P. 1
TINJAUAN TERHADAP AKUNTANSI PIUTANG TUNTUTAN PERBENDAHARAAN DI PEMERINTAH KABUPATEN ASAHAN.pdf

TINJAUAN TERHADAP AKUNTANSI PIUTANG TUNTUTAN PERBENDAHARAAN DI PEMERINTAH KABUPATEN ASAHAN.pdf

|Views: 146|Likes:
Dipublikasikan oleh misterchest
Tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance) merupakan salah satu
kondisi yang ingin dicapai Republik Indonesia saat ini. Salah satu indikator
terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik adalah pengelolaan keuangan negara
yang akuntabel serta transparan. Dalam hal ini Indonesia telah melakukan reformasi
di bidang pengelolaan keuangan negara yang ditandai dengan berlakunya paket
Undang-Undang di Bidang Keuangan Negara, yang terdiri dari Undang-Undang
Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang-Undang Nomor 1 Tahun
2004 tentang Perbendaharaan Negara, dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004
tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara.
Tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance) merupakan salah satu
kondisi yang ingin dicapai Republik Indonesia saat ini. Salah satu indikator
terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik adalah pengelolaan keuangan negara
yang akuntabel serta transparan. Dalam hal ini Indonesia telah melakukan reformasi
di bidang pengelolaan keuangan negara yang ditandai dengan berlakunya paket
Undang-Undang di Bidang Keuangan Negara, yang terdiri dari Undang-Undang
Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang-Undang Nomor 1 Tahun
2004 tentang Perbendaharaan Negara, dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004
tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara.

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: misterchest on Jul 03, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/19/2013

pdf

text

original

Sections

  • A. Latar Belakang
  • B. Tujuan Penulisan Laporan Studi Lapangan
  • C. Ruang Lingkup Pembahasan
  • D. Metode Pengumpulan Data
  • E. Sistematika Penulisan
  • B. Struktur Organisasi DPPKA Pemerintah Kabupaten Asahan
  • D. Kebijakan Akuntansi Pemerintah Kabupaten Asahan
  • 1. Entitas Pelaporan Keuangan Daerah
  • E. Neraca Pemerintah Kabupaten Asahan per Tanggal 31 Desember 2011
  • A. Landasan Teori
  • 1. Piutang
  • a. Pengertian Piutang
  • b. Jenis Piutang
  • 2. Piutang Tuntutan Perbendaharaan
  • a. Pengertian Piutang Tuntutan Perbendaharaan
  • b. Dasar Hukum Piutang Tuntutan Perbendaharaan
  • c. Pengakuan Piutang Tuntutan Perbendaharaan
  • d. Pengukuran Piutang Tuntutan Perbendaharaan
  • B. Pembahasan
  • 1. Tinjauan Terhadap Pos Piutang
  • b. Piutang Tuntutan Perbendaharaan
  • A. Simpulan
  • DAFTAR PUSTAKA

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA TANGERANG SELATAN

LAPORAN STUDI LAPANGAN

TINJAUAN TERHADAP AKUNTANSI PIUTANG TUNTUTAN PERBENDAHARAAN DI PEMERINTAH KABUPATEN ASAHAN

Diajukan oleh: DEDY IRWANSYAH RAMBE NPM: 093060015986 Mahasiswa Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi

Untuk memenuhi sebagian syarat-syarat Dinyatakan Lulus Program Diploma III Keuangan

Tahun 2012

ii

iii

iv

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT atas berkah, rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Studi Lapangan ini tepat pada waktunya. Shalawat beserta salam terindah terhatur kepada junjungan Rasulullah Muhammad SAW semoga kita termasuk orang yang mendapat pertolongan beliau di yaumulakhir nanti. Laporan Studi Lapangan ini disusun disusun guna memenuhi sebagian dari persyaratan dinyatakan lulus dari Program Diploma III Akuntansi Pemerintah Sekolah Tinggi Akuntansi Negara Tahun 2012. Begitu banyak pihak-pihak yang membantu dan mendukung penulis sehingga dapat menyelesaikan Laporan Studi Lapangan ini dengan Baik. Oleh karena itu penulis ingin menyamapaikan rasa terima kasih penulis kepada: 1. Ayahku tercinta Hasanuddin yang atas segala limpahan kasih sayang, ilmu, pengorbanan dan doa yang diberikan kepada penulis selama ini. Ayah juga telah banyak memberi inspirasi dalam hidupku. 2. Ibuku tersayang Rosdeliana Ritonga atas perjuangan, perhatian, kasih sayang yang dalam, dan pengorbanan yang tiada henti kepada penulis. 3. Adik-adikku Iqbal, Akbar, dan Naila dengan berbagai tingkah lakunya sehingga dapat memberikan tambahan semangat bagi penulis dalam menyelesaikan Laporan Studi Lapangan ini. Semoga kita selalu melangkah, meniti jejak mimpi kita masing-masing dan menggapainya bersama. 4. Ibu Nurhamidah Ritonga yang telah memberikan penulis beberapa ide yang berguna dalam penyelesaian Laporan Studi Lapangan ini. v

spesial untuk teman-teman 1X. yang secara langsung maupun tidak langsung telah membantu dan memudahkan penulis. M. 10. selaku Kepala Bidang Akun Pendidikan Ajun Akuntan. Bapak Drs. dan pemikiran yang diberikan untuk membimbing dan mengarahkan penulis dalam menyusun Laporan Studi Lapangan ini. 11.. Budiman.Acc. Bapak Kusmanadji Ak. Acc. atas penilaian yang diberikan atas Laporan Studi Lapangan ini serta ilmu yang telah diberikan pada saat penulis berada di kelas 2D Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Bapak Fadlil Usman. Terima kasih atas segala dukungan dan pembelajaran yang diberikan. Bapak Beta Andri Uliansyah SST.. 8. dan 3E yang telah mewarnai perjalanan tiga tahun penulis di STAN. Bapak Drs... 6.5. Yusuf. 9. Ak. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Saharuddin selaku Sekretaris DPPKA Kabupaten Asahan. serta seluruh dosen yang telah mencurahkan berbagai ilmu dan wawasan kepada penulis selama tiga tahun menjalani perkuliahan di STAN. selaku dosen pembimbing. 2D. vi . MBA Selaku Direktur Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Teman teman seperjuangan di angkatan 2009. 7. waktu. dan Silvi yang menjadi teman satu perjuangan dalam menyelesaikan Laporan Studi Lapangan ini. Totong Sutama. Ak. Terimakasih atas semua kesabaran. Teman-teman satu kelompok bimbingan dan studi lapangan Aditya. Bapak Karnen selaku Kasubbag Umum serta seluruh pegawai DPPKA Pemerintah Kabupaten Asahan yang telah banyak membantu pelaksanaan PKL serta membantu penulis dalam mencari data-data yang penulis butuhkan. M.

Oleh sebab itu penulis menerima secara terbuka kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca. Juli 2012 Penulis vii . Tangerang Selatan.Dalam penulisan Laporan Studi Lapangan ini penulis menyadari masih banyak kekurangan dan ketidaksempurnaan. Penulis berharap semoga Laporan Studi Lapangan ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa STAN pada khususnya dan masyarakat akademik pada umumnya.

.......................... C....................................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............................................... Ruang Lingkup Pembahasan .................................. Tujuan Penulisan LaporanStudi Lapangan ....................... KATA PENGANTAR ........................................... BAB II DATA DAN FAKTA A.................................................................. Gambaran Umum Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Pemerintah Kabupaten Asahan ................... PERNYATAAN KEASLIAN LAPORAN STUDI LAPANGAN .................................................................. C............................................................ DAFTAR ISI ....................................................... D............................... E....... DAFTAR TABEL .................................................... B....... BAB I PENDAHULUAN A............. B.......................................................... Struktur Organisasi DPPKA Pemerintah Kabupaten Asahan ............................................ D.............................. Tugas Pokok dan Fungsi DPPKA Kabupaten Asahan ......................................................................... DAFTAR GAMBAR .......... ......... viii i ii iii iv v viii xi xii xiii 1 3 3 3 4 6 7 9 10 .................. DAFTAR LAMPIRAN ....................... Sistematika Penulisan ........................ HALAMAN PERNYATAAN LULUS ................ Metode Pengumpulan Data ......................... Latar Belakang...................................... HALAMAN PERSETUJUAN LAPORAN STUDI LAPANGAN ................ Kebijakan Akuntansi Pemerintah Kabupaten Asahan ............

........ Entitas Pelaporan Keuangan Daerah ... Pengukuran Piutang Tuntutan perbendaharaan………………… e..... 1... G..... Pengertian Piutang Tuntutan Perbendaharaan…………………...... Penyajian dan Pengungkapan Piutang Tuntutan Perbendaharaan di Pemerintah Kabupaten Asahan . Pengakuan Piutang Tuntutan Perbendaharaan………………….. Piutang Tuntutan Perbendaharaan……………………………… a. H.. Penyajian dan Pengungkapan Piutang Tuntutan Perbendaharaan……………………………… B... b......... Jenis Piutang…………………………………………………………. Dasar Hukum Piutang Tuntutan Perbendaharaan………………. Piutang………………………………………………………………..... Kebijakan Akuntansi Pemerintah Kabupaten Asahan atas Piutang ... BAB III PEMBAHASAN A..... 2. Neraca Pemrintah Kabupaten Asahan per 31 Desember 2011... F.. 10 12 12 E..... 20 20 20 c..... Pengakuan Piutang Tuntutan Perbendaharaan di Pemerintah Kabupaten Asahan ............ 21 d...... Pengertian Piutang…………………………………………………… b. Pengukuran Piutang Tuntutan Perbendaharaan di Pemerintah Kabupaten Asahan ...... 13 14 15 17 17 17 18 2....... a.......... Landasan Teori………………………………………………………….1..... Pembahasan……………………………………………………………… ix 22 24 21 .

. Tinjauan Terhadap Pengukuran Piutang Tuntutan Perbendaharaan……………………………… 5. Tinjauan Terhadap Pengidentifikasian Piutang Tuntutan Perbendaharaan……………………………… 3... LAMPIRAN-LAMPIRAN 36 37 40 31 29 27 26 x ... Saran……………………………………………………………….. Tinjauan Terhadap Penyajian dan Pengungkapan Piutang Tuntutan Perbendaharaan……………………………… BAB IV PENUTUP A...1.. DAFTAR PUSTAKA………………………………………………….. Simpulan…………………………………………………………… B. Tinjauan Terhadap Pengakuan Piutang Tuntutan Perbendaharaan……………………………… 4..... 24 2. Tinjauan Terhadap Pos Piutang……………………………….

.. Komposisi Piutang Lain Lain……………………………… Rincian Realisasi Kegiatan Sekretariat Daerah Tahun 2007…………………………… 30 Tabel III.1 Tabel III.1 Sisa Uang Persediaan (UP) Kegiatan Tahun Anggatan 2005-2007…………………….2 Tabel III.3 Komposisi Piutang Lancar………………………………..DAFTAR TABEL Tabel II.4 Tinjauan Pengungkapan Piutang Tuntutan Perbendaharaan………………………… 34 xi . 14 24 25 Tabel III...

1 Pengakuan Piutang Tuntutan Perbendaharaan……………… Gambar III..2 Penyajian Piutang Tuntutan Perbendaharaan di Neraca…….3 Pengakuan Piutang Tuntutan Perbendaharaan dan Aset Lainnya……………….DAFTAR GAMBAR Gambar III. Gambar III. Gambar III. 32 28 22 23 xii ..4 Penyajian Piutang Tuntutan Perbendaharaan di Neraca per 31 Desember ……..

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran I Lampiran II Neraca Pemerintah Kabupaten Asahan Tanggal 31 Desember 2011 Rincian Saldo Kas yang Belum Disetor ke Kas Daerah Tahun 2011 Lampiran III Struktur Organisasi DPPKA Kabupaten Asahan xiii .

Laporan Arus Kas. Dalam hal ini Indonesia telah melakukan reformasi di bidang pengelolaan keuangan negara yang ditandai dengan berlakunya paket Undang-Undang di Bidang Keuangan Negara. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 menegaskan bahwa laporan pertanggungjawaban keuangan dimaksud dinyatakan dalam bentuk Laporan Keuangan yang setidak-tidaknya meliputi Laporan Realisasi Anggaran. dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. dan disusun berdasarkan 1 . Neraca. yang terdiri dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Melalui reformasi di bidang pengelolaan keuangan negara tersebut diharapkan akan terwujud akuntabilitas dan transparansi di lingkungan pemerintah yang mengharuskan setiap pengelola keuangan negara untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dengan cakupan yang lebih luas dan tepat waktu.BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance) merupakan salah satu kondisi yang ingin dicapai Republik Indonesia saat ini. Salah satu indikator terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik adalah pengelolaan keuangan negara yang akuntabel serta transparan. dan Catatan atas Laporan Keuangan. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.

Oleh karena itu perlu dilakukan peninjauan terhadap kendala-kendala yang terjadi dalam pengelolaan dan penatausahaan piutang tuntutan perbendaharaan tersebut sehingga akuntabilitas dan transparansi di bidang pengeloalaan keuangan negara dapat ditingkatkan. Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No.2 Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). dan pengungkapan yang memadai atas piutang tuntutan perbendaharaan yang terjadi. Salah satu pos yang dimuat dalam Neraca Laporan Keuangan Pemerintah adalah adalah Piutang Tuntutan Perbendaharaan. wajib mengganti kerugian tersebut. 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara ditetapkan bahwa bendahara. dengan adanya pengeloaan dan penatausahaan yang baik atas tuntutan perbendaharaan diharapkan nantinya akan dapat mengamankan aset pemerintah Republik Indonesia dengan menjamin seluruh kerugian negara yang terjadi dapat diterima kembali.” . Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas penulis merasa tertarik untuk membuat Laporan Studi Lapangan dengan judul “Tinjauan Terhadap Akuntansi Piutang Tuntutan Perbendaharaan di Pemerintah Kabupaten Asahan. Walaupun telah ada aturan yang jelas mengenai tuntutan perbendahaan. pegawai negeri bukan bendahara. dalam pelaksanaannya pengelolaan dan penatausahaan piutang perbendaharaan sering terjadi banyak kendala antara lain tidak dilakukannya pembebanan perbendaharaan. atau pejabat lain yang karena perbuatannya melanggar hukum atau melalaikan kewajiban yang dibebankan kepadanya secara langsung merugikan negara. Selain itu. serta masih banyak piutang tuntutan perbendaharaan yang tidak dapat ditagih yang menyebabkan penggantian kerugian yang harusnya diterima pemerintah tidak dapat diterima. tidak ada penyajian.

Untuk menambah pengetahuan. 1. wawasan dan pemahaman materi yang telah didapat dan dipelajari dalam proses perkuliahan khususnya yang berkaitan dengan sektor publik. penyajian dan pelaporan piutang tuntutan perbendaharaan di DPPKA Kabupaten Asahan dengan SAP. Metode Pengumpulan Data Dalam rangka memperoleh data yang relevan sebagai dasar penyusunan laporan studi lapangan. penulis merencanakan pengumpulan data-data dengan metode sebagai berikut. Tujuan Penulisan Laporan Studi Lapangan Adapun tujuan yang ingin dicapai penulis dalam penulisan Laporan Studi Lapangan ini antara lain sebagai berikut. serta penyajian dan pengungkapan piutang tuntutan ganti rugi pada Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Asahan Tahun 2011 dan kesesuaiannya terhadap Standar Akuntansi Pemerintahan. Untuk memenuhi salah satu persyaratan menyelesaikan pendidikan Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintah Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. 2. D. C. pengukuran. Ruang Lingkup Pembahasan Dalam penulisan laporan studi lapangan ini penulis membatasi lingkup pembahasan pada pengakuan. Untuk mengetahui kesesuaian pengakuan.3 B. 3. Penelitian Kepustakaan. Penelitian kepustakaan (library research) dilakukan dengan mengumpulkan dan . 1.

Sistematika Penulisan BAB I PENDAHULUAN Bab ini akan menjelaskan tentang alasan pemilihan judul dari penulis. Metode review dokumen. Metode Penelitian Lapangan. Penelitian ini berguna untuk memperoleh pengertian dasar. Metode observasi yaitu metode pengumpulan data dan fakta di lapangan dengan cara melihat atau mengamati secara langsung peristiwa. dan konsep yang digunakan untuk memberikan tinjauan atas permasalahan yang dibahas. b.4 mempelajari berbagai sumber kepustakaan yang relevan dengan pokok pembahasan. kemudian dijadikan data yang digunakan sebagai acuan dalam pembahasan permasalahan. landasan teori. keadaan. a. yaitu melihat dan membaca dokumen yang ada yang berkaitan dengan pembahasan permasalahan. serta proses yang berkaitan dengan obyek yang diteliti. literatur ilmiah. metode penelitian yang digunakan penulis dalam mengumpulkan data dan informasi. situssitus internet maupun peraturan perundang-undangan. media cetak. Metode penelitian lapangan terdiri dari 2 metode. E. yaitu sebagai berikut. ruang lingkup pembahasan masalah. yang berupa buku-buku literatur. 2. tujuan dari penulisan laporan studi lapangan. serta sistematika penulisan laporan studi lapangan. BAB II DATA DAN FAKTA Bab ini memberikan gambaran umum Dinas Pendapatan Pengelolaan .

penyajian serta pengungkapan piutang tuntutan perbendaharaan terhadap peraturan dan standar terkait dengan menerapan teori dan pengetahuan yang penulis miliki dan membahas permasalahan yang ada.5 Keuangan dan Aset (DPPKA) Pemerintah Kabupaten Asahan keadaan dan fakta yang terkait dengan pengakuan. BAB IV PENUTUP Bab ini berisi simpulan dari uraian-uraian pada bab sebelumnya dan sumbang saran atau usul sebagai masukan terhadap permasalahan yang dihadapi di lapangan. BAB III LANDASAN TEORI DAN PEMBAHASAN Bab ini memberikan beberapa landasan teoritis terkait dengan permasalahan yang akan dibahas serta tinjauan atas data dan fakta yang telah diperoleh mengenai pengakuan. . penyajian serta pengungkapan piutang tuntutan perbendaharaan di Kabupaten Asahan.

Hal ini juga diperkuat dengan komitmen Pemerintah Daerah untuk mempercepat pembangunan daerah dengan tetap bertumpu pada prinsip-prinsip administrasi yang mengarah pada tata pemerintahan yang baik (good governance). 6 . Instansi ini merupakan gabungan dari 3 (tiga) unit kerja yang mandiri. dan (3) Subbag Perlengkapan pada Bagian Umum dibawah naungan Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Asahan. yaitu (1) Dinas Pendapatan. kedudukan DPPKA sangat penting untuk memberikan masukan pada pengambil keputusan pada tingkat pemerintah Kabupaten disamping memberikan pelayanan administrasi dan pembangunan Pembentukan DPPKA Kabupaten Asahan dilakukan sejalan dengan adanya UU Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah mengakibatkan perubahan pola penyelenggaraan administrasi pemerintah. Gambaran Umum Dinas Pendapatan Pengeloaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Pemerintah Kabupaten Asahan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kabupaten Asahan adalah lembaga teknis daerah yang merupakan perubahan dari BPKD sesuai dengan Keputusan Bupati Asahan Nomor 27 Tahun 2008. (2) Bagian Keuangan. DPPKA kabupaten asahan berperan penting dalam menyukseskan keberhasilan pemerintahan untuk melaksanakan pembangunan.BAB II DATA DAN FAKTA A.

7 B. 2. Sekretaris dibantu oleh 3 Kepala Sub Bagian yaitu: Kepala Sub Bagian Umum / Kepegawaian. Struktur Organisasi DPPKA Pemerintah Kabupaten Asahan Struktur Organisasi Dinas Pendapatan Pengeloalaan Keuangan dan Aset Pemerintah Kabupaten Asahan adalah sebagai berikut.ketatalaksanaan dan hukum. . kepegawaian. Untuk menyelenggarakan tugas dan fungsi yang dimilikinya. Pendaftaran. dan Kepala Sub Bagian Program. 3. 1. Penelitian dan Pengembangan serta Legalisasi Surat-surat Berharga. Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Asahan mempunyai Tugas Pokok merumuskan kebijakan dan bidang pendapatan. perlengkapan. kerumahtanggaan. Kepala Dinas Kepala Dinas Pendapatan. bidang keuangan dan aset serta melaksanakan pemungutan daerah Kabupaten Asahan. Kepala Bidang Penetapan Kepala Bidang Penetapan mempunyai tugas sebagai unsur pelaksana sebahagian tugas Kepala DPPKA Kabupaten Asahan di Bidang Penetapan yang berkaitan dengan Pendataan. pengumpulan data statistik bahan perumusan rencana dan program. Sekretaris Sekretaris mempunyai tugas sebagaimana unsur pembantu untuk melaksanakan sebahagian tugas dan fungsi Kepala DPPKA dalam mengkoordinasikan pelaksanaan pembinaan administrasi yang meliputi pembinaan ketatausahaan. Kepala Sub Bagian Keuangan. keuangan serta pemberian pelayanan teknis administrasi kepada Kepala DPPKA.hubungan masyarakat.

. Kepala Seksi Dana Perimbangan/Bagi Hasil dan Penerimaan Lainnya. dan Kepala Seksi Pembukuan dan Pelaporan. Perbendaharaan/Gaji. Pembukuan dan Pelaporan. Untuk menyelenggarakan tugas dan fungsi yang dimilikinya. Kepala Seksi Perbedaharaan/Gaji. Adapun akuntansi atas piutang perbendaharaan juga dilakukan oleh seksi pembukuan dan pelaporan.8 Untuk menyelenggarakan tugas dan fungsi yang dimilikinya. Kepala Bidang Penetapan dibantu oleh 3 Kepala Seksi yaitu: Kepala Seksi Pendataan / Penetapan. dan Kepala Seksi Restitusi. Kepala Bidang Pengihan dibantu oleh 3 Kepala Seksi yaitu: Kepala Seksi Pajak Daerah. dan Kepala Seksi Legalisasi Surat-surat Berharga. 5. Kepala Seksi Penelitian dan Pengembangan. Kepala Seksi Pajak Daerah Kepala Seksi Dana Perimbangan / Bagi Hasil dan Penerimaan Lainnya Kepala Seksi Restitusi. Kepala Bidang Belanja Daerah Kepala Bidang Belanja Daerah mempunyai tugas sebagai unsur pelaksana sebahagian tugas Kepala DPPKA di bidang Belanja daerah yang berkaitan dengan Anggaran. 4. Kepala Bidang Penagihan Kepala Bidang Penagihan mempunyai tugas sebagai unsur pelaksana sebahagian tugas Kepala DPPKA di Bidang Penagihan yang berkaitan dengan Pajak Daerah. Seksi Pembukuan dan Pelaporan merupakan seksi yang melakukan kegiatan akuntansi di Pemerintah Kabupaten Asahan. Dana Perimbangan/Bagi Hasil dan Penerimaan Lainnya serta Restitusi. Untuk menyelenggarakan tugas dan fungsi yang dimilikinya. Kepala Bidang Belanja Daerah dibantu oleh 3 Kepala Seksi yaitu: Kepala Seksi Anggaran.

2.9 6. Untuk menyelenggarakan tugas dan fungsi yang dimilikinya. 1. DPPKA Kabupaten Asahan mempunyai fungsi sebagai berikut : a. Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Asahan sebagai berikut. Untuk lebih jelasnya bagan struktur organisasi DPPKA Kabupaten Asahan dapat dilihat pada lampiran III. dan Kepala Seksi Pemeliharaan dan Penghapusan. Kepala Seksi Analisa Kebutuhan Barang Daerah. Kepala Bidang Aset dan Investasi Kepala Bidang Aset dan Investasi mempunyai tugas sebagai unsur pelaksana sebahagian tugas Kepala DPPKA Kabupaten Asahan di Bidang Aset dan Investasi yang berkaitan dengan Pencatatan. Pelaporan. Fungsi Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud diatas. Analisa Kebutuhan Barang Daerah. . Tugas Pokok dan Fungsi DPPKA Pemerintah Kabupaten Asahan Berdasarkan Peraturan Bupati Asahan Nomor 6 Tahun 2008 menguraikan Tupoksi Jabatan Struktural Dinas Pendapatan. Kepala Bidang Aset dan Investasi dibantu oleh 3 Kepala Seksi yaitu: Kepala Seksi Pencatatan dan Pelaporan. C. Tugas Pokok DPPKA Kabupaten Asahan mempunyai tugas membantu Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah dalam merumuskan kebijakan dalam bidang keuangan dan melaksanakan Pemungutan Pajak Daerah di Daerah Kabupaten Asahan. Pemeliharaan dan Penghapusan. Menyusun dan melaksanakan pengelolaan APBD.

D. e. Entitas Pelaporan Keuangan Daerah Dalam sistem akuntansi pemerintahan ada dua entitas penyelenggara. Melaksanakan fungsi bendaharawan umum. yaitu entitas pelaporan dan entitas akuntansi. b.10 b. Entitas pelaporan adalah pemerintah daerah atau satuan organisasi di lingkungan pemerintah daerah atau organisasi lainnya jika menurut perundang-undangan satuan organisasi dimaksud wajib menyajikan laporan keuangan. Kebijakan Akuntansi Pemerintah Kabupaten Asahan 1. a. Menyusun keuangan APBD dan kebijakan pengelolaan APBD. Menyusun Laporan Keuangan yang merupakan pertanggung jawaban pelaksanaan APBD. Entitas akuntansi yang ada di Kabupaten Asahan adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang berada . g. d. Melaksanakan pemungutan pendapatan daerah yang telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah. yang memiliki pengertian sebagai berikut. Entitas pelaporan adalah unit pemerintahan daerah yang terdiri dari atas satu atau lebih entitas akuntansi yang menurut perundang-undangan wajib menyampaikan laporan keuangan. Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh atasan. f. Entitas Akuntansi adalah unit pemerintahan pengguna anggaran/pengguna barang dan oleh karenanya wajib menyelenggarakan akuntansi dan menyusun laporan keuangan untuk digabungkan pada entitas pelaporan. c. Melaksanakan pengadaan dan pengurusan Aset Pemerintah Kabupaten Asahan. Entitas pelaporan yang ada di Kabupaten Asahan adalah Pemerintah Kabupaten Asahan.

transfer. belanja dan pembiayaan. c. d. pengeluaran dan saldo akhir kas pemerintah daerah selama periode tertentu. 8 Badan. 3 Sekretariat.11 di lingkup Pemerintah Kabupaten Asahan berjumlah 83 unit yang terdiri dari: 17 Dinas. Unsur yang dicakup dalam neraca terdiri dari aset. Neraca Neraca adalah laporan keuangan yang menyajikan posisi keuangan entitas pada suatu saat (tanggal) tertentu. b. investasi aset non keuangan. 1 Inspektorat. dan 25 Kecamatan. terdiri atas: a. pembiayaan dan transaksi non anggaran yang menggambarkan saldo awal. Neraca Pemerintah Kabupaten asahan disusun berdasarkan neraca SKPD. 25 Cabang Dikjar. Laporan Arus Kas Laporan Arus Kas menyajikan informasi kas terkait dengan aktivitas operasional. Catatan Atas Lporan Keuangan (CaLK) Catatan atas Laporan Keuangan meliputi penjelasan naratif atau rincian dari angka yang tertera dalam Laporan Realisasi Anggaran. dan ekuitas dana. Neraca. belanja. surplus/defisit dan pembiayaan dari suatu entitas pelaporan yang masing-masing diperbandingkan dengan anggarannya. 3 Kantor. . kewajiban. Unsur yang mencakup dalam LRA terdiri atas pendapatan. penerimaan. dan Laporan Arus Kas. dan 1 Rumah Sakit Umum Daerah. Sebagai entitas pelaporan maka Laporan Keuangan yang disusun oleh SKPKD Pemerintah Kabupaten Asahan. Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Laporan Realisasi Anggaran (LRA) menyajikan informasi mengenai realisasi pendapatan.

Piutang Bunga. Piutang lainnya meliputi Bagian Lancar Penjualan Angsuran. Piutang PDAM Tirta . Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran. meliputi Kas di Kas Daerah. Piutang Transfer. Neraca Pemerintah Kabupaten Asahan per Tanggal 31 Desember 2011 Neraca Pemerintah Kabupaten Asahan terdiri dari: 1. Piutang lainnya dicatat sebesar nilai nominalnya. Belanja Dibayar Dimuka.12 Catatan atas Laporan Keuangan juga mencakup informasi tentan kebijakan akuntansi yang dipergunakan oleh entitas pelaporan serta ungkapan-ungkapan yang diperlukan oleh entitas pelaporan serta ungkapan-ungkapan yang diperlukan untuk menghasilkan penyajian laporan keuangan secara wajar. Aset lancar. Piutang Pajak. Piutang Pajak/Retribusi Piutang Pajak/Retribusi dicatat sebesar nilai nominalnya berdasarkan surat ketetapan pajak/retribusi yang telah terbitnamun pembayarannya belum diterima sampai tanggal neraca. E. Kas di Bendahara Pengeluaran. 2. Bagian Lancar Pinjaman Kepada PDAM Tirta Silaupiasa. Kas di Bendahara Peneriman. a. Piutang Lainnya Akun Piutang Lainnya digunakan untuk mencatat seluruh transaksi pengakuan piutang selain piutang pajak/reribusi. Bagian Lancar Tuntutan Ganti Rugi dan Piutang lainnya. Kebijakan Akuntansi Pemerintah Kabupaten Asahan atas Piutang Pemerintah Kabupaten Asahan mengklasifikasikan piutang menjadi Piutang Pajak/Retribusi dan Piutang Lainnya. Bagian Lancar Tuntutan Perbendaharaan. Piutang Retribusi. b.

Aset Tetap Lainnya. Cadangan Piutang. dan Persediaan.790. meliputi Investasi Nonermanen dan Investasi Permanen. Diinvestasikan dalam Aset Tetap. Pendapatan yang Ditangguhkan. dan Diinvestasikan dalam Aset Lainnya. meliputi Tagihan Pemberian Pinjaman Kepada PDAM Tirta Silaupiasa. F. meliputi Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang. Jalan.00. DPPKA melakukan pengakuan atas piutang TP sebesar Rp170. 3. Peralatan dan Mesin. dan Kontruksi Dalam Pengerjaan. 2. meliputi Tanah. meliputi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA). Piutang Lain-lain. Gedung dan Bangunan. 5.00 .875. Aset Tetap.13 Silaupiasa. dan Sewa Dibayar di Muka. 545/Pid. Ekuitas Dana Lancar.790. Ekuitas Dana Investasi. Pengakuan Piutang Tuntutan Perbendaharaan di Pemerintah Kabupaten Asahan Pada tahun anggaran 2011.00 yang ditetapkan oleh Pengadilan Negeri Kisaran sebagai kerugian Negara berdasarkan Surat Putusan No.875. Kewajiban Jangka Pendek berupa Utang Perhitungan Fihak Ketiga (PFK).952. Aset Lainnya. Cadangan Persediaan. Irigasi dan Jaringan. Adapun rincian atas pos akun-akun tersebut diatas pada Neraca Pemerintah Kabupaten Asahan per 31 Desember 2011 untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran I. 7. 6.000.B/2008/PN-Kis sebesar Rp170. Investasi Jangka Panjang. 4. dan Aset lainnya. Jumlah tersebut merupakan Sisa Uang Persediaan (UP) pada Bendahara Pengeluaran Sekretariat Daerah tahun 2007 sebesar Rp254.

Keg.498 1. Festival Nasyid & Bantuan untuk Kecamatan Sub total 3 4 T. Surat Keputusan Pembebanan atas kerugian negara yang telah diputuskan di Pengadilan Negeri Kisaran kepada bendahara pengeluaran Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Asahan periode 2007 hingga saat ini belum juga dikeluarkan oleh Bupati Asahan. Pembinaan IMTAQ c. 2005 T.000 146.1 Sisa UP dari Kegiatan Tahun Anggaran 2005-2007 No 1 2 T. Pengukuran Piutang Tuntutan Perbendaharaan di Pemerintah Kabupaten Asahan Piutang TP di DPPKA Pemerintah Kabupaten Asahan dicatat berdasarkan nilai nominal sebesar Rp170.732.790. 2007 a.500 254.067.977.771 2.817.A.14 Pengakuan tersebut baru dilakukan setelah dilakukan pemeriksaan oleh BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Asahan tahun 2011.A. G.00.875. Keg.242.745 Sisa UP (Rp) 148.875.380.441. 2011 Total Dinas PU 17 SKPD Sisa UP SKPD Inspektorat Sekda 120. 2009 T.790. Tabel II.366.A.500 102.500 31. Keg.1 berikut.952. Rincian nilai tersebut lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel II.B/2008/PN-Kis sebesar Rp170. MTQ b.476 .041. 545/Pid.A.00 yang ditetapkan oleh Pengadilan Negeri Kisaran sebagai kerugian Negara berdasarkan Surat Putusan No.

dan belum ada penyajian Bagian Lancar Piutang Tuntutan Perbendaharaan dalam Neraca Pemerintah Kabupaten Asahan Tanggal 31 Desember 2011.476.085.875. Penyajian dan Pengungkapan Piutang Tuntutan Perbendaharaan di DPPKA Kabupaten Asahan Pada bagian aset di Neraca Pemerintah Kabupaten Asahan per 31 Desember yang telah diaudit oleh BPK.00 dan festival nasyid sebesar Rp30.870.00 berasal dari realisasi kegiatan MTQ sebesar Rp120.00 dan Rp146.349.380.00 masih dikelompokkan dalam piutang lainnya yang bersifat jangka panjang. H.790.00.875.790. Dari jumlah Aset Lainnya tersebut termasuk sisa uang persediaan pada Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Asahan Tahun 2007 yang tidak termasuk kerugian negara sebesar Rp Rp84.500.15 Dari tabel II.00.125.890. PPh dan PPN pada sekretariat DPRD yang belum disetor ke Kas Negara sebesar Rp553.500. Dari data tersebut diketahui bahwa ada potensi kerugian sebesar Rp148.875.067. Sisa dana dari kegiatan pembinaan iman dan taqwa sebesar Rp31.1 diatas Kerugian sebesar Rp170.840.00 disita oleh Kejaksaan Negeri Kisaran sebagai barang bukti.000.790. Selain masalah tersebut Pemerintah juga mengungkapkan adanya sisa UP di 17 SKPD yang belum disetor kembali ke kas daerah untuk tahun anggaran 2011.00 atas Dinas .161. piutang tuntutan perbendaharaan sebesar Rp170.372.00 atas sisa UP di Inspektorat Daerah.732.00 namun berdasarkan keputusan pengadilan hanya sebesar Rp170. Aset Lainnya dalam Neraca Pemerintah Kabupaten Asahan disajikan sebesar Rp2.348.500.498.00 dengan total Rp192.00 dan Festival Nasyid sebesar Rp71.997.000.00 yang termasuk sebagai kerugian negara.816.

Untuk lebih jelasnya rincian sisa UP tersebut dapat dilihat di lampiran II mengenai kas di bendahara pengeluaran. .16 Pekerjaan Umum.

perjanjian atau sebab apapun. barang. Dari beberapa defenisi diatas dapat disimpulkan bahwa piutang merupakan hak atau klaim perusahaan maupun organisasi lain baik berupa uang.” Rusdi Akbar (2004:199) menyatakan bahwa pengertian piutang adalah: “piutang meliputi semua hak atau klaim perusahaan pada organisasi lain untuk menerima sejumlah kas. 17 . Landasan Teori 1. Pengertian Piutang Warren Reeve dan Fess (2005:404) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan piutang adalah sebagai berikut: ”Piutang meliputi semua klaim dalam bentuk uang terhadap pihak lainnya. Piutang a. atau jasa di masa yang akan datang sebagai akibat kejadian pada masa yang lalu. termasuk individu. perusahaan atau organisasi lainnya. atau jasa yang wajib dibayarkan oleh kreditur akibat kejadian di masa lalu.BAB III PEMBAHASAN A. barang. ialah jumlah uang yang wajib dibayar kepada Negara atau Badan-badan yang baik secara langsung atau tidak langsung dikuasai oleh Negara berdasarkan suatu Peraturan.” Dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 49 Tahun 1960 dinyatakan bahwa yang dimaksud dengan Piutang Negara atau Hutang Kepada Negara oleh Peraturan ini.

Dengan pengertian tersebut. piutang transfer dapat timbul sebagai akibat perbedaan waktu antara timbulnya hak tagih dan saat dilaksanakannya pembayaran melalui transfer. . Pendapatan Transfer. seperti pemberian pinjaman. Pendapatan Pemerintah Pusat dikelompokkan menjadi Pendapatan Pajak. dan Pendapatan Hibah. Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). jual beli. dimana dalam komponen Pendapatan Asli Daerah terdapat Pendapatan Pajak. piutang dikelompokkan berdasarkan peristiwa yang menimbulkannya. dan Lain-lain Pendapatan yang sah. pemberian jasa. 06. 3) Transfer antar Pemerintahan Piutang transfer adalah hak suatu entitas pelaporan untuk menerima pembayaran dari entitas pelaporan lain sebagai akibat peraturan perundang-undangan. Jenis Piutang Bedasarkan Bultek Standar Akuntansi Pemerintahan No. dan kemitraan. Berikut ini merupakan klasifikasi piutang berdasarkan peristiwa yang menimbulkannya: 1) Pungutan Pendapatan Negara/Daerah Timbulnya piutang di lingkungan pemerintahan pada umumnya terjadi karena adanya tunggakan pungutan pendapatan dan pemberian pinjaman serta transaksi lainnya yang menimbulkan hak tagih dalam rangka pelaksanaan kegiatan pemerintahan. 2) Perikatan Piutang ini timbul akibat berbagai perikatan antara instansi pemerintah dengan pihak lain yang menimbulkan piutang. Pendapatan pemerintah daerah terdiri dari Pendapatan Asli Daerah.18 b.

2. Piutang yang timbul dari akibat Tuntutan Perbendaharaan (TP) Tuntutan Perbendaharaan dikenakan kepada bendahara yang karena lalai atau perbuatan melawan hukum mengakibatkan kerugian Negara/daerah. Tuntutan Perbendaharaan ditetapkan oleh BPK kepada bendahara yang karena lalai atau perbuatan melawan hukum mengakibatkan kerugian Negara/daerah. Secara umum piutang karena tuntutan ganti rugi dapat dikelompokkan menurut sumber timbulnya tuntutan ganti rugi menurut ketentuan perundang-undangan. . sebagai akibat langsung ataupun tidak lagsung dari suatu perbuatan melanggar hukum yang dilakukan oleh pegawai tersebut atau kelalaian dalam pelaksanaan tugas yang menjadi kewajibannya. Tuntutan Perbendaharaan dikenakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.19 4) Kerugian Negara/Daerah Piutang atas kerugian Negara sering disebut sebagai piutang Tuntutan Ganti Rugi (TGR) dan Tuntutan Perbendaharaan (TP). Piutang yang berasal dari akibat Tuntutan Ganti Rugi (TGR) Tagihan Ganti Rugi merupakan piutang yang timbul karena pengenaan ganti kerugian negara/daerah kepada pegawai negeri bukan bendahara. Tuntutan Ganti Rugi dikenakan oleh atasan langsung kepada orang. pegawai negeri bendahara ataupun pegawai negeri yang bukan bendaharawan yang karena lalai atau perbuatan melanggar hukum mengakibatkan kerugian Negara/daerah. Tuntutan Ganti Rugi dikenakan oleh pimpinan di lingkup kementerian negara/lembaga/pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. yaitu: 1.

apabila pihak yang bersangkutan memilih menggunakan jalur pengadilan. Pengakuan piutang ini baru dilakukan setelah terdapat surat ketetapan dan telah diterbitkan Surat Penagihan. Pengertian Piutang Tuntutan Perbendaharaan Piutang Tuntutan Perbendaharaan (TP) merupakan piutang atas kerugian Negara pegawai negeri bendaharawan yang karena lalai atau perbuatan melawan hukum mengakibatkan kerugian Negara/daerah. Tuntutan Perbendaharaan ditetapkan oleh BPK kepada bendahara yang karena lalai atau perbuatan melawan hukum mengakibatkan kerugian Negara/daerah.20 Penyelesaian atas Tuntutan Ganti Rugi/Tuntutan Perbendaharaan ini dapat dilakukan dengan cara damai (di luar pengadilan) atau melalui pengadilan. Dalam hal terdapat barang/uang yang disita oleh Negara/daerah sebagai jaminan maka hal ini wajib diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan. selama proses pengadilan masih berlangsung. 2. cukup diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan. Apabila penyelesaian tagihan ini dilakukan dengan cara damai. Piutang Tuntutan Perbendaharaan a. Dasar Hukum Piutang Tuntutan Perbendaharaan Dasar Hukum penyelesaian maupun pengenaan ganti kerugian negara/daerah . maka setelah proses pemeriksaan selesai dan telah ada Surat Keterangan Tanggung Jawab Mutlak (SKTM) dari pihak yang bersangkutan. Sebaliknya. diakui sebagai Piutang Tuntutan Ganti Rugi/Tuntutan Perbendaharaan dan disajikan di kelompok aset lainnya di neraca untuk jumlah yang akan diterima lebih dari 12 bulan mendatang dan disajikan sebagai piutang kelompok aset lancar untuk jumlah yang akan diterima dalam waktu 12 bulan mendatang. b.

Pengukuran Piutang Tuntutan Perbendaharaan Pengukuran piutang ganti rugi berdasarkan pengakuan yang dikemukakan di atas. pegawai negeri bukan bendahara. Pengakuan Piutang Tuntutan Perbendaharaan Peristiwa yang menimbulkan hak tagih berkaitan dengan TP/TGR. 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara yang dinyatakan bahwa pegawai negeri bendahara. atau pejabat lain yang karena perbuatannya melanggar hukum atau melalaikan kewajiban yang dibebankan kepadanya secara langsung merugikan negara. SKTM merupakan surat keterangan tentang pengakuan bahwa kerugian tersebut menjadi tanggung jawab seseorang dan bersedia mengganti kerugian tersebut. Bab XI Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. d. harus didukung dengan bukti Surat Keterangan Tanggung Jawab Mutlak (SKTM). serta dalam Bab V Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan danTanggung Jawab Keuangan Negara. wajib mengganti kerugian tersebut. yang menunjukkan bahwa penyelesaian atas TP/TGR dilakukan dengan cara damai (di luar pengadilan). c. 1) Disajikan sebagai aset lancar sebesar nilai yang jatuh tempo dalam tahun berjalan dan yang akan ditagih dalam 12 (dua belas) bulan ke depan berdasarkan surat . dilakukan sebagai berikut.21 diatur dalam Bab IX Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Dalam Undang-Undang No. pengakuan piutang baru dilakukan setelah ada surat ketetapan yang telah diterbitkan oleh instansi yang berwenang. Apabila penyelesaian TP/TGR tersebut dilaksanakan melalui jalur pengadilan.

dan pengukurannya.22 ketentuan penyelesaian yang telah ditetapkan.1 Pengakuan Piutang Tuntutan Perbendaharaan No 1 Kode Akun XXXX XXXX Uraian Pengakuan Tagihan Piutang TP Diinvestasikan dalam aset lainnya Debit XXXX XXXX Kredit Penjurnalan piutang tuntutan perbendaharaan dilakukan dengan mendebit akun piutang tuntuan perbendaharaan dan mengkredit akun diinvestasikan dalam asset lainnya sebesar nilai nominal yang tercantum pada dokumen sumber yang digunakan. sebelum disajikan terlebih dahulu dilakukan pencatatan atas pengakuan piutang tuntutan seperti pada gambar III. 2) Disajikan sebagai aset lainnya terhadap nilai yang akan 1 dilunasi di atas 12 (dua belas) bulan berikutnya. Setelah Dilakukan Penjurnalan maka selanjutnya akan dilakukan penyajian pada Neraca. pengakuan. . Gambar III.2 sebagai berikut. baik berupa SKTJM apabila diselesaikan melalui jalur damai maupun surat putusan instansi yang berwenang apabila diselesaikan melalui jalur pengadilan. Penyajian dan Pengungkapan Piutang Tuntutan Perbendaharaan 1) Penyajian Piutang Tuntutan Perbendaharaan di Neraca Setelah diketahui jenis. e.1 berikut. Adapun Penyajian Piutang Tuntutan Perbendaharaan dalam Neraca Laporan Keuangan Pemerintah Daerah dapat dilihat pada gambar III.

23 Gambar III. baik melalui cara damai maupun pengadilan. c) Penjelasan atas penyelesaian piutang. Informasi dimaksud dapat berupa: a) Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penilaian. b) Rincian jenis-jenis. Piutang Pajak Piutang PNBP Piutang Transfer Bagian Lancar TGR Penyisihan Piutang tak Tertagih Aset Lainnya Tuntutan Perbendaharaan KEWAJIBAN Kewajiban Jangka Pendek Kewajiban Jangka Panjang XXXX XXXX XXXX XXXX XXXX XXXX XXXX EKUITAS DANA Ekuitas Dana Lancar Cadangan Piutang XXXX Ekuitas Dana Investasi XXXX Diinvestasikan dalam Aset XXXX Lainnya 2) Pengungkapan Piutang Tuntutan Perbendaharaaan di Neraca Di samping disajikan di neraca.2 Penyajian Piutang Tuntutan Perbendaharaan di Neraca ASET Aset Lancar ………. d) Tuntutan ganti rugi/perbendaharaan yang masih dalam proses penyelesaian. Dalam hal terdapat barang/uang yang disita oleh Negara/daerah sebagai jaminan maka hal ini wajib diungkapkan. informasi mengenai akun piutang tuntutan perbendaharaan diungkapkan dalam Catatan Atas Laporan Keuangan. saldo menurut umur untuk mengetahui tingkat kolektibilitasnya. masih di kementerian negara/lembaga atau telah diserahkan penagihannya ke KPKNL. pengakuan dan pengukuran tagihan TGR. .

00 330.00 2.08 7.322.499.94 Persentase (%) 1.782.26 1. Pembahasan 1.000. piutang transfer.006.00 27.000.607.19 0. Tinjauan Terhadap Pos Piutang Piutang Tuntutan Perbendaharaan pada Neraca Pemerintah Kabupaten Asahan per 31 Desember Tahun 2011 dimasukkan kedalam kelompok piutang lancar tepatnya pada bagian piutang lain-lain.00 21. dan piutang lain-lain.230.90% menempati urutan pertama dengan jumlah Rp21.137.230.006. Rincian piutang tersebut dapat dilihat pada tabel 3.69 8.810.445. Piutang terbesar kedua ialah . belanja dibayar dimuka.467.643.893.265. Piutang transfer dengan persentase 77.614.00 21.1 berikut ini.73 77.500.1 Komposisi Piutang Lancar No 1 2 3 4 5 6 7 8 Jenis Piutang Lancar Piutang Pajak Piutang Retribusi Piutang Transfer Belanja Dibayar Dimuka Bagian Lancar Pinjaman kepada PDAM Silaupiasa Piutang Bunga Piutang PDAM Silaupiasa Piutang Lain-Lain Jumlah Jumlah (Rp) 353.00 757. Piutang lancar merupakan hak Pemerintah Kabupaten Asahan yang akan diterima di masa mendatang dalam jangka satu tahun.00 2.000.000.90 0.27 2. Piutang tersebut terdiri dari piutang pajak. piutang retribusi.643. piutang PDAM Silaupiasa. Tabel III.88 100 Dari tabel III. piutang bunga.24 B.94 71. bagian lancar pinjaman kepada PDAM Tirta Silaupiasa.94.1 tersebut dapat dilihat bahwa piutang tertinggi yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Asahan ialah piutang transfer sebesar sedangkan yang terendah ialah piutang bunga.841.140.000.

sedangkan selebihnya merupakan piutang dengan persentase dibawah 3% yang terdiri dari piutang pajak 1.607.69% piutang lancar.47% dari piutang lain-lain dengan jumlah Rp2.790.00.467. Dari data tersebut dapat kita ketahui bahwa piutang lain-lain yang merupakan tempat dimasukkannya piutang tuntutan perbendaharaan merupakan piutang dengan komposisi kedua terbesar dari seluruh piutang lancar yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Asahan.158.25 piutang lain-lain yang mencakup 8.466.27%.570.000.754. Adapun komposisi dari piutang lain-lain dapat dilihat pada tabel 3.151.2 berikut.47 6. bagian lancar pinjaman kepada PDAM Silaupiasa 1. piutang retribusi 2.88% piutang lancar Pemerintah Kabupaten Asahan dengan jumlah Rp2.534. Selanjutnya di urutan kedua ada piutang tuntutan perbendaharaan yang mencakup 6.466.00.350.2 Komposisi Piutang Lain-Lain No 1 2 3 Jenis Piutang Lain-Lain Penjualan Kendaraan Tunjangan Komunikasi Insentif (TKI) Anggota DPR Tuntutan Perbendaharaan Jumlah Jumlah (Rp) 138.08% dengan jumlah total seluruhnya sebesar Rp1.445.92% dari piutang lain-lain dengan jumlah .00 Persentase(%) 5.61 87.2 diatas dapat diketahui bahwa piutang tunjangan komunikasi insentif (TKI) anggota DPR merupakan piutang dengan komposisi tertinggi pada bagian piutang lain-lain di neraca yang mencakup 87.19% dan piutang bunga sebesar 0.92 Dari tabel III.26%.00 2.00.158. belanja dibayar dimuka 0.570. Tabel III.875.00 170.73%. Selanjutnya piutang lancar urutan ketiga ialah Piutang PDAM Silaupiasa yang mencakup 7.

61% piutang lain-lain sebesar Rp138.000. Tinjauan Terhadap Pengidentifikasian Piutang Tuntutan Perbendaharaan Kerugian yang terjadi di Pemerintah Kabupaten Asahan merupakan kerugian yang terjadi akibat perbuatan melanggar hukum yang dilakukan oleh bendahara pengeluaran seketariat daerah yang tidak dapat mempertanggungjawabkan kas yang dikelolanya.790. piutang yang terjadi akibat adanya kerugian negara ada dua jenis yaitu: a. sebagai akibat langsung ataupun tidak lagsung dari suatu perbuatan melanggar hukum yang dilakukan oleh pegawai tersebut atau kelalaian dalam pelaksanaan tugas yang menjadi .61% dari seluruh piutang lancar yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Asahan. Piutang Tuntutan Ganti Rugi Tuntutan Ganti Rugi merupakan piutang yang timbul karena pengenaan ganti kerugian negara/daerah kepada pegawai negeri bukan bendahara.875.350. Karena pengembalian kas tersebut belum dapat dilakukan oleh bendahara pengeluaran.00 sedangkan yang piutang penjualan kendaraan menempati urutan ketiga dengan komposisi 5. 2.875.26 Rp170. Walaupun hanya mencakup 0. Berdasarkan bultek SAP nomor 06.00 jika dibandingkan dengan keseluruhan total piutang lancar piutang tuntutan perbendaharaan akan mencakupi 0.00.790.61% dari total piutang lancar. piutang tuntutan perbendaharaan menempati urutan ketujuh dari total piutang lancar dan posisinya masih berada diatas piutang bunga dan belanja dibayar dimuka pada Neraca Pemerintah Kabupaten Asahan per 31 Desember 2011. Piutang tuntutan perbendaharaan yang menempati posisi kedua dalam piutang lain-lain dengan jumlah Rp170. maka timbul piutang.

Tinjauan Terhadap Pengakuan Piutang Tuntutan Perbendaharaan Piutang Tuntutan Perbendaharaan dalam neraca per 31 Desember 2011 yang telah diaudit oleh BPK timbul akibat adanya perbuatan melanggar hukum atau kelalaian pelaksaaan tugas yang dilakukan oleh bendahara yang menyebabkan terjadinya kerugian negara. Kerugian negara tersebut dapat diselesaikan melalui jalan damai maupun melalui jalur pengadilan. . Tuntutan Ganti Rugi dikenakan oleh pimpinan di lingkup kementerian negara/lembaga/pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.B/2008/PN-Kis ditetapkan kerugian negara sebesar Rp170. b. Tuntutan Perbendaharaan dikenakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.875. Oleh karena itu berdasarkan pengidentifikasian yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan sudah sesuai dengan SAP dengan menyajikan piutang atas kerugian negara tersebut sebagai pitang tuntutan perbendaharaan karena kerugian tersebut timbul akibat perbuatan dari bendahara pengeluaran Pemerintah Kabupaten Asahan.27 kewajibannya. Pada tahun 2008 atas Surat Putusan Pengadilan Negeri Kisaran No. 3. Piutang Tuntutan Perbendaharaan Tuntutan Perbendaharaan dikenakan kepada bendahara yang karena lalai atau perbuatan melawan hukum mengakibatkan kerugian Negara/daerah. 545/Pid.790.00 yang tidak dapat dipertanggungjawabkan oleh bendahara pengeluaran Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Asahan atas kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2007.

1. Apabila penyelesaian TP/TGR dilaksanakan melalui jalur pengadilan. pengakuan piutang baru dilakukan setelah ada surat ketetapan yang telah diterbitkan oleh instansi yang . Gambar III.875 Cadangan Piutang 170.00 selanjutnya dimasukkan kedalam aset lainnya didalam neraca.3.952.161.790.000.125 Diinvestaisikan dalam aset 84.875 Pengakuan Aset Lainnya Aset Lainnya 84. Pencatatan atas pengakuan piutang tuntutan perbendaharan dan aset lainnya tersebut dapat dilihat pada gambar III.3.3.00 pada Neraca Pemerintah Kabupaten Asahan per 31 Desember 2011 sebelum diaudit oleh BPK. Uraian Debit Kredit Pengakuan Piutang Tuntutan Perbendaharaan Piutang Tuntutan Perbendaharaan 170. 3. 06 Apabila penyelesaian TP/TGR tersebut dilaksanakan melalui cara damai.4.2.161. 2 1. Kerugian negara tersebut masih disajikan sebagai kas di bendahara pengeluaran sebesar Rp254.3 berikut.790.1. Sisa dari kas di bendahara pengeluaran yang tidak diakui sebagai kerugian negara sebesar Rp84.2. maka bendahara harus membuat Surat Keterangan Tanggung Jawab Mutlak (SKTJM) yang akan digunakan sebagai dokumen sumber atas pengakuan piutang tuntutan perbendaharaan.28 Pada Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Asahan Tahun 2008 sampai dengan tahun 2011 Pemerintah Kabupaten Asahan tidak melakukan pengakuan atas piutang tuntutan perbendaharaan yang yang ditetapkan oleh Pengadilan Negeri Kisaran sebagai kerugian Negara tersebut.3 Pengakuan Piutang TP dan Aset Lainnya No 1 Kode Akun 1.125.161.125 lainnya Menurut Bultek Standar Akuntansi Pemerintahan No.12. 3.

maka akan dapat dilakukan pengukuran atas putang tersebut. Bupati asahan seharusnya segera membentuk TPKN dan memantau penyelesaian kerugian tersebut sehingga pengakuan tuntutan perbendaharaan dapat dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku. Tinjauan Terhadap Pengukuran Piutang Tuntutan Perbendaharaan Pengukuran piutang tuntutan perbendaharaan harus dilakukan sesuai dengan pengakuannya. 545/Pid. Penyelesaian piutang tuntutan perbendaharaan yang terjadi di Pemerintah Kabupaten Asahan dilakuksn melalui proses pengadilan. sedangkan piutang yang akan dilunasi melebihi 12 bulan akan . Apabila saat pengakuan diketahui periode pelunasan piutang.B/2008/PN-Kis dari Pengadilan Negeri Kisaran. Dari uraian di atas. Namun pengakuan piutang tuntutan perbendaharaan belum dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan sejak tahun 2008 hingga 2011. 4. pengakuan piutang tututan perbendaharaan di Pemerintah Kabupaten Asahan masih belum sesuai dengan SAP yang menyatakan pengakuan piutang tuntutan perbendaharaan dilakukan setelah ada surat ketetapan yang telah diterbitkan oleh instansi yang berwenang.B/2008/PN-Kis. Setelah BPK mengaudit Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Asahan Tahun 2011 diketahui terdapat piutang tuntutan perbendaharaan yang belum dilakukan pengakuan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan. Pengakuan piutang tuntutan perbendaharaan seharusnya dilakukan pada tahun 2008 berdasarkan Surat Putusan No. Oleh karena itu dokumen sumber yang digunakan dalam pengakuan piutang tuntutan perbendaharaan ialah Surat Putusan No.29 berwenang. 545/Pid. Piutang yang akan dilunasi dalam periode 12 bulan akan dikelompokkan ke dalam bagian lancar piutang tuntutan perbendaharaan.

500 31. Oleh karena itu pengukuran atas piutang tuntutan perbendaharaan sangat tergantung ketetapan mengenai jangka waktu pelunasan di dokumen sumber saat pengakuannya. Pengakuan Piutang Tuntutan Perbendaharaan yang tidak dilakukan sejak tahun 2008 hingga tahun 2011 mengakibatkan pengukuran atas Piutang tersebut juga tidak mungkin dapat dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan.977.875.372. Dengan pengukuran atas piutang tuntutan perbendaharaan akan diketahui nilai yang termasuk piutang jangka panjang dan nilai yang termasuk bagian lancar piutang.00 tahun anggaran 2007 dengan total Rp192.790.997.000 Dalam Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Asahan.952.00 tersebut berasal dari realisasi kegiatan MTQ sebesar Rp120.500 102.790. MTQ Keg.30 dimasukkan kedalam piutang tuntutan perbendaharaan (jangka panjang). Tabel III.500. Piutang tuntutan .00 namun berdasarkan keputusan pengadilan hanya sebesar Rp170.500 254.349.732.3 Rincian Realisasi Kegiatan Sekretariat Daerah Tahun 2007 No 1 2 3 Kegiatan Keg. Pembinaan IMTAQ Keg. Festival Nasyid & Bantuan untuk Kecamatan Total Tahun 2007 2007 2007 Sisa UP (Rp) 120.00 yang termasuk sebagai kerugian negara sebagaimana terlihat di tabel 3. Pada tahun 2012 berdasarkan hasil pemeriksaan BPK atas lapoan keuangan pemerintah kabupaten asahan pemerintah kabupaten asahan menyajikan piutang tuntutan perbendaharaan berdasarkan nilai nominalnya sebesar Rp 170.242.875.500.00 dan Festival Nasyid sebesar Rp71.790.00 Jumlah sebesar Rp170.000.875.3 berikut.

Jika ditinjau berdasarkan Bultek Standar Akuntansi Pemerintahan No. Bagian lancar piutang tuntutan perbendaharaan akan berpasangan dengan akun cadangan piutang yang merupakan bagian dari ekuitas dana lancar. Piutang tuntutan perbendaharaan dapat disajikan di bagian aset lancar sebagai bagian lancar piutang perbendaharaan maupun di bagian aset lainnya sebagai piutang tuntutan perbendaharaan di neraca. sedangkan piutang tuntutan perbendaharaan (jangka panjang) akan berpasangan dengan di investasikan dalam aset lainnya di bagian ekuitas dana investasi. Hal ini dikarenakan Pemerintah Kabupaten Asahan belum melakukan pengukuran atas piutang tuntutan perbendaharaan tersebut sehingga belum dapat menentukan bagian piutang jangka panjang maupun bagian lancar dari piutang perbendaharaan tersebut karena belum ada surat ketetapan mengenai jangka waktu pelunasan piutang tersebut. 5. Tinjauan Terhadap Penyajian dan Pengungkapan Piutang Tuntutan Perbendaharaan Piutang tuntutan perbendaharaan menurut SAP disajikan didalam dalam neraca di laporan keuangan. .31 perbendaharaan hingga saat ini seluruh nilainya masih disajikan sebagai piutang lancar di Neraca per 31 Desember. 06 yang menyatakan bahwa pengukuran piutang tuntutan perbendaaraan dilakukan sesuai dengan pengakuannya maka pengukuran atas piutang tuntutan perbendaharaan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan sudah tepat dikarenakan belum adanya pengakuan yg jelas yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Asahan atas piutang tuntutan ganti rugi sehingga pengukuran juga tidak dapat dilakukan sehingga hanya disajikan sebagai piutang lancar.

00 11.079.00 757.795.810.00 2.32 Pengakuan atas piutang tuntutan perbendaharaan yang belum dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan tentu saja menyebabkan piutang tuntutan perbendaharaan tidak disajikan dalam Neraca Pemerintah Kabupaten Asahan per 31 Desember Tahun 2011 sebelum di audit BPK.021.841.140.861.94 3. Gambar III.4 Penyajian Piutang Tuntutan Perbendaharaan di Neraca per 31 Desember Uraian Aset Aset Lancar …….322.348.54 0.890.000.00 27. Piutang pajak Piutang Retribusi Piutang Lain-Lain TP Aset Lainnya Tagihan Pinjaman pada PDAM Tirta Silaupiasa Aset Lainnya KEWAJIBAN Kewajiban Jangka Pendek Kewajiban Jangka Panjang EKUITAS DANA Ekuitas Dana Lancar Cadangan Piutang Ekuitas Dana Investasi Diinvestasikan dalam Aset Lainnya Tahun 2011 (Rp) 353.4 berikut ini.962.115. Untuk lebih jelasnya penyajian piutang tuntutan perbendaharaan dapat dilihat pada gambar III.790.718.875.00 .614.00 170.00 1. Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh BPK Pemerintah Kabupaten Asahan memperbaiki Neracanya sehingga piutang tuntutan perbendaharaan disajikan sebagai bagian lancar piutang tuntutan perbendaharaan seluruhnya di bagian aset lancar dan juga berpasangan dengan cadangan piutang di bagian ekuitas dana lancar.265.805.000.320.

00 masuk kedalam aset lainnya yang berjumlah Rp2.265.4 diatas dapat diketahui bahwa seluruh piutang tuntutan perbendaharaan sebesar Rp170.890.021.718.348.00 di bagian ekuitas dana investasi di neraca.94 termasuk didalamnya cadangan piutang atas tuntutan perbendaharaan sebesar Rp170. Cadangan Piutang sebesar Rp27.00 serta dimasukkan ke dalam pos diinvestasikan dalam aset lainnya yang berjumlah Rp3.125.00 dimasukkan ke bagian piutang lain-lain dalam neraca dan disajikan sebagai piutang lancar. Standar Akuntansi Pemerintahan menganjurkan beberapa hal yang sebaiknya diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Asahan. Pada tabel tabel III.790. Selanjutnya dalam hal pengungkapan piutang tuntutan perbendaharaan dalam Catatan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Asahan Tahun 2011. Berdasarkan penyajian piutang tuntutan perbendaharaan diatas dapat disimpulkan bahwa penyajian piutang tuntutan perbendaharaan di Pemerintah Kabupaten Asahan telah sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. Hal ini dapat diketahui dari jumlah dan klasifikasi atas piutang tuntutan perbendaharaan yang sudah disajikan dengan tepat pada Neraca Pemerintah Kabupaten Asahan Tahun 2011.861. Sisa UP Sekretariat Daerah yang tidak termasuk kerugian daerah sejumlah Rp84.790.805.875.332.875.115. .00.33 Dari gambar III.161. Oleh karena belum adanya jangka waktu pelunasan yang ditetapkan oleh pemerintah kabupaten asahan atas piutang tersebut maka penyajian piutang tuntutan perbendaharaan seluruhnya dijadikan piutang lancar dalam neraca.4 berikut ini akan disajikan pengungkapan piutang tuntutan perbendaharaan yang sudah maupun belum dilakukan Pemerintah Kabupaten Asahan pada Catatan atas Laporan Keuangan Tahun 2011 .

Ada dua kasus kerugian daerah yang saaat ini sedang dalam proses penyelesaian yaitu PPh dan PPN pada sekretariat DPRD yang belum disetor ke Kas Negara sebesar Rp553. Piutang tuntutan perbendaharaan dicatat sesuai dengan nilai nominal pada dokumen sumber saat pengakuan baik berupa SKTJM maupun surat keputusan instansi lain yang berwenang.476.085.4 di atas dapat diketahui bahwa dalam CaLK pemerintah Kabupaten Asahan telah diungkapkan mengenai kebijakan akuntasi yang digunakan.500.00 Kabupaten Asahan. Seluruh masalah tersebut saat ini sedang dalam proses TPKN.000.870. Adapun beberapa hal yang belum diungkapkan dalam CaLK Pemerintah Kabupaten juga sudah diungkapkan dalam CaLK Pemerintah . Keterangan Sudah Belum Belum Sudah Sudah Dari tabel III. Uang barang bukti yang disita oleh kejaksaan berupa sisa dana dari kegiatan pembinaan iman dan taqwa sebesar Rp31.840.380. Dalam CaLK juga sudah diungkapkan mengenai piutang tuntutan perbendaharaan yang masih dalam proses penyelesaian.732.067.498.00 atas Dinas Pekerjaan Umum.00 atas sisa UP di Inspektorat Daerah dan Rp146.4 Tinjauan Pengungkapan Piutang Tuntutan Perbendaharaan No 1 2 3 4 5 Pengungkapan Kebijakan akuntansi Saldo menurut umur Penjelasan atas penyelesaian piutang TGR/TP yang masih dalam proses penyelesaian Barang/uang yang disita oleh Negara/daerah sebagai jaminan.34 Tabel III.00 dan festival nasyid sebesar Rp30.00 Kas di bendahara pengeluaran Inspektorat Kabupaten Asahan yang belum disetor ke kas daerah sebesar Rp148.

Tanpa adanya penjelasan tersebut dapat terjadi kemungkinan kesalahan pengambilan keputusan oleh pengguna laporan keuangan. . Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pengungkapan piutang tuntutan perbendaharaan Pemerintah Daerah Kabupaten Asahan dalam CaLK sudah cukup memadai karena kebijakan akuntansi sudah diungkapkan.35 Asahan adalah saldo menurut umur piutang serta penjelasan atas penyelesaian piutang. Saldo menurut umur piutang berguna untuk mengetahui tingkat kolektibilitas piutang tersebut sehingga dapat diketahui mana piutang yang kemungkinan besar dapat ditagih dan mana piutang yang kemungkinan besar tidak dapat ditagih. barang bukti yang disita sudah diungkapkan. Penjelasan mengenai penyelesaian piutang menjelaskan bagaimana proses penagihan piutang apakah masih pada Pemerintah Kabupaten Asahan atau sudah diserahkan penagihannya ke KPKNL. dan kerugian daerah yang terjadi yang sedang dalam proses juga sudah diungkapkan meskipun penjelasan mengenai penyelesaian piutang apakah masih di Pemerintah Kabupaten Asahan atau sudah diserahkan ke KPKNL. dan rincian saldo menurut umur untuk mengetahui tingkat kolektibilitas piutang belum disajikan secara memadai dalam CaLK Pemerintah Kabupaten Asahan tahun 2011.

BAB IV PENUTUP A. Pengukuran piutang tuntutan perbendaharaan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan telah sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan karena telah menyajikan piutang tuntutan perbendaharaan sesuai dengan dokumen sumber yang digunakan pada saat pengakuan piutang tuntutan perbendaharaan. Simpulan Dari uraian pembahasan pada bab sebelumnya. 3. 1. 2. Pemerintah Kabupaten Asahan telah dapat menentukan piutang yang termasuk piutang tuntutan perbendaharaan merupakan piutang yang timbul karena perbuatan melanggar hukum maupun kelalaian yang dilakukan oleh pegawai negeri bendahara sehingga menimbulkan kerugian negara. Identifikasi piutang tuntutan perbendaharaan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan telah sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. 36 . penulis dapat mengambil simpulan sebagai berikut. Pengakuan piutang tuntutan perbendaharaan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan tidak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan karena Pemerintah Kabupaten Asahan tidak melakukan pengakuan piutang tuntutan perbendaharaan pada tahun 2008 sesuai dengan Surat Putusan Pengadilan Negeri Kisaran.

meskipun dalam hal pengakuan dan pengungkapan piutang tuntutan perbendaharaan masih belum dilakukan dengan baik.37 4. barang bukti yang disita. 5. Pemerintah Kabupaten Asahan hanya belum mengungkapkan rincian saldo piutang tuntutan perbendaharaan menurut umur piutang untuk mengetahui tingkat kolektibilitas piutang serta belum mengungkapakan mengenai penyelesaian piutang masih pada Pemerintah Kabupaten Asahan atau telah diserahkan kepada KPKNL. pelaksanaan akuntansi piutang tintutan perbendaharaan di Pemerintah Kabupaten Asahan sudah cukup sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. Pengungkapan mengenai piutang tuntutan perbendaraharan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan telah cukup memadai meskipun masih ada sedikit kekurangan dalam pengungkapan piutang tuntutan perbendaharaan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan. . Dari uraian-uraian simpulan proses akuntansi diatas penulis maka penulis mengambil suatu gabungan simpulan keseluruhan yakni. Pemerintah kabupaten Asahan menyajikan piutang perbendahaan sebagai bgian dari piutang lain-lain dalam bagian asset lancar serta bepasangan dengan akun cadangan piutang pada ekuitas dana lancar. Pemerintah Asahan telah mengungkapkan kebijakan akuntansi yang digunakan. Penyajian piutang tuntutan perbendaharaan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan dalam Neraca Pemerintah Kabupaten Asahan per 31 Desember 2011 telah sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. dan kerugian daerah yang terjadi yang sedang dalam proses TPKN.

penulis mencoba memberikan saran-saran mengenai langkah-langkah yang dapat diupayakan oleh pihak-pihak terkait dalam rangka meningkatkan pelaksanaan akuntansi piutang tuntutan perbendaharaan di Pemerintah Kabupaten Asahan di masa mendatang. Pemerintah Kabupaten Asahan hendaknya segera menetukan jangka waktu pelunasan piutang tuntutan perbendaharaan yang telah terjadi agar dapat segera dilakukan pengukuran piutang tuntutan perbendaharaan dengan baik. Saran Dari uraian-uraian yang telah penulis paparkan pada bab-bab sebelumnya menunjukkan bahwa akuntansi piutang tuntutan perbendaharaan di Pemerintah Kabupaten Asahan telah dilaksanakan dengan cukup baik. Pemerintah Kabupaten Asahan perlu menambah pengungkapan mengenai saldo menurut umur piutang serta proses penyelesaian piutang tuntutan perbendaharaan untuk memudahkan pengambilan keputusan yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan. Saran yang diusulkan oleh penulis adalah sebagai berikut. 3. 1.38 B. hanya saja di bagian pengakuan dan pengungkapan yang dilakukan masih ada beberapa hal yang perlu di perbaiki berdasarkan hasil tinjauan yang telah dilakukan oleh penulis. Oleh karena itu. Pemerintah Kabupaten Asahan di masa mendatang harus segera membentuk TPKN yang dipantau oleh Bupati Asahan untuk menyelesaikan seluruh masalah maupun potensi masalah yang berkaitan dengan kerugian negara agar pengakuan piutang tuntutan perbendaharaan dapat dilakukan sesuai dengan sap dan peraturan yang berlaku. 2. .

. selain itu dengan banyaknya kas pada SKPD Pemerintah Kabupaten Asahan yang belum disetorkan kembali ke Kas Daerah mengindikasikan adanya potensi kerugian negara pada seluruh SKPD tersebut. Pemerintah Kabupaten Asahan hendaknya melakukan peninjauan terhadap kas di bendahara pengeluaran yang ada pada 17 SKPD yang hingga akhir tahun 2011 belum disetor kembali ke kas daerah karena hal tersebut telah menyalahi aturan mengenai pengelolaan kas.39 4.

Warren. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 2008. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.40 DAFTAR PUSTAKA Akbar. 2005. Reeve dan Fees. Jakarta: Penerbit Salemba Empat. 2004. Buletin Teknis Standar Akuntansi Pemerintahan Nomor 6 tentang Akuntansi Piutang. Rusdi. Yogyakarta: UMP AMP YPKN. Pengantar Akuntansi. 2004. ________________. Republik Indonesia. . 2010. Pengantar Akuntansi Edisi 21. Komite Standar Akuntansi Pemerintahan.

.

.

050.949.00 9.500.380.001 0.00 90.271.00 0.858.739.386.Lampiran II RINCIAN SALDO KAS YANG BELUM DISETOR KE KAS DAERAH No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Uraian Dinas Pendidikan UPT Disdik Kec.00 5.000.921.000.900.00 291.120.00 0.781.326.628.00 2010 (Rp) 410.00 14.345.370.919.576.753.00 26.00 789.00 700.978.067.650.00 148.331.750.00 0.000.00 669.218.598.300.00 88.00 0.00 100. Aek Songsongan Dinas Kesehatan RSUD H.00 25.540.399.00 0.00 0.00 14.00 15.193.00 15.880.00 5.00 86.929.00 0.420.00 4.300.000.497.851.00 4.476.00 500.507.000.00 26.476.00 4.807.00 2.000.000.00 652.00 0.754. Air Joman UPT Disdik Kec.00 148.00 .100.380.00 0.000.000.593.125. Abdul Manan Simatupang Dinas PU Lingkungan Hidup Kantor Kependudukan Capil Dinas Sosial Dinas Perindustrian dan Perdagangan Dispora Sekretariat Daerah Sekretariat DPRD DPPKA Inspektorat Daerah Kecamatan Aek Songsongan Kecamatan Mandoge Kecamatan Air Batu Kecamatan Tanjung Balai Kecamatan Aek Kuasan Kecamatan Setia Janji Badan Kepegawaian Daerah Bapemas BPBD Dinas Pertanian Dinas Peternakan BP2KP Dinas Kehutanan dan Perkebunan Dinas Perikanan dan Kelautan TAhun Anggaran 2009 36 Dinas PU Tahun Anggaran 2007 37 Sekretariat Daerah Tahun 2005 38 Inspektorat Daerah 2011 (Rp) 83.00 1.00 0.015. Setia Janji UPT Disdik Kec.00 0.791.00 146.00 0.535.00 0.00 0.595.00 45.00 21.716.583.000.00 0.40.863.00 146.522.00 2.00 1.498.220.780.604.151. Tinggi Raja UPT Disdik Kec.00 0.00 260.586.00 4.000.00 450.00 0.00 0.000.00 19.000.00 0.00 42.00 0.00 84.00 3.00 6.067.00 4.080. Pulau Rakyat UPT Disdik Kec.635.00 282.00 0.00 0.555.00 4.915.00 1.184. Tanjung Balai UPT Disdik Kec.00 205.486.068.498. Sei Kepayang Timur UPT Disdik Kec.050.000.000.410.00 0.00 20.00 254.00 2.863.952. Rawang Panca Arga UPT Disdik Kec.000.

Lampiran III STRUKTUR ORGANISASI DPPKA PEMERINTAH KABUPATEN ASAHAN .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->