Anda di halaman 1dari 20

BAB I Pendahuuan

I.I Latar Belakang Menurut Ricky W. Griffin manajemen sebagai sebuah sumber proses perencanaan, pengorganisasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektive dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisen berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar,terorganisir, dan sesuai dengan jadwal. Sedangkan rumah sakit adalah sebuah organisasi yang sanagt kompleks. Manajemennya hamper sama dengan manajement sebuah hotel. Yang membedakan hanya pengunjungny. Pengunjung Rumah Sakit adalah orang sakit dan keluarganya. Mereka pada umumnya mempunyai beban social-psikologi akibat penyakit yang diderita oleh salah seorang dari anggota keluarganya. Manajement Rumah sakit adalah koordinasi antara berbagai sumber day( unsu manajemen) melalui proses perencanaan, pengorganisasian, ada kemampuan pengendalian untuk mencapai tujuan rumah sakit seperti:menyiapkan sumber daya, mengevaluasi efektivitas, mengatur pemakaian pelayanan, efesiensi, kualitas. Sebagai salah satu unit yang berperan penting dalam kinerja Rumah Sakit, IGD(Instalasi Gawat Darurat) sangat penting fungsi dan perannya dalam menunjang sarana dan orasarana yang ada di RS. Dengan kata lain juga, IGD juga adalah salah satu factor syarat suatu RS bias diakreditasi leevlnya menjadi lebih tinggo. Perkembangan teknologi alat-alat kedokteran yang semakin hari

semakin pesat menyebabkan pengelolaan IGD harus mendapatkan perhatian, karena bagaimanapun canggihnya teknologi tersebut akan menjadi sia-sia tanpa manajemen dan operator yang benar. Untuk itu kami melakukan pengamatan terhadap RSUD Solok untuk mengetahui pelayanan yang berada di Instalasi Gawat Darurat(IGD) pada Rumah Sakit tersebut. 1.3.Tujuan 1.3.1.Tujuan Umum mengetahui dan mengenal pelayanan Instalasi Gawat Darurat(IGD) di RSUD Solok. 1.3.2.Tujuan Khusus 1. Mengetahui alur pasien pelayanan di RSUD Solok 2. Mengetahui struktur organiasi 3. Menegtahui sarana dan prasarana di RSUD Solok 1.4.Manfaat manfaat yang didapat dalam melakuakn Residensi adalah 1. Bagi penulis Menambah pengetahuan, wawasan dan pengalaman tentang Manajement Instalasi Gawat Darurat(IGD) RSUD Solok serata menambah

keterampilan dalam menulis karya tulis ilmiah. 2. Bagi kampus Sebagai referensi tambahan untuk mata kuliah Manajement rumah sakit 3. Bagi rumah sakit

Sebagai tambahan informasi bagi manajement tentang pelayanan IGD di RSUD Solok.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Defenisi Manajemen Lawrence A. Aplley dan Mery Folett membatasi pengertian manajement sebagai berikut:The art of getting thing done through people(seni memperoleh sesuatu/hasil melalui orang lain) John D Millet,is the process of directing and facilitating the workof people organized in formal groups to achieve desired goal(manajemen adalah proses pengarahan dan pemberian fasilitas kerja orang yang diorganisasikan dalam kelompok formal untuk mencapai tujuan yang dikehendaki) 2.2 Defenisi Rumah Sakit beberapa pengertian rumah sakit yang dikemukan oleh para ahli diantaranya: a) Menurut Assosiation of Hospital Care(1947) Rumah Sakit adalah pusat dimana pelayanan kesehatan masyarakat, pendidikan serta penelitian kedokteran diselenggarakan. b) Menurut American Hospital Assosiation(1974) rumah sakit adalah suatu alat organisasi yang terdiri tenaga medis professional yang terorganisir sereat sarana kedokteran yang permanen menyelenggarakan pelayanan kedoteran, asuhan keperawatan yang berkesinambungan,diagnose serta pengobatan penyakit yang diderita oleh pasien. c) Menurut Wolper dan Pena(1997) rumah sakit adalah temapat dimana orang sakit mencari dan menerima pelayanan kedokteran serta tempat

dimana pendidikan klinik untuk mahasiswa kedokteran, perawat dan tenaga profesi kesehatn lainnya diselenggarakan d) Menurut UU No. 44 tahun 2009, rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap,rawat jalan, dan gawat darurat. 2.3. Fungsi Rumah Sakit permenkes RI No. 159b/MENKES/Per/1998, fungsi rumah sakit adalah: a. Menyediakan dan menyelenggarakan pelayanan medic, penunjang medic, rehabilitasi, pencegahan, dan peningkatan kesehatan. b. Menyediakan tempat pendidikan dan atau latihan tenaga medic dan parameik Fungsi-fungsi ini dilaksanakan dalam kegiatan intramural(didalam rumah sakit) dan ekstramural(diluar rumah sakit). Kegiatan intramural dibagi menjadi 2 kelompok besar yaitu pelayanan rawat inap dan pelayanan rawat jalan. Empat fungsi dasar rumah sakit: pelayanan penderita, pendidikan, penelitian dan kesehatan masyarakat. 2.3.1 Pelayanan Penderita Pelayanan penderita yang langsung di rumah sakit terdiri atas: pelayanan medis, pelayanan farmasi, dan pelayanan keperawatan. Pelayanan penderita melibatkan pemeriksaan dan diagnose, pengobatan penyakit atau luka, pencegahan, rehabilitasi, perawatan dan pemulihan kesehatan. 2.3.2 Pendidikan dan Pelatihan Pendidikan sebagi suatu fungsi rumah sakit terdiri atas 2 bentuk utama:

a. Pendidikan dan/atau pelatihan profesi kesehatan yang mencakup dokter, apoteker, perawat, personel rekam medic,ahli gizi,teknisi sinar x,labor dan administrator rumah sakit. b. Pendidikan dan/atau pelatiahn penderita, merupakan fungsi rumah sakit yang sangat penting dalam suatu lingkup yang jarang disadari oleh masyarakat. Hal ini mencakup: 1. Pendidikan khusus dalam bidang rehabilitasi, psikiatri sosial dan fisik. 2. Pendidikan khusus dalam perawatan kesehatan, misalnya:

mendidik penderita diabetes, atau penderita kelainan jantung untuk merawat penyakitnya. 3. Pendidikan tentang obat untuk meningkatkan kepatuhan,mencegah penyalahgunaan obat dan salah pengguna obat, dan untuk mengkat kan hasil terapi yang optimal dengan dengan penggunaan obat yang sesuai dan tepat. 2.3.3 Penelitian Rumah sakit melakukan penelitian sebagai suatu fungsi dengan maksud utama, yaitu: 1. Memajukan pengetahuan medic tentang penyakit dan

peningkatan/perbaikan pelayanan rumah sakit. 2. Ditujukan pada tujuan dasar dari pelayanan kesehatan yang lebih baik pada pnderita. Misalnya: pengambangan dan penyempurnaan prosedur pembedahan yang baru.

2.3.4

Kesehatan Masyarakat Tujuan utama dari fungsi rumah sakit sebagai sarana kesehatan masyarakat adalah membantu komunitas dalam mengurangi timbulnya kesakitan dan meningkatkan kesehatan umum penduduk.

2.4

Klasifikasi Rumah Sakit

2.4.1 Klasifikasi Berdasarkan Kepemilikan Lasifikasi berdasarkan kepemilikan terdiri atas Rumah Sakit pemerintah terdir dari; Rumah Sakit yang langsung dikelola oleh Departemen Kesehatan, Rumah Sakit Pemerintah Daerah, Rumah Sakit Militer, Rumah Sakit BUMN, dan Rumah Sakit swasta yang dikelola masyarakat. 2.4.2 Klasifikasi Berdasarkan Jenis Pelayanan Klasifikasi berdasarkan jenis pelayanan, rumah sakit terdiri atas; Rumah Sakit Umum, memberi pelayanan pengobatan khusus untuk pasien dengan kondisi medic tertentu baik bedah maupun nonbedah, Contoh: rumah sakit kanker, rumah sakit bersalin. 2.4.3 Klasifikasi Berdasarkan Lama Tinggal Berdasarkan lama tinggal, rumah sakit terdiri dari rumah sakit perawatan jangka pendek yang merawat penderita kurang 30 hari dan rumah sakit perawatan jangka panjang yang merawat penderita dalam waktu rata-rata 30 hari atau lebih. 2.4.4 Klasifikasi Berdasarkan Kapasitas tempat tidur Rumah Sakit pada umumnya diklasifikasikan berdasarkan kapasitas tempat tidurnya sesuai pola berikut; dibawah 50 tempat tidur, 50-99

tempat tidur, 100-199 tempat tidur, 200-299 tempat tudir, 300-399 tempat tidur, 400-499 tempat tidur, 500 tempat tidur atau lebih. 2.4.5 Klasifikasi Berdasarkan Afiliasi Pendidikan Rumah Sakit berdasarkan afiliasi pendidikan terdiri atas 2 jenis,yaitu Rumah Sakit pendidikan,yaitu rumah sakit yang menyelenggarakan program latihan untuk profesi dan Rumah Sakit non pendidikan,yaitu rumah sakit yang tidak memiliki hubungan kerja sama dengan universitas. 2.4.6 Klasifikasi Beradsarkan status akreditass Berdasarkan status akreditasi terdiri atas: rumah sakit yang telah diakreditasi. Rumah Sakit telah diakreditasi adalah rumah sakit yang sudah diakui secara formal oleh suatu badan sertifikasi yang diakui, yang menyatakan bahwa suatu rumah sakit telah memenuhi persyaratan untuk melakukan kegiatan tertentu. 2.4.7 Klasifikasi Rumah Sakit Umum Pemerintah Rumah Salkit Umum pemerintah pusat dan daerah dikalsifikasikan menjadi Rumah Sakit kelas A, B, C dan D. Klasifikasi tersebut berdasarkan pada unsur pelayanan, ketenagaan, fisik dan peralatan: A. Rumah Sakit Umum kelas A, adalah rumah sakit umum yang mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medic spesialistik luas dan subspesialistik luas. B. Rumah Sakit Umum kelas B, adalah rumah sakit umum yang mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medic sekurang-kurangnya sebelas spesialistik dan subspesialistik terbatas.

C. Rumah sakit Umum kelas C, adalah rumah sakit umum yang mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medic spesialistik dasar. D. Rumah sakit Umum kelas D, adalah rumah skait umum yang mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medic dasar.

2.5.Instalasi Gawat Darurat(IGD) 2.5.1.Defenisi IGD Ujung tombak atau etalase dari suatu rumah sakit dimana pasien-pasien yang dating dalam kondisi yang terancam nyawanya atau dalam keadaan darurat memerlukan pertolongan yang cepat dan tepat. (medistra,2010) Salah satu bagian di rumah sakit yang meneydiakan penanganan awal bagi pasien yang menderita sakit dan cedar, yang dapat mengancam kelangsungan hidupnya. (Wikipedia,2010) 2.5.2.Pelayanan IGD Jenis pelayanan Emergency Yang Paling Sering Dilakukan 1. Tindakan penyelamatan jiwa pada pasien henti napas dan henti jantung

2. Penanganan pasien sesak napas 3. Penanganan serangan jantung/payanh jantung 4. Penanganan pasien tidak sadar 5. Penanganan pasien kecelakaan 6. Penanganan pasien cedara misalnya: cedar tulang, cidera kepala, dll 7. Penanganan pasien dengan pendarahan 8. Penanganan kasus stroke

9. Penanganan pasien kejang dan kejang demam pada anak 10. Penanganan pasien dengan luka-luka 11. Penanganan pasien keracunan 12. Penanganan pasien dengan sakit perut hebat 13. Penanganan medis korban bencana/disaster 2.5.3 Pemeriksaan a. Pada saat masuk IGD, perawat akan mengantar pasien ke tempat pemeriksaan dan menanyakan tentang gejala/gangguan yang diderita, memeriksa nadi, tekanan darah, suhu tubuh, dll b. Petugas administrasi akan menanyakan mengenai data identitas, nomer rekam medic, dan kartu asuransi(bila ada) c. Anda akan di periksa Dokter jaga. Diberikan informasi yang sejelasjelasnya agar segera diektahui penyakit/gangguan yang dialami. 2.5.4 Penanganan 1. Penanganan emergency akan segera dilakukan Dokter jaga sedangkan penanganan defenitif setelah diagnose ditegakkan. 2. Bila pasien memerlukan perawatan lanjutan maka akan ditempatkan pada ruang rawat umum atau ruang intensitas tergantung keadaan pasien. 3. Pasien/keluarganya akan diminta persetujuan perawatan untuk kamar perawatan dan Dokter yang akan merawat 4. Pasien yang tidak memerlukan perawatan akan dipulangkan setelah mendapatkan pengobatan. Penanganan emergency dilakukan secara cepat, akurat dan komperhensif oleh tenaga medic dan perawat yang professional dengan didukung peralatan mutahir

dan dapat diandalkan. Penyakit/gangguan yang tidak membahayakan nyawa atau tidak memerlukan penanganan segera, dapat ditangani di IGD namun paisen emergency tetap didahulukan. 2.5.5 prosedur 1. Pasien masuk ruang gawat darurat 2. Pengantar mendaftar ke bagian administrasi (front liner) 3. UGD menerima status pasien dari rekam medik dan map plastik merah 4. Paramedik dan dokter triase memeriksa kondisi pasien 5. Paramedik dan dokter melakukan tindakan yang diperlukan sesuai SPM emergensi 6. Dokter menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan disetujui oleh pasien/keluarga (informed consent) 7. Bila pasien menolak pemeriksaan dan atau tindakan (medik, penunjang, ranap), pasien/keluarga menandatangani surat penolakan 8. Pasien tanpa pengantar dan dalam kondisi tidak sadar, dokter atau paramedis berhak melakukan tindakan penyelamatan bila terdapat kondisi yang mengancam jiwa pasien 9. Bila diperlukan pemeriksaan penunjang, dokter membuat pengantar ke unit terkait dan mengonfirmasi lewat telpon, pengambilan sampel laboratorium dilakukan di ruang gawat darurat, untuk pemeriksaan rontgen, paramedik mengantarkan pasien ke unit radiologi 10. Dokter mencatat hasil bacaan penunjang medik di dokumen RM dan salinannya tersimpan dalam dokumen RM 11. Dokter triase mencatat hasil pemeriksaan, diagnosis, dan terapi di lembar

emergensi dokumen RM, serta menuliskan resep (berwarna merah), bila merupakan kasus kepolisian/kriminal dituliskan juga di lembar visum et repertum atas permintaan penyidik kepolisian 12. Dokter triase menentukan proses tindak lanjut pasien meliputi ralan, ranap, atau rujukan

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 RSUD Solok

3.1.1 sejarah singkat Diresmikan pada tanggal 7 April 1986 oleh Gubernur Propinsi Sumatera Barat Bpk.Ir.Azwar Anas, kemudian ditetapkan sebagai rumah sakit kelas C sesuai dengan Surat Keputsan Gubernur Prop. Sumbar Nomor 36 tahun 1986 dan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 303/Men-Kes/SK/IV1987 Pada tahun 2004 Rumah Sakit Umum Daerah Solok telah terakreditasi untuk 5 standar pelayanan dan pada tahun 2010 Rumah sakit Umum daerah Solok telah Terakreditasi Penuh 12 standar pelayanan. Tahun 2011 pada tanggal 21 Februari, sesuai dengan keputusan Menteri Kesehatan RI No. HK.05/520/2011 Rumah Sakit Umum Solok ditetapkan sebagai Rumah Sakit kelas B.

3.1.2

Visi "Menjadi terunggul dalam pelayanan di propinsi sumatera barat 2015"

3.1.3 motto "Santun dalam melayani cepat dan tepat dalam bertidak" 3.2 Hasil Pengamatan Instalasi Gawat Darurat Setiap Rumah Sakit wajib memiliki pelayanan gawat darurat yang memiliki kemampuan :

1. Melakukan pemeriksaan awal kasus kasus gawat darurat 2. Melakukan resusitasi dan stabilisasi. Pelayanan di Unit Gawat Darurat rumah sakit harus dapat memberikan pelayanan 24 jam secara terus menerus 7 hari dalam seminggu. Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Kelas B setara dengan unit pelayanan gawat darurat Bintang III. Yaitu memiliki dokter spesialis empat besar (dokter spesialis bedah, dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis anak, dokter spesialis kebidanan) yang siaga di tempat (on-site) dalam 24 jam, dokter umum siaga ditempat (on-site) 24 jam yang memiliki kualifikasi medik untuk pelayanan GELS (General Emergency Life Support) dan atau ATLS + ACLS dan mampu memberikan resusitasi dan stabilisasi Kasus dengan masalah ABC (Airway, Breathing, Circulation) untuk terapi definitif serta memiliki alat transportasi untuk rujukan dan komunikasi yang siaga 24 jam. RSUD Solok memilikitim dokter jaga,perawat, bidan,tim

administrasi dan cleaning servis.

gambar 3.1 struktur organisasi RSUD Solok Alur proses pelayanan Pasien di RSUD Solok

Gambar 3.2: Proses Pelayanan

Pelayanan: a. Seawktu pasien dating perawat langsung mengahampiri dengan membawa tandu atau kursi roda. b. Pada saat masuk IGD, perawat akan mengatur pasien ketempat pemeriksaan dan menanyakan tentang gejala/ganguuan yang

dideritanya,memeriksa andi,tekanan darah,suhu dll c. Keluarga yang menemani langsung kebagian administrasi. Petugas administrasi akan menanyakan mengenai data identitas,nomer rekam medic dan kartu asuransi(bila ada) d. Pasien akan diperiksa Dokter jaga. Dan menberikan informasi yang sejelas-jelasnya agar segera diketahui penyakit/gangguan yang dialami oleh paisen. Penanganan instalasi gawat darurat RSUD Solok Penanganan emergency akan segera dilakukan oleh Dokter jaga sedangkan penanganan defenitf setelah diagnose ditegakkan. 1. Bila pasien memerlukan perawatan lanjut maka akan ditempatkan di Ruang Perawatan Umum atau Ruamg Intesif tergantung keadaan pasien. 2. Pasien/keluarga akan diminta persetujuan perawat untuk kamar perawatan pasien dan Dokter yang akan merawat. 3. Pasien yang tidak memerlukan perawatan akan dipulangkan setelah mendapat pengobatan.

Gambar 3.3: Alur Kegiatan Pada Instalsi Gawat Darurat

BAB IV PENUTUP

4.1

kesimpulan Pelayanan yang diberikan oleh IGD RSUD Solok sangat baik,para staff bekerja sesuai tugas dan tanggung jawab mereka. Sikap ramah slalu merak tunjukan baik itu terhadap pasien yang berkecukupan atau pun pasien dalam ekonomi remdah tidak ada perbedaan buat meraka. Alur pelayanan pada pasien awal masuk IGD sesui dengan alur yang seharusnya diterapkan oleh Rumah Sakit tipe B. Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Solok setara dengan unit pelayanan gawat darurat Bintang III. Yaitu memiliki dokter spesialis yang siaga di tempat (on-site) dalam 24 jam, dokter umum siaga ditempat (onsite) 24 jam yang memiliki kualifikasi medik untuk pelayanan GELS (General Emergency Life Support) dan atau ATLS + ACLS dan mampu memberikan resusitasi dan stabilisasi Kasus dengan masalah ABC untuk terapi definitif serta memiliki alat transportasi untuk rujukan dan komunikasi yang siaga 24 jam.

4.2 Saran di sarankan kepada pihak manajemen rumah sakit RSUD Solok untuk perlu melakukan evaluasi dan menganalisis kebutuhan SDM dan Pelayanan terkait untuk meningkatkan kinerja sehingga permasalahan pelayanan yang terkait dengan manajemen dapat diminimalisir. Dan sepertiny juga RSUD Solok perlu

dibuat progmam pengembangan staf baik melalui pelatihan maupun pendidikan formal sesuai dengan kebutuhan di unit gawat darurat dan program pengendali dan peningkatan mutu pelayanan di unit gawat darurat.

DAFTAR PUSTAKA

Siregar,

2004.

Pedoman

Teknis

Sarpras

RS

Kelas

B.

http://buk.depkes.go.id/index.php?option=com_docman&task=doc_do wnload&gidPdf Sinta,2011.Repository.Usu.ac.Id/bitstream/123456789/28616/4/Chapter% 20II. Pdf

Kurniawan, Anie, 2005. Pedoman Pelayanan Pelayanan Gizi Rumah Sakit. Banda Aceh: Departemen Kesehatan RI

Yenni, Dr. Fitra, 2011. Profil RSUD Solok. Kota Solok-Sumbar: RSUD Solok

Ditjen Bina Pelayanan, 2007. Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan di Rumah Sakit. Jakarta: Departemen Kesehatan RI