Direktorat Pembiayaan Pertanian Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian 2012

KATA PENGANTAR Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E) merupakan penyempurnaan dari Kredit Ketahanan Pangan (KKP) yang sudah berjalan sejak Oktober 2000. KKP-E ditujukan untuk membantu permodalan petani dan peternak dengan suku bunga bersubsidi sehingga mereka dapat menerapkan teknologi rekomendasi budidaya. Dalam perkembangannya, KKP-E terus mengalami perubahan dan penyempurnaan, yang meliputi debitur penerima KKP-E, plafon maksimum per debitur, cakupan komoditas yang dibiayai dan kebutuhan indikatif masing-masing komoditas. Penyempurnaan KKP-E ditujukan untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan ketahanan energi sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Buku ini disusun sebagai penyempurnaan buku Pedoman Teknis Skim KKP-E yang terdahulu antara lain mencakup sasaran produksi, perluasan komoditas,kebutuhan indikatif masing-masing komoditas serta ketentuan KKP-E lainnya. Buku ini merupakan pedoman bagi seluruh pemangku kepentingan baik di pusat maupun di tingkat daerah dalam pemanfaatan KKP-E sehingga penyaluran dan pengembalian kreditnya dapat berjalan lancar dan tepat sasaran. Diharapkan kepada seluruh jajaran Kementerian Pertanian dan Pemerintah Daerah dapat melakukan koordinasi dengan instansi terkait termasuk dengan Bank Pelaksana KKP-E. Jakarta, Januari 2012 Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Sumarjo Gatot Irianto i

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.......................................................... DAFTAR ISI....................................................................... DAFTAR LAMPIRAN......................................................... BAB I PENDAHULUAN........................................................... 1.1. Latar Belakang...................................................... 1.2. Pengertian............................................................ 1.3. Tujuan.................................................................. 1.4. Sasaran................................................................ 1.5. Landasan Hukum.................................................. BAB II KETAHANAN PANGAN DAN KETAHANAN ENERGI... 2.1. Ketahanan Pangan................................................ 2.2. Ketahanan Energi.................................................. BAB III BANK PELAKSANA KREDIT KETAHANAN PANGAN DAN ENERGI................................................................ 3.1. Bank Pelaksana...................................................... 3.2. Plafon KKP-E.......................................................... 3.3. Suku Bunga............................................................ 3.4. Sumber Dana dan Resiko Kredit............................. BAB IV KETENTUAN POKOK KKP-E....................................... 4.1. Usaha dan Komoditas yang dibiayai KKP-E............ 4.2. Petani, Kelompoktani dan Koperasi Penerima i ii iv

1 1 2 3 4 4

6 6 10

10 11 11 11 12

13 13 ii

KKP-E.................................................................... 4.3. Mitra Usaha Dalam Pelaksanaan KKP-E................. 4.4. Kebutuhan Indikatif................................................. BAB V MEKANISME PENCAIRAN DAN PENGEMBALIAN KKP-E......................................................................... 5.1. Kegiatan Usaha dilaksanakan secara mandiri......... 5.2. Kegiatan Usaha melalui Koperasi............................ 5.3. Kegiatan Usaha bekerjasama dengan Mitra Usaha.. BAB VI PEMBINAAN, MONITORING DAN EVALUASI SERTA PELAPORAN............................................................... 6.1. Pembinaan......................................................... 6.2. Monitoring dan evaluasi...................................... 6.3. Pelaporan........................................................... 6.4. Indikator keberhasilan......................................... BAB VII PENUTUP.....................................................................

14 17 18

20 20 21 22

25 25 26 26 27

28

iii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1.

Alokasi Plafon KKP-E per Komoditas Per Propinsi.................................................. 29 Lampiran 2. Kebutuhan Indikatif KKP-E............................ 30 Lampiran 3. Rencana Difinitif Kebutuhan Kelompoktani (RDKK) yang langsung diajukan ke Bank Jenis Usaha Tanaman Pangan/Hortikultura... 37 Lampiran 4. Rencana Difinitif Kebutuhan Kelompoktani (RDKK) yang diajukan melalui Koperasi Jenis Usaha Tanaman Pangan/ Hortikultura/ Perkebunan............................. 38 Lampiran 5. Rekapitulasi RDKK yang memerlukan KKP-E Oleh Koperasi , Jenis Usaha Tanaman Pangan/ Hortikultura/ Perkebunan............................... 39 Lampiran 6. Rencana Definitif Kebutuhan Kelompoktani (RDKK) yang langsung diajukan ke Bank Jenis Usaha Peternakan................................ 40 Lampiran 7. Rencana Definitif Kebutuhan Kelompoktani (RDKK) yang langsung diajukan melalui Koperasi, Jenis Usaha Peternakan................. 41 Lampiran 8. Rekapitulasi RDKK yang memerlukan KKP-E Oleh Koperasi , Jenis Usaha Peternakan........ 42 Lampiran 9. Rencana Kebutuhan Usaha Petani/ Pekebun (Individu).......................................... 43 Lampiran10. Rencana Kebutuhan Usaha Peternak (Individu)........................................................ 44 Lampiran 11. Laporan Perkembangan Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E) .. 45 iv

(6) kelembagaan petani dan (7) teknologi dan industri hilir. Sejalan dengan target utama Kementerian Pertanian 2010-2014 meliputi: (1) pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan. karena sebagian besar penduduk Indonesia memiliki mata pencaharian di sektor pertanian. Peran strategis tersebut digambarkan melalui kontribusi yang nyata melalui pembentukan kapital. daya saing dan ekspor dan (4) peningkatan kesejahteraan petani. 1 . pakan dan bio energi. (3) peningkatan nilai tambah. sumber devisa negara dan sumber pendapatan serta pelestarian lingkungan melalui praktek usahatani yang ramah lingkungan. (5) pembiayaan petani. penyerapan tenaga kerja.BAB I PENDAHULUAN 1. Strategi yang akan dilaksanakan adalah melakukan revitalisasi pertanian dengan fokus tujuh aspek dasar yang dinamakan dengan Tujuh Gema Revitalisasi. yang terdiri atas: (1) lahan. penyediaan bahan pangan. Latar Belakang Pembangunan pertanian tetap memegang peran strategis dalam perekonomian nasional. (2) peningkatan diversifikasi pangan. Pembangunan pertanian diharapkan dapat memperbaiki pendapatan penduduk secara merata dan berkelanjutan. (4) sumber daya manusia. bahan baku industri. (3) infrastruktur dan sarana.1. (2) perbenihan dan perbibitan.

KKP-E merupakan skim kredit yang ditetapkan Pemerintah dengan pola penyaluran executing. Dalam perkembangannya KKP mengalami penyesuaian dari tahun ke tahun.Keberhasilan peningkatan produksi pangan di masa lalu dalam hal pencapaian swasembada pangan. fasilitas Kredit Likuiditas Bank Indonesia (KLBI) sampai dengan tahun 1998 dan subsidi sarana produksi (benih. oleh karena itu mulai tahun 2000 telah diluncurkan Skim Kredit Ketahanan Pangan (KKP) yang sumber dananya berasal dari Perbankan dengan subsidi suku bunga bagi petani dan peternak yang disediakan oleh pemerintah. tidak terlepas dari peran pemerintah melalui penyediaan kredit program dengan suku bunga rendah. pupuk dan pestisida). 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia maka tidak tersedia lagi sumber dana dari KLBI. Semenjak diberlakukannya UU No. Untuk kelancaran pelaksanaan KKP-E penyaluran dan pengembaliannya dapat berjalan dengan baik ditingkat lapangan perlu disusun Pedoman Teknis Skim Kredit Ketahanan Pangan dan Energi yang disempurnakan sesuai perkembangan dan kebutuhan. Hal ini mengadopsi upaya mengurangi ketergantungan energi berbahan baku fosil dan perkembangan teknologi energi dikembangkan energi lain yang berbasis sumber energi nabati. 2 . Energi alternatif dimaksud disini berbasis ubi kayu/singkong dan tebu diintegrasikan dengan Skim KKP yang telah ada sehingga berubah menjadi Skim Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E). mulai Oktober 2007 KKP disempurnakan menjadi KKP-E (Kredit Ketahanan Pangan dan Energi).

3. 2.2. Kredit Ketahanan Pangan dan Energi yang selanjutnya disebut KKP-E. adalah kredit investasi dan/ atau modal kerja yang diberikan dalam rangka mendukung pelaksanaan Program Ketahanan Pangan dan Program Pengembangan Tanaman Bahan Baku Bahan Bakar Nabati.1. 7. 5. 6. merata dan terjangkau. adalah rencana kebutuhan modal kerja dan atau investasi kelompok untuk usaha pertanian yang disusun berdasarkan musyawarah anggota kelompok dalam satu periode tertentu yang dilengkapi dengan jadwal pencairan dan pengembalian kredit. aman. Pengertian 1. hortikultura. peternakan dan perkebunan yang menghasilkan pangan nabati dan/atau hewani. Program Pengembangan Tanaman Bahan Baku Bahan Bakar Nabati adalah upaya peningkatan produksi dan produktivitas tanaman penghasil bahan baku bahan bakar nabati untuk memenuhi kebutuhan sumber energi lain. baik. Rencana Kebutuhan Usaha Petani yang selanjutnya disebut RKU petani adalah rencana kebutuhan modal kerja atau investasi petani untuk usaha pertanian dalam satu 3 . jumlah. Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok yang selanjutnya disebut RDKK. mutu. Pangan adalah sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air baik yang diolah maupun tidak diolah diperuntukkan sebagai makanan dan minuman bagi konsumsi manusia. 4. Ketahanan Pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga tercermin dari tersedianya pangan yang cukup. Program Ketahanan Pangan adalah upaya peningkatan produksi dan produktivitas usaha pertanian tanaman pangan.

Penyuluh Pertanian. ekonomi. 15. Petani adalah perorangan warga negara Indonesia yang mengelola usaha di bidang pertanian. 4 . tanggung jawab.periode tertentu yang dilengkapi jadwal pencairan dan pengembalian kredit. 8. Badan Usaha Milik Swasta dan/atau Badan Usaha Milik Daerah. 9. hortikultura. sumber daya. 12. yang selanjutnya disebut penyuluh adalah petugas yang diberi tugas. tempat) dan keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha anggota. Calon peserta KKP-E adalah petani/peternak/pekebun yang tergabung dalam kelompok tani dan/atau koperasi. Peserta KKP-E adalah calon peserta KKP-E yang disetujui oleh Bank Pelaksana sebagai penerima KKP-E. 10. 14. Mitra Usaha adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 13. kesamaan kondisi lingkungan (sosial. Gabungan Kelompoktani (Gapoktan) adalah kumpulan beberapa kelompoktani yang bergabung dan berkerjasama untuk meningkatkan skala ekonomi dan efisiensi usaha. Kelompok Tani adalah kumpulan petani/peternak/ pekebun yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan. peternakan dan/atau industri bahan bakar nabati. atau Koperasi yang berbadan hukum dan memiliki usaha di bidang pertanian tanaman pangan. Koperasi adalah Koperasi Primer sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. perkebunan. 11. wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat Dinas Teknis setempat untuk mengesahkan RDKK. yang anggotanya terdiri dari Peserta KKP-E.

1. dan menatausahakan KKP-E. memberikan acuan bagi pemangku kepentingan di pusat dan daerah dalam pelaksanaan penyaluran dan pengembalian KKP-E. b. c. efisien dan berkelanjutan. mendukung peningkatan produksi dalam peningkatan ketahanan pangan nasional dan ketahanan energi lain melalui pengembangan tanaman bahan baku bahan bakar nabati. Sasaran a. terlaksananya penyaluran KKP-E kepada petani/peternak /pekebun dan pengembalian kredit tepat waktu.4. 1.3. c.16. b. 5 . Bank Pelaksana adalah Bank Umum yang ditunjuk dan ditetapkan oleh Menteri Keuangan untuk menyediakan. terpenuhinya modal bagi petani/peternak/pekebun dalam melaksanakan usaha taninya. 17. menyalurkan. Kebutuhan indikatif adalah biaya maksimum untuk setiap komoditas yang didanai KKP-E per satuan luas dan/atau per unit usaha yang ditetapkan oleh Menteri Pertanian. mengoptimalkan pemanfaatan dana kredit yang disediakan oleh perbankan untuk petani/peternak/ pekebun yang memerlukan pembiayaan usahanya secara efektif. meningkatnya penerapan teknologi anjuran bagi petani /peternak /pekebun yang memanfaatkan kredit. Tujuan a.

Landasan Hukum a.430/2007 juncto Peraturan Menteri Pertanian Nomor 21/Permentan/ KU. sanksi dan ketentuan peralihan. kebutuhan indikatif. antara lain menetapkan pengertian. 6 . suku bunga. b. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 57/Permentan/ KU. pembinaan. mekanisme pendanaan. monitoring dan evaluasi serta pelaporan. sumber pendanaan.05 / 2007 juncto Peraturan Menteri Keuangan Nomor 48 / PMK.05 / 2009 dan juncto Peraturan Menteri Keuangan Nomor 198 / PMK. plafon. obyek yang dibiayai.05 / 2010 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Keuangan Tentang Kredit Ketahanan Pangan dan Energi.430/4/2009 tanggal 21 April 2009 dan Juncto Nomor 08/ Permentan / KU. penyaluran dan pengembalian.5.1.430 /2 / 2011 tentang Peraturan Menteri Pertanian Perubahan Kedua Lampiran Peraturan Menteri Pertanian Tentang Pedoman Pelaksanaan Kredit Ketahanan Pangan dan Energi. persyaratan kredit. persyaratan dan kewajiban mitra usaha. antara lain menetapkan obyek pendanaan. subsidi bunga. mekanisme pengajuan. persyaratan dan kewajiban penerima KKP-E. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 79 / PMK.

dengan sasaran peningkatan produksi dapat dipertahankan minimal sesuai dengan pemenuhan kebutuhan dalam negeri. gula dan daging sapi. 7 . tebu (gula) dan daging sapi. Dalam rangka mencukupi kebutuhan bahan pangan utama dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor pangan maka pemerintah telah mencanangkan program pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan.1. kedelai. Swasembada berkelanjutan ditargetkan untuk komoditas padi dan jagung. Sedangkan pencapaian swasembada yang ditargetkan untuk Tahun 2014.BAB II KETAHANAN PANGAN DAN KETAHANAN ENERGI 2. jagung. untuk tiga komoditas pangan utama yaitu kedelai. Ketahanan Pangan Program Ketahanan Pangan Tahun 2010-2014 difokuskan pada 5 (lima) komoditas pangan utama yaitu : padi (beras).

2014.250 4. Jagung 2) 3.038 26. Disamping lima komoditas pangan utama tersebut di atas.000 1.000 2. penerapan teknologi unggul tepat guna dan spesifik lokasi. Peningkatan produktivitas hasil dengan meningkatkan mutu intensifikasi. 2) Pipilan Kering (PK). Perkebunan Tebu (gula) 3) .680 19.800 22. 2) Hablur. Peternakan Daging Sapi Produksi( Ribu Ton) 2011 2012 2013 68.996 412 Komoditas Utama Komoditas A.780 29.396 471 73.700 546 Sumber : Rentra 2010-2014 Kementerian Pertanian 1) Gabah Kering Giling (GKG).000 1.560 3. Sub Sektor Tanaman Pangan Upaya pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan tanaman pangan ditempuh melalui : 1.300 2.000 2.900 4. Padi 1) 2. Untuk mencapai sasaran produksi tahun 2010-2014 yang telah ditetapkan diperlukan upaya-upaya sebagai berikut : A. 2010 66.Tabel 1: Sasaran Produksi Tahun 2010 .934 506 2014 78. C.800 1.700 5. penggunaan benih varietas 8 .867 439 71. Kedelai 2) B.Tanaman Pangan 1.465 24. juga dikembangan 34 komoditas unggulan nasional baik komoditas pangan dan non pangan.

Program peningkatan kesejahteraan petani melalui peningkatan kemampuan kelembagaan kelompok tani dan Gabungan Kelompoktani (Gapoktan). manajemen usaha tani. Pengamanan produksi melalui : Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Jaringan Irigasi Desa (JIDES). Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM). sumur dan embung. Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) dan optimalisasi pemanfaatan Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E). 9 . optimalisasi pemanfaatan Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT). cetak sawah baru. Tata Air Mikro (TAM) serta pompa. penerapan Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman dan Sumberdaya Terpadu (SLPTT) dan Magang Sekolah Lapang Pelatihan Pendidikan Pertanian dan Kewirausahaan. tumpang sari. unggul bermutu. penerapan pupuk berimbang dan organik.2. Lembaga Mandiri Mengakar di Masyarakat (LM3). Dukungan pembiayaan melalui : Bantuan Sosial. 3. kemampuan penangkar benih. Penanganan Panen dan Pasca Panen. serta Pemanfaatan Alsintan melalui pola UPJA. 4. Perluasan areal tanam melalui upaya khusus dengan peningkatan intensisitas tanaman. 5.

4. Pengembangan dan pengutuhan kawasan . peningkatan produktivitas dan mutu. 8.B. 3. penyakit hewan karantina dan peningkatan keamanan pangan. Peningkatan fasilitasi investasi hortikultura melalui peningkatan koodinasi. keamanan pangan dan lingkungan. asosiasi. Upaya peningkatan produksi dan mutu melalui : 1. 10 . koperasi atau usaha lain berbadan hukum. 2. Revitalisasi sistem pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Penyediaan sarana produksi dan dukungan infrastruktur guna mendukung pengembangan agribisnis. 9. Penerapan budidaya yang baik (Good Agriculture Practices). 10. kerjasama dan promosi. Pemasyarakatan produk hortikultura dari tingkat pengelola produksi hingga ke pusat promosi. Optimalisasi pemanfaatan KKP-E. LM3 dan Sekolah Lapangan Hortikultura. 7. Penguatan kelembagaan ekonomi petani melalui PMUK. Penyediaan (bantuan) benih hortikultura bermutu varietas unggul. 5. Peningkatan dan pemberdayaan kelembagaan petani melalui gapoktan. baik melalui perluasan areal. Sub Sektor Hortikultura Pengembangan hortikultura tidak hanya berfokus produksi saja tetapi juga terkait peningkatan mutu. 6.

2. Sub Sektor Peternakan Upaya percepatan swasembada daging sapi dan kerbau melalui : 1. Pelaksanaan bongkar ratoon dan rawat ratoon dalam upaya peningkatan produktivitas. D. Perluasan areal pertanaman utamanya ke luar Jawa khususnya lahan kering. Peningkatan mutu bibit ternak sapi potong dan sapi perah ditempuh dengan pengembangan mutu genetik dengan pendekatan bioteknologi.C. Peningkatan ketersediaan pakan dan bibit sapi. 3. Peningkatan produksi daging sapi. 6. dan Optimalisasi Pemanfaatan KKP-E. Penyediaan air melalui penyiapan embung-embung dan sumber-sumber air serta pompanisasi. 8. Dukungan pembiayaan melalui : Penguatan Modal Usaha Kelompok (PMUK). unggas dan ketersediaan susu dalam negeri. 5. 3. Penerapan pupuk berimbang dan pupuk organik. 11 . 7. 2. 4. Perluasan kebun bibit. Sub Sektor Perkebunan Khusus Tebu (Gula) Upaya pencapaian swasembada gula melalui : 1. Pengaturan tata niaga gula. peningkatan/pemanfaatan idle capacity pabrik gula untuk mengolah raw sugar. inseminasi buatan dan atau embrio transfer.

4. serta penanganan kesehatan hewan mulai dari pedet hingga ternak melahirkan. Pencegahan pemotongan sapi betina produktif. 7. 12 . Sarjana Membangun Desa (SMD)/Pemuda Membangun Desa (PMD). 8. Pengendalian gangguan reproduksi dan penyakit hewan menular melalui pemantauan terhadap kesehatan ternak khususnya kesehatan reproduksinya. Peningkatan mutu daging sapi potong dengan melengkapai sarana pendukung Rumah Potong Hewan (RPH) dengan melengkapi sarana pendukungnya dalam upaya penyediaan Aman Sehat Utuh Dan Halal (ASUH). Lembaga Mandiri Mengakar di Masyarakat (LM3). 6. Pengembangan pakan sapi potong melalui perbaikan padang penggembalaan dan pemanfaatan hasil samping pertanian serta hasil samping industri pertanian maupun pengembangan industri pakan ternak. 5. Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS) dan Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E). Optimalisasi pemanfaatan Penguatan Modal Usaha Kelompok (PMUK). Peningkatan populasi dan optimalisasi produksi ternak ruminansia melalui penerapan Good Farming Practices (GFP). 9.

jagung dan tetes tebu untuk dijadikan bioethanol. Jawa Timur. (2) melakukan penyuluhan pengembangan biofuel.2. 13 . Ketahanan Energi Kebijakan energi nasional ditujukan untuk menjamin keamanan pasokan energi dalam negeri dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Pengembangan komoditas ubi kayu dan tebu dapat digunakan sebagai bahan baku energi nabati (biofuel).2. Komoditas ubi kayu dan tebu dapat secara bersama-sama dapat digunakan untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan ketahanan energi. Jawa Barat. Oleh karena itu program ketahanan energi diarahkan untuk mengurangi ketergantungan sumber energi bahan bakar minyak yang tak terbarukan. Jawa Tengah. Sumatera Barat. (3) memanfaatkan lahan terlantar. Nusa Tenggara Timur. dan (4) melakukan sosialisasi pemanfaatan biofuel. Produksi ubi kayu di beberapa daerah sudah dikembangan sebagai bahan baku pabrik yang menghasilkan ethanol. Sulawesi Selatan. jagung dan tetes tebu sebagai bahan bakar nabati maka diperlukan langkah-langkah dan upaya antara lain : (1) mendorong penyediaan tanaman biofuel termasuk benih dan bibitnya. DI Yogyakarta. Untuk menggerakkan pemanfaatan komoditas ubi kayu. Pada saat sekarang terdapat sekitar 85 pabrik yang tersebar di 12 propinsi yaitu : Lampung. Untuk itu pemerintah mendorong penggunaan sumber energi dari bahan bakar nabati (biofuel) yang terbarukan yang antara lain komoditas ubi kayu. Sumatera Utara. Sumatera Selatan.

Sulawesi Tenggara dan Kalimantan Timur. Diharapkan melalui optimalisasi pemanfaatan KKP-E khususnya ubi kayu dan tebu dapat mendukung ketahanan energi nasional. 14 . baru kemudian untuk mendukung ketahanan energi. Untuk komoditas tebu diprioritaskan untuk sawasembada gula.000 ton. Sasaran produksi ubi kayu Tahun 2012 sebanyak 25.000 ton dan Tahun 2013 sebanyak 26.000.300.

Riau dan Nusa Tenggara Barat. Jawa Timur. BNI. Alokasi tersebut sifatnya fleksible dan dinamis yaitu dapat bergerak antar propinsi. 3.806 trilyun yang meliputi untuk sub sektor tanaman pangan : Rp. Bank Pelaksana Bank Pelaksana KKP-E meliputi 22 Bank yaitu 9 (sembilan) Bank Umum : Bank BRI. 725.830 milyar. peternakan : Rp. Jawa Tengah. Agroniaga. 2. Papua .1. BII. Kalimantan Selatan. Bali.330 milyar. Jawa Barat. 2. Sumatera Barat. Plafon KKP-E Plafon KKP-E secara nasional sebesar Rp. Bukopin. dan Artha Graha serta 13 (tiga belas) Bank Pembangunan Daerah (BPD) yaitu : BPD Sumatera Utara.730 trilyun.2.993 trilyun. perkebunan (tebu) Rp. Sulawesi Selatan.BAB III BANK PELAKSANA KREDIT KETAHANAN PANGAN DAN ENERGI 3. 310. 8. tergantung kebutuhan dan propinsi yang bersangkutan pada Bank Pelaksana yang sama. DI Yogyakarta. CIMB Niaga. Mandiri. hortikultura: Rp. Alokasi plafon KKP-E per sub sektor per wilayah (propinsi) secara rinci terdapat pada lampiran 1.046 trilyun dan pengadaan pangan: Rp. Sumatera Selatan. 2. 15 . BCA.

25% KKP-E Lainnya 13. Keputusan akhir kredit ada pada bank mengingat resiko kredit sepenuhnya ditanggung Bank. 16 . Sumber Dana dan Resiko Kredit a. 3. Tingkat Bunga Bank.25 % 5% 8 . c. Peran pemerintah antara lain menyediakan subsidi suku bunga dan risk sharing untuk komoditas padi. tingkat bunga kepada peserta KKP-E.3. Tabel 3.d 31 Maret 2012. Tingkat Bunga Peserta KKP-E dan Subsidi Bunga Uraian Tingkat Tingkat Bunga Subsidi Bunga kepada Peserta Bunga Bank KKP-E Tebu 12. Resiko KKP-E ditanggung sepenuhnya oleh Bank Pelaksana.4. jagung dan kedelai. dan subsidi bunga adalah sebagai berikut pada tabel 3 berikut.25% Ketentuan tingkat bunga tersebut mulai berlaku tanggal 1 Oktober 2011 s. Sumber dana KKP-E berasal dari Bank Pelaksana. d.25 % 7% 5 .3. Suku bunga Besarnya tingkat bunga kredit bank. b.

Kelompok tani. salak. tebu dan peternakan meliputi meliputi traktor. f. jagung dan kedelai. kencur. dalam rangka pengembangan peternakan sapi potong. ayam ras. strawberi.BAB IV KETENTUAN POKOK KKP-E 5. b. jahe. buah naga. kambing/domba. c. apel dan/atau melinjo. pemeliharaan manggis. ubi kayu.1. ubi jalar. dalam rangka pengembangan tanaman bawang merah. jagung. pisang. kunyit. Kelompoktani. Usaha dan Komoditas yang dibiayai KKP-E KKP-E digunakan untuk : a. kopi arabika. e. jagung dan/atau kedelai). 17 . Peternak. dalam rangka pengembangan tanaman padi. bawang putih. ayam buras. kacang hijau. melon. sapi perah. kopi robusta dan atau lada. gabungan kelompok tani dan koperasi. hortikultura. pemeliharaan teh. mangga. kentang. burung puyuh . kacang tanah. dalam rangka pengadaan/peremajaan alat dan mesin untuk mendukung usaha tanaman pangan. dalam rangka pengembangan tebu. Petani. nenas. dalam rangka pengadaan gabah. koro dan/atau perbenihan (padi. itik. cabai. kerbau. tomat. d. Petani. Petani. kedelai. durian. jeruk. semangka. kelinci dan atau babi. pepaya.

Luas lahan petani yang dibiayai maksimum 4 (empat) Ha dan tidak melebihi plafon kredit Rp. 5. vacuum fryer. Kelompoktani dan Koperasi Penerima KKP-E Persyaratan Petani. 18 . chopper. pompa air. dryer. pendingin susu. juicer. 2. 3. pelet) dan atau kepras tebu. tracer (alat tebang). mesin pengupas kacang tanah (peanut shell). Menggarap sendiri lahannya (petani pemilik penggarap) atau menggarap lahan orang lain (petani penggarap). mesin pembibitan (seedler). Kelompoktani dan Koperasi Penerima KKP-E : A. mesin tetas. Petani.alat tanam biji-bijian (seeder). mesin panen (paddy mower.2. Apabila menggarap lahan orang lain diperlukan surat kuasa/ keterangan dari pemilik lahan yang diketahui oleh Kepala Desa. Petani/peternak/pekebun dapat secara individu dan atau menjadi anggota Kelompok Tani. mesin penyawut singkong. 5. mesin penggilingan padi (rice miling unit). corn sheller. Bagi petani/peternak/pekebun yang mengajukan plafon kredit lebih dari Rp. sebagai berikut : 1. mesin pengolah pakan (mixer. biodigester. 6. 100 juta per petani/ peternak/ pekebun. 50 juta harus memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan persyaratan lain sesuai ketentuan Bank Pelaksana. Petani/peternak/pekebun mempunyai identitas diri. combine harvester).power threser. reaper. penepung. Persyaratan Petani penerima KKP-E. 4. mesin pengolah biji jarak.

2. Bersedia mengikuti petunjuk Dinas Teknis atau Penyuluh Pertanian dan mematuhi ketentuan-ketentuan sebagai peserta KKP-E. Persyaratan Kelompok Tani penerima KKP-E sebagai berikut : 1. sekretaris dan bendahara. Mempunyai aturan kelompok yang disepakati oleh seluruh anggota. Kelompok tani telah terdaftar pada Balai Penyuluhan Pertanian/ Dinas Teknis terkait setempat. Petani peserta paling kurang berumur 21 (dua puluh satu) tahun atau sudah menikah. C. 5. Mempunyai organisasi dengan pengurus yang aktif. Mempunyai anggota yang melaksanakan budidaya komoditas yang dapat dibiayai KKP-E. Berbadan hukum. 4. 4. Apabila kelompoktani bekerjasama dengan Mitra Usaha agar membuat kesepatan secara tertulis dalam bentuk perjanjian kerjasama antara pihak-pihak yang bermitra. 19 . 3. Memiliki anggota yang terdiri dari petani/peternak/ pekebun. 8. Kegiatan usaha kelompok dapat dilakukan secara mandiri dan atau bekerjasama dengan mitra usaha.7. 3. sebagai berikut : 1. Memiliki bidang usaha di sektor pertanian. 5. Memiliki pengurus yang aktif. paling kurang ketua. Memenuhi persyaratan dari Bank Pelaksana. Persyaratan Koperasi penerima KKP-E. 2. B.

5. 3. Kelompoktani dan Koperasi Penerima KKP-E: A. 20 .Kewajiban Petani. Petani /peternak/ pekebun yang mengajukan kredit secara individu perlu menyusun rencana kebutuhan usahanya yang disahkan oleh pejabat yang diberi kuasa oleh dinas teknis setempat/penyuluh pertanian. 4. menghadiri musyawarah Kelompok Tani dalam penyusunan RDKK untuk mengajukan kebutuhan kredit dalam musyawarah Kelompok Tani. Menyeleksi petani anggotanya calon penerima KKP-E. 3. Menandatangani daftar penerimaan kredit dari pengurus Kelompok Tani. Membayar kewajiban pengembalian KKP-E sesuai jadwal. 6. Menyediakan formulir RDKK. Menyusun RDKK bersama anggotanya dan disahkan oleh pejabat yang diberi kuasa oleh Dinas Teknis setempat/ Penyuluh Pertanian. Memanfaatkan KKP-E sesuai peruntukan dengan menerapkan anjuran teknologi budidaya dari dinas teknis. 2. Kewajiban Petani penerima KKP-E : 1. Petani/ peternak/ pekebun yang menjadi anggota kelompok tani. Menandatangani RDKK sekaligus sebagai pemohon kebutuhan KKP-E. 2. B. Kewajiban Kelompok Tani penerima KKP-E sebagai berikut: 1.

Melaksanakan administrasi kredit sesuai ketentuan yang berlaku. 7. 4. 2. kelompoktani menandatangani akad kredit dengan Bank Pelaksana. Mengawasi penggunaan kredit oleh anggota kelompok. 21 . Menerima dan menyalurkan kredit kepada anggota kelompok. Menyeleksi kelompok tani anggota koperasi sebagai calon peserta KKP-E. 6. serta bertanggung jawab penuh atas pelunasan kredit petani kepada Bank Pelaksana. 5. Bagi kelompoktani yang mengajukan langsung kredit langsung ke Bank. Menyusun dan menandatangani rekapitulasi RDKK berdasarkan RDKK yang diajukan Kelompok Tani. RDKK yang sudah disahkan langsung diajukan kredit kepada Bank Pelaksana berdasarkan kuasa dari anggota kelompok. 9. 3. Kewajiban Koperasi penerima KKP-E sebagai berikut : 1. 8. Melakukan penagihan kepada anggota kelompok dan menyetorkan pengembalian sesuai jadwal yang ditetapkan. Menandatangani akad kredit dengan Bank Pelaksana. Memeriksa kebenaran RDKK yang diajukan oleh Kelompok Tani. Permohonan KKP-E yang dilakukan secara mandiri. 5. Pengurus Koperasi mengajukan permohonan KKP-E langsung kepada Bank Pelaksana dan dilampiri rekapitulasi RDKK yang telah disahkan pejabat yang diberi kuasa oleh Dinas Teknis setempat/Penyuluh Pertanian. C.4.

Persyaratan Mitra Usaha : a. 8. Mitra Usaha Dalam Pelaksanaan KKP-E 1. Bertindak sebagai penjamin pasar dan atau penjamin kredit (avalis) sesuai kesepakatan antara petani /kelompok tani/ Gapoktan dan atau koperasi. Dalam hal koperasi sebagai penerima kredit pengadaan pangan. dan atau di bidang pengolahan energi lain.6. perkebunan. 11. koperasi mengajukan dan menandatangani akad kredit dengan Bank Pelaksana dan mengembalikan kredit sesuai jadwal. 10. kesepakatan antara petani/ kelompoktani/ Gapoktan 22 b.3. Jika mitra usahanya koperasi harus bermitra dengan petani/ kelompoktani/ Gapoktan. hortikultura. Mengawasi penggunaan kredit petani /kelompoktani anggotanya. 7. Melakukan penagihan kepada kelompok tani dan menyetorkan pengembalian sesuai jadwal yang ditetapkan. Melaksanakan administrasi kredit sesuai pedoman dan peraturan yang ditetapkan oleh Bank Pelaksana. Memberikan bukti pelunasan kredit dari Bank kepada Kelompok Tani. Berbadan hukum dan memiliki usaha terkait dengan bidang tanaman pangan. Menerima dan menyalurkan KKP-E dari Bank Pelaksana kepada anggotanya melalui Kelompok Tani. 5. 9. peternakan. c. Bermitra dengan petani/kelompoktani/Gapoktan dan atau koperasi. . serta bertanggung jawab penuh atas pelunasan kredit petani kepada Bank Pelaksana.

Mengawasi atas penggunaan dan pengembalian KKP-E. c. Menjamin pemasaran hasil produksi dan atau menjamin pengembalian kredit kelompoktani/ Gapoktan dan atau koperasi apabila mitra usaha sebagai avalis. Menampung dan atau mengolah hasil produksi dari kelompok tani/Gapoktan/koperasi. Kewajiban Mitra Usaha : a. e. 2. b. f. Membuat dan menandatangani perjanjian kerjasama antara kelompok tani/gapoktan dan atau koperasi. h.dengan mitra usaha dibuat secara tertulis dalam bentuk perjanjian kerjasama sesuai kesepakatan pihak-pihak bermitra. Menandatangani RDKK yang disusun oleh kelompok tani. Membantu Kelompok Tani menyusun rencana usaha yang dituangkan dalam RDKK. g. i. Melakukan koordinasi dengan Dinas Teknis terkait setempat. Membina kelompok tani/Gapoktan dan atau koperasi di wilayah kerjanya guna mengoptimalkan pemanfaatan kredit secara tepat. 23 . d. Mendorong Kelompok Tani untuk melaksanakan kegiatan produksi dengan menerapkan teknologi anjuran.

97. sapi potong dan sapi perah Rp.637 juta.690 juta. yaitu padi sawah irigasi Rp. yaitu ayam buras Rp.186 juta.330 juta.675 juta dan kedelai Rp. kentang Rp.830 juta per Ha. 9. 100 juta. 31. melon Rp. Kebutuhan Indikatif a.950 juta.575 per ha. 44.250 juta.529 juta. koro Rp. d. Jahe Rp.663 juta. kopi arabika Rp.040 juta. Besarnya KKP-E maksimal untuk peternak.110 juta. manggis Rp.992 juta dan ubi jalar Rp.900 juta. perbenihan padi Rp.bawang merah Rp. 5. Besarnya KKP-E maksimal untuk komoditas hortikultura per ha.265 juta. Itik Rp. 54. buah naga Rp. 27. mangga Rp. Besarnya KKP-E maksimal untuk pengembangan budidaya tebu per ha Rp. c. ayam ras petelur Rp. padi gogo rancah/ladang Rp.168 juta. 100 juta. 74. pisang Rp. burung puyuh Rp. 18 juta.856 juta. 100 juta. 7. 36. 49. apel Rp. pepaya Rp. 18. 61. 5. kelinci Rp. 9. pemeliharaan teh Rp.945 juta. strawberi Rp.0 juta. 12. 35. 19.840 juta.5. 30. pemeliharaan durian Rp. 6. 32.739 juta. jeruk Rp.637 juta. ubi kayu Rp.11. yaitu cabai Rp. 9.880 juta.082 juta.010 juta. 52.324 juta. 7.950 juta. kencur Rp. 100 juta. semangka Rp. 26. b.4. jagung Rp.950 juta. 6. kacang hijau Rp.125 juta.224 juta. 100 juta.0 juta. jagung Rp. 40. tomat Rp.062 juta dan melinjo Rp. kunyit Rp.875 juta. 50. 100 juta. 62. salak Rp.775 juta. kopi robusta Rp.464 juta. 8. 22.200 juta. padi hibrida Rp. 7. bawang putih Rp. padi hibrida Rp.595 juta. 98. Besarnya KKP-E maksimal untuk komoditas tanaman pangan per ha. 38. 62. kacang tanah Rp. 38. nenas Rp.0 juta. penggemukan sapi perah jantan/sapi 24 .885 juta dan lada Rp. 8. kedelai Rp. 5. 100 juta. ayam ras pedaging Rp. 8.

gabungan kelompok tani dan koperasi dalam rangka pengadaan pangan (gabah. Secara rinci kebutuhan indikatif kredit masing-masing komoditas butir a sampai d terdapat pada lampiran 2. f. peternakan dan perkebunan setinggi-tingginya Rp. 100 juta. 500 juta. kambing/domba Rp.potong Rp. dan babi Rp. 25 . 100 juta per satuan unit usaha. 100 juta. 500 juta. e. jagung dan kedelai) setinggi-tingginya Rp. 100 juta. Besarnya KKP-E untuk kelompoktani dalam rangka pengadaan/peremajaan alat dan mesin untuk mendukung usaha tanaman pangan. Besarnya KKP-E untuk kelompok tani. kerbau Rp. hortikultura.

maka petani/ peternak / pekebun/ Kelompoktani melakukan akad kredit dengan Bank Pelaksana. 26 . kelompoktani/ koperasi yang membutuhkan pembiayaan KKP-E melakukan melakukan penyusunan Rencana Kebutuhan Usaha (RKU) sebagai dasar perencanaan kebutuhan KKP-E.BAB V MEKANISME PENCAIRAN DAN PENGEMBALIAN KKP-E Prosedur pencairan dan pengembalian KKP-E sebagai berikut : Prosedur awal pengajuan permohonan KKP-E sama untuk semua kegiatan usaha. kelompoktani/ secara mandiri dan yang bekerjasama dengan mitra usaha yaitu petani / peternak/ pekebun. Contoh blanko RDKK tercantum pada lampiran 3 s/d 10. Permohonan kredit diteliti oleh Bank Pelaksana dan apabila memenuhi syarat. Permohonan KKP-E yang kegiatan usahanya mandiri yang dilaksanakan petani/ peternak/ pekebun secara individu atau kelompok tani dapat langsung diajukan kepada Bank Pelaksana dengan dilampiri RKU yang telah ditandatangani petani/peternak/pekebun/kelompok tani dan disahkan oleh pejabat yang diberi kuasa oleh Dinas Teknis setempat/Penyuluh Pertanian. b. 5. dengan memperhatikan kebutuhan indikatif yang telah ditetapkan. baik dilaksanakan oleh petani/ peternak/ pekebun secara individu.1 Kegiatan usaha dilaksanakan secara mandiri a.

27 . Bank Pelaksana merealisasikan KKP-E pada waktu dan jumlah sesuai kebutuhan kepada koperasi untuk diteruskan kepada kelompok tani anggotanya. Petani/ Kelompok Tani harus mengembalikan kewajiban KKP-E melalui koperasi kepada Bank Pelaksana sesuai dengan jadwal. Kegiatan usaha melalui koperasi a. e. Pengurus koperasi menandatangani akad kredit dengan Bank Pelaksana.c. Petani/ Kelompoktani harus mengembalikan kewajiban KKP-E kepada Bank Pelaksana sesuai dengan jadwal. Kelompok Tani/koperasi meneruskan KKP-E pada waktu dan jumlah sesuai kebutuhan kepada petani/anggota Kelompoktani. d. Permohonan KKP-E yang diajukan melalui Koperasi disampaikan kepada Bank Pelaksana dilampiri dengan Rekapitulasi RDKK dan RDKK yang telah ditandatangani Kelompoktani dan telah disahkan oleh pejabat yang diberi kuasa oleh Dinas Teknis setempat/Penyuluh Pertanian. d. c. tanpa harus menunggu saat jatuh tempo.2. Bank Pelaksana merealisasikan KKP-E pada waktu dan jumlah sesuai kebutuhan kepada petani/ peternak/ pekebun atau Kelompoktani/ Koperasi untuk diteruskan kepada anggotanya. e. tanpa harus menunggu saat jatuh tempo. 5. b. Kelompok Tani meneruskan KKP-E pada waktu dan jumlah sesuai kebutuhan kepada Petani/anggota Kelompok Tani.

Gambar 1.Pejabat yang diberi kuasa oleh Dinas Teknis/ Penyuluh Pertanian terkait mensahkan rencana kebutuhan usaha dan atau RDKK. Prosedur Penyaluran KKP-E melalui petani/ peternak/pekebun secara individu atau Kelompok Tani/Koperasi. Bank pelaksana meneliti kelengkapan dokumen usulan kredit. Bank Pelaksana 7 1 6 4 Petani/peternak/ pekebun 6 2 5 1 4 3 koordinasi Dinas Teknis Terkait Kelompok Tani/Koperasi 3 Keterangan : 1. 2. dan apabila dinilai layak kemudian bank menandatangani akad kredit dengan petani/peternak/ 28 .Rencana Kebutuhan Usaha (RKU) petani/peternak/ pekebunan dan atau RDKK yang sudah disahkan diajukan langsung ke Bank Pelaksana. 3. Petani/peternak/pekebun yang lansung mengajukan kredit secara individu menyusun Rencana Kebutuhan Usaha (RKU) dan atau bagi kelompok Tani menyusun menyusun RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) dibantu oleh Petugas Dinas Teknis setempat/ Penyuluh Pertanian. 4.

Kelompok Tani meneruskan KKP-E kepada petani anggota kelompok. c. Kelompok tani mengembalikan KKP-E langsung kepada Bank Pelaksana sesuai jadwal yang disepakati dalam akad kredit. 5. d. 6. b. pengelolaan kredit diatur sesuai kesepakatan pihak-pihak yang bermitra yang dituangkan pada perjanjian kerjasama.3. dan bila melalui kelompoktani anggota mengembalikan kepada kelompoktani. Petani/ peternak/ pekebun yang secara individu langsung mengembalikan kredit kepada Bank pelaksana sesuai jadwal. selanjutnya menyalurkan KKP-E kepada Kelompoktani. maka Rencana Definitive Usaha Petani (RDUP) / RDKK yang telah disusun oleh kelompoktani dan telah disahkan oleh pejabat yang diberi kuasa oleh Dinas Teknis setempat/Penyuluh Pertanian dan Mitra Usaha diajukan kepada Bank Pelaksana. 7. 5.pekebun yang langsung mengajukan mengajukan kredit dan atau dengan kelompoktani. Kegiatan usaha yang dilaksanakan bekerjasama dengan mitra usaha baik petani. Kegiatan usaha bekerjasama dengan Mitra Usaha a. Bank Pelaksana merealisasikan KKP-E pada waktu dan jumlah sesuai kebutuhan kepada petani/kelompok tani dan atau koperasi untuk diteruskan kepada petani anggota kelompok tani atau anggota koperasi. Dalam hal mitra usaha sebagai avalis kredit. 29 . kelompok tani dan atau koperasi. Kelompok tani dan atau koperasi menandatangani akad kredit.

Petani menyusun Rencana Kebutuhan Usaha dan Kelompok Tani menyusun Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok RDKK (dibantu oleh Petugas Dinas Teknis setempat/Penyuluh Pertanian. RDKK yang sudah disahkan diajukan langsung ke Bank Pelaksana.Gambar 2. Dalam hal petani/ kelompok tani/koperasi bekerjasama dengan Mitra Usaha (Perusahaan BUMN. 4. Pejabat yang diberi kuasa Dinas Teknis setempat /Penyuluh Pertanian terkait mensahkan RKU usaha petani RDKK yang diketahui oleh Mitra usaha. selanjutnya menyalurkan KKP-E kepada Kelompok Tani. Koperasi. Bank pelaksana meneliti kelengkapan dokumen RKU/RDKK. Swasta lain yang memiliki usaha bidang pertanian). 2. Prosedur Penyaluran KKP-E Bekerjasama dengan Mitra Usaha Bank Pelaksana Koordinasi 2 3 4 7 Koordinasi 5 6 Dinas Pertanian Petani/Kelompok Tani/Koperasi Mitra Usaha (Perusahaan/Koperasi) 1 Koordinasi Keterangan : 1. 5. BUMD. dan apabila dinilai layak kemudian bank menandatangani akad kredit dengan Kelompok tani. maka 30 . 3.

Jika mitra usaha berbentuk koperasi maka koperasi bertindak sebagai penjamin pasar atau kredit (avalis) terhadap anggotanya.mitra usaha dapat bertindak sebagai penjamin pasar atau kredit (avalis) sesuai perjanjian pihak yang bermitra. Mitra usaha menjamin pemasaran hasil produksi petani/ kelompok tani/ koperasi dan membantu kelancaran pengembalian kreditnya yang berkoordinasi dengan Bank Pelaksana. 31 . Petani/ kelompok tani/ koperasi mengembalikan KKP-E langsung kepada Bank pelaksana sesuai jadwal yang disepakati dalam akad kredit. 7. 6.

2) Membimbing petani/ peternak/ pekebun. evaluasi dan pelaporan secara rutin. 6. Pembinaan di tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota dilakukan Dinas Teknis berkoordinasi dengan instansi tekait lainnya dan Cabang Bank Pelaksana setempat. Pembinaan diarahkan dalam hal : 1) Menginventarisir petani/peternak/pekebun dan kelompoktani yang layak usahanya untuk dibiayai KKP-E. monitoring. 32 . Pembinaan a. aman dan terkendali serta dapat memberikan manfaat bagi penerimanya maka diperlukan adanya upaya-upaya pembinaan. 3) Melakukan sosialisasi sumber pembiyaan pertanian kepada petani/ peternak/ pekebun dan penyuluh pertanian di tingkat lapangan. b.1. dan kelompoktani dalam penyusunan rencana kebutuhan usaha dan atau RDKK. pemanfaatan dan pengembalian KKP-E berjalan lancar. Pembinaan dalam pelaksanaan KKP-E di tingkat pusat dilakukan oleh Direktorat Pembiayaan Pertanian Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian bersama Instansi terkait lainnya dan Bank Pelaksana KKP-E.BAB VI PEMBINAAN. MONITORING DAN EVALUASI SERTA PELAPORAN Dalam rangka mengantisipasi agar penyaluran.

kelompok sasaran dan pengembalian KKP-E dilakukan secara periodik berjenjang dari tingkat kabupaten/ kota.4) Melakukan intermediasi akses pembiyaan ke lembaga perbankan. Monitoring di tingkat pusat dilakukan oleh Tim Monitoring dan Evaluasi KKP-E (Tim Monev KKP-E). sehingga mau dan mampu menerapkan teknologi anjuran guna meningkatkan mutu intensifikasinya.2. b. 7) Memberikan pemahaman kepada petani/ peternak/ pekebun dan kelompoktani bahwa kredit yang diterima wajib dikembalikan sesuai jadwal. yang dibentuk beraggotakan instansi terkait dan berkoordinasi dengan Cabang Bank Pelaksana setempat. (b) mekanisme pengajuan. Monitoring secara terencana dan teratur mulai dari aspek rencana penyaluran. dan di tingkat Propinsi serta Kabupaten/Kota dilakukan Tim Teknis Propinsi/Kabupaten/Kota. Monitoring dan Evaluasi a. 6. c. penyaluran dan pengembalian KKP-E. perkembangan penyaluran. 6) Membimbing. (c) pelaksanaan koordinasi dengan instansi terkait. propinsi dan Pusat. 5) Memfasilitasi mencarikan penjamin pasar hasil produksi atau penjamin kredit. mendampingi dan mengawal petani/ peternak/ pekebun dan kelompoktani dalam pemanfaatan KKP-E secara optimal. Monitoring dan evaluasi diarahkan pada pelaksanaan KKP-E secara menyeluruh mulai dari (a) pemahaman terhadap penyampaian pedoman /petunjuk teknis. (d) melakukan identifikasi dan upaya pemecahan 33 .

Contoh blanko pelaporan KKP-E terdapat pada lampiran 11. Perkebunan. c.permasalahan dilapangan. b.3. Peternakan) setempat selambat-lambatnya tanggal 10 bulan berikutnya. 34 . Cabang Bank Pelaksana KKP-E wajib menyampaikan laporan bulanan perkembangan penyaluran dan pengembalian KKP-E yang dikelolanya kepada Dinas Teknis (Tanaman Pangan dan Hortikultura. 6. Bank Pelaksana wajib menyusun dan menyampaikan laporan bulanan kepada Direktorat Pembiayaan Pertanian. Dinas Teknis (Tanaman Pangan dan Hortikultura. Peternakan) menyampaikan laporan penyaluran dan pengembalian KKP-E kepada Direktorat Pembiayaan Pertanian. Perkebunan. Pelaporan a. Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian paling lambat tanggal 25 bulan berikutnya secara rutin. (d) mengevaluasi dan merumuskan saran penyempurnaan skim KKP-E dan (e) menyampaikan laporan secara berkala sesuai tugas dan tanggung jawabmya. Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian. Kementerian Pertanian.

Plafon KKP-E yang telah disediakan Bank Pelaksana dapat dimanfaatkan dan disalurkan kepada petani/ peternak/ pekebun.4. Petani/peternak/pekebun mendapatkan subsidi suku bunga dari pemerintah. c. Peningkatan produktivitas hasil diatas rata-rata. b. Indikator Keberhasilan a. 35 . Peningkatan penerapan teknologi anjuran d.6. Kelompoktani atau koperasi.

430/02/2011 tentang Perubahan Kedua Atas Lampiran Peraturan Menteri Pertanian Tentang Pedoman Pelaksanaan Kredit Ketahanan Pangan dan Energi.430/7/2007 juncto Peraturan Menteri Pertanian Nomor 21/Permentan/ KU. Januari 2011 Direktorat Pembiayaan Pertanian Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian 36 . baik dan tepat sasaran.05/2009 juncto Peraturan Menteri Keuangan Nomor 198/PMK. Pedoman Teknis Skim KKP-E terus mengalami penyempurnaan dari tahun ke tahun sesuai perkembangan dan kebutuhan di lapangan.BAB VII PENUTUP Pedoman Teknis Skim Kredit Ketahanan Pangan dan Energi merupakan tindak lanjut diterbitkannya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 79/PMK. sehingga penyaluran dan pengembalian KKP-E dapat berjalan lancar.430/ 4/2009 juncto Peraturan Menteri Pertanian Nomor 08/Permentan/ KU.05/ 2007 juncto Peraturan Menteri Keuangan Nomor 48/PMK. Jakarta. Pedoman Teknis ini sebagai acuan bagi pemangku kepentingan dalam pelaksanaan KKP-E baik di pusat dan daerah.05/2010 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Keuangan tentang Kredit Ketahanan Pangan dan Energi serta Peraturan Menteri Pertanian Nomor 57/ Permentan/ KU.

160.) 440.) Kacang Tanah (Rp.000 Kedelai (Rp.000 1.400.) 187.200.000 1.000 4.250.000 2. Kacang Tanah.000 5.200. Pasang Surut/Lebak No.) 300.600.000 200.840. Komponen Padi Sawah Irigasi (Rp. Koro dan Kacang Hijau No.000 1.000 200.450. 1. Tanaman Ubi Kayu.000 1.450.000 2.000 375.000 2.920.000 2. TABEL KEBUTUHAN INDIKATIF KKP-E I.000 6.265.000 1. 4. 5 Benih Pupuk Pestisida Biaya Garap dan Pemeliharaan Biaya Panen dan Pasca Panen Jumlah B.000 5.040.560.870.000 5.550.000.000 2.000 770.000 4. 5.637.000 100.880.800.200. 3.200.000 Pasang Surut/ Lebak (Rp.000 200. Padi Hibrida.000 1.000 9.000 1.000 3.800.500.000 .000 2.000 2.000 1.000 8.000 1.050.000 8.000 1.600.) Kacang Hijau (Rp) 375.000 6.) 750. Tanaman Jagung dan Kedelai No. 3.200.000 457.000 Padi Hibrida (Rp.000 C.000 2.932. Ubi Jalar.800.000 2.000 3.) 675.637.110.000 200.500 100.500 2.250.000 11.500 800.200.400. Tabel Besarnya Kebutuhan Indikatif Kredit Per Hektar A.) Koro (Rp. Komponen Benih Pupuk Pestisida Biaya Garap dan Pemeliharaan Biaya Panen dan Pasca Panen Jumlah Jagung (Rp. Gogo Rancah/Padi Ladang.000 200.000 7.000. 4.535.140. Benih Pupuk Pestisida Biaya Garap & Pemeliharaan Biaya Panen dan Pasca Panen Jumlah 1.110.000 2. 4. 2.000 1. 2. 2.000 7.870.000.000 1.) Ubi Jalar (Rp.200. Tanaman Padi Sawah Irigasi.500 3.000 2.992. 3.) 500.000 300.000 2.010.500 1. Komponen Ubi Kayu (Rp.500 Gogo Rancah/ Padi Ladang (Rp. 5.Lampiran 2.000 205.200.760.000 2.000 2.000 2.

000 1. Kencur dan Kunyit Komponen On Farm/Budidaya Sarana Produksi Pasca Panen Jumlah Jahe (Rp.000 760.000 38.120.630.000 Jagung (Rp.000. Tanaman Pisang.000.000 25.000 250.) 16.) 21.000 40.000.000 Kencur (Rp.000 97.856.995.506.500.000 32.200.000 870.130.000 18.000 6.000 1.224.690.000 11.225.000 Tomat (Rp.000 7.000 4.542. .000 4.000 1.500. Tanaman Cabai.052.000.000 40.000 8.560.000 61.000 38.000 Tanaman Jahe.000 1.515.000 16.000 18.000 6. Jagung dan Kedelai No.605.450.330. Cabai (Rp. Kentang.7 00. 2.617.000 50.500 10.000 40.000 250.000.000 2.875.) 450.880. 7.670.000 5.500.000 3.450.000 Kunyit (Rp. No.000 Kentang (Rp.400.000 6.000 2.) 3. 3.000 33.450. Perbenihan Padi.950.000 31.) 250.000 3. 4.000 Kedelai (Rp.000 17.) 5. Komponen Benih Pupuk Pestisida Biaya Garap dan Pemeliharaan Biaya Panen dan Pasca Panen Sarana Pengepakan Sertifikasi Jumlah Padi (Rp.000 1. 2.000.000 G.051.000 Melon (Rp.500.000 40.000 44.000 4. 2.000 4.790.950.500 Bawang Merah (Rp.000 62.000 1.275.500. Bawang Merah.080.000 1.000 800.120.000 1. Buah Naga dan Melon No.D.000 2.000.739.478.000 2.000.000 Buah Naga *) (Rp.500 Keterangan : *) Untuk buah naga biaya tersebut di luar biaya pembuatan tegakan.000 Padi Hibrida (Rp.000 14.965.000 1.) 64. 5.000 4. 3.000 660.000 E.450.000 46. Nenas.) 5.024.000 52.) 10.000 14.000 9.430.) 5. 3.) 5. 5.000 1. 6.) 10.060.675.000 1.835.000 26.000 1.000 Nenas (Rp.000 2.200.750.529.055.) 800.082.000 500.000 14.945. 1.000 6.200.950.450. 3.000 30. Komponen On Farm/Budidaya Sarana Produksi Pasca Panen Jumlah F.000 36.200.000 1.) 4. 1. 1.320.235.500.000 31.950.) 8.800.000 Bawang Putih (Rp.375.000.000 900.500 1. Komponen Benih/Bibit Pupuk Pestisida Biaya Garap dan Pemeliharaan Peralatan Panen dan Pasca Panen Jumlah Pisang (Rp.000 54. 6.950.000 3.610. 4.000.000 35. Bawang Putih dan Tomat No.000.875.000 9. 1.) 15. 2.680.

000 22.000 2.500.000 Pepaya (Rp.500 Mangga (Rp.400.000 7.000.000 5.860.100 11.680.000 27.000 6.200.) 12.000 2.010.200. Komponen Benih/Bibit Pupuk Pestisida Tenaga Kerja Pemeliharaan Peralatan Panen dan Pasca Panen Jumlah Durian (Rp.) 50.000 35.500.000 10.300.) 2. 1.803.283.720.000 5. 2.990.500 17.500 10. 1.190.075. Tanaman Semangka.000 5. Komponen Benih/Bibit Pupuk Pestisida Biaya Garap dan Pemeliharaan Peralatan Panen dan Pasca Panen Jumlah Semangka (Rp.300. 1.000 25.000 40.000 18. 4.000.464.490. 2.580. 6.Bibit .000 7. Komponen Biaya Garap dan Pemeliharaan Biaya Tebang dan Angkut Biaya Beban Hidup Sarana Produksi .400.100 Jeruk (Rp.615.000 1.000 6. 2.000 Salak (Rp. 1.200. 5.) 2.000 5.050.500 9.500. 3.000 25.000 3.000 12.000.000 .000 Strawberi (Rp.000 6.) 4.000 2.000 3.610.400.230.000 500.) 2.000 22.000 Total Biaya (Rp.500.Tanaman Melinjo No.200 10.750.Pupuk Paket untuk Pemberantasan Organisme Pangganggu Tanaman Jumlah Total Biaya (Rp.) 2.339.935.000 98.000.000 9.550.500.000 2.) 13.000 800.500 J. Mangga.465.600.665.900.000 5.423.775.255.117.100. 5.150.250.H. Komponen On Farm/ Budidaya Sarana Produksi Pasca Panen Jumlah K. Tanaman Tebu No.000 1. 3.200 I.000 30.750.000 62.000 74. Pepaya.000 17.125.005.000 23.675.595.000 10.000. 4.000 6.) 2.575.000 4. 2.000 19.000 5.000 5. Salak dan Strawberi No.000 49.000 3.000 2. Jeruk dan Apel (Pemeliharaan) No.062.900.500.000.000 2.000 7.000 4.550.000 500. Manggis .500.000 4.690. 3. 6.000 1.000 Apel (Rp.175. Tanaman Durian.590.168.070.000 6.375.000 2.500 Manggis (Rp.000 19. 5. 3. 4.) 3.140.000 750.355.) 6.000 1.

500.L. 2.170.000 17. 1.000 25.350. Budidaya Ayam Ras Petelur No.000 13.604. 1.000.000. Komponen Biaya Pemeliharaan/ tenaga kerja Sarana Produksi/ Agroinput Peralatan Jumlah Teh (Rp.300.) 58.186.000 14.250.500 100. 2. Budidaya Itik .000 100.000 7. Komponen Bibit a. 2.000. 18.000 4. 4.295.000 Total Biaya (Rp.000 P.480. 5. Tanaman Teh. Kopi Robusta.) 55.600. Komponen Bibit (DOC) Pakan a.500 253. Budidaya Ayam Buras No. Finisher Obat dan operasional Lain-lain Jumlah Total Biaya (Rp. 1.000 3.000 63.295.000.000 Kopi Arabika (Rp) 6.400.000 3.000 24. 3.) 2.400. Jantan Kandang Peralatan dan Mesin Tetas Pakan Obat-obatan Lain-lain Jumlah Total Biaya (Rp.400 Lada (Rp).355.450.000.000 Kopi Robusta (Rp) 5. Betina b.000 11.000 5.000 II.000 27. Tabel Besarnya Kebutuhan Indikatif Kredit Per Satuan Unit Usaha M.675. 6.663. dan Lada (Pemeliharaan) No.) 8. 4.000.000. 3.000 346.000 111.000 100.886.900.000 6. Kopi Arabika.000 500. 4.000 32.000 N. Budidaya Ayam Ras Pedaging No.400 12. Komponen Bibit (Pullet) Pakan Obat dan operasional Lain-lain Jumlah O.400 9.500. 3. 1.500.000 51. 3.000 1.000 6. 2. Starter b.

No.000 2. 5. 6 Komponen Burung Puyuh Bantuan Kandang Peralatan Pakan : Obat.000 100.500. 2.) 50.HMT dan Legum .000 10. 2.000.000.000. 5.Vaksin.000.Konsentrat Lain-lain (Obat. Dll. 1.400. Lain-lain Jumlah Total Biaya (Rp.500. 2. mineral) Jumlah Total Biaya (Rp.Pejantan Bantuan Kandang Peralatan Pakan : Obat.000 6. Budidaya Burung Puyuh No.500.000.000. 1.000.000 1.000 500. 2.) 76. 3.000 12.000.000 5. vitamin. Vit. 4.000.000 3.Vaksin.000 12.000 17. Budidaya Kelinci No. Jantan Kandang Peralatan dan Mesin Tetas Pakan Obat Lain-lain Jumlah Total Biaya (Rp. Lain-lain Jumlah Total Biaya (Rp. 1.270.000 6.000 1. Usaha Budidaya Sapi Potong.) 60.000 . Sapi Perah Betina dan Pembesaran Sapi Perah No.000 500. Dll.000 550.000 2. 4.000.000 Q.000 S. 3.000 100. 5.000. 4.000 45.100.500. 6 Komponen Kelinci a.000.000. 5. Komponen Sapi Potong/Perah Kandang Peralatan Pelayanan Teknis Pakan : .000 R.000. 1.) 40.000 2.000 100. 6. Vit.000.000 5.000 5.000 500.000.000.000 2. 6 Komponen Bibit c.000 100. Betina d.000. 4.000 31.680.000 1. 3. 3.500.Induk b.

1. 4.000 2.Jantan . vitamin.000 3.900.000 7.000 1.000. 1.000. vitamin. 5. 2.500.HMT .000.900.500. Komponen Sapi Bakalan Kandang Peralatan Pakan : . Komponen Kambing/Domba .800.) 7. 5.000 Total Biaya (Rp.000 1.000 15.000.000 1.HMT dan Legum . 3.000.000 2.100.Konsentrat Lain-lain (Obat. 5. 1.Konsentrat Lain-lain (Obat.000. vitamin. Usaha Budidaya Kambing/Domba No.000 1.100.Betina Kandang Peralatan Pakan : .Konsentrat Lain-lain (Obat.000. Penggemukan Sapi Perah Jantan/Sapi Potong No.) 76. 3.T.000 5.500.600.000.100.000 20. 2.000.000 V.000 100.000 100.000 100.000 W.000 3. 4. mineral) Jumlah U. mineral) Jumlah Total Biaya (Rp.000 1. Komponen Kerbau Bakalan Kandang Peralatan Pakan : . mineral) Jumlah Total Biaya (Rp.000 15.000.500. Budidaya Babi . 3.) 76.500. 4. Usaha Budidaya Kerbau No.000 2. 2.000 56.HMT .

000 100.Betina Kandang Peralatan Pakan : .500.) 6. 1. Komponen Babi Siap Kawin .800. 3.000.000. mineral) Jumlah Total Biaya (Rp.000 28.000 55.000. 5.000 .000 1.No.000 1. vitamin.000 7.Jantan .Konsentrat Lain-lain (Obat.000. 4.700. 2.

RENCANA DEFINITIF KEBUTUHAN KELOMPOK TANI (RDKK) YANG DIAJUKAN LANGSUNG KE BANK UNTUK KREDIT KETAHANAN PANGAN DAN ENERGI (KKP-E) JENIS USAHA : TANAMAN PANGAN/HORTIKULTURA/PERKEBUNAN MUSIM TANAM : Kelompok Tani Desa Kecamatan Kabupaten Nama Petani : : : : Pupuk Luas (Ha) Status Pemilik/ Penggarap Benih Urea Kg Rp 7 Kg 8 Rp 9 SP-36 Kg 10 Rp 11 Kg 12 KCl Rp 13 Kg 14 ZA Rp 15 ZPT/PPT/Lainnya Kg 16 Rp 17 Kg/Lt 18 Rp. 20 Jumlah Kredit Rp 21 22 23 24 25 26 27 28 Jadwal Tanam Jadwal Pengembalian Tanda Tangan Minggu Bulan Tahun Minggu Bulan Tahun No. Pemeliharaan dan Pasca Panen Mengetahui Dinas Teknis / Penyuluh Pertanian ……………. 19 Pestisida Biaya GPPP*) Rp.……………………… Ketua Kelompok Tani ( ) ( ) .Lampiran 3. Komoditas 1 2 3 4 5 6 Catatan : *) Biaya Garap.

20 Jumlah Kredit Rp 21 22 23 24 25 26 27 28 Jadwal Tanam Jadwal Pengembalian Tanda Tangan No.Lampiran 4. 19 Pestisida Biaya GPPP*) Rp. RENCANA DEFINITIF KEBUTUHAN KELOMPOK TANI (RDKK) YANG DIAJUKAN MELALUI KOPERASI UNTUK KREDIT KETAHANAN PANGAN DAN ENERGI (KKP-E) JENIS USAHA : TANAMAN PANGAN/HORTIKULTURA/PERKEBUNAN MUSIM TANAM : Kelompok Tani Desa Kecamatan Kabupaten Wilayah Koperasi Nama Petani : : : : : Pupuk Luas (Ha) Status Pemilik/ Penggarap Benih Urea Kg Rp 7 Kg 8 Rp 9 SP-36 Kg 10 Rp 11 Kg 12 KCl Rp 13 Kg 14 ZA Rp 15 ZPT/PPT/Lainnya Kg 16 Rp 17 Kg/Lt 18 Rp. Pemeliharaan dan Pasca Panen Mengetahui Dinas Teknis / Penyuluh Pertanian ……………. Komoditas Minggu Bulan Tahun Minggu Bulan Tahun 1 2 3 4 5 6 Catatan : *) Biaya Garap.……………………… Ketua Kelompok Tani ( ) ( ) .

……………………… Ketua Koperasi ( ) ( ) . REKAPITULASI RENCANA DEFINITIF KEBUTUHAN KELOMPOK TANI (RDKK) YANG MEMERLUKAN KREDIT KETAHANAN PANGAN DAN ENERGI (KKP-E) JENIS USAHA : TANAMAN PANGAN/HORTIKULTURA/PERKEBUNAN MUSIM TANAM : : : : : Pupuk Pestisida KCl Rp. 13 Nama Ketua Kelompok Jumlah Anggota Luas (Ha) Benih Urea Rp Rp 8 SP-36 Rp 9 Biaya GPPP*) Rp. Nama Kelompok Tani Komoditas Minggu Bulan Tahun Minggu Bulan Tahun 1 2 3 4 5 6 7 Catatan : *) Biaya Garap.Lampiran 5. 10 ZA Kg 11 ZPT/PPT/dll Rp 12 Rp. 14 Jumlah Kredit Rp 15 16 17 18 19 20 21 Jadwal Tanam Jadwal Pengembalian Koperasi / KUD Desa Kecamatan Kabupaten No. Pemeliharaan dan Pasca Panen Sekretaris Koperasi …………….

Ekor 1 2 3 4 Rp 5 Rp.……………………… Ketua Kelompok Peternak ( ) . RENCANA DEFINITIF KEBUTUHAN KELOMPOK TANI (RDKK) YANG DIAJUKAN LANGSUNG KE BANK UNTUK KREDIT KETAHANAN PANGAN DAN ENERGI (KKP-E) JENIS USAHA : PETERNAKAN TAHUN : Kelompok Ternak Desa Kecamatan Kabupaten Nama Peternak Jenis Usaha : : : : Bibit Ternak Kandang Peralatan Rp 7 Pakan Vol. 8 Rp 9 Obat-obatan Vol.Lampiran 6. 6 14 15 16 17 18 19 20 Dinas Teknis / Penyuluh Pertanian ( ) ……………. 10 Rp 11 Lainlain Rp 12 Jumlah Kredit Rp 13 Jadwal Pencairan Minggu Bulan Tahun Jadwal Pengembalian Minggu Bulan Tahun Tanda Tangan No.

……………………… Ketua Kelompok Peternak ( ) ( ) . 1 2 3 4 Dinas Teknis / Penyuluh Pertanian ……………. 6 Peralatan Rp 7 Pakan Vol. 10 Rp 11 Lainlain Rp 12 Jumlah Kredit Rp 13 14 15 16 17 18 19 20 Jadwal Pencairan Minggu Bulan Tahun Jadwal Pengembalian Minggu Bulan Tahun Tanda Tangan No.Lampiran 7. 8 Rp 9 Obat-obatan Vol. RENCANA DEFINITIF KEBUTUHAN KELOMPOK TANI (RDKK) YANG DIAJUKAN MELALUI KOPERASI KE BANK UNTUK KREDIT KETAHANAN PANGAN DAN ENERGI (KKP-E) JENIS USAHA : PETERNAKAN TAHUN : Kelompok Ternak Desa Kecamatan Kabupaten Wilayah Koperasi Nama Peternak Jenis Usaha : : : : : Bibit Ternak Ekor Rp 5 Kandang Rp.

8 Peralatan Rp 9 Pakan Vol. REKAPITULASI RENCANA DEFINITIF KEBUTUHAN KELOMPOK TANI (RDKK) YANG MEMERLUKAN KREDIT KETAHANAN PANGAN DAN ENERGI (KKP-E) JENIS USAHA : PETERNAKAN TAHUN : Koperasi / KUD Desa Kecamatan Kabupaten Nama Kelompok : : : : Nama Ketua Kelompok 3 Jumlah Anggota Jenis Usaha Bibit Ternak Ekor Rp 7 Kandang Rp.……………………… Ketua Koperasi ( ) ( ) .Lampiran 8. 10 Rp 11 Obat-obatan Vol. 1 2 4 5 6 Sekretaris Koperasi ……………. 12 Rp 13 Lain-lain Rp 14 Jumlah Kredit Rp 15 16 17 18 19 20 21 Jadwal Pencairan Minggu Bulan Tahun Jadwal Pengembalian Minggu Bulan Tahun No.

20 Jumla h Kredit Rp 21 Jadwal Tanam Mingg u 22 Bula n 23 Tahu n 24 Jadwal Pengembalian Mingg u 25 Bula n 26 Tahu n 27 Tanda Tanga n 1 2 3 4 28 Catatan : *) Biaya Garap. Pemeliharaan dan Pasca Panen Mengetahui Dinas Teknis / Penyuluh Pertanian Petani ( ) ( ) . 19 Pestisida Biaya GPPP* ) Rp.Lampiran 9. RENCANA KEBUTUHAN USAHA (RKU) PETANI YANG DIAJUKAN LANGSUNG KE BANK UNTUK KREDIT KETAHANAN PANGAN DAN ENERGI (KKP-E) JENIS USAHA : TANAMAN PANGAN/HORTIKULTURA/PERKEBUNAN MUSIM TANAM : Nama petani Desa Kecamatan Kabupaten Nama No . Petan i Komodita s Lua s (Ha) : : : : Benih Status Pemilik/ Penggara p 5 Urea K g 6 R p 7 K g 8 R p 9 SP-36 K g 10 R p 11 K g 12 Pupuk KCl R p 13 K g 14 ZA R p 15 ZPT/PPT/Lainn ya Kg 16 Rp 17 Kg/L t 18 Rp .

6 1 2 3 4 14 15 16 17 18 19 20 Mengetahui Dinas Teknis / Penyuluh Pertanian Peternak ( ) ( ) . 8 Rp 9 Obat-obatan Vol. 10 Rp 11 Lainlain Rp 12 Jumlah Kredit Rp 13 Jadwal Pencairan Minggu Bulan Tahun Jadwal Pengembalian Minggu Bulan Tahun Tanda Tangan No. RENCANA KEBUTUHAN USAHA (RKU) PETERNAK (INDIVIDU) YANG DIAJUKAN LANGSUNG KE BANK UNTUK KREDIT KETAHANAN PANGAN DAN ENERGI (KKP-E) JENIS USAHA : PETERNAKAN TAHUN : Nama Peternak Desa Kecamatan Kabupaten Nama Peternak Jenis Usaha : : : : Bibit Ternak Ekor Kandang Peralatan Rp 7 Pakan Vol.Lampiran 10. Rp 5 Rp.

CABANG/PROPINSI PLAFOND KEL. jagung dan kedelai.Lampiran 11.TANI KOPERASI REALISASI PENYALURAN KUMULATIF REALISAS PENYALURAN BULAN INI REALISASI PENGEMBALIAN POKOK BUNGA JUMLAH SISA KREDIT TUNGGAKAN KETERANGAN POKOK BUNGA JUMLAH Keterangan : Untuk tanaman pangan realisasinya dipisahkan : (a) padi.TANAMAN PANGAN/HORTIKULTURA/PETERNAKAN/BUDIDAYA TEBU POSISI BULAN : BANK : (Dalam Ribu Rupiah) JUMLAH NO. dan (b) ubi kayu. ubi jalar. LAPORAN PERKEMBANGAN KREDIT KETAHANAN PANGAN DAN ENERGI (KKP-E) JENIS USAHA : INT. kacang tanah dan koro .