BAB I PENDAHULUAN

1.1.

DEFINISI

Meralgia paraesthetica (MP), atau juga dikenal sebagai jebakan nervus cutaneus femoris lateralis (NFCL), adalah suatu kondisi yang ditandai dengan nyeri, mati rasa, rasa terbakar, dan rasa geli pada bagian anterior dan lateral paha, antara ligamentum ingunale dan lutut. Pada tahun 1878, Bernhardt pertama kali menggambarkan gejala yang berkaitan dengan meralgia paraesthetica. Tahun 1885, Hagar menjelaskan bahwa kompresi nervus cutaneus femoris lateralis adalah sumber gejala kompleks ini. Satu decade berikutnya, Roth menciptakan istilah meralgia paraesthetica dari bahasa Yunani yang terdiri dari empat kata, yang bila digabungkan bersama-sama menyatakan "rasa nyeri pada paha yang disertai dengan anomali persepsi".1,2 Mononeuropati dari nervus cutaneus femoris lateralis , meralgia paresthetica umumnya disebabkan karena jebakan fokal saraf ini saat melewati ligamentum inguinal. Jebakan ini jarang terjadi karena etiologi lain seperti trauma langsung, cedera regangan, atau iskemia. Fungsi NFCL dapat terganggu oleh penekukan berlebihan atau kompresi struktur anatomi sekitarnya terutama masa kehamilan atau kondisi lain yang menyebabkan lordosis lumbal yang berlebihan.3 Anamnesis dan pemeriksaan klinis biasanya cukup untuk membuat diagnosis. Namun, diagnosis dapat dipastikan dengan studi konduksi saraf. Nevus cutaneus femoralis lateralis bertanggung jawab untuk sensasi anterolateral paha. Saraf ini merupakan saraf sensorik murni dan tidak memiliki komponen motorik. 4

Meralgia Paraesthetica| 1

1.2.

EPIDEMIOLOGI

Prevalensi meralgia paraesthetica diperkirakan 3 – 4.3 per 10.000 penduduk, dan dilaporkan mencapai 7 - 35% mengalami rasa tidak nyaman pada tungkai. Meralgia paraesthetica umumnya unilateral akan tetapi dapat juga bilateral bahkan mencapai hampir 50% kasus. 5,6 menurut Luzzio C et al , 20 % dikatakan memiliki gejala bilateral.7 Sedangkan menurut Ratliff et al, keterlibatan sisi kanan 36 % dan kiri 38 % sedangkan 22% kasus menunjukkan gejala terjadi bilateral. Ras Tidak diketahui apakah terdapat predileksi ras tertentu. Jenis Kelamin Menurut Ratliff et al, insidensi terbanyak pada laki-laki dibandingkan dengan perempuan dengan rasio 2.8 : 1 Umur Terbanyak pada usia pertengahan, walaupun dilaporkan kejadan meralgia paresthetica dapat terjadi pada semua kelompok umur.

Meralgia Paraesthetica| 2

Gambar 1. sampai lutut. membentuk pleksus peripatellar. dan terbagi menjadi cabang-cabang yang didistribusikan ke kulit anterior dan lateral paha. Cabang anterior menjadi lebih dangkal lebih kurang 10 cm distal ligamentum inguinalis.sartorius menuju paha. dan melintas miring m. Nervus cutaneus femoris lateralis dan struktur lain yang melintas di antara ligamentum inguinal kiri dengan ilium. Saraf ini kemudian lewat di bawah ligamentum inguinal dan menyilang m. iliacus. ANATOMI Nervus cutaneus femoris lateralis adalah saraf yang berasal dari pleksus lumbalis.1.BAB II ETIOLOGI DAN PATOGENESIS 2.psoas mayor di sekitar bagian tengahnya. divisi dorsal kedua dan ketiga saraf lumbalis. Perjalanan nervus cutaneus femoris lateralis Gambar 2. Meralgia Paraesthetica| 3 . Muncul dari batas lateral m. Dilihat dari atas. Filamen terminal saraf ini sering berhubungan dengan cabang-cabang cutaneus anterior nervus femoralis dan dengan cabang infrapatellar nervus saphenus. Di sini kemudian terbagi menjadi cabang anterior dan posterior. menuju spina iliaca anterior superior (SIAS).

NCFL melintas melalui belahan ligamentum inguinalis C. Perjalanan normal nervus cutaneus femoris lateralis B. menginervasi kulit setinggi trokanter mayor sampai paha bagian tengah. Pleksus Lumbalis Gambar 4.Gambar 3 . cutaneus femoris lateralis A. Distribusi Sensorik Nervus Cutaneus Femoris Lateralis Cabang posterior menembus fascia lata. Keseluruhan serabut saraf aferen dan membawa sensasi kulit paha bagian antero-lateral. Variasi Anatomi n. 9 Gambar 5. NCFL melintas di lateral Spina Iliaca Anterior Superior ( seperti duduk mengangkang di pelana kuda) Meralgia Paraesthetica| 4 . 8 Beberapa variasi anatomi penting untuk diketahui sebagai pertimbangan untuk melakukan tindakan bedah pada rongga pelvis untuk mengurangi resiko terjadinya MP. dan subdivisi yang berjalan ke belakang melintasi permukaan lateral dan posterior paha.

Sebuah pendapat mengatakan bahwa ikatan fibrosa dalam fascia menyebabkan gangguan daya regang nervus cutaneus femoris lateralis. Di samping kolumna spinalis 2. Sebagai contoh.sartorius atau mungkin disebabkan kompresi superficial sederhana dekat crista iliaca dan SIAS oleh pakaian yang ketat atau trauma. sedangkan fleksi dapat mengurangi kekuatan tersebut. Proses-proses dibawah ini dapat menyebabkan meralgia paresthetica dan proses patologis yang membangkitkan gejala berkaitan dengan lesi pada tempat tertentu sepanjang nervus.2. Saraf yang melintas pada lintasan superficial ketika memasuki kompartemen paha membuatnya cenderung mudah mendapat trauma akibat kompresi pada tulang di bawahnya. Dalam cavum abdomen dimana nervus melintas sepanjang pelvis 3. yang dapat mempengaruhi gejala yang terjadi.8. Sewaktu nervus keluar dari pelvis Tempat ketiga ini adalah yang paling sering terjadi dimana jebakan saraf mungkin melibatkan m. 10 Gerakan pinggul dengan perubahan angulasi dan regangan saraf. Beberapa proses dapat menimbulkan gangguan pada nervus cutaneus femoris lateralis sepanjang perjalanannya yang menyebabkan gangguan sensorik yang dirasakan pada distribusi kutaneusnya. Meralgia Paraesthetica| 5 .2.9 Jebakan nervus cutaneus femoris lateralis dapat terjadi pada 3 tempat potensial 1. ekstensi pangkal paha dapat meningkatkan angulasi dan regangan saraf. Gambar 6. PATOGENESIS7. Kompresi nervus cutaneus femoris lateralis oleh ligamentum inguinale Penekukan nervus cutaneus femorius lateralis melintasi crista iliaca terjadi akibat tenaga kompresi dengan reposisi postural.

Kompresi mekanik kronik dan subakut atau peregangan pada ligamentum inguinale  Pakaian ketat pinggang  Penahan. Meralgia Paraesthetica| 6  . kelompok otot termasuk muskulus paraspinal yang diinervasi akar saraf L2-L3. Mekanikal retroperitoneal subakut – proses ini dapat menyebabkan pleksopati  Invasi tumor  Hemoragik  Abses Obstetri dan ginekologi  Endometriosis – nyeri MP berulang dan berkurang saat menstruasi  Kompresi fetus selama trimester kedua dan ketiga.     Trauma  Kompresi akut pada NCFL pada ligamentum inguinalis dari tekanan sabuk pengaman pada kecepatan tinggi saat kecelakaan kendaraan bermotor. 13 memiliki gejala meralgia paraesthetica. penyembuhan yang baik ditemukan 7 dari 11 kasus. duduk bersila terlalu lama.11 Radikulopati multipel (patologi pada akar saraf). Hal-hal tersebut dapat menyebabkan jaringan di bawah ujung lateral ligamentum inguinale atau fascia lata berproliferasi dan menjerat serabut-serabut nervus cutaneus femoris lateralis. Iatrogenik – perlukaan pada NCFL dilaporkan setelah menjalani prosedur operasi  Pencangkokan tulang crista iliaca  Osteotomi pelvis  Operasi shelf pada insufisiensi acetabulum  Diseksi nodus limfatikus inguinal  Appendektomi  Histerektomi total abdominal. polisi  Ikat pinggang pembawa bendera  Kegemukan (Obesitas) Penyebab mekanik lainnya.  Fraktur pelvis  Peninggian pelvis sesisi karena pemendekan salah satu tungkai. Laminektomi dekompresi secara signifikan mengurangi area hipo-aestesi pada paha. dari 232 pasien yang terbukti dengan stenosis spinalis lumbal. kelemahan atau perubahan denervasi pada pemeriksaan EMG jarum. termasuk :  Penampungan untuk pengobatan intratekal yang diletakkan pada abdomen kuadran kanan bawah  Ascites  Kompresi radiks L2-L3 Menurut Jiang dkk. pembebatan  Ikat pinggang tukang kayu.

   Gangguan metabolik dan reaksi imunologi  Diabetes  Plexitis Kondisi infeksi : termasuk herpes zoster. Idiopatik Beberapa proses sistemik sering merusak nervus perifer termasuk nervus cutaneus femoris lateralis. Meralgia Paraesthetica| 7 . dimana terjadi neuropati fokal atau difus. Diabetes mellitus termasuk salah satu penyebabnya.  Faktor etiologi yang bersifat infeksi juga pernah disebut sehingga dianggap sebagai manifestasi neuritis sensorik mutlak.

riwayat operasi di daerah pelvis.   ANAMNESIS Nyeri pada sisi luar paha. Kadang-kadang nyeri di daerah selangkangan atau nyeri menyebar ke pantat. kadang-kadang memanjang hingga ke sisi luar lutut. kesemutan. Gejala yang tampak dapat berkaitan dengan berhubungan dengan beberapa factor resiko.BAB III DIAGNOSIS Pasien dengan meralgia paresthetica dapat idiopatik atau disebabkan oleh luka mekanik di dekat ligamentum inguinalis biasanya menggambarkan parestesia atau disesthesia pada daerah yang mendapat inervasi nervus cutaneus femoris lateralis. biasanya konstan. atau mati rasa (kebas) di wilayah yang sama. 3.      Gambar 7. seperti kecelakaan kendaraan bermotor. Biasanya lebih sensitif terhadap sentuhan ringan daripada tekanan kuat. Distribusi paraesthetica abnormalitas sensorik pada meralgia Meralgia Paraesthetica| 8 . Sensasi seperti terbakar. kegemukan dan lain-lain. Dirasakan tanpa dipicu oleh suatu stimulasi fisik pada kulit.1. Terkadang dirasakan seperti sengatan lebah. kehamilan. Kepekaan yang berlebihan terhadap panas ( air hangat dari pancuran terasa seperti tebakar) Perubahan postur atau duduk atau berdiri yang lama dapat menimbulkan gejala fluktuatif.

PEMERIKSAAN FISIK Penguji akan memeriksa setiap perbedaan sensasi antara kaki yang terkena dan kaki yang lain. tidak ada atrofi otot ataupun perubahan refleks.12 Meralgia Paraesthetica| 9 . Dengan “test pinprick” dapat ditemukan penurunan apresiasi. Kekuatan motorik tungkai yang terlibat harus normal. kadang –kadang hiperestesi.3. Metode pengukuran area yang mengalami hipoaestesi pada paha lateral dengan menggunakan tusukan jarum (pin-prick) dan sebuah film transparan. Palpasi dalam tepat di bawah SIAS (pengujian kompresi panggul) mereproduksi gejala.    Ketukan di atas dan aspek lateral ligamentum inguinalis atau memperpanjang paha posterior (merentangkan saraf) dapat mereproduksi atau memperburuk parestesi. Pemeriksaan abdomen dan panggul mungkin diperlukan untuk mengecualikan masalah di daerah tersebut.  Pemeriksaan menunjukkan mati rasa pada paha anterolateral di semua atau bagian dari daerah yang terlibat dengan parestesi.2. bersamaan dengan munculnya reaksi hiperpatia pada perabaan 11 Gambar 8.

1.3. dan atau di bawah ligamentum inguinal di atas origo musculus Sartorius. Evaluasi dengan studi konduksi saraf dan pemeriksaan jarum diperlukan jika tidak ada faktor resiko diidentifikasi.3. Elektrode aktif diletakkan 17 – 20 cm distal SIAS. (S2) Ground. jika lesi massa di ruang retroperitoneal dicurigai. Elektrode permukaan diletakkan sepanjang garis yang menghubungkan SIAS dengan batas lateral patella. Perekaman. Pemeriksaan Elektrofisiologis Elektromiografi (EMG) studi konduksi saraf mungkin diperlukan. Stimulasi permukaan antidromik diberikan di atas ligamentum inguinal (S1) 1 cm medial spina iliaca anterior superior (SIAS). atau ada nyeri punggung. Stimulasi pada n. Gambar 9.3. Diletakkan antara stimulasi dan electrode perekam. Prosedur Stimulasi13 Penyetelan Stimulasi.cutaneus femoris lateralis Meralgia Paraesthetica| 10 . dengan electrode reference 3 cm lebih distal. PEMERIKSAAN PENUNJANG 3.

LATERAL FEMORAL CUTANEUS NERVE : MA / LIVESON DATA ( n = 40 s = 20 ( 25 .0 ±1. Jenis kelamin tidak signifikan.8 (4-11) * Latency to initial point of negative deflection † Peak to peak amplitude 3.5 ± 0.18 cm] Amplitudo (µV)† 6. PEMERIKSAAN RADIOLOGI  X-Foto mungkin diperlukan untuk menyingkirkan kelainan tulang yang mungkin memberikan tekanan pada saraf.o ) m = 33 Latency (ms) * Above ligament Below ligament 2.8) [14 .5 (3-10) 7.2-2. Subjek dibiarkan menyesuaikan diri dengan suhu ruangan yang berkisar 23 sampai 260C. TABLE 1.2) [17 .3-3.44 y. Signifikansi usia tidak diuji.3.2.  Pemeriksaan CT-Scan atau MRI untuk mengecualikan menyebabkan jaringan lunak seperti tumor.20 cm] 2.8 ± 0.2 (2.0 ±1.Penilaian Data Ma dan Liveson (Tabel 1).4 (2. Meralgia Paraesthetica| 11 .

4. Pasien harus menghindari pakaian ketat terutama di daerah pinggul depan atas. Dalam kebanyakan kasus. Sebagai tambahan fisioterapis menginstruksikan pasien untuk mengikuti program fitness yang membantu mengurangi berat badan maupun biomekanik dan reedukasi postural. Parameter untuk dilakukan pembedahan antara lain Tinel Sign positif.BAB IV PENATALAKSANAAN Penatalaksanaan akan bervariasi tergantung berat ringannya gejala yang ditunjukkan. dan analgetik. atau penyangga yang memberikan tekanan fokal berlebihan pada ligamentum inguinale. Pengurangan aktivitas fisik wajib dilakukan dalam hubungannya dengan tingkat rasa sakit. pengobatan terbaik adalah menghilangkan penyebab kompresi dengan memodifikasi perilaku pasien. dan beberapa pasien melaporkan disestesi yang semakin berat. Tehnik jaringan lunak ( seperti : terapi “trigger point”) juga menguntungkan untuk mengurangi nyeri dan penekanan pangkal paha dan otot-otot paha. hasilnya masih kurang memuaskan. Sebagai tambahan pemanasan lembab. pengurangan berat badan untuk mengurangi lingkar perut. ikat pinggang yang lebar. Meskipun tindakan bedah transeksi NCFL ditujukan sebagai terapi. Istirahat mutlak diperlukan untuk tingkat rasa sakit akut. modalitas lain yang direkomendasikan termasuk transcutaneus electrical nerve stimulation (TENS).1. FISIOTERAPI Pada meralgia paraesthetica dapat dilakukan terapi konservatif. 4. Pengurangan berat badan dan latihan memperkuat otot-otot perut. EMG abnormal dan pembebasan segera gejala-gejala yang mengiringi blok NCFL. Terapi fisikal direkomendasikan sebagai tambahan untuk terapi dengan analgetik untuk mengontrol nyeri pada pasien dengan MP. Tindakan bedah tidak selalu berhasil penuh dan dapat kambuh kembali rata-rata 15 -20%. INTERVENSI BEDAH Pasien yang gagal dalam penatalaksanaan konservatif dirujuk ke ahli bedah untuk menjalani pembedahan dekompresi NCFL.9 Meralgia Paraesthetica| 12 .2. dikombinasi dengan perawatan medis untuk menghilangkan peradangan dan rasa nyeri. aplikasi termal. Modalitas ini digunakan untuk membantu meredakan nyeri dan memampukan pasien melakukan latihan peregangan dengan lebih santai. seperti fisioterapi.

neurolisis dan reseksi NCFL. Tempat Penyuntikan pada meralgia paraesthetica Meralgia Paraesthetica| 13 . Penambahan narkotik untuk membunuh rasa sakit mungkin diperlukan pada tingkat rasa sakit berat yang menyebabkan pasien terkadang sulit tidur. TERAPI MEDIKAMENTOSA1. Hindari penggunaan OAINS dan narkotik jangka panjang jika memungkinkan.A B Gambar 10. di bawah ujung lateral ligamentum inguinale atau di tempat serabut-serabut nervus cutaneus femoris lateralis keluar dari fascia lata atau di kawasan disestesia / parestesia / hipestesia sendiri dapat menyembuhkan walaupun hanya meredakan gejala untuk sementara.3. Pada kasus yang parah dapat dilakukan blok saraf lokal pada ligamentum inguinal dengan suntikan kombinasi obat bius lokal (lidokain. Selain itu dapat diberikan TCA atau antikonvulsan yang dimulai dari dosis rendah dan dititrasi naik sampai gejala mereda atau sebaliknya muncul efek samping.2. Biasanya diberikan 7-10 hari.13 Obat anti inflamasi non steroid (OAINS) akan mengurangi rasa nyeri. Suntikan dilakukan 1 jari ke arah medial SIAS.3. bupivacain) dan kortikosteroid. Obat ini sebaiknya dihentikan jika gejala tidak mereda dengan jumlah maksimal. 4. Durante operasi menunjukkan A. Gambar 11. NCFL ditranseksi parsial B. Kesalahan yang sering terjadi adalah menghentikan pengobatan sebelum level serum mencapai rentang terapi.

Pasien yang mengalami nyeri yang berkepanjangan dan membandel dengan terapi konservatif dan blok saraf multipel dengan steroid local. neurodestruksi berat dan efek deafferensiasi. dapat diberikan pulsed radiofrequency. 14 Meralgia Paraesthetica| 14 . Penggunaan konvensional prosedur ini melibatkan aplikasi kontinyu temperature tinggi. TERAPI LAIN Perbaikan gejala mungkin dapat terjadi dengan melakukan koreksi ketidaksesuaian panjang tungkai. Sinyal radiofrekuensi telah banyak digunakan untuk menekan transmisi nyeri.4.4. Dapat dilakukan dengan menambah bantalan sepatu atau modifikasi lainnya untuk mengoreksi ketidaksesuaian sehingga hiperekstensi paha dapat diminimalkan pada sisi yang terpengaruh. yang dihubungkan dengan degenerasi Wallerian.

sekaligus untuk mencegah tindakan bedah dan tindakan agresif lainnya.1. tergantung pada keparahan kerusakan saraf. Meralgia Paraesthetica| 15 .15 Apapun penyebabnya. Bila dilakukan intervensi bedah dengan dekompresi saraf pada kasus yang terseleksi dengan baik . dan dalam keadan berat. Bendera merah membantu untuk mengenali situasi ini apakah gejala memburuk secara progresif.16 5. pemulihan biasanya memerlukan beberapa minggu ke bulan. Instruksikan pasien untuk menghindari aktivitas yang dapat menyebabkan trauma pada NCFL. dilaporkan memiliki hasil yang cukup baik. Tidak semua pasien dengan gejala yang mirip MP memerlukan MRI atau CT Scan pelvis. tidak ada gangguan sensoris pada pemeriksaan neurologi. ASPEK MEDIKOLEGAL Praktisi tidak boleh beranggapan bahwa seorang pasien mengalami MP dan segera mengelola dengan pleksopati yang disebabkan invasi tumor. Pada kebanyakan pasien.BAB V PENUTUP 5. PROGNOSIS Prognosis tergantung pada etiologi gangguan NCFL. nyeri yang dalam. Meralgia parestetica ringan yang disebabkan oleh mekanisme trauma external atau ringan terkadang dapat mengalami remisi secara spontan. meralgia paresthetica dapat sembuh sendiri. Elektromyografi dapat membantu untuk membedakan MP yang ringan dengan problem lainnya. dan dengan edukasi.2. pasien belajar untuk mentoleransi gejala dan memodifikasi aktivitas. tetapi dapat kambuh kembali sekitar 15-20% kasus. Setiap situasi individu mengarah pada keputusan klinis.

Meralgia Paraesthetica. in Principles of Neurology.com.DAFTAR PUSTAKA 1. 2. Meralgia Paraesthetica 2009 www. Pain Physician Journal 2009 . Joseph NJ. Spinal Stenosis with Meralgia Paraesthetica dalam The Journal of Bone and Joint Surgery Vol. 6.Kraft GH : Unusual Sensory Conduction Studies. Simon RP Clinical Neurology Lange 6th Ed.Sekul E A. Peripheral Nerve. 13. Wibourn AJ. 12.1992 : 561 Ratliff JK. 1984 : 6-7 Sidharta P. 2009 16. 2006 : 469 www. American Academy of Pain Management. Disorders of The Peripheral Nerves in De Jong’s The Neurologic Examination 5th Ed. Candido KD. Nerve Entrapment Syndromes. Tiel RL . Hao W..emedicine. 5. 10. 8. 3. Adam RD. 8th ed. Weiner’s Pain Management. 7. Meralgia Paraesthetica| 16 . Jacques L. No. 1988 : 272 . An AAEE Workshop. A Practical Guide for Clinicians. 2005 : 223 Bosvell MV. 15. Dian Rakyat Jakarta 2005 : 253-4 Philip CN. 7 th Ed. Greenberg DA.70-B .2.Inc .medscape. Successful Treatment of Meralgia Paresthetica with Pulsed Radiofrequency of Lateral Femoral Cutaneous Nerve.medscape. Cole BE . Meralgia Paresthetica. Marone JP. Madison 2009 Haerer AF . Urumchi.3 Sweis M . . 14. Essesial Neurosurgery 3rd ed. Victor M : Disease of Spinal Cord. Mc Graw-Hill Book Co : New York 2005 : 1170 www. Issue 06 Ma DM.medscape. . CRC Press Taylor & Francis Group. Neurologi Klinis dalam Praktek Umum.com Meralgia paraesthetica Aminoff MJ. Dong X.emedicine. 15.JB Lipincot Comp. Meralgia Paresthetica Georgia 2009 www. Meralgia Paresthetica Following Iliac Crest Bone Graft for Anterior Cervical Disectomy : A Case Report and Review of the Literature Lousiana Kaye AH. Lange Medical Books / Mc Graw Hill Companies.emedicine. Luzzio C. Minnesota.com.com. 11. 12 : 881-5 www. Blackwell Publishing 2005 : 241 Xiang J. wikipedia.com Hanna AS et al. The Johnson Co. 9. 4. Kornbluth I. Dynamic Chiropractic – Vol. and Muscle. Crystal GJ.emanualmedicine.

LAPORAN KASUS IDENTITAS Nama Umur Jenis Kelamin Alamat Pekerjaan No. Penderita kemudian merasa cekot-cekot pada paha kanan. riwayat trauma (-). kadang-kadang tidak terasa Onset :  10 hari yang lalu sebelum ke Poli Neurologi Lokasi : Sisi luar paha kanan Kualitas : Kesemutan terus-menerus Kuantitas : VAS = 4 . Kesan : ekonomi cukup Meralgia Paraesthetica| 17 . riwayat DM (-). Riwayat Sosial Ekonomi : Penderita bekerja sebagai wiraswasta. Masalah Pasif Tanggal : Tn. Tidak berkurang dengan minum obat. Rasa kesemutan dirasakan terus-menerus. Riwayat hipertensi (-). saat panen jagung. 1 2 Masalah Aktif Parestesi Paha Kanan Meralgia Paretetica Dextra Tanggal 13 Juni 2011 28 Juni 2011 No. Kelemahan anggota gerak (-). Riwayat terjatuh atau terpeleset (-). Biaya pengobatan ditanggung oleh pribadi. Bila bersentuhan dengan celana terasa celekit-celekit. Faktor memperberat : beraktivitas Faktor memperingan : istirahat tiduran Riwayat Penyakit Dahulu : Baru pertama kali sakit seperti ini. CM Tgl pemeriksaan DAFTAR MASALAH No. MI : 58 tahun : Laki-laki : Bangetayu Wetan RT 6 RW 5 Semarang : Wiraswasta : C297594 : 13 Juni 2011 DATA SUBYEKTIF Riwayat Penyakit Sekarang Keluhan Utama : paha samping kanan kesemutan. penderita mengangkat jagung di bakul dengan berat lebih kurang 50 kg.5 Kronologis :  10 hari sebelum datang ke poli Neurologi RSDK. Riwayat Penyakit Keluarga : Tidak ada anggota keluarga sakit seperti ini. Terkadang terasa seperti kesetrum.

pergerakan bebas :(-) : dalam batas normal superior inferior : +/+ +/+ : 5-5-5 /5-5-5 5-5-5 /5-5-5 : N/N N/N : E/E E/E : +/+ + /+ : -/. Ø 3 mm / 3 mm. pembesaran limfonodi (-) : SJ I-II murni. status gizi cukup : E4M6V5 = 15 : 130 / 80 mmHg : 84 x/ mnt.DATA OBJEKTIF Status presens Keadaan umum Kesadaran : GCS Tekanan darah Nadi Pernafasan Suhu Tinggi badan VAS Kepala Leher Dada Jantung Paru Perut Ekstremitas 2. RC+/+ : tegak. lurus.8 o C : 165 cm. Nervi Kraniales D. supel. Status Psikikus Cara berpikir Perasaan hati Tingkah laku Ingatan Kecerdasan : composmentis.83 (normoweight) :4-5 : mesosefal : kaku kuduk (-). nyeri tekan (-)./: -/- Meralgia Paraesthetica| 18 . suara dasar vesikuler. ronki (-) : datar. Status Neurologis A. Leher : Sikap Kaku duduk C. isokor. Motorik  Pergerakan  Kekuatan  Tonus  Trofi  Refleks Fisiologis  Refleks Patologis  Klonus : mesosefal :(-) : simetris :(-) : pupil bulat. capilary refill < 2 detik : realistis : normothym : normoaktif : cukup : cukup 3. BB : 54 kg BMI : 19. bising (-) : Simetris statis dinamis. reguler : 20 x/ mnt : 36. Kepala : Bentuk Nyeri tekan Simetri Pulsasi Mata B. Hepar/lien tak teraba : edema (-).

Gait dan Keseimbangan Cara berjalan : dalam batas normal Tes Romberg : dalam batas normal Tandem gait : dalam batas normal Disdiadokokinesis : dalam batas normal G. Penderita kemudian merasa cekot-cekot pada paha kanan. Tidak berkurang dengan minum obat. Riwayat hipertensi (-).  10 hari sebelum datang ke poli Neurologi RSDK. penderita mengangkat jagung di bakul dengan berat lebih kurang 50 kg. Terkadang terasa seperti kesetrum. Bila bersentuhan dengan celana terasa celekit-celekit. kadang-kadang tidak terasa. Baru pertama kali sakit seperti ini. Rasa kesemutan dirasakan terus-menerus. Riwayat terjatuh atau terpeleset (-). 58 tahun datang dengan keluhan paha samping kanan kesemutan. Gerakan-gerakan abnormal Tremor : (-) Athetose : (-) Mioklonik : (-) Khorea : (-) H. Koordinasi. Sensorik : parestesi sesuai dermatom L2-3 dextra F. riwayat DM (-). Alat vegetatif Miksi : dbn Defekasi : dbn Pemeriksaan Tambahan : Pin prick test : ditemukan area parestesi sesuai dermatom L2-3 dextra RINGKASAN Subyektif Seorang laki-laki .E. Kesan ekonomi cukup. Diperberat dengan beraktivitas. Kelemahan anggota gerak (-).Tidak ada anggota keluarga sakit seperti ini. Biaya pengobatan ditanggung oleh pribadi. Meralgia Paraesthetica| 19 . saat panen jagung. riwayat trauma (-). Gejala mereda dengan istirahat tiduran.

cutaneus femoris lateralis dextra VI. Prognosis. Ad vitam : ad bonam Ad sanam : dubia ad bonam Ad fungsionam : ad bonam Meralgia Paraesthetica| 20 .Obyektif Pemeriksaan fisik Keadaan umum : composmentis. Diagnosis Klinik Diagnosis Topik Diagnosis Etiologik : Parestesi dermatom L2-3 dextra : SIAS dextra : Sindroma Jebakan n.83 (normoweight) VAS :4–5 Status internus : dalam batas normal Status psikiatri : dalam batas normal Status Neurologi Mata : dalam batas normal Nn craniales : dalam batas normal Leher : dalam batas normal Motorik : dalam batas normal Sensibilitas : parestesi sesuai dermatom L2-3 dextra Vegetatif : dalam batas normal Pemeriksaan Tambahan : Test pin prick : ditemukan area parestesi sesuai dermatom L2-3 dextra DIAGNOSIS 1. Rencana Awal Program :  Elektromyografi Terapi  Natrium diklofenak 2x50 mg  Amitriptiline 1x25 mg (malam)  Diazepam 2x2mg Monitoring : . BMI : 19.8 o C Tinggi badan : 165 cm. status gizi cukup Kesadaran : GCS : E4M6V5 = 15 Tekanan darah : 130 / 80 mmHg Nadi : 84 x/ mnt Pernafasan : 20 x/ mnt Suhu : 36.VAS. BB : 54 kg . Tanda Vital. VII. Defisit Neurologis Edukasi : .Menjelaskan kepada pasien dan keluarga tentang penyakitnya dan pengelolaan lebih lanjut.

CATATAN PERKEMBANGAN Tanggal 28 Juni 2011 Meralgia Paraesthetica| 21 .

N = 80 x/menit.0 11.00 29.60 8. VAS = 2-3 T = 120/70 mmHg.80 4.00 76.10 30.9 4.2 108 2.00 – 32.60 – 14.99 S O : : Meralgia Paraesthetica| 22 .06 0.00 4.12 320.00 150.60 27.00 – 15.90 – 5.74 – 0.30 86. badan terasa lemah.00 136 – 145 3.1 98 – 107 2. nyeri punggung berkurang Kesadaran : GCS = E4M6V5 = 15.0 14.52 0.57 134 4. t = 36.86 SATUAN gr% % Juta / mmk Pg fL g/dL ribu / mmk ribu/mmk % fL mmol/l mmol/l mmol/l mmol/l mmol/l NILAI NORMAL 12.0 – 400.5 – 5.00 – 36./ Klonus : -/Sensibilitas : dalam batas normal Vegetatif : dalam batas normal Laboratorium tanggal 10 Juni 2011 PEMERIKSAAN HEMATOLOGI PAKET Hemoglobin Hematokrit Eritrosit MCH MCV MCHC Leukosit Trombosit RDW MPV ELEKTROLIT Natrium Kalium Chlorida Calsium Magnesium HASIL 12.00 – 96.0 – 47.00 – 11.8 OC Status Neurologi Mata : dalam batas normal Nn craniales : dalam batas normal Leher : kaku kuduk (-) Motorik superior inferior  Pergerakan : + N/ +N +N / +N  Kekuatan : 5-5-5 / 5-5-5 5-5-5 /5-5-5  Tonus : N/N N/N  Trofi : E/E E/E  Refleks Fisiologis : +/+ +/+  Refleks Patologis : -/.50 40.0 3.12 – 2.00 35.10 8. RR = 20 x/menit.nyeri kepala berkurang.00 – 11.75 26.

c Spasmofilia Tension Type Headache e.1/2 . Meralgia Paraesthetica| 23 . lain – lain tetap Mx : Tanda Vital.c Spasmofilia Dx.0 . : Amitriptiline 0 . : -Tx. : Menjelaskan kepada pasien dan keluarga tentang penyakitnya dan pengelolaan lebih lanjut. VAS Ex.Hasil EMG tanggal 9 Juni 2011 Pada pemeriksaan iskemik dan hiperventilasi didapatkan tetani yang nyata yang terjadi selama fase iskemik Kesimpulan : Spasmofilia (++++) A P : : Tension Type Headache e.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful