Anda di halaman 1dari 17

5

/ 10 / 2012

UNIVERSAL PRECAUTION

Universal Precaution ( Kewaspadaan Universal ) adalah tindakan pengendalian infeksi yang dilakukan oleh seluruh tenaga kesehatan untuk mengurangi resiko penyebaran infeksi dan didasarkan pada prinsip bahwa darah dan cairan tubuh dapat berpotensi menularkan penyakit baik berasal dari pasien maupun petugas kesehatan.

UNIVERSAL PRECAUTION

Dasar kewaspadaan universal meliputi :

1. Pengelolaan alat kesehatan (dekontaminasi, disinfeksi dan sterilisasi)

2. Cuci tangan untuk mencegah infeksi silang

3. Penggunaan alat pelindung diri ( sarung tangan, masker, gown )

4. Pengelolaan jarum dan alat tajam

5. Pengelolaan Limbah

Solichati S.Kep, Ns
Solichati S.Kep, Ns

PRINSIP UNIVERSAL PRECAUTION

1. Menjaga Higyene sanitasi individu

2. Higyene sanitasi ruangan

3. Sterilisasi peralatan

5

/ 10 / 2012

The Chain of Infection Infectious Agent Reservoir Host Portal of Exit Susceptible Host from the
The Chain of Infection
Infectious Agent
Reservoir
Host
Portal of Exit
Susceptible Host
from the
reservoir
Mode of
Portal of Entry
Transmission

1. Causative agent The causative agent for infection is any microorganism capable of producing disease. Microorganisms responsible for infectious diseases include bacteria, viruses,

PENGENDALIAN INFEKSI

Infeksi merupakan akibat dari invasi mikroorganisme pathogen kedalam tubuh dan jaringan yang terjadi pada penjamu terhadap organisme dan toksinya.

An infection is the detrimental (mengganggu) colonization of a host organism by a foreign species. In an

infection, the infecting organism seeks to utilize the host's

resources in order to multiply (usually at the expense of the host). The infecting organism, or pathogen, interferes with the normal functioning of the host and can lead to chronic wounds, gangrene, loss of an infected limb, and even death

5

/ 10 / 2012

1. Endogenous or auto- infection

2. Exogenous or cross- infection

1. Endogenous or auto- infection 2. Exogenous or cross- infection
1. Endogenous or auto- infection 2. Exogenous or cross- infection


BIOLOGICAL AGENTS

BACTERIA, VIRUSES, FUNGI, PROTOZOA,

RICKETTSIA

CHEMICAL AGENTS

PESTICIDES, FOOD ADDITIVES, MEDICATIONS, INDUSTRIAL CHEMICALS

PHYSICAL AGENTS

HEAT ,LIGHT, NOISE , RADIATION

2. Reservoir of infection

the environment or object in or on which a

microorganism can survive and, in some cases, multiply.

HUMANS RESPIRATORY TRACT, GASTROINTESTINAL TRACT, URINARY TRACT, REPRODUCTIVE TRACT, BLOOD,TISSUE

TRACT, URINARY TRACT, REPRODUCTIVE TRACT, BLOOD,TISSUE  PLANTS  ANIMALS  INSECTS, BIRDS, CAT, ANOPHELES

PLANTS

ANIMALS

INSECTS, BIRDS, CAT, ANOPHELES MOSQUITO

REPRODUCTIVE TRACT, BLOOD,TISSUE  PLANTS  ANIMALS  INSECTS, BIRDS, CAT, ANOPHELES MOSQUITO GENERAL ENVIRONMENT

GENERAL ENVIRONMENT

5

/ 10 / 2012

4. Mode of transmission

DIRECT TRANSMISSION4. Mode of transmission   TOUCHING, BITTING, KISSING, SEXUAL INTERCOURSE  DROPLET : SNEEZING, ,COUGHING,

TOUCHING, BITTING, KISSING, SEXUAL INTERCOURSE

DROPLET : SNEEZING, ,COUGHING, TALKING

INDIRECT TRANSMISSIONINTERCOURSE  DROPLET : SNEEZING, ,COUGHING, TALKING  VEHICLE BORNE TRANSMISSON : WATER, FOOD, TOYS, SOILED

VEHICLE BORNE TRANSMISSON : WATER, FOOD, TOYS, SOILED CLOTHES, COOKING OR EATING UTENSILS, SURGICAL INSTRUMEN

VECTOR BORNE TRANSMISSION: ANIMAL OR FLAYING OR CRAWLING INSECT

AIRBORNE TRANSMISSIONUTENSILS, SURGICAL INSTRUMEN  VECTOR BORNE TRANSMISSION: ANIMAL OR FLAYING OR CRAWLING INSECT  DROPLET NUCLEI

DROPLET NUCLEI

6. Susceptible host

Host factor that influence risk of infection

Natural immunity : congenital or acquired immunodeficiencies

Normal flora : alteration of normal flora by antibiotic therapy

Age : infant and oldery client

Hormonal factors : diabetes, corticosteroid therapy

Phagocytosis : defective phagocytic function, circulatory disturbances

Skin / mucous membranes / normal excretory secretions : break in skin ; interference with flow of urine, tears or saliva ; interference with cough reflex or ciliary action ; change in gastric secretions

Malnutrition

Enviromental factors : smoking, alcohol consumption, inhalation of toxic chemicals

Medical interventions : invasive therapy, chemotherapy, surgery,

steroid therapy, radiation therapy

3. Portal of exit

The portal of exit is the path by which an infectious agent

leaves its reservoir.

RESPIRATORY TRACT : NOSE / MOUTH (SNEEZING,

COUGHING, BREATHING, TALKING) ,

TRACHEOSTOMIES

GASTROINTESTINAL TRACT : MOUTH (SALIVA, VOMITUS) , ANUS, DRAINAGE TUBES

URINARY TRACT : URETHRAL MEATUS

REPRODUCTIVE TRACT : VAGINA, URINARY MEATUS

BLOOD : OPEN WOUND, NEEDLE PUNCTURE SITE, ANY DISRUPTION OF INTACT SKIN OR MUCOUS MEMBRANE SURFACE

5. Portal of entry

The portal of entry is the path by which an infectious agent invades a susceptible host. Usually, this path is the same as the portal of exit.

5

/ 10 / 2012

Strategies to control health care

associated infection

Strategies to control and prevent nosocomial infection fall into three main categories:

• Control or elimination of infectious agents

Control of transmission

Reservoir control

RESPON

PERADANGAN

1. Stadium Vaskular

cedera konstriksi vasodilatasi (relaksasi). tek cairan kapiler filtrat plasma interstisi-um edema Histamin & bradikinin sel endotel kapiler normal (rapat) menjauh 1 dng lainyapermeabilitas kapiler eritrosit interstisium eritema.

Five pillars of infection

control.

Five pillars of infection control. 

STAGES OF AN

INFECTIOUS PROCESS

STAGES OF AN INFECTIOUS PROCESS  INCUBATION PERIOD  Waktu antara masuk kuman sampai dengan timbul

INCUBATION PERIOD

Waktu antara masuk kuman sampai dengan timbul gejala infeksi.

Lama masa inkubasi bervariasi tergantung jenis kuman.

Orang tersebut dapat menularkan penyakit, dapat memindahkan penyakit, dapat memindahkan mikroorganisme pada orang lain.

PRODROMAL PERIODpenyakit, dapat memindahkan mikroorganisme pada orang lain. Pasien memperlihatkan gejala umum sakit (tdk spesifik) :

Pasien memperlihatkan gejala umum sakit (tdk spesifik) : lesu, demam, masa pendek.memindahkan mikroorganisme pada orang lain. PRODROMAL PERIOD ILLNESS PERIOD Gejala dan tanda SPESIFIK, lama sakit

gejala umum sakit (tdk spesifik) : lesu, demam, masa pendek. ILLNESS PERIOD Gejala dan tanda SPESIFIK,

ILLNESS PERIOD

Gejala dan tanda SPESIFIK, lama sakit tergantung mikroorganisme dan individu.(tdk spesifik) : lesu, demam, masa pendek. ILLNESS PERIOD CONVALESCENT PERIOD  Masa Penyembuhan Gejala hilang

SPESIFIK, lama sakit tergantung mikroorganisme dan individu. CONVALESCENT PERIOD  Masa Penyembuhan Gejala hilang 

CONVALESCENT PERIOD

Masa Penyembuhan Gejala hilang

Sehat

Lama bervariasi.

5

/ 10 / 2012

Tanda Infeksi

Karakteristik Lokal Peradangan

Rubor

Kalor

Tumor,

Dolor

Fungsiolesa

Ciri Sistemik peradangan :

Demam

Leukositosis

Limfadenopati

Laju Endap Darah.

NON SPECIFIC DEFENSE MECHANISM

INTACT SKIN : PROVIDES A BARRIER, NORMAL FLORA AND ACID pH

MUCOUS MEMBRANE : MUCOCILLIARY ACTION CLEARS

BACTERIA, LYSOSOME DISSOLVE BACTERIAL WALL

RESPIRATORY TRACT : MUCOCILLIARY ACTION , COUGH, LYSOSOME ACTION, HUMIDIFICATION

GASTROINTERTINAL TRACT : PERISTALSIS, ENZYMES, ACID pH NORMAL BOWEL FLORA

GENITOURINARY TRACT : FLUSHING ACTION OF URINE, ACID pH

2. Stadium Selular

Cidera Aliran darah Leukosit& trombosit memfagositosis sel yg mati & mikro-organisme pembekuan& perdarahan Isolasi & Kontrolpenyembuhan.

DEFENSE AGAINST INFECTION  NON SPECIFIC   BODY TISSUES  PHAGOCYTOSIS  INFLAMATION 
DEFENSE AGAINST INFECTION
 NON SPECIFIC
 BODY TISSUES
 PHAGOCYTOSIS
 INFLAMATION
 SPECIFIC
ANTIBODY

5

/ 10 / 2012

 

Sumber Infeksi :

 
 

 
 

1. Pasien/k/

 

2. Petugas/Perawat

3. Pengunjung

4. Sumber lain

 

Mikroorganisma tumbuh & berkembang biak pd suasana lembab & air tergenang

 

2. Larutan Alkohol-Gliserin

 

Alkohol + gliserin, propilen glikol atau sorbitol ( 2 ml dlm 100 ml larutan alkohol 60-90%)

(Pierce,1990).

NOSOCOMIAL INFECTION

Adalah infeksi yang didapat klien ketika dirawat di rumah sakit

Kriteria :

pada waktu klien mulai dirawat di rs tidak didapat tanda- tanda klinik dari infeksi tsb

Pada waktu klien mulai dirawat di rs tidak sedang dalam

masa inkubasi dari infeksi tsb

Tanda infeksi baru timbul sekurang-kurangnya setelah 3 x 24 jam sejak mulai perawatan

Bila saat mulai dirawat di rs sudah ada tanda-tanda infeksi, dan terbuktiinfeksi tersebut didapat klien ketika dirawat di rs yang sama pd waktu tang lalu, serta belum pernah dilaporkan sebagai infeksi nosokomial

Infeksi tersebut bukan merupakan sisa (residual) dari infeksi sebelumnya

P E N C E G A H A N

I N F E K S I

Tujuan Mencegah tjdnya infeksi & memberikan perlindungan (k//tenaga yankes)

1. Cuci Tangan Sebagai Langkah Paling Penting Dlm Pencegahan Infeksi Cuci tangan : sabun (sabun antimikroba) +15 - 30 detik air bersih.

5

/ 10 / 2012

Standart Pengendalian Infeksi

Asepsis Keadaan bebas dari mikroorganisme yang dapat menimbulkan penyakit pathogen. Ada dua jenis aspsis :

1. Asepsis medik, dengan cara membersihkan debu, memcuci, merebus, isolasi, dll. Tujuan:

a. Membantu megurangi jumlah mikroorganisme.

b. Mencegah penyebaran pada orang lain.

2. Asepsis bedah, dengan cara steril. Tujuan:

Menjaga semua obyek atau benda bebas dari mikroorganisme.

DESINFEKSI

Adalah tindakan untuk membunuh kuman pathogen dan

apathogen tetapi tidak dengan sporanya pada alat-alat perawatan, kedokteran dan permukaan jaringan dengan

menggunakan bahan disinfektan atau dengan cara mencuci,

mengoles, merendam dan menjemur.

Tujuan :

Memelihara peralatan dalam keadaan siap pakai.

DISINFEKTANS IDEAL

karyanya cepat dan luas

kemampuan penetrasi baik

dapat bercampur dengan air

tetap aktif didalam bahan organik

tahan terhadap proses dekomposisi

tidak memberi warna pada obyek, tidak korosif, toksisitas rendah terhadap jaringan tubuh, tidak berbau

Murah



Septik : mencagah terjadinya kontaminasi oleh mikroorganisme pada jaringan bahan dan alat steril. Aseptik : mencegah terjadinya infeksi dengan menghambat/menghancurkan tumbuhnya organisme pahogen pada luka.

5

/ 10 / 2012

2. Dengan mengoles

3. Dengan merendam

Tangan dengan lysol 0,5 %.

Alat alat dengan lysol 3-5 % + 2 jam.

Tenun dengan lysol 3-5 % + 24 jam.

4. Dengan menjemur dibawah sinar matahari

Kasur, bantal tiap permukaan 2 jam

Alat-alat: urinal, pispot.

Sterilisasi

Adalah suatu tindakan untuk membunuh kuman pathogen adan

apathogen beserta sporanya pada alat perawatan dan kedokteran

dengan cara merebus, stoom, panas tinngi atau menggunakan

bahan kimia.

Hal hal yang perlu diperhatikan:

1. Sterilisator harus dalam keadaan siap pakai.

2. Peralatan harus bersi dan masih berfungsi.

3. Peralatan yang dibungkus harus diberi label : nama, jenis peralatan, jumlah tgl dab jam disterilkan.

4. Menyusun peralatan harus sedemikia rupa sehingga seluruh bagian dapat disterilkan.

5. Waktu mensterilkan setiap jenis harus tepat.

6. Tidak boleh menambah peralatan lain dalam sterilisator, sebelum

waktu mensterilkan selesai.

7. Memindahkan peralatan yang sudah steril ketempatnya dengan korentang steril.

8. Saat mendinginkan peralatan steril dilarang membuka bungkusnya.

9. Bila terbuka harus disterilkan kembali.

Pelaksanaan 1. Disinfeksi dengan cara mencuci

Mencuci dengan sabun, dibersihkan, disiram dan dibasahi

alkohol 70 %.

Mencuci luka kotor dengan H2O2 3%, bethadin.

Mencuci kulit / jaringan tubuh yang akan dioperasi dengan laruta iodium tintura 3 % dilanjutkan dengan alcohol 70%.

Mencuci vulva sublimate 1:1000 / PK 1:1000

OBAT ANTIMIKROBA

Antimikroba yang baik Toksisitas selektif +

R. hipersensitif _

Kelarutan, penetrasi baik, metabolisme / ekskresi lambat

Resistensi lambat

Tidak merusak normal flora host Antibiotika :

Bahan metabolit MO yang dapat menghambat atau membunuh MO lain

5

/ 10 / 2012

Caranya:

Membuat larutan sabun padat/cream:

4 gram dimasukkan dalam 1 liter air hangat/panas lalu diaduk sampai larut. Membuat larutan sabun cair :

3 cc dimasukkan dalam 1 liter air hangat / panas lalu diaduk sampai rata.

Gunanya:

Lysol 0,5 % untuk mencuci tangan.

Lysol 1 % untuk disinfektan peralatan.

Lysol 2 % - 3 % untuk merendam peralatan yang dipakai pasien menular 24 jam.

Creolin 0,5 % untuk mendisinfeksi lantai.

Creolin 2 % untuk disinfeksi lantai kamar mandi

WC/spolhok.

MEMPERSIAPKAN LARUTAN DISINFEKTAN

A. Larutan Sabun Tujuan : untuk mencuci tangan, peralatan. Cara membuat :

Larutan sabun

Persiapan sabun padat/cream/cair.

Gelas ukuran.

Timbangan.

Pisau/sendok makan.

Alat pengocok.

Air panas/hangat ditempatnya.

Ember / baskom.

B. Larutan Lysol dan creolin.

Persiapan :

Larutan Lysol

Gelas ukuran

Ember berisi air.

Ember / baskom.

Creolin

Caranya :

Larutan Lysol/creolin 0,5 % 5 cc Lysol/creolin dimasukan dalam 1 liter air.

Larutan Lysol/creolin 2 % atau 3 %.

20 cc atau 30 cc Lysol/sreolin dimasukkan dalam 1 liter air.

5

/ 10 / 2012

ASSESSING

NURSING HISTORY :

THE DEGREE TO WHICH A CLIENT IS A RISK OF DEVELOPING AN INFECTION

ANY CLIENT COMPLAINTS SUGGESTING THE PRESENT OF AN INFECTION

PHYSICAL HEALTH DATA

LOCALIZED INFECTION

LOCALIZED SWELLING : LOCALIZED SWELLING, LOCALIZED REDNESS, PAIN OR TENDERNESS WITH PALPATION OR MOVEMENT

PALPABLE HEAT AT THE INFECTED AREA

LOSS OF FUNCTION OF THE BODY PART

SYSTEMIC INFECTION : FEVER, INCREASED PULSE AND RR, MALAISE, ANOREXIA, VOMITING, ENLARGEMENT AND TENDERNESS OF LYMPH NODES

LABORATORY DATA : ELEVATED LEUKOCYTE, INCREASED IN SPECIFIC TYPED OF LEUKOCYTE, ELEVETED ERYTHROCYTE SEDIMENTATION RATE, PRESENT MICROORGANISM IN URINE, BLOOD OR OTHER DRAINAGE CULTURES

BREAKING THE CHAIN OF INFECTION

SUSCEPTIBLE HOST : INTACT IMMUNE SYSTEM, BALANCED

NUTRITION, SKIN INTEGRITY

INFECTIOUS AGENT : CLEANING, DESINFECTION, STERILIZATION

RESERVOIR OF SOURCE: HYGIENE, DRESSING CHAGES, DISPOSAL OF FLUID CONTAINER, CHANGE SOILED LINEN

PORTAL OF EXIT FROM RESERVOAR OF SOURCE : CLEAN DRESSING OVER WOUNDS, COVER MOUTH AND NOSE WHEN COUGHING OR SNEEZING

MODE OF TRANSMISSION - PORTAL OF ENTRY TO HOST :

WEAR GLOVES, MASKS, GOWNS, GOGGLES ; MEDICAL OR SURGICAL ASEPSIS ; PROPER DISPOSAL OF CONTAMINATED OBJECTS, HANDWASHING

C. Larutan Savlon Persiapan :

Savlon

Gelas ukuran

Ember / baskom berisi air secukupnya.

Caranya :

Larutan savlon 0,5 %

5 cc savlon dimasukkan 1 liter air.

Larutan savlon 1 %

10 cc savlon dimasukkan dalam 1 liter air. Gunanya

Savlon 0,5 % untuk mencuci tangan

Savlon 1 % untuk merendam peralatan.

DIAGNOSING

HIGH RISK FOR INFECTION

ALTERED ORAL MUCOUS MEMBRANE

HIGH RISK ALTERED BODY TEMPERATURE

IMPAIRED SKIN INTEGRITY

IMPAIRED PHYSICAL MOBILITY

ALTERED NUTRITIONS

PAIN

SOCIAL ISOLATION

SELF ESTEEM DISTURBANCE

ANXIETY

FEAR

HOPELESSNESS

5

/ 10 / 2012

DEKONTAMINASI

ADALAH PEMBERSIHAN PERALATAN SEBELUM DILAKUKAN DISINFEKSI DAN STERILISASI

PROSEDUR

PAKAI SARUNG TANGAN

BILAS BENDA YANG TERKONTAMINASI DENGAN AIR DINGIN YG MENGALIR

CUCI DENGAN AIR HANGAT DAN SABUN

GUNAKAN SIKAT UNTUK MEMBUANG BAHAN ORGANIK DARI SEMUA PERMUKAAN TERMASUK SEMUA LAPISAN DAN LEKUKAN

BILAS DENGAN AIR HANGAT

BIARKAN KERING OLEH UDARA

GANTI LARUTAN DETERGEN MINIMAL SETIAP HARI

BERSIHKAN SIKAT DAN WASKOM

LEPAS SARUNG TANGAN DAN CUCI TANGAN

PROSEDUR

Rendam item yg terkontaminasi dgn benar

dlm larutan desinfektan yg encer. Selalu

baca label dan ikuti rekomendasi pabrik

Pasang tutup pada wadah untuk merendam

Pakai sarung tangan steril bila memindahkan item utk melindungi tangan dan mengurangi kontaminasi larutan

Bilas item dgn air keran atau air steril setelah direndam

Keringkan dengan udara

PROCEDURES

CLEANING

DECONTAMINATION

DESINFECTIOS

STERILIZATION

HANDWASHING AND SURGICAL HANDWASHING

APPLYING A SURGICAL MASK

PERVORMING OPEN GLOVING AND REMOVAL OF SOILED GLOVES

PERFORMING GOWNING AND CLOSED GLOVING

ISOLATION

DISINFEKSI

ADALAH TINDAKAN UNTUK MEMBUNUH ORGANISME PATOGEN PADA BENDA ATAU INSTRUMEN , KECUALI SPORA BAKTERI

DISINFEKSI TINGKAT RENDAH

DISINFEKSI TINGKAT TINGGI (DTT) : METODE ALTERNATIF BILA ALAT STERILISASI TIDAK TERSEDIA MEREBUS, MENGUKUS, BAHAN KIMIA

JENIS DISINFEKSI :

CHEMICAL DESINFECTION : ALCOHOL, IODOPHORD (BETADINE), KLORIN, FORMALDEHID, HIDROGEN PEROKSIDA

PHYSICAL DESINFECTION : AIR MENDIDIH MINIMUM 30 MNT, SINAR ULTRA VIOLET

5

/ 10 / 2012

CUCI TANGAN

PERSIAPAN ALAT

o

o

o

o

SABUN

WASTAFEL

AIR MENGALIR

HANDUK

PROSEDUR

1. LEPAS SEMUA PERHIASAN

2. DEKATI WASTAFEL, JANGAN SAMPAI MENYENTUH WASTAFEL

3. BUKA KRAN, ATUR SAMPAI SUHU AIR YANG MENGALIR HANGAT

4. BASAHI TANGAN SAMPAI LENGAN

5. AMBIL 5 ML SABUN CAIR

6. GOSOKKAN SABUN DENGAN ARAH MEMUTAR, BERSIHKAN SELA-SELA JARI, KUKU, DALAM WAKTU 10-30 DTK. LAKUKAN HAL INI PADA KEDUA TANGAN

7. CUCI TANGAN DENGAN AIR MENGALIR, DENGAN ARAH DARI LENGAN, PERGELANGAN TANGAN MENUJU UJUNG JARI

8. KERINGKAN TANGAN DENGAN HANDUK DENGAN ARAH DARI JARI- JARI, TANGAN, PERGELANGAN TANGAN, LENGAN

9. MATIKAN KRAN DENGAN MENGGUNAKAN TISSUE KERING DAN BERSIH

MEMAKAI GAUN / SCHORT

1.

Ambil gaun dengan memegang bagian dalam di dekat

leher. Biarkan gaun terbuka, dan selipkan tangan ke

lubang lengan gaun. Tahan lengan setinggi dada dan jauh dari tubuh

 

2.

Masukkan tangan dan lengan ke dalam lengan gaun. Jika

digunakan tehnik memakai sarung tangan secara tertutup, maka lengan tidak boleh melewati manset gaun steril

3.

Perawat yang tidak steril berdiri di samping perawat yang steril dan menarik gaun ke arah bahu, dan memegang tali pengikat pinggang bagian dalam dan mengikatkannya. Hati-hati jangan sampai menyentuh bagian luar gaun

STERILISASI

ADALAH TINDAKAN UNTUK MEMBUNUH ORGANISME PATOGEN PADA BENDA ATAU INSTRUMEN , TERMASUK SPORA BAKTERI

CARA STERILISASI

THERMAL : UAP BERTEKANAN TINGGI (OTOKLAF), PEMANASAN KERING (OVEN)

CHEMICAL : ETHYLENE OXIDE GAS, HYDROGEN PEROXIDE PLASMA / VAPOR, OZONE GAS, LIQUID CHEMICAL STERILANT PERACETIC ACID

IONIZING RADIATION

SURGICAL HANDWASHING

PERSIAPAN ALAT

KEMASAN SIKAT SCRUB YANG MENGANDUNG ANTIMIKROBA, SPT BETADIN,

KERAN AIR DENGAN MEKANISME START-STOP OTOMATIS, BILA TIDAK TERSEDIA

HIBICLENS

AIR HRS DIMATIKAN ORANG LAIN

PROSEDUR

LEPAS SEMUA PERHIASAN

HIDUPKAN AIR DAN ATUR SUHU AIR HANGAT

BASAHI TANGAN DAN LENGAN BAWAH, DAN BILAS UTK MEMBUANG KONTAMINASI DAN DEBRIS PERMUKAAN

BUKA BAGIAN ATAS KEMASAN UNTUK MENGAMBIL PEMBERSIH KUKU, DAN BERSIHKAN AREA SUB UNGUAL DI BAWAH AIR MENGALIR

BERSIHKAN KUKU DENGAN PEMBERSIH KUKU

GOSOKKAN SIKAT KE KUKU

BERSIHKAN SATU TANGAN DAN LENGAN DALAM GERAKAN MELINGKAR DENGAN MENGGUNAKAN GESEKAN. BERSIHKAN TANGAN DAN LENGAN YANG LAIN DENGAN CARA YANG SAMA. KESELURUHAN PROSES INI DILAKUKAN SELAMA 5-10 MENIT. ( SELAMA MENCUCI, TAHAN TANGAN LEBIH TINGGI DARI SIKU SHG AIR DAN DEBRIS YANG DIBERSIHKAN MENGALIR MENJAUHI TANGAN KE DALAM WASTAFEL

STLH SELESI, BUANG SIKAT PADA TEMPATNYA, BIARKAN AIR MENGALIR KE SIKU DAN KE WASTAFEL. JANGAN MENYENTUH WASTAFEL, KRAN ATAU PAKAIAN

KERINGKAN TANGAN DENGAN HANDUK STERIL DARI ARAH TANGAN MENUJU LENGAN, PAKAI GAUN DAN SARUNG TANGAN STERIL

5

/ 10 / 2012

MELEPAS GAUN DAN SARUNG TANGAN KOTOR

1. Perawat yg tidak steril melepas ikatan belakang gaun

2. Perawat yg memakai gaun memegang kelim bahu gaun, dan menarik gaun

dan lengan ke arah depan dan melewati tangan, membalik gaun bagian dalam

ke

luar dan membalikkan manset sarung tangan

3. Lipat gaun dengan bagian dalam ke luar dan gulung hingga seperti bola dan buang dalam wadah yang tepat

4. Lepaskan sarung tangan dengan meletakkan tangan yang memakai sarung tangan pada bagian luar sarung tangan yang menutupi tangan kedua. Tarik sarung tangan agar lepas dari tangan sehingga sarung tangan terbalik dan kulit sarung tangan yang kotor

5. Lepas sarung tangan kedua dengan menempatkan jari tangan yang telanjang

di atas tepi sarung tangan sisa yang terbalik, menarik sarung tangan lepas dari

tangan dan membaliknya

6. Buang sarung tangan ke wadah yang tepat

APPLYING SURGICAL MASK

1. AMBIL MASKER DAN PEGANG TALI MASKER BAGIAN KIRI

DAN KANAN. MASKER BAGIAN ATAS LEBIH BERAT DARI

BAGIAN BAWAH KARENA ADA BAGIAN METALNYA

2. TEMPATKAN MASKER SEHINGGA MENUTUPI MULUT DAN HIDUNG

3. LETAKKAN TALI MASKER BAGIAN ATAS DI ATAS TELINGA SAMPAI DI BELAKANG KEPALA

4. LETAKKAN TALI MASKER BAGIAN BAWAH PADA LEHER SAMPAI TENGKUK / LEHER BAGIAN BELAKANG

1. LETAKKAN BAGIAN METAL MASKER SECARA TEPAT UNTUK MELINDUNGI HIDUNG

MEMAKAI SARUNG TANGAN : TEHNIK TERTUTUP

1. Pertahankan tangan di bagian dalam manset gaun

2. Letakkan sisi telapak sarung tangan pertama di atas tangan

lainnya, tangan lain tertutup manset. Jari sarung tangan harus mengarah ke siku

3. Pegang manset sarung tangan dengan tangan dimana sarung tangan tsb diletakkan, dan dengan tangan lainnya tarik ke arah lubang lengan dan manset

4. Ketika manset sarung tangan ditarik ke belakang, masukkan jari-jari ke dalam lubang jari pada sarung tangan

5. Letakkan sarung tangan yang belum dipakai di atas lengan lainnya dengan tangan yg telah memakai sarung tangan . lakukan dengan cara yang sama spt no. 3 dan 4

ISOLATION

AFB (ACID FAST BACILLUS) ISOLATION

STRICT ISOLATION

RESPIRATORY ISOLATION

WOUND AND SKIN ISOLATION

ENTERIC PRECAUTIONS

PROTECTIVE ISOLATION

5

/ 10 / 2012

STRICT ISOLATION

Private room necessary ; door must be kept closed

Gowns must be worn by all persons entering room

Masks - must be worn by all persons entering room

Hands must be washed on entering and leaving room

Gloves must be worn by all person entering room

Articles must be discarded, or wrapped before being sent to central supply for disinfection or sterilization

WOUND AND SKIN PRECAUTIONS

PRIVATE ROOM - DESIRABLE 

GOWNS – MUST BE WORN BY ALL PERSON HAVING DIRECT CONTACT WITH PATIENT MUST BE WORN BY ALL PERSON HAVING DIRECT CONTACT WITH PATIENT

MASKS - NOT NECESSARY EXEPT DURING DRESSING CHANGESBE WORN BY ALL PERSON HAVING DIRECT CONTACT WITH PATIENT HANDS – MUST BE WASHED ON

HANDS – MUST BE WASHED ON ENTERING OR LEAVING ROOM MUST BE WASHED ON ENTERING OR LEAVING ROOM

GLOVES – MUST BE WORN BY ALL PERSON HAVING DIRECT CONTACT WITH INFECTED AREA MUST BE WORN BY ALL PERSON HAVING DIRECT CONTACT WITH INFECTED AREA

ARTICLES – SPECIAL PRECAUTIONS NECESSARY FOR INSTUMENTS, DRESSING AND LINEN SPECIAL PRECAUTIONS NECESSARY FOR INSTUMENTS, DRESSING AND LINEN

AFB ISOLATION

MASK ARE TO BE WORN IN THE  PATIENT ROOM PATIENT ROOM

GOWN ARE INDICATED IF NEEDED TO PREVENT GROSSAFB ISOLATION MASK ARE TO BE WORN IN THE  PATIENT ROOM CONTAMINATION OF CLOTHING GLOVES

CONTAMINATION OF CLOTHING

GLOVES ARE INDICATED FOR BODY FLUIDS AND NON INTACT SKINIF NEEDED TO PREVENT GROSS CONTAMINATION OF CLOTHING HAND MUST BE WASHED AFTER TOUCHING THE PATIENT

HAND MUST BE WASHED AFTER TOUCHING THE PATIENT OR POTENTIALLY CONTAMINATED ARTICLES AND AFTER REMOVING GLOVESGLOVES ARE INDICATED FOR BODY FLUIDS AND NON INTACT SKIN ARTICLES SHOULD BE DISCARDED, CLEANED, OR

ARTICLES SHOULD BE DISCARDED, CLEANED, OR SENT FOR DECONTAMINATION AND REPROCESSINGPOTENTIALLY CONTAMINATED ARTICLES AND AFTER REMOVING GLOVES THE DOOR TO THE ROOM IS TO REMAIN CLOSED

THE DOOR TO THE ROOM IS TO REMAIN CLOSEDCLEANED, OR SENT FOR DECONTAMINATION AND REPROCESSING THE PATIENT IS TO WEAR A MASK FOR TRANSPOTATION

THE PATIENT IS TO WEAR A MASK FOR TRANSPOTATION OUTSIDE THE ROOMSHOULD BE DISCARDED, CLEANED, OR SENT FOR DECONTAMINATION AND REPROCESSING THE DOOR TO THE ROOM IS

RESPIRATORY ISOLATION

PRIVATE ROOM NECESSARY ; DOOR MUST BE KEPT CLOSED

GOWNS NOT NECESSARY

MASKS - MUST BE WORN BY ALL PERSONS ENTERING ROOM

HANDS MUST BE WASHED ON ENTERING AND LEAVING ROOM

GLOVES - NOT NECESSARY

ARTICLES THOSE CONTAMINATED WITH SECRETIONS MUST

BE DISINFECTED

CAUTIONS ALL PERSONS SUSCEPTIBLE TO THE SPECIFIC DISEASE SHOULD BE EXCLUDED FROM PATIENT AREA; IF CONTACT IS NECESSARY, SUSCEPTIBLE MUST WEAR MASKS

5

/ 10 / 2012

PROTECTIVE ISOLATION

PRIVATE ROOM NECESSARY ; DOOR MUST BE KEPT CLOSED

GOWNS MUST BE WORN BY ALL PERSON ENTERING ROOM

MASKS - MUST BE WORN BY ALL PERSON ENTERING ROOM

HANDS MUST BE WASHED ON ENTERING OR LEAVING ROOM

GLOVES MUST BE WORN BY ALL PERSONS HAVING DIRECT CONTACT WITH PATIENT

ARTICLES ALL ITEMS TAKEN INTO THE ROOM SHOULD BE

INDIVIDUALLY EVALUATION FOR THEY POTENTIAL CARRY

PATHOGENS AND HARM THE PATIENT

B. ENTERING THE ROOM

CUCI TANGAN

LEPAS JAM TANGAN DAN LETAKKAN PADA KANTONG PLASTIK

GUNAKAN BAJU PELINDUNG

GUNAKAN MASKER

GUNAKAN SARUNG TANGAN

ENTERIC PRECAUTIONS

 

PRIVATE ROOM NECESSARY FOR CHILDREN ONLY

 

o

o

GOWNS MUST BE WORN BY ALL PERSON HAVING DIRECT CONTACT WITH PATIENT

o

MASKS NOT NECESSARY

 

o

HANDS MUST BE WASHED ON ENTERING AND LEAVING ROOM

o

GLOVES MUST BE WORN BY ALL PERSONS HAVING DIRECT CONTACT WITH PATIENT OR WITH ARTICLES CONTAMINATED WITH FECAL MATERIAL

 

o

ARTICLES SPECIAL PRECAUTIONS NECESSARY FOR ARTICLES CONTAMINATED WITH URINE AND FECES. ARTICLES MUS BE DISINFECTED OR DISCARDED

SPECIFIC ISOLATION PROCEDURES

A.

PREPARING THE ROOM

 

RUANG DILENGKAPI DGN WASTAFEL DGN AIR

 

o

 

MENGALIR

o

SIAPKAN : DISPOSAL BAGS, SCHORT, MASKER, SARUNG TANGAN SESUAI DENGAN KEPERLUAN

o

SIAPKAN TEMPAT SAMPAH YANG DILAPISI

 

DENGAN PLASTIK PADA BAGIAN DALAMNYA

o

SIAPKAN TERMOMETER, STETOSKOP DAN MANSET

o

SIAPKAN TEMPAT UNTUK MENAMPUNG JARUM SUNTIK YANG SUDAH DIPAKAI DAN ALAT -2 PERAWATAN LAINNYA

o

SIAPKAN DESINFEKTANT UNTUK ALAT-2 PERAWATAN

 

5

/ 10 / 2012

D. CARING FOR LINEN

PEGANG LINEN YANG KOTOR DENGAN SARUNG TANGAN

PASTIKAN HANYA MENYENTUH BAGIAN DALAM KANTONG KETIKA MEMASUKKAN LINEN KOTOR KE DALAM KANTONG

E. CARING FOR DISHES AND FOOD TRAYS

LETAKKAN PERALATAN MAKAN PADA KANTONG PLASTIK BILA MIKROORGANISME MENULAR MELALUI MAKANAN YG TERCEMAR

Terima kasih

C. DOUBLE BAGGING

LETAKKAN ALAT-ALAT PADA TEMPATNYA DAN

TERTUTUP

LETAKKAN KANTONG UNTUK MENAMPUNG ALAT ATAU BAHAN YANG TERKONTAMINASI DI DALAM RUANG

PASTIKAN KANTONG TERTUTUP DENGAN RAPAT

BERI TANDA PADA KANTONG SESUAI DGN PERATURAN RS

BAWA KANTONG KE TEMPAT YANG TELAH

DITETAPKAN SESUAI DENGAN PERATURAN RS

F. LEAVING THE ROOM

SELESAIKAN SELURUH PEKERJAAN DI DALAM RUANG

ISOLASI

LEPAS SARUNG TANGAN

CUCI TANGAN

LEPAS SCHORT / BAJU PELINDUNG , PEGANG BAGIAN DALAMNYA LALU MASUKKAN KERANJANG

LEPAS MASKER

CUCI TANGAN

BUKA PINTU KAMAR

CUCI TANGAN DI LUAR RUANG ISOLASI