Anda di halaman 1dari 8

Satuan Acara Penyuluhan

Mata Ajar Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Hari Waktu Penyuluh Tempat

: Keperawatan Keluarga : Nyeri asam urat : Tekhnik relaksasi progresif : Jumat, 28 Juni 2013 : 14.00 - Selesai : Doni Septyana S.Kep : Kediaman Keluarga Tn. H

A. Tujuan 1. Tujuan Umum Setelah mengikuti proses pendidikan kesehatan diharapkan keluarga Tn.H dapat melaksanakan teknik relakasasi nafas dalam

2. Tujuan Khusus Setelah mengikuti proses pendidikan kesehatan diharapkan keluarga Tn.H dapat : 1. 2. 3. 4. B. Metode Ceramah Tanya jawab Menyebutkan pengertian asam urat dengan benar. Menyebutkan tanda dan gejala asam urat dengan benar. Menyebutkan penyebab asam urat dengan benar. Menjelaskan cara teknik relaksasi nafas dalam

C. Media Leaflet

D. Setting Tempat

Keterangan: A: Penyampai Materi B: Pasien K: Keluarga

E. Materi 1. Pengertian asam urat 2. Tanda dan gejala asam urat 3. Penyebab asam urat 4. Cara teknik relaksasi nafas dalam

F. Kriteria Evaluasi 1. Evaluasi struktur Semua anggota keluarga hadir / ikut dalam kegiatan penyuluhan Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan di rumah Tn. H Pengorganisasian penyuluhan dilakukan hari sebelumnya.

2. Evaluasi proses Peserta antusias terhadap materi penyuluhan tidak meninggalkan tempat sebelum kegiatan selesai terlibat aktif dalam kegiatan penyuluhan.

3. Evaluasi hasil Mengerti tentang penyakit asam urat, dapat menyebutkan pengertian, penyebab, tanda dan gejala, hal hal yang memperberat penyakit asam urat. Menyebutkan upaya untuk mencegah terjadinya komplikasi. Dapat mendemonstrasikan teknik nafasa dalam

G. Proses Penyuluhan Tahap Pembukaan Waktu 5 menit Pembicara 1. Mengucapkan salam Peserta 1. Membalas salam Media Metode Ceramah

2. Memperkenalkan 2. Memperhatikan diri 3. Apersepsi materi 3. Menanggapi

Penyampaian materi

15 menit

1. Pengertian asam Memperhatikan urat 2. Tanda dan gejala asam urat 3. penyebab urat 4. mengajarkan teknik relaksasi asam

Leaflet

Ceramah & Diskusi

nafas dalam

1. Memberi kesempatan kepada Penutup 10 menit peserta

1. Bertanya

Leaflet

Ceramah & Tanya jawab

untuk bertanya. 2. Menyimpulkan kembali materi 2. Mendengar

yang disajikan 3. Memberi salam 3. Menjawab salam

H. Daftar Pustaka Doenges E Marilynn. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan, EGC, Jakarta Kalim, Handono, 1996., Ilmu Penyakit Dalam, Balai Penerbit FKUI: Jakarta Mansjoer , Arif. 2001. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi ke 3. Jakarta : Media Aeusculapius Nugroho , wahjudi. 2002. Keperawatan Gerontik. EGC : Jakarta Pranarka, kris. 2010. Buku Ajar Geriatri ( Ilmu Kesehatan Usia Lanjut ) Edisi ke 4. Balai penerbit fakultas kedokteran universitas Indonesia: Jakarta Prof .dr.H.M. Noer, Sjaifoellah. 2000. Buku Ajar Penyakit Dalam Edisi ke 3. Balai penerbit FKUI: Jakarta R. Maryam,S, Fatma, M.dkk. 2008. Mengenal Usia Lanjut Dan Perawatannya. Salemba medika : Jakarta.

ASAM URAT 1. Pengertian Asam urat adalah zat yang merupakan hasil akhir dari metabolisme purin dalam tubuh yang kemudian dibuang melalui urin. Pada kondisi gout, terdapat timbunan atau defosit kristal asam urat di dalam persendian. . 2. Tanda dan Gejala a. Terbentuknya pembengkakan pada daerah sendi yang disertai rasa sakit. b. Pembengkakan sering sering terbentuk pada daerah-daerah telinga, siku, lutut, dll. c. Daerah khas yang sering mendapat serangan adalah pangkal ibu jari kaki sebelah dalam, disebut podagra. Bengkak, merah dan nyeri sekali bila disentuh, berlangsung beberapa hari sampai satu minggu, lalu menghilang. d. serangan sering kali terjadi pada malam hari. Sebelumnya pasien tampak segar bugar tanpa keluhan, tiba-tiba tengah malam terbangun oleh rasa sakit yang hebat sekali. e. kadar asam urat normal dalam serum pada pria 8 mg% dan pada wanita 7 mg%. Kadang-kadang didapatkan leukositosis ringan dan LED meninggi sedikit. Kadar asam urat dalam urun juga sering tinggi (500 mg%/liter per 24 jam). 3. Penyebab Beberapa faktor yang menyebabkan kadar asam urat tinggi adalah: 1. Faktor keturunan 2. Penyakit Diabetes Melitus 3. Adanya gangguan ginjal dan hipertensi 4. Tingginya asupan makanan yang mengandung purin. 5. Berat badan yang berlebih (obesitas) 6. Jumlah alkohol yang dikonsumsi 7. Penggunaan obat-obatan kimia yang bersifat diuretik/analgetik dalam waktu lama. 4. Cara Menghilangkan Rasa Nyeri Tekhnik relakasasi progresif
1. Tarik nafas panjang, pertahankan, tegangkan, dan rasakan ketegangan di daerah dada, terus tegangkan. Selanjutnya keluarkan nafas secara perlahan dan relaks. Rasakan dalam kondisi relaks

sambil mengeluarkan nafas secara perlahan (lakukan 2 kali). Lalu bernafaslah seperti biasa dengan tenang selama 1 menit. 2. Angkatlah lengan kanan dengan posisi tangan menggenggam. Tegangkan, lalu rasakan ketegangan tersebut. Kemudian lepaskan ketegangan tersebut dan relaks. Biarkan lengan jatuh ke sisi tubuh dan relaks. Ada rasa berat, sedikit rasa panas dan kesemutan (lakukan 2 kali). 3. Angkat lengan kiri dengan posisi tangan menggenggam. Tegangkan, lalu rasakan ketegangan tersebut. Kemudian lepaskan ketegangan tersebut dan relaks. Biarkan lengan jatuh ke sisi tubuh dan relaks. Ada rasa berat, sedikit rasa panas dan kesemutan (lakukan 2 kali). 4. Angkat kedua lengan ke depan dengan posisi telapak tangan menggenggam, kembali tegangkan, rasakan ketegangannya, terus tegangkan, lalu kembali relaks. Kedua tangan diturunkan dan dibiarkan lemas terjatuh ke sisi tubuh. Usahakan untuk memfokuskan perhatian kea rah kedua lengan yang merasa relaks, berat, panas dan kesemutan. 5. Tarik nafas panjang, pertahankan, tegangkan, dan rasakan ketegangan di daerah dada, terus tegangkan. Selanjutnya keluarkan nafas secara perlahan dan relaks. Rasakan dalam kondisi relaks sambil mengeluarkan nafas secara perlahan (lakukan 2 kali). Lalu bernafaslah seperti biasa dengan tenang selama 1 menit. 6. Kedua bahu dinaikkan, rasakan ketegangan pada bahu dan tengkuk, pertahankan, dan kembalikan relaks. Rasakan relaks akan mulai dirasakan dari lengan kanan, kemudian lengan kiri, dan selanjutnya ke kedua bahu dan tengkuk, dan akhirnya semua ketegangan di seluruh tubuh dan pikiran akan menghilang, dan tubuh menjadi lebih segar. 7. Untuk relaksasi daerah tungkai dan kaki, lakukan dengan urutan seperti pada lengan, hanya saja dengan area peregangan sesuai dengan wilayah target relaksasi.

SATUAN ACARA PENYULUHAN ASAM URAT PADA KELUARGA Tn. H DI DUSUN TARUKAN RT 04/RW 05 BANDUNGAN

OLEH DONI SEPTYANA S.Kep 070112b010

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS STIKES NGUDI WALUYO UNGARAN 2013