KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA TANGERANG SELATAN

LAPORAN STUDI LAPANGAN

TINJAUAN KINERJA PENGELOLAAN PBB-P2 DI DINAS PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN SERANG

HALAMAN JUDUL

Diajukan oleh : AULIA TRI UTAMA NPM : 093060016101

Mahasiswa Progam Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi

Untuk memenuhi sebagian dari syarat-syarat Dinyatakan Lulus Program Diploma III Keuangan Tahun 2012

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA TANGERANG SELATAN

PERNYATAAN KEASLIAN LAPORAN STUDI LAPANGAN

NAMA

: AULIA TRI UTAMA

NOMOR POKOK MAHASISWA : 093060016101 DIPLOMA III KEUANGAN SPESIALISASI BIDANG LAPORAN STULAP JUDUL LAPORAN STULAP : AKUNTANSI : AUDIT KINERJA SEKTOR PEMERINTAH : TINJAUAN KINERJA PENGELOLAAN PBB-P2 DI DINAS PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN SERANG

Dengan ini menyatakan bahwa sesungguhnya Laporan Studi Lapangan ini adalah hasil tulisan saya sendiri dan atau tidak terdapat bagian atau keseluruhan tulisan yang saya salin atau tiru tanpa memberikan pengakuan pada penulis aslinya. Bila terbukti saya melakukan tindakan plagiarisme, saya siap dinyatakan tidak lulus dan dicabut gelar yang telah diberikan Tangerang Selatan, 26 Juli 2012 Yang memberi pernyataan

Aulia Tri Utama

ii

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA TANGERANG SELATAN HALAMAN PERSETUJUAN PERSETUJUAN LAPORAN STUDI LAPANGAN

NAMA

: AULIA TRI UTAMA

NOMOR POKOK MAHASISWA : 093060016101 DIPLOMA III KEUANGAN SPESIALISASI BIDANG LAPORAN STULAP JUDUL LAPORAN STULAP : AKUNTANSI : AUDIT KINERJA SEKTOR PEMERINTAH : TINJAUAN KINERJA PENGELOLAAN PBB-P2 DI DINAS PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN SERANG

Mengetahui Kepala Bidang Akademis Pendidikan Ajun Akuntan

Menyetujui Dosen Pembimbing,

Fadlil Usman, Ak, M.Acc NIP : 196210101983021001

Rudy M. Harahap Ak, M.M, M.Comm

iii

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA TANGERANG SELATAN

PERNYATAAN LULUS DARI TIM PENILAI LAPORAN STUDI LAPANGAN

NAMA

: AULIA TRI UTAMA

NOMOR POKOK MAHASISWA : 093060016101 DIPLOMA III KEUANGAN SPESIALISASI BIDANG LAPORAN STULAP JUDUL LAPORAN STULAP : AKUNTANSI : AUDIT KINERJA SEKTOR PEMERINTAH : TINJAUAN KINERJA PENGELOLAAN PBB-P2 DI DINAS PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN SERANG

Tangerang Selatan,

Agustus 2012

1.

……………………………… Rudy M. Harahap Ak, M.M, M.Comm

Penilai I/Pembimbing

2.

............................................... Drs. Mubasyiran Harun, Ak.

Penilai II

iv

Ak. Mubasyiran Harun. v . selaku Kepala Bidang Akademis Pendidikan Ajun Akuntan. 3. khususnya kepada: 1. Bapak Kusmanadji Ak. selaku Direktur Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. selaku Dosen Penilai. Bapak Drs.Acc.B. Bapak Fadlil Usman Ak. M. Penulis menyadari penyusunan Laporan Studi Lapangan ini tidak dapat terselenggara sesuai dengan rencana bila tidak didukung oleh banyak pihak. Pada laporan ini penulis membahas mengenai kinerja sebagian wewenang pengelolaan PBB-P2 oleh Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Serang sebagaimana diatur dalam surat perjanjian dengan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Serang.A. Bapak Rudy M.M.KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena atas segala rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Studi Lapangan dan Laporan Studi Lapangan dengan judul “TINJAUAN KINERJA PENGELOLAAN PBB-P2 DI DINAS PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN SERANG”. M.Comm. M. Laporan Studi ini merupakan hasil dari proses Studi Lapangan yang dilakukan sejak tanggal 11 Juni 2012 hingga 6 Juli 2012 bertempat di Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Serang. 2. M. 4. Harahap Ak. selaku Dosen Pembimbing yang rela meluangkan waktu dan tenaganya untuk membimbing penulis selama proses penulisan laporan ini sehingga laporan ini dapat diselesaikan.

vi . Terima kasih atas kerja samanya selama proses studi lapangan. 7.5. 12. dan membantu penulis dalam memberikan ide-ide guna memperoleh data yang diperlukan. Bapak Fairu Zabadi. 11. dan memberikan ilmu pengetahuan kepada penulis selama menimba ilmu di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Bapak Arif Roikhan. 6. selaku Kepala Bidang BPHTB dan PBB Dipenda Kabupaten Serang yang telah memberikan izin untuk melakukan studi lapangan di Bidang Akuntansi. Seluruh keluarga besar Dinas Pendapatan dan Setda Bidang Akuntansi atas pengalaman berharga yang diberikan. Seluruh Dosen yang telah mendidik. Papa. selaku pembimbing lapangan di Dinas Pendapatan Daerah Bidang BPHTB dan PBB yang telah membimbing penulis selama melakukan studi lapangan 9. 8. Mama. Bapak Toto Suharto yang telah memberikan kata-kata yang memotivasi untuk terus menyelesaikan laporan ini. 10. dan Kakak-kakak yang selalu hadir untuk mendukung demi keberhasilan penulis. Keluarga besar Himastaba selaku organisasi daerah asal Banten. selaku Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Serang yang telah mengizinkan penulis untuk studi lapangan di Dinas Pendapatan. Bapak Noorcahyo. membimbing.

Penulisan Laporan Studi Lapangan ini bertujuan untuk memenuhi sebagian dari syarat-syarat dinyatakan lulus Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Oleh karena itu. Ghofran. baik secara langsung maupun tidak yang tidak mungkin untuk disebutkan satu-persatu. 29 Agustus 2012 Aulia Tri Utama vii .Penulis berharap Laporan Studi Lapangan ini dapat digunakan oleh sebagai salah satu sumber yang berguna pagi para pembaca. Fahmi. 14. 15. Nanda. Rossy.. Seluruh pihak yang telah membantu dalam penyelesaian laporan ini. Penulis menyadari akan segala kekurangan Laporan Studi Lapangan ini. Tyo dan rekan-rekan penulis selama menuntut ilmu di Program Diploma III Keuangan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. dan Anggara) yang telah banyak membantu dalam mengoreksi laporan studi lapangan. Feri. Tangerang Selatan. Teman-teman sesama dosen pembimbing (Muhajir.13. Penulis selalu mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan Laporan Studi Lapangan ini.

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ...................................................................................................... i PERNYATAAN KEASLIAN LAPORAN STUDI LAPANGAN ................................ii HALAMAN PERSETUJUAN..................................................................................... iii PERNYATAAN LULUS DARI TIM PENILAI LAPORAN STUDI LAPANGAN .. iv KATA PENGANTAR ................................................................................................... v DAFTAR ISI.............................................................................................................. viii DAFTAR TABEL .......................................................................................................... x DAFTAR GAMBAR .................................................................................................... xi DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................................xii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ....................................................................................... 1 B. Tujuan Penulisan .................................................................................... 3 C. Pembatasan Masalah .............................................................................. 3 D. Metode Penelitian ................................................................................... 3 E. Sistematika Penulisan ............................................................................. 4 BAB II DATA DAN FAKTA A. Sejarah Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Serang ........................... 6 B. Visi dan Misi Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Serang ................. 8 C. Rencana Kinerja ..................................................................................... 9 D. Struktur Organisasi ............................................................................... 10 E. Tugas Pokok dan Fungsi ...................................................................... 12 F. Pengelolaan PBB-P2 di Dipenda Kabupaten Serang ........................... 13

viii

1. PBB-P2 dalam Perda nomor 5 tahun 2010. ..................................... 13 2. Perjanjian kerjasama KPP – Dipenda. ............................................. 13 3. PBB sektor pedesaan. ...................................................................... 15 4. PBB sektor perkotaan. ..................................................................... 16 5. Bagi hasil PBB. ............................................................................... 16 BAB III LANDASAN TEORI DAN PEMBAHASAN A. Landasan Teori ..................................................................................... 18 1. Pengertian kinerja. ........................................................................... 18 2. Manajemen kinerja. ......................................................................... 19 3. Evaluasi kinerja. .............................................................................. 21 4. Evaluasi program. ............................................................................ 22 B. Pembahasan terhadap Pengelolaan PBB-P2 di Dipenda Kabupaten Serang ................................................................................................... 28 1. Analisis logika program. ................................................................. 28 2. Evaluasi pengelolaan PBB-P2 di Dipenda Kabupaten Serang. ....... 29 BAB IV SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan............................................................................................... 42 B. Saran ..................................................................................................... 43 C. Tanggapan Dipenda Kabupaten Serang ............................................... 45 DAFTAR PUSTAKA DAFTAR RIWAYAT HIDUP

ix

DAFTAR TABEL
Tabel II.1 Rencana Kerja DPKAD 2011 ..................................................................... 9 Tabel III.1 Rencana Kerja Anggaran DPKAD 2011 ................................................. 29 Tabel III.2 Rencana Penerimaan PBB-P2 2011 ........................................................ 30 Tabel III.3 Pelaksanaan Tugas dan Wewenang Pengelolaan PBB-P2 2011 ............. 33 Tabel III.4 Realisasi PBB-P2 Tahun 2011 ................................................................ 36

x

DAFTAR GAMBAR
Gambar II.1 Alur Pencapaian Target Pendapatan Daerah dari Penerimaan PBB ..... 10 Gambar II.2 Struktur Organisasi Dipenda Kabupaten Serang .................................. 11 Gambar III.1 Input, Proses, Output, dan Outcome Pengelolaan PBB-P2 ................. 28 Gambar III.2 Realisasi Penerimaan PBB Sektor Pedesaan 2007-2011 ..................... 40

xi

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Tugas Pokok dan Fungsi Dipenda Kabupaten Serang Lampiran 2 Perjanjian Kerjasama DPKAD .KPP Lampiran 3 Susunan dan Tupoksi Tim Intensifikasi PBB 2012 Lampiran 4 Mekanisme Penyampaian SPPT Sektor Pedesaan dan Perkotaan Kepada Wajib Pajak Lampiran 5 Berita Acara Penyerahan SPPT dan DPH PBB Lampiran 6 Laporan Hasil Verifikasi SPPT Bermasalah Lampiran 7 Daftar Perubahan SPPT PBB Pedesaan Lampiran 8 Realisasi Penerimaan PBB Sektor Pedesaan 2011 Lampiran 9 Notulen Rapat Evaluasi Penerimaan PBB Tingkat Kabupaten Lampiran 10 Laporan Hasil Rekonsiliasi Bank Lampiran 11 Tabel Ketetapan Pembagian Uang Insentif Tahun 2009-2011 Lampiran 12 Tabel Indikator Kinerja Kegiatan Pengelolaan PBB-P2 Lampiran 13 Berita Acara Wawancara xii .

Pembagian tugas dan wewenang dituangkan dalam perjanjian kerjasama antara KPP dan Dinas Pendapatan Daerah Nomor 973/DPKAD/2011. Hal ini ditandai dengan pengesahan Peraturan Daerah Kabupaten Serang Nomor 5 Tahun 2010 tentang Pajak Daerah yang menjelaskan PBB-P2 sebagai salah satu jenis pajak daerah. kini 1 . 28 Tahun 2009 disahkan. Sampai saat ini pelaksanaan administrasi PBB di Kabupaten Serang masih di bawah pengelolaan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Serang (selanjutnya disebut KPP Pratama Serang). Semenjak UU No.BAB I PENDAHULUAN A. Termasuk juga Pemerintah Kabupaten Serang yang mulai secara bertahap meniti langkah menuju pengelolaan PBB-P2 yang mandiri. Dalam pelaksanaannya KPP Pratama Serang membagi tugas dan wewenangnya dengan Dipenda Kabupaten Serang. Dengan diberlakukannya perjanjian tersebut. pemerintah daerah mulai mengambil ancang-ancang dalam menghadapi pelimpahan wewenang pengelolaan Pajak Bumi Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di tahun 2014. Latar Belakang Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Serang (selanjutnya disebut Dipenda Kabupaten Serang) merupakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang menyelenggarakan administrasi perpajakan daerah di wilayah Kabupaten Serang.

pada kesempatan ini juga penulis ingin mengetahui bagaimana Dinas Pendapatan Kabupaten Serang mempersiapkan pengelolaan PBB – P2 yang akan sepenuhnya dialihkan pada tahun 2014. Oleh karena itu.2 berbagai tugas vital terkait penerimaan PBB dijalankan oleh Dipenda Kabupaten Serang. khususnya sektor pedesaan dan perkotaan. Penulis berharap isi laporan ini bisa menyampaikan cerminan modal yang dimiliki oleh Pemkab Serang dalam menghadapi pelimpahan penuh wewenang pengelolaan PBBP2 pada tahun 2014. Oleh karenanya. pendistribusian SPPT. Melihat kondisi di mana PBB – P2 merupakan barang baru bagi Pemerintah daerah. dan monitoring SPPT ke kecamatan. Beberapa diantaranya adalah pembentukan tim intensifikasi. Perjanjian tersebut menempatkan Pemkab Serang di posisi yang strategis dalam menentukan keberhasilan penyerapan potensi PBB di wilayah Kabupaten Serang. Penulis meyakini bahwa masa persiapan adalah masa yang krusial dalam menentukan keberhasilan suatu program. penulis tertarik untuk mengangkat tema yang berkaitan dengan persiapan pengalihan PBB-P2 sebagai objek pajak daerah. Sebagai imbas dari pencapaian kinerja pengelolaan PBB. pada kesempatan ini penulis meninjau kinerja Dipenda Kabupaten Serang dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya terkait pengelolaan PBB-P2 sebagaimana tertuang dalam perjanjian kerjasama dengan KPP Pratama Serang. merupakan sumber pajak yang sangat potensial di Kabupaten Serang. Penulis yakin bahwa hal ini perlu dilakukan untuk mengetahui kemampuan Dipenda Kabupaten Serang dan masalah-masalah yang dihadapi dalam mengelola PBB-P2. Kabupaten Serang mendapatkan bagi hasil mayoritas dari penerimaan PBB. .. Saat ini PBB.

D. penulis berharap dapat memberikan saran-saran yang berguna bagi Pemerintah Kabupaten Serang untuk meningkatkan kinerjanya. Tujuan Penulisan Tujuan yang ingin dicapai oleh penulis dalam penyusunan Laporan Studi Lapangan ini adalah sebagai berikut: 1. penulis akan membatasi ruang lingkup pembahasan. C. antara lain: . Memenuhi sebagian persyaratan kelulusan sebagai mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan pada Program Diploma III Sekolah Tinggi Akuntansi Negara spesialisasi Akuntansi. Pembatasan Masalah Pada laporan ini.3 B. Berdasarkan teori yang ada. Menambah ilmu pengetahuan serta mengembangkan wawasan dalam mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dalam laporan studi lapangan 2. Metode Penelitian Dalam menyusun dan menyelesaikan Laporan Studi Lapangan ini. penulis menggunakan beberapa metode pengumpulan data. 3. Penulis akan melaporkan hasil tinjauan atas pengelolaan administrasi Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Pedesaan dan Perkotaan yang dilaksanakan oleh Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Serang pada tahun 2011. Mengetahui dan memberi gambaran mengenai bagaimana kinerja Dispenda Kabupaten Serang dalam melaksanakan pengelolaan PBB-P2.

4 1. visi misi. tujuan penulisan. majalah. . Sistematika Penulisan BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini penulis akan menguraikan gambaran secara umum mengenai penyusunan Laporan Studi Lapangan yang meliputi latar belakang penulisan. Penelitian Lapangan Metode ini dilakukan dengan cara melakukan pengamatan secara langsung di lapangan terhadap objek yang berkaitan dengan permasalahan yang akan dibahas dalam Laporan Studi Lapangan ini. Wawancara Metode ini dilakukan dengan cara melakukan wawancara langsung kepada pihak-pihak yang terkait mengenai data dan fakta yang diperlukan dalam penulisan laporan studi lapangan ini. BAB II DATA DAN FAKTA . internet dan tulisan ilmiah lainnya. fungsi dan wewenang. E. 3. peraturan perundang-undangan. Kepustakaan Data yang diperoleh didapat dari sumber-sumber berupa catatan-catatan selama kuliah. dan struktur organisasi dari Dinas Pendapatan Daerah Pemerintah Kabupaten Serang.Dalam bab ini penulis akan menjelaskan gambaran umum. metode pengumpulan data. diktat. buku-buku literatur. 2. sejarah. dan sistematika penulisan. ruang lingkup pembahasan.

serta tinjauan dan evaluasi yang telah dilakukan di bab sebelumnya.Bab ini merupakan penutup dalam Laporan Studi lapangan. . BAB IV PENUTUP . Pada subbab selanjutnya penulis akan mengevaluasi kinerja Dispenda Kabupaten Serang dalam pengelolaan PBB – P2 sesuai perjanjian kerjasama. evaluasi kinerja.Subbab pertama dimulai dengan dasar teori. Pada bab ini penulis akan mengambil simpulan berdasarkan data dan fakta. manajemen kinerja. Selain itu penulis juga akan memberikan saran-saran terkait dengan pengelolaan PBB=P2 di Dinas Pendapatan Daerah Pemerintah Kabupaten Serang.5 BAB III LANDASAN TEORI DAN PEMBAHASAN . Di sini penulis menguraikan pengertian kinerja.

dengan alasan pembengkakan anggaran. Bupati menginstruksikan agar pengelolaan pendapatan. Bidang Akuntansi 6 . Kepala Dinas 2. Administrasi pendapatan daerah di Kabupaten Serang sendiri sudah menghadapi berbagai macam dinamika. Sekretaris 3.BAB II DATA DAN FAKTA A. anggaran dan perbendaharaan. Bidang Anggaran dan Perbendaharaan 5. akuntansi. dan aset daerah dilebur menjadi menjadi satu SKPD yang diberi nama Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD). Bidang Pendapatan 4. Sejarah Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Serang Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Serang adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah yang membantu Bupati dalam rangka melaksanakan administrasi pendapatan daerah. Organisasi penyelenggara pendapatan daerah tercatat sudah dua kali mengalami perombakan dalam dua dekade terakhir. Pada tahun 1999. Struktur organisasi DPKAD Kabupaten Serang berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi Dinas Daerah Kabupaten Serang terdiri dari: 1.

bertepatan dengan tanggal 7 Desember 2011 DPKAD resmi dilikuidasi. Upaya mereorganisasi DPKAD pun sedikit demi sedikit dirintis. Namun seiring dengan berjalannya waktu. untuk menjalankan pengelolaan akuntansi dan aset daerah yang lebih transparan. Hal tersebut ditandai dengan disahkannya Peraturan Daerah Kabupaten Serang Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pembentukan Organisasi Dinas Daerah Kabupaten Serang. DPKAD meraih prestasi terbaik dengan mendapatkan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Perubahan susunan . Bidang Aset Daerah 7. Hal ini yang kemudian mendasari ditariknya kembali fungsi SKPKD yaitu Bidang Akuntansi. iklim penatausahaan keuangan daerah pun berubah. Selain itu. Akhirnya setelah melalui proses perundingan yang panjang dengan DPRD. Anggaran dan Perbendaharaan menjadi bagian dari Sekretariat Daerah Kabupaten Serang. Berbarengan dengan itu. Pemda Kabupaten Serang merasa perlu melakukan upaya penguatan karakter organisasi pengelolanya. Kelompok Jabatan Fungsional Selama 12 tahun kiprahnya. Hal ini yang menjadi salah satu dasar kajian untuk membentuk suatu SKPD tersendiri yang khusus menangani masalah pendapatan daerah. Perbendaharaan dan Anggaran kembali menjadi bagian dari Sekretariat Daerah. Aset Daerah.6. Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) kembali didirikan untuk menjalankan fungsi pendapatan. Aset Daerah. Pengesahan UU Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Serang untuk lebih mengintensifkan pendapatan dari sektor perpajakan. Fungsi Akuntansi.

Dalam rangka mewujudkan visi. Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas LKPD tahun 2011 adalah buktinya. Mendorong terwujudnya kualitas pengelolaan keuangan dan asset daerah. Dipenda Kabupaten Serang memperhatikan visi pembangunan Kabupaten Serang yang tertuang dalam RPJMD 2011 – 2015 yaitu “Terwujudnya masyarakat yang berkualitas menuju Kabupaten Serang yang agamis dan sejahtera”. . Mengoptimalkan pengelolaan keuangan dan aset daerah. Visi DPKAD 2011 – 2015 adalah “Terwujudnya Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah yang Profesional dalam Rangka Mewujudkan Visi Pembangunan Serang 2011-2015”. 1.175-Huk/2011 tentang Pengesahan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Serang tahun 2010-2015. perumusan visi dan misi masih dalam tahap pengajuan ke Badan Perencanaan Daerah. Visi dan Misi Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Serang Sebagai SKPD baru. B. Dipenda Kabupaten Serang saat ini sedang merumuskan suatu visi dan misi untuk menentukan arah tujuan yang ingin dicapai. 3. Adapun bahan acuan perumusan visi dan misi Dipenda Kabupaten Serang juga dikaitkan dengan visi dan misi DPKAD berdasarkan Keputusan Bupati Serang Nomor 50/Kep. Mengoptimalkan penerimaan daerah dengan pola intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan daerah. Dalam perumusannya. Hingga tulisan ini dibuat. 2.8 organisasi ini ternyata langsung menunjukan hasil yang positif. DPKAD menetapkan misi sebagai berikut.

C. Dipenda Kabupaten Serang sebagai pelaksana fungsi pendapatan mulai merancang rencana kerjanya sendiri yang dituangkan dalam bentuk Rencana Kerja (Renja) Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Serang Tahun 2012. Perumusan Renja 2012 Dipenda Kabupaten Serang sendiri masih mengacu kepada Rencana Strategis DPKAD 2011-2015.00 % Sumber: Diolah dari Sub Bagian Program dan Evaluasi Dipenda Kabupaten Serang Namun. Rencana kinerja berisikan Sasaran strategis yang ingin dicapai. Dengan kata lain. Rencana Kinerja Dalam menjalankan misi tersebut. Berikut adalah Rencana Kinerja Tahun 2011 Dinas Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah.196. indikator pencapaian kinerja.85 100. Milyar Rp. Platform ini dituangkan dalam bentuk rencana kinerja tahunan. semenjak fungsi-fungsi DPKAD terpecah. DPKAD memiliki suatu platform.66 13. Milyar % 165.1 Rencana Kerja DPKAD 2011 SASARAN STRATEGIS Sasaran : Meningkatnya Pendapatan dan Kualitas Pengelolaan Keuangan Daerah INDIKATOR KINERJA TARGET SATUAN Meningkatnya jumlah pendapatan daerah Meningkatnya jumlah PAD Meningkatnya rasio PAD terhadap pendapatan daerah Terpenuhinya pengelolaan keuangan daerah yang tertib dan akuntabel 1. Renja 2012 merupakan penjabaran dari Renstra DPKAD 2011-2015 khususnya . Tabel II.9 4. dan target. Mendorong peningkatan mutu pelayanan publik melalui peningkatan sarana dan prasarana dan kualitas sumber daya manusia (SDM).45 Rp.

Target ini bisa dicapai dengan merealisasikan rencana penerimaan.756. Sekretaris membawahi: 1. Kepala Dinas dibantu oleh Sekretaris dan 4 Kepala Bidang.893.1 Alur Pencapaian Target Pendapatan Daerah dari Penerimaan PBB Rencana Target Target DBH Penerimaan PBB Pendapatan tercapai tercapai daerah tercapai Sumber: Diolah dari Sub Bagian Program dan Evaluasi Dipenda Kabupaten Serang D.500.136. Target DBH dari PBB tahun 2011 adalah Rp 32.197/PMK. pendapatan daerah yang dimaksud di sini adalah Dana Bagi Hasil (DBH) dari PBB sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan No.118.10 yang terkait dengan masalah pendapatan. Secara ringkas alur ini terdapat pada Gambar II. Gambar II. Selanjutnya. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian .1. Dalam hal pengelolaan PBB-P2.07/2010. Rencana Kerja Anggaran (RKA) Dipenda Kabupaten Serang 2012 menjelaskan bahwa Dinas Pendapatan Daerah pada tahun 2012 akan melakukan Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah yang di dalamnya mengandung serangkaian kegiatan Intensifikasi dan Ekstensifikasi Sumber-sumber Pendapatan termasuk pendapatan dari PBB-P2.735. Dana yang disediakan untuk intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah menurut RKA 2011 berjumlah Rp 1. Struktur Organisasi Pegawai Dipenda Kabupaten Serang berjumlah 61 orang. Hasil yang ingin dicapai dengan input dana tersebut adalah tercapainya target pendapatan daerah.

Bidang Pengawasan dan Konsultasi.11 2. Gambar II. Bidang Daerah 3. Bidang BPHTB dan PBB 4. Sub Bagian Keuangan 3. Bidang Perencanaan Pendapatan Daerah 2.2 Struktur Organisasi Dipenda Kabupaten Serang \ Sumber: Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dipenda Kabupaten Serang . Gambar II.2 menjabarkan secara lengkap struktur organisasi Dipenda Kabupaten Serang. Masing-masing Kepala Bidang dibantu 3 orang Kepala Seksi dan sisanya adalah kelompok jabatan fungsional. Sub Bagian Program dan Evaluasi Kepala Bidang terdiri dari: 1.

Sekretariat. yaitu: 1. Pelaksanaan tugas tambahan. Tugas Pokok dan Fungsi Tugas Pokok dan Fungsi Dipenda Kabupaten Serang diatur dalam Peraturan Bupati Serang Nomor 23 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Serang. 2. Pengawasan penyelenggaraan tugas Pemerintahan Daerah di bidang BPHTB dan PBB. Selain itu. dijelaskan juga fungsifungsi bidang BPHTB dan PBB. merencanakan. Pengaturan penyelenggaraan tugas Pemerintahan Daerah di bidang BPHTB dan PBB. Sekretaris. 3. 4. . melaksanakan dan mengawasi penyelenggaraan tugas Pemerintahan Daerah di bidang BPHTB dan PBB. mengatur. Bidang. Pelaksanaan penyelenggaraan tugas Pemerintahan Daerah di bidang BPHTB dan PBB. Perumusan rencana kebijakan penyelenggaraan tugas Pemerintahan Daerah di bidang BPHTB dan PBB. hingga Seksi. Kepala Bidang BPHTB dan PBB yang berkaitan dengan pengelolaan PBB-P2 memiliki tugas memimpin. 5.12 E. dan Bidang BPHTB dan PBB. Pada bagian akhir laporan ini penulis melampirkan tugas pokok dan fungsi dari Kepala Dinas. Peraturan tersebut memuat uraian mengenai tugas dan fungsi mulai dari Kepala Dinas. Menurut lampiran Peraturan Bupati tersebut.

Dipenda Kabupaten Serang telah turut berperan aktif dalam melaksanakan sebagian wewenang pengelolaan PBB-P2 sebagaimana dituangkan dalam perjanjian kerjasama dengan KPP Pratama Serang. Berdasarkan SPOP. dan/atau dimanfaatkan oleh orang pribadi atau Badan. SPOP diisi dengan data yang jelas dan benar. Dipenda Kabupaten Serang belum secara penuh memiliki kewenangan dalam pengelolaan PBB-P2. peraturan ini belum berlaku. bahwa Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan adalah pajak atas pemilikan. dikuasai. kecuali kawasan yang digunakan untuk kegiatan usaha perkebunan. 1. Bagian kesepuluh Perda tersebut menjelaskan mulai dari definisi hingga mekanisme pengenaan PBB-P2. serta disampaikan ke KPP Pratama Serang. . Pengelolaan PBB-P2 di Dipenda Kabupaten Serang PBB-P2 dalam Perda nomor 5 tahun 2010. Namun. Perjanjian kerjasama KPP – Dipenda. Hingga saat ini. penguasaan dan/atau pemanfaatan bumi dan atau bangunan yang dimiliki. KPP Pratama Serang menerbitkan dan mengirimkan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) untuk masing-masing Wajib Pajak. Pengelolaan PBB-P2 di Kabupaten Serang diatur dengan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2010 tentang Pajak Daerah. Dicantumkan pada pasal 48. Pada bagian ketenntuan penutup dijelaskan bahwa peraturan tentang PBB-P2 berlaku paling lambat 1 Januari 2014. dan pertambangan. Wewenang pengelolaan 2. Sampai dengan laporan ini ditulis.13 F. Pendataan objek pajak dilakukan dengan menggunakan Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP). perhutanan.

penyampaian SPPT PBB. Membantu dan memfasilitasi kegiatan pemeliharaan data. Adapun dalam pelaksanaan beberapa tahun terakhir ini. dan Penagihan tunggakan pajak dalam rangka mengoptimalkan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan. Pembetulan Data. pemisahan tugas tersebut diatur dalam Perjanjian Kerjasama Nomor 973/DPKAD/2011 tentang Koordinasi dan Fasilitasi Kegiatan Pemeliharaan Data. 3. STTS dan Penagihan Tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (terlampir). Pembagian tugas dan wewenang dituangkan dalam perjanjian kerjasama antara KPP dan Dinas Pendapatan Daerah. 2. Untuk tahun 2011. Dengan diberlakukannya perjanjian tersebut. Pasal ketiga dalam perjanjian kerjasama tersebut menjelaskan tentang tugas dan wewenang Dipenda Kabupaten Serang dalam pengelolaan PBB-P2. Tugas dan wewenang Dipenda adalah sebagai berikut: 1. pembetulan data. Mengkoordinasikan kegiatan penyampaian SPPT Buku I (Pedesaan) ke tiaptiap Kecamatan dan Desa serta melakukan monitoring / pemantauan terhadap hasil pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan: . Penyampaian SPPT PBB. Memfasilitasi pembentukan Tim Intensifikasi Pajak Bumi dan Bangunan Tingkat Kabupaten Serang yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Bupati. KPP membagi tugas dan wewenangnya dengan Dipenda.14 PBB masih dipegang oleh KPP Pratama Serang. kini berbagai tugas vital terkait penerimaan PBB-P2 dijalankan oleh Pemkab Serang.

Melakukan rekonsiliasi data laporan penerimaan PBB dari Buku I s/d V di Bank/Pos tempat pembayaran dan Bank / Pos Persepsi dan Bank B. 6. PBB sektor pedesaan. penagihan. dan monitoring menjadikan Dipenda Kabupaten Serang sebagai eksekutor utama dalam menentukan keberhasilan pencapaian target penerimaan PBB-P2. 5. Membantu sosialisasi Pajak Bumi dan Bangunan ke Wajib Pajak khususnya mengenai Tata Cara Pendaftaran. Melakukan evaluasi penerimaan PBB Buku I (Pedesaan) di tiap-tiap Kecamatan dan evaluasi di tingkat Kabupaten. PBB sektor pedesaan merupakan salah satu sumber pendapatan yang potensial. Keberatan. dan Pemeliharaan data PBB serta membantu kegiatan penagihan tunggakan pajak PBB. Kabupaten Serang memiliki 314 Desa dan 28 Kecamatan. sosialisasi PBB.478 SPPT yang diterbitkan.O III oleh Tim Intensifikasi PBB.15 4. Pembetulan. Sesuai dengan perjanjian kerjasama. Banyaknya wewenang penting yang diberikan seperti distribusi SPPT. tugas pendistribusian SPPT ini dilimpahkan kepada Dipenda Kabupaten Serang. 3. Hingga laporan ini dibuat tercatat ada 665. Setiap tahunnya. 7. Memberikan Penghargaan kepada Wajib Pajak dan Pengelola PBB baik Kecamatan maupun Desa/Kelurahan yang telah memenuhi target dari pokok ketetapan yang ditetapkan dengan surat. pendistribusian SPPT ini dilakukan oleh Dipenda Kabupaten Serang . pemberian penghargaan.

8% untuk kabupaten/kota. Setelah periode tertentu. Setelah disetorkan. . SPPT yang ditolak karena alamat tidak ditemukan atau hal lain akan dikembalikan ke KPP Pratama Serang. sedangkan 90% untuk pemerintah daerah dibagi 16. 5. 4. Dipenda Kabupaten Serang bekerjasama dengan PT POS Indonesia Cabang Serang untuk pendistribusian SPPT sektor perkotaan. Artinya.2% untuk provinsi.16 dengan menyerahkan seluruh SPPT ke kantor kecamatan. Hingga saat laporan ini ditulis. pengelolaan PBB sektor perkotaan relatif lebih sederhana dan tidak memakan waktu lama. PBB sektor perkotaan. Pembayaran langsung oleh masing-masing wajib pajak ke BRI. penerimaan dari PBB-P2 tidak dapat langsung diakui sebagai pendapatan asli daerah. 64. Dengan demikian. Pembayaran PBB sektor Pedesaan dikolektifkan melalui Kepala Desa setempat. BRI akan menerbitkan Surat Tanda Terima Setoran (STTS) yang merupakan bukti penyetoran untuk masing-masing wajib pajak. Tidak seperti sektor pedesaan. Kepala Desa harus menyetorkan hasil penerimaan ke Bank Rakyat Indonesia (BRI). Selanjutnya kecamatan akan mendistribusikan SPPT ke desa-desa. dan 9% untuk biaya pemungutan. Penerimaannya dibagihasilkan 10% untuk pemerintah pusat yang dibagi 65% ke seluruh kabupaten/kota dan 35% dibagikan untuk insentif kepada kabupaten/kota yang melampaui target penerimaan. Kepala Desa wajib melakukan pencatatan pada suatu buku kendali yang disebut Daftar Penerimaan Harian (DPH). PBB-P2 masih merupakan pajak pusat. Bagi hasil PBB.

penulis merasa perlu mengevaluasi kinerja dalam pengelolaan PBB-P2 oleh Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Serang.17 Penerimaan tersebut dicatat sebagai Bagi Hasil dari Pajak Bumi dan Bangunan. Melihat porsinya yang cukup signifikan terhadap pendapatan daerah. . khususnya Bidang BPHTB dan PBB sebagai aktor penting dalam upaya peningkatan pendapatan daerah.

dan harapan organisasi yang telah disepakati dalam perencanaan strategis suatu organisasi Sementara Gibson (1996) mendefinisikan kinerja sebagai hasil dari pekerjaan yang terkait dengan tujuan organisasi seperti kualitas. kegiatan. Pengertian kinerja. kebijakan untuk mewujudkan visi dan misi. kepercayaan diri. Menurut Mahsun (2009) dalam berbagai literatur mendefinisikan kinerja sebagai tingkat pencapaian atas suatu pelaksanaan program. Meliputi kemampuan yang dimiliki oleh setiap individu seperti pengetahuan. tujuan. 2. dan komitmen. skill. Sedangkan menurut Mahmudi (2005:20). motivasi. Landasan Teori 1.BAB III LANDASAN TEORI DAN PEMBAHASAN A. Faktor personal. arahan dan dukungan yang diberikan oleh manager atau team leader. . Meliputi kemampuan dari seorang manajer seperti kualitas dalam memberikan dorongan. efisien dan kriteria efektivitas kerja lainnya. semangat. Faktor kepemimpinan. faktor faktor yang mempengaruhi kinerja antara lain: 1.

di mana hasil tersebut dipengaruhi oleh berbagai macam faktor.(2012) menjelaskan manajemen kinerja sebagai proses sistematis yang melibatkan pegawai. seperti tekanan dan perubahan lingkungan eksternal dan internal organisasi. 5. 4. baik sebagai individu maupun anggota tim. Meliputi hal-hal yang sifatnya situasional. Meliputi faktor-faktor yang membentuk kerjasama tim seperti kualitas dan semangat yang diberikan oleh rekan dalam satu tim. Menurut Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Republik Indonesia (2008) manajemen kinerja adalah proses strategis dan terpadu untuk menunjang keberhasilan kelompok atau organisasi dengan cara mengembangkan performa unsur-unsur yang membentuk suatu organisasi. program kebijakan. kepercayaan terhadap sesama anggota tim. Meliputi sistem kerja. banyak orang sering menyamakan istilah manajemen kinerja dan pengukuran kinerja. Faktor kontekstual. Manajemen kinerja merupakan suatu sistem yang . Namun demikian. Sementara dalam literatur lain.19 3. Faktor sistem. dalam meningkatkan tingkat pencapaian misi dan tujuan organisasi. 2. proses organisasi dan kultur kinerja organisasi. kekompakkan dan keeratan anggota tim. Manajemen kinerja. dalam upaya mewujudkan harapan atau cita-cita. Berdasarkan pendapat ahli tersebut. Harahap et al. penulis menyimpulkan kinerja sebagai hasil pencapaian dari suatu pelaksanaan kegiatan. fasilitas kerja atau infrastruktur yang diberikan oleh organisasi. Faktor tim.

hingga masyarakat sebagai konsumen . meninjau. Prinsip-prinsip tersebut antara lain: 1. Kontrak kinerja berisikan suatu kesepakatan mengenai indikator kinerja yang ingin dicapai. mengevaluasi dan pelaporan. Obyektivitas dapat diperoleh dengan melibatkan berbagai pihak. Adanya Indikator Kinerja Utama (IKU) yang terukur dan jelas batasan waktunya 3. Kontrak Kinerja terdiri dari Sasaran Strategis (SS). pengukuran kinerja merupakan salah satu komponen dari suatu manajemen kinerja.20 meliputi proses perencanaan. Tolok ukur keberhasilan SS dituangkan dalam bentuk IKU. Indikator Kinerja Utama (IKU). mulai dari atasan. pelaksanaan. Adanya kontrak kinerja (performance contract). peers atau rekan sekerja. Sasaran strategis adalah sasaran jangka panjang yang bersumber dari misi organisasi. Sementara Target IKU adalah suatu ukuran kuantitatif IKU yang ingin dicapai dalam suatu periode tertentu 2. Terdapat suatu siklus manajemen kinerja yang baku dan dipatuhi untuk dilaksanakan bersama 4. Kemudian Direktorat Jenderal Anggaran (2008) juga menjabarkan prinsipprinsip dasar yang harus diperhatikan setiap organisasi dalam menerapkan manajemen kinerja. Terdapat suatu mekanisme penilaian kinerja yang obyektif. Adanya sistem reward and punishment untuk membangun konsistensi dan peningkatan dalam menjalankan manajemen kinerja 5. Dengan kata lain. dan Target IKU.

Jika tidak sesuai. . Perencanaan kinerja juga meliputi strategi dan program kerja yang diperlukan untuk mencapai kinerja yang diinginkan. jika ada perkembangan yang menyebabkan perubahan rencana. Pelaksanaan. evaluasi adalah kegiatan untuk melakukan komparasi antara realisasi masukan (input). Siklus manajemen kinerja yang baku sebagaimana dijelaskan poin ketiga adalah siklus yang terdiri dari: 1. harus dicaritau apa penyebab selisih yang terjadi. Terdapat suatu gaya kepemimpinan yang membentuk semangat dalam menghasilkan performa tinggi. evaluasi kinerja merupakan proses analisis atau penilaian terhadap rencana yang telah ditetapkan dengan realisasi menurut kriteria yang disepakati. maka pelaksanaan harus mengikuti. Evaluasi kinerja. Menerapkan konsep manajemen SDM berbasis kompetensi. berupa penetapan kontrak kinerja lengkap dengan indikator kinerja dan target yang sudah kuantitatif. 3. Dengan kata lain.21 6. 3. meliputi proses analisis apakah realisasi kinerja sesuai dengan rencana yang sudah ditetapkan sebelumnya. 7. Evaluasi kinerja. 2. Seperti yang dijelaskan sebelumnya. keluaran (output) dan hasil (outcome) terhadap rencana dan standar. tahap ini harus dijalankan sesuai dengan rencana. Perencanaan kinerja.

2. Evaluasi program. mekanisme dan prosedur. Evaluasi pengelolaan sumber daya manusia. Evaluasi pengelolaan keuangan. Memperoleh atau meningkatkan pengetahuan. 3. dan 8. dan kelayakan. definisi program adalah cara yang disahkan untuk mencapai tujuan. Evaluasi terhadap sistem dan governance. atau menguji suatu teori sosial atau ekonomi. 4. 6. Evaluasi program sangat penting untuk menunjang peningkatan akuntabilitas instansi. Evaluasi program. 3. Evaluasi kegiatan. efektivitas. Objek tersebut antara lain: 1. Evaluasi terhadap struktur. 2.22 Pada sektor publik. Evaluasi kebijakan. dan . Menuntun arah kebijakan dan inisiatif-inisiatif program di masa yang akan datang. 4. mendapatkan pemahaman yang lebih baik (insight). terdapat beberapa hal yang dapat menjadi objek evaluasi kinerja. Tujuan umum dari evaluasi program adalah: 1. 7. Evaluasi program-program pemerintah merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah sebagai pelaksana kegiatan yang disahkan untuk mencapai tujuan yang disepakati bersama. Evaluasi efisiensi. Memperbaiki pelaksanaan program (penerapan dan hasilnya). kehematan. 5. Menurut Jones (1996).

Analisis logika program Setiap kebijakan publik dirumuskan dan diimplementasikan untuk menjawab kebutuhan sosial atau permasalahan sosial. Cara yang dimaksud adalah dengan menggunakan input dan memproses input tersebut menjadi immediate outputs dan sampai ke long-term outcomes. Meningkatkan akuntabilitas. Evaluasi program dimaksudkan agar dapat memberikan keyakinan bahwa realisasi program sejalan dengan tujuan organisasi. 1) Tahapan Evaluasi Program. Analisis logika program dilakukan untuk mengetahui cara yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut. Jenis evaluasi program. Evaluasi program yang dilakukan secara praktis. Evaluasi program yang dilakukan secara mendalam seperti halnya riset terapan. Ini akan mencerminkan tujuan dan sasaran program yang dirancang. Evaluasi program dilakukan sebagai bentuk dari akuntabilitas penyelenggaraan program. a. . Pada kesempatan studi lapangan ini penulis melaksanakan evaluasi program yang dilakukan secara praktis b. 2. peran evaluasi program di sini adalah untuk membuktikan kebenarannya.23 4. Oleh karena itu. Terdapat dua pendekatan dalam evaluasi program. yaitu: 1. Pelaksanaan program dapat menjadi cerminan apakah suatu organisasi telah melaksanakan misinya dengan baik dan akuntabel.

Penggunaan teknik riviu pencapaian sasaran. survei. . fokus group pemerhati dan target group program sendiri. accomplishment report. Dokumen program: newsletter. 3. catatan proyek dan grant. 2.24 2) Desain evaluasi Desain evaluasi adalah pendekatan atau cara-cara yang diambil dalam mengevaluasi program. laporan statistik. Sumber informasi tersebut dapat berupa: 1. Pengecekan hasil secara uji petik. Pendapat para ahli. Hasil riset. progress report. notulen rapat. dan jajak pendapat yang telah dilakukan terlebih dahulu. rencana kerja. bukti-bukti tanda terima dan bukti-bukti catatan. 2. Desain evaluasi program dengan pendekatan yang lebih praktis dapat diuraikan dalam bentuk langkah dan pengoperasian teknik-teknik sebagai berikut: 1. 3. proposal. angket. analisis. 3) Pengumpulan. Dalam laporan ini penulis akan memaparkan hasil evaluasi kinerja dengan teknik riviu indikator kinerja. dan interpretasi data Sumber informasi untuk evaluasi program dapat diperoleh di berbagai tempat dan pihak. logs. catatan data personalia. Penggunaan teknik riviu indikator kinerja.

sehingga terdapat peluang atau kemungkinan penggunaan alat ukur yang menyesatkan. yaitu: 1) Riviu terhadap indikatornya sendiri. c. Teknik riviu indikator kinerja. Dari uraian di atas. . terdapat dua bagian penting dalam melakukan riviu indikator kinerja ini. dan Target IKU. alat ukur kinerja ataupun tolok ukur kinerja ini kadang-kadang bukanlah alat ukur terbaik.25 4. Biasanya. Kontrak Kinerja terdiri dari Sasaran Strategis (SS). Laporan ini biasanya berisikan simpulan dan saran untuk memperbaiki pelaksanaan program di masa yang akan datang. Jadi. 1) Riviu terhadap indikator kinerja Pengelolaan kinerja organisasi biasanya disertai dengan suatu Kontrak Kinerja yang berisi satu set target kinerja. tidak hanya riviu hasil pengukuran. dan 2) Riviu terhadap capaian indikator kinerja. Indikator Kinerja Utama (IKU). Akan tetapi sering kali alat ukur yang paling mudah penggunaannya. tetapi juga terhadap indikatornya sendiri. rekaman video. dan dokumentasi gambar sebelum dan sesudah program dilaksanakan 4) Pelaporan Tahapan yang terakhir dalam evaluasi program adalah pelaporan hasil evaluasi. Dalam praktik. Riviu indikator kinerja dilakukan tidak hanya terhadap capaian indikator kinerja saja. Riviu juga dilakukan terhadap alat ukurnya sendiri. Foto.

satu indikator mungkin tidak cukup. indikator-indikator kinerja yang disebutkan di atas haruslah memenuhi kriteria indikator kinerja yang baik agar pencapaian kinerja dapat terukur dengan baik pula. untuk hasil yang sifatnya tidak langsung. kriteria indikator kinerja yang baik adalah sebagai berikut: 1. b) sumberdaya yang tersedia untuk memonitor kinerja. artinya suatu kelompok indikator kinerja dan indikator-indikator pendukungnya seharusnya secara cukup dapat mengukur hasil. Untuk hasil yang sifatnya langsung dapat diketahui serta mempunyai pengukuran yang benar dan terbukti. Pertanyaan yang sering dikemukakan adalah: “Berapa indikator kinerja yang harus digunakan untuk mengukur suatu hasil?”. artinya sesuai dengan program dan atau kegiatan sehingga mudah dipahami dalam memberikan informasi yang tepat tentang hasil atau capaian kinerja dari kegiatan dan atau sasaran 2. Spesifik.26 Dalam penyusunannya. Namun. Untuk menentukan beberapa indikator yang akan digunakan perlu dipertimbangkan keseimbangan antara sumberdaya yang tersedia untuk pengukuran kinerja dan jumlah informasi yang diperlukan . Merujuk pada Modul Evaluasi Kinerja Instansi Berbasis Evaluasi Program yang dikembangkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (2005). dan c) jumlah informasi yang diperlukan untuk membuat keputusan yang mamadai. Jawaban atas pertanyaan tersebut tergantung pada a) kompleksitas hasil yang akan diukur. sehingga perlu beberapa indikator untuk mengukur hasil. Cukup. satu indikator sudah dapat dianggap cukup.

dapat dihitung. Obyektif/Tidak bias. atau dapat diobservasi sesuai dengan karakteristik hal yang diinformasikan 5.27 manajer untuk membuat keputusan yang memadai. 2) Riviu terhadap capaian indikator kinerja Riviu terhadap capaian indikator kinerja dilakukan dengan melakukan pembandingan antara realisasi suatu capaian dengan rencananya. . Relevan dan langsung. standar. Namun demikian. Indikator kinerja ditetapkan melalui proses konsultasi yang memadai dengan pihak internal maupun dengan pihak eksternal instansi sesuai dengan aspek yang ditetapkan indikator kinerjanya yang dapat dapat mengukur pencapaian tujuan dan sasaran sebagai dua hal penting yang ingin dicapai oleh instansi. berkaitan dengan yang diukur merupakan faktor yang penting dalam memberikan informasi yang objektif sesuai dengan kelaziman sehingga mudah untuk diperbandingkan 4. Dapat dikuantifikasi. benchmark atau dengan periode yang lalu. Cara yang digunakan dalam melakukan riviu ini intinya menggunakan performance gap analysis. hindari terlalu banyak indikator. 3. tidak memberikan informasi yang keliru jika diinterpretasikan oleh berbagai pengguna. yaitu membandingkan dan kemudian mencari informasi mengapa terjadi perbedaan (gap) antara realisasi capaian dengan data pembandingnya.

yaitu meningkat dan berkembangnya pengelolaan keuangan daerah.1. Dipenda Kabupaten Serang menggunakan input berupa dana. barang modal. dan sebagainya. yaitu tercapainya target Dana Bagi Hasil dari PBB. Tidak hanya sampai disitu. Output. dll. Pembahasan terhadap Pengelolaan PBB-P2 di Dipenda Kabupaten Serang Analisis logika program. spanduk sosialisasi PBB. Proses • Serangkaian kegiatan Intensifikasi dan Ekstensifikasi Sumbersumber Pendapatan Daerah • Piagam penghargaan lunas PBB • DPH PBB • dll Outcomes •Tercapainya target DBH dari PBB Input Output Sumber: Diolah dari Sub Bagian Program dan Evaluasi Dipenda Kabupaten Serang . pegawai. Untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut. input dikonversi menjadi immediate outputs berupa blangko Piagam penghargaan lunas PBB.1 Input. Buku Daftar Penerimaan Harian PBB (DPH PBB). 1. Hal ini secara ringkas terdapat pada Gambar III. dan Outcome Pengelolaan PBB-P2 •Dana •Pegawai •Sarana •Prasarana. kegiatan intensifikasi dan ekstinsifikasi tersebut juga diharapkan menghasilkan long-term outcomes. Rencana dan implementasi kegiatan intensifikasi dan ekstensifikasi sumber- sumber pendapatan daerah bertujuan untuk memenuhi capaian program.28 B. Sewa tempat evaluasi penerimaan PBB dan lain-lain. Proses. Gambar III. Melalui kegiatan tersebut.

Indikator kinerja yang akan diriviu pada bagian ini adalah yang tertera pada Rencana Kerja Anggaran (RKA) DPKAD Tahun 2011. transfer. termasuk juga Dana Bagi Hasil dari PBB. Evaluasi pengelolaan PBB-P2 di Dipenda Kabupaten Serang. RKA ini digunakan ketika fungsi pendapatan masih dalam satu naungan DPKAD selaku PPKD.241 lbr SPPT 4.1 Rencana Kerja Anggaran DPKAD 2011 Program Kegiatan : : Program peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah Intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah INDIKATOR & TOLOK UKUR INDIKATOR Capaian Program Masukan (input) Keluaran (output) TOLOK UKUR KINERJA Meningkat dan berkembangnya pengelolaan keuangan daerah Jumlah Dana Terciptanya tertib administrasi dan tersedianya potensi pendapatan daerah TARGET KINERJA 100% Rp 1.756.136. retribusi. indikator kinerja yang ditampilkan bersifat sangat umum. Indikator kinerja.29 2. Pendapatan daerah di sini bisa berarti pendapatan dari pajak. Dalam hal ini pengelolaan PBB diklasifikasikan kepada kegiatan intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah. .500 24. Tabel III. a.500 lbr SKPD Dll Hasil (outcome) Tercapainya target pendapatan daerah 100% Sumber: Diolah dari Sub Bagian Program dan Evaluasi Dipenda Kabupaten Serang Apabila kita cermati tabel di atas.

233 13.2 Rencana Penerimaan PBB-P2 2011 Sektor Pedesaan Perkotaan P2 Rencana penerimaan PBB Rp Rp Rp 7.820. indikator kinerja yang digunakan sebagai parameter keberhasilan pengelolaan PBB-P2 pada tahun 2011 sudah cukup baik jika ditinjau dari lima aspek penilaian kriteria indikator kinerja yang baik.733.148 21.366. 1.186. Untuk mencapai target bagi hasil tersebut.30 Selanjutnya.454.735. target kinerja pengelolaan PBB-P2 dijelaskan lebih spesifik di dalam Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA) DPKAD 2011 pada bagian Pendapatan Daerah dengan uraian Bagi Hasil dari Pajak Bumi dan Bangunan.2.118. .989.893.717 dengan rincian pada Tabel III.197. indikator kinerja sudah sesuai dengan apa yang diinginkan dari kegiatan intensifikasi. Target bagi hasil ditetapkan sebesar Rp 32.221.381 Sumber: Diolah dari Seksi Pendataan dan Informasi Dipenda Kabupaten Serang Menurut pengamatan penulis. Spesifik Untuk saat ini. Tabel III. Indikator ini juga sudah tepat dalam memberikan informasi tentang capaian kinerja dari kegiatan yang dimaksud mulai dari immediate output hingga long-term outcome. target penerimaan PBB-P2 yang harus dicapai adalah sebesar Rp 18. Dengan demikian. indikator ini menjadi logis dan mudah dipahami.

Kontrak kinerja yang ada sekarang bisa dijabarkan secara lebih spesifik. tetapi juga untuk mendidik wajib pajak agar lebih taat dalam membayar pajak. Dengan dijelaskannya indikator. Contoh lain adalah kegiatan “Rekonsiliasi laporan penerimaan PBB dengan Bank dan Pos”. . Cukup Sasaran pada RKA yaitu “Intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah” tidak bersifat langsung dan kompleks. Meskipun demikian. indikator yang ada sekarang tidak dapat menjelaskan apa sebenarnya hasil yang diinginkan dari kegiatan “Sosialisasi Pajak Bumi dan Bangunan kepada Wajib Pajak”. Indikator yang ada sekarang tidak dapat menjelaskan output apa yang diinginkan dari kegiatan tersebut. Sebagai contoh.31 2. baik dari segi ukuran output maupun outcome. untuk saat ini penulis menilai indikator sudah cukup untuk menjelaskan hasil dari sasaran. Pada bagian selanjutnya akan dijelaskan bagaimana tingginya penerimaan PBB tidak serta-merta mencerminkan ketaatan wajib pajak. Dalam hal ini Dipenda perlu membuat indikator untuk mengukur keberhasilan sosialisasi PBB dengan melihat partisipasi langsung masyarakat dalam pembayaran PBB. Tujuan dari sosialisasi ini bukan semata-mata hanya untuk mencapai target penerimaan PBB. penulis memandang ke depannya dalam menghadapi pelimpahan wewenang penuh atas pengelolaan PBB Dipenda harus mengembangkan suatu set indikator kinerja pengelolaan PBB secara lebih khusus. Hal ini dikarenakan indikator kinerja yang ada sekarang tidak dapat menjelaskan ukuran keberhasilan kegiatan pengelolaan PBB.

Indikator disampaikan dalam satuan angka persen. rupiah. Pada bagian ini penulis akan memaparkan hasil pengamatan mengenai penyelesaian tugas yang sudah ditetapkan dalam perjanjian kerjasama KPP – Dipenda. Obyektif dan Tidak Bias Indikator kinerja kegiatan tersebut tidak menimbulkan ambiguitas. Kemudian diperjelas lagi dengan ukuran dari output seperti jumlah Spanduk sosialisasi dan Piagam penghargaan lunas PBB. Sehingga memudahkan pengukuran atas capaian kinerja. buah. 4. dsb. Indikator kinerja tidak seharusnya dikaitkan pada tingkat lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan dengan hasil yang diukur “Tercapainya target pendapatan daerah” sudah menjelaskan ukuran langsung dari suatu hasil (outcome) kegiatan “Intensifikasi dan Ekstensifikasi sumbersumber pendapatan daerah”. Relevan dan langsung Indikator kinerja harus mengukur sedekat mungkin dengan hasil yang akan diukur. b. Dapat dikuantifikasi Indikator kinerja yang digunakan termasuk indikator kuantitatif. . Indikator disebutkan secara jelas berikut capaian kinerja yang memperjelas mengenai apa yang akan diukur. 5. Penyelesaian tugas.32 3. lembar.

Pembetulan.3. Pada tahun 2012. dan penyampaian SPPT 4 Membantu sosialisasi Tata Cara Pendaftaran. dan Pemeliharaan data 5 6 7 Melakukan evaluasi penerimaan PBB Pedesaan tk.33 Tabel III. Keduanya memiliki fungsi yang sama. Tim Intensifikasi PBB bernama Tim Intensifikasi Pajak Daerah. Berikut penjelasan tentang penyelesaian tentang masingmasing kegiatan: 1) Pembentukan Tim Intensifikasi PBB Pembentukan Tim Intensifikasi PBB ini dilaksanakan tiap tahun dan diatur oleh Keputusan Bupati. Dipenda Kabupaten Serang melaksanakan seluruh tugas dan wewenang mulai dari pembentukan Tim Intensifikasi PBB hingga Pemberian penghargaan kepada Kecamatan dan Desa yang lunas. tepatnya pada tanggal 1 Maret 2012 Bupati Serang mengesahkan Keputusan Bupati . Keberatan.3 Pelaksanaan Tugas dan Wewenang Pengelolaan PBB-P2 2011 No 1 2 3 Tugas/Kegiatan Pembentukan Tim Intensifikasi PBB Penyampaian SPPT/DPH Buku I (Pedesaan) dan Monitoring Membantu dan memfasilitasi kegiatan pemeliharaan dan pembetulan data. Pada tahun 2011. Penulis melihat ini merupakan hasil dari sebuah penjadwalan program kerja yang baik dari Dipenda Kabupaten Serang. √ = dilaksanakan o = tidak dilaksanakan x = sebagian dilaksanakan Pelaksanaan √ √ √ √ √ x √ Keterangan simbol: Sumber: Diolah dari Seksi Pendataan dan Informasi Dipenda Kabupaten Serang Sebagaimana yang disajikan pada tabel III. Kecamatan dan Kabupaten Melakukan rekonsiliasi data laporan penerimaan PBB dari Buku I s/d V di Bank/Pos Memberikan Penghargaan kepada Kecamatan dan Desa yang telah memenuhi target.

3) Pembantuan pemeliharaan. Kesalahan dapat berupa objek pajak keliru. Tim Intensifikasi PBB diketuai oleh Sekretaris Daerah. maka Dipenda Kabupaten Serang wajib menyampaikan SPPT tersebut. Contoh BAP dilampirkan di akhir laporan ini. Keputusan Bupati tersebut juga mengatur tentang tugas pokok dan fungsi Tim Intensifikasi PBB. yaitu Kepala Dipenda Kabupaten Serang dan Kepala Kantor KPP Pratama Serang. 2) Penyampaian SPPT dan DPH pedesaan Setelah KPP Pratama Serang menyerahkan SPPT Pedesaan ke pihak Dipenda. Kegiatan ini diselesaikan pada bulan April. Setelah diserahkan. objek pajak belum didata. pembetulan data PBB. . Monitoring dilakukan setiap tiga bulan sekali sejak SPPT diserahkan pertama kali. Pelaksanaan kegiatan ini ditandai dengan penyerahan SPPT dan DPH kepada 28 Kecamatan. Dalam hal ini Dipenda Kabupaten Serang membantu KPP Pratama Serang dalam mengatur kegiatan verifikasi data SPPT. Dipenda Kabupaten Serang wajib melakukan monitoring ke desa-desa untuk mengetahui perkembangan distribusi SPPT.Org/2012 tentang Pembentukan Tim Intensifikasi di Kabupaten Serang Tahun 2012. dibantu oleh dua wakil ketua.34 Serang Nomor: 973/Kep. dobel SPPT. dan Penyampaian SPPT Seringkali ditemukan data SPPT yang salah atau tidak sesuai dengan keadaan di lapangan.109-Huk. Pelaksanaannya disertai Berita Acara Penyerahan (BAP) yang ditandatangani Kepala Dinas dan pihak kecamatan setempat. dan sebagainya.

Namun. sosialisasi ini dilaksanakan pada bulan Maret. Contoh laporan kegiatan verifikasi dan daftar perubahan SPPT dilampirkan di bagian akhir laporan ini. Menurut Nota Perjalanan Dinas yang ada. SPPT Perkotaan disampaikan lewat Kantor Pos.874 SPPT yang bermasalah. Pada tahun 2011. 4) Pembantuan sosialisasi PBB Sosialisasi dilakukan oleh KPP Pratama Serang dan Dipenda Kabupaten Serang. sayangnya dokumentasi kegiatan rekonsiliasi sangat minim.35 Mekanisme pengumpulan data verifikasi SPPT yang bermasalah adalah dari kecamatan diserahkan ke DPKAD kabupaten Serang paling lambat tanggal 28 Mei 2011 disertai surat pengantar dari Kecamatan. pelaksanaan evaluasi tingkat kecamatan dilaksanakan pada bulan Juli di aula kecamatan dan dihadiri oleh Tim Intensifikasi PBB. 5) Pelaksanaan evaluasi penerimaan PBB Pedesaan Berdasarkan notulensi yang dibuat. 6) Rekonsiliasi data laporan penerimaan PBB Konfirmasi mengenai penerimaan PBB ke Bank dan Pos sudah dilakukan. Penyampaian SPPT yang dimaksud disini adalah untuk PBB Sektor Perkotaan. terdapat 10. sehingga penulis tidak dapat melihat data rekonsiliasi secara utuh. . Sebelum dikembalikan ke KPP Pratama Serang data tersebut dikoreksi dan dicatat oleh petugas yang ditunjuk. Evaluasi tingkat Kabupaten dilaksanakan pada bulan Agustus di aula Sekretariat Daerah.

186.250 melebihi target yang ditetapkan.873. Sektor perkotaan melampaui target hingga 122.454. Namun. Sebagaimana ditunjukkan pada Tabel III.36 7) Pemberian penghargaan pada kecamatan dan desa lunas Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan keputusan bupati. Pada tahun 2011 realisasi penerimaan sektor pedesaan mencapai 60.631.735.071.381 21. Kecamatan yang lunas diberi sejumlah insentif dan hadiah. c.148 16.74%.366. Pencapaian positif ini tidak terlepas juga dari penerimaan PBB dari sektor pedesaan dan perkotaan yang cukup baik.99% 122.012 21.198. penulis melihat ada kekurangan dalam pelaksanaan pemberian penghargaan yang akan diungkapkan pada bagian selanjutnya. Laporan Realisasi Anggaran sampai dengan Desember 2011 menunjukkan Bagi Hasil dari PBB melampaui target yang seharusnya.4 Realisasi PBB-P2 Tahun 2011 No Sektor 1 2 Pedesaan Perkotaan SKB Repen 2011 7. Selanjutnya.197. Pada tahun 2011. Tiap tahunnya ketentuan pemberian penghargaan selalu berubah.46% 13.443. Pendapatan dari sektor ini mencapai Rp 49.989.782 % 60. Tabel III.910.893.820. yaitu Rp 32.99%.74% 99.4.118.233 Realisasi 4. dengan data yang tersedia ini dilakukan performace gap analysis terhadap realisasi kinerja dari masing-masing sektor. Capaian kinerja.859.794 Sumber: Diolah dari Seksi Pendataan dan Informasi Dipenda Kabupaten Serang .279.

451. Beberapa kasus ditemukan kepala desa/calon kades menjanjikan warga setempat bebas dari PBB apabila terus mendukung kepala desa yang bersangkutan. hal ini . 69%. Ketika dilakukan monitoring. Seringkali pendistribusian SPPT lewat Kepala Desa ini terlambat. kepala desa mengeluhkan banyak warga yang tidak mau bayar karena tidak merasakan kontraprestasi langsung. penulis mencoba mencari tahu apa penyebab dari tidak tercapainya target tersebut. dan 4 kecamatan masih dibawah 40%.37 1) Sektor pedesaan Tercatat hingga tanggal 31 Desember 2011 jumlah desa yang lunas adalah 157 desa dari total 314 desa yang ada di Kabupaten Serang.d. 9 kecamatan dengan capaian target 70% s. c) PBB jadi alat politik kepala desa.116. Terdapat 5 kecamatan yang mencapai target hingga 100%. Selama masa studi lapangan. Walaupun pada akhirnya PBB desa tersebut lunas dibayar oleh kepala desa. Dengan demikian total selisih yang tidak terealisasi adalah sebesar Rp 3. sehingga waktu diterimanya SPPT sampai dengan tanggal jatuh tempo semakin singkat. 10 kecamatan mencapai 45% s.d. 92%. Ini menunjukkan bahwa sosialisasi di kecamatan dan desa belum mencapai hasil maksimal.174. b) Kesadaran masyarakat masih rendah. Berikut adalah permasalahan yang kerap dihadapi Dipenda dalam pengelolaan PBB sektor pedesaan: a) Pendistribusian SPPT lewat Kepala Desa. Belum lagi jika ada data yang salah dan harus dikembalikan ke KPP.

2) Sektor perkotaan Penerimaan PBB sektor perkotaan pada tahun 2011 menunjukkan hasil yang sangat positif. pembayaran bisa langsung melalui bank yang ditunjuk Pemerintah Daerah. Masalah yang sering ditemukan adalah pembayaran PBB lewat Bank . sehingga masalah sektor pedesaan yang timbul sebagaimana dijelaskan sebelumnya bisa diminimalkan. pembayaran PBB dikolektifkan melalui kepala desa. Selain itu. Karena jarak desa cukup jauh dari bank yang ditunjuk pemerintah. Masalahmasalah yang terjadi di sektor pedesaan tidak terjadi atau diminimalkan di sektor perkotaan. karena lokasinya yang relatif mudah dijangkau.38 sangat tidak mendidik dan dapat semakin mengerdilkan kesadaran masyarakat terhadap kewajibannya untuk membayar pajak. tingginya penerimaan dari sektor perkotaan ini juga tidak menunjukkan bahwa tidak ada masalah yang dihadapi sama sekali dalam pengelolaannya. Namun. Distribusi SPPT melalui POS juga langsung kepada WP. Lain halnya dengan sektor pedesaan yang pembayarannya melalui kepala desa. d) Pembayaran PBB perdesaan rentan terhadap kecurangan. Kemungkinan kecurangan dilakukan oleh pejabat desa sangat besar. Dari hasil pengamatan penulis. hal ini dikarenakan pengelolaan PBB sektor perkotaan sudah lebih rapi dibandingkan dengan sektor pedesaan. Rangkap fungsi seringkali terjadi di mana fungsi pencatatan dan penerimaan menjadi satu.

Setiap tahun ketetapan mengenai jumlah uang insentif yang dibagikan per kecamatan dan desa senantiasa mengalami perubahan.000 untuk setiap desa yang mencapai target penerimaan. 3) Pemberian penghargaan Salah satu upaya yang dilakukan Dipenda dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan penerimaan PBB Sektor Pedesaan adalah dengan memberikan penghargaan kepada kecamatan dan desa pengelola PBB yang mencapai target penerimaan. Sebagaimana yang dapat kita lihat pada lampiran 10. Banyak data pembayaran tidak terekam oleh KPP. yaitu Rp 5. Akibatnya. Penulis melihat prestasi yang ditunjukkan dari sektor perkotaan ini merupakan modal yang baik dalam menghadapi pelimpahan wewenang PBB tahun 2014. Adapun untuk kecamatan yang lunas mendapat tambahan penghargaan berupa satu unit sepeda motor. sering terjadi kasus dimana wajib pajak sudah merasa membayar PBB. penulis menganggap upaya ini belum menunjukan hasil yang cukup signifikan. penghargaan diberikan dalam bentuk piagam dan uang insentif. Kecamatan tidak diberikan . Dipenda harus bisa mempertahankan prestasi ini dan terus mengimplementasikan solusi-solusi yang dapat menyelesaikan masalah yang dari sekarang sudah dapat teridentifikasi. Dalam tiga tahun terakhir ini. Namun demikian.39 Rakyat Indonesia (BRI) yang tidak online ke KPP. pada tahun 2009 tarif yang digunakan dalam pembagian uang insentif bersifat flat.000. Dari hasil penelitian yang penulis lakukan. tapi ternyata masih menjadi tunggakan di tahun berikutnya. Setiap tahunnya pemberian penghargaaan ini diatur oleh Keputusan Bupati.

00% 40. 25% untuk desa yang lunas sebelum jatuh tempo.8% x target PBB).00% 0. Gambar III. Jumlah uang yang diberikan berbeda-beda disesuaikan dengan target penerimaan yang tercapai oleh masing-masing kecamatan dan desa. pembagian uang insentif dihitung berdasarkan persentase yang ditetapkan yaitu 3. Gambar III. Selanjutnya. Selanjutnya. Uang insentif yang berhak diterima oleh kecamatan dan desa adalah tarif tersebut dikalikan dengan bagi hasil kabupaten (64.00% 20.2 Realisasi Penerimaan PBB Sektor Pedesaan 2007-2011 70. Memasuki tahun 2010. Dipenda mulai memberlakukan tarif progressive. pada tahun 2011. dan 20% untuk desa yang lunas dalam periode setelah jatuh tempo sampai dengan akhir Desember.00% 60.5% untuk kecamatan.00% 2007 2008 2009 2010 2011 Sumber: Diolah dari Seksi Pendataan dan Informasi Dipenda Kabupaten Serang .2 menunjukkan tren penerimaan PBB selama lima tahun terakhir.00% 10. akan diulas sejauh mana keberhasilan upaya pemberian penghargaan ini dalam mempertahankan dan meningkatkan penerimaan PBB.00% 30.00% 50.40 penghargaan berupa uang.

Tren positif baru terjadi di tahun 2011. Di tahun berikutnya. . meskipun di tahun 2011 bangkit kembali menjadi 61%. Hal tersebut tercermin ketika Dipenda gagal mempertahankan realisasi penerimaan dari 66. prestasi tersebut tidak berhasil dipertahankan sehingga capaian realisasi penerimaan turun menjadi 64.16%. Penurunan realisasi penerimaan kembali dialami dua tahun berturut-turut hingga menyentuh angka 59. Simpulan yang dapat penulis ambil dari kondisi tersebut adalah pemberian penghargaan kepada kecamatan dan desa lunas PBB tidak selalu berhasil dalam memenuhi harapan dari terselenggaranya kegiatan tersebut.80% pada 2009. Dengan demikian. Realisasi penerimaan pada tahun tersebut naik menjadi 61%.23%.46% pada 2010.41 Pada tahun 2007 realisasi penerimaan PBB mencapai 66. secara sederhana bisa dikatakan pula bahwa pemberian penghargaan tidak terlalu signifikan dampaknya dalam mempertahankan serta meningkatkan realisasi penerimaan PBB sektor pedesaan.16% jatuh menjadi 48. dan 48.46%.

Hal 42 .782.989.BAB IV PENUTUP A.454. indikator kinerja yang ada sekarang kurang cocok untuk menghadapi tahun 2014.d. 69%. penulis akan mengambil simpulan berdasarkan uraian-uraian yang telah dijelaskan dalam bab. Hal ini dikarenakan indikator yang ada sekarang tidak dapat menjelaskan ukuran keberhasilan dari tiap-tiap kegiatan pengelolaan PBB. dan 4 kecamatan masih dibawah 40%.233 hanya terealisasi sebesar Rp 4. relevan. 9 kecamatan dengan capaian target 70% s. dan tidak bias. Indikator kinerja yang dimiliki Dipenda sekarang sudah sesuai dengan kriteria suatu indikator kinerja yang baik yaitu spesifik. Namun. Penerimaan sektor pedesaan tidak mencapai target.873.bab sebelumnya mengenai pengelolaan PBB-P2 oleh Dipenda Kabupaten Serang. dapat dikuantifikasikan. 2. langsung. Simpulan Sebagai hasil akhir dari penulisan Laporan Studi Lapangan ini. obyektif. 10 kecamatan mencapai 40% s. Terdapat 5 kecamatan yang mencapai target hingga 100%. Jumlah desa yang lunas adalah 157 desa dari total 314 desa yang ada di Kabupaten Serang. 92%.d.279. cukup. Penulis menarik kesimpulan bahwa: 1. Dengan demikian penerimaan PBB dari sektor ini yang ditargetkan Rp 7.

012 dan melampaui angka yang ditargetkan sebelumnya. Saran Berdasarkan simpulan. Menyikapi permasalahan yang terjadi. masalah yang timbul akibat pembayaran lewat BRI yang tidak online ke KPP masih menjadi ganjalan besar. Penerimaan PBB sektor perkotaan pada tahun 2011 menunjukkan hasil yang sangat baik. kesadaran masyarakat masih rendah.148. pembayaran PBB perdesaan melalui kepala desa rentan terhadap kecurangan 3.366. ini dikarenakan mekanisme distribusi dan pembayaran SPPT sektor perkotaan sudah lebih rapi dibandingkan dengan sektor pedesaan. B. meskipun di tahun 2011 bangkit kembali menjadi 61%.197. penulis memberikan saran-saran untuk Dipenda Kabupaten Serang agar bisa memperbaiki kinerja di masa yang akan datang. Penerimaan di sektor ini mencapai Rp 16. Pemberian penghargaan tidak terlalu signifikan dampaknya dalam mempertahankan serta meningkatkan realisasi penerimaan PBB sektor pedesaan.43 ini banyak disebabkan oleh masalah-masalah seperti pendistribusian SPPT lewat Kepala Desa sering terlambat. yang terbukti ketika Dipenda Kabupaten Serang gagal mempertahankan realisasi penerimaan dari 66.631. PBB jadi alat politik kepala desa.16% jatuh menjadi 48. penulis menyarankan: . Namun demikian. sehingga masalah-masalah yang terjadi di sektor pedesaan bisa diminimalkan. yaitu Rp 13. 4.198.46%. Dari hasil pengamatan penulis.

Pemberian penghargaan perlu dibarengi juga dengan pemberian sanksi yang lebih tegas. 2. Sanksi bisa dikenakan kepada kecamatan dengan capaian terendah atau desadesa yang tidak lunas. Indikator kinerja yang dimaksud dituangkan dalam bentuk tabel yang dapat dilihat pada lampiran 12. Dalam jangka pendek. Kontrak kinerja yang ada sekarang bisa dijabarkan lagi sehingga bisa menjelaskan indikator kinerja pengelolaan PBB-P2 secara lebih spesifik. Dipenda dapat mengaji ulang kegiatan pemberian penghargaan kepada kecamatan dan desa. Dipenda harus memperhatikan konsep reward and punishment yang diterapkan dalam kegiatan tersebut. Dipenda harus mengembangkan suatu set indikator kinerja pengelolaan PBB secara lebih khusus. tidak selalu tercapainya harapan untuk mempertahankan dan meningkatkan realisasi penerimaan disebabkan oleh tidak seimbangnya imbalan dan sanksi yang diberikan pada kegiatan ini. . Masalah dalam pengelolaan PBB sektor pedesaan cukup banyak dan butuh waktu dalam penanganannya. Dalam menghadapi tahun 2014. Hal ini dimaksudkan agar setiap kegiatan pengelolaan PBB bisa menjadi suatu langkah kecil yang tepat sasaran dalam mewujudkan outcome bahkan visi besar Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Serang dan masyarakat dari Kabupaten Serang itu sendiri.44 1. Menurut penulis. Selama 20 hari masa studi lapangan penulis mencoba merumuskan penetapan kinerja yang mungkin dapat menjadi rujukan dalam mendesain indikator kinerja yang lebih spesifik.

Dipenda Kabupaten Serang juga sebaiknya tidak lupa untuk memetakan fokus terhadap persiapan pengelolaan PBB-P2 yang akan dilaksanakan secara mandiri pada tahun 2014. Selain saran yang dijelaskan di atas. Mengingat sisa waktu yang tidak banyak lagi. Keberadaan UPTD di kecamatan sangat penting untuk menyederhanakan administrasi dan meminimalkan kesalahan dan kecurangan. penulis menyarankan Dipenda Kabupaten Serang segera melakukan gerak cepat. penulis meminta tanggapan dari Kepala Bidang BPHTB dan PBB yang juga bertindak sebagai Sekretaris Tim Intensifikasi . 5. pembayaran. Oleh karenanya. Namun. dan pengawasan. Dipenda Kabupaten Serang dapat membuat sejumlah Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di kecamatan untuk menjalankan fungsi-fungsi seperti distribusi. Prestasi dalam pengelolaan sektor perkotaan harus bisa dipertahankan. pencatatan. 4.45 3. C. Dipenda Kabupaten Serang harus segera merancang mekanisme pembayaran yang lebih baik lagi. Hal ini dilakukan agar masalah yang timbul karena tidak online-nya BRI ke KPP tidak terjadi lagi ketika kelak PBB-P2 sudah dikelola secara mandiri. Persiapan ini bisa dimulai dengan melakukan studi banding ke Dipenda yang sudah lebih dahulu mengelola PBB-P2 secara mandiri serta mengadakan pembahasan dengan KPP Pratama Serang. Tanggapan Dipenda Kabupaten Serang Dalam penyusunan laporan ini penulis mengharapkan umpan balik dari Dipenda Kabupaten Serang. Dalam jangka panjang. Mekanisme pendistribusian SPPT melalui POS sudah tepat.

Berita acara wawancara terlampir pada bagian akhir laporan ini. penetapan kinerja dan indikator sebagaimana yang telah disarankan belum dapat dilakukan dalam jangka pendek. Namun. 2. Pengkajian akan dilakukan. Penulis meminta tanggapan melalui wawancara. Saat ini ruang gerak Dipenda Kabupaten Serang dalam mengelola PBB-P2 masih sangat terbatas.46 PBB atas saran yang penulis berikan. saran tersebut tetap dapat diakomodasi sebagai rujukan untuk penetapan kinerja tahun 2014. Konsep reward dan punishment sebenarnya sudah diatur dalam Peraturan Bupati Nomor 51 Tahun 2009 yang menjelaskan Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2006 tentang Alokasi Dana Perimbangan Desa di Kabupaten Serang. . maka desa tersebut tidak mendapatkan Alokasi Dana Perimbangan Desa (ADPD). Namun demikian. Hal tersebut diakibatkan pengelolaan PBB-P2 masih dipusatkan di KPP Pratama Serang. punishment yang ada tampaknya belum cukup memberikan efek jera. Dipenda Kabupaten Serang setuju dengan pengkajian ulang atas pemberian sanksi yang lebih berat. Sanksi yang berlaku di antaranya adalah bagi desa yang penerimaan PBB-nya tidak mencapai 70%. Dijelaskan dalam BAB XII mengenai penghargaan dan sanksi. tetapi tidak dalam jangka pendek karena saat ini Dipenda Kabupaten Serang belum memiliki wewenang untuk melaksanakannya. Berikut tanggapan atas saran yang dimaksud: 1. Oleh karena itu.

Sejak Dipenda Kabupaten Serang berdiri. Dipenda Kabupaten Serang sangat setuju bahwa masalah sistem pembayaran PBB-P2 ini harus menjadi perhatian khusus. lokasi UPTD. hingga kini Dipenda Kabupaten Serang telah melakukan penjajakan dengan Bank Jabar-Banten dan 80 Bank lain untuk pengembangan sistem pembayaran online.47 3. Namun. Kepala Bidang PBB dan BPHTB juga menuturkan akan menampung saransaran yang telah penulis berikan dan mengharapkan lebih banyak lagi saran-saran untuk kemajuan Dipenda Kabupaten Serang di masa yang akan datang. Bahkan. Kanwil Pajak Banten. 4. Dipenda Kabupaten Serang setuju dengan dibentuknya UPTD di kecamatan. struktur organisasinya sudah mencanangkan untuk diadakannya UPTD. Dalam mempersiapkan pengelolaan PBB-P2 secara mandiri. dan jumlah pegawai yang dipekerjakan. Oleh karenanya. Dipenda Kabupaten Serang perlu mengadakan perencanaan yang matang agar UPTD tidak hanya ada. dan Dipenda Kabupaten Serang sendiri seperti yang ditunjukkan di daerah-daerah seperti Kota Bekasi dan Kabupaten Sleman. . tetapi juga bisa menjalankan tugasnya dengan baik. 5. pengadaan UPTD ini membutuhkan banyak pertimbangan seperti jumlah dana. Dipenda Kabupaten Serang berharap adanya kerjasama yang baik antara KPP Pratama Serang.

1996.2005. 2009. Tim Studi Pengembangan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.Manajemen Kinerja Sektor Publik. 2005. Modul Pelatihan: Penyusunan Penetapan Kinerja.go.L. Peraturan Bupati Serang Nomor 23 Tahun 2012 tentang Tugas Pokok..anggaran. Rudi M. 2012.48 DAFTAR PUSTAKA – 1. Fundamentals of Management.id/web-printlist. Jakarta: Erlangga. Manajemen Kinerja: Menuju Keuanggulan Organisasi Berkinerja Tinggi. Studi Kasus dan Topik Lanjutan. Jakarta: Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Deputi Bidang Akuntabilitas Aparatur Reformasi Birokrasi DJA. Buku dan Sumber Lain Harahap. J. Praktik.depkeu. Dokumen Publik dan Perundang-Undangan Peraturan Daerah Kabupaten Serang Nomor 5 Tahun 2010 tentang Pajak Daerah. Yogyakarta: AMP YKPN Gibson. Pengukuran Kinerja Sektor Publik. Mohamad. Jakarta: Sekolah Tinggi Akuntansi Negara Mahsun. http://www. Fungsi dan Uraian Tugas pada Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Serang Peraturan Daerah Kabupaten Serang Nomor 9 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi Dinas Daerah Kabupaten Serang Peraturan Daerah Kabupaten Serang Nomor 19 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Organisasi Dinas Daerah Kabupaten Serang . Alih Bahasa: Zuhad Ichyaudin. Modul Pelatihan: Evaluasi Kinerja Instansi Berbasis Evaluasi Program.asp?ContentId=373 (diakses 15 Juni 2012) 2. Pengelolaan Akuntabilitas Kinerja Sektor Publik: Konsep. dkk. 2008. Penyunting. Jakarta: Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Deputi Bidang Akuntabilitas Aparatur Tim Studi Pengembangan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Yogyakarta: BPFE YOGYAKARTA Mahmudi. 2005.

98-Huk/2012 Tentang Pemberian Penghargaan Kepada Kecamatan dan Desa Pengelola Pajak Bumi dan Bangunan Lunas Target Tahun 2011 Keputusan Bupati Serang Nomor 002/Kep.175-Huk/2011 tentang Pengesahan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Serang Tahun 2010-2015 Keputusan Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Serang Nomor 900/071/DPKAD/2011 tentang Rencana Strategis Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Tahun Anggaran 2011-2015 Keputusan Bupati Serang Nomor: 973/Kep.166-Huk/2010 Tentang Pemberian Penghargaan Kepada Kecamatan dan Desa atas Prestasi dalam Merealisasikan Target Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Tahun 2009 Perjanjian Kerjasama Nomor 973/DPKAD/2011 Tentang Koordinasi Dan Fasilitasi Kegiatan Pemeliharaan Data.49 Keputusan Bupati Serang Nomor 050/Kep. Stts Dan Penagihan Tunggakan Pajak Bumi Dan Bangunan .109-Huk.Org/2012 tentang Pembentukan Tim Intensifikasi di Kabupaten Serang Tahun 2012 Keputusan Bupati Serang Nomor 002/Kep. Penyampaian Sppt Pbb. Pembetulan Data.35-Huk/2011 Tentang Pemberian Penghargaan Kepada SKPD Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah serta Kecamatan dan Desa Pengelola Pajak Bumi dan Bangunan Lunas Target Tahun 2010 Keputusan Bupati Serang Nomor 002/Kep.

LAMPIRAN .

dan Kepala Bidang PBB dan BPHTB Dipenda Kabupaten Serang 2012 Kepala Dinas a. Pengaturan penyelenggaraan tugas Kesekretariatan Dinas. melaksanakan dan mengawasi penyelenggaraan sebagian tugas Pemerintahan Daerah di bidang Pendapatan. dan Pelaksanaan tugas tambahan. Tugas: Memimpin. (i) (ii) (iii) (iv) (v) Perumusan rencana kebijakan penyelenggaraan tugas Pemerintahan Daerah di bidang BPHTB dan PBB. Pelaksanaan penyelenggaraan tugas Pemerintahan Daerah di bidang BPHTB dan PBB. Tugas: Memimpin. mengatur. dan Pelaksanaan tugas tambahan. merencanakan. Pengawasan penyelenggaraan tugas Pemerintahan Daerah di bidang BPHTB dan PBB. melaksanakan dan mengawasi Penyelenggaraan tugas Pemerintahan Daerah di bidang BPHTB dan PBB.Lampiran 1 Tugas Pokok dan Fungsi Kepala Dinas. (i) (ii) (iii) (iv) (v) Sekretaris a. Pelaksanaan penyelenggaraan tugas Kesekretariatan Dinas. Fungsi: b. Pengawasan Penyelenggaran tugas Pemerintahan Daerah di Pendapatan Daerah. tugas bidang bidang bidang b. merencanakan. Fungsi: Perumusan rencana kebijakan penyelenggaraan operasional tugas Kesekretariatan Dinas. Kepala Bidang PBB dan BPHTB a. Pelaksanaan penyelenggaraan tugas Pemerintahan Daerah di Pendapatan Daerah. dan Pelaksanaan tugas tambahan. (i) (ii) (iii) (iv) (v) dan mengawasi Perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan sebagian Pemerintahan Daerah di bidang Pendapatan Daerah. . Pengaturan penyelenggaraan tugas Pemerintahan Daerah di bidang BPHTB dan PBB. Fungsi: Memimpin. Pengawasan penyelenggaraan tugas Kesekretariatan Dinas. merencanakan. mengatur. melaksanakan penyelenggaraan tugas Kesekretariatan Dinas. Sekretaris. Pengaturan penyelenggaraan tugas Pemerintahan Daerah di Pendapatan Daerah. Tugas: b. mengatur.

Lampiran 2 .

.

.

.

Serang 4.Org/2012 tentang Pembentukan Tim Intensifikasi di Kabupaten Serang Tahun 2012. Para Kasi KPP Pratama Serang 16. Kabid Pengawasan dan Konsultasi Dipenda Kab. Kabag Hukum Setda Kab.Lampiran 3 Susunan dan Tupoksi Tim Intensifikasi PBB 2012 Keputusan Bupati Serang Nomor: 973/Kep. Wakil Bupati Serang Ketua Wakil Ketua Sekretaris Bendahara Sekretaris : Daerah Kabupaten Serang 1. Bupati : Serang 2. Inspektir Kab. Serang 3. Serang Pemegang : Kas pada Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Serang Anggota 1. Serang 5. Kabag Pemerintahan Umum Setda Kab. Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Serang Kepala : Bidang BPHTB dan PBB Dipenda Kab. Serang 11. Kabid Perencanaan Pendapatan Dipenda Kab. Kabag Organisasi Setda Kab. Serang 9. Para Camat se-Kabupaten Serang 12. Kepala Kantor Pos Serang 13. Kabag Pemerintahan Desa Setda Kab. Asisten : Bidang Administrasi Pemerintah Setda Kab Serang 2. Para Pimpinan Cabank Bank Persepsi 14. Kepala : Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Serang 2. Serang 6. Asisten Bidang Administrasi Pembangunan Setda Kab. Keputusan tersebut menetapkan susunan Tim Intensifikasi PBB 2012 adalah sebagai berikut: Pembina 1.109-Huk. Para Pimpinan Bank BRI Unit yang ditunjuk selaku tempat pembayaran 15. Serang 7. Serang 8. Serang 10. Para Kasi di Bidang BPHTB dan PBB Dipenda Kab Serang . Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Kab.

IV dan V (sektor perkotaan). Melakukan penagihan PBB melalui Kepala Desa atau langsung ke Wajib Pajak 9. Pos Indonesia 7. . Menyusun jadwal pelaksanaan penyampaian SPPT PBB baik Buku 1 (sektor pedesaan) maupun Buku II. Pelaksana di Bidang BPHTB dan PBB Dipenda Kab. 2. Melaporkan seluruh hasil kegiatan kepada Bupati. Melakukan Inventarisasi atas perijinan yang dikeluarkan oleh Pemerintah 6. Melakukan pemantauan ke desa atas SPPT Buku I yang telah disampaikan dari Dinas Pendapatan Daerah ke Kecamatan/Desa 8. Melakukan koordinasi dengan Instansi terkait dalam rangka pemeliharaan dan pembetulan basis data PBB 5.17. Menyusun dan mempersiapkan jadwal pelaksanaan penyampaian SPPT. Serang Untuk mewujudkan tujuan tersebut. 4. Melakukan sosialisasi ke Wajib Pajak terkait dengan penerbitan SPPT PBB dan batas akhir jatuh tempo pembayaran PBB 3. tim intensifikasi menjalankan tugas pokoknya antara lain: 1. III. baik yang secara langsung melalui desa maupun yang dikerjasamakan melalui PT. Melakukan konfirmasi kepada Bank yang ditunjuk sebagai tempat pembayaran PBB 10. Para Kepala Desa se-Kabupaten Serang 18. Menginventarisasi setiap permasalahan yang ditemukan di lapangan berkaitan data obyek pajak dan subyek pajak PBB sebagai bahan usulan pelaksanaan pembetulan dan pemutakhiran data PBB 11. Melakukan kegiatan monitoring penyampaian SPPT PBB dan penagihan PBB Buku I ke Desa.

Lampiran 4Lampiran 4 .

Lampiran 5 .

Lampiran 6 Laporan Hasil Verifikasi SPPT Bermasalah .

303 23.739 230 238 1.Lampiran 7 DAFTAR PERUBAHAN SPPT PBB BUKU I (PEDESAAN) TAHUN 2011 Jumlah Dus 1 1 2 1 1 1 1 2 2 3 1 4 1 1 3 2 2 2 1 32 NO KECAMATAN Jumlah Desa SPPT Jumlah PPT Perubahan Jumlah Desa Perubahan Keterangan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Anyar Bandung Baros Cikande Cikeusal Cinangka Ciomas Ciruas Gunung Sari Jawilan Kopo Kragilan Pabuaran Padarincang Pamarayan Pontang Tirtayasa Tunjung Teja Waringin Kurung JUMLAH 10 8 14 12 15 13 11 17 7 9 10 14 7 14 9 15 14 9 11 219 27.424 39.845 13. MM Nip.951 12.876 3 4 7 5 9 6 2 5 6 3 3 11 5 2 8 7 9 4 8 107 Mengetahui.886 29.M Rudy Afandi.lain yang sah Drs.031 809 609 740 473 10.586 22.919 21.756 29.939 22.241 23. E.321 452.591 24. Kepala Bidang Pendapatan Kasi Dana Perimbangan dan Pendapatan lain .277 11.629 20.693 27.050 321 1.508 18.407 39. 19560812 198106 1 003 . 19680420 199208 1 001 Ayip Mamad Salim Nip.300 189 183 490 368 730 454 152 723 347 1.840 15.184 27.

Lampiran 8 .

Lampiran 9 .

.

Lampiran 10 Laporan Hasil Rekonsiliasi Bank .

000.000.8% x Target Penerimaan Diberikan hanya untuk kecamatan yang lunas PBB sebelum jatuh tempo 25% x 64.000 Rp 4.000 Untuk target PBB Rp 300.000.000.000 Rp 2.000.Lampiran 11 Tabel Ketetapan Pembagian Uang Insentif Tahun 2009-2011 Tahun 2009 2010 Pengelola Kecamatan Desa Kecamatan Uang Insentif Rp 0 Rp 5.000 Untuk target PBB Rp 25.000.000.000.000.000 Rp 8.000 Rp 6.000.000.000 Untuk target PBB Rp 14.001 – Rp 25.000 Untuk target PBB > Rp 60.000.000 Desa Rp 4.000 Untuk target PBB > Rp 500.8% x Target Penerimaan Untuk Desa yang lunas PBB setelah jatuh tempo s.000 2011 Kecamatan 3.000.000.000 Untuk target PBB < Rp 14.000 Rp 10. Rp 500.001 – Rp 300.000 Rp 7.000.000 Rp 3.000.000.000 Rp 3.000 Untuk target PBB Rp 150.000.000.000.000.000 Untuk target PBB < Rp 150.000 Untuk target PBB Rp 40.000.001 -.5% x 64.000.001 – Rp 60.8% x Target Penerimaan Untuk Desa yang lunas PBB sebelum jatuh tempo 20% x 64.001 – Rp 40.d akhir Desember 2011 Desa .000.

Terbentuknya Tim Intensifikasi PBB berdasarkan Keputusan Bupati  Penyerahan kembali seluruh SPPT bermasalah ke KPP  665. Keberatan. .  28 Berita acara penyerahan SPPT  Diselenggarakanny a sosialisasi di 28 Kecamatan INDIKATOR KINERJA OUTCOME  Tercapainya target Pendapatan Daerah: Dana Bagi Hasil dari Penerimaan PBB  Kesadaran bayar pajak masyarakat meningkat  Jumlah desa lunas meningkat Membantu sosialisasi Pajak Bumi dan Bangunan ke Wajib Pajak khususnya mengenai Tata Cara Pendaftaran. dan Pemeliharaan data PBB serta membantu kegiatan penagihan tunggakan pajak PBB. STTS dan DPH  Penagihan tunggakan pajak dalam rangka mengoptimalkan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan.Lampiran 12 Tabel Indikator Kinerja Kegiatan Pengelolaan PBB-P2 Program : Program peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah Kegiatan : Pelaksanaan Sebagian Wewenang Pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan INDIKATOR & TOLOK UKUR INDIKATOR SASARAN KINERJA OUTPUT Memfasilitasi pembentukan Tim Intensifikasi Pajak Bumi dan Bangunan Tingkat Kabupaten Serang yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Bupati Membantu kegiatan:  Pemeliharaan data  Pembetulan data Dan memfasilitasi:  Penyampaian SPPT PBB. Pembetulan.478 SPPT diterima 28 kecamatan dan kantor pos.

dan  Bagi hasil 25% dari 64.8% penerimaan PBB kecamatan ybs.5% dari 64.8% penerimaan PBB kecamatan. Laporan hasil evaluasi dari 28 Kecamatan Konfirmasi Bank dan Pos  150 lbr piagam  Insentif 3. Melakukan rekonsiliasi data laporan penerimaan PBB dari Buku I s/d V di Bank/Pos tempat pembayaran dan Bank / Pos Persepsi dan Bank B.O III oleh Tim Intensifikasi PBB. Memberikan Penghargaan kepada Wajib Pajak dan Pengelola PBB baik Kecamatan maupun Desa/Kelurahan yang telah memenuhi target dari pokok ketetapan yang ditetapkan dengan surat. .Melakukan evaluasi penerimaan PBB Buku I (Pedesaan) di tiaptiap Kecamatan dan evaluasi di tingkat Kabupaten.

Lampiran 13 .

MM. : Dra. 4d Cimuncang Pabrik Es Serang – Banten 42111 Riwayat Pendidikan : 1. S.Pd : Islam : Jalan Saleh Baimin RT 01/05 No. Sekolah Tinggi Akuntansi Negara Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Tahun 2009 – 2012 Tahun 1998 – 2001 Tahun 2001 – 2004 Tahun 2004 – 2007 Tahun 2007 – 2009 . SDN 2 Kota Serang 3. SMA Negeri 1 Kota Serang 5. SMPN 1 Kota Serang 4. Toto Sarwono Edi Muljanto. SDN 4 Pandeglang 2.DAFTAR RIWAYAT HIDUP Nama Lengkap : Aulia Tri Utama Tempat. Nur Sriningsih. Tanggal Lahir : Pandeglang. 4 November 1992 Jenis kelamin Nama Ayah Nama Ibu Agama Alamat Rumah : Laki-laki : Ir.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful