DOKUMENTASI ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU DENGAN JANIN FETAL DISTRESS, DISTOSIA BAHU DAN ASFIKSIA

Hari/tanggal Waktu pengkajian Tempat pengkajian Pengkaji No. Registrasi

: Rabu/ 29 Mei 2013 : 23.00 : RSUD Cianjur : Elly Nu’ma Zahroti : 583943

A. SUBJEKTIF 1. Identitas Klien Nama Usia Alamat Pendidikan Pekerjaan Agama : : : : : : Siti Rosyidah 35 Suami Klien Dedi 35

Kp. Neglasari Desa Songgom SD IRT Islam SMP Wiraswasta Islam

2. Keluhan Ibu merasa hamil 9 bulan, datang ke RS dirujuk oleh bidan karena keluar air-air banyak banyak berwarna kehijauan dari jalan lahir pukul 17.00 namun tidak ada mules. Mules baru dirasakan ada dan sering sejak dua jam sebelum masuk rumah sakit. Gerakan janin masih dirasakan aktif beberapa menit lalu.

3. Riwayat Kehamilan Ini Status Kehamilan : G4P1A2 HPHT TP Usia Kehamilan : 09-08-2012 : 26-05-2013 : 40-41 minggu

Minum terakhir (100ml) : dua jam lalu.00. kanker. suami dan keluarga merencanakan dan menerima kehamilan ini serta mengharapkan kelahiran anak ini. Riwayat KB Ibu tidak ber-KB sebelum kehamilan ini 7. nasi goreng. keadaan ibu dan janin baik : TT1 4. ginjal. Riwayat Obstetri Lalu Anak ke 1 2 3 4 Tahun 2007 Kehamilan Penyulit Tidak ada Keguguran Keguguran Hamil ini Tempat Persalinan Jenis Penyulit Tidak ada Penolong Paraji Nifas Normal Bayi JK P BB Lupa Ket H Rumah Spontan 5. setengah gelas : pukul 18. Riwayat Psiko Sosial Ibu. asma. 8. Hubungan keuarga baik.Obat-obatan ANC Imunisasi TT : tablet Fe dan vitamin yang diberikan bidan : 5x di bidan. kuning. gula. Riwayat Kesehatan Ibu mengaku tidak memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi. Aktivitas a. ibu . Pengambil keputusan: ibu dan suami. anemia. Nutrisi dan hidrasi Makan terakhir tidak selera makan. 6. air putih. porsi kurang. TBC dan penyakit menular seksual.

banyak. Istirahat terakhir : kemarin malam + 8 jam. Tanda-tanda vital TD : 110/70 mmHg N : 80x/menit R : 20x/menit S : 37. Pemeriksaan Fisik a. Ekstremitas Atas Terpasang infus RL 500ml di lengan kanan degan tetesan 15gtt/menit . Eliminasi BAB terakhir BAK terakhir berwarna : kemarin : baru saja. tidak berbau dan tidak B.0°C 3. Kesadaran 2. OBJEKTIF 1. kuat c.b. konjungtiva merah muda : tidak ada luka bekas operasi dan kandung kemih : Compos mentis Penurunan kepala DJJ Kontraksi : 116x/menit (120-160x/menit. Varney: 2007) : 3x/10’/30”. lunak. Mata b. dan tidak melenting : teraba tahanan terbesar di kanan dan bagian kecil : sklera putih. Abdomen kosong TFU Leopol I Leopold II janin di kiri Leopold III Leopold IV : teraba keras : konvergen : 3/5 : 32cm : teraba agak bulat. ibu merasa tidak nyaman tidur karena kehamilannya c.

d. untuk janin lakukan pemantauan DJJ setiap 15 menit (Sarwono. Barbara. Genitalia Tidak ada benjolan. PENATALAKSANAAN 1. Ekstremitas Bawah Tidak ada bengkak dan varises di kedua tungkai e. Pemeriksaan Penunjang Hb: 12. 2009) atau pada setelah tiga kali kontraksi berturut-turut (Kinzie. Pemeriksaan dalam : Tidak ada massa di vagina Portio Pembukaan Ketuban Presentasi Molase : tipis lunak : 5-6cm : negatif.0 gr/dL C. Tidak ada pembesaran kelenjar skene dan bartolini. stasion -1 : tidak ada Tidak ada bagian janin lain yang teraba 4. ANALISA G4P1A2 aterm inpartu kala I fase aktif dengan fetal distress Antisipasi diagnosa potensial : antisipasi IUFD dan infeksi intrapartum Tindakan segera kemajuan persalinan : observasi kesejahteraan ibu dan janin serta D. luka dan varises di vulva. Melakukan kolaborasi dengan dokter E: instruksi rawat inap dan persalinan di RS serta observasi kemajuan persalinan. 2004) dan berikan ibu oksigen sebanyak 6L/menit . mekoneal : kepala. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan E: ibu mengetahui keadaannya 2.

Memberikan oksigen 6L/menit dan menganjurkan ibu untuk miring kiri (Sarwono. Menganjurkan keluarga untuk menemani ibu kebutuhan nutrisi. Melakukan observasi kemajuan persalinan E: terlampir di partograf 9. Melakukan pain relief E: ibu merasa lebih nyaman 8.sampai kondisi janin baik serta berikan antibiotik cefotaxime 1 gr IV bolus.15 128x/menit. reguler DJJ pukul 23. OBJEKTIF 1. reguler Janin dalam keadaan baik 5. Melakukan informed consent tindakan rawat inap dan persalinan di Rumah Sakit E: ibu dan keluarga menyetujui 4.30 A. SUBJEKTIF Ibu merasa mulesnya semakin kuat dan ingin mengedan B. hidrasi serta eliminasi ibu E: ibu ditemani 7. Kesadaran : compos mentis 2. 2010) E: DJJ pukul 23.30 130x/menit. 3. Memberikan Cefotaxime 1 gr bolus IV E: telah diberikan setelah dilakukan skin test tidak ada reaksi alergi 6. Tanda-tanda vital TD : 120/80 mmHg N : 78x/menit . Mempersiapkan alat dan perlengkapan persalinan E: alat dan perlengkapan persalinan telah siap dan membantu Pukul 01.

PENATALAKSANAAN 1. melihat ke arah perut dan menarik kakinya His (-) ibu istirahat dan dilakukan pemeriksaan DJJ E: ibu mengedan secara efektif. kandung kemih kosong. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan E: ibu mengetahui keadaannya 2. Memposisikan ibu E: ibu mengambil posisi dorsal recumbent 3. Abdomen : DJJ 123x/menit. Genitalia : terlihat vulva membuka. kontraksi 4x/10’/45”. perineum menonjol dan tekanan pada anus Pemeriksaan dalam Portio Pembukaan Presentasi Penurunan Molase : tidak teraba : 10cm (lengkap) : kepala : stasion +2 : tidak ada Tidak ada bagian janin lain yang teraba C. penurunan kepala 1/5 b. janin dalam keadaan baik . ANALISA G4P1A2 aterm inpartu kala II janin hidup D. Memimpin persalinan His (+) ibu mengedan dengan sedikit mengangkat kepalanya. Mendekatkan alat dan memakai APD E: alat telah siap 4.R : 24x/menit S : 36.8°C 3. Pemeriksaan fisik a.

Catatan : hindari tarikan yang berlebihan pada kepala yang dapat mengakibatkan trauma pada fleksus brakhialis. Membuat episiotomi yang cukup luas untuk mengurangi obstruksi jaringan lunak dan memberi ruangan yang cukup untuk tindakan. Melahirkan bayi E: kepala bayi lahir namun tertahan di vulva dan bayi tidak melakukan putaran paksi luar Analisa : G4P1A2 aterm inpartu kala II dengan distosia bahu Penatalaksanaan : a.5. d. Meminta ibu untuk menekuk kedua tungkainya dan mendekatkan lututnya sejauh mungkin ke arah dadanya dalam posisi ibu berbaring terlentang. Dengan memakai sarung tangan yang telah didisinfeksi tingkat tinggi : Melakukan tarikan yang kuat dan terus-menerus ke arah bawah pada kepala janin untuk menggerakkan bahu depan dibawah simfisis pubis. Meminta bantuan 2 asisten untuk menekan fleksi kedua lutut ibu ke arah dada. Catatan : jangan menekan fundus karena dapat mempengaruhi bahu lebih lanjut dan dapat mengakibatkan ruptur uteri. . c. b. Meminta seorang asisten untuk melakukan tekanan secara simultan ke arah bawah pada daerah suprapubis untuk membantu persalinan bahu.

Lakukan penekanan pada bahu yang terletak di depan dengan arah sternum bayi untuk memutar bahu dan mengecilkan diameter bahu. .e. lakukan penekanan pada bahu belakang sesuai dengan arah sternum. Jika diperlukan. masukkan tanganke dalam vagina. Jika bahu masih belum dapat dilahirkan : Pakailah sarung tangan yang telah didisinfeksi tingkat tinggi.

Tempatkan bayi di tempat yang datar d.00. Ini akan memberikan ruangan untuk bahu depan agar dapat bergerak dibawah simfisis pubis. gerakkan lengan ke arah dada. (Kinzie. pergerakan lemah. kulit kemerahan ekstremitas biru Analisa : bayi baru lahir dengan asfiksia : antisipasi asfiksia berat dan Antisipasi diagnosa potensial kematian bayi Antisipasi Penatalaksanaan : resusitasi bayi baru lahir a. Potong tali pusat bayi c. Raih humerus dari lengan belakang dan dengan menjaga lengan tetap fleksi pada siku.f. ganti kain basah dengan yang kering b. Jika bahu masih belum dapat dilahirkan : Masukkan tangan ke dalam vagina. Posisikan kepala bayi . 2004) E: bayi lahir tidak langsung menangis pukul 02. Keringkan bayi. Barbara.

Tanda-tanda vital : TD : 120/70mmHg N : 82x/menit R : 24x/menit S : 37. kandung kemih kosong : terdapat pemanjangan tali pusat di depan vulva dan terdapat semburan darah dari dalam vagina C. Genitalia : uterus globular. Menyuntikkan oksitosin 10 IU E: telah diberikan Catatan: Jenis kelamin bayi laki-laki. ANALISA P2A2 kala III D. Barbara. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan .00 A.0°C 3. 2004) E: bayi menangis 5 menit kemudian 6. Lakukan suction (Kinzie. Kolaborasi dengan perawat perinatal E: bayi dialihrawatkan 7.e. PB: 51cm Pukul 02. Kesadaran : compos mentis 2. Mengecek janin kedua E: tidak ada janin kedua 8. BB: 3300gram. SUBJEKTIF Ibu merasa lega telah melahirkan bayinya B. OBJEKTIF 1. PENATALAKSANAAN 1. Abdomen b. Pemeriksaan fisik a.

kandung kemih perdarahan + 150cc C. kontraksi baik. SUBJEKTIF Ibu merasa lemas B. Mengecek kelengkapan plasenta E: plasenta lengkap Pukul 02. Estimasi : TFU sepusat.2°C 3. OBJEKTIF 1. Abdomen kosong b. Genitalia : tidak terdapat laserasi perineum. Melakukan Penegangan Tali Pusat Terkendali E: tali pusat memanjang 3. Pemeriksaan fisik : a. Kesadaran : compos mentis 2. ANALISA P2A2 kala IV . Melakukan masase uterus E: kontraksi uterus baik 5. Tanda-tanda vital : TD : 120/80 mmHg N : 80x/menit R : 20x/menit S : 37.E: ibu mengetahui keadaannya 2. Melahirkan plasenta E: plasenta lahir pukul 02.15 4.15 A.

PT Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjdo: Jakarta Kinzie. 2004. PT Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjdo: Jakarta Sarwono Prawirohardjo. dkk. Maternal and Neonatal Helt: United States . 2010. Et. 2009. Al. PENATALAKSANAAN 1.D. Mengajarkan ibu masase uterus E: ibu mengetahui uterusnya harus berkontrasksi dengan baik agar tidak terjaid perdarahan 4. Melakukan pemprosesan alat E: alat didekontamisasi ke dalam klorin selama 10 menit dan di cuci serta dibilas lalu di rebus selama 20 menit Sumber: Dr. Barbara. Abdul Bari. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan E: ibu mengetahui keadaannya 2. Menganjurkan keluarga menemani ibu dan membantu memenuhi kebutuhan hidrasi ibu E: ibu ditemani 5. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Membersihkan ibu dan membereskan lingkungan E: ibu telah beres 3. Observasi kala IV E: terlampir di partograf 6. Basic Maternal and Newborn Care. Ilmu Kebidanan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful