Anda di halaman 1dari 17

I.

TUJUAN

Tujuan dari praktikum yang dilakukan adalah :


1. Untuk mengetahui prinsip kerja pengukuran fotometer secara fotometris 2. Untuk menentukan konsentrasi larutan contoh (Cx) secara fotometris dengan menggunakan filter fotometer 3. Mempelajari hubungan sifat serapan variasi konsentrasi komponen pada beberapa jenis sinar 4. Mengenali sifat-sifat absorpsi sinar

II. Sejarah

DASAR TORI

Sebelum elemen peka cahaya elektronik dikembangkan, fotometri dilakukan oleh estimasi oleh mata relatif fluks bercahaya dari sumber dibandingkan dengan sumber standar. Yang photometer ditempatkan sedemkian rupa sehinga illuminance dari sumber yang diteliti adalah sama dengan yang standar sebagai sama illuminance sumber dapat dinilai oleh mata. Fluks bercahaya relative kemudian dapat dihitung sebagai iluminance berkurang secara proposional dengan kebaikan kuadrat jarak. Sebuah photometer terdiri dari kertas dengan tempat minyak, yang rmembuat kertas tampak sedikit lebih transparan, bila tempat tidak terlihat baik dari sisi illuminance dari kedua belah pihak adalah sama.

FOTON MENGHITUNG Beberapa mengukur photometer cahaya dengan menghitung individu foton daripada masuk fluks. Prinsip-prinsip operasi yang sama tetapi hasilnya diberikan dalam satuan seperti foton/cm2 atau foton/cm-2.sr-1 daripada W/cm2 atau W/cm2

.sr-1.

Karena masing-masing menghitung foton alami, instrumen ini terbatas pada pengamatan dimana radiasi rendah. Yang radiasi dibatasi oleh waktu yang berhubungan resolusi pembacaan detektor elektronik. Dengan tekhnologi semacam ini berada dalam kisaran megahertz. Radiasi maksimum juga dibatasi oleh dan memperoleh throughput parameter dari detektor itu sendiri. Cahaya sending elemen dalam perangkat menghitung foton NIR, yang kelihatan

dari ultraviolet panjang gelombang adalah cukup photomultiplier untuk mencapai sensitivitas. Diudara dan ruang berbasis penginderaan jauh counter foton seperti digunakan dibagian hulu dari spektrum elektromagnetik seperti sinar-X untuk jauh ultraviolet. Hal ini biasanya disebabkan oleh intensitas radiasi yang lebih rendah dari objek yang diukur dan juga kesulitan mengukur energi cahaya yang lebih tinggi dengan menggunakan partikelnya seperti alam dibandingkan dengan sifat seperti gelombang cahaya pada frekuensi yang lebih rendah. Sebaliknya, radiometers biasanya digunakan untuk penginderaan jarak jauh dari yang terlihat. Inframerah meskipun frekuensi radio jangkauan.

FOTOGRAFI Photometer digunakan untuk menentukan benar eksposur dalam fotografi. Modern kamera, yang photometers biasanya built in sebagai iluminasi dari berbagai bagian dari gambar bervariasi., maju photometers mengukur intesitas cahaya diberbagai bagian dari gambar potensi dan menggunakan alogaritma untuk menentukan eksposur yang paling cocok untuk gambar terakhir, mengadaptasi alogaritma ke jenis gambar dimaksud (lihat mode pengukuran). Menurut sejarah, photometer terpisah dari kamera. Photometer lanjutan kemudian dapat digunakan baik untuk pengukuran potensi cahaya dari gambar secara keseluruhan, untuk mengukur dari unsur-unsur gambar untuk memastikan bahwa bagian terpenting dari gambar secara optimal terekspos, atau untuk mengukur cahaya insiden ke lokasi dengan mengintegrasikan adaptor.

SPEKTRUM OPTIK REFLECTANCE FOTOMETRI Sebuah reflectance photometer mengukur permukaan sebagai sebuah fungsi dari panjan gelombang. Permukaan diterangi dengan cahaya putih, dan cahaya pantulan diukur setelah melewati sebuah monokromator. Jenis pengukuran telah terutama aplikasi praktis, misalnya dalam indrustri cat ciri warna permukaan obyektif.

UV DAN CAHAYA TAMPAK TRANSMISI FOTOMETRI Ini adalah optik untuk pengukuran penyerapan cahaya panjang gelombang

tertantu (atau suatu jamgkauan panjang gelombang) dari zat warna dalam larutan. Dari penyerapan cahaya , hukum beer memungkinkan untuk menghitung konsentrasi zat warna dalam larutan. Karena ke berbagai aplikasi kehandalan dan ketahanan yang photometer telah menjadi salah satu instrumen utama dalam biokimia dan kimia analitis. Penyerapan photometer untuk bekerja dalam larutan bekerja dalam ultraviolet dan terlihat berkisar dari panjang gelombang sekitar 240 nm hingga 750 nm. Prinsip spektrofotometer dan menyaring photometer adalah bahwa monokromatik cahaya diperbolehkan melewati sebuah wadah dengan jendela datar optis yang berisi solusi. Kemudian mencapai detektor cahaya, yang mengukur intensitas cahaya dibandingkan dengan intensitas setelah melewati sebuah sel identik dengan pelarut yang sama tapi tanpa substansi berwarna. Dari perbandingan antara intensitas cahaya, mengetahui kapasitas untuk menyerap zat warna adalah mungkin untuk menghitung konsentrasi zat menggunakan hukum beer. Dua jenis yang digunakan photometer : spektrofotometer dan filter photometer. Dalam spektrofotometer sebuah monokromator digunakan untuk memperoleh monokromatik cahaya dari satu didefinisikan panjang gelombang. Dalam photometer optik filter, filter optik digunakan untuk memberikan cahaya monokromatik. Spektrofotometer dengan demikian dapat dengan mudah diatur untuk mengukur absorbansi pada panjang gelombang yang berbeda, dan mereka juga dapat digunakan untuk memindai spektrum menyerap zat. Mereka dengan cara ini lebih fleksibel daripada filter photometer, juga memberikan optik yang lebih tinggi kemurnian menganalisis cahaya, dan karena itu mereka sebaiknya digunakan untuk tujuan penelitian. Filter photometer lebih murah, robster dan lebih mudah digunakan untuk analisi rutin. Photometer untuk microtiter pelat adalah filter photometer.

INFRAMERAH TRANSMISI CAHAYA FOTOMETRI Spektrofotometri dalam cahaya inframerah terutama digunakan untuk

mempelajari struktur zat, sebagai kelompok diberikan memberikan didefinisikan penyerapan pada panjang gelombang. Pengukuran dalam larutan ini umumnya tidak mungkin, karena air menyerap sinar inframerah kuat dalam beberapa rentang

panjang gelombang. Oleh karena itu, inframerah spektroskopi adalah baik dilakukan dalam fasa gas atau dengan menekan zat tablet bersama-sama dengan garam yang trasparan dalam rentang inframerah. Kalium bromida (KBr) umumnya digunakan untuk tujuan ini substansi yang akan diuji adalah sepenuhnya dicampur dengan disucikan khusus KBr dan menekan ke dalam tablet yang transparan, yang ditempatkan dalam berkas cahaya. Analisis ketergantungan panjang gelombang pada umumnya tidak dilakukan menggunakan monokromator seperti di UV-Vis tetapi dengan menggunakan suatu interferometer . pola interferensi dapat dianalisis menggunakan Transformasi Fourier alogartima. Dengan cara ini, seluruh rentang panjang gelombang dapat dianalisis secara bersamaan, menghemat waktu, dan interferometer juga lebih mudah daripada monokromator. Cahaya diserap didaerah inframerah tidak sesuai dengan eksitasi elektronik dari substansi dipelajari, melainkan untuk berbagai jenis eksitasi getaran. Eksitasi getaran adalah karakteristik dari kelompok yang berbeda dalam sebuah molekul, yang memberikan informasi yang sangat rinci tentang molekul. Frekuensi dari berbagai mode getaran bervariasi dengan isotop, dan karena itu isotop yang berbeda memberikan puncak yang berbeda. Hal ini memungkinkan juga untuk mempelajari komposisi dari sebuah sampel dengan spektrofotometri inframerah.

ATOM PENYERAPAN FOTOMETRI Photometer penyerapan atom adalah photometer yang mengukur cahaya api yang sangat panas. Solusi untuk dianalisa disuntikan ke dalam api di konstan, laju dikenal. Logam dalam larutan yang hadir dalam bentuk atom dalam nyala. Cahaya yang monokromatik dalam photometer jenis ini dihasilkan oleh sebuah lampu pengosongan tempat pembuangan terjadi dalam gas dengan metal akan ditentukan. Pembuangan kemudian memancarkan cahaya dengan panjang gelombang yang sesuai dengan garis spektrum dari logam. filter dapat digunakan untuk mengisolasi salh satu garis spektrum utama dari logam yang akan dianalisis. Cahaya yang diserap oleh logam dalam api, dan penyerapan digunakan untuk menentukan konsentrasi logam dalam larutan asli.

Fotometer ialah alat untuk menangkap kekuatan cahaya atau interaksi cahaya yang ditransmisikan atau pengukuran berdasarkan cahaya dengan sumber radiasi elektromagnetik. Nama lain dari fotometer yang dipraktikumkan ialah Hospitex Diagnostic artinya instrument yang biasa digunakan pada rumah sakit yang menggunakan sample klinis misalnya serum darah. Komponen-komponen fotometer hampir sama dengan spektrofotometer meliputi sumber cahaya atau sumber radiasi yaitu lampu halogen, kemudian filter, tempat sample atau kuvet, detector ialah silicon, dan sample klinis yaitu serum darah. Prinsip kerja fotometer yaitu sampel yang telah diinkubasi kemudian disedotkan pada aspirator sehingga masuk ke dalam kuvet dan dibaca oleh sinar cahaya kemudian sampel akan disedot kembali dengan pompa peristaltik menuju ke pembuangan. Sampel yang digunakan harus dimasukkan dalam inkubator. Hal ini agar reagen-reagen dalam sampel bekerja secara maksimal. Bagian-Bagian dan Fungsinya a. Selang aspirator untuk menghisap sample untuk dianalisis. b. Pompa peristaltic untuk menghisap sample dari kuvet dan menuju pembuangan. c. Kuvet untuk tempat meletakkan sample. d. Inkubator untuk menyamakan kondisi dengan yang sebenarnya dan agar hasilnya sempurna. e. Waste (pembuangan) untuk wadah pembuangan cairan yang telah dianalisis oleh fotometer. f. Selang peristaltic untuk membantu kerja pompa peristaltic yang bersifat elastic dan menjadi jalur mengalirnya sample untuk dianalisis. Metodakolorimetri dan fotometri merupakan salah satu metoda yang penting dalam analisis kuantitatif. Fotometris adalah suatu metoda analisa berdasarkan pengukuran serapan (relative) sinar monokromatis tertentu oleh suatu lajur larutan dengan menggunakan detector fotosel.

Metoda ini didasarkan atas metoda hukum BEER yang menyatakan bahwa harga penyerapan sinar oleh suatu larutan merupakan suatu fungsi eksponen dari konsentrasi dan tebal sel. A=axbxc A = besaran penyerapan b = diameter sel a = absorptivity c = konsentrasi Untuk melakukan analisis secara fotometris sinar tampak ada tiga langkah yang dilakukan: 1. Pembentukan warna 2. Pemilihan panjang gelombang 3. Membuat kurva kalibrasi / standar Pembentukan warna biasanya ada beberapa yang dapat dipergunakan untuk memilih caramana yang akan dipakai. Zat pembentuk warna harus selektif dan dengan zat-zat asing (pengganggu) tidak membentuk warna yang dapat mengganggu. Panjang gelombang yang dipakai untuk penentuan kuantitatif adalah panjang gelombang dimana terjadi penyerapan warna yang maksimum.Hal ini dapat ditentukan dengan membuat spectrum absorbsinya yaitu antara absorban V s panjang gelombang. Untuk membuat kurva kalibrasi atau standar agar memenuhi hukum Beer maka perlu diukur absorban dari larutan standar.

III.

PERCOBAAN A. PERALATAN & ZAT a. Alat Filter Fotometer Buret 50 mL Kuvet Gelas piala 250 mL Standar & Klem Labu ukur 100 mL Labu Ukur 25 mL Pipet gondok 25 mL Pipet takar 10 mL Pipet Tetes Labu semprot Bulb / Karet Hisap

b. Zat

Ammonium ferisulfat 500 ppm Asam asetat 0,1 N Asam salisilat


c. Gambar Alat

Fotometer

Filter Warna

B. PROSEDUR KERJA 1. Pembentukanwarna a. Sediakan 7 buah labu ukur25 mL dan 1 buahlabuukur 100 mL.Dibuatlarutanstandar ammonium ferisulfat 25 ppm dengan jalan mengambil 5 mL larutan ammonium ferisulfat 500 ppm dengan teliti kemudian dimasukkan kedalam labu ukur 100 mL lalu diencarkan sampai tanda batas dan dihomogenkan b. Kedala mmasing-masing labu ukur 25 mL dimasukkan larutan ammonium feri sulfat 25 ppm dengan mL larutan ammonium ferisulfat 0 ; 0,5 ; 1,0 ; 2,0 ; 4,0 dan 7,0 ; 10,0 mL. Kedalammasing-masing labu ditambahkan 2 mL asamsalisilat dan diencerkan dengan asamasetat 0,1 N sampai tanda batas dan dihomogenkan c. Serahkan 1 buahlabuukur 25 ml dan beri etiket nama untuk mendapatkan larutan tugas, tambahkan 2 ml asam salisilat kedalam larutan tugas dan encerkan sampai batas dengan larutan asamasetat 0,1 N

2.

Pengukurandenganfotometer a. Standarisasi alat fotometer dengan menggunakan larutan blanko dan terakan pembacaan blanko ini dengan 100%T dengan menggunakan panjang gelombang 440 nm. b. Isi kuvet dengan larutan standar dan dibaca %T nya pada panjang gelombang 440 nm. c. Lakukan juga pengukuran %T deretan larutan standar ini pada panjang gelombang 515 nm dan 585 nm. Dimana pada setiap pertukaran panjang gelombang alat harus distandarisasi dengan menggunakan larutan blanko dan terakan pembacaan blanko ini dengan 100 %T. d. Diukur %T larutan tugas pada panjang gelombang dimana serapannya maksimum. e. Dibuat kurva kalibrasi antara absorban dan konsentrasi (Absorban yang diambil baik untuk deretan larutan standar maupun larutan tugasa dalah pada panjang gelombang yang serapannya maksimum)

IV.

HASIL PERCOBAAN/ DISKUSI A. DATA Warna Filter dan Panjang gelombangnya Filter Hijau Filter Merah Filter Orange Filter Biru Filter Kuning Filter Ungu = 515 nm = 660 nm = 610 nm = 470 nm = 585 nm = 440 nm

Deretan larutan standar ammonium ferisulfat

LARUTAN mL ammonium ferisulfat mL asam salisilat mL asamasetat 0,1 N

I 0 2,0 23,0

II 0,5 2,0 22,5

TABUNG KE III IV V 1,0 2,0 22,0 2,0 2,0 21,0 4,0 2,0 19,0

VI 7,0 2,0 16,0

VII 10,0 2,0 13,0

B. Pengukuran larutan standar

[] Fe+++ (ppm) 0 0,5 1,0 2,0 4,0 7,0 10,0

PANJANG GELOMBANG 470 nm 610 nm 660 nm 0 %T 0 %T 0 %T 100 %T 99 %T 100 %T 98 %T 99 %T 99 %T 97 %T 98 %T 98 %T 96 %T 93 %T 96 %T 94 %T 92 %T 94 %T 92 %T 91 %T 92 %T

C. PENGOLAHA DATA
a. Panjang gelombang 470 nm (Biru) Konsentrasi Ammonium FeriSulfat : 0 ppm %T = 0 %T 2 ppm %T = 97 %T A = log 100/97 A = 0.0132 4 ppm %T = 96 %T A = log 100/96 A = 0.0177 A = log 100/100 A =0 1 ppm %T = 98 %T A = 0.0268 A = log 100/98 A = 0.0087 7 ppm %T = 94 %T A = log 100/94

A = log

100 %T

A = log 100/0 A =0 0,5 ppm %T = 100 %T

10 ppm %T = 92 %T A = log 100/92 A = 0.0362

Cx %T = 98 %T A = log 100/98 A = 0.0087

b. Panjang gelombang 610 nm (Orange) Konsentrasi Ammonium FeriSulfat ; 0 ppm %T = 0 %T A = log 100/0 A =0 0,5 ppm %T = 99 %T A = log 100/99 A = 0.0043 1 ppm %T = 99 %T A = log 100/99 A = 0.0043 2 ppm %T = 98 %T A = log 100/98 A = 0.0087 4 ppm %T = 93 %T A = log 100/93 A = 0.0315 7 ppm %T = 92 %T A = log 100/92 A = 0.0362 10 ppm %T = 91 %T A = log 100/91 A = 0.0409 Cx %T = 97 %T A = log 100/97 A = 0.0132

c. Panjang gelombang 660 nm KonsentrasiAmoniumFeriSulfat 0 ppm %T = 0 %T A = log 100/0 A =0 0,5 ppm %T = 100 %T A = log 100/100 A =0 1 ppm %T = 99 %T A = log 100/99 A = 0.0043 2 ppm %T = 98 %T %T = 99 %T A = log 100/98 A = log 100/99 A = 0.0087 A = 0.0043 4 ppm %T = 96 %T A = log 100/96 A = 0.0177 7 ppm %T = 94 %T A = log 100/94 A = 0.0268 10 ppm %T = 92 %T A = log 100/92 A = 0.0362 Cx

KURVA C vs A DENGAN 3 FILTER


0.045 0.04 0.035 0.03 0.025 0.02 0.015 0.01 0.005 0 0,5 0.0132 0.0087 0.0087 0.0043 0.0043 0 1,00 2,00 4,00 7,00 10,00 0.0177 Filter Merah (660 nm) atau daerah linear 0.0315 0.0268 filter Orange (610 nm) 0.0409 0.0362 0.0362 filter Biru (470nm)

KURVA KALIBRASI STANDAR Pengolahan Data Kurva Kalibrasi Standar Pada 660 nm No. 1 2 3 4 5 6 7 jumlah rata-rata x (ppm) 0 0.5 1 2 4 7 10 24.5 3.5 y (A) 0 0.1308 0.2147 0.3188 0.4437 0.5528 0.7447 2.4055 0.3436 xy 0 0.0654 0.2147 0.6376 1.7748 3.8696 7.4470 14.0091 2.0013 x2 0 0.25 1 4 16 49 100 170.25 24.3214 y2 0.0000 0.0171 0.0461 0.1016 0.1969 0.3056 0.5546 1.2219 0.1746

y ) n b = ( x) 2 2 n x n xy.( x. 0.6421 (24,5) (0.0937) 7 2 (24,5) 170.25 7

y a

= a bx = y bx = 0,0134 0.0025(3,5) = 0.00465

Persamaan regresinya : y = 0.00465 + 0.0025 (x)

= =

0.6421 (24.5 0.0134) 170.25 85.75

0.2108 84.5

= 0.0025

Kurva Kalibrasi Standar x = 0 ppm y = 0.00465 + 0.0025 (x) = 0.00465 + 0.0025 (x) = 0,1119 y = 0.00465 + 0.0025 (x) = 0.00465 + 0.0025 (x) = 0,2443

x = 0,5 ppm y = 0.00465 + 0.0025 (x) = 0.00465 + 0.0025 (x) = 0,1450

x = 1,0 ppm y = 0.00465 + 0.0025 (x) = 0.00465 + 0.0025 (x) = 0,1781

x = 2,0 ppm

x = 4,0 ppm y = 0.00465 + 0.0025 (x) = 0.00465 + 0.0025 (x) = 0,3767 x = 10,0 ppm y = 0.00465 + 0.0025 (x) = 0.00465 + 0.0025 (x) = 0,77

x = 7,0 ppm y = 0.00465 + 0.0025 (x) = 0.00465 + 0.0025 (x) = 0,5753

Dari ketiga diatas, dipilih salah satu yang mempunyai absorban maximum untuk dijadikan untuk pengukuran Cx. Absorban maximum diperoleh dari 660 nm,maka : Cx diukur pada 660 nm %T = 99 %T A = log 100/99 A = 0,0043 Perhitungan kadar Cx Diketahui : Absorban Cx (y) = 0.0043 y = 0,0079 + 0,0088 x hasil kadar Cx adalah

1.38

Tabel Antara Absorban dengan Konsentrasi pada 660 nm

Fe3+(ppm) Absorban Y = 0,0387 + 0,0088x

KONSENTRASI 0 0 0 0,5 1,0 2,0 0,0362 0,0082 4,0 0,0457 0,0083 7,0 0,0969 0,0087 10,0 0,0757 0,0086 Cx 0,0043 -

0,0087 0,0087 0,0080 0,0080

Chart Title
0.12 0.1 0.08 0.06 0.04 0.02 0.0087 0.008 0 0.5 1 2 4 7 10 0.0087 0.008 0.0082 0.0083 0.0087 0.0086 0.0457 0.0362 0.0969 0.0757 Absorban Konsentrasi (ppm)2

V.

PEMBAHASAN

Dari praktikum filter fotometris yang telah dilakukan, praktikan mendapatkan 3 filter dengan berbeda yaitu 660 nm (Merah), 470 nm (Biru), dan 610 nm (Orange). Larutan berwarna yang diukur akan menghasilkan nilai transmitan maupun absorban yang berbeda pada masing-masing filter. Hal ini disebabkan karena larutan akan menyerap sinar yang berlawanan (warna komplementer) dari warna filter () yang digunakan. Sedangkan sinar yang memiliki warna sama dengan warna filter akan diteruskan (dibaca sebagai transmitan). Dari ketiga filter yang digunakan, maka filter pada panjang gelombang 660 nm (Merah) yang memiliki panjang gelombang yang maksimum. Sehingga sampel diukur transmitannya pada panjang gelombang tersebut.

VI.

KESIMPULAN

Dari praktikum filter fotometer yang telah dilakukan, diperoleh filter / yang memilki nilai absorban maksimum adalah 660 nm (Merah). Pada tersebut diukur larutan tugas sehingga dipeoleh konsentrasi larutan tugas (Cx) sebesar ppm.

VII.

DAFTAR PUSTAKA

http://id.scribd.com/doc/95260254/FOTOMETER http://id.scribd.com/doc/55776951/Laporan-Kimia-instrumen http://www.slideshare.net/ichootz/laporan-instrumen-i-fotometer http://id.scribd.com/doc/60835855/Laporan-Kimia-instrumen#download http://id.scribd.com/doc/149463878/Filter-Aya http://id.scribd.com/doc/149429101/Filter-Fotometris

Cx Silinder Hehner = 72 ppm Cx Bajerum komparator = 67.5 ppm