Anda di halaman 1dari 4

FILSAFAT ILMU

NAMA NIM KELAS : DWI LINDA .P : 292011081 : RS 11 C

MARAKNYA KASUS KORUPSI Korupsi, tentu bukan nama yang asing lagi bagi kita semua. Apa lagi tidak sedikit kasus tersebut yang terjadi di Negara kita. Korupsi memang sebuah kasus yang bisa dilakukan oleh siapa saja, terutama seorang pemimpin. Namun walaupun dibilang bukan pemimpin tetap bisa juga melakukan yang namanya korupsi. Sebelumnya perlu kita ketahui apa itu arti dari korupsi. Korupsi merupakan suatu tindakan yang dilakukan oleh pejabat/pemerintah yang merugikanj perekonomian Negara serta masyarakat dan prebuatan tersebut tentu bertentangan atau melawan hukum.. Atau bisa juga di artikan korupsi adalah perbuatan yang sangat menguntungkan perekonomian diri sendiri yang sangat merugikan orang lain dan melanggar aturan atau hukum. Jika seorang pemimpin yang mempunyai gelar/jabatan yang tinggi, memang semakin mudah niat nya untuk melakukan tindakan tersebut. Terlebih lagi jika lemah nya hati nurani dari seorang pemimpin. Padahal setiap kasus pasti juga akan mempunyai akibat. Namun belum tentu seorang pemimpin yang melakukan tindakan tersebut peduli akan akibat yang nanti dia alami. Terutama jika pemimpin sudah mahir dalam hal masalah hukum. Tentu dia akan punya cara tersendiri untuk melakukan yang namanya korupsi. Seperti di Negara kita, kasus korupsi sudah tidak sedikit, malah bisa dikatakan semakin meningkat. Jika kita sebagai masyarakat kecil biasa, mungkin kita memang kurang tahu atau tidak mengerti bagaimana caranya untuk menghadapi kasus korupsi. Kalau kita perhatikan, masyarakat biasa hanya bisa melakukan demo, unjuk rasa, yang sebenarnya juga tidak suka terhadap kasus terssebut. Tapi itu bukanlah sebuah jalan keluar. Itu bukan merupakan suatu solusi dalam menghadapi kasus korupsi. Apa lagi jika sebuah kasus belum teratasi, malah sudah timbul kasus yang baru. Sehingga hanya membuat masyarakat semakin gentar untuk melakukan demo. Kita sebagai seorang mahasiswa, harusnya bisa tahu bagaimana dalam menghadapi suatu kasus korupsi. Karena main hakim sendiri juga tidak akan bisa menjadi sebuah solusi seperti yang banyak dilakukan masyarakat. Walaupun kita tahu masih banyak mahasiswa yang juga melakukan demo dan sebagainya. Dalam menghadapi kasus tersebut, seharusnya kita sebagai seorang mahasiswa punya cara berpikir tersendiri supaya tidak melakukan demo ataupun unjuk rasa. Terlebih lagi jika kita mempunyai pendidikan yang lebih tinggi daripada mayarakat, tentu kita harus bisa memanfaatkannya.

Mahasiswa memang sangat berperan penting untuk kemajuan bangsa. Kita semua pasti tahu, kalau mahasiswa adalah orang yang mempunyai pendidikan tinggi. Dan dengan pendidikan tersebut harus bisa kita gunakan dengan sebaik-baiknya. Salah satu cara yang bisa kita lakukan adalah dengan saling berpartisipasi terhadap masyarakat kecil. Kita memberikan suatu pengarahan atau pengajaran agar bisa mengurangi masyarakat yang bodoh. Namun kita juga tidak perlu mengharapkan imbalan. Karena pengarahan yang kita berikan memang penting untuk kita semua, terutama Negara kita. Dalam menghadapi kasus korupsi, paling tidak kita juga harus tahu bagaimana korupsi bisa terjadi atau dengan kata lain penyebab dari sebuah korupsi. Terutama kita sebagai mahasiswa, generasi penerus masa depan untuk Negara kita. Mungkin kadang kita memang berpikir kalau perjalanan kita masih panjang, namun waktu yang masih ada juga harus bisa kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Supaya kelak kita bisa menjadi pemimpin yang lebih baik, tanpa adanya kasus korupsi. Karena menjadi pemimpin juga tidak mudah, apalagi pemimipin Negara. Kita sebagai mahasiswa memang beruntung karena memiliki suatu ilmu. Kita semua tahu, ilmu merupakan sesuatu yang penting dan berguna. Jadi kita harus bisa saling berbagi dengan oranglain. Terutama mereka yang tidak bisa melanjutkan sekolah. Jika kita samasama saling membantu, tentu ilmu tidak akan berkurang dalam diri kita. Maka dari itu mulai dari sekarang marilah kita sama-sama bangkit untuk membuat Negara kita tercinta ini menjadi Negara yang tidak dipandang rendah oleh Negara lain. Dahulu korupsi mungkin memang tidak sebanyak sekarang ini. Apalagi jika kita sebagai masyarakat kecil, pasti tidak bisa berbuat apa-apa terhadap kasus tersebut. Tapi kita sendiri sekarang tahu seperti apa kasus korupsi yang telah terjadi di Negara kita. Pejabat atau pemerintah semakin berbuat semena-mena tanpa memperhatikan masyarakat yang dipimpim nya. Mereka hanya mementingkan kepribadian mereka. Walaupun kadang mereka terlihat serius bekerja dalam pemerintahan, namun kita tidak tahu seperti apa sebenarnya mereka dibalik jabatannya. Sekarang sudah tidak sedikit lagi kasus korupsi. Pemerintah yang melakukan korupsi seolah-olah mereka masih kurang puas dengan nafkah yang mereka peroleh. Melakukan korupsi, merugikan masyarakat dan orang lain, melarikan diri. Dan yang tidak lupa mengalihkan kasusnya kepada orang lain. Membawa-bawa orang lain karena tidak mau kasus itu dia tanggung sendiri. Cuma kadang memang bisa, jika sebuah kasus tidak hanya satu orang yang terlibat. Terkadang kita memang bingung, mengapa korupsi rasanya semakin mudah untuk bertambah. Satu kasus belum selesai, tapi sudah muncul kasus yang baru. Kadang kasus baru yang terjadi bisa berhubungan dengan yang sebelumnya. Tapi kadang juga kasus korupsi lain lagi. Nah, bagaimana kita menilai pemerintah? Bagaimana kita memandang kerja nya pemerintah? Mengapa sebelumnya dia bisa menjadi pemerintah kalau akhirnya hanya akan merugikan Negara dan masyarakatnya? Itu semua memang pertanyaan yang selalu muncul dalam diri kita. Karena tidak mudah untuk mencari jawabannya.

Jika satu kasus saja yang terjadi, kita pasti tidak suka. Kita pasti ingin main hakim sendiri untuk ikut ingin tahu tentang kasus tersubut. Lantas bagaimana jika kasus tersebut semakin bertambah dan bertambah? Jika kita membicarakan bertambahnya kasus korupsi, pasti kita juga ingin tahu apa sih penyebab dari adanya sebuah korupsi. Namun pasti tidak sedikit. Yang penting kita tahu point-point nya, sehingga kita akan ada upaya untuk menghindarinya, agar korupsi tidak bertambah di Negara kita ini. Mungkin menurut saya, faktor atau penyebab dari kasus korupsi antara lain adalah kurangnya pendidikan agama, lemahnya hati nurani, keinginan mencari untung sendiri, menambah ekonomi pribadi, dan lain sebagainaya Sebenarnya masih banyak lagi penyebab yang lain. Namun bisa dibilang itu adalah penyebab utama dari adanya kasus korupsi. Jika kita perhatikan peran agama pasti berhubungan. Karena kuat atau lemahnya hati nurani seseorang, itu juga ditentukan oleh agama yang dianutnya. Walaupun korupsi sudah seperti budaya yang biasa di Negara kita, namun jika iman dalam hati kita tetap kokoh dan kuat, maka pemimpin yang mempunyai gelar tinggi pun tidak akan terpengaruh untuk melakukan yang namanya korupsi. Yang jelas, seorang pemimpin harus mempunyai visi dan misi untuk jabatan yang nanti akan dipegangnya. Menjadi seorang pemimpin memang harus mempunyai tujuan. Terlebih lagi untuk Negara kita. Dan hal itu bisa dimulai dari kita yang masih muda. Sebagai generasi penerus, harusnya kita mampu membuat Negara kita menjadi labih baik. Terutama dari segi ekonomi. Karena okonomi merupakan salah satu hal yang penting untuk kemajuan Negara. Disamping itu ekonomi juga penting semua masyarakat. Sehingga pemimpin yang masih kurang puas dengan ekonomi yang diperolehnya akan terdorong untuk melakukan korupsi. Walaupun sebenarnya pemimpin yang mempunyai pendidikan tinggi lebih tahu kalau korupsi itu suatu tindakan yang salah. Korupsi kadang terlihat sebagai suatu hal yang biasa, karena sering atau semakin bertambahyang terjadi di Negara kita. Padahal seharusnya pejabat bisa menyadari kalau perbuatan yang dilakukannya tersebut mempunyai akibat. Namun karena pandainya seorang pejabat, seakan tidak takut atau menggunakan banyak cara untuk menyelamatkan diri. Beberapa akibat dari adanya kasus korupsi antara lain rusaknya sistem pemerintahan, rusaknya perekonomian Negara, berkurangnya kinerja pemerintah, terganggunya penggunaan modal Negara, dan masih banyak lagi. Sekarang setelah tahu beberapa akibat dari korupsi tersebut, paling tidak kita punya pemikiran tersendiri. Bukan hanya sebagai pejabat ataupun pemerintah, namun sebagai masyarakat pun kita juga harus punya pemikiran yang baik untuk masa depan Negara kita nantinya. Tentu kita punya keinginan untuk mengurangi kasus korupsi di Negara kita. Memperbaiki perekonomian dalam Negara kita. Itu semua memang kita yang menentukan. Sebagai pemimpin, apakah juga tidak ingin memperbaiki perekonomian di dalam Negara kita? Apakah hanya ingin menikmati kebahagiaan diatas penderitaan masyarakat kita? Mungkin memang wajar jika seorang pejabat bisa mempunyai ekonomi yang lebih

maksimal dibandingkan dengan masyarakat biasa. Tapi siapa yang tahu kalau ternyata ekonomi tersebut diperoleh dengan cara yang tidak pantas. Maka dengan cara main hakim sendiri itu dibayangkan karena masyarakat tidak mau menerima apa yang dilakukan pemimpinnya. Kita memang tahu kalau di Negara kita ada yang namanya KPK, bagian yang mengatasi masalah korupsi. Namun terkadang mengatasi satu masalah saja membutuhkan waktu yang panjang. Lantas bagaimana jika korupsi yang terjadi di Negara kita ini tidak sedikit? Memang pihak KPK selalu berusaha bisa menyelesaikan sebuah kasus. Karena pasti pemerintah KPK juga ingin memperbaiki perekonomian di negaranya. Namun kita sebagai masyarakat kecil hanya bisa menyerahkan semuanya kepada pemerintah KPK. Karena mengatasi kasus yang namanya korupsi juga tidak mudah. Jika sudah menemukan satu tersangka, ternyata masih mempunyai kaitan atau hubungan dengan tersangka yang lain. Walaupun tidak mudah untuk mengakui perbuatan yang dilakukannya tersebut. Sekarang tinggal bagaimana usaha atau niat yang ingin kita lakukan untuk semua itu. Supaya bisa mengurangi atau mungkin menghilangkan kasus korupsi tersebut. Walaupun memang tidak mudah, tapi setidaknya diri kita bisa terpanggil untuk kebaikan Negara kita. Dan yang pasti dengan iman dalam diri kita. Karena iman merupakan suatu hal yang penting yang memperkuat kita nantinya. Apalagi jika kelak kita menjadi seorang pemimpin.