Pt.

Pertamina EP UBPEP Tanjung

BAB III
SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR

SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR

Pt. Pertamina EP UBPEP Tanjung

SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR
Syarat yang harus dipenuhi oleh suatu batuan reservoir adalah harus mempunyai kemampuan untuk menampung dan mengalirkan fluida yang terkandung di dalamnya. Dan hal ini dinyatakan dalam bentuk permeabilitas dan porositas. Porositas dan permeabilitas ini sangat erat hubungannya sehingga dapat dikatakan bahwa permeabilitas adalah tidak mungkin tanpa porositas walaupun sebaliknya belum tentu demikian, karena batuan yang bersifat porous belum tentu mempunyai sifat kelulusan terhadap fluida yang melewatinya. Sifat-sifat batuan yang lainnya adalah : wettabilitas, tekanan kapiler, saturasi dan kompresibilitas batuan.

BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR

2

Pt. Pertamina EP UBPEP Tanjung

BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR

3

Pt. Pertamina EP UBPEP Tanjung

BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR

4

Secara definitif porositas merupakan perbandingan antara volume ruang yang terdapat dalam batuan yang berupa pori-pori terhadap volume batuan secara keseluruhan. POROSITAS Porositas merupakan ukuran ruang-ruang kosong dalam suatu batuan.Pt. Besar-kecilnya porositas suatu batuan akan menetukan kapasitas penyimpanan fluida reservoir. Secara matematis porositas dapat dinyatakan sebagai : Vb . biasanya dinyatakan dalam fraksi.Vs Vp = = Vb Vb dimana : Vb = volume batuan total (bulk volume) Vs = volume padatan batuan total (volume grain) Vp = volume ruang pori-pori batuan BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR 5 . Pertamina EP UBPEP Tanjung 1.

Porositas efektif. Porositas absolut. Pertamina EP UBPEP Tanjung Porositas batuan reservoir dapat diklasifikasikan menjadi dua. adalah persen volume pori-pori yang saling berhubungan terhadap volume batuan total (bulk volume). adalah persen volume pori-pori total terhadap volume batuan total (bulk volume) Volume pori total = x100% Volume total batuan 2. BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR 6 . yaitu : 1. Volume pori yang berhubungan = x100% Volume total batuan Untuk selanjutnya porositas efektif digunakan dalam perhitungan karena dianggap sebagai fraksi volume yang produktif.Pt.

porositas diklasifikasikan menjadi dua bagian. dan batu gamping. adalah porositas batuan yang terbentuk sesudah batuan sedimen terendapkan. Tipe batuan sedimen atau reservoir yang mempunyai porositas primer adalah batuan konglomerat. batupasir. BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR 7 . adalah porositas yang terbentuk pada waktu batuan sedimen diendapkan. Porositas sekunder.Pt. yaitu : 1. Pertamina EP UBPEP Tanjung Berdasarkan waktu dan cara terjadinya. Porositas primer. 2.

Pt. Pertamina EP UBPEP Tanjung BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR 8 .

(a) Fine intergranular sandstone. BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR 9 . Pertamina EP UBPEP Tanjung Gambar – Batuan dengan porositas. (b) Coarse intergranular sanstone.Pt.

Pertamina EP UBPEP Tanjung BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR 10 .Pt.

Bentuk butir atau sphericity Batuan dengan bentuk butir jelek akan memiliki porositas yang besar.Pt. Pertamina EP UBPEP Tanjung Faktor-faktor yang mempengaruhi porositas antara lain : Ukiran butir atau grain size Semakin kecil ukuran butir maka rongga yang terbentuk akan semakin kecil pula dan sebaliknya jika ukuran butir besar maka rongga yang terbentuk juga semakin besar. Susunan butir Apabila ukuran butirnya sama maka susunan butir sama dengan bentuk kubus dan mempunyai porositas yang lebih besar dibandingkan dengan bentuk rhombohedral. - - BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR 11 . sedangkan kalau bentuk butir baik maka akan memiliki porositas yang kecil.

Material yang dapat berwujud semen adalah silika. Sementasi Material semen pada dasarnya akan mengurangi harga porositas. Apabila batuan terkubur semakin dalam maka porositasnya akan semakin kecil yang diakibatkan karena adanya penambahan beban.Pt. oksida besi dan mineral lempung. Pemilahan yang jelek menyebabkan butiran yang berukuran kecil akan menempati rongga diantara butiran yang lebih besar akibatnya porositasnya rendah. - - - BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR 12 . Pertamina EP UBPEP Tanjung - Pemilahan Apabila butiran baik maka ada keseragaman sehingga porositasnya akan baik pula. Komposisi mineral Apabila penyusun batuan terdiri dari mineral-mineral yang mudah larut seperti golongan karbonat maka porositasnya akan baik karena ronggarongga akibat proses pelarutan dari batuan tersebut. Kompaksi dan pemampatan Adanya kompaksi dan pemampatan akan mengurangi harga porositas.

Tiga gambar berikut menunjukkan macam-macam packing dan porositas maksimumnya. Pertamina EP UBPEP Tanjung Harga maksimum porositas primer dari suatu volume batuan dapat ditentukan dengan mengasumsikan susunan (packing) dari butiran batuan tersebut. BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR 13 .Pt.

Pertamina EP UBPEP Tanjung BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR 14 .Pt.

sampel core dapat diperoleh pada waktu pengeboran. Pengukuran porositas dilaboratorium akan dijelaskan pada bab ini sedangkan pengukuran dengan log akan dijelaskan pada bab berikutnya. BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR 15 .Pt. density log dan sonic log. Pengukuran laboratorium dengan menggunakan sampel batuan (core). yaitu: 1. 2. Pengukuran di lab mengunakan sampel batuan yang sering disebut dengan sampel core. Pertamina EP UBPEP Tanjung Pengukuran porositas dapat dilakukan dengan dua metode. Pengukuran dengan menggunakan logging tool. seperti neutron log.

Pt. Pertamina EP UBPEP Tanjung Contoh sampel core. BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR 16 .

Untuk perhitungan porositas hanya diperlukan dua antaranya. maka pengukuran dapat dilakukan dengan mengukur volume cairan yang terpindahkan kalau sampel batuan dicelupkan kedalam suatu fluida tertentu. silinder.volume butiran. yaitu: 1. Pertamina EP UBPEP Tanjung Tiga besaran yang dapat diukur di laboratorium. Untuk bentuk yang tidak beraturan dimana pengukuran dimensi tidak dimungkinkan. pengukuran ketiga-tiganya hanya diperlukan untuk cross cek saja. BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR 17 .Pt.volume total.volume pori dan 3. Volume total batuan/core sebenarnya dapat diukur dengan mengukur dimensinya kalau saja bentuk sampel batuan tersebut beraturan seperti kubus. 2.

Pertamina EP UBPEP Tanjung Electric Picnometer BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR 18 .Pt.

Pertamina EP UBPEP Tanjung Bureau of Mines Gas-Expansion Porosimeter. BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR 19 .Pt.

Pertamina EP UBPEP Tanjung Mercury Porosimeter and Capillary-pressure Apparatus.Pt. BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR 20 .

Pt. Henry Darcy (1856). membuat hubungan empiris dengan bentuk diferensial sebagai berikut : k dP V =μ dl dimana : V = µ = dP = dL k = kecepatan aliran. PERMEABILITAS Permeabilitas didefinisikan sebagai suatu bilangan yang menunjukkan kemampuan dari suatu batuan untuk mengalirkan fluida. Permeabilitas merupakan fungsi tingkat hubungan ruang antar pori-pori batuan. darcy BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR 21 . atm/cm permeabilitas media berpori. cm/sec viskositas fluida yang mengalir. cp gradien tekanan dalam arah aliran . Pertamina EP UBPEP Tanjung 2.

Pt. Pertamina EP UBPEP Tanjung Percobaan Darcy BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR 22 .

Kondisi aliran isothermal 5. Fluidanya incompressible BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR 23 . Formasinya homogen dan arah alirannya horizontal 6. Viskositas fluida yang mengalir konstan 4.Pt. Alirannya mantap (steady state) 2. Pertamina EP UBPEP Tanjung Anggapan atau asumsi yang digunakan oleh Darcy adalah : 1. Fluida yang mengalir satu fasa 3.

dimana masing-masing untuk gas . dan air. jarang sekali terjadi aliran satu fasa. Ko. minyak. Ko K ro = K K rg = Kg K K rw Kw = K Percobaan yang dilakukan pada dasarnya untuk sistem satu fasa.Pt.minyak. Pertamina EP UBPEP Tanjung Pada prakteknya di reservoir. Sedangkan permeabilitas relatif dinyatakan sebagai berikut dimana masing-masing untuk permeabilitas relatif gas. kemungkinan terdiri dari dua fasa atau tiga fasa. Untuk itu dikembangkan pula konsep mengenai permeabilitas efektif dan permeabilitas relatif. dan air. hanya disini digunakan dua fasa fluida (minyak-air) yang dialirkan bersama-sama dan dalam keadaan kesetimbangan. Laju aliran minyak adalah Qo dan air adalah Qw. Kw. Jadi volume total (Qo + Qw) akan mengalir melalui pori-pori batuan per satuan waktu. pada aliran ini tidak akan sama dengan Qo/Qw. dengan perbandingan minyak-air permulaan. Harga permeabilitas efektif dinyatakan sebagai Kg. BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR 24 .

Permeabilitas efektif. air dan gas. permeabilitas dibedakan menjadi tiga ialah : 1. misal hanya minyak atau gas saja. Pertamina EP UBPEP Tanjung Dalam batuan reservoir. Permeabilitas relatif. misalnya minyak dan air. Permeabilitas absolut. 2. 3. BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR 25 . gas dan minyak atau ketiga-tiganya. adalah permeabilitas dimana fluida yang mengalir melalui media berpori tersebut hanya satu fasa. adalah perbandingan antara permeabilitas antara permeabilitas efektif dengan permeabilitas absolut.Pt. adalah permeabilitas batuan dimana fluida yang mengalir lebih dari satu fasa.

Pengukuran dilakukan dengan menempatkan sampel core didalam alat pengukur (biasanya disebut dengan core holder). 2. Pengukuran permeabilitas di laboratorium seperti hanya pengukuran porositas dengan menggunakan sampel batuan yang kecil yang sering disebut dengan core. kemudian berikan perbedaan pressure dengan mengalirkan suatu fluida melalui core yung terpasang BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR 26 . 3. Pertamina EP UBPEP Tanjung Permeabilitas dapat ditentukan dengan tiga metode.Pt. Analisa Core di laboratorium Pressure Transient Analysis Logging Untuk pengukuran dengan pressure transient analysis dan log akan diterangkan pada bab-bab selanjutnya. yaitu: 1.

BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR 27 .Pt. Pertamina EP UBPEP Tanjung Permeability Apparatus.

Pertamina EP UBPEP Tanjung Ruska Universal Permeameter. BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR 28 .Pt.

Pt. Pertamina EP UBPEP Tanjung Contoh Kurva Relative Permeability BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR 29 .

Pt. kemungkinan terdapat minyak. Saturasi didefinisikan sebagai perbandingan antara volume pori-pori batuan yang ditempati oleh suatu fluida tertentu dengan volume pori-pori total pada suatu batuan berpori. Minyak dan gas kemudian bergerak menuju reservoir. Pertamina EP UBPEP Tanjung 3. gas dan air yang telah terdistribusikan keseluruh bagian reservoir. Bila reservoir didapatkan. BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR 30 . Dari sejarah terjadinya minyak menunjukkan bahwa. pori-pori batuan mula-mula diisi oleh air. air yang tertinggal dinamakan connate water atau interestitial water. mendorong air sampai hanya tinggal sedikit. SATURASI Batuan reservoir minyak umumnya terdapat lebih dari satu macam fluida.

Saturasi Gas(So) Sg  Volume pori yang terisi oleh gas x100 % volume pori  pori total Hubungan dari ketiganya adalah sebagai berikut: .Pt.Saturasi Minyak (So) So  Volume pori yang terisi oleh oil x100 % volume pori  pori total . Pertamina EP UBPEP Tanjung .Saturasi Air (Sw) Sw  Volume pori yang terisi oleh air x100 % volume pori  pori total .Sw + So + Sg = 1 BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR 31 .

saturasi air cenderung untuk lebih besar dalam bagian batuan yang kurang porous. Bagian struktur reservoir yang lebih rendah relatif akan mempunyai Sw yang tinggi dan Sg yang relatif rendah. saturasi fluida berubah secara kontinyu. sehingga pada lapangan yang memproduksikan minyak. Jika minyak diproduksikan maka tempatnya di reservoir akan digantikan oleh air atau gas bebas. Pertamina EP UBPEP Tanjung Terdapat Dua faktor yang penting mengenai saturasi fluida. Demikian juga untuk bagian atas dari struktur reservoir berlaku sebaliknya. 2. Saturasi fluida akan bervariasi dari suatu tempat ke tempat lain dalam reservoir. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan densitas dari masing-masing fluida.Pt. BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR 32 . yaitu : 1. Saturasi fluida akan bervariasi dengan kumulatif produksi minyak.

Pt. Pertamina EP UBPEP Tanjung Pengukuran saturasi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu: 1. Pengukuran sampel core di laboratorium 2. Log BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR 33 .

Pertamina EP UBPEP Tanjung Modified ASTM extraction apparatus.Pt. BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR 34 .

BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR 35 . Pertamina EP UBPEP Tanjung Soxhlet extractor.Pt.

σ sw = σ wo. Apabila dua fluida bersinggungan dengan benda padat. maka salah satu fluida akan bersifat membasahi permukaan benda padat tersebut.Pt. dyne/cm θ wo = sudut kontak minyak-air BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR 36 . hal ini disebabkan adanya gaya adhesi. dyne/cm σ wo = tegangan permukaan minyak-air. Dalam sistem minyak-air benda padat. Cos θwo dimana : σ so = tegangan permukaan minyak-benda padat. gaya adhesi AT yang menimbulkan sifat air membasahi benda padat adalah : AT =σ so . WETTABILITAS Wettabilitas didefenisikan sebagai suatu kecendrungan dari adanya fluida lain yang tidak saling mencampur. dyne/cm σ sw = tegangan permukaan air-benda padat. Pertamina EP UBPEP Tanjung 4.

Pt. Sedangkan bila air tidak membasahi zat padat maka tegangan adhesinya negatif (θ> 90o). yang berarti batuan bersifat oil wet. Pertamina EP UBPEP Tanjung Suatu cairan dikatakan membasahi zat padat jika tegangan adhesinya positif (θ< 90o). Wettabilitas ini penting peranannya dalam ulah laku kerja reservoir. BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR 37 . sebab akan menimbulkan tekanan kapiler yang akan memberikan dorongan sehingga minyak atau gas dapat bergerak. yang berarti batuan bersifat water wet.

Pt. semakin halus ukuran butir batuan maka semakin besar gaya adhesi yang terjadi 3. Jenis mineral yang terkandung dalam batuan reservoir 2. Jenis kandungan hidrokarbon yang terdapat di dalam minyak mentah (crude oil) BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR 38 . yaitu : 1. Pertamina EP UBPEP Tanjung Besaran wettabilitas ini sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Ukuran butir batuan.

Pertamina EP UBPEP Tanjung Wettabilitas terbagi menjadi dua kategori berdasarkan pada jenis komponen yang mempengaruhi. 2. Oil wet Oil wet terjadi jika suatu batuan mempunyai sudut kontak antara fluida (minyak dan air) terhadap batuan itu sendiri dengan sudut lebih besar dari 90o (θ > 90o). yaitu : 1.Pt. Water wet Water wet terjadi jika suatu batuan mempunyai sudut kontak fluida (minyak dan air) terhadap batuan itu sendiri lebih kecil dari 90o (θ < 90o). BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR 39 . Karakter oil wet pada kondisi batuan reservoar tidak diharapkan terjadi sebab akan menyebabkan jumlah minyak yang tertinggal pada batuan reservoar saat diproduksi lebih besar daripada water wet. Kejadian ini terjadi sebagai akibat dari gaya adhesi yang lebih besar pada sudut lancip yang dibentuk antara air dengan batuan dibandingkan gaya adhesi pada sudut yang tumpul yang dibentuk antara minyak dengan batuan.

Pertamina EP UBPEP Tanjung 5. Perbedaan tekanan dua fluida ini adalah perbedaan tekanan antara fluida “non-wetting fasa” (Pnw) dengan fluida “wetting fasa” (Pw) atau : Pc = Pnw – Pw Tekanan permukaan fluida yang lebih rendah terjadi pada sisi pertemuan permukaan fluida immisible yang cembung.Pt. BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR 40 . sedangkan minyak dan gas sebagai non-wetting fasa atau tidak membasahi. Di reservoir biasanya air sebagai fasa yang membasahi (wetting fasa). TEKANAN KAPILER Tekanan kapiler (Pc) didefinisikan sebagai perbedaan tekanan terjadi antara permukaan dua fluida yang tidak tercampur (cairan-cairan atau cairan-gas) sebagai akibat dari terjadinya pertemuan permukaan yang memisahkan mereka.

Pt.g.h r dimana : Pc = tekanan kapiler σ = tegangan permukaan antara dua fluida cosθ = sudut kontak permukaan antara dua fluida r = jari-jari lengkung pori-pori Δρ = perbedaan densitas dua fluida g = percepatan gravitasi h = ketinggian kolom BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR 41 . Pertamina EP UBPEP Tanjung Tekanan kapiler dalam batuan berpori tergantung pada ukuran pori-pori dan macam fluidanya. Secara kuantitatip dapat dinyatakan dalam hubungan sebagai berikut : 2 σ cos θ Pc = = Δρ.

Merupakan mekanisme pendorong minyak dan gas untuk bergerak atau mengalir melalui pori-pori reservoir dalam arah vertikal. 2. Mengontrol disribusi saturasi di dalam reservoir. BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR 42 . Pertamina EP UBPEP Tanjung Tekanan kapiler mempunyai pengaruh yang penting dalam reservoir minyak maupun gas : 1.Pt.

BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR 43 . yaitu fraksi perubahan volume material padatan (grains) terhadap satuan perubahan tekanan. yaitu fraksi perubahan volume bulk batuan terhadap satuan perubahan tekanan. Kompresibilitas matriks batuan. 3. yaitu fraksi perubahan volume pori-pori batuan perubahan tekanan. kompresibilitas pori-pori batuan dianggap yang paling penting dalam teknik reservoir khususnya. Diantara konsep diatas. Menurut Geerstma (1957) terdapat tiga konsep kompresibilitas batuan yaitu 1. KOMPRESIBILITAS Kompresibilitas batuan adalah perubahan volume batuan akibat perubahan tekanan yang mempengaruhinya. Kompresibilitas pori-pori batuan. yaitu tekanan hidrostatik dan tekanan overburden. Pertamina EP UBPEP Tanjung 6.Pt. 2. Kompresibilitas bulk batuan.

Tekanan luar (external stress) yang disebabkan oleh berat batuan yang ada diatasnya (overburdan pressure).Pt. Tekanan dalam (internal stress) yang disebabkan oleh tekanan hidrostatik fluida yang terkandung dalam pori-pori batuan. antara lain : 1. Pertamina EP UBPEP Tanjung Batuan yang berada pada kedalaman tertentu akan mengalami dua macam tekanan. BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR 44 . 2.

Pertamina EP UBPEP Tanjung Perubahan bentuk volume bulk batuan dapat dinyatakan sebagai kompresibilitas Cr atau 1 dVr Cr = Vr dP Sedangkan perubahan bentuk volume pori-pori batuan dapat dinyatakan sebagai kompresibilitas Cp atau : 1 dVp Cp = Vp dP * dimana : Vr = Vp = P = P* = volume padatan batuan (grains) volume pori-pori batuan tekanan hidrostatik fluida di dalam batauan tekanan luar (tekanan overburden) BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR 45 .Pt.

Pertamina EP UBPEP Tanjung BAB III – SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR 46 .Pt.