah menuruti satu persatu perintah dari panitia. Tapi sepertinya hanya aku yang aneh, aku sibuk mencari dimana keberadaan salah satu panitia disana. Alhamdulillah, aku melihatnya, Thanks God, aku langsung mendekati rerumunan mahasiswa yang sedang asik meminta tanda tangan dari seorang panitia. Dan kini bukan satu meter lagi jarak aku dengan panitia itu. Aku bisa melihat jelas wajahnya, dia berada tepat dihadapanku, aku melihat dia bertanda tangan atas nama Muhammad Aqil Al Fatih. Itu dia namanya, sekarang aku tau siapa namanya. Nama yang indah seperti keindahan yang terpancar dari wajahnya. Dan otomatis, aku tidak mau melewatkan kesempatan itu, setelah mendapat tanda tangannya, aku masih tetap berdiri tegap disana, memandangnya dengan kekaguman yang luar biasa, mengagumi ciptaan Allah dengan jantung yang terus berdetak kencang. Prospek hari keempat, sekaligus prospek terakhir yang kami ikuti, aku dan mahasiswa lainnya, senang, sedih bercampur seperti gado-gado yang tidak enak dibenakku. Pukul dua siang, seorang dosen memberikan materi terakhirnya. Aku mendengarkan dengan seksama, tetapi otakku terhenti saat aku menyadari Muhammad Aqil Al Fatih berdiri disamping kursi yang sedang kududuki. Astaga, Kak Alfath,.. aku terpekik pelan, aku terlalu senang dengan detik ini, detik yang memporak-porandakan otak dan hatiku. Dan bukan lagi seperti gadogado yang bercampur aduk, melainkan seperti tomat yang diblender, berkolaborasi dengan gula, air, es batu yang teraduk dalam satu tempat. (huuuhhhh.. ) aku menarik pelan nafasku dan mulai mencari inspirasi untuk

iv

memunculkan ide-ide konyol sesion 2, selain ide sampah kemarin. (Ohh inspirasi.. datanglah.. datanglah..) Aku menjatuhkan pulpenku, bertujuan agar Kak Alfath bersedia mengambilkan untukku, dan sial.. pulpen itu tidak bisa diajak kolaborasi dengan baik. Ntah apanya yang salah, tanganku yang terlalu berdosa atau memang pulpenku yang sedang tidak mood bekerjasama denganku. Pulpen itu meluncur dengan tidak terkontrol. Alhasil, seorang laki-laki bertubuh besar yang duduk didepanku berbaik hati mengambil pulpen itu untukku. makasih.. itu yang aku ucapkan pada laki-laki itu dengan imbuhan senyum kecut yang sok manis. Berhubung hari terakhir prospek, jadi malamnya diadakan acara malam penutupan prospek. Panjang ceritanya aku bisa dapat nomor HP Kak Alfath, tetap dengan berbagai alasan konyol, yang intinya, seusai prospek aku sudah bersmsan dengannya, yang aku tau sekarang, dia orang yang cukup pendiam, kaku seperti robot, atau memang karna aku yang belum mengenalnya lebih dekat. Tapi tenang saudara-saudara, sikap Kak Alfath yang seperti itu tidak lantas mematahkan semangatku. Kampus mengadakan kemah mahasiswa disebuah pedesaan selama empat hari. Selama kemah mahasiswa itu, aku semakin menambah pengalaman dan wawasanku. Berbaur dengan warga sekitar, sangat menyenangkan. Terlebih lagi dengan adanya Kak Alfath, meski ada dia, tidak setiap saat aku bisa bertemu dengannya. Kami memang bersmsan, tapi bukan berarti kami jadi dekat, yang seperti aku bilang tadi, Kak Alfath seperti robot, tidak asik, kalaupun tidak sengaja aku bertemu dengannya, tidak ada tegur sapa sama sekali. Lambat laun, masih melalui sms, aku mulai tidak canggung lagi, obrolanku juga agak menjurus kearah rayuan, aku tidak peduli, aku bukan orang yang gengsi untuk merayu lawan jenisku, jelas yang aku maksud disini bukan rayuan seperti perempuan genit, nakal atau sebagainya. Kalau tidak percaya, aku akan beri salah satu rayuan terbaikku itu, Ehm.. kalau boleh jujur, ada satu hal yang aku suka dari kakak, aku suka mata kakak, indah,, bersinar,, aku boleh panggil kakak bintang?. . gimana
iv

menurut kalian? Bukan seperti perempuan genit yang berusaha menggoda lawan jenisnya kan? Dari situ Kak Alfath mulai merespon, aku tidak tau itu harapan atau hanya sekedar formalitas saja. Kak Alfath juga mulai tidak canggung membalas kata-kataku, kami bisa lebih saling mengenal satu sama lain, dengan berbagai pertanyaan yang bertujuan memancing sang idolapun kukerahkan satu persatu, hingga aku tau banyak tentang Kak Alfath, dari makanan favorit, minuman favoritnya sampai hal terkecil aku berusaha untuk mengetahuinya. Dia terlihat lebih menyenangkan bila seperti ini. And all my love Im holding on forever Reaching for the love that seem So far.. So i say a little prayer Andhope my dream will take me There Where the skies are blue To see you once again my love Oversees from coast to coast To find the place i love the most Where the fields are green To see you once again my love Lirik lagu favoritku westlife-my love persis menggambarkan perasaanku saat ini. Empat hari berlalu, kemah mahasiswapun hanya bisa dikenang. Akhirnya aku kembali dirumah. Aku masih bingung dengan perasaanku kepada Kak Alfath. Aku terus memikirkannya, dan itu membuat hatiku tidak tenang. Seusai shalat maghrib, aku menengadahkan tanganku pada-Nya. Ya Allah,, Ya Rob,, nama Kak Alfath sungguh semakin melekat dihati ini, kebencian yang pernah tertanam pada diri hamba kepada Kak Alfath sudah tidak ada dihati hamba, kebencian itu lantas menjadi jembatan untuk hamba

iv

masuk kedalam hati Kak Alfath, tentu hamba hanya ingin selalu melihat Kak Alfath dalam keadaan yang baik, berikanlah yang terbaik untuknya, amiinn.. Didalam bait doaku, aku selalu melampirkan nama Kak Alfath, perasaanku akhir-akhir ini gelisah tidak melihat Kak Alfath. Ini pertama kali aku merasakan hal aneh seumur hidupku. Apa aku jatuh cinta? Ntahlah.. sepertinya begitu. Semakin hari aku semakin tersiksa dengan perasaan ini, aku menangis dalam keheningan malam-malamku. Dadaku terasa sesak bila terus-terusan sepeti ini, cinta pertama yang kualami terasa menyesakkan. Bukan hanya perasaanku, tapi semua yang aku punya untuk mencintai Kak Alfath, semuanya terasa sakit. Kembali aku berdoa pada shalat tahajud yang aku lakukan, Maha Suci Allah.. Engkau yang tau perasaan hamba, sungguh sampai detik ini, hamba tidak bisa berhenti memikirkan Kak Alfath, tanpa kusadari air mata jatuh tepat dimukena putih yang aku kenakan. Apa hamba salah jika hamba mengharapkan Kak Alfath mempunyai perasaan yang sama? Apa hamba terlalu egois jika hamba berpikir seperti itu? Tunjukan jalanmu Ya Allah.. Tidak bisa memiliki orang yang kusayang, terlebih lagi ini cinta pertamaku, itu sangat menyedihkan. Apa yang harus kulakukan agar Kak Alfath bisa sedikit membuka hatinya untukku? Kurang lebih beberapa hari ini aku mencari tau informasi tentang Kak Alfath melalui teman-teman seangkatannya. Kini aku tau, perempuan seperti apa yang bisa menarik hatinya. Aku memulai dengan merubah penampilanku menjadi lebih feminim, semua orang tau aku bukan perempuan yang bisa dikatakan feminim, bahkan sangat jauh dari itu, aku lebih sering memakai rok sekarang, walaupun itu tidak nyaman untukku, tapi kalau dipikir dengan akal sehat, memang bagus merubah diri menjadi yang lebih baik, karna kodrat seorang perempuan harus seperti itu. Malam ini aku memberanikan diri untuk menanyakan suatu pada Kak Alfath melalui sms yang aku kirimkan padanya, aku juga bukan perempuan yang suka berlama-lama berbasa-basi. Ini sms yang aku kirimkan,

iv

Kak, apa kakak udah punya pacar?. Seketika aku merasa bodoh menan yakan hal itu, tapi inilah tujuan utamaku. Azzna bodoh.. apa kamu siap dengan jawaban Kak Alfath nantinya? Bagaimana kalau jawabannya hanya membuat kamu semakin sakit? Apa yang akan kamu lakukan? Menangis dan terus-terusan mengadu pada Sang pemberi hidup? Bisikku pada diriku sendiri. Dengan perasaaan kacau aku menunggu balasan dari Kak Alfath. Getar Hpku menghentikan segala pertanyaan aneh yang meraung-raung meminta jawaban diotakku. Bismillah. sembari membuka sms itu, Iya, kakak sudah punya pacar dik, dikampung. Degggg. kali ini bukan lagi sakit yang aku rasa, tapi rasa nyeri yang tidak terkendali, aku merasa berdosa telah menyukai dan berharap pada orang yang notabene sudah menjadi pacar perempuan lain. Air mataku sekejap bercucuran menolak kenyataan ini. Apa aku menyesal bertanya seperti ini? Kenapa aku harus menanyakan hal ini? Kenapa Kak Alfath tidak mengerti perasaanku? Kenapa semuanya tidak berpihak padaku? Berbagai kata kenapa memenuhi otakku kini. Sms ini tidak aku lanjutkan, aku tidak mau mendengar pernyataan selanjutnya yang akan Kak Alfath ucapkan. Aku hanya ingin tidur, yahh.. dengan tidur aku bisa melupakan smuanya, sakit hati, air mata, semuanya Paginya aku kembali terbangun, tepat setengah empat pagi aku mengambil air wudhu. Shalat tahajudku kali ini terasa berbeda, karna mataku sedikit terjanggal, mataku terlihat sangat sembab, efek dari tangisan semalam. Tiba saatnya aku memanjatkan doa seusai shalat,Engkaulah tempat terbaik untuk mengadu, hanya Engkau penenang hati dan jiwaku saat ini, Ya Allah kenyataan ini sungguh sangat menyakitkan, hamba mencintai Kak Alfath sebesar yang Engkau ketahui, atas dasar keridhoanmu, hamba bisa mencintainya seperti ini. Sepenuhnya hamba titipkan cintaku pada-Mu, lindungilah Kak Alfath Satu minggu setelah itu, aku mendapati kabar bahwa ayahku harus berpindah kerja di Jambi, aku dan keluargaku terpaksa ikut pindah, dan kuliahku juga harus terhenti, mungkin aku memang harus memulainya dikota lain, karena ayah akan menetap kerja di Jambi, jadi aku tidak takut lagi memulainya dari nol.

iv

Masih ada waktu untuk aku menulis surat untuk Kak Alfath, karna hanya dia yang pertama kali kuingat sebelum perpindahanku. Paginya pukul tujuh, Airin teman dekatku dikampus kerumah, seperti halnya seorang sahabat, ia menemuiku mengucapkan salam perpisahan sebelum ia pergi kuliah. Tidak lupa aku menitipkan suratku itu pada Airin, Airin yang mengerti benar bagaimana awal cerita aku membenci hingga menyukai Kak Alfath sekaligus sahabat terbaik yang aku miliki. Mobil avanza berwarna silver milik Omku sudah datang, Omku yang akan mengantarkan aku dan keluargaku menuju bandara Balikpapan. Pelukan hangat dari Airin membuatku tenang. Hati-hati Na.. jaga dirimu baik-baik.. . ucap Airin padaku dengan mata berkaca-kaca.Iya Rin, jangan nangis ach.. makin jelek tau. Balasku dengan tetap terlihat cool. Sakit ya Na.. Aku baik, makanya selalu doakan aku supaya selalu baik agar kita bisa bertemu lagi esok. Kataku dengan sedikit menahan tangis, meski aku tau yang Airin maksud memang bukan fisikku, melainkan sakit hatiku. Tepat setengah delapan Aku dan keluargaku berangkat. Sekarang aku sudah berada dipersimpangan Bontang, Airin pasti sudah bertemu dengan Kak Alfath dan memberikan suratku. Assalamualaikum Kak Alfath Memory otakku seolah tidak berhenti memutar setiap kenangan tentang Kak Alfath sewaktu aku menulis surat ini. Muhamamad Aqil Al Fatih.. mungkin ini kali pertama aku menyebut nama kakak, dan aku tidak pernah berharap menjadi yang terakhir kalinya, karna aku berkeinginan suatu saat nanti tepat dihadapan kakak, aku bisa menyebutkan nama kakak dengan lengkap, walaupun hal itu dirasa sulit, karna bahkan aku tidak tau bisa bertemu kakak lagi atau tidak. Kakak tentu ingat pertama kali aku meminta izin ingin memanggil kakak bintang..? pada saat itulah aku merasakan perasaan itu, perasaan yang mungkin orang biasa menyebutnya dengan cinta.. . aku cukup senang bisa mengenal kakak, tidak ada sedikitpun penyesalan yang aku rasa. Sampai akhirnya aku tau sudah

iv

ada perempuan beruntung yang memiliki kakak. Sumpah, demi tiap tetes air mataku, aku berat menerima kenyataan itu, kenyataan yang menghancurkan hati dan jiwaku. Satu detik dimana aku rasa, aku telah benar-benar mencintai kakak. Tapi ada hal yang paling rendah dan berdosa, yaitu kalau aku iri dengan perempuan yang sudah memiliki hati kakak. Aku sadar, hidup itu pilihan, sama seperti cinta, aku bisa memilih melupakan kakak atau tidak sama sekali, dan duaduanya tetap ada resiko. Aku hanya ingin melupakan hal yang bisa aku lupakan dan tidak ingin memaksakan diri untuk melupakan hal yang sulit untuk lupakan, dan itu kakak. Jangan timbulkan pertanyaan knapa aku menyukai kakak, karna sampai nafasku berhenti berhembus, aku tidak akan pernah mengetahui alasan knapa aku menyukai kakak, aku hanya tau sebuah rasa yang tulus ialah seonggok rasa yang tidak beralasan. Kakak sepeti malaikat untukku, malaikat yang sedikit banyak sudah mengajarkan arti kedewasaan, mengikhlaskan sesuatu yang belum berpihak padaku, berubah menjadi yang lebih baik, dan semuanya. Terimakasih dan maaf. Wassalam . Dering HP menghentikan lamunanku. Airin.. . ada apa dia meneleponku. Hallo, menemuimu. Tapi. Aku mohon. .. pinta Airin. Hanya kali ini, aku yakin keluargamu akan mengerti. Lima menit lamanya aku berhasil membujuk orang tua dan Omku. Setelah setengah jam perjalanan, aku sampai diKampus, karna tadi Airin sempat sms menyuruhku langsung ke Kampus. Jantungku berdegup kencang sekali. Didepan salah satu ruangan, aku melangkahkan kakiku perlahan. Banyak orang disana, terlihat Airin menghampiriku. Azzna..,.. kemudian Airin terdiam. assalamualaikum Dengan suara yang .. ucapku. Walaikumsalam.. .Azzna, aku mohon sekarang kamu putar balik, Kak Aqil ingin terdengar terdesa-desa.

iv

Langkah kakiku membuat orang-orang disana beralih melihat kearahku. Aku melihat seorang laki-laki terbaring lemah ditengah-tengah rerumunan orang yang sekarang melihat kearahku. Aku mendekati laki-laki itu, jantungku tidak lagi berdegup kencang, tapi serasa berhenti melihat laki-laki yang sekarang sudah berada didepanku. Kak Alfath.. . wajahnya terlihat aneh. Sabar Na.., aku seperti mendengar sayup-sayup suara Airin, dan beberapa isakan tangis orangorang disekitarku. Kak Alfath. .. apa kakak kedinginan? Udara sangat panas diluar, dan bukannya kakak pernah cerita kalau kakak sangat menyukai warna coklat? Kakak bilang hampir semua barang-barang yang kakak punya bewarna coklat, tapi knapa sekarang kakak memakai selimut putih ini? ucapku. Kakak juga berbohong hari ini, kakak juga cerita kalau kakak suka sekali dengan jus jeruk, bahkan kakak bilang selalu menolak jika diberi minuman selain jus jeruk, lalu kenapa air yang menempel dibibir kakak bewarna merah? Itu seperti bukan warna jus jeruk. Aku berusaha sedikit mendekatkan telingaku pada hidung mancung Kak Alfath, dan memejamkan mataku, mencoba merasakan hembusan nafasnya. Kak, knapa kakak menahan nafas seperti ini? Tolong jawab kak. Kataku sambil menahan tangis. Setelah membaca suratmu, Kak Aqil sudah berusaha mengejarmu Jan, Kak Aqil bilang, dia hanya ingin mendengar smuanya langsung dari kamu, tapi takdir berkata lain, motor yang dipakai Kak Aqil oleng dan smuanya terjadi. Semuanya terlambat sebelum dibawa ke Rumah Sakit. Ucap Airin dengan sedikit terisak. Kali ini tangisku benar-benar pecah. .. Aku memang sudah sepenuhnya menitipkan cintaku Pada-Nya.. Kak Alfath pergi untuk selamanya.. . *THE END *

iv

iv