Anda di halaman 1dari 4

MANAJEMEN PENGELOLAAN LIMBAH BATIK (sebagai Laporan Tugas Kuliah Lapangan) Oleh SUGIARTO, SKM A.

.LatarBelakang Pertumbuhan industri di Indonesia baik manufaktur maupun jasa terus meningkat dan berkembang, seiring dengan perkembangan industri di dunia. Salah satu strategi pembangunan ekonomi dan industri di Indonesia yaitu industri kreatif. Industri kreatif memiliki ketergantungan impor yang rendah, dan memiliki potensi ekspor, karena adanya keunggulan komparatif. Selain itu, di Indonesia juga telah memiliki beberapa kota yang di dalamnya berkembang industri kreatif yang cukup potensial, yaitu Bandung, Jakarta, Yogyakarta,Solo,PekalongandanBali. Kerajinan batik merupakan salah satu sektor industri kreatif yang berpotensi dalam memberikankontribusidansolusipadapersoalan-persoalanlingkungan,sosialdanekonomi bangsa. Industri ini banyak terdapat di berbagai kota dan kabupaten di pulau Jawa, di antaranyaadalahkotaPekalongandanSolodiJawaTengah.Padaumumnyasentraindustri batikterdiridariindustri-industriberskalakecildanmenengah,akantetapi,adajugaindustri berskala besar. Di Pekalongan terdapat CV. Tobal Batik yang merupakan industri batik berskalamenengahyangproduknyadapatmenembuspasarinternasionaldanlokal.Industri berskala kecil biasanya memiliki ketergantungan terhadap industri yang lebih besar, dalam pesanandanpengembangandesain,sepertiPT.TriRatnaBatikPekalongan.Contohindustri batikberskalabesaradalahPT.BatikDanarHadidenganwilayahpemasaranlokal,nasional maupuninternasional. B.Permasalahan Memasuki musim kemarau kondisi sungai di Kota Pekalongan terancam pencemaran lebih paraholehlimbahbatik.Limbahpengolahanbatikdariindustribesarmaupunrumahtangga yangmengandungbahankimia,mengendapdisungaisebabtakadaairyangmendorongnya kelaut. Endapanlimbahbatikituakanmengakibatkanairsungaimenjadiberwarnakehitam-hitaman, serta memunculkan bau menyengat. Keluhan masyarakat setempat, saat ini masih banyak industri batik rumah tangga dan perusahaan batik skala besar, yang membuang limbah langsung ke sungai. Pembuangan itu sudah dilakukan dalam waktu lama dan selama ini menjadikan air sungai tercemar. Jika musim hujan, barangkali pencemaran itu tidak begitu mengganggukarenalimbahterdorongkelautolehgelontoranairhujan. Namunjikakemarausepertisekarang,dipastikanlimbahituakanmembuatsungaisemakin kotor dan berbau. Karena setiap hari terus ditumpahi limbah batik. Pokok permasalahan sekarang adalah Apakah limbah hasil pengolahan batik dapat di kelola tanpa mencemari lingkungan?. C.Tujuan Mengetahui pengelolaan limbah batik agar ramah lingkungan dan tidak berdampak negatif terhadapkesehatan. D.Jenis,Sumber,JumlahdanProsesPengelolaanlimbahBatik

1.JenisLimbah Karakteristik limbah industri batik adalah serupa dengan karakteristik limbah yang berasaldariindustritekstildanloundrysebagaiberikut: a)LimbahbersifatAlkalis b)Berwarna c)BiologicalOxygenDemand(BOD)yangtinggi d)Temperaturairlimbahyangtinggi e)SuspendedSolid(zatpadattersuspensi)tinggi f)Turbidity(Kekeruhan)yangtinggi g)Zatorganikyangtinggi 2.SumberPencemar Proses produksi merupakan sumber utama penghasil limbah antara lain pada proses pewarnaan (printing), pencelupan, pencucian dan pengemasan. Adapun sumber limbah lainyaberasaldaripemeliharaanalat,bahansisa,pelumasdansisabahanbakar 3.Jumlah Besaran limbah pada industri batik dipengaruhi oleh seberapa besar proses produksi dilakukan, proses produksi dilakukan sesuai dengan kondisi pasar dan kebutuhan pemesanan dari pelanggan.Beban pencemaran di masyarakat terhadap limbah batik sebanyak700m3/hari. E.ProsesPengolahanLimbahyangdilakukanolehPT.TriRatnaBatikPekalongan Untuk mengetahi seberapa jauh proses pengolahan limbah indutri batik dilakukan dengan alursebagaiberikut: AlurProduksiBatikPrinting: 1.Bahanberupakaliputih/KainMori 2.Penambahanbahanpewarnapakaian 3.Limbahcairdariproduksitekstikmengalirmenujubakpenangkapminyak danlemak 4.Limbahcairselanjtnyamasukkepanampunganlimbah 5. Dari bak penampungan limbah di pompa menuju bak netralisasidan koagulasidengandbitkapur40ml/detdanFeSO480ml/det. 6. Dari bak pencampur limbah masukke bak pencampur limbah dengan cuagulasipolimer(kurifloc)dengandebit20ml/det. 7. Selanjutnya limbah cair dari proses netralisasi dan koagulasi masuk ke dalambakpengendapkimia(bakpengendapI) 8.DaribakpengendapIbakdialirkankebakaerasi(kolamaerobic)dengan penambahannutrisi(Urea+SP)sesuaikondisi 9.LimbahdaribakaerasimenujubakpengendapII(prosesbiologi) 10. Dari bak pengendap II limbah di buang kelingkungandan sebagian lumpur pengendapdikembalikankebakbiologi(komlamaerobic) F.Hasilpengamatandilapangan

Effluent hasil pengolhan limbah khusunya terhadap kualitas fisik terutama warna masih nampak berwarna walaupun derajatnya lebih tinggi dibandingkan saat sebagai influent air limbah G.PilihanAlternatifManagementPengelolaanlimbah Untukpenyempurnaandalammanagemenpengelolaanlimbahmakaperludilakukankajian ulangterhadapdesaininstalasipengolahanairlimbahkhusunyalimbahcairyangberasaldari kegiatanproduksiindustribatik. 1.PengolahanLimbahCairIndustriBatikdenganCoagulasidanPenyaringan Limbah cair industri batik yang tidak diolah berpotensi mencemari lingkungan karena parameterwarna,kekeruhan, total suspended solids,danfenolyangdiujimelebihibaku mutu. Penambahan bahan koagulan dengan dilanjutkan dengan proses penyaringan menggunakan media saringan tunggal dan media saringan campuran. Bahan media saringantunggaladalahpasir,arang,ijukdanbahanmediacampuranadalahpasirarang dan pasir ijuk arang. Pengaruh kadar koagulan dan kemampuan saringan dievaluasi terhadap perubahan kualitas air yang di tinjau berdasarkan parameter-parameter warna, total suspended solids,kekeruhan,danfenol.Sebelumdibuangkelingkunganperluauji biologi untuk melihat apakah limbah cair yang telah diolah akan aman bila dibuang ke lingkungan.Penambahankoagulantawasdapatmengurangikonsentrasi total suspended solids, kekeruhan, fenol dan warna limbah cair industri batik. Kadar koagulan yang optimumuntukmenurunkanwarna, total suspended solids, dankekeruhanadalah6mg Al/L.Kadarkoagulanyangmakintinggiakanmembuatkonsentrasifenolsemakinturun tetapi akan meningkatkan konsentrasi total suspended solids dan kekeruhan. Saringan arangefektifmenurunkanfenoldankekeruhandarilimbahcairindustribatik.Saringan pasirarangefektifmenurunkanwarnadarilimbahcairindustribatikdansaringanpasir ijuk arang memberikan hasil terbaik dalam menurunkan total suspended solids dari limbah cair industri batik. Setelah mengalami proses pengolahan secara koagulasi dan penyaringan, kualitas limbah cair industri batik sesuai dengan baku mutu limbah cair. Pada uji biologi menggunakan limbah cair yang telah diolah dengan indikator tidak terdapat kematian ikan. Hal ini membuktikan bahwa setelah mengalami pengolahan kualitaslimbahcairindustribatikmenjadimeningkat.[i] H.KesimpulandanSaran 1.Kesimpulan a)AdanyadampakpencemaranolehlimbahindustribatikdiPekalongan b) Hasil pengolahan dari instalasi pengolahan limbah PT. Tri Ratna Batik Pekalonganmasihperlupenyempurnaan. 2.Saran a) Perlu dibuat instalasi pengolahan air limbah secara communal terutama untukindustrikecildanmenengah b) Instalasi pengolahan air limbah perlu segera di sempurnakan Alternatif aplikasidesainpilihan. DaftarPustaka

KuliahLapanganMagisterKesehatanLingkunganPage3 UNDIPSemarang [i] Fitri Astuti, PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI BATIK DENGAN KOAGULAN DAN PENYARINGAN (Studi Kasus di CV. BatikIndahRaraDjonggrang),UGM.Tahun2004