Anda di halaman 1dari 7

TERAPI DIABETES MELITUS

Pada dasarnya tdd: 1. Terapi nonfarmakologi 2. Terapi farmakologi TERAPI NON FARMAKOLOGI 1. Edukasi Edukasi tersebut meliputi perubahan tentang: Penyakit DM penyakit seumur hidup Makna dan perlunya pengendalian dan pemantauan DM. Penyulit DM Intervensi farmakologis dan non farmakologis mencegah komplikasi. Hipoglikemia Masalah khusus yang dihadapi Cara mengembangkan system pendukung dan mengajarkan keterampilan. Cara mempergunakan fasilitas perawatan kesehatan.

2. Terapi gizi Prinsip : Melakukan pengaturan pola makan berdasar status gizi diabetisi dan berdasarkan kebutuhan individual. Manfaat : a. Menurunkan BB b. Menurunkan TD sistolik & Diastolik c. menurunkan kadar glukosa darah d. memperbaiki profil lipid e. meningkatkan sensitivitas reseptor insulin f. memperbaiki sistem koagulasi darah Jenis Bahan Makanan

a. karbohidrat rekomendasi pemberian karbohidrat: kandungan total kalori pada makanan yang mengandung karbohidrat , lebih ditentukan oleh jumlahnya dibandingkan dengan jenis karbohidrat itu sendiri. dari total kebutuhan kalori per hari 60-70 % diantaranya berasal dari sumber karbohidrat. jumlah serat 25-50 gram per hari jumlah sukrosa sebagai sumber energi tidak perlu dibatasi , namun jangan sampai lebih dari total kalori per hari. fruktosa tidak boleh lebih dari 60 gram /hari makanan yang banyak mengandung sukros tidak perlu dibatasi. penggunaan alkohol harus dibatasi tidak lebih dari 10 gram per hari. b. Protein Rekomendasi: kebutuhan protein 15 20 % dari total kebutuhan energi per hari pada keadaan kadar glukosa darah yang terkontrol , asupan protein tidak akan mempengaruhi konsentrasi gluksa darah jika terdapat komplikasi kardiovaskuler , maka sumber protein nabati lebih dianjurkan dari protein hewani. pada keadaan kadar gula yang tidak terkontrol , pemberian protein sekitar 0,81,0 mg/kg berat badan / hari pada gangguan fungsi ginjal ,jumlah asupan protein diturunkan sampai 0,85 gram / kg berat badan /hari dan tidak kurang dari 40 gram c. Lemak Rekomendasi: batasi konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh maksimal sampai 10% dari total kebutuhan kalori per hari batasi asupan asam lemak bentuk trans jika kadar kolesterol LDL lebih dari sama dengan 100 mg/dl, asupan asam lemak jenuh diturunkan sampai maksimal 7% dari total kalori per hari. 3. Latihan jasmani a. dapat menurunkan BB dan mempebaiki sensitifitas terhadap insulin

b. frekuensi : jumlah olahraga perminggu sebaiknya dilakukan dengan teratur 3-5 kali per minggu c. intensitas : ringan dan sedang d. durasi : 30- 60 menit e. jenis : latihan jasmani aerobic untuk meningkatkan kemampuan kardiorespirasi seperti jalan , jogging , berenang dan bersepeda. TERAPI FARMAKOLOGIS Ada dua kategori obat diabetes mellitus : insulin dan OHO (Obat Hipoglikemik Oral). 1. 2. DM tipe 1 kerusakan pankreas diberi insulin DM tpe 2

Terapi Insulin Insulin diberikan melalui injeksi : a. Intravena b. Intramuskuler c. Subkutan biasanya untuk penggunaan jangka panjang. Biasanya untuk DM tipe 1. DM tipe 2 yg tidak dpt diatasi dengan diet maupun OHO DM pasca pankreatektomi DM gestasional DM dengan ketoasidosis Koma nonketosis praoperasi Klasifikasi preparat insulin : 1. Lama kerja a. Kerja cepat

Contoh: insulin reguler menurunkan kadar gula dalam waktu 20 menit, mencapai puncaknya dalam waktu 24 jam dan bekerja selama 6-8 jam. digunakan oleh penderita yang menjalani beberapa suntikan setiap harinya dan disuntikan 15-20 menit sebelum makan. b. Kerja sedang Contoh: insulin suspensi seng atau suspensi insulin isofan Mulai bekerja dalam waktu 1-3 jam, mencapai puncak maksimum dalam waktu 6-10 jam dan bekerja selama 18-26 jam. bisa disuntikan pada pagi hari untuk memenuhi kebutuhan selama sehari dan dapat disuntikan pada malam hari untuk memenuhi kebutuhan sepanjang malam c. Kerja lambat Contoh: insulin suspensi seng yang telah dikembangkan. Efeknya baru timbul setelah 6 jam dan bekerja selama 28-36 jam 2. Asal spesies a. Human insulin merupakan hasil teknologi rekombnan DNA. Dalam larutan yang cair, lebih larut dari porcine karena adanya treonin (di tempat alanin) dan punya ekstra gugus hidoksil. b. Porcine insulin dari sapi / babi Efek samping insulin a. Hipoglikemi, Terjadi bila : dosis insulin terlalu besar tidak tepatnya waktu makan dengan watu tercapainya kadar puncak insulin ada faktor yang meningkatkan sensitivitas insulin, misal: insufisiensi adrenal/pituitari, kerja fisik berlebihan b. Reaksi alergi dan resistensi, Akibat: Ada bekuan atau terjadi denaturasi preparat insulin Kontaminan Sensitif terhadap senyawa yg dtambahkn pada proses formulasi preparat insulin (misal Zn2+, protamin, fenol,dll) c. Lipoatrofi dan lipohipertrofi

d. Edema akibat retensi Na+ / peningkatan permeabilitas kapiler akibat kontrol metabolik yg tidak adekuat. Umumnya terjadi pada gangguan fungsi jantung atau ginjal. e. kembung abdomen, gagguan visus. OHO (Obat Hiperglikemi Oral) 1. a. Pemicu Sekresi Insulin Sulfonilurea Meningkatkan sekresi insulin oleh sel beta pankreas efek utama Berinteraksi dg ATP-sensitive K channel pada membran sel depolarisasi membran membuka kanal Ca ion Ca msk ke sel merangsang granul msekresi insulin yang ekuivalen dg peptida-C Untuk pasien dgn BB normal/kurang Penggunaan jangka panjang untuk dosis besar menyebabkan hipoglikemi Dimetabolisme d hepar dan ekskresi di ginjal tidak boleh diberikan pd px. Gangg fungsi hepar dan gagal ginjal. Generasi ke-2: i. glipizid paruh waktu paling cepat 2-4 jam, sebaiknya diminum 30 menit sebelum makan pagi, karena absorpsinya mengalami penundaan jika ditelan bersamaan saat kita makan. Dikontraindikasikan pada pasien yang menderita gangguan hepar atau renal. ii. Glyburid (glibenklamid) Dimetabolisme di hepar dan menghasilkan efek hipoglikemi yang sangat rendah, memberikan dosis diatas 20 mg/d tidak direkomendasikan. Kontraindikasi sama dengan glipizid. iii. Glimepirid Masa paruh waktu 5 jam, dengan dosis 1 mg sudah sangat efektif dan dosis maksimum harian sebesar 8 mg. Diminum 1 hari sekali, dimetabolisme di hepar sampai menjadi produk inaktif.

b.

Glinid Meningkatkan sekresi insulin oleh sel beta pankreas dengan cara: menutup kanal K yang ATP-independent di sel pankreas.

ada dua macam yaitu repaglinid (derivat asam benzoat) dan nateglinid (derivat fenilalanin) diabsorpsi dengan cepat setelah pemberian secara oral dan diekskresi secara cepat di dalam hati bbrp kli sehari sblm mkn

2.

Penambah Sensitivitas Terhdap Insulin a. Biguanid (Metformin) antihiperglikemik mengurangi produksi glukosa di hati meningkatkan sensitivitas jrgn otot dan adipose thd insulin memperbaiki ambilan glukosa perifer. Tjd krn aktivasi kinase di sel (AMP-activated protein kinase) Untuk pasien dengan obesitas Metmorfin oral mengalami resorpsi di intestin, dalam darah tidak terikat protein plasma, ekskresinya melalui urin dalam keadaan utuh. Masa paruh sekitar 2 jam. Kontraindikasi : pasien dengan gangguan fungsi ginjal, hati serta pada pasien dengan kecenderungan hipoksemia (misalnya, penyakit cerebrovaskular, sepsis, syok, gagal jantung) Efek samping : mual (untuk mengurangi rasa mual diberikan sesudah makan), sering menyebabkan asidosis laktat. b. Thiazolidinedion Contoh : rosiglitazon dan pioglitazon menurunkan resistensi insulin dengan meningkatkan jumlah pentraspor glukosa meningkatkan ambilan glukosa perifer agonist potent dan selektif PPAR, mengaktifkan PPAR terbentuk GLUT. Di jrgn adiposa PPAR mengurangi keluarnya asam lemak menuju ke otot. Kontraindikasi: pada pasien gagal jantung kelas I-IV karena dapat memperberat edemaretensi cairan dan px. gangguan faal hati. tidak digunakan sebagai obat tunggal. Penghambat GlukosidaseAlfa (acarbose) Menghambat enzim glikosidase mengurangi absorpsi glukosa, polisakarida, dekstrin, disakarida di dalam usus halus menurunkan kadar glukosa darah. Diberikan pada waktu mulai makan

3.

tidak mengakibatkan efek samping hipoglikemi. Efek samping : kembung dan flatulens, malabsorbsi.