Anda di halaman 1dari 8

Obat Antianxietas

Oleh Anggun Antarina, S.ked I1A0030303 Obat-obatan yang sering digunakan untuk anxiolitik (mengurangi atau menghilangkan gejala gangguan kecemasan) adalah golongan benzodiazepin, nonbenzodiazepin, anti-depresan: trisiklik, monoamin inhibitor (MAOI), serotonin reuptake inhibitor (SRI), specifick serotonin reuptake inhibitor (SSRI) 1. Golongan benzodiazepine o Chlordiazepoxide o Diazepam o Lorazepam o Bromazepam 2. Golongan non-benzodiazepin o Opipramol 3. Hipnotika/antiinsomnia a. Khasiat Panjang o Flurazepam o Diazepam o Buspiron o Chlorazepate o Clobazam o Alprazolam o Clonazepam

b. Khasiat Menengah o Estazolam c. Khasiat Pendek o Triazolam 4. Antidepresan a. Trisiklik o Amitriptiline b.Siklik atipik o Amoxapine o 5.Monoamine Inhibitor (MAOI)
o

o Nitrazepam

o lorazepam

o imipramin

o Maprotiline

o Mianserine

Moclobemide

6. SRI
o

Clomipramine

7.SSRI o Fluoxetine o Fluvoxamine o Paroxetine

Tabel obat golongan benzodiazepine Obat antianxietas Nama obat Alprazolam Indikasi u/ Kontraindikasi Untuk Ibu hamil pengobatan ansietas jangka panjang chlordiazepoxide Agitasi,tremor, Ib hamil ansietas Efek samping Kantuk, 3 gastrointestinal, pusing Dosis 0,5-10 mg/2-4 kali sehari 10-150 mg/2-4 kali sehari 2-40 mg/2x sehari

Diazepam

Oxazepam

Triazolam

Lorazepam klonazepam

Dizziness, ataksia, disorientasi, amnesia retrogad Agitasi,tremor, Akut Pemberian ansietas gloukoma, ibu IVhipotensi, hamil depresi nafas, sakitb kepala, dizziness, tremor, konstipasi, gangguan tidur Agitasi,tremor, Hepatotoksik, ansietas untuk diskariasis pasien penyakit darah liver sedasi,insomnia Hamil Amnesia, antiansietas ataksia, bingung, g3 mood Antikonvulsi, Hamil Lesu, pusing, hypnosis, ataksia,sedasi antiansietas Kejang, petit Ibu hamil Dizziness, mal, anxietas kehilangan jangka pendek orientasi, depresi, sakit kepala

15-120 mg/2-4 kali sehari 0.125 mg

1-6/3x hari

1. Tabel obat golongan non benzodiazepin Buspiron Antidpresan, antikonvulsi relaksan otot, antipisikosis Penyakit hati Efek samping 5 mg tid or dan ginjal pada 7.5 mg bid ektrapiramidal for 1 week,

2. Obat hipnosis sedasi 1. Flurazepam Flurazepam diindikasikan sebagai obat untuk mengatasi insomnia. Hasil dari uji klinik terkontrol telah menunjukkan bahwa Flurazepam menguarangi secara bermakna waktu induksi tidur, jumlah dan lama terbangun selama tidur maupun lamanya tidur. Mula efek hipnotik rata-rata 17 menit setelah pemberian obat secara oral dan berakhir hingga 8 jam.

Efek residu sedasi di siang hari terjadi pada sebagian besar penderita,oleh metabolit aktifnya yang masa kerjanya panjang, karena itu obat Fluarazepam cocok untuk pengobatan insomia jangka panjang dan insomnia jangka pendek yang disertai gejala ansietas di siang hari. 2. Midazolam Midazolam digunakan agar pemakai menjadi mengantuk atau tidur dan menghilangkan kecemasan sebelum pasien melakukan operasi atau untuk tujuan lainnya Midazolam kadang-kadang digunakan pada pasien di ruang ICU agar pasien menjadi pingsan. Hal ini dilakukan agar pasien yang stres

menjadi kooperatif dan mempermudahkan kerja alat medis yang membantu pernafasan. 3. Nitrazepam Nitrazepam juga termasuk golongan Benzodiazepine. Nitrazepam bekerja pada reseptor diotak(reseptorGABA). Nitrazepam bekerja dengan

meningkatkan aktivitas GABA, sehingga mengurangi fungsi otak pada area tertentu. Dimana menimbulkan rasa kantuk, menghilangka rasa cemas, dan membuat otot relaksasi. Nitrazepam biasanya digunakan untuk mengobati insomnia. Nitrazepam mengurangi waktu terjaga sebelum tidur dan terbangun di malam hari, juga meningkatkan panjangnnya waktu tidur. Rasa kantuk bisa tetap terjadi sehari kemudian. 4. Estazolam Estazolam digunakan jangka pendek untuk membantu agar mudah tidur dan tetap tidur sepanjangmalam. Estazolam tersedia dalam bentuk tablet digunakan secara oral diminum sebelum atau sesudah makan. Estazolam biasanya digunakan sebelum tidur bila diperlukan. atau untuk waktu yang lebih lama daripada petunjuk resep. Toleransi bisa terjadi pada pemakaian jangka panjang dan berlebihan jangan gunakan lebih dari 12 minggu atau berhenti efek samping menggunakan obat ini. sulit tidur satu atau dua hari setelah berhenti

Golongan obat hipnosis sedasi di kontraindikasikan untuk orang yang mempunyai penyakit ginjal, hati, ibu hamil. 4.Antidpresi trisiklik o Imipramin Digunakan sebagai antidepresi, insomnia. Efek samping dapat menyebabkan rasa lelah, meningkatkan rasa cemas,, efek

antimuskarinik, penglihatan kabur, mulut kering, obstipasi, retensi urin, menimbulkan hipotensi ortostik, dalam dosis toksk dapat menyebabkan aritmia, takikardi, menimbulkan ikterus kolestatik. Kontraindikasi obat ini hati-hati pada pasien dengan penyakit kardiovaskular, hepar dan ibu hamil. o Amitriptilin Untuk antidepresi. kontraindikasi amitriptilin sama dengan imipramin ditambah dengan penderita akut gloukoma atau hipertrofi prostat. Efek samping obat ini pengeluaran keringat yang berlebihan, pusing, hipotensi postural, sembelit, sulit BAK, udem, tremor. 5. Obat golongan monoamine oksidase o Moklobemid

Untuk antidepresi. Kontraindikasi ibu menyusui dan penyakit hati. Efek samping tremor, insomnia, konvulsi. 6. Obat golongan SRI (SerotoninNorepinephrineReuptake Inhibitors)
o

Clomipramine Indikasi untuk penderita dengan gangguan cemas dan depresi,

gangguan obsesi konvulsi. Kontraindikasi sama dengan obat golongan trisiklik. Efek samping obat ini muntah, tremot, keringat yang berlebih, hipotensi ortostik, gangguan disfungsi seksual,kejang, mengantuk. 7. SSRI (Selective Serotonin-Reuptake Inhibitors) o Fluoxetine Efek samping obat ini nausea, agitasi dan insomnia, vaskulitis, eritema multifome,, sakit kepala, demam, ganggaun faal hati. Kontraindikasi jangan diberikan bersamaan dengan obat MAO-inibitor, ibu hamil, anak-anak dan usia lanjut. Pengguanaan hati-hati pada penderita kardiovaskular, hati, diabetes mellitus. o Fluvoxamine Untuk antidepersi, obsesi konvulsi. Efek semping sakit kepala, insomnia, disfungsi seksual. . hati-hatipada penderita usia lanjut dan penyakit hati.

DAFTAR PUSTAKA

1. Katzung, B.G. Farmakologi Dasar dan Klinik Jilid 1 Edisi 8. Salemba Medika. Jakarta, 2002. 2. Anderson,PO,Knoben, JE,Troutman WG.Handbook of Clinical Data. Edisi 10. New York:Mc.Graw Hill, 2002Fricchione, G. M.D. Generalized Anxiety Disorder. N Engl J Med 2004;351:675-82.
3. Romadhon, YA. Gambaran Klinik dan Psikofarmaka pada Penderita

Gangguan Kecemasan. Cermin Dunia Kedokteran No. 135, 2002


4. Wijaya ,E. Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Penggunaan Obat

Psikotropika Pada Usia Lanjut. Cermin Dunia Kedokteran No. 53, 1988 31 5. Katon, WJ. Panic Disorder. N Engl J Med 2006;354:2360-7.

Anda mungkin juga menyukai