Anda di halaman 1dari 3

Nama : Bagus Prasetya Utama Kelas : RS 11 C NIM : 292011090 Kurangnya Mutu / Kualitas Guru Indonesia Guru adalah orang

yang berjasa dalam dunia pendidikan yang memiliki tugas yaitu mendidik, mengajar, dan membimbing. Guru berwenang mengatur segala aktivitas kegiatan pembelajaran di sekolah. Tidak hanya dalam pembelajaran di sekolah, tetapi guru ikut andil mengurus segala administrasi. Kegiatan non akademik yang berlangsung di sekolah. Seorang guru harus bisa memahami karakteristik peserta didik, dan menguasai kondisi kelas.jika guru tidak bisa menjalankan salah satunya, itu akan berpengaruh terhadap kegiatan belajar mengajar di kelas. Dengan masalah seperti itu, guru bisa dikatakan kurang baik dalam pembelajaran. Semakin canggihnya teknologi sekarang, guru dituntut untuk bisa menguasai teknologi dalam pembelajaran seperti menggunakan aplikasi power point, dll. Bila guru tidak bisa menguasainya, bisa dikatakan guru tersebut mutunya rendah. Untuk meningkatkan kualitas guru menjadi lebih baik, guna membantu lancarnya proses belajar mengajar di sekolah, guru yang kuran menguasai tugas-tugas atau penajaran di kelas, guru wajib mengikuti kegiatan pelatihan yang bersangkutan dengan kegiatan-kegiatan akademik dan penerapan penggunaan aplikasi teknologi. Dengan cara seperti ini dapat menunjan seorang guru tidak ketinggalan teknologi dan bisa mengajar di kelas dengan lebih baik. Dengan mengikuti kegiatan-kegiatan pelatihan untuk menunjang akademik dan non akademik guru. Ketika seorang guru sudah bisa menguasai, guru hendaknya menerapkan di dalam kelas, dan lingkungan dalam sekolah maupun luar sekolah. Guru menjadi panutan anak didik bahkan di lingkungan masyarakat. Guru menjadi sosok yang patut dihargai karena jasanya dalam menjalankan tugas di sekolah, yaitu mengajar, mendidik, dan membimbing anak didik di sekolah. Apa yang dikatakan guru, akan menjadi motivasi, patokan dan sesuat yang dilakukan oleh anak didik. Guru harus bersikap, memperhatikan penampilan selayaknya kesopanan guru. Guru harus bisa mengontrol ucapan dan menjadi teladan karena gerak-gerik yang dilakukan guru akan ditiru oleh anak didik. Denga sikap baik seorang guru, anak didik akan nyaman dalam mengikuti proses pembelajaran. Kualitas guru akan mempengaruhi kualitas kelulusan murid. Sikap yang dimiliki oleh guru, yangdiperlihatkan kepada anak didik, merupakan cerminan dari kepribadian seorang guru. Apakah guru itu dalam kategori guru baik atau tidak. Apa yang dikatakan, apa yang dilakukan oleh guru, anak didik dan tidak. Pembelajaran yang berlangsung ( proses belajar mengajar) secara langsung mengajarkan materi pelajaran, tetapi juga mengajarkan tentang tingkah laku untuk anak didik.

Dalam meningkatkan kualitas yang dimiliki oleh seorang guru , guru dapat mengikuti pelatihan-pelatihan seperti PPG yang lebih memprioritaskan keprofesionalannya, kemudian penataran-penataran atau seminar-seminar atau bertukar pengalaman baik yang diadakan oleh pemerintah maupun instansi pendidikan lain. Dengan pelatihan-pelatihan tersebut, maka guru diharapkan dapat benar-benar menguasai atau mengemban tugas utamanya sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Selain itu untuk meningkatkan kualitas , seorang guru dalam mendidik, mengajar di dalam kelas sekarang banyak berbagai metode yang dapat digunakan oleh soeorang guru seperti metode ceramah, jigsaw, pemecahan masalah, diskusi,role playing dan sebagainya. Jadi tidak monoton hanya satu atau dua metode saja yang digunakan. Peran tekhnologi juga dominan dalam menentukan proses belajar mengajar di kelas, karena pada masa kini guru dapat dapat menggunakan komputer atau ganget untuk menarik siswa agar mau mengikuti proses belajar di dalam kelas. Jika dalam proses belajar mengajar guru menggunakan metode-metode yang menarik bagi siswa, seperti metode ceramah, jigsaw, pemecahan masalah, diskusi,role playing dan sebagainya yang sebagian besar menyisispkan permainan dalam proses pembelajaran, maka antusias peserta didik bertambah. Sehingga akan senang dalam mempelajari mata pelajaran yang akan diajarkan oleh guru terutama untuk siswa SD. Misalkan saja mata pelajaran matematika yang dianggap momok bagi sebagian besar siswa akan menjadi mata pelajaran yang menarik dan diminati apabila cara penyampaiannya dikemas secara menarik dan seinovatif mungkin . Teknologi jaman sekarang, perkembangannya sudah sangat pesat. Dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, guru diharuskan kreatif, menguasai aplikasiaplikasi yang digunakan dalam pembelajaran, guru harus mampu menggunakan, menerapkan serta mengunakannya sebagai media untuk penyampaian materi pembelajaran di kelas. Guru harus tahu akan informasi terbaru tentang perkembangan teknologi serta guru harus mengetahui dirinya, apakah apa yang dimiliki dalam diri guru tersebut sudah layak dari segi akademik maupun non akademik. Jika guru tersebut kurang mampu, guru harus mengikuti kegiatan-kegiatan untuk menunjan skill guru tersebut. Kegiatan-kegiatan guru untuk enunjang kemampuan guru untuk menjadi lebih baik tidak hanya dilakukan di sekolah tetapi bisa dilakukan diluar sekolah. Dengan mengikuti seminar, workshop, kegiatan pelatihan profesi guru, itu dapat membantu dan meningkatkan kualitas guru, menunjang kemampuan guru dibidang akademik maupun non akademik. Berbagai kegiatan yang sudah ditempuh oleh guruuntuk dapat menunjang kualitas guru dalam pembelajaran, selain mendapatkan pengalaman baru buat guru, juga dapat membantu guru menjadi guru yang lebih kreati, guru yang profesional dan guru yang memiliki kemampuan yang jauh lebih baik. Pengalaman-pengalaman yang sudah didapat, dipelajari diterapkan dalam proses pembelajaran dan bisa digunakan untuk membantu evaluasi guru apakah kegiatan pembelajaran yang dilakukan baik atau tidak.

Masalah yang berpengaruh terhadap duniapendidikan sekarang yang berhubungan dengan pendidik yaitu rendahnya kualitas/ mutu guru di Indonesia. Guru sekarang dituntut untuk bisa menguasai keseluruhan dalam pembelajaran meliputi penguasaan materi pelajaran yang akan diajarkan, menguasai karakteristik peserta didik, menguasai kondisi kelas, bisa mengatasi jika ada masalah dalam pembelajran. Karena perkembangan teknologi yang semakin canggih, guru harus mampu menerima teknologi baru, siap dengan aplikasi-aplikasi yang diterapkan untuk media pembelajaran, guru harus meningkatkan kemampuan akademik maupun non akademik untuk bisa meningkatkan kualitas guru, dengan mengikuti kegiatankegiatan peningkatan, pelatihan profesi guru. Melalui kegiatan-kegiatan pelatihan profesi guru dapat menunjang, meningkatkan kualitas guru dalam pendidikan. Selain itu, bisa melalui kegiatan seminar, workshop, kegiatan lainnya yang dapat menunjang, meningkatkan kemampuan seorang guru dalam bidang akademik maupun non akademik. Dengan adanya teknologi yang semakin canggih, mengharuskan kepada guru untuk bisa menerima, menerapkan dan mengaplikasikannya dalam pembelajaran. Dengan media pembelajaran yang sudah tersedia, disinilah kekreativitasan seorang guru diandalkan dengan menggunakan metode-metode pembelajaran. Apabila metode yang digunakan berhasil dan peserta didik alhasil sempurna tingkat kelulusan dalam akademik, maka metode yang digunakan tersebut layak. Dengan guru mendapatkan pengalaman dan pelatihan untuk menunjang kualitas / mutu, dapat membantu kinerja guru dalam pembelajaran, meningkatkan kemampuan yang dimiliki guru dan dapat diterapkan dalam pembelajaran, kegiatan di lingkungan sekolah baik bidang akademik maupun non akademik. Apa yang sudah didapat, akan tersalurkan untuk anak didik dalam pembelajaran. Apa yang disugestikan oleh guru, itu adalah motivasi untuk anak didik, apakah berpengaruh baik terhadap anak didik atau tidak. Rendahnya kualitas guru dalam mutu pendidikan di Indonesia berdampak cukup negatif. Terbukti sekarang banya korupsi, kecurangan pelaksanaan UN, rendahnya kualitas lulusan dan kurang memahami atau mengikuti tekhnologi atau gaptek. Hal tersebut tentu diakibatkan oleh kualitas guru di Indonesia yang tidak berkompeten atau berkuaitas. Walaupun berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam meningkatkan kualitas guru di Indonesia, seperti tunjangan-tunjangan sertifikasi dan berbagai pelatihan, namun hal itu dianggap sangat menguntungkan pihak guru, karena upaya pemerintah itu tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas guru, bahkan banyak guru yang mengabaikan semua itu. Terbukti banyak guru yang mendapatkan tunjangan-tunjangan setifikasi untuk meningkatkan kualitas kompetensi yang ia miliki namun lebih meningkatkan kesejahteraan atau kekayaan mereka sendiri sehingga semua upaya itu menjadi sia-sia. Jika hal itu terus dibiarkan maka persoalan pendidikan di Indonesia bukan semakin baik namun lebih buruk lagi, walaupun semua upaya baik pemerintah atau sekolah di lakukan. Akibatnya tidak akan ada generasi penerus yang benar-benar mempunyai kompetensi unggul jika kualitas guru yang dibentuk masih tidak ada perubahan. Akibatnya negara Indonesia akan menjadi negara yang semakin berkembang dan buruk di mata dunia.