Anda di halaman 1dari 3

Nama : SUPRIYATI NIM : 292011118 Kelas : RS 11 C

FILSAFAT ILMU

Pengangguran Terdidik Bukan Sampah Masyarakat


Banyaknya tamatan SLTA atau bahkan sarjana yang belum juga mendapatkan pekerjaan setelah lulus, mengakibatkan semakin bertambah tingginya angka pengangguran terdidik di negeri ini. Hal ini disebabkan oleh kurangnya lapangan kerja yang memadai yang sesuai dengan keahlian mereka, sedangkan lulusan SLTA atau sarjana tersebut semakin bertambah setiap tahunnya. Pengangguran terdidik ini dikalangan masyarakat masih dianggap meresahkan. Walaupun mereka mempunyai bekal pengalaman pendidikan yang cukup namun masyarakat masih akan tetap menganggap mereka sebagai beban masyarakat jika mereka tidak mampu untuk produktif. Tidak menutup kemungkinan para pengangguran terdidik ini akan melakukan hal-hal yang menyimpang jika mereka terus mendapat tekanan dari sekelilingnya akibat belum juga mendapat pekerjaan. Oleh karena itu para orang tua, tokoh masyarakat, serta warga sekitar harus mampu memotivasi si penganguran terdidik ini agar mereka sadar bahwa mereka tidak hanya mampu melakukan pekerjaan dari atasan, tetapi mereka juga mampu menjadi atasan dalam pekerjaan yang mereka ciptakan sendiri. Jika mereka diarahkan untuk dapat menciptakan lapangan kerja sendiri maka mereka tidak hanya mengeluarkan diri mereka dari menganggur tetapi mereka juga akan berhasil mengurangi angka pengangguran, khususnya pengangguran terdidik. Sikap dari masyarakat pun menentukan dalam mengatasi pengangguran terdidik ini. Masyarakat harus mampu memberikan perlindungan dan tidak mendiskriminasi para pengangguran terdidik . Rasa aman dan dihargai ini yang akan memotivasi para pengangguran terdidik untuk bangkit, melakukan hal-hal positif yang berguna bagi masyarakat. Berbagai hal bisa dilakukan masyarakat mulai dari mengajak mereka dalam organisasi kemasyarakatan, memberikan bantuan modal usaha, mengapresiasi keberhasilan mereka atas suatu hal positif yang mampu mereka raih, dan tidak kalah penting adalah mengawasi tingkah laku mereka selama bergaul di masyarakat.

Semua hal tersebut akan berdampak positif bagi para pengangguran terdidik. Dengan sikap yang hangat dan tidak diremehkan ini akan membuat para pengangguran terdidik merasa dianggap dan dibutuhkan di masyarakat, sehingga mereka akan berfikir dua kali jika ingin melakukan hal-hal menyimpang. Bahkan jika mereka tidak mampu memberikan yang bermanfaat bagi lingkungannya pun, mereka akan merasa malu dan risih. Salah satu hal yang bisa dilakukan oleh masyarakat dalam memacu produktifitas para pengangguran terdidik ini adalah dengan memberikan mereka bantuan modal usaha. Tentunya dengan pertanggungjawaban berupa rincian yang jelas mengenai usaha yang akan mereka lakukan. Sebelum memberikan bantuan modal usaha, masyarakat juga dapat memberi masukan tentang peluang bisnis yang bisa dikembangkan. Misalnya saja, dimasyarakat tersebut sangat minim udara segar karena berada dilingkup perkotaan yang penuh polusi.Masyarakat bisa menyumbangkan idenya berupa keluhan sesak nafas karena udara kotor di sekitar yang membutuhkan solusi untuk menanganinya. Tentu saja para pengangguran terdidik ini akan mampu berfikir lebih jauh untuk mengatasi keluhan masyarakat tersebut dengan bermodalkan pengalaman dan pengetahuan yang mereka dapatkan ketika bersekolah. Misalkan, mereka mempunyai usulan untuk membuat suatu tempat yang di dalamnya berisi oksigen, maksudnya di dalam tempat itu ditumbuhkan berbagai pohon dan tanaman yang rindang yang menghasilkan oksigen yang berlimpah. Sehingga apabila ada yang ingin bersantai, berolahraga atau sekedar menghirup udara segar yang tak terbatas dapat memanfaatkan tempat itu. Sumbangan dari masyarakat dapat diwujudkan dengan bantuan pemberian lahan kosong yang dapat dijadikan oksigen areadan bantuan sedikit uang untuk membeli sarana prasarana seperti tanaman, pupuk dan lain sebagainya.Para pengangguran terdidik ini dapat membentuk suatu perkumpulan sebagai suatu organisasi yang resmi. Sehingga dengan adanya suatu organisasi yang resmi akan memudahkan mereka dalam pengajuan proposal kerja tersebut. Jika semuanya sudah mendapat persetujuan dan dana sudah cair mereka dapat memulainya dan melakukannya dengan penuh tanggungjawab sesuai dengan tujuan awal. Peran masyarakat disini tidak lagi ikut bekerja tetapi cukup memantau dan mengawasijalannya proyek kerja. Jika ada yang menyimpang segera dilaporkan dan dibicarakan dalam rapat organisasi tersebut. Usaha tersebut bisa dikembangkan lagi menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Oksigen area tersebut bisa dikembangkan lagi menjadi oksigen and fruit area. Dimana para pengunjung tidak hanya dapat menikmati udara segar yang tak terbatas tetapi juga bisa menikmati buah-buah yang tumbuh dari pohon buah yang ditanam.

Diubahnya oksigen area menjadi oksigen and fruit area tentunya membutuhkan dana yang lebih besar karena diperlukan biaya tambahan untuk membeli tanaman-tanaman buah serta pupuk. Para penyelenggara tidak lagi harus meminta bantuan masyarakat sekitar untuk menggalang dana, karena tentunya itu akan memberatkan masyarakat. Mereka dapat menggalang dana dari memberlakukan tiket masuk bagi pengunjung dari luar yang ingin masuk ke oksigen area tersebut. Tentunya dengan memperbaiki dan menambah fasilitas yang ada sehingga pengunjung measa puas dan ingin kembali lagi. Keuntungan yang didapat dari bisnis tersebut akan dibagi dengan masyarakat sekitar selaku pemberi atau penanam modal. Dengan begitu masyarakat juga merasa diuntungkan dengan adanya pengangguran terdidik yang berwirausaha. Dengan adanya fakta keberhasilan dari para pengangguran terdidik yang diarahkan ini, akan bisa dijadikan patokan atau teladan bagi semua orang bahwa pengangguran terdidik atau pengangguran apapun akan sangat berguna bagi masyarakat apabila masyarakat mau mendukung dan mengarahkan mereka ke arah yang benar. Doktrin menganggap pengangguran sebagai sampah masyarakat tidak akan membuat para pengangguran jera untuk menganggur , tetapi malah akan membuat para pengangguran ini semakin down dan merasa tidak ada artinya di masyarakat. Hal inilah yang membuat mereka beralih ke hal-hal negatif karena mereka menganggap dirinya sampah yang tidak akan mempunyai pengaruh apapun di masyarakat. Oleh karena itu semua pihak berkewajiban untuk membangun para pengangguran ini khususnya pengangguran terdidik agar dapat menjadi orang yang berguna bagi lingkungannya. Tidak hanya pemerintah yang wajib mengentaskan pengangguran tapi juga kita semua dapat berkontribusi untuk menanggulangi masalah pengangguran. Dan juga tidak kalah penting para pengangguran tersebut juga harus mempunyai kesadaran tinggi untuk merubah dirinya sendiri.