P. 1
Tinjauan Kinerja Pengelolaan Pbb-p2 Di Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Serang

Tinjauan Kinerja Pengelolaan Pbb-p2 Di Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Serang

|Views: 977|Likes:
Dipublikasikan oleh misterchest
Pengelolaan PBB-P2 di Kabupaten Serang diatur dengan Peraturan Daerah
Nomor 5 Tahun 2010 tentang Pajak Daerah. Bagian kesepuluh Perda tersebut
menjelaskan mulai dari definisi hingga mekanisme pengenaan PBB-P2. Dicantumkan
pada pasal 48, bahwa Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan adalah
pajak atas pemilikan, penguasaan dan/atau pemanfaatan bumi dan atau bangunan
yang dimiliki, dikuasai, dan/atau dimanfaatkan oleh orang pribadi atau Badan, kecuali
kawasan yang digunakan untuk kegiatan usaha perkebunan, perhutanan, dan
pertambangan. Pada bagian ketenntuan penutup dijelaskan bahwa peraturan tentang
PBB-P2 berlaku paling lambat 1 Januari 2014. Hingga saat ini, peraturan ini belum
berlaku. Namun, Dipenda Kabupaten Serang telah turut berperan aktif dalam
melaksanakan sebagian wewenang pengelolaan PBB-P2 sebagaimana dituangkan
dalam perjanjian kerjasama dengan KPP Pratama Serang.
Pengelolaan PBB-P2 di Kabupaten Serang diatur dengan Peraturan Daerah
Nomor 5 Tahun 2010 tentang Pajak Daerah. Bagian kesepuluh Perda tersebut
menjelaskan mulai dari definisi hingga mekanisme pengenaan PBB-P2. Dicantumkan
pada pasal 48, bahwa Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan adalah
pajak atas pemilikan, penguasaan dan/atau pemanfaatan bumi dan atau bangunan
yang dimiliki, dikuasai, dan/atau dimanfaatkan oleh orang pribadi atau Badan, kecuali
kawasan yang digunakan untuk kegiatan usaha perkebunan, perhutanan, dan
pertambangan. Pada bagian ketenntuan penutup dijelaskan bahwa peraturan tentang
PBB-P2 berlaku paling lambat 1 Januari 2014. Hingga saat ini, peraturan ini belum
berlaku. Namun, Dipenda Kabupaten Serang telah turut berperan aktif dalam
melaksanakan sebagian wewenang pengelolaan PBB-P2 sebagaimana dituangkan
dalam perjanjian kerjasama dengan KPP Pratama Serang.

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: misterchest on Jul 03, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/27/2014

pdf

text

original

Sections

  • PERNYATAAN KEASLIAN LAPORAN STUDI LAPANGAN
  • PERNYATAAN LULUS DARI TIM PENILAI LAPORAN STUDI LAPANGAN
  • A. Latar Belakang
  • B. Tujuan Penulisan
  • C. Pembatasan Masalah
  • D. Metode Penelitian
  • E. Sistematika Penulisan
  • A. Sejarah Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Serang
  • B. Visi dan Misi Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Serang
  • C. Rencana Kinerja
  • Tabel II.1 Rencana Kerja DPKAD 2011
  • Gambar II.1 Alur Pencapaian Target Pendapatan Daerah dari Penerimaan PBB
  • D. Struktur Organisasi
  • Gambar II.2 Struktur Organisasi Dipenda Kabupaten Serang
  • E. Tugas Pokok dan Fungsi
  • F. Pengelolaan PBB-P2 di Dipenda Kabupaten Serang
  • 1. PBB-P2 dalam Perda nomor 5 tahun 2010
  • 2. Perjanjian kerjasama KPP – Dipenda
  • 3. PBB sektor pedesaan
  • 4. PBB sektor perkotaan
  • 5. Bagi hasil PBB
  • A. Landasan Teori
  • 1. Pengertian kinerja
  • 2. Manajemen kinerja
  • 3. Evaluasi kinerja
  • 2. Evaluasi program;
  • 4. Evaluasi program
  • B. Pembahasan terhadap Pengelolaan PBB-P2 di Dipenda Kabupaten Serang
  • 1. Analisis logika program
  • Gambar III.1 Input, Proses, Output, dan Outcome Pengelolaan PBB-P2
  • 2. Evaluasi pengelolaan PBB-P2 di Dipenda Kabupaten Serang
  • Tabel III.1 Rencana Kerja Anggaran DPKAD 2011
  • Tabel III.2 Rencana Penerimaan PBB-P2 2011
  • Tabel III.3 Pelaksanaan Tugas dan Wewenang Pengelolaan PBB-P2 2011
  • Tabel III.4 Realisasi PBB-P2 Tahun 2011
  • Gambar III.2 Realisasi Penerimaan PBB Sektor Pedesaan 2007-2011
  • A. Simpulan
  • B. Saran
  • C. Tanggapan Dipenda Kabupaten Serang
  • DAFTAR PUSTAKA –
  • DAFTAR RIWAYAT HIDUP

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA TANGERANG SELATAN

LAPORAN STUDI LAPANGAN

TINJAUAN KINERJA PENGELOLAAN PBB-P2 DI DINAS PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN SERANG

HALAMAN JUDUL

Diajukan oleh : AULIA TRI UTAMA NPM : 093060016101

Mahasiswa Progam Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi

Untuk memenuhi sebagian dari syarat-syarat Dinyatakan Lulus Program Diploma III Keuangan Tahun 2012

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA TANGERANG SELATAN

PERNYATAAN KEASLIAN LAPORAN STUDI LAPANGAN

NAMA

: AULIA TRI UTAMA

NOMOR POKOK MAHASISWA : 093060016101 DIPLOMA III KEUANGAN SPESIALISASI BIDANG LAPORAN STULAP JUDUL LAPORAN STULAP : AKUNTANSI : AUDIT KINERJA SEKTOR PEMERINTAH : TINJAUAN KINERJA PENGELOLAAN PBB-P2 DI DINAS PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN SERANG

Dengan ini menyatakan bahwa sesungguhnya Laporan Studi Lapangan ini adalah hasil tulisan saya sendiri dan atau tidak terdapat bagian atau keseluruhan tulisan yang saya salin atau tiru tanpa memberikan pengakuan pada penulis aslinya. Bila terbukti saya melakukan tindakan plagiarisme, saya siap dinyatakan tidak lulus dan dicabut gelar yang telah diberikan Tangerang Selatan, 26 Juli 2012 Yang memberi pernyataan

Aulia Tri Utama

ii

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA TANGERANG SELATAN HALAMAN PERSETUJUAN PERSETUJUAN LAPORAN STUDI LAPANGAN

NAMA

: AULIA TRI UTAMA

NOMOR POKOK MAHASISWA : 093060016101 DIPLOMA III KEUANGAN SPESIALISASI BIDANG LAPORAN STULAP JUDUL LAPORAN STULAP : AKUNTANSI : AUDIT KINERJA SEKTOR PEMERINTAH : TINJAUAN KINERJA PENGELOLAAN PBB-P2 DI DINAS PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN SERANG

Mengetahui Kepala Bidang Akademis Pendidikan Ajun Akuntan

Menyetujui Dosen Pembimbing,

Fadlil Usman, Ak, M.Acc NIP : 196210101983021001

Rudy M. Harahap Ak, M.M, M.Comm

iii

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA TANGERANG SELATAN

PERNYATAAN LULUS DARI TIM PENILAI LAPORAN STUDI LAPANGAN

NAMA

: AULIA TRI UTAMA

NOMOR POKOK MAHASISWA : 093060016101 DIPLOMA III KEUANGAN SPESIALISASI BIDANG LAPORAN STULAP JUDUL LAPORAN STULAP : AKUNTANSI : AUDIT KINERJA SEKTOR PEMERINTAH : TINJAUAN KINERJA PENGELOLAAN PBB-P2 DI DINAS PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN SERANG

Tangerang Selatan,

Agustus 2012

1.

……………………………… Rudy M. Harahap Ak, M.M, M.Comm

Penilai I/Pembimbing

2.

............................................... Drs. Mubasyiran Harun, Ak.

Penilai II

iv

4. Bapak Fadlil Usman Ak. M.M. M.KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena atas segala rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Studi Lapangan dan Laporan Studi Lapangan dengan judul “TINJAUAN KINERJA PENGELOLAAN PBB-P2 DI DINAS PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN SERANG”. Mubasyiran Harun. v . Laporan Studi ini merupakan hasil dari proses Studi Lapangan yang dilakukan sejak tanggal 11 Juni 2012 hingga 6 Juli 2012 bertempat di Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Serang.A. selaku Direktur Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.Acc. M. 2. khususnya kepada: 1. 3. Penulis menyadari penyusunan Laporan Studi Lapangan ini tidak dapat terselenggara sesuai dengan rencana bila tidak didukung oleh banyak pihak. selaku Kepala Bidang Akademis Pendidikan Ajun Akuntan.B. Ak. M.Comm. selaku Dosen Pembimbing yang rela meluangkan waktu dan tenaganya untuk membimbing penulis selama proses penulisan laporan ini sehingga laporan ini dapat diselesaikan. Bapak Drs. Harahap Ak. Pada laporan ini penulis membahas mengenai kinerja sebagian wewenang pengelolaan PBB-P2 oleh Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Serang sebagaimana diatur dalam surat perjanjian dengan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Serang. Bapak Kusmanadji Ak. selaku Dosen Penilai. Bapak Rudy M.

Papa. dan memberikan ilmu pengetahuan kepada penulis selama menimba ilmu di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Mama. dan Kakak-kakak yang selalu hadir untuk mendukung demi keberhasilan penulis. Bapak Arif Roikhan. 6. Bapak Fairu Zabadi. Bapak Noorcahyo. membimbing. 11.5. 12. dan membantu penulis dalam memberikan ide-ide guna memperoleh data yang diperlukan. selaku Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Serang yang telah mengizinkan penulis untuk studi lapangan di Dinas Pendapatan. selaku pembimbing lapangan di Dinas Pendapatan Daerah Bidang BPHTB dan PBB yang telah membimbing penulis selama melakukan studi lapangan 9. Seluruh Dosen yang telah mendidik. Terima kasih atas kerja samanya selama proses studi lapangan. Seluruh keluarga besar Dinas Pendapatan dan Setda Bidang Akuntansi atas pengalaman berharga yang diberikan. 7. selaku Kepala Bidang BPHTB dan PBB Dipenda Kabupaten Serang yang telah memberikan izin untuk melakukan studi lapangan di Bidang Akuntansi. Keluarga besar Himastaba selaku organisasi daerah asal Banten. 8. vi . Bapak Toto Suharto yang telah memberikan kata-kata yang memotivasi untuk terus menyelesaikan laporan ini. 10.

15. Seluruh pihak yang telah membantu dalam penyelesaian laporan ini. Fahmi. Teman-teman sesama dosen pembimbing (Muhajir. dan Anggara) yang telah banyak membantu dalam mengoreksi laporan studi lapangan.. Ghofran. Tyo dan rekan-rekan penulis selama menuntut ilmu di Program Diploma III Keuangan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Penulis menyadari akan segala kekurangan Laporan Studi Lapangan ini.13. Tangerang Selatan.Penulis berharap Laporan Studi Lapangan ini dapat digunakan oleh sebagai salah satu sumber yang berguna pagi para pembaca. baik secara langsung maupun tidak yang tidak mungkin untuk disebutkan satu-persatu. Penulis selalu mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan Laporan Studi Lapangan ini. Rossy. Oleh karena itu. 14. Nanda. 29 Agustus 2012 Aulia Tri Utama vii . Penulisan Laporan Studi Lapangan ini bertujuan untuk memenuhi sebagian dari syarat-syarat dinyatakan lulus Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Feri.

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ...................................................................................................... i PERNYATAAN KEASLIAN LAPORAN STUDI LAPANGAN ................................ii HALAMAN PERSETUJUAN..................................................................................... iii PERNYATAAN LULUS DARI TIM PENILAI LAPORAN STUDI LAPANGAN .. iv KATA PENGANTAR ................................................................................................... v DAFTAR ISI.............................................................................................................. viii DAFTAR TABEL .......................................................................................................... x DAFTAR GAMBAR .................................................................................................... xi DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................................xii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ....................................................................................... 1 B. Tujuan Penulisan .................................................................................... 3 C. Pembatasan Masalah .............................................................................. 3 D. Metode Penelitian ................................................................................... 3 E. Sistematika Penulisan ............................................................................. 4 BAB II DATA DAN FAKTA A. Sejarah Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Serang ........................... 6 B. Visi dan Misi Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Serang ................. 8 C. Rencana Kinerja ..................................................................................... 9 D. Struktur Organisasi ............................................................................... 10 E. Tugas Pokok dan Fungsi ...................................................................... 12 F. Pengelolaan PBB-P2 di Dipenda Kabupaten Serang ........................... 13

viii

1. PBB-P2 dalam Perda nomor 5 tahun 2010. ..................................... 13 2. Perjanjian kerjasama KPP – Dipenda. ............................................. 13 3. PBB sektor pedesaan. ...................................................................... 15 4. PBB sektor perkotaan. ..................................................................... 16 5. Bagi hasil PBB. ............................................................................... 16 BAB III LANDASAN TEORI DAN PEMBAHASAN A. Landasan Teori ..................................................................................... 18 1. Pengertian kinerja. ........................................................................... 18 2. Manajemen kinerja. ......................................................................... 19 3. Evaluasi kinerja. .............................................................................. 21 4. Evaluasi program. ............................................................................ 22 B. Pembahasan terhadap Pengelolaan PBB-P2 di Dipenda Kabupaten Serang ................................................................................................... 28 1. Analisis logika program. ................................................................. 28 2. Evaluasi pengelolaan PBB-P2 di Dipenda Kabupaten Serang. ....... 29 BAB IV SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan............................................................................................... 42 B. Saran ..................................................................................................... 43 C. Tanggapan Dipenda Kabupaten Serang ............................................... 45 DAFTAR PUSTAKA DAFTAR RIWAYAT HIDUP

ix

DAFTAR TABEL
Tabel II.1 Rencana Kerja DPKAD 2011 ..................................................................... 9 Tabel III.1 Rencana Kerja Anggaran DPKAD 2011 ................................................. 29 Tabel III.2 Rencana Penerimaan PBB-P2 2011 ........................................................ 30 Tabel III.3 Pelaksanaan Tugas dan Wewenang Pengelolaan PBB-P2 2011 ............. 33 Tabel III.4 Realisasi PBB-P2 Tahun 2011 ................................................................ 36

x

DAFTAR GAMBAR
Gambar II.1 Alur Pencapaian Target Pendapatan Daerah dari Penerimaan PBB ..... 10 Gambar II.2 Struktur Organisasi Dipenda Kabupaten Serang .................................. 11 Gambar III.1 Input, Proses, Output, dan Outcome Pengelolaan PBB-P2 ................. 28 Gambar III.2 Realisasi Penerimaan PBB Sektor Pedesaan 2007-2011 ..................... 40

xi

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Tugas Pokok dan Fungsi Dipenda Kabupaten Serang Lampiran 2 Perjanjian Kerjasama DPKAD .KPP Lampiran 3 Susunan dan Tupoksi Tim Intensifikasi PBB 2012 Lampiran 4 Mekanisme Penyampaian SPPT Sektor Pedesaan dan Perkotaan Kepada Wajib Pajak Lampiran 5 Berita Acara Penyerahan SPPT dan DPH PBB Lampiran 6 Laporan Hasil Verifikasi SPPT Bermasalah Lampiran 7 Daftar Perubahan SPPT PBB Pedesaan Lampiran 8 Realisasi Penerimaan PBB Sektor Pedesaan 2011 Lampiran 9 Notulen Rapat Evaluasi Penerimaan PBB Tingkat Kabupaten Lampiran 10 Laporan Hasil Rekonsiliasi Bank Lampiran 11 Tabel Ketetapan Pembagian Uang Insentif Tahun 2009-2011 Lampiran 12 Tabel Indikator Kinerja Kegiatan Pengelolaan PBB-P2 Lampiran 13 Berita Acara Wawancara xii .

kini 1 . Semenjak UU No. pemerintah daerah mulai mengambil ancang-ancang dalam menghadapi pelimpahan wewenang pengelolaan Pajak Bumi Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di tahun 2014.BAB I PENDAHULUAN A. Sampai saat ini pelaksanaan administrasi PBB di Kabupaten Serang masih di bawah pengelolaan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Serang (selanjutnya disebut KPP Pratama Serang). 28 Tahun 2009 disahkan. Termasuk juga Pemerintah Kabupaten Serang yang mulai secara bertahap meniti langkah menuju pengelolaan PBB-P2 yang mandiri. Dalam pelaksanaannya KPP Pratama Serang membagi tugas dan wewenangnya dengan Dipenda Kabupaten Serang. Pembagian tugas dan wewenang dituangkan dalam perjanjian kerjasama antara KPP dan Dinas Pendapatan Daerah Nomor 973/DPKAD/2011. Hal ini ditandai dengan pengesahan Peraturan Daerah Kabupaten Serang Nomor 5 Tahun 2010 tentang Pajak Daerah yang menjelaskan PBB-P2 sebagai salah satu jenis pajak daerah. Latar Belakang Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Serang (selanjutnya disebut Dipenda Kabupaten Serang) merupakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang menyelenggarakan administrasi perpajakan daerah di wilayah Kabupaten Serang. Dengan diberlakukannya perjanjian tersebut.

Oleh karena itu. Penulis berharap isi laporan ini bisa menyampaikan cerminan modal yang dimiliki oleh Pemkab Serang dalam menghadapi pelimpahan penuh wewenang pengelolaan PBBP2 pada tahun 2014. Beberapa diantaranya adalah pembentukan tim intensifikasi.. penulis tertarik untuk mengangkat tema yang berkaitan dengan persiapan pengalihan PBB-P2 sebagai objek pajak daerah. Kabupaten Serang mendapatkan bagi hasil mayoritas dari penerimaan PBB.2 berbagai tugas vital terkait penerimaan PBB dijalankan oleh Dipenda Kabupaten Serang. pendistribusian SPPT. Saat ini PBB. Melihat kondisi di mana PBB – P2 merupakan barang baru bagi Pemerintah daerah. pada kesempatan ini penulis meninjau kinerja Dipenda Kabupaten Serang dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya terkait pengelolaan PBB-P2 sebagaimana tertuang dalam perjanjian kerjasama dengan KPP Pratama Serang. Penulis meyakini bahwa masa persiapan adalah masa yang krusial dalam menentukan keberhasilan suatu program. Sebagai imbas dari pencapaian kinerja pengelolaan PBB. Oleh karenanya. dan monitoring SPPT ke kecamatan. Perjanjian tersebut menempatkan Pemkab Serang di posisi yang strategis dalam menentukan keberhasilan penyerapan potensi PBB di wilayah Kabupaten Serang. merupakan sumber pajak yang sangat potensial di Kabupaten Serang. . khususnya sektor pedesaan dan perkotaan. pada kesempatan ini juga penulis ingin mengetahui bagaimana Dinas Pendapatan Kabupaten Serang mempersiapkan pengelolaan PBB – P2 yang akan sepenuhnya dialihkan pada tahun 2014. Penulis yakin bahwa hal ini perlu dilakukan untuk mengetahui kemampuan Dipenda Kabupaten Serang dan masalah-masalah yang dihadapi dalam mengelola PBB-P2.

penulis akan membatasi ruang lingkup pembahasan. Berdasarkan teori yang ada. 3. Memenuhi sebagian persyaratan kelulusan sebagai mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan pada Program Diploma III Sekolah Tinggi Akuntansi Negara spesialisasi Akuntansi. penulis berharap dapat memberikan saran-saran yang berguna bagi Pemerintah Kabupaten Serang untuk meningkatkan kinerjanya. D. antara lain: . penulis menggunakan beberapa metode pengumpulan data. Penulis akan melaporkan hasil tinjauan atas pengelolaan administrasi Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Pedesaan dan Perkotaan yang dilaksanakan oleh Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Serang pada tahun 2011. Pembatasan Masalah Pada laporan ini. Metode Penelitian Dalam menyusun dan menyelesaikan Laporan Studi Lapangan ini. Menambah ilmu pengetahuan serta mengembangkan wawasan dalam mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dalam laporan studi lapangan 2.3 B. C. Mengetahui dan memberi gambaran mengenai bagaimana kinerja Dispenda Kabupaten Serang dalam melaksanakan pengelolaan PBB-P2. Tujuan Penulisan Tujuan yang ingin dicapai oleh penulis dalam penyusunan Laporan Studi Lapangan ini adalah sebagai berikut: 1.

dan sistematika penulisan. dan struktur organisasi dari Dinas Pendapatan Daerah Pemerintah Kabupaten Serang. buku-buku literatur. internet dan tulisan ilmiah lainnya.Dalam bab ini penulis akan menjelaskan gambaran umum.4 1. ruang lingkup pembahasan. Penelitian Lapangan Metode ini dilakukan dengan cara melakukan pengamatan secara langsung di lapangan terhadap objek yang berkaitan dengan permasalahan yang akan dibahas dalam Laporan Studi Lapangan ini. 2. BAB II DATA DAN FAKTA . 3. fungsi dan wewenang. diktat. E. metode pengumpulan data. . Wawancara Metode ini dilakukan dengan cara melakukan wawancara langsung kepada pihak-pihak yang terkait mengenai data dan fakta yang diperlukan dalam penulisan laporan studi lapangan ini. peraturan perundang-undangan. majalah. tujuan penulisan. Sistematika Penulisan BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini penulis akan menguraikan gambaran secara umum mengenai penyusunan Laporan Studi Lapangan yang meliputi latar belakang penulisan. Kepustakaan Data yang diperoleh didapat dari sumber-sumber berupa catatan-catatan selama kuliah. visi misi. sejarah.

Di sini penulis menguraikan pengertian kinerja. evaluasi kinerja. serta tinjauan dan evaluasi yang telah dilakukan di bab sebelumnya. .Bab ini merupakan penutup dalam Laporan Studi lapangan. BAB IV PENUTUP . Pada subbab selanjutnya penulis akan mengevaluasi kinerja Dispenda Kabupaten Serang dalam pengelolaan PBB – P2 sesuai perjanjian kerjasama.5 BAB III LANDASAN TEORI DAN PEMBAHASAN . Selain itu penulis juga akan memberikan saran-saran terkait dengan pengelolaan PBB=P2 di Dinas Pendapatan Daerah Pemerintah Kabupaten Serang.Subbab pertama dimulai dengan dasar teori. Pada bab ini penulis akan mengambil simpulan berdasarkan data dan fakta. manajemen kinerja.

Bidang Pendapatan 4. Kepala Dinas 2. Bupati menginstruksikan agar pengelolaan pendapatan. anggaran dan perbendaharaan. Sekretaris 3. Sejarah Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Serang Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Serang adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah yang membantu Bupati dalam rangka melaksanakan administrasi pendapatan daerah. Organisasi penyelenggara pendapatan daerah tercatat sudah dua kali mengalami perombakan dalam dua dekade terakhir. Bidang Akuntansi 6 .BAB II DATA DAN FAKTA A. Administrasi pendapatan daerah di Kabupaten Serang sendiri sudah menghadapi berbagai macam dinamika. dengan alasan pembengkakan anggaran. dan aset daerah dilebur menjadi menjadi satu SKPD yang diberi nama Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD). Pada tahun 1999. akuntansi. Struktur organisasi DPKAD Kabupaten Serang berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi Dinas Daerah Kabupaten Serang terdiri dari: 1. Bidang Anggaran dan Perbendaharaan 5.

Aset Daerah. DPKAD meraih prestasi terbaik dengan mendapatkan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). iklim penatausahaan keuangan daerah pun berubah. Berbarengan dengan itu. bertepatan dengan tanggal 7 Desember 2011 DPKAD resmi dilikuidasi. Selain itu. Kelompok Jabatan Fungsional Selama 12 tahun kiprahnya. Perbendaharaan dan Anggaran kembali menjadi bagian dari Sekretariat Daerah. Hal ini yang menjadi salah satu dasar kajian untuk membentuk suatu SKPD tersendiri yang khusus menangani masalah pendapatan daerah. Fungsi Akuntansi. Upaya mereorganisasi DPKAD pun sedikit demi sedikit dirintis.6. Pemda Kabupaten Serang merasa perlu melakukan upaya penguatan karakter organisasi pengelolanya. Namun seiring dengan berjalannya waktu. Aset Daerah. Bidang Aset Daerah 7. Pengesahan UU Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Serang untuk lebih mengintensifkan pendapatan dari sektor perpajakan. Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) kembali didirikan untuk menjalankan fungsi pendapatan. Perubahan susunan . Anggaran dan Perbendaharaan menjadi bagian dari Sekretariat Daerah Kabupaten Serang. untuk menjalankan pengelolaan akuntansi dan aset daerah yang lebih transparan. Akhirnya setelah melalui proses perundingan yang panjang dengan DPRD. Hal ini yang kemudian mendasari ditariknya kembali fungsi SKPKD yaitu Bidang Akuntansi. Hal tersebut ditandai dengan disahkannya Peraturan Daerah Kabupaten Serang Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pembentukan Organisasi Dinas Daerah Kabupaten Serang.

Adapun bahan acuan perumusan visi dan misi Dipenda Kabupaten Serang juga dikaitkan dengan visi dan misi DPKAD berdasarkan Keputusan Bupati Serang Nomor 50/Kep. Visi dan Misi Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Serang Sebagai SKPD baru.175-Huk/2011 tentang Pengesahan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Serang tahun 2010-2015. DPKAD menetapkan misi sebagai berikut. perumusan visi dan misi masih dalam tahap pengajuan ke Badan Perencanaan Daerah. Visi DPKAD 2011 – 2015 adalah “Terwujudnya Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah yang Profesional dalam Rangka Mewujudkan Visi Pembangunan Serang 2011-2015”. Hingga tulisan ini dibuat. 2. Dalam rangka mewujudkan visi. . 3. Mendorong terwujudnya kualitas pengelolaan keuangan dan asset daerah.8 organisasi ini ternyata langsung menunjukan hasil yang positif. B. Dipenda Kabupaten Serang memperhatikan visi pembangunan Kabupaten Serang yang tertuang dalam RPJMD 2011 – 2015 yaitu “Terwujudnya masyarakat yang berkualitas menuju Kabupaten Serang yang agamis dan sejahtera”. 1. Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas LKPD tahun 2011 adalah buktinya. Dalam perumusannya. Mengoptimalkan pengelolaan keuangan dan aset daerah. Dipenda Kabupaten Serang saat ini sedang merumuskan suatu visi dan misi untuk menentukan arah tujuan yang ingin dicapai. Mengoptimalkan penerimaan daerah dengan pola intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan daerah.

Tabel II. Perumusan Renja 2012 Dipenda Kabupaten Serang sendiri masih mengacu kepada Rencana Strategis DPKAD 2011-2015. dan target.45 Rp.66 13. Rencana Kinerja Dalam menjalankan misi tersebut. C. Dipenda Kabupaten Serang sebagai pelaksana fungsi pendapatan mulai merancang rencana kerjanya sendiri yang dituangkan dalam bentuk Rencana Kerja (Renja) Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Serang Tahun 2012. Mendorong peningkatan mutu pelayanan publik melalui peningkatan sarana dan prasarana dan kualitas sumber daya manusia (SDM). Dengan kata lain.1 Rencana Kerja DPKAD 2011 SASARAN STRATEGIS Sasaran : Meningkatnya Pendapatan dan Kualitas Pengelolaan Keuangan Daerah INDIKATOR KINERJA TARGET SATUAN Meningkatnya jumlah pendapatan daerah Meningkatnya jumlah PAD Meningkatnya rasio PAD terhadap pendapatan daerah Terpenuhinya pengelolaan keuangan daerah yang tertib dan akuntabel 1.196. Renja 2012 merupakan penjabaran dari Renstra DPKAD 2011-2015 khususnya . Platform ini dituangkan dalam bentuk rencana kinerja tahunan.9 4. indikator pencapaian kinerja. Milyar % 165. semenjak fungsi-fungsi DPKAD terpecah. Rencana kinerja berisikan Sasaran strategis yang ingin dicapai.00 % Sumber: Diolah dari Sub Bagian Program dan Evaluasi Dipenda Kabupaten Serang Namun. DPKAD memiliki suatu platform. Berikut adalah Rencana Kinerja Tahun 2011 Dinas Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah.85 100. Milyar Rp.

Struktur Organisasi Pegawai Dipenda Kabupaten Serang berjumlah 61 orang.136.118.1 Alur Pencapaian Target Pendapatan Daerah dari Penerimaan PBB Rencana Target Target DBH Penerimaan PBB Pendapatan tercapai tercapai daerah tercapai Sumber: Diolah dari Sub Bagian Program dan Evaluasi Dipenda Kabupaten Serang D. Kepala Dinas dibantu oleh Sekretaris dan 4 Kepala Bidang. Hasil yang ingin dicapai dengan input dana tersebut adalah tercapainya target pendapatan daerah. Sekretaris membawahi: 1.07/2010.756.500. Rencana Kerja Anggaran (RKA) Dipenda Kabupaten Serang 2012 menjelaskan bahwa Dinas Pendapatan Daerah pada tahun 2012 akan melakukan Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah yang di dalamnya mengandung serangkaian kegiatan Intensifikasi dan Ekstensifikasi Sumber-sumber Pendapatan termasuk pendapatan dari PBB-P2. Dalam hal pengelolaan PBB-P2. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian .197/PMK. Target DBH dari PBB tahun 2011 adalah Rp 32.893. pendapatan daerah yang dimaksud di sini adalah Dana Bagi Hasil (DBH) dari PBB sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan No. Gambar II.735.10 yang terkait dengan masalah pendapatan. Target ini bisa dicapai dengan merealisasikan rencana penerimaan.1. Selanjutnya. Dana yang disediakan untuk intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah menurut RKA 2011 berjumlah Rp 1. Secara ringkas alur ini terdapat pada Gambar II.

Gambar II. Sub Bagian Keuangan 3. Gambar II. Masing-masing Kepala Bidang dibantu 3 orang Kepala Seksi dan sisanya adalah kelompok jabatan fungsional.2 Struktur Organisasi Dipenda Kabupaten Serang \ Sumber: Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dipenda Kabupaten Serang .2 menjabarkan secara lengkap struktur organisasi Dipenda Kabupaten Serang. Bidang Pengawasan dan Konsultasi. Sub Bagian Program dan Evaluasi Kepala Bidang terdiri dari: 1. Bidang BPHTB dan PBB 4. Bidang Perencanaan Pendapatan Daerah 2.11 2. Bidang Daerah 3.

dijelaskan juga fungsifungsi bidang BPHTB dan PBB. Peraturan tersebut memuat uraian mengenai tugas dan fungsi mulai dari Kepala Dinas. Pada bagian akhir laporan ini penulis melampirkan tugas pokok dan fungsi dari Kepala Dinas. Sekretariat. yaitu: 1. Kepala Bidang BPHTB dan PBB yang berkaitan dengan pengelolaan PBB-P2 memiliki tugas memimpin. 4. . dan Bidang BPHTB dan PBB. Menurut lampiran Peraturan Bupati tersebut. Pelaksanaan tugas tambahan.12 E. Pelaksanaan penyelenggaraan tugas Pemerintahan Daerah di bidang BPHTB dan PBB. hingga Seksi. merencanakan. 5. Selain itu. mengatur. Sekretaris. 2. melaksanakan dan mengawasi penyelenggaraan tugas Pemerintahan Daerah di bidang BPHTB dan PBB. Perumusan rencana kebijakan penyelenggaraan tugas Pemerintahan Daerah di bidang BPHTB dan PBB. 3. Bidang. Tugas Pokok dan Fungsi Tugas Pokok dan Fungsi Dipenda Kabupaten Serang diatur dalam Peraturan Bupati Serang Nomor 23 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Serang. Pengawasan penyelenggaraan tugas Pemerintahan Daerah di bidang BPHTB dan PBB. Pengaturan penyelenggaraan tugas Pemerintahan Daerah di bidang BPHTB dan PBB.

Hingga saat ini. Dipenda Kabupaten Serang belum secara penuh memiliki kewenangan dalam pengelolaan PBB-P2. Pada bagian ketenntuan penutup dijelaskan bahwa peraturan tentang PBB-P2 berlaku paling lambat 1 Januari 2014. Pengelolaan PBB-P2 di Dipenda Kabupaten Serang PBB-P2 dalam Perda nomor 5 tahun 2010. Namun. dan/atau dimanfaatkan oleh orang pribadi atau Badan. peraturan ini belum berlaku. bahwa Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan adalah pajak atas pemilikan. kecuali kawasan yang digunakan untuk kegiatan usaha perkebunan. Bagian kesepuluh Perda tersebut menjelaskan mulai dari definisi hingga mekanisme pengenaan PBB-P2. Perjanjian kerjasama KPP – Dipenda. Dipenda Kabupaten Serang telah turut berperan aktif dalam melaksanakan sebagian wewenang pengelolaan PBB-P2 sebagaimana dituangkan dalam perjanjian kerjasama dengan KPP Pratama Serang.13 F. dan pertambangan. Sampai dengan laporan ini ditulis. Dicantumkan pada pasal 48. Pengelolaan PBB-P2 di Kabupaten Serang diatur dengan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2010 tentang Pajak Daerah. penguasaan dan/atau pemanfaatan bumi dan atau bangunan yang dimiliki. perhutanan. serta disampaikan ke KPP Pratama Serang. KPP Pratama Serang menerbitkan dan mengirimkan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) untuk masing-masing Wajib Pajak. 1. dikuasai. Pendataan objek pajak dilakukan dengan menggunakan Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP). . Berdasarkan SPOP. SPOP diisi dengan data yang jelas dan benar. Wewenang pengelolaan 2.

dan Penagihan tunggakan pajak dalam rangka mengoptimalkan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan. Mengkoordinasikan kegiatan penyampaian SPPT Buku I (Pedesaan) ke tiaptiap Kecamatan dan Desa serta melakukan monitoring / pemantauan terhadap hasil pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan: . Pembagian tugas dan wewenang dituangkan dalam perjanjian kerjasama antara KPP dan Dinas Pendapatan Daerah. 2. kini berbagai tugas vital terkait penerimaan PBB-P2 dijalankan oleh Pemkab Serang. Membantu dan memfasilitasi kegiatan pemeliharaan data. Pasal ketiga dalam perjanjian kerjasama tersebut menjelaskan tentang tugas dan wewenang Dipenda Kabupaten Serang dalam pengelolaan PBB-P2. STTS dan Penagihan Tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (terlampir). Untuk tahun 2011. KPP membagi tugas dan wewenangnya dengan Dipenda. Tugas dan wewenang Dipenda adalah sebagai berikut: 1. Dengan diberlakukannya perjanjian tersebut. pemisahan tugas tersebut diatur dalam Perjanjian Kerjasama Nomor 973/DPKAD/2011 tentang Koordinasi dan Fasilitasi Kegiatan Pemeliharaan Data. penyampaian SPPT PBB. Memfasilitasi pembentukan Tim Intensifikasi Pajak Bumi dan Bangunan Tingkat Kabupaten Serang yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Bupati. Pembetulan Data. pembetulan data. 3.14 PBB masih dipegang oleh KPP Pratama Serang. Penyampaian SPPT PBB. Adapun dalam pelaksanaan beberapa tahun terakhir ini.

PBB sektor pedesaan. Memberikan Penghargaan kepada Wajib Pajak dan Pengelola PBB baik Kecamatan maupun Desa/Kelurahan yang telah memenuhi target dari pokok ketetapan yang ditetapkan dengan surat. Pembetulan. Melakukan evaluasi penerimaan PBB Buku I (Pedesaan) di tiap-tiap Kecamatan dan evaluasi di tingkat Kabupaten. 6. Banyaknya wewenang penting yang diberikan seperti distribusi SPPT. Membantu sosialisasi Pajak Bumi dan Bangunan ke Wajib Pajak khususnya mengenai Tata Cara Pendaftaran. 3. dan Pemeliharaan data PBB serta membantu kegiatan penagihan tunggakan pajak PBB. Keberatan. penagihan. pemberian penghargaan. Hingga laporan ini dibuat tercatat ada 665. PBB sektor pedesaan merupakan salah satu sumber pendapatan yang potensial. Melakukan rekonsiliasi data laporan penerimaan PBB dari Buku I s/d V di Bank/Pos tempat pembayaran dan Bank / Pos Persepsi dan Bank B. Kabupaten Serang memiliki 314 Desa dan 28 Kecamatan. dan monitoring menjadikan Dipenda Kabupaten Serang sebagai eksekutor utama dalam menentukan keberhasilan pencapaian target penerimaan PBB-P2.O III oleh Tim Intensifikasi PBB. sosialisasi PBB. 7. Setiap tahunnya. pendistribusian SPPT ini dilakukan oleh Dipenda Kabupaten Serang .478 SPPT yang diterbitkan. tugas pendistribusian SPPT ini dilimpahkan kepada Dipenda Kabupaten Serang. Sesuai dengan perjanjian kerjasama. 5.15 4.

Setelah periode tertentu. BRI akan menerbitkan Surat Tanda Terima Setoran (STTS) yang merupakan bukti penyetoran untuk masing-masing wajib pajak. 5. Penerimaannya dibagihasilkan 10% untuk pemerintah pusat yang dibagi 65% ke seluruh kabupaten/kota dan 35% dibagikan untuk insentif kepada kabupaten/kota yang melampaui target penerimaan. Pembayaran langsung oleh masing-masing wajib pajak ke BRI. Pembayaran PBB sektor Pedesaan dikolektifkan melalui Kepala Desa setempat. sedangkan 90% untuk pemerintah daerah dibagi 16. Dengan demikian. PBB-P2 masih merupakan pajak pusat. Kepala Desa harus menyetorkan hasil penerimaan ke Bank Rakyat Indonesia (BRI). penerimaan dari PBB-P2 tidak dapat langsung diakui sebagai pendapatan asli daerah. 64. . PBB sektor perkotaan.16 dengan menyerahkan seluruh SPPT ke kantor kecamatan. Selanjutnya kecamatan akan mendistribusikan SPPT ke desa-desa. SPPT yang ditolak karena alamat tidak ditemukan atau hal lain akan dikembalikan ke KPP Pratama Serang. Artinya. Dipenda Kabupaten Serang bekerjasama dengan PT POS Indonesia Cabang Serang untuk pendistribusian SPPT sektor perkotaan. Bagi hasil PBB. Hingga saat laporan ini ditulis. 4. dan 9% untuk biaya pemungutan.2% untuk provinsi. Kepala Desa wajib melakukan pencatatan pada suatu buku kendali yang disebut Daftar Penerimaan Harian (DPH).8% untuk kabupaten/kota. Setelah disetorkan. Tidak seperti sektor pedesaan. pengelolaan PBB sektor perkotaan relatif lebih sederhana dan tidak memakan waktu lama.

khususnya Bidang BPHTB dan PBB sebagai aktor penting dalam upaya peningkatan pendapatan daerah.17 Penerimaan tersebut dicatat sebagai Bagi Hasil dari Pajak Bumi dan Bangunan. . Melihat porsinya yang cukup signifikan terhadap pendapatan daerah. penulis merasa perlu mengevaluasi kinerja dalam pengelolaan PBB-P2 oleh Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Serang.

2. semangat. Landasan Teori 1. Faktor kepemimpinan.BAB III LANDASAN TEORI DAN PEMBAHASAN A. kebijakan untuk mewujudkan visi dan misi. dan harapan organisasi yang telah disepakati dalam perencanaan strategis suatu organisasi Sementara Gibson (1996) mendefinisikan kinerja sebagai hasil dari pekerjaan yang terkait dengan tujuan organisasi seperti kualitas. efisien dan kriteria efektivitas kerja lainnya. Menurut Mahsun (2009) dalam berbagai literatur mendefinisikan kinerja sebagai tingkat pencapaian atas suatu pelaksanaan program. arahan dan dukungan yang diberikan oleh manager atau team leader. Sedangkan menurut Mahmudi (2005:20). Pengertian kinerja. dan komitmen. motivasi. tujuan. kepercayaan diri. Meliputi kemampuan dari seorang manajer seperti kualitas dalam memberikan dorongan. faktor faktor yang mempengaruhi kinerja antara lain: 1. kegiatan. Meliputi kemampuan yang dimiliki oleh setiap individu seperti pengetahuan. . Faktor personal. skill.

Menurut Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Republik Indonesia (2008) manajemen kinerja adalah proses strategis dan terpadu untuk menunjang keberhasilan kelompok atau organisasi dengan cara mengembangkan performa unsur-unsur yang membentuk suatu organisasi. Berdasarkan pendapat ahli tersebut. 2. dalam meningkatkan tingkat pencapaian misi dan tujuan organisasi. Sementara dalam literatur lain. Meliputi sistem kerja. Manajemen kinerja. Meliputi hal-hal yang sifatnya situasional.19 3. Faktor sistem. baik sebagai individu maupun anggota tim.(2012) menjelaskan manajemen kinerja sebagai proses sistematis yang melibatkan pegawai. kepercayaan terhadap sesama anggota tim. dalam upaya mewujudkan harapan atau cita-cita. di mana hasil tersebut dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. penulis menyimpulkan kinerja sebagai hasil pencapaian dari suatu pelaksanaan kegiatan. fasilitas kerja atau infrastruktur yang diberikan oleh organisasi. seperti tekanan dan perubahan lingkungan eksternal dan internal organisasi. banyak orang sering menyamakan istilah manajemen kinerja dan pengukuran kinerja. kekompakkan dan keeratan anggota tim. proses organisasi dan kultur kinerja organisasi. Faktor kontekstual. Harahap et al. 5. Manajemen kinerja merupakan suatu sistem yang . Meliputi faktor-faktor yang membentuk kerjasama tim seperti kualitas dan semangat yang diberikan oleh rekan dalam satu tim. Faktor tim. Namun demikian. program kebijakan. 4.

pelaksanaan. Indikator Kinerja Utama (IKU). Kemudian Direktorat Jenderal Anggaran (2008) juga menjabarkan prinsipprinsip dasar yang harus diperhatikan setiap organisasi dalam menerapkan manajemen kinerja. Terdapat suatu siklus manajemen kinerja yang baku dan dipatuhi untuk dilaksanakan bersama 4. Kontrak kinerja berisikan suatu kesepakatan mengenai indikator kinerja yang ingin dicapai. Obyektivitas dapat diperoleh dengan melibatkan berbagai pihak. Tolok ukur keberhasilan SS dituangkan dalam bentuk IKU. hingga masyarakat sebagai konsumen . pengukuran kinerja merupakan salah satu komponen dari suatu manajemen kinerja. Adanya sistem reward and punishment untuk membangun konsistensi dan peningkatan dalam menjalankan manajemen kinerja 5. Sasaran strategis adalah sasaran jangka panjang yang bersumber dari misi organisasi. mengevaluasi dan pelaporan. mulai dari atasan. Sementara Target IKU adalah suatu ukuran kuantitatif IKU yang ingin dicapai dalam suatu periode tertentu 2. Adanya Indikator Kinerja Utama (IKU) yang terukur dan jelas batasan waktunya 3. Terdapat suatu mekanisme penilaian kinerja yang obyektif. peers atau rekan sekerja. Adanya kontrak kinerja (performance contract).20 meliputi proses perencanaan. dan Target IKU. meninjau. Dengan kata lain. Kontrak Kinerja terdiri dari Sasaran Strategis (SS). Prinsip-prinsip tersebut antara lain: 1.

. Perencanaan kinerja. Terdapat suatu gaya kepemimpinan yang membentuk semangat dalam menghasilkan performa tinggi. jika ada perkembangan yang menyebabkan perubahan rencana. Evaluasi kinerja. Perencanaan kinerja juga meliputi strategi dan program kerja yang diperlukan untuk mencapai kinerja yang diinginkan. 3. evaluasi adalah kegiatan untuk melakukan komparasi antara realisasi masukan (input). 2.21 6. 7. tahap ini harus dijalankan sesuai dengan rencana. harus dicaritau apa penyebab selisih yang terjadi. Siklus manajemen kinerja yang baku sebagaimana dijelaskan poin ketiga adalah siklus yang terdiri dari: 1. berupa penetapan kontrak kinerja lengkap dengan indikator kinerja dan target yang sudah kuantitatif. Seperti yang dijelaskan sebelumnya. Pelaksanaan. 3. maka pelaksanaan harus mengikuti. Dengan kata lain. Evaluasi kinerja. keluaran (output) dan hasil (outcome) terhadap rencana dan standar. meliputi proses analisis apakah realisasi kinerja sesuai dengan rencana yang sudah ditetapkan sebelumnya. Jika tidak sesuai. Menerapkan konsep manajemen SDM berbasis kompetensi. evaluasi kinerja merupakan proses analisis atau penilaian terhadap rencana yang telah ditetapkan dengan realisasi menurut kriteria yang disepakati.

terdapat beberapa hal yang dapat menjadi objek evaluasi kinerja. 4. definisi program adalah cara yang disahkan untuk mencapai tujuan. mekanisme dan prosedur. Evaluasi terhadap struktur. Evaluasi program. Evaluasi kebijakan. Menuntun arah kebijakan dan inisiatif-inisiatif program di masa yang akan datang. kehematan. dan . 3. Evaluasi kegiatan. atau menguji suatu teori sosial atau ekonomi. Evaluasi pengelolaan sumber daya manusia. dan 8.22 Pada sektor publik. 4. Tujuan umum dari evaluasi program adalah: 1. Evaluasi terhadap sistem dan governance. Evaluasi program sangat penting untuk menunjang peningkatan akuntabilitas instansi. Memperbaiki pelaksanaan program (penerapan dan hasilnya). efektivitas. 7. 2. 5. dan kelayakan. 6. Evaluasi program. mendapatkan pemahaman yang lebih baik (insight). 3. Evaluasi efisiensi. Evaluasi program-program pemerintah merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah sebagai pelaksana kegiatan yang disahkan untuk mencapai tujuan yang disepakati bersama. 2. Menurut Jones (1996). Evaluasi pengelolaan keuangan. Objek tersebut antara lain: 1. Memperoleh atau meningkatkan pengetahuan.

yaitu: 1. Evaluasi program dimaksudkan agar dapat memberikan keyakinan bahwa realisasi program sejalan dengan tujuan organisasi. Pelaksanaan program dapat menjadi cerminan apakah suatu organisasi telah melaksanakan misinya dengan baik dan akuntabel. Cara yang dimaksud adalah dengan menggunakan input dan memproses input tersebut menjadi immediate outputs dan sampai ke long-term outcomes. .23 4. Evaluasi program dilakukan sebagai bentuk dari akuntabilitas penyelenggaraan program. Jenis evaluasi program. Pada kesempatan studi lapangan ini penulis melaksanakan evaluasi program yang dilakukan secara praktis b. Meningkatkan akuntabilitas. Analisis logika program dilakukan untuk mengetahui cara yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut. 1) Tahapan Evaluasi Program. a. Evaluasi program yang dilakukan secara mendalam seperti halnya riset terapan. Terdapat dua pendekatan dalam evaluasi program. peran evaluasi program di sini adalah untuk membuktikan kebenarannya. 2. Oleh karena itu. Ini akan mencerminkan tujuan dan sasaran program yang dirancang. Analisis logika program Setiap kebijakan publik dirumuskan dan diimplementasikan untuk menjawab kebutuhan sosial atau permasalahan sosial. Evaluasi program yang dilakukan secara praktis.

laporan statistik. Penggunaan teknik riviu indikator kinerja. progress report. Hasil riset. Dalam laporan ini penulis akan memaparkan hasil evaluasi kinerja dengan teknik riviu indikator kinerja. proposal. Pengecekan hasil secara uji petik. accomplishment report. angket. analisis. Sumber informasi tersebut dapat berupa: 1. logs. Penggunaan teknik riviu pencapaian sasaran. 2. Dokumen program: newsletter. catatan data personalia. 3. catatan proyek dan grant. fokus group pemerhati dan target group program sendiri.24 2) Desain evaluasi Desain evaluasi adalah pendekatan atau cara-cara yang diambil dalam mengevaluasi program. 2. dan interpretasi data Sumber informasi untuk evaluasi program dapat diperoleh di berbagai tempat dan pihak. notulen rapat. 3) Pengumpulan. 3. Desain evaluasi program dengan pendekatan yang lebih praktis dapat diuraikan dalam bentuk langkah dan pengoperasian teknik-teknik sebagai berikut: 1. bukti-bukti tanda terima dan bukti-bukti catatan. . survei. rencana kerja. dan jajak pendapat yang telah dilakukan terlebih dahulu. Pendapat para ahli.

tetapi juga terhadap indikatornya sendiri. dan 2) Riviu terhadap capaian indikator kinerja. c. Indikator Kinerja Utama (IKU). Teknik riviu indikator kinerja. . Foto. Laporan ini biasanya berisikan simpulan dan saran untuk memperbaiki pelaksanaan program di masa yang akan datang. Riviu juga dilakukan terhadap alat ukurnya sendiri. dan Target IKU. terdapat dua bagian penting dalam melakukan riviu indikator kinerja ini. sehingga terdapat peluang atau kemungkinan penggunaan alat ukur yang menyesatkan. Dari uraian di atas. dan dokumentasi gambar sebelum dan sesudah program dilaksanakan 4) Pelaporan Tahapan yang terakhir dalam evaluasi program adalah pelaporan hasil evaluasi. Riviu indikator kinerja dilakukan tidak hanya terhadap capaian indikator kinerja saja. rekaman video. Kontrak Kinerja terdiri dari Sasaran Strategis (SS). Jadi.25 4. Akan tetapi sering kali alat ukur yang paling mudah penggunaannya. Biasanya. yaitu: 1) Riviu terhadap indikatornya sendiri. Dalam praktik. 1) Riviu terhadap indikator kinerja Pengelolaan kinerja organisasi biasanya disertai dengan suatu Kontrak Kinerja yang berisi satu set target kinerja. tidak hanya riviu hasil pengukuran. alat ukur kinerja ataupun tolok ukur kinerja ini kadang-kadang bukanlah alat ukur terbaik.

Untuk hasil yang sifatnya langsung dapat diketahui serta mempunyai pengukuran yang benar dan terbukti. Untuk menentukan beberapa indikator yang akan digunakan perlu dipertimbangkan keseimbangan antara sumberdaya yang tersedia untuk pengukuran kinerja dan jumlah informasi yang diperlukan . indikator-indikator kinerja yang disebutkan di atas haruslah memenuhi kriteria indikator kinerja yang baik agar pencapaian kinerja dapat terukur dengan baik pula. Merujuk pada Modul Evaluasi Kinerja Instansi Berbasis Evaluasi Program yang dikembangkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (2005). artinya suatu kelompok indikator kinerja dan indikator-indikator pendukungnya seharusnya secara cukup dapat mengukur hasil. Pertanyaan yang sering dikemukakan adalah: “Berapa indikator kinerja yang harus digunakan untuk mengukur suatu hasil?”. artinya sesuai dengan program dan atau kegiatan sehingga mudah dipahami dalam memberikan informasi yang tepat tentang hasil atau capaian kinerja dari kegiatan dan atau sasaran 2. b) sumberdaya yang tersedia untuk memonitor kinerja.26 Dalam penyusunannya. kriteria indikator kinerja yang baik adalah sebagai berikut: 1. Spesifik. Namun. untuk hasil yang sifatnya tidak langsung. satu indikator sudah dapat dianggap cukup. Cukup. dan c) jumlah informasi yang diperlukan untuk membuat keputusan yang mamadai. Jawaban atas pertanyaan tersebut tergantung pada a) kompleksitas hasil yang akan diukur. satu indikator mungkin tidak cukup. sehingga perlu beberapa indikator untuk mengukur hasil.

benchmark atau dengan periode yang lalu. 2) Riviu terhadap capaian indikator kinerja Riviu terhadap capaian indikator kinerja dilakukan dengan melakukan pembandingan antara realisasi suatu capaian dengan rencananya. Namun demikian. berkaitan dengan yang diukur merupakan faktor yang penting dalam memberikan informasi yang objektif sesuai dengan kelaziman sehingga mudah untuk diperbandingkan 4. tidak memberikan informasi yang keliru jika diinterpretasikan oleh berbagai pengguna. standar. 3. yaitu membandingkan dan kemudian mencari informasi mengapa terjadi perbedaan (gap) antara realisasi capaian dengan data pembandingnya. . Dapat dikuantifikasi.27 manajer untuk membuat keputusan yang memadai. atau dapat diobservasi sesuai dengan karakteristik hal yang diinformasikan 5. hindari terlalu banyak indikator. Obyektif/Tidak bias. dapat dihitung. Relevan dan langsung. Cara yang digunakan dalam melakukan riviu ini intinya menggunakan performance gap analysis. Indikator kinerja ditetapkan melalui proses konsultasi yang memadai dengan pihak internal maupun dengan pihak eksternal instansi sesuai dengan aspek yang ditetapkan indikator kinerjanya yang dapat dapat mengukur pencapaian tujuan dan sasaran sebagai dua hal penting yang ingin dicapai oleh instansi.

Untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut. Melalui kegiatan tersebut. dll. Tidak hanya sampai disitu. input dikonversi menjadi immediate outputs berupa blangko Piagam penghargaan lunas PBB. spanduk sosialisasi PBB.1 Input. dan sebagainya. Proses • Serangkaian kegiatan Intensifikasi dan Ekstensifikasi Sumbersumber Pendapatan Daerah • Piagam penghargaan lunas PBB • DPH PBB • dll Outcomes •Tercapainya target DBH dari PBB Input Output Sumber: Diolah dari Sub Bagian Program dan Evaluasi Dipenda Kabupaten Serang . yaitu tercapainya target Dana Bagi Hasil dari PBB. yaitu meningkat dan berkembangnya pengelolaan keuangan daerah. Dipenda Kabupaten Serang menggunakan input berupa dana. Gambar III. 1. Buku Daftar Penerimaan Harian PBB (DPH PBB). barang modal. Hal ini secara ringkas terdapat pada Gambar III. Sewa tempat evaluasi penerimaan PBB dan lain-lain. pegawai. dan Outcome Pengelolaan PBB-P2 •Dana •Pegawai •Sarana •Prasarana.28 B. Proses.1. Rencana dan implementasi kegiatan intensifikasi dan ekstensifikasi sumber- sumber pendapatan daerah bertujuan untuk memenuhi capaian program. kegiatan intensifikasi dan ekstinsifikasi tersebut juga diharapkan menghasilkan long-term outcomes. Output. Pembahasan terhadap Pengelolaan PBB-P2 di Dipenda Kabupaten Serang Analisis logika program.

756. Indikator kinerja yang akan diriviu pada bagian ini adalah yang tertera pada Rencana Kerja Anggaran (RKA) DPKAD Tahun 2011. a. transfer.500 24. termasuk juga Dana Bagi Hasil dari PBB.1 Rencana Kerja Anggaran DPKAD 2011 Program Kegiatan : : Program peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah Intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah INDIKATOR & TOLOK UKUR INDIKATOR Capaian Program Masukan (input) Keluaran (output) TOLOK UKUR KINERJA Meningkat dan berkembangnya pengelolaan keuangan daerah Jumlah Dana Terciptanya tertib administrasi dan tersedianya potensi pendapatan daerah TARGET KINERJA 100% Rp 1. indikator kinerja yang ditampilkan bersifat sangat umum.500 lbr SKPD Dll Hasil (outcome) Tercapainya target pendapatan daerah 100% Sumber: Diolah dari Sub Bagian Program dan Evaluasi Dipenda Kabupaten Serang Apabila kita cermati tabel di atas. Dalam hal ini pengelolaan PBB diklasifikasikan kepada kegiatan intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah.136. retribusi. Indikator kinerja. Evaluasi pengelolaan PBB-P2 di Dipenda Kabupaten Serang.29 2.241 lbr SPPT 4. Pendapatan daerah di sini bisa berarti pendapatan dari pajak. Tabel III. . RKA ini digunakan ketika fungsi pendapatan masih dalam satu naungan DPKAD selaku PPKD.

indikator kinerja yang digunakan sebagai parameter keberhasilan pengelolaan PBB-P2 pada tahun 2011 sudah cukup baik jika ditinjau dari lima aspek penilaian kriteria indikator kinerja yang baik.733.381 Sumber: Diolah dari Seksi Pendataan dan Informasi Dipenda Kabupaten Serang Menurut pengamatan penulis.2. indikator kinerja sudah sesuai dengan apa yang diinginkan dari kegiatan intensifikasi. target kinerja pengelolaan PBB-P2 dijelaskan lebih spesifik di dalam Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA) DPKAD 2011 pada bagian Pendapatan Daerah dengan uraian Bagi Hasil dari Pajak Bumi dan Bangunan. indikator ini menjadi logis dan mudah dipahami. Untuk mencapai target bagi hasil tersebut. Target bagi hasil ditetapkan sebesar Rp 32.233 13.366.820. target penerimaan PBB-P2 yang harus dicapai adalah sebesar Rp 18.735.197.989. Indikator ini juga sudah tepat dalam memberikan informasi tentang capaian kinerja dari kegiatan yang dimaksud mulai dari immediate output hingga long-term outcome.118.30 Selanjutnya. Tabel III.186.893. Dengan demikian.2 Rencana Penerimaan PBB-P2 2011 Sektor Pedesaan Perkotaan P2 Rencana penerimaan PBB Rp Rp Rp 7. 1. . Spesifik Untuk saat ini.454.717 dengan rincian pada Tabel III.148 21.221.

Kontrak kinerja yang ada sekarang bisa dijabarkan secara lebih spesifik. Meskipun demikian. tetapi juga untuk mendidik wajib pajak agar lebih taat dalam membayar pajak. Sebagai contoh. penulis memandang ke depannya dalam menghadapi pelimpahan wewenang penuh atas pengelolaan PBB Dipenda harus mengembangkan suatu set indikator kinerja pengelolaan PBB secara lebih khusus. Hal ini dikarenakan indikator kinerja yang ada sekarang tidak dapat menjelaskan ukuran keberhasilan kegiatan pengelolaan PBB. . indikator yang ada sekarang tidak dapat menjelaskan apa sebenarnya hasil yang diinginkan dari kegiatan “Sosialisasi Pajak Bumi dan Bangunan kepada Wajib Pajak”. Pada bagian selanjutnya akan dijelaskan bagaimana tingginya penerimaan PBB tidak serta-merta mencerminkan ketaatan wajib pajak. Dengan dijelaskannya indikator. baik dari segi ukuran output maupun outcome. untuk saat ini penulis menilai indikator sudah cukup untuk menjelaskan hasil dari sasaran. Cukup Sasaran pada RKA yaitu “Intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah” tidak bersifat langsung dan kompleks. Indikator yang ada sekarang tidak dapat menjelaskan output apa yang diinginkan dari kegiatan tersebut. Tujuan dari sosialisasi ini bukan semata-mata hanya untuk mencapai target penerimaan PBB. Dalam hal ini Dipenda perlu membuat indikator untuk mengukur keberhasilan sosialisasi PBB dengan melihat partisipasi langsung masyarakat dalam pembayaran PBB. Contoh lain adalah kegiatan “Rekonsiliasi laporan penerimaan PBB dengan Bank dan Pos”.31 2.

Penyelesaian tugas. Obyektif dan Tidak Bias Indikator kinerja kegiatan tersebut tidak menimbulkan ambiguitas. Dapat dikuantifikasi Indikator kinerja yang digunakan termasuk indikator kuantitatif. lembar. rupiah. b. Indikator kinerja tidak seharusnya dikaitkan pada tingkat lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan dengan hasil yang diukur “Tercapainya target pendapatan daerah” sudah menjelaskan ukuran langsung dari suatu hasil (outcome) kegiatan “Intensifikasi dan Ekstensifikasi sumbersumber pendapatan daerah”. Indikator disampaikan dalam satuan angka persen. buah. . 5. 4. dsb. Kemudian diperjelas lagi dengan ukuran dari output seperti jumlah Spanduk sosialisasi dan Piagam penghargaan lunas PBB. Pada bagian ini penulis akan memaparkan hasil pengamatan mengenai penyelesaian tugas yang sudah ditetapkan dalam perjanjian kerjasama KPP – Dipenda. Relevan dan langsung Indikator kinerja harus mengukur sedekat mungkin dengan hasil yang akan diukur.32 3. Indikator disebutkan secara jelas berikut capaian kinerja yang memperjelas mengenai apa yang akan diukur. Sehingga memudahkan pengukuran atas capaian kinerja.

33 Tabel III. Keduanya memiliki fungsi yang sama. tepatnya pada tanggal 1 Maret 2012 Bupati Serang mengesahkan Keputusan Bupati .3 Pelaksanaan Tugas dan Wewenang Pengelolaan PBB-P2 2011 No 1 2 3 Tugas/Kegiatan Pembentukan Tim Intensifikasi PBB Penyampaian SPPT/DPH Buku I (Pedesaan) dan Monitoring Membantu dan memfasilitasi kegiatan pemeliharaan dan pembetulan data. Keberatan.3. √ = dilaksanakan o = tidak dilaksanakan x = sebagian dilaksanakan Pelaksanaan √ √ √ √ √ x √ Keterangan simbol: Sumber: Diolah dari Seksi Pendataan dan Informasi Dipenda Kabupaten Serang Sebagaimana yang disajikan pada tabel III. Tim Intensifikasi PBB bernama Tim Intensifikasi Pajak Daerah. Pada tahun 2012. Berikut penjelasan tentang penyelesaian tentang masingmasing kegiatan: 1) Pembentukan Tim Intensifikasi PBB Pembentukan Tim Intensifikasi PBB ini dilaksanakan tiap tahun dan diatur oleh Keputusan Bupati. Pembetulan. dan Pemeliharaan data 5 6 7 Melakukan evaluasi penerimaan PBB Pedesaan tk. dan penyampaian SPPT 4 Membantu sosialisasi Tata Cara Pendaftaran. Penulis melihat ini merupakan hasil dari sebuah penjadwalan program kerja yang baik dari Dipenda Kabupaten Serang. Dipenda Kabupaten Serang melaksanakan seluruh tugas dan wewenang mulai dari pembentukan Tim Intensifikasi PBB hingga Pemberian penghargaan kepada Kecamatan dan Desa yang lunas. Kecamatan dan Kabupaten Melakukan rekonsiliasi data laporan penerimaan PBB dari Buku I s/d V di Bank/Pos Memberikan Penghargaan kepada Kecamatan dan Desa yang telah memenuhi target. Pada tahun 2011.

objek pajak belum didata. Pelaksanaan kegiatan ini ditandai dengan penyerahan SPPT dan DPH kepada 28 Kecamatan. Contoh BAP dilampirkan di akhir laporan ini. dan Penyampaian SPPT Seringkali ditemukan data SPPT yang salah atau tidak sesuai dengan keadaan di lapangan. dan sebagainya. Kegiatan ini diselesaikan pada bulan April.34 Serang Nomor: 973/Kep.Org/2012 tentang Pembentukan Tim Intensifikasi di Kabupaten Serang Tahun 2012. Setelah diserahkan. Tim Intensifikasi PBB diketuai oleh Sekretaris Daerah. 3) Pembantuan pemeliharaan. pembetulan data PBB. . Kesalahan dapat berupa objek pajak keliru. dobel SPPT. maka Dipenda Kabupaten Serang wajib menyampaikan SPPT tersebut. Pelaksanaannya disertai Berita Acara Penyerahan (BAP) yang ditandatangani Kepala Dinas dan pihak kecamatan setempat. dibantu oleh dua wakil ketua. Keputusan Bupati tersebut juga mengatur tentang tugas pokok dan fungsi Tim Intensifikasi PBB. Monitoring dilakukan setiap tiga bulan sekali sejak SPPT diserahkan pertama kali.109-Huk. Dalam hal ini Dipenda Kabupaten Serang membantu KPP Pratama Serang dalam mengatur kegiatan verifikasi data SPPT. yaitu Kepala Dipenda Kabupaten Serang dan Kepala Kantor KPP Pratama Serang. 2) Penyampaian SPPT dan DPH pedesaan Setelah KPP Pratama Serang menyerahkan SPPT Pedesaan ke pihak Dipenda. Dipenda Kabupaten Serang wajib melakukan monitoring ke desa-desa untuk mengetahui perkembangan distribusi SPPT.

sayangnya dokumentasi kegiatan rekonsiliasi sangat minim. terdapat 10. Penyampaian SPPT yang dimaksud disini adalah untuk PBB Sektor Perkotaan. SPPT Perkotaan disampaikan lewat Kantor Pos. . 6) Rekonsiliasi data laporan penerimaan PBB Konfirmasi mengenai penerimaan PBB ke Bank dan Pos sudah dilakukan. Evaluasi tingkat Kabupaten dilaksanakan pada bulan Agustus di aula Sekretariat Daerah. Pada tahun 2011. 4) Pembantuan sosialisasi PBB Sosialisasi dilakukan oleh KPP Pratama Serang dan Dipenda Kabupaten Serang. Contoh laporan kegiatan verifikasi dan daftar perubahan SPPT dilampirkan di bagian akhir laporan ini. pelaksanaan evaluasi tingkat kecamatan dilaksanakan pada bulan Juli di aula kecamatan dan dihadiri oleh Tim Intensifikasi PBB.35 Mekanisme pengumpulan data verifikasi SPPT yang bermasalah adalah dari kecamatan diserahkan ke DPKAD kabupaten Serang paling lambat tanggal 28 Mei 2011 disertai surat pengantar dari Kecamatan. sosialisasi ini dilaksanakan pada bulan Maret.874 SPPT yang bermasalah. Menurut Nota Perjalanan Dinas yang ada. 5) Pelaksanaan evaluasi penerimaan PBB Pedesaan Berdasarkan notulensi yang dibuat. sehingga penulis tidak dapat melihat data rekonsiliasi secara utuh. Namun. Sebelum dikembalikan ke KPP Pratama Serang data tersebut dikoreksi dan dicatat oleh petugas yang ditunjuk.

Tabel III.233 Realisasi 4.859.197.989. Laporan Realisasi Anggaran sampai dengan Desember 2011 menunjukkan Bagi Hasil dari PBB melampaui target yang seharusnya. dengan data yang tersedia ini dilakukan performace gap analysis terhadap realisasi kinerja dari masing-masing sektor. Pada tahun 2011.893.381 21.99%. Sebagaimana ditunjukkan pada Tabel III.4 Realisasi PBB-P2 Tahun 2011 No Sektor 1 2 Pedesaan Perkotaan SKB Repen 2011 7.250 melebihi target yang ditetapkan.820.198. Sektor perkotaan melampaui target hingga 122.631.148 16.4.366. penulis melihat ada kekurangan dalam pelaksanaan pemberian penghargaan yang akan diungkapkan pada bagian selanjutnya.74% 99.118.454.735.012 21. Namun.873. Pencapaian positif ini tidak terlepas juga dari penerimaan PBB dari sektor pedesaan dan perkotaan yang cukup baik. yaitu Rp 32.910.443.74%.071. Capaian kinerja. Kecamatan yang lunas diberi sejumlah insentif dan hadiah.794 Sumber: Diolah dari Seksi Pendataan dan Informasi Dipenda Kabupaten Serang .279.99% 122.186.46% 13. Pendapatan dari sektor ini mencapai Rp 49. Pada tahun 2011 realisasi penerimaan sektor pedesaan mencapai 60.36 7) Pemberian penghargaan pada kecamatan dan desa lunas Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan keputusan bupati. c. Tiap tahunnya ketentuan pemberian penghargaan selalu berubah.782 % 60. Selanjutnya.

451. hal ini . Terdapat 5 kecamatan yang mencapai target hingga 100%.116. Beberapa kasus ditemukan kepala desa/calon kades menjanjikan warga setempat bebas dari PBB apabila terus mendukung kepala desa yang bersangkutan. Selama masa studi lapangan. Walaupun pada akhirnya PBB desa tersebut lunas dibayar oleh kepala desa. sehingga waktu diterimanya SPPT sampai dengan tanggal jatuh tempo semakin singkat. 10 kecamatan mencapai 45% s. 9 kecamatan dengan capaian target 70% s. Dengan demikian total selisih yang tidak terealisasi adalah sebesar Rp 3. Berikut adalah permasalahan yang kerap dihadapi Dipenda dalam pengelolaan PBB sektor pedesaan: a) Pendistribusian SPPT lewat Kepala Desa. c) PBB jadi alat politik kepala desa. Seringkali pendistribusian SPPT lewat Kepala Desa ini terlambat.d. b) Kesadaran masyarakat masih rendah. Belum lagi jika ada data yang salah dan harus dikembalikan ke KPP. penulis mencoba mencari tahu apa penyebab dari tidak tercapainya target tersebut. 92%.d. dan 4 kecamatan masih dibawah 40%. Ketika dilakukan monitoring. 69%. Ini menunjukkan bahwa sosialisasi di kecamatan dan desa belum mencapai hasil maksimal.37 1) Sektor pedesaan Tercatat hingga tanggal 31 Desember 2011 jumlah desa yang lunas adalah 157 desa dari total 314 desa yang ada di Kabupaten Serang.174. kepala desa mengeluhkan banyak warga yang tidak mau bayar karena tidak merasakan kontraprestasi langsung.

2) Sektor perkotaan Penerimaan PBB sektor perkotaan pada tahun 2011 menunjukkan hasil yang sangat positif. karena lokasinya yang relatif mudah dijangkau. Karena jarak desa cukup jauh dari bank yang ditunjuk pemerintah. Dari hasil pengamatan penulis. d) Pembayaran PBB perdesaan rentan terhadap kecurangan. Lain halnya dengan sektor pedesaan yang pembayarannya melalui kepala desa. pembayaran bisa langsung melalui bank yang ditunjuk Pemerintah Daerah. Distribusi SPPT melalui POS juga langsung kepada WP. Masalah yang sering ditemukan adalah pembayaran PBB lewat Bank . Rangkap fungsi seringkali terjadi di mana fungsi pencatatan dan penerimaan menjadi satu. Kemungkinan kecurangan dilakukan oleh pejabat desa sangat besar. Namun. pembayaran PBB dikolektifkan melalui kepala desa. tingginya penerimaan dari sektor perkotaan ini juga tidak menunjukkan bahwa tidak ada masalah yang dihadapi sama sekali dalam pengelolaannya. hal ini dikarenakan pengelolaan PBB sektor perkotaan sudah lebih rapi dibandingkan dengan sektor pedesaan. sehingga masalah sektor pedesaan yang timbul sebagaimana dijelaskan sebelumnya bisa diminimalkan.38 sangat tidak mendidik dan dapat semakin mengerdilkan kesadaran masyarakat terhadap kewajibannya untuk membayar pajak. Selain itu. Masalahmasalah yang terjadi di sektor pedesaan tidak terjadi atau diminimalkan di sektor perkotaan.

Penulis melihat prestasi yang ditunjukkan dari sektor perkotaan ini merupakan modal yang baik dalam menghadapi pelimpahan wewenang PBB tahun 2014. pada tahun 2009 tarif yang digunakan dalam pembagian uang insentif bersifat flat. Kecamatan tidak diberikan . Banyak data pembayaran tidak terekam oleh KPP. 3) Pemberian penghargaan Salah satu upaya yang dilakukan Dipenda dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan penerimaan PBB Sektor Pedesaan adalah dengan memberikan penghargaan kepada kecamatan dan desa pengelola PBB yang mencapai target penerimaan. penulis menganggap upaya ini belum menunjukan hasil yang cukup signifikan. yaitu Rp 5. sering terjadi kasus dimana wajib pajak sudah merasa membayar PBB. Setiap tahunnya pemberian penghargaaan ini diatur oleh Keputusan Bupati.000. penghargaan diberikan dalam bentuk piagam dan uang insentif. Dalam tiga tahun terakhir ini. Adapun untuk kecamatan yang lunas mendapat tambahan penghargaan berupa satu unit sepeda motor. Dipenda harus bisa mempertahankan prestasi ini dan terus mengimplementasikan solusi-solusi yang dapat menyelesaikan masalah yang dari sekarang sudah dapat teridentifikasi.000 untuk setiap desa yang mencapai target penerimaan. Dari hasil penelitian yang penulis lakukan. Namun demikian. Setiap tahun ketetapan mengenai jumlah uang insentif yang dibagikan per kecamatan dan desa senantiasa mengalami perubahan. Sebagaimana yang dapat kita lihat pada lampiran 10. tapi ternyata masih menjadi tunggakan di tahun berikutnya.39 Rakyat Indonesia (BRI) yang tidak online ke KPP. Akibatnya.

5% untuk kecamatan. Memasuki tahun 2010.00% 20. akan diulas sejauh mana keberhasilan upaya pemberian penghargaan ini dalam mempertahankan dan meningkatkan penerimaan PBB. dan 20% untuk desa yang lunas dalam periode setelah jatuh tempo sampai dengan akhir Desember. Selanjutnya. Gambar III.40 penghargaan berupa uang. pembagian uang insentif dihitung berdasarkan persentase yang ditetapkan yaitu 3.00% 40.00% 50. Gambar III.00% 2007 2008 2009 2010 2011 Sumber: Diolah dari Seksi Pendataan dan Informasi Dipenda Kabupaten Serang .00% 30.00% 0. Dipenda mulai memberlakukan tarif progressive.00% 60. pada tahun 2011.00% 10. 25% untuk desa yang lunas sebelum jatuh tempo. Selanjutnya. Uang insentif yang berhak diterima oleh kecamatan dan desa adalah tarif tersebut dikalikan dengan bagi hasil kabupaten (64.2 menunjukkan tren penerimaan PBB selama lima tahun terakhir.2 Realisasi Penerimaan PBB Sektor Pedesaan 2007-2011 70.8% x target PBB). Jumlah uang yang diberikan berbeda-beda disesuaikan dengan target penerimaan yang tercapai oleh masing-masing kecamatan dan desa.

16%. Hal tersebut tercermin ketika Dipenda gagal mempertahankan realisasi penerimaan dari 66. Dengan demikian. Penurunan realisasi penerimaan kembali dialami dua tahun berturut-turut hingga menyentuh angka 59.80% pada 2009. Tren positif baru terjadi di tahun 2011. .16% jatuh menjadi 48.46%. Realisasi penerimaan pada tahun tersebut naik menjadi 61%.46% pada 2010. Di tahun berikutnya. dan 48.23%. Simpulan yang dapat penulis ambil dari kondisi tersebut adalah pemberian penghargaan kepada kecamatan dan desa lunas PBB tidak selalu berhasil dalam memenuhi harapan dari terselenggaranya kegiatan tersebut. secara sederhana bisa dikatakan pula bahwa pemberian penghargaan tidak terlalu signifikan dampaknya dalam mempertahankan serta meningkatkan realisasi penerimaan PBB sektor pedesaan. prestasi tersebut tidak berhasil dipertahankan sehingga capaian realisasi penerimaan turun menjadi 64.41 Pada tahun 2007 realisasi penerimaan PBB mencapai 66. meskipun di tahun 2011 bangkit kembali menjadi 61%.

penulis akan mengambil simpulan berdasarkan uraian-uraian yang telah dijelaskan dalam bab.873. Hal ini dikarenakan indikator yang ada sekarang tidak dapat menjelaskan ukuran keberhasilan dari tiap-tiap kegiatan pengelolaan PBB.d. dan tidak bias. Terdapat 5 kecamatan yang mencapai target hingga 100%. cukup. Penerimaan sektor pedesaan tidak mencapai target.989. indikator kinerja yang ada sekarang kurang cocok untuk menghadapi tahun 2014. Penulis menarik kesimpulan bahwa: 1. 9 kecamatan dengan capaian target 70% s. Dengan demikian penerimaan PBB dari sektor ini yang ditargetkan Rp 7.454. Jumlah desa yang lunas adalah 157 desa dari total 314 desa yang ada di Kabupaten Serang. obyektif. dan 4 kecamatan masih dibawah 40%. 69%. 2. Indikator kinerja yang dimiliki Dipenda sekarang sudah sesuai dengan kriteria suatu indikator kinerja yang baik yaitu spesifik. Namun. langsung.BAB IV PENUTUP A.233 hanya terealisasi sebesar Rp 4. 10 kecamatan mencapai 40% s. 92%. dapat dikuantifikasikan. relevan.279. Hal 42 .d.bab sebelumnya mengenai pengelolaan PBB-P2 oleh Dipenda Kabupaten Serang.782. Simpulan Sebagai hasil akhir dari penulisan Laporan Studi Lapangan ini.

Namun demikian.16% jatuh menjadi 48.197. B. Saran Berdasarkan simpulan.012 dan melampaui angka yang ditargetkan sebelumnya. penulis menyarankan: . PBB jadi alat politik kepala desa. masalah yang timbul akibat pembayaran lewat BRI yang tidak online ke KPP masih menjadi ganjalan besar. yaitu Rp 13. Pemberian penghargaan tidak terlalu signifikan dampaknya dalam mempertahankan serta meningkatkan realisasi penerimaan PBB sektor pedesaan. kesadaran masyarakat masih rendah. Penerimaan di sektor ini mencapai Rp 16. penulis memberikan saran-saran untuk Dipenda Kabupaten Serang agar bisa memperbaiki kinerja di masa yang akan datang. sehingga masalah-masalah yang terjadi di sektor pedesaan bisa diminimalkan. Dari hasil pengamatan penulis. pembayaran PBB perdesaan melalui kepala desa rentan terhadap kecurangan 3. Menyikapi permasalahan yang terjadi.148.631. yang terbukti ketika Dipenda Kabupaten Serang gagal mempertahankan realisasi penerimaan dari 66. Penerimaan PBB sektor perkotaan pada tahun 2011 menunjukkan hasil yang sangat baik. meskipun di tahun 2011 bangkit kembali menjadi 61%.46%.366. 4. ini dikarenakan mekanisme distribusi dan pembayaran SPPT sektor perkotaan sudah lebih rapi dibandingkan dengan sektor pedesaan.43 ini banyak disebabkan oleh masalah-masalah seperti pendistribusian SPPT lewat Kepala Desa sering terlambat.198.

Masalah dalam pengelolaan PBB sektor pedesaan cukup banyak dan butuh waktu dalam penanganannya. Dalam jangka pendek. Pemberian penghargaan perlu dibarengi juga dengan pemberian sanksi yang lebih tegas. Dipenda harus mengembangkan suatu set indikator kinerja pengelolaan PBB secara lebih khusus. Sanksi bisa dikenakan kepada kecamatan dengan capaian terendah atau desadesa yang tidak lunas. Kontrak kinerja yang ada sekarang bisa dijabarkan lagi sehingga bisa menjelaskan indikator kinerja pengelolaan PBB-P2 secara lebih spesifik. Menurut penulis. Hal ini dimaksudkan agar setiap kegiatan pengelolaan PBB bisa menjadi suatu langkah kecil yang tepat sasaran dalam mewujudkan outcome bahkan visi besar Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Serang dan masyarakat dari Kabupaten Serang itu sendiri. . Dipenda dapat mengaji ulang kegiatan pemberian penghargaan kepada kecamatan dan desa. Selama 20 hari masa studi lapangan penulis mencoba merumuskan penetapan kinerja yang mungkin dapat menjadi rujukan dalam mendesain indikator kinerja yang lebih spesifik. Dipenda harus memperhatikan konsep reward and punishment yang diterapkan dalam kegiatan tersebut. 2.44 1. Dalam menghadapi tahun 2014. Indikator kinerja yang dimaksud dituangkan dalam bentuk tabel yang dapat dilihat pada lampiran 12. tidak selalu tercapainya harapan untuk mempertahankan dan meningkatkan realisasi penerimaan disebabkan oleh tidak seimbangnya imbalan dan sanksi yang diberikan pada kegiatan ini.

Hal ini dilakukan agar masalah yang timbul karena tidak online-nya BRI ke KPP tidak terjadi lagi ketika kelak PBB-P2 sudah dikelola secara mandiri. Persiapan ini bisa dimulai dengan melakukan studi banding ke Dipenda yang sudah lebih dahulu mengelola PBB-P2 secara mandiri serta mengadakan pembahasan dengan KPP Pratama Serang. C. Mekanisme pendistribusian SPPT melalui POS sudah tepat. Oleh karenanya. 5. 4. Prestasi dalam pengelolaan sektor perkotaan harus bisa dipertahankan. pencatatan. penulis meminta tanggapan dari Kepala Bidang BPHTB dan PBB yang juga bertindak sebagai Sekretaris Tim Intensifikasi . Dipenda Kabupaten Serang dapat membuat sejumlah Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di kecamatan untuk menjalankan fungsi-fungsi seperti distribusi. Dipenda Kabupaten Serang harus segera merancang mekanisme pembayaran yang lebih baik lagi. Selain saran yang dijelaskan di atas. Tanggapan Dipenda Kabupaten Serang Dalam penyusunan laporan ini penulis mengharapkan umpan balik dari Dipenda Kabupaten Serang. Namun. pembayaran. Dipenda Kabupaten Serang juga sebaiknya tidak lupa untuk memetakan fokus terhadap persiapan pengelolaan PBB-P2 yang akan dilaksanakan secara mandiri pada tahun 2014.45 3. Keberadaan UPTD di kecamatan sangat penting untuk menyederhanakan administrasi dan meminimalkan kesalahan dan kecurangan. penulis menyarankan Dipenda Kabupaten Serang segera melakukan gerak cepat. Mengingat sisa waktu yang tidak banyak lagi. Dalam jangka panjang. dan pengawasan.

46 PBB atas saran yang penulis berikan. penetapan kinerja dan indikator sebagaimana yang telah disarankan belum dapat dilakukan dalam jangka pendek. Pengkajian akan dilakukan. tetapi tidak dalam jangka pendek karena saat ini Dipenda Kabupaten Serang belum memiliki wewenang untuk melaksanakannya. maka desa tersebut tidak mendapatkan Alokasi Dana Perimbangan Desa (ADPD). 2. Berita acara wawancara terlampir pada bagian akhir laporan ini. Hal tersebut diakibatkan pengelolaan PBB-P2 masih dipusatkan di KPP Pratama Serang. saran tersebut tetap dapat diakomodasi sebagai rujukan untuk penetapan kinerja tahun 2014. Berikut tanggapan atas saran yang dimaksud: 1. . Dijelaskan dalam BAB XII mengenai penghargaan dan sanksi. Konsep reward dan punishment sebenarnya sudah diatur dalam Peraturan Bupati Nomor 51 Tahun 2009 yang menjelaskan Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2006 tentang Alokasi Dana Perimbangan Desa di Kabupaten Serang. Sanksi yang berlaku di antaranya adalah bagi desa yang penerimaan PBB-nya tidak mencapai 70%. Oleh karena itu. Namun demikian. punishment yang ada tampaknya belum cukup memberikan efek jera. Penulis meminta tanggapan melalui wawancara. Saat ini ruang gerak Dipenda Kabupaten Serang dalam mengelola PBB-P2 masih sangat terbatas. Namun. Dipenda Kabupaten Serang setuju dengan pengkajian ulang atas pemberian sanksi yang lebih berat.

. Dipenda Kabupaten Serang setuju dengan dibentuknya UPTD di kecamatan. Bahkan.47 3. Namun. Dalam mempersiapkan pengelolaan PBB-P2 secara mandiri. Kanwil Pajak Banten. lokasi UPTD. Dipenda Kabupaten Serang perlu mengadakan perencanaan yang matang agar UPTD tidak hanya ada. Dipenda Kabupaten Serang berharap adanya kerjasama yang baik antara KPP Pratama Serang. 4. Kepala Bidang PBB dan BPHTB juga menuturkan akan menampung saransaran yang telah penulis berikan dan mengharapkan lebih banyak lagi saran-saran untuk kemajuan Dipenda Kabupaten Serang di masa yang akan datang. struktur organisasinya sudah mencanangkan untuk diadakannya UPTD. Oleh karenanya. hingga kini Dipenda Kabupaten Serang telah melakukan penjajakan dengan Bank Jabar-Banten dan 80 Bank lain untuk pengembangan sistem pembayaran online. dan Dipenda Kabupaten Serang sendiri seperti yang ditunjukkan di daerah-daerah seperti Kota Bekasi dan Kabupaten Sleman. 5. pengadaan UPTD ini membutuhkan banyak pertimbangan seperti jumlah dana. tetapi juga bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Dipenda Kabupaten Serang sangat setuju bahwa masalah sistem pembayaran PBB-P2 ini harus menjadi perhatian khusus. dan jumlah pegawai yang dipekerjakan. Sejak Dipenda Kabupaten Serang berdiri.

http://www. Manajemen Kinerja: Menuju Keuanggulan Organisasi Berkinerja Tinggi. 2005. Rudi M. Pengelolaan Akuntabilitas Kinerja Sektor Publik: Konsep.L.depkeu. J. Fundamentals of Management. Modul Pelatihan: Penyusunan Penetapan Kinerja.2005.Manajemen Kinerja Sektor Publik.go.asp?ContentId=373 (diakses 15 Juni 2012) 2. Mohamad.. 2009. 2012. Jakarta: Erlangga. Penyunting. Studi Kasus dan Topik Lanjutan. Fungsi dan Uraian Tugas pada Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Serang Peraturan Daerah Kabupaten Serang Nomor 9 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi Dinas Daerah Kabupaten Serang Peraturan Daerah Kabupaten Serang Nomor 19 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Organisasi Dinas Daerah Kabupaten Serang . Praktik. 1996. Tim Studi Pengembangan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Yogyakarta: BPFE YOGYAKARTA Mahmudi. Yogyakarta: AMP YKPN Gibson.48 DAFTAR PUSTAKA – 1. Jakarta: Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Deputi Bidang Akuntabilitas Aparatur Tim Studi Pengembangan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Jakarta: Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Deputi Bidang Akuntabilitas Aparatur Reformasi Birokrasi DJA. Modul Pelatihan: Evaluasi Kinerja Instansi Berbasis Evaluasi Program.id/web-printlist. dkk. Jakarta: Sekolah Tinggi Akuntansi Negara Mahsun. Peraturan Bupati Serang Nomor 23 Tahun 2012 tentang Tugas Pokok. Dokumen Publik dan Perundang-Undangan Peraturan Daerah Kabupaten Serang Nomor 5 Tahun 2010 tentang Pajak Daerah. 2005. Alih Bahasa: Zuhad Ichyaudin. Pengukuran Kinerja Sektor Publik. 2008. Buku dan Sumber Lain Harahap.anggaran.

49 Keputusan Bupati Serang Nomor 050/Kep.175-Huk/2011 tentang Pengesahan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Serang Tahun 2010-2015 Keputusan Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Serang Nomor 900/071/DPKAD/2011 tentang Rencana Strategis Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Tahun Anggaran 2011-2015 Keputusan Bupati Serang Nomor: 973/Kep.35-Huk/2011 Tentang Pemberian Penghargaan Kepada SKPD Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah serta Kecamatan dan Desa Pengelola Pajak Bumi dan Bangunan Lunas Target Tahun 2010 Keputusan Bupati Serang Nomor 002/Kep.Org/2012 tentang Pembentukan Tim Intensifikasi di Kabupaten Serang Tahun 2012 Keputusan Bupati Serang Nomor 002/Kep. Penyampaian Sppt Pbb.109-Huk. Stts Dan Penagihan Tunggakan Pajak Bumi Dan Bangunan . Pembetulan Data.98-Huk/2012 Tentang Pemberian Penghargaan Kepada Kecamatan dan Desa Pengelola Pajak Bumi dan Bangunan Lunas Target Tahun 2011 Keputusan Bupati Serang Nomor 002/Kep.166-Huk/2010 Tentang Pemberian Penghargaan Kepada Kecamatan dan Desa atas Prestasi dalam Merealisasikan Target Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Tahun 2009 Perjanjian Kerjasama Nomor 973/DPKAD/2011 Tentang Koordinasi Dan Fasilitasi Kegiatan Pemeliharaan Data.

LAMPIRAN .

Tugas: Memimpin. dan Pelaksanaan tugas tambahan. (i) (ii) (iii) (iv) (v) dan mengawasi Perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan sebagian Pemerintahan Daerah di bidang Pendapatan Daerah. Pengaturan penyelenggaraan tugas Pemerintahan Daerah di Pendapatan Daerah. Pelaksanaan penyelenggaraan tugas Kesekretariatan Dinas. tugas bidang bidang bidang b. mengatur. mengatur. Pengawasan penyelenggaraan tugas Pemerintahan Daerah di bidang BPHTB dan PBB. melaksanakan dan mengawasi penyelenggaraan sebagian tugas Pemerintahan Daerah di bidang Pendapatan. dan Pelaksanaan tugas tambahan. (i) (ii) (iii) (iv) (v) Perumusan rencana kebijakan penyelenggaraan tugas Pemerintahan Daerah di bidang BPHTB dan PBB. Pengawasan Penyelenggaran tugas Pemerintahan Daerah di Pendapatan Daerah. Tugas: Memimpin. Fungsi: Memimpin. . Pengaturan penyelenggaraan tugas Pemerintahan Daerah di bidang BPHTB dan PBB. merencanakan. Fungsi: Perumusan rencana kebijakan penyelenggaraan operasional tugas Kesekretariatan Dinas. mengatur. melaksanakan dan mengawasi Penyelenggaraan tugas Pemerintahan Daerah di bidang BPHTB dan PBB. Pengawasan penyelenggaraan tugas Kesekretariatan Dinas. (i) (ii) (iii) (iv) (v) Sekretaris a. Pengaturan penyelenggaraan tugas Kesekretariatan Dinas. Tugas: b. dan Pelaksanaan tugas tambahan. merencanakan. merencanakan. Sekretaris. dan Kepala Bidang PBB dan BPHTB Dipenda Kabupaten Serang 2012 Kepala Dinas a.Lampiran 1 Tugas Pokok dan Fungsi Kepala Dinas. Pelaksanaan penyelenggaraan tugas Pemerintahan Daerah di Pendapatan Daerah. melaksanakan penyelenggaraan tugas Kesekretariatan Dinas. Pelaksanaan penyelenggaraan tugas Pemerintahan Daerah di bidang BPHTB dan PBB. Fungsi: b. Kepala Bidang PBB dan BPHTB a.

Lampiran 2 .

.

.

.

Para Pimpinan Cabank Bank Persepsi 14. Kabid Perencanaan Pendapatan Dipenda Kab. Wakil Bupati Serang Ketua Wakil Ketua Sekretaris Bendahara Sekretaris : Daerah Kabupaten Serang 1. Para Kasi KPP Pratama Serang 16.Org/2012 tentang Pembentukan Tim Intensifikasi di Kabupaten Serang Tahun 2012. Para Camat se-Kabupaten Serang 12. Serang 8. Serang 7. Para Kasi di Bidang BPHTB dan PBB Dipenda Kab Serang . Keputusan tersebut menetapkan susunan Tim Intensifikasi PBB 2012 adalah sebagai berikut: Pembina 1.109-Huk. Kabid Pengawasan dan Konsultasi Dipenda Kab. Serang 6. Kepala : Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Serang 2. Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Serang Kepala : Bidang BPHTB dan PBB Dipenda Kab. Asisten Bidang Administrasi Pembangunan Setda Kab. Kabag Pemerintahan Desa Setda Kab. Bupati : Serang 2. Serang 4. Serang 11.Lampiran 3 Susunan dan Tupoksi Tim Intensifikasi PBB 2012 Keputusan Bupati Serang Nomor: 973/Kep. Serang 3. Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Kab. Kabag Pemerintahan Umum Setda Kab. Kepala Kantor Pos Serang 13. Para Pimpinan Bank BRI Unit yang ditunjuk selaku tempat pembayaran 15. Serang 10. Asisten : Bidang Administrasi Pemerintah Setda Kab Serang 2. Kabag Organisasi Setda Kab. Kabag Hukum Setda Kab. Serang Pemegang : Kas pada Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Serang Anggota 1. Serang 9. Serang 5. Inspektir Kab.

Menyusun dan mempersiapkan jadwal pelaksanaan penyampaian SPPT. IV dan V (sektor perkotaan). Pos Indonesia 7. . 2. Melakukan konfirmasi kepada Bank yang ditunjuk sebagai tempat pembayaran PBB 10. Menyusun jadwal pelaksanaan penyampaian SPPT PBB baik Buku 1 (sektor pedesaan) maupun Buku II. Pelaksana di Bidang BPHTB dan PBB Dipenda Kab. Serang Untuk mewujudkan tujuan tersebut. Melakukan penagihan PBB melalui Kepala Desa atau langsung ke Wajib Pajak 9. Melakukan sosialisasi ke Wajib Pajak terkait dengan penerbitan SPPT PBB dan batas akhir jatuh tempo pembayaran PBB 3. Melaporkan seluruh hasil kegiatan kepada Bupati. Melakukan Inventarisasi atas perijinan yang dikeluarkan oleh Pemerintah 6. Menginventarisasi setiap permasalahan yang ditemukan di lapangan berkaitan data obyek pajak dan subyek pajak PBB sebagai bahan usulan pelaksanaan pembetulan dan pemutakhiran data PBB 11. Melakukan koordinasi dengan Instansi terkait dalam rangka pemeliharaan dan pembetulan basis data PBB 5. Melakukan kegiatan monitoring penyampaian SPPT PBB dan penagihan PBB Buku I ke Desa. 4. III. Para Kepala Desa se-Kabupaten Serang 18. baik yang secara langsung melalui desa maupun yang dikerjasamakan melalui PT. Melakukan pemantauan ke desa atas SPPT Buku I yang telah disampaikan dari Dinas Pendapatan Daerah ke Kecamatan/Desa 8.17. tim intensifikasi menjalankan tugas pokoknya antara lain: 1.

Lampiran 4Lampiran 4 .

Lampiran 5 .

Lampiran 6 Laporan Hasil Verifikasi SPPT Bermasalah .

756 29.586 22. 19560812 198106 1 003 .845 13.693 27.939 22.241 23. Kepala Bidang Pendapatan Kasi Dana Perimbangan dan Pendapatan lain .M Rudy Afandi.407 39.050 321 1.591 24. E.951 12.303 23.886 29.321 452.300 189 183 490 368 730 454 152 723 347 1.876 3 4 7 5 9 6 2 5 6 3 3 11 5 2 8 7 9 4 8 107 Mengetahui.629 20. 19680420 199208 1 001 Ayip Mamad Salim Nip.424 39.184 27.031 809 609 740 473 10.840 15.lain yang sah Drs.Lampiran 7 DAFTAR PERUBAHAN SPPT PBB BUKU I (PEDESAAN) TAHUN 2011 Jumlah Dus 1 1 2 1 1 1 1 2 2 3 1 4 1 1 3 2 2 2 1 32 NO KECAMATAN Jumlah Desa SPPT Jumlah PPT Perubahan Jumlah Desa Perubahan Keterangan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Anyar Bandung Baros Cikande Cikeusal Cinangka Ciomas Ciruas Gunung Sari Jawilan Kopo Kragilan Pabuaran Padarincang Pamarayan Pontang Tirtayasa Tunjung Teja Waringin Kurung JUMLAH 10 8 14 12 15 13 11 17 7 9 10 14 7 14 9 15 14 9 11 219 27.739 230 238 1.919 21.508 18. MM Nip.277 11.

Lampiran 8 .

Lampiran 9 .

.

Lampiran 10 Laporan Hasil Rekonsiliasi Bank .

000 Rp 2.000 Untuk target PBB Rp 150.000 Rp 4.000 Rp 8.000 Untuk target PBB > Rp 500.000.000.001 – Rp 40.000.000.000.000.001 – Rp 60.000.000.5% x 64.000 Untuk target PBB < Rp 14.000.000 2011 Kecamatan 3.8% x Target Penerimaan Untuk Desa yang lunas PBB setelah jatuh tempo s.000.000.000.Lampiran 11 Tabel Ketetapan Pembagian Uang Insentif Tahun 2009-2011 Tahun 2009 2010 Pengelola Kecamatan Desa Kecamatan Uang Insentif Rp 0 Rp 5.8% x Target Penerimaan Untuk Desa yang lunas PBB sebelum jatuh tempo 20% x 64.000.d akhir Desember 2011 Desa .000 Untuk target PBB Rp 14.000 Untuk target PBB Rp 40.000.000.8% x Target Penerimaan Diberikan hanya untuk kecamatan yang lunas PBB sebelum jatuh tempo 25% x 64.000.001 – Rp 25.000 Rp 10.000 Untuk target PBB Rp 25.000 Untuk target PBB > Rp 60. Rp 500.000 Rp 7.000 Rp 3.000 Untuk target PBB < Rp 150.000.001 -.000.000 Rp 3.000 Rp 6.000.000.000.001 – Rp 300.000.000.000 Desa Rp 4.000.000 Untuk target PBB Rp 300.

Terbentuknya Tim Intensifikasi PBB berdasarkan Keputusan Bupati  Penyerahan kembali seluruh SPPT bermasalah ke KPP  665. dan Pemeliharaan data PBB serta membantu kegiatan penagihan tunggakan pajak PBB.Lampiran 12 Tabel Indikator Kinerja Kegiatan Pengelolaan PBB-P2 Program : Program peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah Kegiatan : Pelaksanaan Sebagian Wewenang Pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan INDIKATOR & TOLOK UKUR INDIKATOR SASARAN KINERJA OUTPUT Memfasilitasi pembentukan Tim Intensifikasi Pajak Bumi dan Bangunan Tingkat Kabupaten Serang yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Bupati Membantu kegiatan:  Pemeliharaan data  Pembetulan data Dan memfasilitasi:  Penyampaian SPPT PBB.478 SPPT diterima 28 kecamatan dan kantor pos.  28 Berita acara penyerahan SPPT  Diselenggarakanny a sosialisasi di 28 Kecamatan INDIKATOR KINERJA OUTCOME  Tercapainya target Pendapatan Daerah: Dana Bagi Hasil dari Penerimaan PBB  Kesadaran bayar pajak masyarakat meningkat  Jumlah desa lunas meningkat Membantu sosialisasi Pajak Bumi dan Bangunan ke Wajib Pajak khususnya mengenai Tata Cara Pendaftaran. Pembetulan. Keberatan. . STTS dan DPH  Penagihan tunggakan pajak dalam rangka mengoptimalkan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan.

. Melakukan rekonsiliasi data laporan penerimaan PBB dari Buku I s/d V di Bank/Pos tempat pembayaran dan Bank / Pos Persepsi dan Bank B.5% dari 64.O III oleh Tim Intensifikasi PBB.8% penerimaan PBB kecamatan. dan  Bagi hasil 25% dari 64. Memberikan Penghargaan kepada Wajib Pajak dan Pengelola PBB baik Kecamatan maupun Desa/Kelurahan yang telah memenuhi target dari pokok ketetapan yang ditetapkan dengan surat.Melakukan evaluasi penerimaan PBB Buku I (Pedesaan) di tiaptiap Kecamatan dan evaluasi di tingkat Kabupaten.8% penerimaan PBB kecamatan ybs. Laporan hasil evaluasi dari 28 Kecamatan Konfirmasi Bank dan Pos  150 lbr piagam  Insentif 3.

Lampiran 13 .

4d Cimuncang Pabrik Es Serang – Banten 42111 Riwayat Pendidikan : 1. S. SMA Negeri 1 Kota Serang 5. SDN 4 Pandeglang 2. Toto Sarwono Edi Muljanto. Tanggal Lahir : Pandeglang. SDN 2 Kota Serang 3. MM. SMPN 1 Kota Serang 4. 4 November 1992 Jenis kelamin Nama Ayah Nama Ibu Agama Alamat Rumah : Laki-laki : Ir. : Dra. Sekolah Tinggi Akuntansi Negara Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Tahun 2009 – 2012 Tahun 1998 – 2001 Tahun 2001 – 2004 Tahun 2004 – 2007 Tahun 2007 – 2009 .Pd : Islam : Jalan Saleh Baimin RT 01/05 No.DAFTAR RIWAYAT HIDUP Nama Lengkap : Aulia Tri Utama Tempat. Nur Sriningsih.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->