Anda di halaman 1dari 4

Fisiologi Reproduksi Kerbau Betina Anatomi kelamin Betina Menurut shukla et al.

, (1973) yang meneliti 509 kerbau betina di anand, india, menyatakan bahwa ovarium kanan lebih aktif dari pada ovarium kiri. Dari ovaria yang di palpasi, corpua lutea terdapat 57,1 prosen di sebelah kanan sedangkancorpura lutea dan folikel di ovarium kiri masingmasing hanya 42,9 dan 42,1 prosen. Penemuan ini telah di kuatkan oleh Gill et al,. (1973), yang menemukan bahwa dari 112 kerbau betina yang di perikasa 62,17 prosen mempunyai ovarium kanan yang aktif di bangdingkan dhn hanya 37,8 prosen ovarium kiri. Corpus luteum berwarna merah jambu kelabu, berurat merah. Urat- urat merah menghilang deengan regresi corpus luteum, dan seluruh tenunan menjadi putih dan tenggelam di dalam stroma ovarium.

Puberitas dan potensi reproduksi Fisiologi reproduksi kerbau betina agak berbeda dari sapi , dan mencapai puberitas pada umur yg lebih tua daripada sapi. Rata- rata dewasa kelamin kerbau betina di capai pada umur 3 tahun (Ivanov & sandrariev, 1960; Hill, 1962). Di jawa estrus pertama kali terlihat pada kerbau lumpur pada umur antara 3 sampai 5 tahun (toelihere,19974). Kerbau betina adalah ternak produktif selama hidupnya yang dapat menghasilkan 20 ekor anak dalam waktu 25 tahun (fischer,1971).

Siklus Birahi Kerbau betina memperlihatkan siklus birahi yang normal selama kurang 3 minggu yaitu 21,77 hari ( Rat et al, 1973), 23 hari (siklus et al., 1965), atau 21,79 hari sampai 22, 04 hari (Narashima Rat dan kesavamurthy, 1971).

Di indonesia siklus birahi pada kerbau lumpur berkisar antara 17 dan 29 hari, rata-rata 21, 53 hari (toeliehere, 1976). Birahi berlangsung lama pada kerbau daripada sapi, mencapai 24 sampai 36 jam. Tanda- tanda birahi yang terlihat adalah diam dinaiki kawannya, dan keluar lendir transparan dari pulvanya . keadaan birahi tersebut berlangsung antara 12 sampai 96 jam. rata- rata 41,84 jam (toelihere, 1976)

Masa Kebuntingan Kerbau memiliki lama kebuntingan yang jauh di bandingkan dengan sapi. Masa kebuntingan pada kerbau lumpur jauh lebih lama di bandingkan dengan kerbau perah, mencapai 325 sampai 330 hari (Fischer, 1960 an). Angka konsepsi, perbandingan kelamin, dan kelahiran kembar

hafez (1953) menemukan bahwa angka konsepsi pada kerbau perah di meesir adalah 55,63 porsen pada insemenasi pertama di tambah 21,62 prosen pada inseminasi kedua dan 7,66 prosen pada inseminasi ketiga. Olofa (1968 ) melaporkan angka- angka konsepsi pada angka pertama sebesar 64,26 dan 8 prosen. Angka konsepsi pada kerbau lumpur di indonesia adalah 63,2 dan 57, 9 prosen, masing- masing untuk perkawina alam dan inseminasi buatan ( Toelihere, 1976 ). Rao dan murari ,melaporkan bahwa dari 556 anak kerbau murah, 284 adalah jantan dan 272 betina, atau perbandingan kelamin sekunder 51, 1 prosen. Sebaliknya Argawata (1962) mencatat 47 prosen jantan dan 53 prosen betina dari 363 anak kerbau murrah. Kelahiran kembar pada kerbau lebih rendah dari pada sapi. Fadzil (1968) menghitung kelahiran kembar pada kerbau lumpur di malasya sebanyak 0,015 dalam setiap 100 kelahiran,

sedangkan menurut Fischer (1969), kejadian kelahiran kembar adalah 0,2 prosen di mesir 0,003 prosen di malasya dan 0,0002 prosen di indonesia.

Fisiologi reproduksi kerbau jantan

Anatomi kelamin jantan Organ kelamin pada jantan sama dengan pada sapi. Penisnya adalah tipe fibroelastik dan pada kerbau perahmenggantung 15 sampai 30 cm dalam kantong kulit yang dapat berayun dan membentang dari umbiculus ke belakang, sama seperti pada sapi Zebu. Pada kerbau lumpur penis terdapat di kantong yang bertaut rapat ke ventral dinding perut, kecuali pada ujung umbiculus. Srotum pada kerbau lumpur adalah kecil, hanya kurang lebih 10 cm bila terbentang penuh dan tidak ada penyempitan dekat pertautanya dengan dinding perut.pada kerbau perah scrotum Agak lebih besar mencapai diameter 19,4 cm pada usia 3,5 tahun. Tubuli seminiferi dan sel- sel interstitial pada testes cukup berkembang sesudah bulan ketiga perkembangan embrional (Nars et al., 1967 )perkembangan paling pesat pada testes terjadi pada umur 9 bulan (Osman, 1971) dan ukuran badan berbanding lurus dengan volume testes. Epidimys pada kerbau lebih kecil dari pada sapi yang sama ukuran mempunyai berat kirakira 18,63 gram dan panjang 4,93 Cm pada caput, 9,66 cm pada corpus dan 2,2 cm pada cauda. Menurut Verma et al., (1965) konsentrasi sperma adalah 25,05 prosen pada caput, 8,03 prosen pada corpus dan 66,92 prosen pada cauda epididymidis.