Anda di halaman 1dari 4

CHASIS Chasis adalah merupakan komponen utama kendaraan, yang mana berfungsi untuk mendukung keberadaan mesin, transmisi,

pegas dan pada chasis itu pulalah di pasangkan body kendaraan. Dalam mengantisipasi permasalahan pada chasis truck yang salah satunya adalah karena pengaruh beban yang melebih kapasitas kendaraan (over load), adalah diperlukan adanya suatu analisa tegangan dan teori kegagalan. Dalam rekayasa atau desain suatu batang sangat tergantung pada kekeuatannya, kekakuannya (lendutan) atau kestabilannya. Metode dalam analisa tegangan dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya dengan menggunakan metode diagram pembebanan. selain itu dengan berkembangnya teknologi komputer banyak software yang dapat membantu dalam analisis ini salah satunya adalah proram ANSYS 5.4. dimana dalam analisis ini terdapat dua model pembahasan perhitungan yaitu menggunakan perhitungan manual dan menggukan sofware dalam membantu penyelesaian perhitungan. Sehigga dari dasar teori itulah diperoleh hasil analisIis berupa distribusi tegangan maksimum pada chasis truck Isuzu Elf tipe NKR-66 sebesar 2,5 .108 Pa yaitu pada node 2908 yang posisinya berada pada sekiitar tumpuan bagian belakang chasis. Dengan mengetahui hal itu maka bisa dijadikan patokan dalam mengoptimasi kriteria konstrusi (desain) chasis, yang mana berpengaruh pada kekuatan, keamanan dan kenyamanan sesuai dengan yang diharapkan bagi pengguna kendaraan. Type-type Chasis / Rangka Motor Frame, Chasis atau rangka pada sepedamotor seperti juga rangka pada manusia atau hewan, salah satu fungsinya adalah sebagai tempat menempelnya komponen komponen sepeda motor. Umumnya mesin berada di dalam rangka ini, lengan ayun dan garpu depan tersambung dengan rangka melalui semacam persendian yang memungkinkan kedua komponen tersebut bergerak. Rangka sepeda motor juga berfungsi melindungi komponen komponen sensitif sepeda motor saat terjadi benturan. Chasis atau frame atau rangka pada sepeda motor ada beberapa tipe : 1. Single Crade Frame. Rangka single cradle adalah rangka sepeda motor awal dan memiliki bentuk yang paling sederhana. Pada Rangka tipe ini mesin dikelilingi oleh pipa logam. Pipa utama yang terletak diatas umumnya memiliki ukuran yang lebih besar dibanding pipa lainnya. Jenis motor yang banyak memakai chasis ini adalah motor klasik seperti Zundapp. Motor offroad juga banyak yang memakai rangka ini. 2. Double crade Frame. Rangka Double cradle merupakan pengembangan dari rangka single cradle dengan modifikasi pada penambahan jumlah pipa penyangga mesin. Rangka jenis ini diyakini lebih kaku, lebih kuat, dan lebih ringan dibandingkan dengan rangka single frame karena pemakaian pipa berdiameter lebih kecil. Walaupun sekarang banyak tergantikan oleh jenis rangka perimeter, rangka double cradle banyak di pakai pada sepeda motor harian seperti Yamaha Scorpio, Kawasaki Ninja R/L/RR /KRR 150 dan bahkan Bajaj Pulsar dts-i 180 3. Perimeter Frame. Sering kita salah kaprah menyebut jenis rangka perimeter menjadi rangka deltabox. Rangka perimeter ini paling banyak digunakan pada motor sport modern. Ada yang menyebut rangka jenis ini sebagai Twin Spar Frame. Konsep dasar desain rangka perimeter adalah memperpendek jarak antara setang setir dan lengan ayun, dengan tujuan agar segala macam efek-efek mekanika bahan pembuat rangka

seperti elastisitas serta getaran akibat raungan mesin yang sedang dipacu dapat diminimalisasi sehingga dapat menambah kekakuan (Rigidity) sepeda motor. Segala efek-efek kelendutan akibat jarak setang dan lengan ayun yang panjang dapat dikurangi. Awalnya frame ini memakai bahan baja, tapi sekarang umumnya beralih ke pemakaian alumunium alloy untuk mengurangi beban motor seperti yang dipakai pada V-Ixion. Bahkan untuk motor balap, bahan yang digunakan dapat berupa serat karbon yang notabenenya lebih ringan tapi lebih kuat. 4. Trellis Frame. Rangka teralis banyak digunakan pada sepeda motor italia. Rangka ini menganut konsep dan dasar pemikiran yang sama dengan rangka perimeter tentu dengan perbedaan bentuk. Rangka Teralis biasanya berbentuk jalinan pipa-pipa turbular yang dilas satu-persatu. Bagi Produsen sepeda motor seperti Ducati dan MV agusta, memproduksi rangka teralis lebih murah daripada rangka perimeter. Rangka Perimeter akan ekonomis jika telah menyentuh basis produksi masal. Biaya riset rangka teralis pun murah. Semakin banyak pipa-pipa menyilang maka rangka akan semakin kaku, begitu juga sebaliknya. Tugas dari para periset sasis ducati menentukan setingan kekakuan rangka yang diinginkan dengan hanya menambah dan mengurangi potongan pipa pada rangka. Bayangkan dengan apa yang dilakukan untuk menentukan setingan kekakuan rangka perimeter yang tepat. Para periset harus menghitung berbagai macam variable macam kerapatan bahan dll, belum lagi harus membuat prototype baru setiap kali riset.

5. Monocoque Frame. Rangka monokok boleh dibilang rangka multi fungsi. Selain menjalankan fungsi rangka pada umumnya, rangka monokok bisa berfungsi tangki bahan bakar dan lain-lain sehingga rangka benar-benar merupakan bagian fisik utama motor yang terintegrasi secara utuh. Skuter Vespa Piagio merupakan contoh sepeda motor yang mengaplikasikan rangka jenis ini. Kawasaki Zx14 merupakan salah satu sportbike yang mengaplikasikan tipe rangka monoshock. Macam macam Chassis Motor Rangka sepeda motor atau disebut juga chassis sepeda motor adalah baigan paling dasar dari sepeda motor yang berfungsi mendukung mesin, transmisi, suspensi, dan sebagainya, serta untuk menjaga stabilitas pengendaran dan kenyamanan. Karena itulah, kerangka yang baik harus tingan tetapi cukup kuat dan mampu menahan getaran atau goncangan yang berasal dari permukaan jalan. Kekuatan rangak sangat bergantung pada bentuk atau konstruksinya. Bentuknya pun disesuaikan dengan jenis kegunaan sepeda motor. Oleh sebab itu, jenis rangka yang digunakan bermacam macam. Misalnya, tangka yang digunakan pada sepeda motor tidak akan sama dengan motor soprt atau keperluan sehari-hari. TIPE RANGKA PIPA : Rangka yang dibuat seluruhnya dari pipa baja dari berbagai diameter yang dilas secara langsung atau dihubungkan dengan mur dan baut. Rangka sebagai satu kesatuan, adalah kaku dan kuat, tetapi masing-masing komponen pipa mempunyai suatu derajat elastisitas sehingga benturan benturan akibat keadaan jalan sebagian sudah diredam oleh komponen rangka pipa yang bersangkutan, sisanya oleh suspensi depan dan belakang. Terdapat empat macam rangka pipa, yaitu Diamond, Single Cradle, Double Cradle, Semi Double Cradle. Keuntungan dari Rangka pipa ini adalah memiliki konstruksi yang sangat kokoh dan simpel, sehingga sasis tipe ini kebanyakan diaplikasikan untuk

motor motor yang memiliki kapasitas mesin besar seperti Harley Davidson, kecepatan tinggi seperti Yamaha FZ16, serta motor motor yang diciptakan untuk melibas medan medan extreme seperti motor Yamaha YZ400F. Selain motor motor berkapasitas mesin besar, berkecepatan tinggi, serta dapat melewati medan medan extreme. Jenis Rangka pipa ini juga digunakan pada motor klasik seperti motor Zundapp dan Honda CB 450. Kelemahan dari Rangka pipa ini adalah memiliki bobot yang lebih berat dibandingkan rangka jenis lain. Jembatan tunggal (Single-Cradle) Rangka single cradle adalah rangka sepeda motor awal dan memiliki bentuk yang paling sederhana. Pada Rangka tipe ini mesin dikelilingi oleh pipa logam. Pipa utama yang terletak diatas umumnya memiliki ukuran yang lebih besar dibanding pipa lainnya. Jenis motor yang banyak memakai chasis ini adalah motor klasik seperti Zundapp. Motor besar juga banyak yang memakai rangka ini. Double Cradle. Rangka Double cradle merupakan pengembangan dari rangka single cradle dengan modifikasi pada penambahan jumlah pipa penyangga mesin. Rangka jenis ini diyakini lebih kaku, lebih kuat, dan lebih ringan dibandingkan dengan rangka single frame karena pemakaian pipa berdiameter lebih kecil. Walaupun sekarang banyak tergantikan oleh jenis rangka perimeter, rangka double cradle banyak di pakai pada sepeda motor harian seperti Yamaha Scorpio, Kawasaki Ninja R/L/RR /KRR 150 dan bahkan Bajaj Pulsar dtsi 180.

Diamond Sasis diamond bertulang bawah di motor baru sebenarnya pengembangan dari sasis underbone murni. Baik yang gabungan pipa pelat atau pipa doang. Agar lebih kokoh, setelah center-bone dibuatkan lagi pipa berbentuk segitiga. Frame diamond juga diaplikasi pada motor bertulang atas alias back-bone seperti pada Honda tipe CB, GL series, dan Suzuki Thunder tanpa jembatan (cradle) di bagian bawah. Honda Tiger dan New Tiger juga menggunakan diamond frame. Semi-Double Cradle Frame Sasis semi cradle ini biasa di gunakan oleh motor motor pembelah medan extreme atau motor Cross. sasis jeni ini sengaja di desain dengan tingkat kekokohan yang sangat ini, karena jenis motor Cross ini adalah motor yang pasti melewati medan extreme. Selain itu sasis jenis ini juga sangat mudah bermanufer dalam berkendara, sehingga dapat memudahkan pengendaranya. TIPE PELAT BAJA: Rangka sepeda motor yang dibuat seluruhnya dari pelat baja dengan cara dipres. Yang paling popular dari tipe rangka pres adalah tipe tulang punggung untuk acuter karena rangka dan badannya merupakan satu bagian. Rangka ini kaku dan kuat serta dapat menahan benturan-benturan saat digunakan di permukaan jalan jelek. Keuntungan dari rangka jenis ini adalah rangka jenis ini adalah rangka yang paling banyak di aplikasikan pada motor motor harian karena memiliki bobot yang lebih ringan serta dapat

menahan benturan benturan saat melewati jalan rusak. Khusus untuk rangka underbone memiliki keuntungan bagi pengendaranya saat ingin turun dari motor, karena tidak perlu mengangkat kaki pengendara terlalu tinggi. Kelemahan dari rangka jenis ini adalah rangka ini tidak dapat bermanuver seluwes dibandingkan dengan jenis rangka pipa. Backbone Rangka Backbone terdiri dari Pipa utama tunggal yang menjadi tempat mesin menggantung. Rangka ini cukup sederhana dan ongkos produksinya terbilang cukup ekonomis. Biasanya para perancang juga menambah batang pipa dibagian depan yang mengarah kebawah untuk membantu menyangga mesin, seperti yang terlihat di Rangka Honda C90 T- Bone Bisa disebut juga pola back-bone dengan posisi mesin tergantung pada palang atas besar yang biasanya dari pelat baja yang ditempa. Motor klasik seperti, Honda S90/110 atau Suzuki A100 series memakai prinsip ini. Underbone Rangka utama yang dibengkokkan kea rah bawah. Rangka model ini dapat dibuat dari pelat yang di pres atau pipa baja tahan karat. Rangka underbone biasanya diaplikasikan pada motor bebek

GABUNGAN PIPA DAN PELAT BAJA Adapun gabungan dari sasis pipa rangka dan pelat baja adalah seperti yang diterapkan pada motor motor matic. Jenis rangka seperti ini membuat posisi mesin terletak dibagian belakang atau tepat dibawah jok motor. Dengan posisi seperti ini, posisi kaki pengendara akan menjadi sangat lapang dan saat melewati jalan berair maka kaki pengendara akan terlindung dari cipratan air. Dengan desain rangka yang seperti ini, manuver motor dalam membelah kemacetan di kota besar menjadi sangat mudah. Keuntungan dari rangka seperti ini posisi kaki pengendara akan menjadi sangat lapang dan saat melewati jalan berair maka kaki pengendara akan terlindung dari cipratan air, manuver motor dalam membelah kemacetan di kota besar menjadi sangat mudah. Kelemahan dari rangka ini adalah karena posisi mesin berada di bagian belakang, maka suplai udara untuk mendinginkan mesin menjadi tidak se-optimal rangka-rangka jenis lain. Sehingga ada pabrikan motor matic yang menggunakan radiator cair.