Anda di halaman 1dari 3

Nama : Diyah Arum Fitriyani Nim : 292011080

Kelas : RS11C

Putus Sekolah Akibat tidak Adanya Biaya Di zaman sekarang ini masih banyak anak-anak apalagi yang usianya 6 tahun 12 tahun,itu sangat memerlukan pendidikan karena untuk bekal anak itu sendiri. Tapi di Indonesia baru 50% yang bersekolah dan yang 50% nya lagi tidak ber sekolah, tapi mereka bekerja untuk meringankan beban orang tuanya. Kenyataan ini dibuktikan dengan tingginya angka kemiskinan, pengangguran, gelandangan dan banyak anak Indonesia yang putus sekolah karena tidak adanya biaya untuk bersekolah, mereka lebih memilih untuk bekerja di banding kan ber sekolah, bagi mereka yang tidak mempunyai biaya, sekolah itu tidak penting. Penyebab putus sekolah anak di karenakan tidak adanya perhatiaan khusus dari orang tua nya ataupun dari keluarganya yang tidak memberikan dukungan kepada putraputrinya untuk bersekolah dan menuntut ilmu. Apalagi factor tidak adanya biaya untuk bersekolah itu pasti membuat anak tersebut memilih untuk tidak bersekolah dan memilih untuk bekerja, untuk meringankan beban orang tua nya, dan ekonomi keluarganya yang sangat buruk itu pun juga factor penyebab anak tidak mau melanjutkan sekolah. Kondisi dari orang tua nya pun juga mempengaruhi anak tersebut untuk putus sekolah dan tidak melanjutkan sekolahnya lagi karena kurang nya motivasi dari orang tuanya, keluarganya, yang seharusnya bias menyemangati anak tersebut untuk bersekolah,menuntut ilmu seperti teman-temannya. Tapi kenyataannya orang tua tidak pernah memahami anaknya, orang tua lebih mementingkan untuk bekerja mencari uang di bandingkan memikirkan anak anaknya yang putus sekolah karena tidak adanya biaya dan anak nya tersebut menjadi gelandangan di pinggir jalan pun orang tuanya tidak memperhatikannya. Tapi penyebab anak putus sekolah mungkin juga bukan dari factor ekonomi tapi mungkin juga dari kondisi sekolah yang sudah rusak atau yang sudah tidak layak untuk di pakai lagik, tapi masih di pakai untuk proses belajar mengajar dengan kondisi yang

seperti itu pasti akan membuat anak tidak nyaman untuk belajar dan memutuskan untuk tidak bersekolah lagi dan putus sekolah karena melihat kondisi sekolahnya yang seperti itu. Mungkin juga karena lokasi sekolah yang jauh, tidak terjangkau, tenaga pengajar yang kurang profesiona, itu juga yang membuat anak didiknya tidak semangat untuk belajar menuntut ilmu, dan membuat anak didiknya malas untuk nbelajar dan memutuskan untuk tidak bersekolah lagi. Dan masih banyak orang tua yang tidak memikirkan anaknya dan orang tua yang tinggal di pedesaan pun banyak yang beranggapan bahwa pendidikan itu tidak penting dan orang tua tersebut memaksa anaknya untuk bekerja mencari uang di bandingkan bersekolah menuntut ilmu. Karena bagi orang tua yang tinggal di pedesaan sekolah itu belum penting dan yang paling penting itu bekerja-bekerja dan bekerja, cari uang un tuk menafkahi keluarga itu yang membuat anak putus sekolah dan tidak mau bersekolah. Anak usia 6 sampai 12 tahun seharusnya mereka bersekolah tapi kenyataannya anak usia 6 sampai 12 tahun sudah dapat mencari uang sendiri dan sudah memegang uang sendiri hasil dia bekerja dan mereka beranggapan sekolah tidak penting lagi. Di daerah pedalaman / di pedesaan anak usia 6 sampai 12 tahun bekerja membantu orang tuanya di lading, di sawah atau di perkebunan karena biasanya di daerah pedalaman itu sangat sedikit yang mengenal pendidikan, kebanyakan dari mereka putus sekolah paling Cuma sampai kelas 3 terus mereka berhenti sekolah. Padahal anak usia 6 sampai 12 tahun itu mudah terjerumus ke hal-hal yang negative seperti merokok, mabuk-mabukan, judi, itu akan membuat pendidikan di Indonesia sangat kurang bermutu, dan selalu berfikir negative tentang pendidikan itu akan mebuat anak tersebut tidak mau belajar dan tidak mau bersekolah, akhirnya mereka putus sekolah. Seharusnya pemerintahan itu memperhatikan pendidikan di Indonesia atau pun didaerah pedalaman, jangan mementingkan para pegawai saja, orang orang yang tidak mampu pun harus di perhatikan juga dengan menerapkan kebijakan pendidikan yang gratis dan menyediakan fasilitas yang gratis pula untuk wargta yang tidak mampu dan

tenaga pengajar yang professional dan siap terjunb ke masyarakat untuk membantu masyarakat yang kurang mampu. Seharusnya pemerintahan juga berupaya untuk menekan angka anak putus sekolah dan menanamkan pola berfikir baru kepada anak yang putus sekolah tersebut dan harus dapat mengurangi jumlah siswa yang putus sekolah. Sosialisasi atau proses penyadaran ini harus dilakukan oleh pemerintahan dan melibatkan semua komponen masyarakat, orang tua dan memberikan penyuluhan tentang pentingnya pendidikan untuk anak usia 6 sampai 12 tahun karena pendidikan itu sangat penting untuk bekal anak tersebut nantinya Dengan solusi tersebut semoga aja dapat mengurangi angka anak putus sekolah, dan meningkatkan kualitas kinerja guru dan dapat emningkatkan prestasi belajar siswa.